Bos Go-Jek: Go-Pay Bukan Kompetitor Bank

Nadiem Makarim

Layanan pembiayaan Go-Pay mendapatkan respon positif dari masyarakat dan berpotensi mengancam kelangsungan perbankan yang ada di Indonesia. Isu itu ditampik langsung
oleh Nadiem Makarim (CEO Go-Jek).

Nadiem menegaskan layanan pembayaran Go-Pay tidak akan menjadi kompetitor bank. Sebaliknya, Go-Pay dan bank akan menjadi mitra yang saling menguntungkan karena
mayoritas jumlah top up atau isi ulang saldo Go-Pay berasal dari bank.

“Kami tidak bersaing dan bukan ancaman bank. Tidak ada Go-Pay tanpa bank, karena kebanyakan top up juga dari bank. Jadi, ini adalah hubungan yang sangat kami jaga,”
katanya di Jakarta.

Go-Pay memiliki peran besar dalam mewujudkan visi Go-Jek pada tahun ini yaitu mengurangi penggunaan uang tunai. Go-Jek akan berusaha membuat dompet digital semakin membuat nyaman para pengguna, sehingga mereka akan lebih memilih menggunakan layanan tersebut ketimbang uang tunai.

Nadiem mengatakan kerja sama Go-Jek dan seluruh bank di Indonesia terjalin harmonis. Go-Jek juga akan berusaha mendorong financial inclusion dengan meningkatkan
cashless society.

“Go-Pay dan bank memiliki kerja sama yang kuat, jadi sama sekali bukan ancaman, tension, tapi kolaborasi,” tegasnya.

Selain itu, Nadiem mengatakan peningkatan penggunaan Go-Pay akan berdampak positif terhadap transaksi pelaku UMKM di Go-Jek.

“Tahun ini, kami berharap pengguna tidak lagi harus mengeluarkan uang tunai. Itu adalah visi produk kami. Kami akan memberdayakan pengguna (agar menggunakan Go-Pay),”
ungkap Nadiem.

Comments

comments