Berita Mengapa Lenovo Ingin Tampil Beda

Mengapa Lenovo Ingin Tampil Beda

Different is better akan menjadi kampanye yang menyatukan value dari semua produk Lenovo

Lenovo saat ini berada dalam posisi yang unik.

Mereka dikenal sebagai produsen notebook terbesar di dunia. Mereka juga pemain penting di industri smartphone dan pemilik merek Motorola yang legendaris. Lalu akuisisi bisnis server IBM tiga tahun lalu membuat Lenovo kini memiliki produk yang ditujukan untuk enterprise. Belum lagi jika memperhitungkan lini produk mereka yang lain, seperti Legion (PC gaming) atau Medion (perangkat elektronik).

Semua keunggulan ini sebenarnya menunjukkan Lenovo memiliki produk untuk semua segmen, mulai dari consumer sampai enterprise. Namun di sisi lain, luasnya rentang produk tersebut menimbulkan tantangan tersendiri dalam menampilkan identitas Lenovo sesungguhnya.

“Lenovo telah banyak berubah dalam beberapa tahun terakhir, namun persepsi publik terhadap Lenovo relatif masih sama,” ungkap David Roman (Chief Marketing Officer Lenovo) di sela-sela pagelaran IFA 2017.

Hal inilah yang mendasari Lenovo untuk melakukan perubahan dalam berkomunikasi dengan publik. Melalui kampanye bertajuk Different is Better, Lenovo ingin menunjukkan semangat Lenovo untuk berinovasi dengan melakukan sesuatu yang berbeda. “Kami ingin menunjukkan value proposition yang sama di semua segmen,” tambah David.

Melalui kampanye Different is Better, Lenovo juga ingin menunjukkan perubahan cara pikir yang tidak melulu soal produk. “Selama ini Lenovo sangat product-centric dan membangun kampanye seputar produk tersebut,” David mengakui.

Cara itu memang cukup berhasil, terbukti dari pencapaian Lenovo yang terus menunjukkan peningkatan. Namun, kampanye yang fokus terhadap produk cuma bertahan untuk jangka pendek dan kurang mengangkat brand Lenovo ke tingkat yang lebih tinggi.

Karena itulah melalui Different is Better, Lenovo ingin fokus ke konsumen dan kebutuhan mereka. “Sangat krusial bagi Lenovo untuk fokus ke customer, yaitu consumer, profesional, dan IT decision maker, sebagai key unified point,” papar David.

Lebih Sederhana

Pendekatan serba “different” yang dilakukan Lenovo ini ini bisa dilihat di berbagai area. Contohnya pendekatan modular MotoMods yang memungkinkan smartphone Motorola dipasang berbagai asesoris untuk menambah fungsinya. Atau server Lenovo yang menggunakan pendingin air sehingga bisa menurunkan konsumsi daya sampai 40%.

Ke depan, Lenovo juga berencana merencanakan perampingan di sisi penamaan produknya. Sebagai gambaran, di sektor notebook saja, Lenovo saat ini memiliki lini produk ThinkPad, IdeaPad, dan Yoga, yang masing-masing memiliki turunan berbagai seri. “Kami ingin mengatur lini produk Lenovo agar mudah dipahami konsumen,” ungkap David.

Namun David tidak bisa menyebut kisaran waktunya mengingat pengaturan ini membutuhkan proses. “Kami juga tidak ingin mengubah semua smartphone Lenovo menjadi Motorola karena Motorola memiliki karakter khusus yang harus dipertahankan,” ujar David. “Akan tetapi, secara perlahan, perampingan ini akan kami lakukan” tambahnya.

Ketika InfoKomputer bertanya mengapa Lenovo tidak memecah perusahaan seperti HP (yang kini menjadi HP Inc. untuk segmen consumer dan HPE untuk segmen enterprise), David menjawab sinergi adalah kuncinya.

“Lenovo percaya sinergi terkait supply chain, komponen, marketing, dan terutama brand akan lebih mudah ketika berada dalam satu Lenovo,” tukas David. Apalagi segmen consumer dan enterprise ini pada dasarnya bisa berpadu menjadi sebuah pengalaman komputasi yang menyeluruh.

Comments

comments