Arsip Harian: Sep 27, 2017

Kamera Canon EOS 6D Mark II Meluncur di Indonesia, Berapa Harganya?

Noriku Gunji (President and CEO Canon Singapore dan Merry Harun (Direktur pt. Datascript).

PT Datascrip selaku distributor tunggal Canon di Indonesia meluncurkan kamera DSLR full-frame terbaru EOS 6D Mark II yang menawarkan bobot ringan dan teknologi mutakhir.

Yase Defirsa Cory (Marketing Manager of Canon Image Communication Product Division, PT Datascrip) mengatakan Canon EOS 6D Mark II menawarkan resolusi yang besar, prosesor gambar terbaru, layar LCD yang dapat diputar 360 derajat dan dapat memanjakan fotografer khususnya pengguna kamera full-frame.

“Dengan kamera ini, fotografer dapat menghasilkan karya-karya yang indah dan berkualitas tinggi,” katanya di Pasuruan, Rabu.

Canon EOS 6D Mark II membenamkan sensor CMOS full-frame beresolusi 26,2 megapixel untuk menghasilkan foto yang berkualitas tinggi dan memiliki efek bokeh yang mengesankan.

Kamera DSLR itu mengusung prosesor DIGIC 7 yang menghasilkan kualitas foto menawan, bahkan ISO-nya sudah mencapai 40.000 dan dapat ditingkatkan hingga 102.400. Hal itu memungkinkan fotografer memotret di lingkungan yang minim cahaya maupun pada malam hari.

Canon EOS 6D Mark II pun mempunyai layar LCD varian-angle dengan sensor layar sentuh sehingga memberikan kemudahan kepada pengguna untuk menghasilkan foto kreatif dari berbagai angle.

Kini, Canon EOS 6D Mark II memiliki titik fokus sebanyak 45-titik AF sehingga memberikan keleluasan untuk membidik subjek yang bergerak. Canon EOS 6D Mark II memiliki kecepatan memotret secara kontinu hingga 6,5 fps dan 4,0 fps bila menggunakan mode Live View.

Canon juga menyematkan fitur Movie Digital IS 5-axis yang dapat mengurangi getaran maupun guncangan yang timbul dari tangan pengguna untuk memotret maupun merekam video sambil berjalan. Fitur itu dapat meredam guncangan walaupun menggunakan lensa jenis non-IS.

Kamera DSLR itu juga menawarkan fungsi Timelapse 4K yang membuat pengguna bisa menambahkan momen-momen maupun efek dramatis ke dalam film dengan menggunakan potongan foto yang diambil dengan mode timelapse.

Tak ketinggalan, Canon menyematkan fitur Wi-Fi dan NFC pada Canon EOS 6D Mark II untuk memudahkan pengguna memindahkan file foto maupun video melalui teknologi nirkabel.

Selain Wi-Fi dan NFC, Canon EOS 6D Mark II juga memiliki Bluetooth yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai operasional, seperti melihat hasil foto, hingga pemotretan maupun perekaman dari jarak jauh.

Di dalam kamera itu, ada GPS Receiver yang memungkinkan Anda membagikan lokasi pemotretan dan bisa berbagi lokasinya dengan rekan sesama fotografer.

“Kamera ini memiliki berbagai teknologi mutakhir untuk memberikan kenyaman dan kemudahan kepada para pengguna untuk menghasilkan foto yang sesuai dengan keinginan,” ujar Merry Harun (Canon Division Director, PT Datascrip).

Datascrip memasarkan Canon EOS 6D Mark II dengan harga Rp28.500.000 (Bodi Only) dan Canon Digital EOS 6D mark II with lens 24-105mm f/4L IS II USM senilai Rp42.500.000 serta Canon Digital EOS 6D mark II with lens 24-70mm f/4L IS USM : Rp39.000.000.

Ini Dia Alasan Tiongkok Blokir WhatsApp

Pemerintah Tiongkok resmi menutup akses WhatsApp sepenuhnya karena Partai Komunis Tiongkok akan menghelat Kongres Nasional ke-19 pada Oktober 2017 di Beijing.

Tiongkok resah para politikus anti pemerintah menggunakan layanan enkripsi WhatsApp sebagai wadah propaganda untuk melawan pemerintah.

Sebelumnya, Tiongkok telah meningkatkan kemampuan firewall-nya untuk mendeteksi dan memblokir protokol NoiseSocket yang dipakai untuk berkirim pesan teks di WhatsApp. Ditambah, pemblokiran pada HTTPS/TLS yang dipakai WhatsApp untuk berkirim foto atau video.

