Find Us On Social Media :

Gojek Hentikan Layanan GoLife dan Memecat 430 Orang Karyawan

By Adam Rizal, Rabu, 24 Juni 2020 | 06:00 WIB

Ilustrasi Gojek

Gojek Indonesia akan melakukan pemecatan atau PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) karyawannya. Sebanyak 430 orang karyawan akan terkena PHK dari manajemen dalam waktu dekat.

Jumlah tersebut setara dengan 9% total karyawan Gojek yang mencapai 4.000 orang. Hal itu dibenarkan oleh manajemen Gojek.

"Kami sangat berterima kasih bahwa kalian telah memberikan kontribusi berarti bagi kesuksesan Gojek selama bertahun-tahun. Kalian telah menjadi bagian yang bernilai dari sejarah dan perjalanan Gojek; setiap perusahaan akan beruntung untuk memiliki kalian di dalam tim mereka dan kami akan membantu kalian semaksimal mungkin untuk dapat melangkah lebih jauh di perjalanan karir kalian," ujar Kevin Aluwi, Co-CEO Gojek dalam keterangan resminya, Selasa (23/6/2020).

Google terpaksa melakukan langkah pahit ini karena mereka secara resmi menutup bisnis GoLife. Keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi situasi makro ekonomi dan perubahan perilaku konsumen yang lebih waspada terhadap aktivitas yang melibatkan aktivitas kontak fisik. Hal ini berdampak pada penggunaan layanan GoLife yang turun drastis selama pandemi.

Saat ini sendiri, layanan Go-Life meliputi GoMessage dan GoClean. Namun konsumen masih bisa menikmati layanan GoLife sampai 27 Juli 2020 nanti.  

Fokus ke Layanan Finansial

Langkah Gojek melakukan PHK mirip seperti yang dilakukan pesaing beratnya, Grab. Minggu lalu, Grab memecat 360 orang atau 5% dari jumlah karyawannya. Di skala global, Uber memecat 3000 karyawan, sementara Lyft 982 karyawan.

Namun langkah pemecatan ini dilakukan ketika Gojek sebenarnya baru saja mendapat suntikan dana dari Facebook dan Paypal. Pendanaan ini merupakan bagian dari putaran pendanaan Serie F yang mendulang dana lebih dari US$3 miliar. 

Dengan "tabungan" sebesar itu, mengapa Gojek harus memecat karyawannya?

Hal ini sepertinya tidak lepas dari keinginan Gojek untuk fokus ke layanan finansial melalui GoPay. Seperti kita tahu, Paypal adalah salah satu pionir di layanan finansial berbasis digital. PayPal saat ini sedang berusaha bersaing dengan raksasa teknologi lain seperti Apple dan Google yang juga sedang merintis dominasi di industri finansial.

Motif yang sama juga dimiliki Facebook. Perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg ini sudah lama mengincar industri finansial sebagai perluasan pasarnya. Hal ini bisa dilihat dari langkah Facebook belum lama ini yang merilis Whatsapp Pay di Brazil.

Sementara GoLife praktis tidak memiliki harapan di saat pandemi seperti ini, ketika konsumen masih takut memanggil orang asing ke rumahnya. Yang menjadi pertanyaan besar adalah bagaimana nasib mitra GoLife, para pemijat dan pembersih rumah, yang kehilangan kanal mendapatkan rejeki.