Profil Gordon Moore, Sang Pencetus Hukum untuk Sirkuit Terintegrasi

Gordon Moore, Sang Pencetus Hukum untuk Sirkuit Terintegrasi

Empat generasi CEO Intel, dari kiri ke kanan: Gordon Moore, Craig Barrett, Andy Grove, Paul Otellini.

Hukum-hukum di bidang ilmu pengetahuan alam seperti hukum Newton sebagian besar dicetuskan pada sekitar abad ke-17 hingga abad ke-19. Memasuki abad ke-20, hukum-hukum di bidang ilmu pengetahuan alam mulai jarang muncul walau bukan tidak ada. Salah satu yang terkenal tentunya adalah hukum relativitas Einstein.

Melewati pertengahan abad ke-20, tepatnya pada tahun 1965, sebenarnya ada satu hukum lagi yang dicetuskan, meskipun tidak populer karena tidak diajarkan di sekolah. Hukum tersebut adalah hukum Moore. Seperti halnya hukum Newton yang diambil dari nama penciptanya, yaitu Isaac Newton, nama hukum Moore ini juga diambil dari penggagasnya, yaitu Gordon Moore, salah seorang pendiri Intel.

Minat pada Matematika dan Kimia

Gordon Moore lahir pada tanggal 3 Januari 1929 di San Fransisco, California. Masa kecil Moore dihabiskan di sebuah kota kecil bernama Pescadero, sebelum kemudian keluarganya pindah ke Redwood City.

Moore remaja telah menunjukkan minat dan bakatnya pada bidang ilmu matematika dan kimia. Namun meskipun cerdas secara akademik, ketika masuk ke sekolah menengah di Sequoia High School, Moore justru lebih menyukai kegiatan olah raga. Waktunya lebih banyak dihabiskan di lapangan ketimbang di perpustakaan. Barulah menjelang tahun terakhir masa studinya, Moore lebih serius menekuni bidang akademis.

Hasil memang tak mengingkari usaha. Berkat keseriusannya, Moore kemudian berhasil diterima di San Jose University, sebuah universitas negeri di California. Di kalangan keluarga besarnya, apa yang diraih oleh Moore ini merupakan hal yang istimewa. Pasalnya, dialah anggota keluarga yang pertama kali berhasil melanjutkan studi hingga tingkat universitas.

Setelah menjalani studinya selama dua tahun di San Jose University, Moore kemudian pindah ke University of California, Berkeley, hingga dia berhasil menuntaskan studinya dan meraih gelar Sarjana Kimia pada tahun 1950.

Tak puas hanya dengan meraih gelar sarjana, Moore menjalani matrikulasi di California Institute of Technology dan melanjutkan studinya di sana. Tepat satu hari sebelum mulai melanjutkan studinya, yaitu pada tanggal 9 September 1950, Moore menikah dengan Betty Irene Whitaker, sesama alumni San Jose University.

Meraih Gelar Doktor

Di CalTech (sebutan populer untuk California Institute of Technology) Moore tetap menekuni bidang kimia hingga akhirnya dia berhasil menyabet gelar Ph.D bidang kimia dengan peminatan minor bidang fisika pada tahun 1954.

Namun setelah lulus, Moore mengalami kesulitan untuk mencari pekerjaan. Maklum, saat itu pekerjaan di bidang teknologi relatif masih sedikit. Ditambah lagi, hampir tidak ada pula yang membuka lowongan. Hal ini sedikit ironis mengingat lokasi tinggal Moore saat itu di California bagian utara merupakan pusat perkembangan teknologi.

Namun, Gordon Moore tak menyerah dan dia kemudian memutuskan untuk berpindah ke bagian timur California, yaitu ke Maryland. Di Maryland, Moore berhasil mendapatkan pekerjaan di Johns Hopkins University, sebagai seorang peneliti. Malahan di Johns Hopkins University ini, Moore sekaligus berhasil menuntaskan penelitian post-doctoral di Laboratorium Fisika Terapan pada tahun 1956.

Meskipun sebenarnya menikmati pekerjaannya sebagai peneliti, hati kecil Moore sebenarnya berontak. Moore menginginkan hasil penelitiannya menjadi sesuatu yang praktis dan berguna, sedangkan budaya di Johns Hopkins University sedikit berseberangan karena penelitiannya bersifat fundamental atau dasar.

Penelitian fundamental merupakan penelitian yang memperdalam suatu konsep pengetahuan yang berguna bagi penelitian atau pengembangan ilmu berikutnya, bukan langsung menghasilkan sesuatu yang bisa dimanfaatkan masyarakat umum.

Akhirnya kesempatan datang melalui sesorang bernama William Shockley, seorang ahli fisika dari Bell Labs. William Shockley merupakan seorang ilmuwan yang brilian, termasuk salah satu anggota tim penemu transistor pada tahun 1947.

Shockley saat itu sedang dalam proses meninggalkan Bell Labs dan bersiap mendirikan sendiri bisnis semikonduktor. Shockley mengajak Moore untuk turut terlibat dalam pendirian Shockley Semiconductor sebagai ahli kimia di perusahaan tersebut.

Gordon Moore dan Robert Noyce, dua pendiri Intel, pada tahun 1970.