Tiongkok memang selalu memperketat semua layanan Internet dan aplikasi besutan perusahaan asing menjelang Kongres Nasional yang diadakan lima tahun sekali.

Dalam kongres itu, Partai Komunis Tiongkok akan menetapkan pemimpin partai baru yang akan menjadi presiden. Dalam pertemuan bulan depan, diperkirakan Xi Jinping (Presiden Tiongkok) saat ini akan kembali ditetapkan menjadi presiden.

“Menjelang Kongres Nasional, kami selalu melihat pemblokiran, pendeteksi, dan penyaringan internet lebih intensif di Tiongkok,” kata Adam Segal (Direktur Digital and Cyberspace Policy Program Council on Foreign Relations) seperti dikutip BBC.

Pemerintah Tiongkok juga telah menggalakkan sistem penyaringan layanan internet bernama “Great Firewall” untuk memblokir konten radikal dan berbahaya.

Keputusan Tiongkok memblokir WhatsApp menjadi berkah untuk layanan pesan lainnya WeChat yang mudah dimonitor oleh pemerintah Tiongkok.

Rayakan Ulang Tahun, Google Doodle Beri Kejutan bagi Pengguna

Google menjadikan pemutar kejutan ulang tahun sebagai tema Google Doodle hari ini sekaligus merayakan ulang tahun Google yang ke-19. Anda akan melihat tampilan animasi GIF seperti spinner akan muncul di beranda Anda.

Dengan pemutar kejutan ulang tahun, Anda bisa memainkan 19 jenis game klasik yang pernah dibuat Google Doodle dalam 19 tahun ini.

“Klik ikon doodle hari ini, kami mengundang Anda untuk mengeksplorasi 19 kejutan yang telah kami siapkan selama 19 tahun terakhir. Ada Funbox pencarian kami yang baru: Game Ular! Jadi, mari putar dan terima kasih telah merayakannya bersama kami!,” tulis Google.

Selama ini hari ulang tahun Google cukup rancu karena Google baru resmi menjadi sebuah perusahaan pada 7 September 1998. Google pun merayakan hari jadinya pada tanggal tersebut. Namun, domain Google.com baru terdaftar pada 15 September 1997.

Kemudian, Google menetapkan 27 September 2017 sebagai hari jadi mereka untuk merayakan rekor jumlah halaman web yang sukses mereka daftarkan dalam indeks mesin pencarian.

Berikut daftar game yang disajikan Google seperti dikutip Independent:

Pac Man

Salah satu permainan terbesar dalam daftar permainan klasik.

Pinata

Google pernah membuat game Pinata untuk merayakan ulang tahun Google yang ke-15 pada 2013. Permainan itu akan membuat Anda kecanduan karena Anda harus memukul Piñata.

DJing

Game itu mengajak Anda untuk menggores kumpulan deck yang interaktif dan mencampur berbagai trek serta menyajikan informasi perjalanan awal hip hop yang mendidik dan menarik.

Theramin

Threamin meggabungkan unsur permainan yang asyik dan mendidik. Anda juga bisa belajar tentang kehidupan Rockmore dan bagaimana cara memainkan sedikit lagu.

Arpeggio

Permainan musik itu memperlihatkan cara akord dan arpeggio bekerja. Meski terkesan membosankan, permainan itu dibuat dengan indah dan menarik, terutama jika Anda ingin belajar tentang penulisan lagu atau teori musik.

Timbangan Scovile

Doodle timbangan Scovile dibuat untuk menghormati Wilbur Scovile, orang yang menciptakan pengukuran pedasnya cabai. Permainan itu mengajak ilmuwan memakan cabai lalu mendinginkan mulutnya dengan es krim. Anda pun harus melempar es krim ke cabe rawit dengan waktu yang cukup baik untuk melepaskan panasnya.

Mantra Halloween

Google Doodle pun membawakan permainan lucu Harry Potter yang mengajari Anda untuk menggunakan mantra dan berhasil melewati perpustakaan.

Kriket

Game itu dibuat untuk merayakan ICC Champions Trophy.

Kuis Hari Bumi

Kuis Hari Bumi bertujuan untuk mengetahui hewan apa yang paling Anda sukai dengan mengajukan serangkaian pertanyaan.

Twitter Akan Tambah Batas Karakter Jadi 280, Apa Alasannya?

