Berita AWS re:Invent 2017: Inovasi untuk Konsumen

AWS re:Invent 2017: Inovasi untuk Konsumen

Las Vegas, InfoKomputer – AWS (Amazon Web Services) merupakan pemimpin pasar IaaS public cloud dunia. Menurut Gartner, pangsa pasar AWS di segmen ini adalah sebesar 44,2% pada tahun 2016. Saingan terdekatnya memiliki selisih yang jauh, yakni hanya 7,1%. Memang AWS merupakan perintis dalam pasar tersebut, tetapi posisinya yang dominan itu diyakini AWS juga berkat mengertinya AWS akan keinginan para konsumennya dan memberikan layanan yang sesuai. Inovasi yang dilakukan AWS memang ditujukan untuk menyelesaikan permasalahan konsumennya. Melalui AWS re:Invent 2017 yang berlangsung dari 27 November 2017 sampai 1 Desember 2017, AWS pun menegaskan terus melakukan inovasi untuk konsumennya itu.

“Bagaimana pembangun menginginkan untuk membuat aplikasi mereka. Dan di banyak hal, ini adalah benar-benar serupa dengan bagaimana pembuat musik atau musisi membuat lagu mereka,” ucap Andy Jassy (CEO, Amazon Web Services) sambil menyebutkan lima hal yang menjadi keinginan para pembangun ini.

Kelima hal tersebut adalah tersedianya perkakas yang lengkap, kebebasan untuk membuat yang diinginkan, memiliki kepercayaan terhadap yang akan dibangun dan adanya cara yang mengingatkan untuk tetap realistis, kemudahan membuat prediksi berdasarkan informasi yang diperoleh, serta bisa segera berkarya tanpa perlu menunggu. “Untuk para pembangun teknologi, AWS memiliki semua dimensi ini, secara radikal mengubah apa yang mungkin,” jelas Andy Jassy lagi.

Perkakas yang lengkap maksudnya para pembangun atau pengembang menginginkan platform cloud computing yang memiliki fungsionalitas yang paling baik. Mereka menghendaki platform cloud computing yang memiliki layanan yang paling lengkap dan paling bagus. Dengan aneka layanan yang ditawarkannya, AWS mengklaim sebagai platform cloud computing yang memiliki kelebaran dan kedalaman yang paling baik. Tidak ada platform cloud computing lain yang mendekati.

Kebebasan untuk membuat yang diinginkan berarti bahwa pengembang menghendaki platform cloud computing yang tidak mengunci penggunanya untuk harus menggunakan software tertentu, utamanya database, dengan proprietary engine. AWS mendukung berbagai open engine sehingga pengembang bebas untuk memilih.

Memiliki kepercayaan terhadap yang akan dibangun dan adanya cara yang mengingatkan untuk tetap realistis berhubungan dengan penciptaan sesuatu yang benar-benar baru. Pengembang dalam membuat sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya, perlu untuk memiliki kepercayaan yang penuh terhadap yang akan dibangun tersebut. Namun diperlukan juga cara untuk menjaga agar pengembang bersangkutan tidak “lupa diri”. Untuk yang terakhir ini bisa menggunakan bantuan analytics dan AWS mengklaim memiliki analytics yang paling bagus.

“Ketika Anda memilih platform teknologi infrastruktur yang akan Anda gunakan untuk membangun seluruh aplikasi Anda dan sesungguhnya bisnis Anda di atasnya, itu adalah keputusan yang teramat penting, ” ujar Andy Jassy (CEO, Amazon Web Services).

Kemudahan membuat prediksi berdasarkan informasi yang diperoleh bisa dicapai antara lain melalui machine learning (ML). Namun masih sedikit pengembang yang mahir membuat machine learning. AWS tak hanya mendukung berbagai framework dan antarmuka untuk machine learning ini, melainkan juga menawarkan layanan yang memudahkan pembuatan machine learning.

Adapun yang terakhir, bisa segera berkarya tanpa perlu menunggu, menunjukkan bahwa pengembang tidak ingin berlama-lama menunggu data. AWS menawarkan kemudahan untuk mendapatkan data dari aneka perangkat internet of things (IoT), begitu pula dengan kemudahan manajemen berbagai perangkat internet of things itu.

Beberapa layanan yang menjadi andalan AWS dalam memenuhi keinginan para pembangun atau pengembang tersebut diumumkan kehadirannya secara resmi pada AWS re:Invent 2017. Satu di antaranya adalah SageMaker yang merupakan salah satu inovasi yang paling ditonjolkan, sejalan dengan machine learning yang menjadi fitur AWS yang juga paling disorot pada acara yang dihadiri lebih dari 43.000 peserta ini.

Amazon SageMaker adalah layanan yang memudahkan pengembang untuk lebih mudah membuat, melatih, dan men-deploy model machine learning. Saking lebih mudahnya, DigitalGlobe yang telah menggunakan Amazon SageMaker mengklaim bisa membuat, melatih, dan men-deploy model machine learning hanya dalam waktu satu minggu. Padahal yang melakukannya bukan ahli machine learning. Sementara tanpa Amazon SageMaker, para ahli machine learning diduga akan membutuhkan waktu bulanan untuk mencapai hal yang serupa.

Pasar machine learning sendiri diperkirakan oleh Research and Markets akan bertumbuh menjadi sebesar US$8,81 miliar pada tahun 2022. Tahun 2017 ini besarnya diprediksi sejumlah US$1,41 miliar. Dengan kata lain pasar machine learning bertumbuh pesat setiap tahunnya sebesar 44,1%.

 

Comments

comments