Arsip Harian: Sep 26, 2017

PhoneSoap, Mesin Cuci Khusus Smartphone

Ilustrasi PhoneSoap

Ternyata tidak hanya baju hingga mobil saja yang bisa dicuci tetapi smartphone juga bisa dicuci. Tentunya, cara pencucian smartphone berbeda dari umumnya yang menggunakan air.

Sebuah startup PhoneSoap menciptakan sebuah perangkat mesin cuci khusus bernama PhoneSoap yang bertugas untuk membersihkan smartphone kotor. Desain PhoneSoap sendiri menyerupai casing smartphone berukuran besar.

Di dalamnya, ada lampu UV yang bertugas sebagai disinfektan smartphone dan akan ‘membersihkan’ bagian smartphone yang kotor sehingga kembali steril dan terbebas dari bakteri dan kuman seperti dikutip Mashable.

Mesin cuci PhoneSoap dapat membuang segala jenis bakteri dan virus yang berada di dalam smartphone. Selain itu, PhoneSoap juga dapat bisa mengisi daya smartphone secara langsung.

Saat ini PhoneSoap hanya tersedia di Amerika Serikat (AS) via Amazon dengan banderol US$ 59 atau sekitar Rp700 ribuan.

Komputer Apple-1 Dilelang Rp2 Miliar, Siapa Berminat?

Apple-1

Apple dan Rumah Lelang RR Auction di Boston, Amerika Serikat (AS) bakal melelang sejumlah memorabilia Apple. Apple melelang komputer pertama Apple yaitu Apple-1 dengan nilai US$ 155 ribu atau sekitar Rp2 miliar.

Pembeli Apple-1 juga akan mendapatkan buku petunjuk asli, tag harga, kotak asli, dan penyimpanan kaset.

Komputer Apple-1 yang dilelang itu merupakan milik mantan karyawan Apple bernama Adam Schoolsky yang dijual pada donor lelang sekaligus kolektor komputer David Larsen. Larsen membeli komputer itu dengan harga US$ 3.500 atau sekitar Rp46 juta pada 1955.

Kala itu, Steve Wozniak bersama tim Apple membuat 200 unit papan chip Apple-1 dan hanya 60 unit komputer yang tersisa. Saat ini harga Apple-1 senilai US$700 ribu atau sekitar Rp9,3 miliar dan penawaran terakhir akan berakhir pada Selasa sore, 26 Desember 2017 seperti dikutip Phone Arena.

Tidak hanya komputer Apple-1, RR Auction juga melelang sebuah majalah Newsweek edisi 24 Oktober 1988 dengan sampul Steve Jobs muda. Majalah itu hadir dengan tajuk “Mr Chips, Steve Jobs Puts The Wow Back in Computers”.

Uniknya, pada sampul majalah itu terdapat tanda tangan Jobs dengan tulisan tangan Jobs yang berbunyi “I love manufacturing”. Majalah itu akan mendapat tawaran antara US$10.000 atau sekitar Rp133 juta hingga US$15.000 atau sekitar Rp200 juta.

Pihak RR Auction memprediksi majalah tersebut bakal laku terjual antara 10.000 hingga 15.000 dollar AS atau sekitar Rp 130 juta – Rp200 juta dalam sesi lelang yang akan dimulai pada 20 Oktober 2017.

Demi London, Petisi Online Uber Tembus Setengah Juta

Ilustrasi Uber hentikan operasi di Denmark

Uber pun telah mendapatkan 750 ribu tanda tangan petisi online dengan target 1 juta orang melalui Change.org untuk menyelamatkan Uber. Uber pun mengajak pengguna di London untuk menandatangani petisi menolak keputusan otoritas transportasi London yang mencabut izin operasi Uber.

Setelah mencapai jumlah yang ditargetkan, petisi itu akan diserahkan kepada Wali Kota London Sadiq Khan. Petisi itu meminta otoritas transportasi kota London (TfL) untuk mencabut putusannya.

“Sebagai Wali Kota London, saya menyambut perusahaan baru yang inovatif di London. Namun, layanan inovatif bukanlah alasan untuk tidak mengikuti peraturan,” kata Khan seperti dikutip The Verge.

