Arsip Harian: Sep 24, 2017

Moto G5S Plus Resmi Hadir di Tanah Air, Berapa Harganya?

Sebagai komitmen terhadap konsumen di tanah air, Lenovo sebagai pemilik Motorola menghadirkan smartphone terbaru yang salah satunya yaitu Moto G5S Plus.

Dual kamera belakang dengan resolusi 13 MP menjadi nilai jual utama yang ditawarkannya. Dilengkapi dengan aplikasi kamera bawaan, kamera belakang ini bisa digunakan untuk menghasilkan efek foto menarik seperti bokeh atau mode hitam putih berkualitas tinggi dibanding menggunakan kamera tunggal.

Bagi penyuka foto selfie, kamera depan 8 MP memiliki sudut lebar sehingga pengguna juga bisa mendapatkan hasil tangkapan latar yang lebih luas. Kamera depan juga dilengkapi dengan LED flash yang menjadi solusi dalam kondisi kurang cahaya.

Menyasar kelas menengah, Moto G5S Plus menampilkan desain unibodi berbahan metal yang membuatnya terlihat kokoh layaknya smartphone premium. Memiliki layar berukuran 5,5 inci dengan resolusi full HD (1.920 x 1.080 piksel) yang telah dilapisi kaca anti gores Corning Gorilla Glass 3, smartphone ini menggunakan prosesor Snapdragon 625, RAM 4 GB, media penyimpanan 32 GB, pemindai sidik jari di bagian depan, serta baterai berkapasitas 3.000 mAh.

Moto G5S Plus sudah tersedia dan bisa dipesan secara pre-order hingga 28 September 2017 eksklusif hanya di Lazada dengan harga Rp2.999.000. Dalam paket penjualannya, pengguna juga akan mendapatkan paket Freedom bundling dari Indosat promo 12 GB per bulan. Sedangkan untuk penjualan secara offline, Lenovo menyebutkan bahwa mereka masih mempertimbangkan dan menunggu saat yang tepat untuk itu.

Kini Bayar di McDonald’s Bisa Pakai PayByQR dari Dimo Pay

PT. Dimo Pay Indonesia (DIMO) bersama McDonald’s Indonesia meluncurkan layanan PaybyQR sebagai salah satu alternatif jenis pembayaran di McDonald’s. Melalui PaybyQR, DIMO membantu memudahkan seluruh konsumen McDonald’s melakukan transaksi pembayaran secara mobile di seluruh restoran McDonald’s yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Kami sangat senang dan bersemangat dengan dimulainya kerja sama ini. Kolaborasi kami dengan McDonald’s akan memberikan kemudahan bagi setiap pelanggan dalam melakukan pembayaran secara non-tunai di seluruh gerai McDonald’s di tanah air. Cukup dengan memindai kode QR di struk pembelanjaan menggunakan aplikasi e-wallet dan mobile banking yang telah bekerjasama dengan kami, proses pembayaran pun selesai,” ujar Mario Gaw, CEO DIMO Pay Indonesia.

“Sebagai pioneer dalam pembayaran berbasis QR Code, kami berharap dapat mengakselerasi pertumbuhan transaksi non-tunai guna menuju cashless society di Indonesia melalui one scan away – PaybyQR.” tambahnya. Menurut survey Statista per Maret 2017, nilai transaksi pembayaran mobile di Indonesia akan mencapai 18,6 juta US Dollar di tahun 2017. Nilai transaksi pembayaran mobile diperkirakan akan tumbuh tiga kali lebih besar di tahun 2020.

Sementara itu, Yanti Lawidjaja, Direktur Keuangan dan Teknologi Informasi McDonald’s Indonesia menyambut baik kerjasama ini karena sesuai dengan visi dan misi McDonald’s sebagai restoran cepat saji dengan pelayanan terbaik di dunia.

“Kenyamanan pelanggan merupakan salah satu kepedulian utama kami, dan memberikan opsi pembayaran yang lebih beragam adalah salah satu bentuk upaya tersebut. Kami percaya bahwa inovasi teknologi PaybyQR dari DIMO ini dapat mendorong pengembangan sistem operasional McDonald’s ke arah yang lebih efektif dan efisien dengan meminimalisir sistem-sistem yang bersifat manual.” jelas Yanti.

