Profil IT Executive Marc Benioff: Dirikan Salesforce Karena Inspirasi dari Steve Jobs

Marc Benioff: Dirikan Salesforce Karena Inspirasi dari Steve Jobs

Marc Benioff (Pendiri dan CEO, Salesforce).

Bagi yang bergelut dengan dunia komputasi awan (cloud computing), nama Salesforce mungkin sudah tak asing lagi.

Sebagai vendor Software-as-a-Service (SaaS), Salesforce bertugas menyediakan berbagai aplikasi Customer Relationship Management (CRM) untuk membantu perusahaan, seperti Salesforce Automation to Partner Relationship Management, Marketing, dan Customer Service.

Lantas siapa sebenarnya yang berada di balik Salesforce? Orang itu adalah Marc Benioff. Pria kelahiran 25 September 1964 ini dikenal sebagai pengusaha berkewarganegaraan Amerika Serikat. Dalam dunia teknologi informasi, Bernioff bahkan dikenal sebagai filantropis karena sikap dermawannya.

Pria yang memiliki nama lengkap Marc Russell Benioff ini dibesarkan di sebuah keluarga Yahudi di wilayah metropolitan San Francisco. Ia lulus dari Burlingame High School pada tahun 1982, lalu menerima gelar Bachelor of Science di bidang administrasi bisnis dari University of Southern California pada tahun 1986. Ia juga dia menjadi anggota Tau Kappa Epsilon.

Memulai Karier di Usia 15 Tahun

Benioff bisa dibilang merupakan orang yang cerdas. Hal ini terbukti dari kemampuannya dalam mengembangkan sebuah software sekaligus mendirikan sebuah yayasan bernama Liberty Software. Semuanya dilakukan ketika usianya baru menginjak lima belas tahun. Pada saat itu, ia menjual game untuk komputer Atari 8-bit.

Melihat potensi yang dimiliki Benioff, Steve Jobs yang kala itu sudah mendirikan Apple lantas memanggil Benioff untuk bergabung dengan perusahaannya. Saat itu, Benioff magang sebagai programmer bahasa assembly di divisi Macintosh Apple. Benioff pun bergabung dengan Apple hingga tahun 1984.

Selepas dari Apple, Benioff kemudian melanjutkan kariernya ke Oracle. Di perusahaan pengembang database itu, Benioff bertahan selama tiga belas tahun di berbagai posisi eksekutif dalam bidang penjualan, pemasaran, dan pengembangan produk.

Pada usia 23 tahun, dia diangkat sebagai Rookie of the Year Oracle dan dalam waktu tiga tahun kemudian dia dipromosikan menjadi wakil direktur. Ia merupakan orang termuda perusahaan yang memegang gelar tersebut. Benioff bertahan hingga tahun 1999 sebelum akhirnya mengundurkan diri dari perusahaan milik Larry Ellison tersebut.

Selepas dari Oracle, Benioff kemudian mendirikan Salesforce. Tepatnya pada bulan Maret 1999, Benioff memulai Salesforce di sebuah apartemen sewaan San Francisco dan mendefinisikan misinya dalam sebuah pernyataan pemasaran sebagai “The End of Software”. Pada Maret 2016, Benioff ditaksir memiliki saham Salesforce senilai sekitar US$3 miliar.

Benioff yang juga mengidolakan Steve Jobs pun menggandeng mantan bosnya itu sebagai penasehat utama Salesforce. Ia bahkan menganggap Steve Jobs merupakan faktor utama berdirinya Salesforce. “Tidak akan pernah ada Salesforce.com tanpa Steve Jobs. Banyak hal yang telah ia lakukan saat awal berdiri dan pengembangan perusahaan saya. Dia inspirasi saya,” ujar Benioff.  

Di sisi lain, Oracle juga turut mendukung Salesforce dengan menginvestasikan dana segar hingga US$2 juta. Sayangnya, kerja sama tersebut tidak berlangsung lama. Yang terjadi justru sebaliknya, Salesforce dan Oracle justru kian menunjukkan persaingan antara keduanya.

Marc Benioff muda di kantor Salesforce pada tahun 1999.

Pencetus Model 1-1-1

Pada tahun 2000, Benioff membentuk model “1-1-1”, yang berarti perusahaan menyumbang satu persen produk, satu persen ekuitas, dan satu persen jam kerja kembali ke masyarakat yang dilayaninya secara global. Lalu pada bulan Maret 2016, Salesforce telah menghasilkan lebih dari US$115 juta dana hibah, 1,3 juta jam kerja karyawan dan mendukung 28 ribu organisasi nirlaba dengan teknologi Salesforce.

Model 1-1-1 pun telah diadopsi oleh lebih dari tujuh ratus perusahaan melalui gerakan Pledge 1%. Kini Benioff dan istrinya, Lynne, telah memfokuskan ambisi filantropi pribadinya untuk memperbaiki pendidikan publik dan memajukan perawatan kesehatan anak-anak. Hal ini dilakukan melalui pendirian rumah sakit anak-anak UCSF Benioff (Benioff Children’s Hospitals).

Menurut data dari majalah Forbes, penulis buku best seller “Behind the Cloud” ini tercatat memiliki kekayaan hingga US$3,8 miliar (pada Juni 2015). Rata-rata kekayaannya dihasilkan dari bisnis Salesforce.com yang digelutinya. Bos Salesforce.com ini diketahui memiliki tanah perkebunan yang mencapai luas lima hektare di kepulauan Hawaii serta rumah mewah dengan luas 9.821 meter persegi.

Menurut catatan dari Wall Street Journal yang pernah ditulis pada tahun 2006 silam, desain rumah Benioff yang dibangun di Hawaii itu telah menghabiskan waktu hingga bertahun-tahun lamanya. Dan kabarnya ia pun meluncurkan sebuah perusahaan konstruksi khusus yang digunakan untuk membangun rumah pribadinya di pulau wisata itu.

Di San Francisco, Benioff juga tercatat memiliki sebuah rumah yang elegan yang juga digunakan sebagai kantor utama Salesforce.com. Ia pun disebut-sebut menjadi salah satu pendukung terbesar perkembangan kota San Francisco.

Comments

comments