Oleh: Madhusudan Pandya, Senior Advisor, International Market Development (5G, Cloud, AI, IP/Optical), Ciena
Redaksi: Berbagai sektor ramai-ramai mengadopsi AI, tak terkecuali sektor telekomunikasi. Bagaimana AI dan 5G dapat berperan dalam mewujudkan ekonomi dan masa depan digital?
Digitalisasi menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia. Dan pertumbuhan itu bisa terjadi dengan dukungan teknologi dan akses internet yang lebih baik
Bahkan ada potensi untuk lebih meningkatkan ekonomi digital, yaitu melalui ekosistem 5G yang sedang berkembang di negara ini. Kombinasi dari latensi sangat rendah dan kecepatan sangat tinggi membuka peluang baru untuk inovasi dan layanan berbasis digital di semua bidang.
Pemerintah Indonesia telah secara proaktif merangkul digitalisasi. Kementerian Komunikasi dan Digital Indonesia (Komdigi) menerapkan teknologi 5G untuk meningkatkan produktivitas di bidang manufaktur.
Selain itu, kecerdasan buatan (AI) diakui sebagai komponen kunci dari transformasi digital sektor publik. Pemerintah telah membuat Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial Indonesia 2020-2045 untuk membantu pengembangan AI dan transformasi digital. Pendekatan ini berfokus pada pengembangan talenta, investasi dalam inovasi, dan penerapan AI di berbagai sektor, seperti kesehatan, pendidikan, dan pertanian untuk mendukung Visi Indonesia 2045.
Selain itu, pemerintah juga secara aktif bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan teknologi global untuk mendukung visi tersebut. Salah satunya dengan mempersiapkan data center yang diproyeksikan akan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan per tahun (CAGR) sebesar 5,91% dari tahun 2023 hingga 2029, atau mencapai nilai pasar sebesar US$3,63 miliar pada tahun 2029 di Indonesia. Sebagai contoh, Microsoft telah berkomitmen sebesar US$1,7 miliar untuk memperluas infrastruktur cloud dan AI. Sementara AWS telah meluncurkan Wilayah (region) Asia Pasifik (Jakarta) untuk memperkuat layanan cloud lokal dan mendorong pertumbuhan melalui investasi data center dan kemitraan dengan bisnis lokal.
Kemajuan teknologi ini diharapkan dapat mendorong perluasan ekonomi digital di Indonesia. AI, khususnya, berperan sebagai faktor penting dalam memungkinkan penggunaan 5G berskala besar dan cepat. Penyedia Layanan Komunikasi (CSP) menyadari potensi besar AI dalam menangani tantangan terkait jaringan dan memaksimalkan potensi teknologi 5G.
AI untuk Menjamin Operasi Jaringan yang Lebih Unggul dan Efektif
Jaringan 5G yang kompleks dan beragam membutuhkan automasi bertenaga AI untuk mendapatkan kemampuan baru dan menyederhanakan manajemen jaringan. Dengan mengaktifkan penyediaan bandwidth dinamis, mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, atau memroses data jaringan dan layanan dalam jumlah besar, AI dapat membantu meningkatkan efisiensi jaringan secara signifikan dan membuka jalan bagi transformasi jaringan.
Perangkat lunak berbasis AI dalam kontrol dan otomatisasi infrastruktur jaringan dapat secara signifikan meningkatkan efisiensi, keandalan, skalabilitas, dan keberlanjutan. Selain itu, analitik berbasis data dan algoritma pembelajaran mesin memungkinkan pemantauan kinerja jaringan secara real-time, sehingga CSP dapat mengatasi potensi gangguan jaringan sebelum berdampak pada pengalaman pengguna.
Dengan itu, kehadiran AI dalam pembangunan jaringan 5G di Indonesia berpotensi menghadirkan kontrol otonom terhadap sumber daya jaringan, yang menghasilkan cakupan yang lebih luas serta pengalaman pengguna yang lebih baik. Penggunaan teknologi berbasis AI oleh sektor telekomunikasi di Indonesia mendorong transformasi menuju masyarakat yang lebih terhubung dan maju secara teknologi. Integrasi AI dalam jaringan 5G tidak hanya bertujuan untuk memenuhi permintaan bandwidth yang semakin meningkat, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin dalam industri digital di Asia Tenggara.