Pelanggan sudah dapat bertransaksi dengan PaybyQR di semua restoran McDonald’s di seluruh Indonesia menggunakan e-wallet dan mobile banking yang telah bekerjasama dengan DIMO seperti SIMOBI Bank Sinarmas, PayPro, PayTren, DOKU, BNI UnikQu, T-Money, Uangku dan beberapa aplikasi lainnya.

Khusus bagi yang berbelanja menggunakan SIMOBI Bank Sinarmas di gerai McDonald’s setiap hari Rabu, konsumen akan mendapatkan diskon sebesar 20% dengan syarat dan ketentuan berlaku.

Coolpad Fancy 3: Kombinasi Kokoh dan Cantik

Narsis dengan ber-selfie ria memang menjadi salah satu hal yang disukai pengguna dari kalangan muda saat menggunakan smartphone. Tidak mengherankan jika Coolpad Fancy 3 menggandeng Maudy Ayunda sebagai brand ambassador. Tujuannya, mewakili gambaran sebagai smartphone-nya anak muda dinamis yang hobi selfie.

Desain merupakan salah satu keunggulan yang dimiliki produk ini. Memiliki nama lain Coolpad E503, smartphone ini menyasar kelas menengah dengan desain premium berbodi metal serta berlapis aluminium magnesium pada bagian belakangnya. Hal ini membuatnya ringan, namun tetap berkesan kokoh. Cover belakang menggunakan bahan kesat sehingga ergonomis dan nyaman digenggam. Coolpad Fancy 3 tersedia dalam dua varian warna yaitu abu-abu dan emas.

Layarnya dilapisi kaca yang memiliki ujung melengkung (curved edge) yang biasa disebut dengan 2.5D sehingga terlihat lebih keren dan kuat. Dengan rasio 70,6% antara layar dan bodi, perangkat ini terasa cukup pas untuk sebuah smartphone berlayar lima inci. Layarnya juga memiliki dukungan sampai lima titik sentuh secara bersamaan.

Meski ditujukan bagi yang hobi selfie, Coolpad Fancy 3 “hanya” memiliki resolusi delapan megapixel pada kamera depannya. Hal tersebut memang sudah cukup mumpuni. Namun, mengingat saat ini ada kompetitor yang memiliki resolusi kamera depan yang besar, resolusi delapan megapixel memang terlihat tidak terlalu istimewa. Kamera depannya dilengkapi dengan lampu kilat sehingga tidak menjadi masalah jika pengguna melakukan selfie dalam kondisi cahaya kurang. Apalagi lampu kilat ini juga bisa dimanfaatkan saat merekam video di malam hari.

Kamera utamanya memiliki resolusi tiga belas megapixel yang mampu menghasilkan foto yang tajam dan detail. Pada kondisi latar yang terlalu terang, pengguna bisa menekan layar untuk mendapat fokus yang lebih baik. Pada kondisi kurang cahaya, pengguna bisa menggunakan pilihan Night Mode, HDR, atau lampu kilat. Hasil terbaik didapat dengan mengaktifkan lampu kilat. Kamera utama menyediakan pilihan Pro/Manual, namun hanya berisi pengaturan seperti white balance, ISO, exposure, saturation, dan contrast.

Bersenjatakan SoC Mediatek MT6735P (quad core Cortex-A53 1,0 GHz), kinerja produk ini sesuai dengan smartphone sekelasnya. Coolpad Fancy 3 cukup lancar menjalankan aneka game seperti Asphalt 8: Airborne dan Mortal Kombat X. Untuk daya tahan baterai, Coolpad Fancy 3 memiliki kapasitas yang tidak terlalu besar. Dengan daya 2.600 mAh berjenis nonremovable, baterai ini hanya mampu bertahan sekitar 5 jam 46 menit menurut aplikasi PCMark. Sementara untuk menjalankan aktivitas sehari-hari dengan mobile data aktif dan tanpa bermain game, smartphone ini mampu bertahan dari pagi sampai sore hari.

