Find Us On Social Media :

Donald Trump Jagokan CEO Facebook Jadi Calon Presiden AS 2020

By Adam Rizal, Rabu, 29 Januari 2020 | 09:30 WIB

PARIS, FRANCE - MAY 23: Facebook CEO Mark Zuckerberg leaves the Elysee Presidential Palace after th

CEO sekaligus pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, disebut akan mencalonkan diri sebagai Presiden Amerika Serikat. Kabar tersebut disinggung oleh Donald Trump dalam sebuah wawancara.

Dalam wawancara, Trump mengatakan bahwa Ia mendengar kabar Mark Zuckerberg akan maju sebagai capres pada Pilpres tahun 2020 ini. Adapun Pemilihan Umum Presiden Amerika Serikat akan dilakukan pada bulan November mendatang.

Mendengar hal itu, Trump pun menyatakan bahwa tidak ada kekhawatiran yang muncul jika kabar tersebut benar adanya. Kendati demikian Trump mengatakan bahwa Zuckerberg memiliki "backing" yang kuat.

"Saya dengar dia akan mencalonkan diri menjadi Presiden, menurut saya, hal itu tidak akan terlalu menakutkan. Tapi dia memiliki 'monster' di belakangnya," kata Trump Tidak jelas apa yang dimaksud Trump ketika dirinya menyebut kata "monster".

Pihak Gedung Putih pun tidak memberikan klarifikasi dan keterangan lebih lanjut soal ungkapan "monster" yang dimaksud oleh Trump.

Namun, ada dugaan bahwa "monster" yang dimaksud adalah media sosial Facebook yang didirikan oleh Mark Zuckerberg. Selain itu, Trump juga memuji penanganan iklan politik yang dirumuskan oleh Zuckerberg.

Trump menilai bahwa Zuckerberg sudah melakukan apa yang seharusnya ia tangani. Dirangkum Business Insider, pada tahun 2017 lalu Mark Zuckerberg juga pernah disebut akan mencalonkan diri sebagai Presiden AS.

Kala itu, Zuckerberg terlihat melakukan sejumlah kunjungan ke pangkalan militer di AS dan sejumlah kantor media. Kunjungan tersebut diduga merupakan langkah awal sebelum maju ke bursa calon presiden.

Namun kemudian Zuckerberg membantah spekulasi tersebut melalui sebuah pernyataan di akun Facebook miliknya. “Beberapa dari kalian bertanya, apakah semua yang saya lakukan ini karena saya ingin mencalonkan diri bekerja di kantor publik. Tidak akan," tulis Zuckerberg.