Sebelumya, TfL telah mencabut ijin operasional Uber di London karena perilaku berkendara Uber yang membahayakan keamanan publik. Dampaknya, ada lebih dari 40.000 mitra pengemudi Uber di London kehilangan sumber penghasilan dan ada 3,5 juta penduduk London yang mengandalkan layanan Uber untuk mobilitas sehari-hari.

Dara Khosrowshahi (CEO Uber) mengatakan ia sangat kecewa dengan keputusan pemerintah London dan Uber akan melakukan introspeksi diri dan konsolidasi internal.

“Walau kami anggap ini tidak adil, salah satu pelajaran yang bisa kami ambil adalah introspeksi diri. Ada harga mahal untuk reputasi yang buruk,” kata Khosrowshahi.

Khosrowshahi pun mengajak pegawai Uber untuk menunjukan integritas sebagai perusahaan yang memiliki kredibilitas tinggi guna meraih kepercayaan masyarakat kembali. Harapannya, Uber bisa kembali beroperasi di negara-negara.

“Kami tunjukan bahwa Uber bukan cuma produk yang bagus tetapi juga perusahaan yang baik dan berkontribusi kepada masyarakat,” ujarnya.

Apa Jadinya Jika iPhone 8 Plus Dijatuhkan?

iPhone 8 Plus vs iPhone 7 Plus

Apple mengklaim iPhone 8 dan iPhone 8 memiliki bodi yang tangguh, mengingat bodi kedua smartphone itu mengusung bodi alumunium berlapis metal. Kanal YouTube EverythingApplePro pun langsung membuktikan klaim Apple tersebut dengan melakukan pengujian jatuh (drop test).

Dalam video itu, pengulas menguji bodi iPhone 8 Plus dan iPhone 7 Plus. Pertama-tama, kedua iPhone itu dijatuhkan ke lantai beton dari ketinggian sekitar 1 meter dan bagian punggung kedua smartphone itu yang pertama kali mencium lantai.

Hasilnya, layar iPhone 7 Plus langsung pecah walaupun hanya bagian belakangnya saja yang terkena benturan. Sebaliknya, punggung dan layar iPhone 8 Plus masih mulus. Tes pengujian pun dinaikan ke telinga orang dewasa.

Punggung iPhone 8 langsung pecah seketika seperti dikutip BGR.

Apple mengklaim punggung iPhone 8 Plus terbuat dari “kaca paling tangguh dan berbahan baja”.

Punggung iPhone 8 Plus berlapis kaca mengilap untuk memfasilitasi fitur pengisian baterai secara nirkabel (wireless charging) pada iPhone 8 Plus. Sedangkan, iPhone 7 Plus menggunakan bodi logam aluminium bertekstur kesat.

Peduli Gempa Meksiko, Apple Gelontorkan Miliaran Rupiah

Meksiko mengalami bencana gempa bumi 7,1 skala ritcher yang meluluh lantahkan bangunan-bangunannya dan memakan korban jiwa. Gempa bumi itu adalah gempa bumi terdahsyat yang melanda Meksiko dalam 32 tahun terakhir dan menyebabkan 233 orang meninggal dunia dan 1.900 orang lainnya terluka.

Tim Cook (CEO Apple) memberikan donasi US$ 1 juta atau sekitar Rp13 miliar. Cook menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menimpa Meksiko dan mengajak orang-orang untuk berdoa bagi teman dan kerabat di Meksiko.

“Donasi ini untuk membantu pemulihan pasca-gempa di Meksiko. Dimana ada kehidupan disitu ada harapan,” katanya seperti dikutip 9to5Mac.

Sebelumnya, Apple pernah mendonasikan US$ 2 juta atau sekitar Rp26 miliar untuk korban badai Harvey yang melanda Texas dan Louisiana beberapa waktu lalu.

Selain Apple, beberapa perusahan teknologi lainnya juga memberikan pertolongan. Telcel, AT&T dan Movistar yang merupakan penyedia jaringan mobile terbesar menggratiskan panggilan telepon, biaya Internet dan pesan teksnya untuk memfasilitasi komunikasi.

Yayasan milik milyuner Carlos Slim akan mendonasikan 5 peso untuk setiap 1 peso yang didonasikan oleh penduduk Meksiko guna upaya penanggulangan. Perusahaan taksi seperti Uber dan Cabify menawarkan layanan berkendara secara cuma-cuma pada hari terjadinya gempa dan ke tempat-tempat penting seperti rumah sakit, tempat pengungsian, serta pusat penanggulangan beberapa hari setelahnya.

