Berita Vivo dan Traveloka Pimpin Pertumbuhan Belanja Iklan di Indonesia

Vivo dan Traveloka Pimpin Pertumbuhan Belanja Iklan di Indonesia

Agnes Monica menjadi brand ambassador Vivo V5.

Nielsen Indonesia telah merilis laporan belanja iklan di TV dan media cetak Indonesia untuk periode Januari – Juli 2017. Hasilnya, dua kategori besar, Telekomunikasi dan Layanan Online, mencatat pertumbuhan belanja iklan paling besar dengan merek Vivo dan Traveloka memimpin setiap kategori.

Nielsen melaporkan bahwa belanja iklan TV dan media cetak di Indonesia mencapai Rp82,1 triliun pada semester pertama tahun ini. Nilai itu naik 6 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2016.

Kategori Telekomunikasi dan Layanan Online adalah pendorong pertumbuhan belanja iklan paling besar dengan peningkatan masing-masing 32 persen dan 31 persen ketimbang tahun lalu. Total belanja iklan perusahaan telekomunikasi sebesar Rp3,7 triliun, sedangkan layanan online sebesar Rp3,2 triliun.

Nielsen menyebutkan bahwa pertumbuhan di kategori Telekomunikasi sangat dipengaruhi oleh belanja iklan smartphone Vivo yang meningkat 59 kali dibandingkan tahun lalu dengan nilai Rp462,4 miliar. Samsung berada di urutan berikutnya dengan belanja iklan Rp372,1 miliar atau meningkat 14 kali lipat daripada tahun lalu, diikuti oleh XL Internet.

Adapun untuk kategori Layanan Online, tiga pengiklan terbesar dan pendorong pertumbuhan untuk periode ini adalah Traveloka, Agoda, dan Shopee. Sayangnya, Nielsen tidak merinci pengeluaran iklan dari ketiga layanan online itu.

Di samping dua kategori itu, Nielsen mencatat pertumbuhan belanja iklan dari kategori Makanan Ringan, Produk Perawatan Wajah, serta Vitamin dan Suplemen.

“Gaya hidup konsumen yang mendekat ke arah digital memengaruhi ketatnya kompetisi para penyedia jasa telekomunikasi dan layanan online sehingga pengiklan makin gencar beraktivitas di berbagai media. Terbukti belanja iklan kedua kategori produk ini sangat kuat pertumbuhannya dibandingkan dengan kategori pengiklan terbesar lainnya,” papar Hellen Katherina (Executive Director, Head of Media Business, Nielsen Indonesia) dalam keterangan pers.

Go-Jek Traveloka Liga 1.

Sementara itu, Nielsen juga melaporkan lima kategori dengan penurunan jumlah belanja iklan pada periode Januari – Juli 2017, yaitu Rokok Kretek, Obat Tradisional, Pemerintahan dan Partai Politik, Kopi dan Teh, serta Komputer dan Hardware.

Perusahaan Komputer dan Hardware diketahui mengurangi belanja iklan sampai 58 persen sepanjang paruh pertama 2017. Tiga produk yang paling besar menurunkan angka pengeluaran iklan adalah Samsung Galaxy Tab, Lenovo Notebook, dan Advan Vandroid.

Data lainnya yaitu total belanja iklan di TV masih memiliki kontribusi terbesar dengan nilai Rp65,1 triliun, disusul belanja iklan koran sebesar Rp15,6 triliun. Yang menarik, belanja iklan di radio untuk pertama kalinya melampaui belanja iklan di majalah dan tabloid dengan masing-masing bernilai Rp811,8 miliar dan Rp686,6 miliar.

Sebagai informasi, laporan ini dirangkum dari data monitoring iklan yang mencakup 15 stasiun TV nasional, 99 surat kabar, dan 120 majalah dan tabloid dengan menghitung gross rate card setiap media.

Comments

comments