Punya Bos Baru, Lazada Kembali Dapat Investasi Rp27 Triliun dari Alibaba

Ilustrasi akuisisi Lazada oleh Alibaba

Lucy Peng akan menduduki kursi CEO Lazada menggantikan posisi Maximilian Bittner sebagai pendiri Lazada dan CEO setelah enam tahun menjabat. Sebelumnya, Peng sudah
lama menjadi eksekutif di Alibaba.

Peng akan mendapatkan dana segar dari Alibaba senilai USD2 miliar atau sekitar Rp27,5 triliun untuk memperluas ekspansi Lazada Group di Asia Tenggara bersama mitranya,
Ant Financial dan memperkuat kerjasama Alibaba dan Lazada. Sebelumnya, Alibaba sudah memberikan dana investasi senilai USD4 miliar ke Lazada.

“Kami percaya diri dan optimis dapat meningkatkan keuntungan di Asia Tenggara karena pasar ini memiliki banyak populasi muda, tingginya penetrasi seluler, dan hanya
tiga persen penjualan ritel dilakukan secara online,” kata Peng seperti dikutip Reuters.

“Kami yakin bisa menggandakan pangsa pasar di Asia Tenggara. Kami sangat bersemangat dengan peluang yang kami lihat,” ujarnya.

Peng juga menjabat direktur di perusahaan layanan pembayaran terafiliasi Alibaba, Ant Financial. Alibaba tengah menguatkan pengaruhnya di Asia Tenggara dan bersaing
pangsa pasar dengan Amazon.com Inc dan Shopee milik Sea Ltd.

“Ini merupakan strategi ekspansi luar negeri Alibaba untuk menggunakan kanal spesifik guna mengetes pasar. Mereka akan menjalankan operasionalnya sendiri,” ucap Steven
Zhu (Analis Pacific Epoch).

Asia Tenggara merupakan pasar yang penting dalam ekspansi Alibaba dan kawasan yang juga diperebutkan saingan Alibaba, JD.com Inc. JD CEO Richard Liu menyatakan JD.com
akan masuk ke semua negara Asia Tenggara pada akhir 2018.

Alibaba sendiri baru saja mengumumkan laporan finansial kuartal IV yang berakhir pada 31 Desember 2017. Menurut perusahaan, kuartal keempat di akhir 2017 menjadi
periode yang memuaskan.

Salah satu pemicu utama karena menguatnya daya beli konsumen di Tiongkok dan layanan inovatif yang disediakan untuk pedagang dan konsumen. “Kami gembira dengan adanya
momentum berkelanjutan di ‘New Retail’ setelah pecahnya rekor 11.11 Global Shopping Festival,” ujar Daniel Zhang (CEO Alibaba Group).

“Kami memperluas jangkauan dan jejak kami dalam inisiatif ‘New Retail’ melalui penggabungan ritel online dan offline untuk meningkatkan pengalaman konsumen melalui
teknologi mobile dan teknologi untuk perusahaan ritel,” lanjutnya.

Maggie Wu (CFO Alibaba Group) juga mengungkap pertumbuhan pendapatan Year-over-Year (YoY) perusahaan asal Tiongkok itu meroket 56 persen dan Alibaba Group mengantongi pendapatan senilai USD 12,7 miliar atau sekitar Rp172 triliun.

“Kami menargetkan pendapatan tahun fiskal 2018 sebesar 55-56 persen, naik dari target yang kami sampaikan sebelumnya yaitu 53 persen. Hal ini berkat kinerja dan
visibilitas kami yang kuat menjelang akhir tahun fiskal,” ujarnya.

Comments

comments