Keren dan Kokoh
Bodi metal dengan lapisan aluminium magnesium pada bagian belakang membuatnya ringan, namun tetap berkesan kokoh.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Curved Edge
Permukaan layar kaca memiliki ujung yang melengkung (curved edge) yang biasa disebut dengan 2.5D sehingga terlihat lebih keren.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Antarmuka CoolUI
Berbasis Android 6.0 Marshmallow, Coolpad Fancy 3 menggunakan antarmukanya sendiri yaitu CoolUI.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sensor Fingerprint
Fitur ini tidak hanya bisa digunakan untuk meng-unlock layar saja, tetapi juga untuk membuka aplikasi, mengambil foto, serta menjawab panggilan telepon.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Fitur Kamera
Pada kamera utama terdapat pengaturan yang beragam, sedangkan kamera depan menyediakan lampu kilat untuk hasil selfie yang lebih terang di kondisi cahaya kurang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hasil uji

PengujianCoolpad Fancy 3
AnTuTu Benchmark 6.2.729779
PCMark – Work Performance3362
3Dmark - Ice Storm5194
3Dmark - Ice Storm Extreme3036
3Dmark - Ice Storm Unlimited5085
GeekBench 4 - Single Core517
GeekBench 4 - Multi Core1391

PLUS: Desain cantik dan ergonomis, layar dengan lapisan 2.5D, sensor fingerprint, kamera depan dengan lampu kilat.

MINUS: Rekaman video hanya bisa sampai resolusi 720p, tanpa fitur fast charging.

SpesifikasiCoolpad Fancy 3
ProsesorMediatek MT6735P (quad core Cortex-A53 1,0 GHz)
RAM2 GB
Chip grafisMali-T720
Kapasitas simpan internal16 GB
Selot SIMDual (micro)
Jaringan selulerGSM/HSPA/LTE
Dukungan koneksiBluetooth 4.1, A2DP, Wi-Fi 802.11a/b/g/n, dual band, Wi-Fi Direct, hotspot, GPS, A-GPS, radio FM, jack audio 3,5 mm, micro-USB, USB OTG
KameraBelakang: 13 MP, autofocus, LED flash, video 720p/Depan: 8 MP, LED flash, video 720p
Layar5ʺ IPS LCD 1.280 x 720 pixel @ 294 ppi, 2.5D
Kapasitas bateraiLi-ion 2.600 mAh
Dimensi/bobot14,53 x 7,23 x 0,87 cm/168 gr
Sistem operasiAndroid 6.0 Marshmallow
KelengkapanAdapter, kabel USB, earphone, panduan, buku garansi, pin ejector
Situswww.coolpadindonesia.co.id
Garansi1 tahun
HargaRp2.499.000

Western Bar

Setiap orang tentu memiliki kenangan masa kecil dan seringkali kenangan tersebut tiba-tiba muncul, menimbulkan rasa kangen yang seolah mendesak untuk dipenuhi. Untuk para pria (khususnya generasi 1980-an), salah satu contoh kenangan masa kecilnya adalah permainan alat elektronik yang dikenal dengan nama game watch.

Nah, jika Anda termasuk yang mendadak kangen dengan game watch, aplikasi Western Bar bisa menjadi obat penumpas rindu. Aplikasi Western Bar ini merupakan klon sempurna dari game watch bernama sama.

Game watch yang rata-rata memiliki rasio panjang dan lebar yang mirip dengan smartphone zaman sekarang membuatnya sempurna untuk tampil di layar smartphone, termasuk tentu saja game Western Bar ini. Tombol-tombol yang ada pada Western Bar dengan mudah digantikan oleh tombol virtual yang tampil di layar smartphone. Layar game watch Western Bar yang memiliki resolusi rendah juga tentu sangat mudah diduplikasi di layar smartphone. Efek suara yang diperdengarkan juga sama dengan efek game watch jadul yang berukuran delapan bit.

