Hampir Bangkrut, Bos Tesla Salahkan Kinerja Robot-robot Pabrik yang Tidak Becus

Elon Musk (CEO Tesla)

Saat ini pabrikan mobil listrik Tesla sedang menghadapi krisis keuangan dan permasalahan produksi mobil listrik Tesla 3. Dua permasalahan itu membawa Tesla di ambang kebangkrutan.

Elon Musk (CEO Tesla) menyalahkan kehadiran robot-robot yang memperlambat proses produksi Tesla 3 dan membuat Tesla hampir bangkrut. “Kami memiliki jaringan sabuk konveyor yang sangat kompleks dan itu tidak bekerja. Robot-robot ini tidak bekerja maksimal,” kata Gayle King seperti dikutip CBS.

Dalam akun Twitter pribadinya, Musk mengatakan kinerja otomatisasi robot di pabrik Tesla sudah melewati batas dan tenaga manusia sudah tidak dianggap dengan kehadiran robot-robot.

“Otomatisasi yang berlebihan di Tesla merupakan sebuah kesalahan. Tepatnya, ini merupakan kesalahan saya,” tulisnya seperti dikutip Tech Crunch.

Tesla gagal memenuhi target pembuatan Model 3 sebanyak 2.500 unit dalam periode 28 Maret – 3 April. Pabrik Tesla hanya mampu memproduksi Tesla Model 3 sebanyak 2.020 unit, masih tertinggal 400 unit.

Kasus itu membuat harga saham Tesla sempat anjlok ke angka USD252 pada awal April. Padahal, nilai saham Tesla selalu berada di atas USD 300 sejak awal November 2017.

Musk pun sesumbar Tesla tidak membutuhkan kucuran dana dari investor karena Tesla masih memiliki keuangan yang cukup baik dan mampu meningkatkan keuntungan perusahaan walaupun rapornya merah

Musk pun menepis prediksi perbankan Jefferies yang menyebutkan Tesla masih membutuhkan penanaman modal hingga USD 3 miliar pada tahun ini. “Tesla akan mampu menghasilkan keuntungan dengan arus kas positif pada Q3 dan Q4. Tenang, kami tidak membutuhkan penggalangan dana lagi,” tulisnya.

Saat ini nilai kapitalisasi pasar Tesla sudah mencapai USD 50,7 miliar. Angka tersebut bahkan mampu mengalahkan torehan Ford Motors dengan USD 45 miliar.

Comments

comments