“Delapan Pengkhianat”

Sesuatu yang tampaknya baik kadang tak selamanya berjalan baik juga. Shockley yang dikenal memiliki sikap kontroversial, tertutup, dan tak mudah percaya pada anak buah membuat suasana kerja di Shockley Semiconductor bak medan perang.

Moore menjadi tidak tak tahan dan bersama dengan tujuh orang rekannya, memutuskan untuk keluar dan mendirikan perusahaan sendiri. Kedelapan orang ini sempat dijuluki sebagai “Traitorous Eight” atau “The Fairchild Eight”.

Moore kemudian mengajak kedelapan orang itu untuk patungan, masing-masing menyumbang sebesar US$500, ditambah dengan dukungan finansial dari Fairchild Camera and Instrument. Mereka lalu mendirikan Fairchild Semiconductor Corporation pada tahun 1957.

Di perusahaan baru ini, Moore dan kawan-kawannya berhasil mengembangkan sesuatu yang diidamkan Moore sejak lama, yakni menjadi pionir untuk suatu produk yang bermanfaat langsung bagi orang banyak. Produk tersebut adalah sebuah sirkuit terpadu (integrated circuit), berupa silikon tipis yang memiliki jaringan listrik terukir di permukaannya.

Sirkuit terpadu memiliki ribuan elemen individual, termasuk transistor, resistor, dan kapasitor yang terkoneksi sedemikian rupa dan mampu melakukan fungsi-fungsi bermanfaat. Perancang utama sirkuit terpadu ini adalah Robert Noyce, salah satu anggota Delapan Pengkhianat.

Lagi-lagi masalah manajemen perusahaan membuat Moore tidak betah, meskipun sebenarnya di Fairchild suasananya sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan Shockley. Bersama dengan Noyce, Moore lalu memutuskan untuk mendirikan sendiri perusahaan semikonduktor. Pada bulan Juli 1968, berdirilah sebuah perusahaan semikonduktor baru bernama Intel.

Pada tahun 1971, lahirlah sebuah produk semikonduktor Intel yang dicatat sebagai microprocessor pertama di dunia, yaitu Intel 4004. Semenjak itu, Intel tak terbendung menjadi perusahaan microprocessor besar, jika tak boleh disebut yang terbesar, hingga saat ini.

Hukum Moore

Pada tahun 1965, saat masih bekerja di Fairchild sebagai direktur penelitian dan pengembangan, Moore diwawancarai oleh majalah Electronics. Salah satu pertanyaan yang diajukan adalah bagaimana prediksi Moore tentang industri semikonduktor dalam waktu sepuluh tahun mendatang.

Saat itu, Moore menjelaskan bahwa jumlah komponen di dalam sebuah sirkuit terpadu akan naik dua kali lipat setiap tahunnya dan memprediksi bahwa hal tersebut akan terus terjadi hingga sepuluh tahun mendatang. Artikel wawancara ini terbit pada tanggal 19 April 1965.

Pada tahun 1975, Moore merevisi postulatnya dengan mengatakan bahwa hal tersebut bukan terjadi setiap tahun namun setiap dua tahun. Carver Mead, seorang analis teknologi, adalah orang pertama yang memopulerkan pernyataan Moore tadi sebagai Hukum Moore.

Hukum Moore ini akhirnya memacu perusahaan semikonduktor untuk dapat mengikuti kebenaran hukum tersebut. Ini pada akhirnya mendorong perubahan radikal di dunia teknologi. Salah satunya berkat ukuran microprocessor yang makin lama makin kecil.

Hukum Moore menjelaskan bahwa jumlah komponen di dalam sebuah sirkuit terpadu akan naik dua kali lipat setiap dua tahun.

Seorang Filantropis

Mirip dengan kisah beberapa orang sukses lainnya (khususnya di bidang teknologi), Moore juga merupakan orang yang murah hati. Pada tahun 2000, Gordon dan Betty, istrinya, mendirikan Gordon and Betty Moore Foundation, dengan dana yang siap disumbangkan berjumlah lima miliar dolar AS. Melalui yayasan ini, Moore memberikan sumbangan terhadap bidang sains serta konservasi lingkungan.

Pada bulan Desember 2007, Moore dan istrinya juga menyumbangkan dana sebesar 200 juta dolar AS kepada CalTech, almamaternya, untuk membangun Thirty Meter Telescope, yang saat itu merupakan teleskop kedua terbesar di dunia.

Berkat jasanya di dunia teknologi, Moore juga banyak mendapatkan penghargaan, seperti National Medal of Technology and Innovation yang diberikan oleh Presiden George H.W. Bush, Othmer Gold Medal, Presidential Medal of Freedom, Bower Award, dan masih banyak lagi.

Moore memberikan teladan bahwa kita harus berani mengambil keputusan ekstrem saat suasana sudah tidak kondusif. Tanpa keberanian Moore keluar dari Shockley dan Fairchild, tentu Intel tak akan lahir. Tentu semua harus dilakukan dengan perhitungan matang. Selain itu, Moore adalah seorang yang konsisten dan teguh pada pendirian. Meskipun beberapa kali mengalami perubahan suasana, dia tetap konsisten mengembangkan bisnis semikonduktor.

Comments

comments