Jadi dengan demikian, meskipun menggunakan smartphone, Anda akan serasa bermain game watch Western Bar seperti di masa kecil dahulu.

Opera, Browser Pertama yang Dukung Video 360 Derajat

Opera Mini Kenalkan Fitur Download Video

Opera menjadi browser pertama yang mendukung format video 360 derajat untuk perangkat virtual reality (VR). Opera VR 360 bisa kompatibel dengan berbagai perangkat VR seperti HTC Vive, Oculus Rift dan perangkat OpenVR lainnya.

Fitur baru itu memungkinkan pengguna menikmati sensasi video 360 derajat yang lebih seru. Pertumbuhan video 360 derajat yang pesat dan WebVR memberikan revolusi yang menarik untuk konten VR di web.

Krystian Kolondra (Executive Vice President of Desktop di Opera Software AS) mengatakan penggun harus mengunduh video terlebih dahulu yang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengunduh satu konten.

“Proses ini cukup merepotkan, memakan waktu lama, menghabiskan bandwidth serta terkesan kuno. Kami ingin membawa pengalaman menjelajah web terbaik bagi para pengguna kami,” katanya dalam siaran persnya, Minggu.

“Opera mulai fokus menciptakan dan embedding pemutar VR langsung ke dalam browser sehingga pengguna dapat langsung menonton video virtual reality, dan video-video 2D standar secara instan dengan perangkat VR mereka,” ujarnya.

Opera telah bekerja keras dengan tim UX dan desain untuk menciptakan sebuah pengalaman pengguna yang sederhana tetapi intuitif bagi para pemilik headset VR untuk dapat menikmati video online sebanyak apapun yang mereka inginkan.

“Pengguna dapat menonton film 2D favorit atau video dengan format standar 180 derajat dengan perangkatnya. Pengguna dapat merasakan pengalaman bioskop pribadi yang mengagumkan,” pungkasnya.

Polytron Prime 7S: Naik Kelas

Sering merilis smartphone entry level, kini Polytron mencoba naik kelas dengan menghadirkan smartphone dengan konsep premium melalui Polytron Prime 7S. Hal pertama yang paling terlihat menarik adalah desainnya. Dalam hal desain, Polytron memang tampil berbeda. Gambaran smartphone lokal yang memiliki desain biasa akan langsung sirna. Ini terlihat dari pemilihan material dan kerapian sentuhan akhirnya.

Mengusung desain unibody serta memiliki bezel tipis, frame-nya menggunakan bahan metal yang membuatnya terlihat kokoh. Yang menarik, smartphone ini menggunakan konsep Dual Glass Design yang mana kedua sisinya, depan dan belakang, menggunakan bahan kaca yang memberikan sensasi premium.

Meskipun seluruh lapisan terbuat dari kaca, Polytron Prime 7S terlihat ergonomis saat digenggam dan tidak licin. Hanya saja, bercak-bercak jari akan sering terlihat, apalagi dengan warna hitam. Untungnya ini juga membuatnya mudah dibersihkan menggunakan kain lembut. Permukaan layar kacanya memiliki ujung yang melengkung (curved edge) yang biasa disebut dengan 2.5D. Ini makin membuatnya terlihat elegan dan mewah.

Tidak hanya mengunggulkan desain, smartphone dari Polytron tersebut dipersenjatai dengan hardware bertenaga yang diharapkan mampu bersaing dengan kompetitor. Kombinasi chip MediaTek helio P10 (CPU octa core plus GPU Mali-T860) dan memori utama tiga gigabyte, sudah cukup mumpuni untuk menjalankan berbagai aplikasi di Google Play Store. Apalagi kapasitas memori internalnya cukup besar, yaitu 64 GB.

Polytron menggunakan user interface buatan sendiri yaitu Fira OS yang berbasis Android 6.0 Marshmallow. Tampilan antarmukanya sederhana dan tidak menyertakan app drawer. Sebagai pelengkap disertakan beberapa aplikasi yang hanya terdapat di smartphone Polytron seperti aplikasi streaming Fira TV serta toko aplikasi sendiri dengan nama Fira Store.