Twitter akhirnya mulai mengujicoba penambahan batas karakter dalam sebuah tweet, dari 140 karakter menjadi dua kali lipatnya atau 280 karakter. Apa alasan penambahan itu?

Dalam blog resmi Twitter, Aliza Rosen (Product Manager, Twitter) menyebutkan bahwa Twitter ingin setiap orang di seluruh dunia dapat mengekspresikan diri mereka dengan mudah di Twitter.

“Oleh karena itu, kami melakukan sebuah percobaan baru: memberikan batas karakter lebih panjang (280 karakter) pada bahasa yang dipengaruhi oleh adanya batas karakter sebelumnya yang dialami oleh semua bahasa, kecuali bahasa Jepang, Cina, dan Korea,” kata Aliza.

Saat ini, memang uji coba penambahan batas karakter Twitter baru bisa dirasakan oleh sebagian kecil pengguna secara global. Twitter pun tidak menyebutkan secara resmi jadwal rilis pembaruan ini kepada seluruh pengguna.

Namun, Aliza memastikan Twitter tidak akan mengubah batas karakter menjadi lebih banyak daripada 280 karakter atau sampai tak terbatas, sebagaimana halnya media sosial lain.

“Twitter identik dengan sifatnya yang ringkas (brevity). Itulah yang menjadikan platorm ini tempat terbaik untuk melihat apa yang sedang terjadi. Ini adalah sesuatu yang tidak akan pernah kami ubah,” tukas Aliza.

Statistik Penggunaan Karakter di Twitter

Pada blog-nya, Twitter juga menyampaikan statistik menarik terkait penggunaan karakter dan kendala keterbatasan karakter pada sebuah tweet yang ternyata tidak terjadi pada semua bahasa.

Misalnya, ketika pengguna menciptakan Tweet dalam bahasa Inggris, mereka akan dengan cepat mendekati batas 140 karakter dan harus mengedit Tweet mereka agar sesuai dengan batas tersebut. Terkadang pengguna juga harus menghapus sebuah kata yang memiliki makna penting atau pada akhirnya tidak mengirim tweet mereka sama sekali.

Tapi saat ada pengguna menulis Tweet dalam bahasa Jepang, ia tidak memiliki masalah yang sama. Saat pengguna tersebut selesai menulis tweet-nya, ia masih memiliki ruang untuk menuliskan beberapa kata atau kalimat lagi.

Ini karena dalam bahasa seperti Jepang, Korea, dan, Mandarin, pengguna dapat menyampaikan dua kali lipat jumlah informasi dalam satu karakter seperti yang bisa dalam banyak bahasa lainnya; seperti bahasa Inggris, Spanyol, Portugis, atau Prancis.

Bahkan, hanya 0,4% tweet yang dikirim dalam bahasa Jepang memiliki 140 karakter. Tapi dalam bahasa Inggris, ada 9% tweet yang menggunakan 140 karakter. Selain itu, sebagian besar tweet dalam bahasa Jepang hanya menggunakan 15 karakter, sementara kebanyakan tweet dalam bahasa Inggris memiliki 34 karakter.

Peran Teknologi di Era Disrupsi Sektor Energi

 

Hong Kong, InfoKomputer – Ketika listrik akhirnya mengaliri sebuah kota di Nigeria, warga kota pun menyambut dengan gembira. Anak-anak kini tenang belajar di malam hari, rumah sakit dapat memberikan pelayanan yang lebih baik, dan pabrik-pabrik bisa terus memutar roda produksi.

Bagi sebagian besar penduduk dunia, listrik mungkin sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka. Namun dari tujuh miliar penduduk dunia, masih ada dua miliar yang belum memiliki akses memadai terhadap teknologi.

“Bagi Schneider dan mungkin juga menurut Anda, akses terhadap energi adalah hak setiap orang di muka bumi ini,” ujar Jean Pascal Tricoire (CEO, Schneider Electric) di ajang Schneider Electric Innovation Summit 2017 yang berlangsung selama dua hari di Hong Kong.

Namun ketika sebagian warga dunia masih berjuang mendapatkan listrik, di sisi lain kebutuhan energi di muka bumi ini semakin besar. Dalam waktu dua puluh tahun ke depan, kebutuhan energi diperkirakan akan meningkat sampai dengan 50 persen.

Persoalan lain terkait energi adalah emisi karbon. Ternyata delapan puluh persen dari emisi karbon global bersumber dari pembangkit energi.

