Teknologi di Balik Mimpi Besar Tokopedia

Bisnis e-commerce atau online marketplace bukan sekadar sarana jual-beli. Cakupan internet yang tak terbatas jarak memungkinkan pedagang kecil menjangkau pasar yang lebih luas. Jika bisa dioptimalkan, marketplace akan menjadi katalisator dalam mengangkat harkat hidup masyarakat Indonesia.

Hal itulah yang menjadi keyakinan Leontinus Alpha Edison, founder dan Chief Operation Officer (COO) Tokopedia. Berdasarkan pengalamannya berkeliling ke kota besar dan kecil, pria yang akrab dipanggil Leon ini menyaksikan bagaimana antusiasnya komunitas merchant Tokopedia.

“Berada di kota kecil dengan segala keterbatasannya, semangat mereka benar-benar membuat saya terharu dan juga bangga, ternyata kami sudah berhasil mengubah hidup banyak orang. Perasaan tersebut benar-benar tidak ternilai,” ungkap Leon.

Fokus ke Pengguna

Selaku penyedia platform online marketplace bagi penjual dan pembeli, Tokopedia tentunya menjadikan infrastruktur teknologi sebagai tulang punggung aktivitas operasional dan layanan. Dalam pemanfaatan infrastruktur teknologi tersebut, Tokopedia menempatkan pengalaman pengguna (user experience) sebagai prioritas utama. “Baik itu untuk penjual maupun pembeli,” ungkap Leon.

Ada beberapa aspek yang harus dipenuhi infrastruktur teknologi Tokopedia. “Yang pertama adalah keamanan. Penting bagi kami untuk dapat memastikan keamanan para penjual dan pembeli dalam bertransaksi online di platform Tokopedia,” papar Leon.

Aspek berikutnya adalah mobile experience. Berdasarkan data internal Tokopedia, 80% pengguna mengakses Tokopedia melalu perangkat mobile. Data ini selaras dengan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2016 yang menyebut 69,9% pengguna mengakses internet melalui mobile.

Tak kalah pentingnya adalah aspek ketersediaan layanan. Sebagai suatu platform digital, penting bagi Tokopedia agar layanannya selalu tersedia karena downtime dapat berdampak negatif yang sangat besar terhadap reputasi suatu brand.

“Ketidakmampuan untuk menjaga stabilitas operasional membawa risiko yang sangat besar untuk platform e-commerce seperti Tokopedia,” tandas pria yang mengawali karier teknologinya di bidang website development itu. Infrastruktur teknologi juga harus memampukan Tokopedia menyajikan layanan pelanggan yang cepat dan responsif.

Teknologi Di Balik Layar Tokopedia

Berbicara lebih spesifik tentang teknologi, Leontinus Alpha Edison memaparkan beberapa teknologi yang menulang punggungi aktivitas operasional dan bisnis Tokopedia.

“Dari sisi infrastruktur, high availability atau ketersediaan layanan merupakan hal yang utama bagi Tokopedia,” jelas sarjana Teknologi Informasi lulusan Universitas Atma Jaya Yogyakarta itu. Sejak tahap perancangan infastruktur, redundancy merupakan aspek yang sangat diperhatikan. Semua sisi harus memiliki redundancy, baik dari sisi jaringan, server, firewall, penyedia layanan internet, sampai dengan di tingkatan aplikasi.

“Untuk komunikasi antarserver, kami sudah menggunakan jaringan 10G. Bahkan untuk perangkat jaringan kami sudah mencapai 40G. Untuk server, kami berkolaborasi dengan Nutanix, dengan kemampuan Hyperconverged Infrastructure yang memungkinkan tercapainya high availability dari sisi perangkat keras atau hardware,” jelas Leon.

Dari aspek keamanan, Tokopedia telah meraih sertifikasi PCI DSS Level 1. Sekadar informasi, PCI DSS (Payment Card Industry Data Security Standard) adalah standar keamanan internasional untuk transaksi elektronik online yang penting bagi pemain e-commerce.