Bagaimana dengan kameranya? Kamera depan telah dilengkapi dengan autofocus serta lampu kilat ganda. Layaknya smartphone kelas menengah, kamera utama mampu menghasilkan foto yang tajam. Autofocus bekerja cepat dan lampu kilat mampu menghasilkan foto yang baik saat kondisi redup. Hanya saja, aplikasi kamera tidak menyertakan pilihan pengaturan yang lengkap. Kamera ini memang lebih ditujukan bagi mereka yang membutuhkan aktivitas “jeprat-jepret” secara instan.

Kamera depan untuk selfie memiliki resolusi delapan megapixel yang telah dilengkapi dengan fitur wide angle serta fitur beautify. Hasilnya baik mesti tidak bisa dibilang istimewa. Yang menarik, kamera depan telah dilengkapi pula dengan lampu kilat. Pada kondisi temaram, tanpa lampu kilat hasilnya terlihat kurang bagus dengan banyaknya noise. Hal ini bisa terbantu dengan lampu kilat yang mampu memancarkan cahaya dengan baik.

Desain Premium
Tidak hanya di bagian depan, Polytron Prime 7S juga menggunakan bahan kaca pada bagian belakang guna memberikan sensasi premium.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

FiraOS
FiraOS menyertakan aplikasi buatan sendiri seperti aplikasi streaming Fira TV serta aplikasi toko Fire Store.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengaturan Kamera
Aplikasi kamera hanya menyediakan pengaturan standar yang memang ditujukan bagi yang ingin mengambil gambar secara instan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kualitas Foto
Contoh hasil jepretan kamera utama pada kondisi outdoor di siang serta di malam hari.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daya Baterai
Kapasitas baterainya terbilang kecil sehingga kurang mampu menopang kebutuhan daya untuk aktivitas selama satu hari penuh.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hasil uji

PengujianPolytron Prime 7S
AnTuTu Benchmark 6.2.745792
PCMark – Work Performance2883
3Dmark - Ice Storm8235
3Dmark - Ice Storm Extreme5475
3Dmark - Ice Storm Unlimited8976
GeekBench 4 - Single Core729
GeekBench 4 - Multi Core2877

PLUS: Desain premium, ergonomis, kinerja baik, memori internal besar, kamera depan dilengkapi lampu kilat, ada fitur turbo charging.

MINUS: Kapasitas baterai kurang besar, desain kaca mudah kotor oleh bercak sidik jari.

SpesifikasiPolytron Prime 7S
ProsesorMediaTek helio P10 (octa core Cortex-A53 sampai 2,0 GHz)
RAM3 GB
Chip grafisMali-T860
Kapasitas simpan internal64 GB
Selot SIMDual (nano)
Jaringan selulerGSM/HSPA/LTE
Dukungan koneksiWi-Fi 802.11b/g/n, Wi-Fi Direct, hotspot, Bluetooth 4.0, GPS, A-GPS, jack audio 3,5 mm, micro-USB, USB OTG
KameraBelakang: 16 MP, LED flash, video 1080p/Depan: 8 MP, LED flash, video 720p
Layar5,2”, IPS LCD 1.920 x 1.080 pixel @ 424 ppi, 2.5D
Kapasitas bateraiLi-ion 2.300 mAh
Dimensi/bobot14,6 x 7,3 x 0,775 cm/155 gr
Sistem operasiAndroid 6.0 Marshmallow (Fira OS v1.0)
KelengkapanAdapter, kabel data USB, tempered glass, soft jelly case, buku manual, kartu garansi, perdana Indosat Ooredoo dengan paket data berkuota 2 GB + 10 GB (4G)
Situswww.polytron.co.id
Garansi1 tahun
HargaRp3.799.000

Ada Berapa Nama Domain Terdaftar pada Kuartal Kedua 2017?

VeriSign, Inc mengumumkan ada sekitar 1,3 juta nama domain yang terdaftar di Internet pada kuartal kedua 2017. Jadi, total nama domain yang terdaftar mencapai sekitar 331,9 juta dari seluruh total nama domain tingkat atas atau top-level domains (TLDs) per 30 Juni 2017.

