Berita Terungkap, Motif di Balik Pengantre iPhone 8 Pertama Ini

Terungkap, Motif di Balik Pengantre iPhone 8 Pertama Ini

Mazen Kourouche, seorang fanboy Apple yang sudah mengantre iPhone 8 di Apple Store di Sydney, Australia.

Euforia iPhone 8 dan iPhone X memang sudah melanda para penggemar fanatik Apple di seluruh dunia, bahkan sejak sebelum kedua smartphone itu diluncurkan pada hari Selasa pagi (12/9) waktu AS.

Hal itu dibuktikan oleh Mazen Kourouche, seorang fanboy Apple yang diberitakan sudah mengantre di Apple Store di Sydney, Australia, mulai hari Senin (11/9). Padahal, iPhone 8 baru akan dijual di pasaran mulai 22 September 2017. Artinya, ia harus menunggu selama sepuluh hari.

Namun, Mazen telah mempersiapkan segalanya. Mahasiswa UNSW berusia 20 tahun itu memasang kursi lipat, tenda, dan aneka perlengkapan untuk bermalam di depan toko Apple terbesar di Sydney itu. Mazen pun mengajak beberapa teman untuk bergantian mengantre, terutama apabila ia harus mengikuti kuliah.

Tujuannya satu, Mazen ingin memastikan diri sebagai pembeli pertama iPhone 8 saat produk itu diluncurkan. Ia berambisi memperbaiki pencapaiannya tahun lalu ketika cuma bisa menjadi pembeli ketiga iPhone 7 pada hari peluncuran perdananya.

“Tahun lalu, saya berada di antrean nomor tiga. Setahun sebelumnya, saya berada di sekitar urutan ke-100. Jadi, saya selalu berusaha lebih baik setiap tahun,” tukas Mazen kepada Daily Mail Australia.

Menariknya, secara teknis Mazen juga berpeluang menjadi pembeli iPhone 8 pertama bukan hanya di Australia, melainkan juga di dunia. Lokasi Australia di zona waktu dunia memang menjadikan toko Apple di negara ini selalu bisa menjual produk terbaru paling awal ketimbang negara-negara lain.

Motif Finansial

Di samping memenuhi ambisi pribadi, Mazen juga memiliki motif finansial di balik kerelaannya mengantre selama sepuluh hari ke depan.

“Saya seorang YouTuber dan saya merekam konten untuk para penonton saya. Pada hari pertama penjualan [iPhone 8], saya akan merekam unboxing di toko langsung,” ungkapnya.

Mazen bahkan berani menolak uang sebesar 50.000 dollar Australia (sekitar Rp529 juta) dari seseorang yang berniat mengambil alih antreannya. Menurutnya, dalam jangka panjang, ia bisa mendapatkan uang lebih besar daripada itu dari kanal YouTube-nya.

Mazen berharap, dari hasil konten eksklusif terkait iPhone 8, ia dapat menambah jumlah subscriber sampai lebih dari 50 ribu pelanggan baru. Saat ini, kanal YouTube Mazen baru dilanggani 1.853 orang.

Phil Schiller speaks during an Apple special event at the Steve Jobs Theatre on the Apple Park campus on September 12, 2017 in Cupertino, California. (Photo by Justin Sullivan/Getty Images)

Harga Bukan Masalah

Mengenai harga iPhone 8 dan iPhone X yang mahal, Mazen menyatakan bahwa hal itu tidak menjadi masalah baginya.

[BACA: Daftar Lengkap Harga iPhone 8, iPhone 8 Plus, dan iPhone X]

“Ini bukan masalah apakah harganya pantas, tapi kalau Anda seorang penggemar fanatik, bagaimana pun Anda akan membelinya,” kata Mazen. “Saya biasanya menjual iPhone lama saya dan menambah uang untuk membeli iPhone baru, jadi uang yang saya keluarkan bisa lebih murah,” imbuhnya.

Hebatnya, Mazen bukan sekadar penggemar fanatik Apple, melainkan juga seorang pengembang aplikasi yang berprestasi. Ia sudah menerbitkan delapan aplikasi di Apple App Store dan pernah dua kali diundang ke acara Apple Worldwide Developer Conference (WWDC).

“Saya juga pernah berfoto selfie dengan Tim Cook (CEO, Apple),” pungkasnya bangga.

Comments

comments