Fitur Enterprise Dell Technologies: Tahun 2018 Masuki Era Baru Kemitraan Manusia dan Mesin

Dell Technologies: Tahun 2018 Masuki Era Baru Kemitraan Manusia dan Mesin

Manusia telah bekerja sama dengan mesin selama berabad-abad, namun seluruh fase baru ini ditandai dengan karakteristik peningkatan efisiensi, kesatuan dan kemungkinan yang lebih besar dibandingkan yang pernah ada sebelumnya. Teknologi-teknologi baru seperti Artificial Intelligence (AI), Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), dan kemajuan teknologi Internet of Things (IoT) dan cloud computing, muncul karena perkembangan perangkat lunak, analisis, dan daya proses (processing power) yang luar biasa meningkatkan dan mempercepat perubahan tersebut. Berikut ini, Dell Technologies membahas sejumlah prediksi yang akan terjadi.

Artificial Intellegence (AI) akan mengambil alih ‘tugas berpikir’ dengan cepat
Dalam beberapa tahun ke depan, Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan akan mengubah cara dalam mengolah data. Dunia usaha akan memanfaatkan AI untuk melakukan “tugas berpikir” berbasis data, sehingga mereka dapat secara signifikan mengurangi waktu yang dihabiskan untuk mengamati, berdebat, merencanakan skenario dan menguji setiap inovasi baru. Beberapa pakar menyatakan bahwa AI akan mengambil alih pekerjaan manusia, namun AI juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru dan membuka berbagai peluang baru bagi manusia. Misalnya, akan ada tipe profesional TI baru yang khusus pada pelatihan dan pengaturan AI.

Mengintegrasikan IQ of Things
Kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ) merupakan pusat inovasi dan implementasi IoT. Jumlah investasi akan terus bertambah dan sejumlah faktor seperti inisiatif pemerintah dan perkembangan 5G akan menjadi pendorong besar. Jepang, Korea Selatan, Singapura, Australia dan Selandia Baru berada di depan dalam hal kesiapan IOT berkat faktor-faktor tersebut. Namun demikian, hambatan keberhasilan IoT sama di seluruh dunia, sehingga dibutuhkan kolaborasi untuk mengatasi hambatan-hambatan seperti standarisasi yang tidak konsisten, kondisi teknologi yang tidak seragam, dan kebutuhan mempersiapkan infrastruktur.

Headset Augmented Reality (AR)
AR di tempat kerja akan menyatukan manusia, memungkinkan orang berinteraksi dengan data dengan cara yang belum pernah bisa dilakukan sebelumnya. APJ akan menjadi tempat pengujian aplikasi-aplikasi tersebut, seiring perjalanan kawasan ini menguasai inovasi dan aplikasi AR. Virtual Reality (VR) sudah pasti akan mengubah industri hiburan dan permainan dalam jangka pendek, berkat fitur pengalaman terintegrasi (immersive experience) yang ditawarkan.

Hubungan lebih mendalam dengan pelanggan
Index Digital Transformation Dell Technologies menunjukkan bahwa 52% perusahaan di wilayah Asia Pasifik dan Jepang (APJ) berpendapat bahwa perusahaan mereka akan bangkrut dalam 3-5 tahun dan 83% merasa terancam oleh startup digital. Dalam satu tahun ke depan, berkat analitik prediktif, Machine Learning (ML) dan AI akan menjadi fitur utama, membantu berbagai perusahaan untuk lebih memahami dan melayani pelanggan mereka saat dibutuhkan atau bahkan sebelum kebutuhan itu muncul. Konsumen di kawasan APJ sudah mulai menuntut interaksi digital yang cerdas dan berbasis mobile, mereka juga mengadopsi interaksi berbasis teknologi seperti metode pembayaran alternatif. Bahkan sebagian besar inovasi pembayaran dalam skala global muncul karena desakan pemimpin industri di APJ, dan permintaan pelangan akan invoasi pembayaran tersebut akan meningkat drastis. Tahun 2018, berbagai merek dagang akan dipaksa untuk memenuhi ekspektasi konsumen tersebut.

Verifikasi bias akan menjadi verifikasi ejaan berikutnya
Dalam sepuluh tahun ke depan, teknologi-teknologi baru seperti VR dan AI, akan membantu orang mencari dan bertindak terhadap informasi yang diterima tanpa dipengaruhi emosi atau prasangka eksternal, sembari tetap memberdayakan mereka menerapkan pertimbangan humanis sesuai kebutuhan. Dalam jangka pendek, AI akan diterapkan dalam proses rekrutmen dan promosi untuk memilah keputusan bias, baik yang dilakukan secara sadar maupun tidak sadar. Sementara VR akan semakin banyak digunakan sebagai alat wawancara untuk memastikan bahwa pekerjaan diberikan kepada pelamar yang memenuhi syarat, misalnya dengan menyembunyikan identitas pelamar dengan sebuah avatar.

Industri media & hiburan akan menemukan lahan baru dengan e-sports

kredit: www.postard.com

Pada tahun 2018, kita akan sejumlah besar pemain e-sports duduk di belakang layar atau menggunakan headset VR untuk berkompetisi dalam dunia rekayasa komputer high-definition. Dengan ratusan juta pemain dan penonton yang menyaksikan, e-sports akan menjadi permainan mainstream. Wilayah APJ sudah mulai merealisasikan hal tersebut dengan e-sports menjadi salah satu ajang olahraga resmi di Asian Games 2022.

Perjalanan menuju “mega-cloud”
Mulai tahun 2018, semakin banyak perusahaan yang beralih ke pendekatan multi-cloud, memanfaatkan kelebihan dari semua model cloud mulai dari publik hingga privat, hosted, managed dan SaaS. Tetapi, seiring meningkatnya perpindahan aplikasi dan beban kerja ke berbagai jenis cloud, pertambahan silo cloud sudah pasti terjadi, yang akan menghambat kemampuan organisasi tersebut untuk sepenuhnya mengeksploitasi inisiatif analitik data dan AI. Hal tersebut juga bisa membuat aplikasi dan penempatan data di cloud yang salah yang akan mengakibatkan hasil yang tidak memuaskan. Organisasi-organisasi di APJ akan masih menghadapi tantangan untuk mengatur infrastruktur TI mereka agar bisa mengatasi tantangan-tantangan yang ada saat ini namun tetap mempertimbangkan aplikasi-aplikasi di masa depan.

Tahun untuk sibuk dengan hal-hal kecil
Dalam dunia yang semakin terhubung ini, ketergantungan terhadap pihak ketiga semakin besar. Akibat hubungan yang semakin terjalin erat antara manusia dan mesin, kegagalan kecil dapat mengakibatkan kegagalan besar. Memprioritaskan implementasi perangkat dan teknologi keamanan siber dan teknologi untuk melindungi data secara efektif dan mencegah ancaman keamanan menjadi sangat penting. Organisasi-organisasi di APJ akan terdorong untuk meningkatkan anggaran keamanan, serta melihat seluruh kegiatan bisnis perusahaan, seperti kesadaran pegawai. Keamanan IoT juga akan berada di urutan teratas daftar prioritas pengeluaran keamanan TI di APJ untuk mengatasi potensi masalah dari edge ke core hingga cloud, seiring percepatan inovasi IoT.

Comments

comments