Peningkatan nama domain yang terdaftar secara global itu menandai pertumbuhan sebesar 0,4 persen dibandingkan kuartal pertama 2017. Jumlah registrasi nama domain telah tumbuh sebanyak 6,7 juta, atau 2,1 persen dari tahun ke tahun.

TLD yang menggunakan .com dan .net mengalami pertumbuhan mencapai sekitar 144,3 juta nama domain pada kuartal dua 2017. Jumlah itu mewakili pertumbuhan sebesar 0,8 persen dari tahun ke tahun.

Pada kuartal kedua 2017, ada sebanyak 9,2 juta total nama domain .com dan .net baru yang terdaftar. Sedangkan pada kuartal kedua 2016, tercatat sebanyak 8,6 juta total nama domain baru .com dan .net yang terdaftar.

Verisign menerbitkan Ikhtisar Industri Nama Domain yang berisi data statistik dan analitik hasil riset mengenai industri nama domain untuk pengguna internet di seluruh dunia.

Alasan Hacker Doyan Incar Perangkat IoT

Gambar: cleantechies.com.

Kaspersky Lab mengungkapkan serangan malware yang mengincar perangkat pintar mencapai lebih dari 7.000 dan setengah serangan malware itu terjadi pada tahun ini. Hingga saat ini, ada lebih dari 6 miliar perangkat pintar di dunia sehingga banyak penggunanya yang berisiko terkena malware.

Perangkat pintar yang ada di pasar saat ini adalah smartwatch, smart TV, router, dan kamera yang saling terhubung satu sama lain sehingga menciptakan fenomena Internet of Things (IoT) yang terus berkembang.

“Karena banyaknya jumlah dan macam perangkat yang ada, IoT telah menjadi sasaran yang menarik bagi penjahat siber,” kata Vladimir Kuskov (Security Expert, Kaspersky Lab) dalam siaran persnya, Minggu.

Kuskov mengatakan apabila serangan malware itu berhasil membobol perangkat IoT para penjahat siber mampu memata-matai orang dan memeras. “Yang lebih buruk lagi, botnet seperti Mirai dan Hajime telah mengindikasikan bahwa ancaman tersebut terus meningkat,” ujarnya.

Para ahli Kaspersky Lab telah menyiapkan honeypots atau jaringan buatan yang mensimulasikan jaringan perangkat IoT yang berbeda-beda untuk mengamati pergerakan malware yang mencoba menyerang perangkat virtual tersebut.

Hasilnya, sebagian besar serangan malware menargetkan perekam video digital atau kamera IP (63 persen), dan 20 persen serangan terjadi terhadap jaringan perangkat, termasuk router, dan modem DSL, dll. Sekitar 1 persen target adalah perangkat yang paling umum seperti printer dan perangkat rumah pintar.

Negara-negara yang paling rawan terserang malware berbahaya adalah Tiongkok (17 persen), Vietnam (15 persen), dan Rusia (8 persen) tercatat sebagai 3 negara teratas target serangan malware ke perangkat IoT, masing-masing menunjukan sejumlah besar mesin yang terinfeksi.

Untuk melindungi perangkat Anda, para ahli Kaspersky Lab menyarankan hal-hal berikut yaitu jangan mengakses perangkat Anda dari jaringan eksternal, menonaktifkan semua layanan jaringan yang tidak Anda perlukan, dan jika ada kata sandi yang standar atau general tidak dapat diubah.

Kemudian, sebelum menggunakan perangkat, ganti kata sandi default dan atur yang baru. Terakhir, perbarui perangkat firmware ke versi terbaru secara teratur.

Kenalan dengan 8 Finalis Virtual Startup Hunt yang Berebut Tiket ke Silicon Valley

Proses penjurian seleksi finalis kompetisi Bubu Awards v.10 – Virtual Startup Hunt 2017.

