Find Us On Social Media :

Peneliti IBM Kembangkan Alat Pengukur Kualitas Tanah Pertanian

By Wisnu Nugroho, Jumat, 7 September 2018 | 16:23 WIB

AgroPad

Tim peneliti IBM saat ini sedang menguji coba sebuah alat untuk mengukur kualitas tanah persawahan. Alat yang disebut AgroPad ini berbentuk selembar kartu yang memiliki microfluidics chip di dalamnya. Chip ini dapat melakukan analisa kimia dari sampel tanah dengan waktu singkat sehingga petani dapat mengetahui kualitas tanah di sawahnya.

Untuk menggunakan alat ini, petani cukup menempelkan sampel tanah di sisi depan kartu. Dalam 10 detik, sisi belakang kartu akan menampilkan hasil analisa kimia yang ditandai dengan perubahan warna tertentu.

Setelah itu, menggunakan sebuah mobile apps khusus, petani cukup memotret perubahan warna di kartu untuk melihat kualitas tanahnya. Hasil analisisnya sendiri berupa kadar pH, nitrogen diaksoda, aluminium, magnesium, serta klorin yang dapat menggambarkan kualitas tanah yang diuji.

AgroPad ini menjadi terobosan menarik karena mengatasi kekurangan metode yang digunakan selama ini. Biasanya, petani harus mengirimkan sampel tanah ke laboratorium dan menunggu beberapa hari untuk mendapatkan hasilnya. Ketika hasilnya keluar, kualitas tanah pun sebenarnya sudah berubah. Belum lagi jika menghitung biaya pengujian di lab yang tidak terjangkau petani kecil.

Mathias Steiner, pimpinan tim peneliti, berharap AgroPad bisa mendorong perubahan besar di industri pertanian. “Petani kecil memproduksi 80% pangan di negara berkembang, sehingga sangat penting untuk memastikan kualitas tanah dan air dari sawah mereka” ungkap Steiner yang melakukan uji coba AgroPad di Brasil.

Steiner juga menyebut, teknologi Artificial Intelligence (AI) menjadi bagian penting dari implementasi AgroPad ini. “AgroPad menggunakan machine learning dan algoritma machine vision untuk menganalisa komposisi warna dan intensitas dari kadar kimia di dalam sampel” ungkap Steiner.

Selain itu, setiap hasil dari AgroPad juga akan diberi digital tag terkait waktu, lokasi, dan hasil pengujian. Data yang terkumpul akan dianalisa polanya sehingga tim peneliti memberi gambaran lebih komprehensif terhadap kondisi tanah di sebuah daerah dalam kurun waktu yang lebih panjang.

Ke depan, tim peneliti berharap bisa mengembangkan AgroPad agar bisa menganalisa lebih banyak parameter. Terbuka juga kemungkinan untuk mengkustomisasi lembaran AgroPad sesuai jenis tanah dan peruntukan lahan. Dengan kata lain, ada banyak manfaat yang bisa dikembangkan dari AgroPad ini.

“Kami berharap, prototype ini menjadi langkah awal untuk merevolusi digital agriculture dan environment testing” tambah Steiner.