Pembuat tortilla, makanan khas Meksiko, Gruma menyuplai makanan ke tempat pengungsian dan membuat layanan mobile.

Perusahaan bus ADO dan ETN menawarkan tiket perjalanan pergi pulang secara cuma-cuma ke kota-kota terdampak bencana bagi tim paramedis dan penyelamat yang ingin ikut memberikan pertolongan.

Restoran Olive Garden mengubah tempatnya menjadi dapur umum untuk memberikan makanan gratis kepada paramedis, pemadam kebakaran, sukarelawan serta korban bencana.

Santander Mexico, Inburse, Banorte, BBVA Bancomer dan Scotiabank untuk sementara menggratiskan biaya ATM untuk penarikan uang tunai di area terdampak gempa dan sekitarnya.

Tiongkok Resmi Tutup WhatsApp Sepenuhnya

Tiongkok resmi memblokir layanan pesan instan populer WhatsApp sepenuhnya. Sebelumnya, pemerintah Tiongkok sudah berupaya memblokir WhatsApp pada pertengahan 2017 dengan membatasi kemampuan pengiriman foto dan video tetapi pesan teks masih bisa terkirim.

Kini, pesan WhatsApp itu sudah tidak bisa dipakai sama sekali oleh masyarakat Tiongkok termasuk pesan teks.

Sebelumnya, Tiongkok telah memblokir aplikasi utama Facebook sejak 2009 dan Instagram sudah tidak bisa diakses di Tiongkok. Padahal, Mark Zuckerberg (Pendiri dan CEO Facebook) telah menjalin komunikasi dan bertemu dengan pemerintah Tiongkok.

Nadim Kobeissi (Cyptographer Firma Riset Symbolic Software) mengatakan Tiongkok jarang memblokir fungsi layanan sepenuhnya. Symantec telah memonitor trafik Internet di Symbolic Software dan sudah mendeteksi gangguan WhatsApp di Tiongkok sejak Rabu pekan lalu

“Ini bukan metode teknis biasa dalam menyensor sesuatu tetapi baru Senin kemarin pemblokiran diterapkan sepenuhnya,” katanya seperti dikutip CNN Money.

Kobeissi mengatakan pemerintah Tiongkok memperbarui firewall-nya untuk mendeteksi dan memblokir protokol NoiseSocket yang digunakan pengguna WhatsApp untuk berkirim teks. Sebelumnya, Tiongkok telah emblokir HTTPS/TLS yang digunakan pengguna WhatsApp untuk mengirimkan foto dan video.

“Saya pikir firewall Tiongkok butuh waktu untuk beradaptasi dengan protokol baru ini untuk sanggup memblokir pesan teks,” ujarnya.

Pemblokiran WhatsApp di Tiongkok terjadi menjelang persiapan pemerintah Tiongkok menyambut kongres Partai Komunis ke-19 pada 18 Oktober mendatang.

Pemblokiran WhatsApp itu memaksa warga Tiongkok untuk menggunakan layanan alternatif lainnya seperti WeChat, aplikasi layanan instan buatan lokal di Tiongkok yang saat ini memiliki 963 juta pengguna aktif.

Dengan pemblokiran terhadap WhatsApp, maka satu-satunya pertaruhan Facebook di Tiongkok adalah aplikasi Colorful Balloons yang mereka luncurkan secara senyap bulan lalu.

Sebaliknya, aplikasi lokal Tiongkok WeChat akan memberikan semua data pribadi penggunanya ke pemerintah Tiongkok. Saat ini WeChat mempunyai 963 juta pengguna aktif, dan akan diuntungkan dengan ditendang keluarnya salah satu pesaing berat mereka di Tiongkok

WhatsApp menolak berkomentar.

Strategi Jitu Banyuwangi Mewujudkan Smart Kampung

Dengan luas daerah mencapai 5782 km2, Banyuwangi adalah kabupaten terbesar di Pulau Jawa. Luas wilayahnya mencakup kawasan Gunung Ijen yang terkenal dengan blue fire-nya sampai Pantai Plengkung yang disebut-sebut salah satu ombak terbaik di dunia untuk surfing.

