Bos ChatGPT Peringatkan Kehadiran AI Bakal Ciptakan Banyak Korban PHK

Sabtu, 11 Mei 2024 | 10:00

Sam Altman, CEO OpenAI.

Otomatisasi Robot AI

Kehadiran teknologi artificiaI intelligence (AI) atau kecerdasan buatan ibarat pedang bermata dua. Satu sisi, AI dapat meningkatkan produktivitas kerja manusia sehingga jauh lebih efisien. Sisi lainnya, AI dapat menggantikan peran manusia di lapangan kerja dan menciptakan banyak pengangguran.

CEO OpenAI Sam Altman mendorong kongres AS untuk mengeluarkan regulasi yang mengatur penggunaan dan mitigasi risiko AI karena AI dapat menggantikan peran manusia di lapangan pekerjaan.

"Jika tidak diatur, AI akan membuat banyak orang nganggur dan bisa menghancurkan peradaban manusia," katanya.

Meskipun ChatGPT menjadi viral dan digunakan dalam berbagai industri, seperti pendidikan, keuangan, pertanian, dan layanan kesehatan, kehadiran AI generatif ini juga menimbulkan kekhawatiran tentang penipuan dan mengganti pekerjaan manusia. Kemungkinan otomatisasi pekerjaan AI mencapai 300 juta pekerjaan penuh waktu secara global dan mengancam jutaan pekerjaan dalam lima tahun. Menurut laporan Forum Ekonomi Dunia, sekitar 14 juta posisi bisa hilang dalam lima tahun ke depan saja.

"AI dapat memanipulasi pemilih dan penyebaran disinformasi," ujarnya.

Ia bergabung dengan para ilmuwan dan pemimpin bisnis AI dalam mengingatkan tentang risiko kepunahan akibat AI. Beberapa menganggap ini sebagai peringatan penting terhadap potensi dampak AI.

"Mitigasi risiko kepunahan akibat AI harus menjadi prioritas global di samping risiko skala sosial lainnya seperti pandemi dan perang nuklir," ucapnya.

ChatGPT menjadi viral dan ramai diperbincangkan. Para CEO menggunakannya untuk menyusun email, orang-orang membuat situs web tanpa pengalaman pengkodean sebelumnya, bahkan lulus ujian dari sekolah hukum dan bisnis. Hal ini mempunyai potensi untuk merevolusi hampir semua industri, termasuk pendidikan, keuangan, pertanian dan layanan kesehatan, mulai dari operasi hingga pengembangan vaksin obat-obatan.

Digantikan Robot

Penggunaan robot yang masif terbukti mengambil alih pekerjaan manusia, mengingat penggunaan robot lebih efisien dalam melakukan suatu pekerjaan. Baru-baru ini, kajian Oxford Economics mengklaim robot akan mengambil alih 20 juta pekerjaan manusia pada 2030.

Oxford Economics mengungkapkan ada 14 juta robot yang akan bekerja di Tiongkok pada 2030. Kemudian, robot juga akan mengambil alih lebih dari 1,5 juta pekerjaan di Amerika Serikat (AS) dan 2 juta pekerjaan manusia di negara-negara Uni Eropa.

Ekonom Oxford Economics menemukan fakta bahwa tingkat penggunaan robot naik hingga 2,25 juta unit selama dua dekade ke belakang.Sisi positifnya, jika penggunaan robot naik 30 persen, maka nilai GDP akan meningkat hingga 5,3 persen pada 2030.

Halaman Selanjutnya

"Ini sama saja dengan meningkatkan USD 4,9…
Tag