Setelah sukses menggelar babak penyisihan kompetisi Bubu Awards V.10 – Virtual Startup Hunt di lima kota, yakni Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya dan Medan pada 5 dan 6 September 2017 lalu, telah terpilih 8 finalis startup yang siap adu gagasan di depan panel juri.

Kedelapan finalis ini akan melakukan pitching secara langsung di hadapan para juri mumpuni, seperti Erick Thohir (Komisioner Presiden Mahaka Grup/Co-founder Angel-eQ), Handry Santriago (CEO, GE Indonesia), Shinta W. Dhanuwardoyo (CEO/Founder Bubu.com), hingga Prashant Gokarn (Kepala Bisnis Baru dan Inovasi Indosat Ooredoo).

Yuk, mari berkenalan dengan delapan finalis Bubu Awards V.10 – Virtual Startup Hunt yang akan berebut tiket bootcamp ke Silicon Valley dan Swedia ini.

  1. Andalin

Sempat menang Ideabox batch empat, Andalin fokus mengembangkan layanan di bidang logistik. Startup ini menciptakan sebuah platform berbasis internet untuk memudahkan para Usaha Kecil Menengah (UKM) melakukan kegiatan impor dan ekspor. Andalin telah bekerjasama dengan shipping agent dan juga warehouse di beberapa negara di luar negeri.

  1. Bildeco

Berhasil mengikuti program Founder Institute, Bildeco tak henti menebar gagasan inspiratifnya. Building Decoration atau Bildeco ini adalah pusat perdagangan online khusus bahan bangunan yang membantu para perusahaan kontraktor mendapatkan harga terbaik melalui jaringan pabrik dan penyuplai yang luas di Indonesia.

  1. Botica

Sempat ikut kompetisi #NextDev, Botika merupakan artificial intelligence yang menggunakan Natural Language Processing (NLP) dalam Bahasa Indonesia. Platform ini dapat terhubung dengan banyak layanan dan menawarkan rekomendasi pilihan kepada pengguna untuk merespons otomatis di bidang customer service, tiket pesawat, pemesanan hotel, jadwal film, hingga pemesanan restoran.

  1. Eresto

Sesuai namanya, startup ini memang menyediakan jasa layanan manajemen restoran yang berbasis digital. Eresto menawarkan solusi software as a service (SaaS) untuk para pemilik restoran. Eresto bisa memfasilitasi restoran dengan banyak cabang sehingga terintegrasi dan real time. Selain itu, tersedia fitur self-order sehingga konsumen bisa langsung memesan dari mejanya.

  1. Jala Tech

Sempat menjuarai Creative Business Cup 2017, startup yang dulunya bernama Atnic ini dikembangkan sebagai asisten untuk bertambak udang. Sistem tersebut membantu petambak udang untuk memantau kualitas air dan mengelola tambak udang melalui aplikasi. JALA adalah perangkat IoT yang mampu memonitor kualitas air pada tambak udang. Perangkat ini didesain untuk dapat mengatasi masalah budidaya udang dengan mengukur, menganalisis dan memberikan semua rekomendasi berdasarkan kondisi kualitas air tambak.

  1. Mallsampah

Tak kalah solutif dan kreatif dibanding startup lain, Mallsampah hadir dengan layanan kelola sampah online untuk rumah tangga dan kantor. Mallsampah merupakan layanan kelola sampah gratis. Semua orang dapat menjual dan mengelola sampah melalui website secara gratis. Cara kerjanya, Mallsampah menghubungkan pengguna dengan pengepul dan pemulung terdekat sehingga lebih mudah menjual dan mengelola sampah.

  1. Marlin Booking

Menjadi salah satu terbaik dalam kompetisi Startup World Cup, Marlin Booking merupakan aplikasi pertama pemesanan tiket ferry online di Indonesia. Aplikasi Marlin Booking melayani pemesanan tiket kapal ferry rute Batam – Singapura dan Batam – Malaysia, serta sebaliknya, dengan waktu pemesanan hanya 15 menit. Cara pemesanannya pun sangat mudah: tinggal memilih rute dan waktu keberangkatan, memasukkan data paspor, lalu membayarnya melalui transfer bank.

