Fitur Sepak Terjang Perempuan di Industri Teknologi

Sepak Terjang Perempuan di Industri Teknologi

Students studying in super PC center

Jagat teknologi tidak hanya diramaikan oleh kiprah kaum pria karena kini makin banyak kaum perempuan yang terjun dan bergelut di bidang ini. Bahkan tak sedikit perempuan mampu meraih kesuksesan dan prestasi lebih tinggi daripada kaum pria di bidang teknologi.

Nah, berikut ini kami tampilkan beberapa perempuan sukses di bidang teknologi informasi, baik di dunia maupun di Indonesia.

Perempuan paling berpengaruh di industri teknologi dunia:

  • Sheryl Sandberg (COO, Facebook). Dalam enam tahun sejak pengukuhannya sebagai Chief Operations Officer, Facebook mempekerjakan 2.500 karyawan dan memiliki lebih dari 700 juta pelanggan.
  • Susan Wojcicki (CEO, YouTube). Merupakan orang yang mendesak para petinggi Google untuk membeli YouTube pada 2006 dan sukses meningkatkan penghasilan Google.
  • Ginni Rometty (CEO, IBM). Membuat IBM berhasil bertransformasi dari pembuat hardware menjadi perusahaan berbasis teknologi masa depan.
  • Meg Whitman (CEO, Hewlett Packard Enterprise). Berhasil menghidupkan kembali divisi PC yang sebelumnya sempat ditinggalkan oleh CEO lama dan sekarang memimpin bisnis enterprise HP.
  • Marissa Mayer (Mantan CEO, Yahoo). Menjadi engineer perempuan pertama yang bergabung dengan Google pada tahun 1999 dan melanjutkan karier sebagai CEO Yahoo sampai mundur pada tahun ini.

Sheryl Sandberg (COO, Facebook) dan Mark Zuckerberg 9CEO, Facebook).

Perempuan terkaya di bidang teknologi:

  • Zhou Qunfei (Pendiri Lens Technology, Kekayaan bersih: US$7,5 miliar, Kebangsaan: Hong Kong).
  • Denise Coates (Pendiri dan CEO, Bet365, Kekayaan bersih: US$2,9 miliar, Kebangsaan: Inggris).
  • Judy Faulkner (Pendiri dan CEO, Epic, Kekayaan bersih: US$2,6 miliar, Kebangsaan: Amerika Serikat).
  • Meg Whitman (CEO, Hewlett Packard Enterprise, Kekayaan bersih: US$2,2 miliar, Kebangsaan: Kanada).

Marissa Mayer (Mantan CEO, Yahoo)

Perempuan dengan gaji tertinggi di bidang teknologi:

  • Safra A. Catz (CEO, Oracle, Jabatan: CEO, Gaji: US$54.243.670/tahun).
  • Ruth M. Porat (SVP & CFO, Alphabet (induk perusahaan Google), Gaji: US$31.051.185/tahun).
  • Angela Ahrendts (SVP for Retail & Online Services, Apple Inc., Gaji: US$25.779.229/tahun).
  • Ginni Rometty (Chairman & CEO, IBMGaji: US$19.821.950/tahun).
  • Sheryl K. Sandberg (COO, Facebook, Gaji: US$18.255.748/tahun).

Shinta Dhanuwardoyo. (Kredit: ID Byte]

Perempuan Indonesia yang sukses di bidang teknologi:

  • Shinta Danuwardoyo. Merupakan salah satu wanita yang mendirikan perusahaan digital pertama di Indonesia, Shinta mendirikan bubu.com di tahun 1996. Kini ia menjadi salah satu pendiri serta CEO Sqeeqee dan masuk dalam daftar 99 Most Powerful Women dari Globe Asia serta majalah Forbes.
  • Betti Alisjahbana. Lulusan ITB ini pernah menjabat sebagai Country Manager IBM Indonesia dan menjadi pemimpin perempuan pertama di seantero IBM global. Sekarang ia mengomandani QB Leadership dan telah menerbitkan buku tentang inspirasi kepemimpinan bagi kaum perempuan.
  • Diajeng Lestari. Sebagai CEO HijUp, Diajeng berhasil mengembangkan layanan e-commerce ini. Awalnya hanya memiliki 14 brand, kini telah menjadi 300 brand. Konsep HijUp sendiri menargetkan pasar busana muslim dan merangkul berbagai brand tanah air.
  • Sri WidowatiPada Maret 2016, Facebook menunjuk Sri Widowati sebagai kepala kantor perwakilan Facebook di Indonesia. Sri Widowati bertanggung jawab memimpin seluruh kegiatan bisnis Facebook serta menjalin hubungan yang lebih kuat antara Facebook dengan pengguna lama dan baru mereka.
  • Dian SiswariniSebagai CEO PT XL Axiata, Dian berhasil mencatatkan laba bersih selama periode sembilan bulan pada 2016 dibandingkan dengan rugi bersih tahun sebelumnya. Di bawah kepemimpinannya, pengguna XL tercatat meningkat sebanyak 41,5 juta.
  • Alamanda Shantika. Setelah sukses bersama Nadiem Makarim mengembangkan layanan Gojek, Alamanda bergabung dengan FemaleDev yang merupakan salah satu wadah untuk membantu para perempuan. Kini ia mendirikan Binar Academy sekaligus menjabat sebagai CEO.

Comments

comments