Berita Alasan Bukalapak Pilih Bandung sebagai Pusat R&D di Indonesia

Alasan Bukalapak Pilih Bandung sebagai Pusat R&D di Indonesia

Achmad Zaky (Co-Founder & CEO, Bukalapak). [Foto: Abdul Aziz/InfoKomputer]

Bukalapak akan membangun pusat penelitian dan pengembangan di Bandung dengan merekrut para pengembang lokal untuk mengembangkan teknologi terkini.

Achmad Zaky (Pendiri dan CEO Bukalapak) mengatakan pusat R&D itu akan fokus mengembangkan teknologi internet of things (IoT), drone delivery, blockchain, machine learning, dan semua teknologi baru.

“Kami akan bangun tahun ini dan sudah bisa beroperasi pada tahun depan,” katanya.

Zacky mengatakan alasan Bukalapak memilih Bandung karena Bandung memiliki banyak perguruan tinggi bidang teknologi seperti ITB, ITENAS dan dll.

“Sebenarnya saat ini sudah ada 20 engineer kami untuk riset dan pengembangan produk. Kami targetkan jumlah engineer-nya meningkat jadi 200 orang,” ujarnya.

“Menurut saya di Indonesia potensinya masih banyak untuk dikembangkan. Bukalapak so far 100 persen Indonesia. Mereka jago kok pas kami ajarin. Talenta Indonesia punya daya saing sendiri,” ucapnya.

Pusat R&D itu akan dibangun di lahan seluas 4.000-5.000 m2.

Bukalapak akan terus mendorong UKM di Indonesia untuk naik kelas dan berkontribusi terhadap kemajuan ekonomi nasional. Hingga awal 2018, Bukalapak memiliki 35 juta pengguna aktif bulanan di seluruh Indonesia 30 persen orang Indonesia pernah berkunjung ke Bukalapak.

Saat ini jumlah pelapak Bukalapak mencapai 2,2 juta pelapak. Bukalapak mencatat pertumbuhan transaksi tiga kali lipat pada 2017 dan jumlah transaksi Bukalapak mencapai 320 ribu perhari.

Comments

comments