Berita Terbukti Monopoli, Qualcomm Didenda Rp10 Triliun

Terbukti Monopoli, Qualcomm Didenda Rp10 Triliun

Ilustrasi Kantor Qualcomm

Qualcomm harus membayar denda senilai USD 774 juta atau sekitar Rp10 triliun di Taiwan karena terbukti melakukan monopoli dan menyalahgunakan dominasinya dalam industri chip smartphone.

Komisi Dagang atau Fair Trade Commission (FTC) Taiwan menemukan Qualcomm telah memonopoli penggunaan chipset CDMA, WCDMA, dan LTE yang memberikan sambungan data nirkabel untuk perangkat mobile dan Qualcomm telah menolak memberikan lisensi teknologinya ke perusahaan lain.

Meski tuduhan legal berbeda-beda pada setiap kasus, FTC menduga Qualcomm menggunakan posisi dominannya di pasar untuk chip modem dan menerapkan biaya yang dianggap tidak adil untuk paten.

Tuduhan monopoli ini diketahui setelah FTC Taiwan memeriksa laporan kemajuan yang dikirimkan Qualcomm setiap enam bulan.

Qualcomm menolak tuduhan itu dan mengaku akan naik banding. Qualcomm menganggap keputusan FTC Taiwan tidak rasional.

“Denda ini tidak rasional jika dibandingkan dengan jumlah pendapatan atau aktivitas Qualcomm di Taiwan. Qualcomm akan mengajukan banding terhadap nilai denda dan metode yang digunakan untuk menghitungnya,” kata Qualcomm seperti dikutip Reuters.

Selain Taiwan, Korea Selatan juga memberikan denda kepada Qualcomm senilai USD 854 juta pada tahun 2016 karena melanggar undang-undang kompetisi. Qualcomm juga pernah didenda di Tiongkok senilai USD 975 juta pada 2015 lalu.

Comments

comments