Oleh karena itu, Jean Pascal mengingatkan bahwa efisiensi energi seharusnya dilakukan di semua bidang. “Efisiensi harus ditingkatkan dalam setiap hal yang kita lakukan,” imbuh pria yang telah berkarier di bidang energi selama lebih dari tiga dekade itu.

Sebuah studi oleh McKenzie dan International Energy Agency mengungkapkan bahwa sampai saat ini, tingkat infesiensi utilisasi energi di gedung-gedung dan infrastruktur di seluruh dunia rata-rata mencapai 80 persen. Bahkan tingkat inefisiensi sektor industri pun, yang selama bertahun-tahun telah melakukan otomatisasi, mencapai 60 persen.

Dengan kata lain, dunia akan semakin membutuhkan energi, namun pada saat bersamaan tidak mampu memanfaatkan energi secara efisien.

Perubahan Besar

Jean Pascal Tricoire memaparkan ada tiga tren yang mendorong terjadinya perubahan, atau disrupsi, dalam pengelolaan energi dan otomatisasi industri sehingga aneka persoalan tadi diharapkan dapat teratasi.

Internet dan konektivitas mendorong digitalisasi di berbagai sektor. “Internet mengkoneksikan 3 miliar orang. Dalam kurun lima tahun lagi, 2,5 miliar lagi akan terkoneksi, ditambah sekitar 30 miliar mesin atau perangkat. Pada tahun 2025, akan menjadi 50 miliar mesin,” papar Jean Pascal. Konektivitas pula yang mendorong konvergensi antara Operation Technologies (OT) dan Information Technologies (IT).

Sementara itu di area pengelolaan energi sendiri terjadi tren pergeseran dari power plant terpusat ke arah desentralisasi pembangkit listrik. Artinya listrik kini dihasilkan, disimpan dan didistribusikan lebih dekat dengan penggunanya. Tren ini didorong oleh makin murahnya energi terbarukan, seperti sinar matahari dan angin, dan evolusi teknologi penyimpan energi.

“Digitalisasi memungkinkan kita mengelola pembangkit dan konsumsi energi yang lebih terdistribusi. Dan distribusi pembangkit energi ini membantu menopang digitalisasi ekonomi, terutama di area-area yang belum dijangkau oleh power grid,” kata Jean Pascal.

Akses Energi di Indonesia

Xavier Denoly (Country President, PT Schneider Indonesia) menyatakan bahwa masih ada sekitar 15 persen populasi di Indonesia yang belum memperoleh akses energi yang memadai. Oleh karena itu, aktivitas terbesar perusahaan yang sudah 44 tahun beroperasi di Indonesia itu adalah di bidang utility.

Sejak lebih setahun yang lalu, Schneider Electric bersama PLN telah aktif terlibat dalam megaproyek pembangkit listrik 35k MW yang dicanangkan pemerintah. “Kami juga memastikan zero down time untuk pendistribusian listrik oleh PLN,” jelas Xavier di sela-sela perhelatan Schneider Electric Innovation Summit 2017.

Aktivitas bisnis lainnya adalah di sektor building dan industri, terutama di bidang pemrosesan makanan. Xavier juga melihat sektor teknologi informasi, khususnya data center, sebagai sektor yang terus bertumbuh akibat tingkat konektivitas masyarakat Indonesia yang terbilang tinggi.

Semua aktivitas bisnis Schneider Electric di Indonesia didukung oleh kantor penjualan di tujuh kota besar di Indonesia, 4.500 karyawan, dan tiga pabrik di Batam dan Cibitung.

EcoStruxure, Cara Schneider Electric Manfaatkan IoT Demi Efisiensi Energi

Diskusi panel dalam peluncuran tiga inovasi terbaru pada arsitektur EcoStruxture, bersama (dari ki-ka) Chris Leong, Manish Kumar, Kevin Brown, dan Ravi Gopinath.

Hong Kong, InfoKomputer – Schneider Electric memperkenalkan tiga inovasi terbaru di atas arsitektur dan platform EcoStruxure untuk membantu pelanggan menghadapi tantangan ekonomi digital, khususnya di area pengelolaan energi dan otomatisasi.

Solusi pertama yang diperkenalkan dalam sesi khusus berjudul EcoStruxure World Premiere di tengah event Innovation Summit yang dimulai sejak Senin (25/9) di Hong Kong itu adalah EcoStruxure Building.

