Find Us On Social Media :

Dukung Kurikulum Merdeka Belajar, Pintek Siap 'Modali' UKM Pendidikan

By Indah PM, Kamis, 17 Maret 2022 | 11:00 WIB

Pintek

Tanpa terasa, sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) telah diberlakukan selama 2 tahun sejak pandemi Covid-19 muncul. Otomatis risiko terjadinya learning loss tidak dapat terhindarkan. Untuk mengatasi learning loss, Kemendikbudristek meluncurkan Kurikulum Merdeka Belajar mulai tahun ajaran 2022/2023.

Kurikulum Merdeka Belajar menjadikan implementasi teknologi dalam pendidikan sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar. Walhasil sekolah juga sangat membutuhkan perangkat teknologi dalam menjalankan kurikulum ini. Di sinilah peran pelaku usaha/UKM pendidikan menjadi krusial dalam memenuhi kebutuhan sekolah agar Kurikulum Merdeka Belajar dapat berjalan dengan maksimal.

Pelaku usaha/UKM pendidikan, selaku tulang punggung pengadaan sekolah tentu sangat memerlukan dukungan akses pendanaan. Menurut Data Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) 2021, terdapat 46,6 juta pelaku UMKM yang belum mendapatkan akses pembiayaan perbankan karena terbatasnya jangkauan pendanaan dari Bank maupun P2P lending.

Pintek, sebagai perusahaan teknologi finansial peer-to-peer lending untuk pendidikan, mengadopsi pendanaan tertanam (embedded financing) melalui kerja sama dengan produsen kebutuhan pendidikan dan mitra resmi Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah).

Dengan konsep education embedded financing, Pintek menyediakan layanan bagi pelaku usaha/UKM pendidikan memiliki kesiapan modal untuk pengadaan produk pendidikan. Hal ini guna mendukung penerapan kurikulum Merdeka Belajar dengan tepat waktu, sehingga mengurangi learning loss yang terjadi.

Tommy Yuwono, Co-Founder dan Direktur Utama Pintek mengatakan bahwa dengan menerapkan ‘education embedded financing’ ini, Pintek memberikan kemudahan bagi pelaku usaha/UKM pendidikan untuk memenuhi kebutuhan modal pengadaan.

“Kebutuhan ini sangat besar, hingga miliaran rupiah, terutama bagi usaha yang memiliki banyak pelanggan sekolah. Pintek sudah siap dana, sehingga UKM tidak perlu khawatir lagi, dan sekolah pun dapat merasa aman karena barang pasti sampai,” jelas Tommy saat konferensi Maret 2022.

Untuk menerapkan education embedded financing, Pintek bekerja sama langsung dalam supply chain untuk menanamkan akses pendanaan di titik-titik penyaluran ke pelaku usaha/UKM pendidikan, seperti principal, distributor, reseller besar, dan mitra SIPLah.

“Harapannya, seluruh pelaku usaha/UKM pendidikan bisa memiliki akses pendanaan, dan dapat memenuhi kebutuhan sekolah sehingga Merdeka Mengajar dapat terealisasi. Hal ini adalah wujud komitmen kami untuk terus berkontribusi dalam ekosistem pendidikan secara menyeluruh,” pungkas Tommy.