  1. Simbah

Simbah merupakan aplikasi yang bisa memberikan informasi pertanian kepada para petani serta menghubungkan kelompok petani dalam sebuah platform online.

Penasaran siapa di antara delapan startup ini yang akan terbang ke Silicon Valley dan Swedia? Saksikan langsung final kompetisi Bubu Awards v.10 – Virtual Startup Hunt di gedung Auditorium Indosat Ooredoo besok, Senin, 25 September 2017.

Final Kompetisi Virtual Startup Hunt Siap Digelar Besok

Proses penjurian dalam seleksi finalis kompetisi Bubu Awards v.10 – Virtual Startup Hunt 2017.

Setelah melalui proses penjurian yang begitu ketat, terpilih 8 finalis startup yang akan beradu konsep dan produk mereka di panggung final Virtual Startup Hunt pada hari Senin, 25 September 2017.

Berlokasi di Auditorium Gedung Indosat Ooredoo, Jakarta, Virtual Startup Hunt adalah kompetisi startup pertama di Indonesia yang dilakukan secara virtual. Kompetisi ini juga merupakan bagian dari Bubu Awards v.10, ajang penghargaan bergengsi bagi para insan digital dan teknologi di Indonesia yang sudah dilakukan selama sepuluh kali hingga tahun ini yang diselenggarakan oleh Bubu.com.

Babak penyisihan Virtual Startup Hunt lebih dulu digelar serentak pada 5 dan 6 September 2017 di lima kota, meliputi Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, dan Medan. Rangkaian ini merupakan bagian dari acara utama yakni Indosat Ooredoo IDBYTE 2017 yang akan digelar pada 26 – 28 September 2017 di Pacific Place Mall, Jakarta.

Kedelapan startup terbaik yang sudah terinkubasi atau terakselerasi ini akan melakukan pitching secara langsung di hadapan panel juri, investor, dan penonton yang berasal dari kalangan pengusaha dan perwakilan perusahaan papan atas. Para tech savvy dapat hadir dan menyaksikan perhelatan delapan startups ini di babak final yang dibuka untuk umum ini.

Adapun jurinya antara lain Erick Thohir (Komisioner Presiden Mahaka Grup/Co-founder Angel-eQ), Handry Santriago (CEO, GE Indonesia), Shinta W. Dhanuwardoyo (CEO/Founder Bubu.com), hingga Prashant Gokarn (Kepala Bisnis Baru dan Inovasi Indosat Ooredoo).

Kriteria Penilaian

Kedelapan finalis startup pada kompetisi Virtual Startup Hunt tahun ini adalah Andalin, Bildeco, Botika, Eresto, Jala Tech, Mallsampah, Marlin Booking, dan Simbah.

Para finalis ini akan dievaluasi dalam lima area yakni tingkat urgensi produk ini di pasar, inovasi secara pendekatan pedagogis, UX atau User Experience, potensi pertumbuhan dalam user base, dan potensi berkembang menjadi bisnis yang bekelanjutan.

Berdasarkan lima penilaian ini, juri akan memilih dua pemenang: untuk kategori Best Growth dan kategori Most Innovative Startup. Para pemenang ini akan diterbangkan ke Silicon Valley dan Swedia untuk menjalani bootcamp pada Februari 2018 mendatang.

Pada kompetisi Virtual Startup Hunt dua tahun lalu, telah terpilih Kakatu, startup asal Bandung yang membuat platform pemantau aktivitas digital anak di smartphone.

“Melalui penyelenggaraan Bubu Awards v.10 – Virtual Startup Hunt ini, kami berharap agar para pengusaha di Indonesia dapat lebih percaya diri dalam mengajukan gagasan-gagasan dan talenta mereka, juga agar bisa menjadi lebih sukses dan mampu mentransformasi bisnis mereka sehingga dapat berperan aktif di pasar dunia,” ujar Shinta W. Dhanuwardoyo (Ketua Komite Penyelenggara IDBYTE 2017 & Bubu Awards v.10).

Review Smartphone