Sektor building saat ini, menurut Manish Kumar (Senior Vice President, Building Management, Schneider Electric), sebenarnya telah memiliki “modal” utama digitalisasi, yakni konektivitas dan data. Aneka sistem dalam gedung sejatinya telah saling terkoneksi. Sayangnya data-data yang dihasilkan dibiarkan “terperangkap” dalam sistem-sistem tersebut.

“Padahal dengan berbekal dua hal itu, terbuka peluang (bagi para pengelola gedung) untuk meningkatkan efisiensi. Dan yang terpenting adalah memampukan orang (penghuni gedung. red) lebih produktif dan memperoleh pengalaman yang lebih menyenangkan di dalam gedung tersebut,” ujar Manish.

Mengatasi tantangan itu, Schneider Electric memperkenalkan EcoStruxure Building Advisor yang akan memampukan facility manager di gedung-gedung memahami apa yang terjadi di belakang layar sistem pengelolaan gedung. “Dengan Building Advisor, keluhan atau komplain dari penyewa atau penghuni gedung dapat dikurangi sampai 33%, bahkan mengurangi unscheduled maintenance sampai dengan 29%,” papar Manish.

Selain itu, ada pula Workplace Advisor untuk membantu pengelola gedung mengetahui tingkat utilisasi ruangan.

“Ada prediksi yang mengatakan akan ada delapan juta perangkat Internet of Things yang muncul setiap harinya,” ungkap Kevin Brown (Chief Technology Officer, IT Business, Schneider Electric). Dan data center menjadi tempat “perhentian” terakhir bagi konektivitas perangkat-perangkat tersebut.

Tak mengherankan jika visibilitas real time menjadi kapabilitas terbaru yang ditawarkan EcoStruxure IT. Kemampuan itu melengkapi berbagai kapabilitas lain yang sudah tersedia di arsitektur EcoStruxure, seperti analytics dan optimalisasi operasi di seluruh bagian TI maupun fasilitas di data center.

Efisiensi di Sektor Industri

Sektor lain yang menjadi perhatian Schneider Eletric adalah industri. Menurut Chris Leong (Chief Marketing Officer, Schneider Electric), dengan prediksi 2,5 miliar orang akan berpindah ke kota dalam waktu 30 tahun ke depan, dunia membutuhkan lebih banyak barang, misalnya bahan pangan. Artinya era industrialisasi ada di depan mata.

Memasuki era digitalisasi, akan semakin banyak pula produk terkoneksi dengan sistem, mesin yang terkoneksi satu sama lain, mesin terkoneksi ke cloud, dan bentuk-bentuk koneksi lainnya.

Menurut Ravi Gopinath (Executive Vice President, Industry Software, Schneider Electric), aplikasi analytics tidak bisa digandeng begitu saja dengan aplikasi machine critical yang harus berjalan andal selama 24/7. “Konektivitas antarsistem di sektor industri sudah berlangsung ratusan tahun. Sementara teknologi digital mungkin baru berumur 50 tahun,” imbuhnya.

Untuk itu, ada tiga hal penting yang dibenamkan Schneider Electric pada inovasi terbarunya untuk EcoStruxure Industrial Software Platform: skala, business value, dan keterbukaan (openness).

Skala atau scale memampukan pabrik menjalankan machine-critical apps di sejumlah besar mesin. Skalabilitas juga akan memperkaya kapabilitas aplikasi yang berjalan di atas arsitektur EcoStruxture karena akan lebih banyak informasi diperoleh oleh sistem.

“Platform Schneider telah terpasang di lebih dari 100 ribu pabrik. Kami memonitor lebih dari dua miliar parameter, dan memroses lebih dari 3 triliun transaksi industri per hari,” ujar Ravi memberi contoh skalabilitas dari EcoStruxure.

Hal kedua yang tak kalah pentingnya adalah arsitektur tersebut memampukan perusahaan meraih business value. EcoStruxure dibangun dengan domain expertise dari beragam industri vertikal. “(Arsitektur) kami ada di 200 pengilangan minyak di seluruh dunia, lebih dari 600 food processing plant, 1000 unit pembangkit listrik, kami mengelola 210 ribu mile pipa gas. Semua itu memperlihatkan business value yang terukur, bukan lagi sekadar eksperimen,” tandas Ravi Gopinath.

Terakhir adalah keterbukaan atau openness/interoperable. Keterbukaan berarti arsitektur dapat mengakomodasi aneka perangkat dan sistem, bahkan yang bukan buatan Schneider Electric sekalipun. “Dengan cara ini pelanggan dapat melindungi investasinya pada sistem yang sudah ada,” jelas Ravi.