Di satu sisi, luasnya wilayah Banyuwangi menawarkan banyak potensi yang bisa dikembangkan. Namun di sisi lain, profil ini menimbulkan tantangan tersendiri, seperti dalam melayani warga. Contohnya ketika seorang warga desa ingin mengurus dokumen kependudukan ke kota, mereka harus menempuh perjalanan sampai dua jam.

Tantangan inilah yang kemudian membuat Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melirik pemanfaatan teknologi informasi. Pada bulan Mei 2016, mereka meluncurkan program Smart Kampung. Melalui program ini, Pemkab Banyuwangi berkomitmen membangun infrastruktur jaringan internet yang menghubungkan seluruh desa di Banyuwangi. Kemudian, infrastruktur internet tersebut digunakan untuk melakukan layanan publik.

Jadi ketika warga ingin mengurus dokumen kependudukan, seperti Kartu Keluarga, Surat Pernyataan Miskin, atau Surat Keterangan Catatan Kepolisian, mereka tidak perlu datang ke kantor kecamatan atau kota lagi. Mereka bisa mengurus semua dokumen tersebut di kantor desa masing-masing, sehingga lebih nyaman dan irit waktu.

Program Kemitraan

Saat ini, 115 dari 189 desa di Banyuwangi sudah terhubung dengan jaringan fiber optik. Tahun ini, Pemkab menargetkan seluruh desa akan terhubung sehingga bisa merasakan manfaat program Smart Kampung ini.

Di tengah citra birokrasi yang lamban, kecepatan Pemkab membangun infrastruktur jaringan di Banyuwangi mengundang decak kagum sekaligus tanda tanya. Bagaimana mereka melakukannya?

Dalam perbincangan eksklusif dengan InfoKomputer, Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi), mengungkapkan rahasianya: kemitraan dan fokus kebijakan. “Karena connectivity bukan cuma membangun jalan, jembatan, atau pelabuhan, namun juga connectivity dengan IT,” ungkap Azwar.

Azwar mengakui, anggaran menjadi tantangan tersendiri. “Masa jabatan bupati memang lima tahun, namun masa kerjanya praktis hanya tiga tahun karena anggaran untuk tahun sebelumnya sudah diputuskan,” tukasnya.

Untuk mengatasi hal ini, di awal program Smart Kampung, Pemkab Banyuwangi lebih menekankan kemitraan. Mereka menggandeng Telkom dan Icon Plus untuk membangun 1400 titik hotspot. “Itu tanpa dana APBD,” ungkap Azwar.

Tahapan berikutnya adalah mengeluarkan kebijakan untuk setiap desa membayar sewa koneksi internet menggunakan anggaran Dana Desa. Melalui program e-village budgeting, setiap desa diharuskan berbelanja bandwidth. “APBDes yang tidak menganggarkan hal itu tidak akan disahkan oleh camat,” tambah Azwar.

Bukan Sekadar Layanan

Dengan dua strategi tersebut, tak heran jika infrastruktur internet di Banyuwangi berkembang dengan pesat. Akan tetapi, Azwar menekankan, akses internet ke desa-desa tersebut tidak cuma digunakan untuk layanan. “Kalau pelayanan bagus namun rakyatnya tidak sejahtera, tidak bagus juga,” tutur Azwar.

Karena itu, Pemkab Banyuwangi pun gigih mendorong masyarakat memanfaatkan koneksi internet ini. Salah satunya dengan melakukan pelatihan internet marketing agar warga desa bisa memasarkan sendiri produk mereka ke pasar yang lebih luas.

Hadirnya koneksi internet pun membuat warga desa, baik itu petani, pelajar, sampai pelaku ekonomi kreatif, memiliki akses informasi yang lebih luas. Tak heran jika tiap malam, kantor desa akan dipenuhi warga yang memanfaatkan akses internet gratis.

Manfaat dari program Smart Kampung ini juga mulai terasa di berbagai indikator ekonomi rakyat, seperti turunnya angka kemiskinan dan pengangguran terbuka.

Penurunan ini memang kombinasi dari berbagai usaha yang dilakukan pemerintah, namun Azwar Anas yakin, Smart Kampung menjadi instrumen penting keberhasilan tersebut. “Karena semua kami lakukan secara paralel sehingga hasilnya lebih terasa,” pungkas Azwar.

Review Smartphone