Secara praktis, karena jaringan 5G mampu mendukung lebih banyak perangkat terhubung serta lalu lintas data yang lebih besar, tim operasional jaringan dapat memanfaatkan AI untuk menganalisis data yang tersedia guna memprediksi dan mengelola potensi gangguan. Dapat dikatakan bahwa alat berbasis AI meningkatkan keandalan jaringan, memungkinkan tim operasional menyelesaikan masalah jaringan dengan lebih cepat dan efisien.
Selain itu, AI akan memainkan peran penting dalam mendukung jaringan yang dapat mengelola dirinya sendiri (self-drive), memperbaiki diri sendiri (self-heal), dan mengoptimalkan kinerjanya secara otomatis (self-optimize). Teknologi ini juga berperan dalam memfasilitasi otomasi berbasis kecerdasan (intelligent closed-loop automation) serta mempercepat analisis akar masalah, sehingga penyelesaian gangguan jaringan dapat dilakukan dengan lebih cepat.
Menyediakan Layanan yang Meningkatkan Pengalaman Pelanggan
Era layanan komunikasi one-size-fits-all telah benar-benar usai. Konsumen digital yang semakin matang tidak hanya menuntut layanan yang dipersonalisasi, tetapi juga mengharapkan pengalaman terbaik di setiap waktu. Hal ini memberikan tekanan besar pada infrastruktur jaringan, sehingga dapat menghambat kecepatan dan fleksibilitas layanan. Dengan demikian, pendekatan tradisional dalam penyediaan layanan tidak lagi efektif dan bahkan dapat menghalangi CSP dalam memaksimalkan manfaat dari teknologi baru.
Dalam situasi ini, AI membantu CSP menganalisis data yang tersedia untuk menawarkan apa yang dibutuhkan oleh pengguna, baik manusia maupun mesin, tepat ketika mereka membutuhkannya. AI memungkinkan CSP untuk dapat melakukan prediksi dalam memahami apa yang mungkin diinginkan oleh pengguna pada saat ini atau di masa depan. Selain itu, AI juga membantu CSP menganalisis data secara real-time untuk memberikan layanan yang dipersonalisasi, yang jika disampaikan dengan efisien dan cepat, dapat secara signifikan membantu CSP meningkatkan monetisasi 5G.
Selanjutnya, pemerintah Indonesia bekerja sama dengan GSMA untuk mempercepat transformasi digital pada berbagai industri di Nusantara melalui adopsi 5G dan pengembangan kerja sama lintas industri. Adaptasi teknologi ini dirancang untuk meningkatkan keamanan sekaligus tetap memberikan pengalaman pelanggan yang mulus dan intuitif, sehingga dapat memenuhi ekspektasi konsumen modern. Dalam perjalanan transformasi digitalnya, Indonesia berupaya untuk memenuhi permintaan saat ini, sambil mengantisipasi tren masa depan dalam perilaku konsumen dan pemanfaatan teknologi.
Singkatnya, AI menghadirkan kemampuan kognitif dalam fungsi bisnis untuk memungkinkan pengambilan keputusan berbasis data serta meningkatkan efisiensi operasional, inovasi bisnis, dan pengalaman pelanggan yang lebih baik.
AI dan Transformasi 5G
Menggunakan AI dalam infrastruktur jaringan memungkinkan CSP untuk membuat jaringan 5G lebih cerdas, efisien, dan adaptif. Hal ini memberdayakan operator jaringan di Indonesia untuk mengelola kompleksitas jaringan 5G dengan lebih baik sekaligus menghadirkan kualitas layanan yang optimal bagi pengguna. Pada intinya, jaringan konektivitas masa depan harus adaptif serta cerdas, dan AI berperan penting dalam mewujudkannya.
Apalagi AI dan 5G berpotensi untuk mendorong munculnya berbagai layanan digital baru. Terlebih, dengan semakin banyaknya pengguna smartphone di Indonesia yang berdasarkan laporan Mobile Economy Asia Pacific 2024 dari GSMA, pada tahun 2030, Indonesia diproyeksikan menjadi pasar smartphone terbesar kedua di Asia Pasifik, dengan perkiraan 387 juta koneksi smartphone.
Meskipun 5G masih dalam tahap awal di Indonesia, pemerintah dan operator jaringan telah menetapkan target ambisius, dengan proyeksi lebih dari 32% koneksi akan menggunakan teknologi 5G pada tahun 2030. Saat Indonesia berupaya memperkuat posisinya sebagai ekonomi digital terdepan di Asia Tenggara, fokus pada peningkatan konektivitas melalui 5G dan AI akan mendorong inovasi serta memastikan kinerja yang andal dan berkelanjutan bagi konsumen maupun bisnis.