Berita Gandeng INTERPOL, Cisco Berantas Kejahatan Siber

Gandeng INTERPOL, Cisco Berantas Kejahatan Siber

Cisco John N Stewart dan INTERPOL Noboru Nakatani dalam Penandatanganan Kerjasama

Cisco menggandeng organisasi kepolisian internasional terbesar di dunia INTERPOL untuk berbagi intelijen ancaman atau threat intelligence sebagai langkah pertama dalam memerangi kejahatan siber.

Aliansi itu memungkinkan kedua perusahaan itu mengembangkan sebuah pendekatan yang terkordinasi dan fokus berbagi data sehingga dapat mendeteksi ancaman dengan cepat di seluruh dunia.

Noboru Nakatani (Direktur Eksekutif IGCI) mengatakan pertukaran informasi dan keahlian antara sektor publik dan swasta sangat penting dalam melawan kejahatan siber.

“Tidak ada negara atau perusahaan yang bisa melakukan ini sendiri. Kami tidak hanya akan mendeteksi ancaman tetapi juga membantu mencegahnya,” katanya dalam siaran persnya, Selasa.

John N. Stewart (Senior Vice President and Chief Security and Trust Officer di Cisco) mengatakan kejahatan dunia maya terus meningkat di seluruh dunia. Para pelindung (defender) baik dari sektor publik maupun swasta harus menghadapi ancaman dengan kekuatan yang seimbang.

“Kami dengan senang hati bekerjasama dengan INTERPOL untuk saling bertukar intelijen ancaman dan menemukan kesempatan-kesempatan lain untuk berbagi pengetahuan dalam melawan kejahatan siber secara global,” ujarnya.

Penawaran keamanan terbaik Cisco dan pendekatan arsitekturalnya membantu pelanggan mengamankan organisasinya dengan lebih efektif dari network ke endpoint ke cloud.

Portofolio keamanan komprehensif Cisco dirancang untuk bekerja sama untuk melihat ancaman satu kali, dan menghentikannya dimana saja, mengubah persamaan keamanan.

Selain itu, Cisco juga telah memblokir 19,7 miliar ancaman per hari melalui Collective Security Intelligence-nya, yang dimungkinkan oleh Cisco Talos Security Intelligence dan Research Group.

Comments

comments