Find Us On Social Media :

Inilah Peran Penting AI dan 5G dalam Transformasi Digital di Indonesia

By Liana Threestayanti, Kamis, 27 Februari 2025 | 10:30 WIB

Berbagai sektor ramai-ramai mengadopsi AI, tak terkecuali sektor telekomunikasi. Bagaimana AI dan 5G dapat berperan dalam mewujudkan ekonomi dan masa depan digital?

Oleh: Madhusudan Pandya, Senior Advisor, International Market Development (5G, Cloud, AI, IP/Optical), Ciena

Redaksi: Berbagai sektor ramai-ramai mengadopsi AI, tak terkecuali sektor telekomunikasi. Bagaimana AI dan 5G dapat berperan dalam mewujudkan ekonomi dan masa depan digital?

Digitalisasi menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia. Dan pertumbuhan itu bisa terjadi dengan dukungan teknologi dan akses internet yang lebih baik 

Bahkan ada potensi untuk lebih meningkatkan ekonomi digital, yaitu melalui ekosistem 5G yang sedang berkembang di negara ini. Kombinasi dari latensi sangat rendah dan kecepatan sangat tinggi membuka peluang baru untuk inovasi dan layanan berbasis digital di semua bidang.

Pemerintah Indonesia telah secara proaktif merangkul digitalisasi. Kementerian Komunikasi dan Digital Indonesia (Komdigi) menerapkan teknologi 5G untuk meningkatkan produktivitas di bidang manufaktur. 

Selain itu, kecerdasan buatan (AI) diakui sebagai komponen kunci dari transformasi digital sektor publik. Pemerintah telah membuat Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial Indonesia 2020-2045 untuk membantu pengembangan AI dan transformasi digital. Pendekatan ini berfokus pada pengembangan talenta, investasi dalam inovasi, dan penerapan AI di berbagai sektor, seperti kesehatan, pendidikan, dan pertanian untuk mendukung Visi Indonesia 2045.

Selain itu, pemerintah juga secara aktif bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan teknologi global untuk mendukung visi tersebut. Salah satunya dengan mempersiapkan data center yang diproyeksikan akan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan per tahun (CAGR) sebesar 5,91% dari tahun 2023 hingga 2029, atau mencapai nilai pasar sebesar US$3,63 miliar pada tahun 2029 di Indonesia. Sebagai contoh, Microsoft telah berkomitmen sebesar US$1,7 miliar untuk memperluas infrastruktur cloud dan AI. Sementara AWS telah meluncurkan Wilayah (region) Asia Pasifik (Jakarta) untuk memperkuat layanan cloud lokal dan mendorong pertumbuhan melalui investasi data center dan kemitraan dengan bisnis lokal.

Kemajuan teknologi ini diharapkan dapat mendorong perluasan ekonomi digital di Indonesia. AI, khususnya, berperan sebagai faktor penting dalam memungkinkan penggunaan 5G berskala besar dan cepat. Penyedia Layanan Komunikasi (CSP) menyadari potensi besar AI dalam menangani tantangan terkait jaringan dan memaksimalkan potensi teknologi 5G.

AI untuk Menjamin Operasi Jaringan yang Lebih Unggul dan Efektif

Jaringan 5G yang kompleks dan beragam membutuhkan automasi bertenaga AI untuk mendapatkan kemampuan baru dan menyederhanakan manajemen jaringan. Dengan mengaktifkan penyediaan bandwidth dinamis, mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, atau memroses data jaringan dan layanan dalam jumlah besar, AI dapat membantu meningkatkan efisiensi jaringan secara signifikan dan membuka jalan bagi transformasi jaringan.

Perangkat lunak berbasis AI dalam kontrol dan otomatisasi infrastruktur jaringan dapat secara signifikan meningkatkan efisiensi, keandalan, skalabilitas, dan keberlanjutan. Selain itu, analitik berbasis data dan algoritma pembelajaran mesin memungkinkan pemantauan kinerja jaringan secara real-time, sehingga CSP dapat mengatasi potensi gangguan jaringan sebelum berdampak pada pengalaman pengguna.

Dengan itu, kehadiran AI dalam pembangunan jaringan 5G di Indonesia berpotensi menghadirkan kontrol otonom terhadap sumber daya jaringan, yang menghasilkan cakupan yang lebih luas serta pengalaman pengguna yang lebih baik. Penggunaan teknologi berbasis AI oleh sektor telekomunikasi di Indonesia mendorong transformasi menuju masyarakat yang lebih terhubung dan maju secara teknologi. Integrasi AI dalam jaringan 5G tidak hanya bertujuan untuk memenuhi permintaan bandwidth yang semakin meningkat, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin dalam industri digital di Asia Tenggara.