Find Us On Social Media :

Gara-gara ini Pemerintah India Larang Anak SD Main Game PUBG

By Adam Rizal, Sabtu, 26 Januari 2019 | 09:00 WIB

Ada 113 Miliar Aplikasi Diunduh Tahun ini, Paling Banyak Game Mobile. Salah satunya PUBG

Pemerintah Negara Bagian Gujarat di India mengeluarkan surat edaran ke pemerintah kabupaten untuk melarang para pelajar memainkan Player Unknown's Battlegrounds Game atau populer disebut PUBG.

Departemen Pendidikan merilis surat edaran tersebut atas rekomendasi dari Komisi Negara Bagian Gujarat untuk Perlindungan Hak Anak.

Surat edaran tersebut ditujukan langsung kepada otoritas Pendidikan Dasar Kabupaten, dengan mengimbau agar dilakukan langkah yang tepat untuk memberlakukan larangan PUBG di sekolah dasar (SD).

Larangan bermain game battle royale populer itu diusulkan karena dianggap telah membuat para siswa memiliki ketergantungan.

"(Ketergantungan PUBG) memengaruhi kegiatan belajar para siswa," tulis surat edaran tersebut.

Sementara itu, menurut Jagruti Pandya, ketua komisi perlindungan hak anak Negara Bagian Gujarat mengatakan bahwa Komnas Perlindungan Anak India (NCPCR), telah merekomendasikan larangan game tersebut untuk diterapkan ke seluruh negara bagian.

"NCPCR telah mengirim surat ke semua negara bagian dan merekomendasikan larangan game tersebut. Semua negara diminta untuk mengimplementasikan peraturan yang dimaksud," jelas Pandya.

Ia mengatakan akan memenuhi imbauan dari NCPCR.

"Melihat dampak negatif dari game tersebut, kami telah mengirim surat ke pemerintah (Gujarat) untuk merekomendasikan larangan game tersebut," jelas Pandya seperti dikutip India Today.

Sebelumnya, asosiasi pelajar di Negara Bagian Jammu dan Kashmir juga meminta pemerintah agar ada larangan bagi pelajar untuk memainkan PUBG. Alasannya sama, hasil belajar para siswa anjlok.

Bahkan mereka membandingkan sifat ketergantungan game tersebut dengan narkoba. Larangan PUBG tidak hanya terjadi di India.

Parlemen Mesir sebelumnya juga dilaporkan sedang menggodok aturan untuk melarang PUBG dimainkan para pemuda, karena mengandung unsur kekerasan.