Berita Cinta Memang Buta, Pengguna Rela Berikan Data Sensitif di Situs Kencan Online

Cinta Memang Buta, Pengguna Rela Berikan Data Sensitif di Situs Kencan Online

Ilustrasi modus penipuan kencan online

Perusahaan antivirus asal Rusia, Kaspersky Lab mengungkapkan satu dari sepuluh pengguna situs kencan online atau sebanyak 13 persen membagikan data-data pribadi untuk memulai sebuah pembicaraan walaupun cara itu sangat berisiko.

Seperempat pengguna layanan layanan kencan online atau 25 persen dari mereka mengaku berbagi nama lengkap mereka secara jelas di profil.

Andrei Mochola (Head of Consumer Business Kaspersky Lab) mengatakan para pengguna layanan kencan online harus lebih berhati-hati ketika menemukan pengguna lainnya yang dirasa ‘cocok’.

“Para pengguna layanan kencan online sangat rentan terkena serangan siber. Anda tidak akan sadar jika data Anda jatuh ke tangan orang yang salah,” katanya dalam siaran persnya, Selasa.

Andrei mengatakan satu dari sepuluh pengguna memberikan alamat lengkap rumah dan rincian pekerjaan mereka. Ironisnya, seperempat pengguna kencan online juga pernah berbagi foto telanjang di halaman profil.

Satu dari sepuluh pengguna memberikan informasi tersebut selang beberapa menit atau jam setelah berkenalan. Lima belas persen adalah hal-hal rahasia memalukan pengguna layanan dan 14 persen berupa foto-foto pribadi.

“Bahkan kami menemukan bahwa 41 persen pengguna layanan kencan online mengalami beberapa insiden terkait sistem keamanan IT, misalnya perangkat atau akun mereka diretas, atau ditargetkan oleh ransomware,” ujarnya

“Pengguna situs kencan online seharusnya bertanggung jawab atas keamanan data-data mereka dan tidak menganggapnya sudah aman dan tidak tersentuh dalam situs atau aplikasi,” pungkasnya.

Comments

comments