Keterbukaan juga berarti memberikan kebebasan pada pelanggan untuk men-deploy sesuai kebutuhannya. Dan EcoStruxure Industrial Software Platform menawarkan cara deployment yang fleksibel: cloud dan on premises. Openess juga berarti melibatkan banyak pihak untuk mengembangkan platform.

“Ekosistem kami ada di seluruh dunia dan memiliki akses penuh terhadap platform kami untuk mengembangkan lebih banyak lagi apllikasi bisnis yang bisa menambah value di semua industri vertikal,” pungkas Ravi Gopinath.

Xiaomi Buka Mi Store di Summarecon Mall Bekasi

(Ki-Ka) Senior Vice President Xiaomi Global Wang Xiang, President Director of PT Erajaya Swasembada Tbk.Budiarto Halim, Founder & CEO Xiaomi Lei Jun, His Excellency Wang Liping, Commercial Councelor Kedutaan Besar RRT di Indonesia, dan Xiaomi Indonesia Country Manager Steven Shi seusai meresmikan Authorized Mi Store di Summarecon Mall Bekasi, Jawa Barat hari ini (26/9).

Xiaomi kembali meresmikan Authorized Mi Store di Summarecon Mall Bekasi, Jawa Barat untuk memperluas jangkauan pelayanan Xiaomi di Indonesia. Sebelumnya, Xiaomi telah meluncurkan Authorized Mi Store di Summarecon Mall Serpong, Jawa Barat.

Peresmian itu terasa spesial karena langsung dihadiri oleh Lei Jun (Pendiri dan CEO Xiaomi) yang pertama kali datang ke Indonesia.

“Peresmian ini juga menunjukan upaya Xiaomi untuk mendekatkan diri kepada para pengguna Xiaomi di Indonesia,” kata Lei Jun dalam siaran persnya, Rabu.

Sebelum akhir tahun ini, Xiaomi juga akan meluncurkan sebanyak 15 Authorized Mi Store di seluruh Indonesia. Selain penjualan offline, Xiaomi juga menjual perangkatnya secara online melalui Lazada

Saat ini Xiaomi telah memproduksi semua smartphone-nya di Indonesia termasuk Xiaomi Mi A1, Redmi Note 4, Redmi 4X, dan Redmi 4A. Saat ini Xiaomi memiliki 42 pusat layanan purna jual yang tersebar di 34 kota di seluruh Indonesia.

Xiaomi juga akan membuka 14 pusat layanan tambahan termasuk di antaranya 4 Exclusive Service Centers sebelum akhir tahun.

Alexander Rusli Mundur dari Posisi CEO Indosat Ooredoo

 

Alexander Rusli (President Director & CEO, Indosat Ooredoo).

Direktur Utama dan CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli, memutuskan untuk tidak meneruskan masa jabatannya di Indosat Ooredoo. Demikian laporan yang dirilis oleh operator telekomunikasI kedua terbesar di Indonesia ini.

Waleed Mohamed Ebrahim Al-Sayed (Komisaris Utama Indosat Ooredoo) menyebut, pihaknya telah menerima pemberitahuan dari Alexander Rusli yang memutuskan untuk tidak meneruskan masa jabatan yang sudah diembannya sejak tahun 2012. Selama itu pula, Alexander Rusli sudah memimpin proses transformasi yang menghasilkan pertumbuhan pendapatan signifikan dan laba bersih positif sebagai hasil dari pertumbuhan konsumen yang tinggi.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Alex atas kontribusinya yang amat berharga bagi Indosat Ooredoo dan mendoakan yang terbaik bagi kesuksesannya di masa yang akan datang,” ujar Waleed.

Alexander Rusli bergabung dengan Indosat Ooredoo sejak Januari 2010 sebagai Komisaris Independen dan ditunjuk sebagai Direktur Utama dan CEO pada November 2012.

Setelah pengunduran diri Alexander Rusli ini, Indosat Ooredoo akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa di November 2017 untuk memutuskan penerus Alexander Rusli.

Di sisi lain, Director and Chief Sales and Distribution Officer, Joy Wahjudi, yang telah dipersiapkan sebagai penerus selama tiga tahun terakhir, akan menjalani tanggung jawab Direktur Utama dan CEO Indosat Ooredoo dalam masa transisi ini.

Review Smartphone