“Selain itu, kami juga memiliki program bug bounty, di mana kami mengajak para security analyst dalam negeri maupun luar negeri untuk melaporkan celah-celah keamanan yang ada pada Tokopedia,” jelas pria yang lebih banyak berperan di belakang layar Tokopedia ini.

Hal lain yang menurut Leon tak kalah pentingnya dalam memastikan ketersediaan layanan atau infrastruktur teknologi di Tokopedia adalah monitoring. Untuk kebutuhan monitoring, Tokopedia memanfaatkan aneka tools buatan sendiri maupun yang disediakan oleh penyedia layanan SaaS (Software-as-a-Service).

Dan yang terakhir adalah compliance dan best practice. “Tokopedia percaya bahwa kalau kita fokus pada proses yang baik, maka hasilnya juga akan baik,” ujar pria yang bertugas memastikan keamanan, risk management, fraud, dan compliance dari seluruh aspek bisnis Tokopedia.

Seperti halnya perusahaan-perusahaan masa kini, Tokopedia sangat terbuka terhadap tren dan teknologi terbaru, seperti big data analytics, machine learning, dan Artificial Intelligence. Menurut Leon, pelanggan kini tak mau membuang waktu untuk melihat hal-hal yang tidak relevan bagi dirinya. Dengan teknologi-teknologi terbaru, Tokopedia dapat menyajikan layanan yang lebih baik. “It is a must have,” tandas Leon tentang hal itu.

Kembangkan SDM, Bangun Pusat Inovasi

Pesatnya perubahan dan perkembangan bisnis maupun teknologi tentunya akan meningkatkan kebutuhan dan permintaan terhadap infrastruktur teknologi. Namun, untuk mengantisipasi hal tersebut seiring dengan pengembangan bisnis, yang paling penting menurut kami adalah sumber daya manusianya,” jelas Leon.

Oleh karena itu, fokus utama Tokopedia saat ini adalah menjaring sumber daya manusia berkualitas, terutama para engineer Indonesia, untuk bergabung bersama Tokopedia. Leon menjelaskan bahwa saat ini, ada lebih dari 350 engineer yang bergabung dengan Tokopedia. para engineer tersebut mencakup programmer dan engineer untuk infrastruktur teknologi, network engineer, Quality Assurance, IT Security, Technical Architect, dan yang tidak kalah pentingnya, Site Reliability Engineer (SRE).

Selain itu, Tokopedia juga berencana membangun pusat inovasi terbaik di Indonesia, terutama dalam mengembangkan bakat dan sumber daya manusia, mengakselerasi aneka inovasi, dan tentunya mewujudkan misi Tokopedia untuk memeratakan ekonomi secara digital di Indonesia.

Dana untuk pusat inovasi tersebut diperoleh, antara lain, dari pendanaan yang diterima Tokopedia dari Alibaba Group. Bulan Agustus tahun lalu, Alibaba Group menggelontorkan investasi sebesar US$ 1,1 miliar untuk perusahaan yang berdiri delapan tahun lalu itu.

“Pusat inovasi ini diharapkan dapat mendukung berbagai riset terkait industri e-commerce, dan menjadi titik hubung di mana pebisnis, pemerintah, dan publik dapat memanfaatkan berbagai riset, data, dan temuan yang ada, sekaligus mendorong kemajuan berbagai industri di Indonesia, tidak hanya industri e-commerce,” tegas Leontinus Alpha Edison.

Semua langkah tersebut bisa menunjukkan keseriusan Tokopedia mewujudkan platform yang mendorong pemerataan ekonomi secara digital di Indonesia. Namun Leon menyebut, jalan ke sana masih panjang .

“Sampai saat ini, kami masih berada di titik awal dan masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama,” kata Leon.

Comments

comments