Find Us On Social Media :

Toko Ritel Walmart Terancam Bangkrut karena Ribuan Amazon Go

By Adam Rizal, Minggu, 23 September 2018 | 17:00 WIB

Ilustrasi Amazon Go

Amazon berencana membuka toko ritel tanpa kasir Amazon Go sebanyak 3000 unit pada 2021 sekaligus menjadi langkah agresif Amazon sejak mengakuisisi Whole Foods pada tahun lalu.

Amazon meluncurkan Amazon Go pertama kali di Seattle, Amerika Serikat pada 2016 dan Amazon berencana membuka 10 toko ritel Amazon Go pada tahun ini.

Tahun depan, Amazon akan menambah 50 lokasi di kota-kota besar lainnya di tahun depan dan optimis membangun 3000 Amazon Go pada 2021.

Baca juga: Enam Tips Terhindar dari Ransomware

Kehadiran Amazon Go itu akan mengancam keberlangsungan bisnis toko ritel lainnya seperti Kroger, toko ritel yang menjual minuman keras seperti CVS dan 7-Eleven, hingga toko ritel besar seperti Walmart dan Target.

Buktinya, saham Walmart dan Target turun setelah rencana pembagunan Amazon Go seperti dikutip The Verge.

Ada beberapa sebabnya, salah satunya adalah kemungkinan para konsumen beralih untuk mencari sensasi baru berbelanja di Amazon Go.

Bahkan, jika nantinya toko ritel tersebut sudah muncul di pusat-pusat metropolitan Amerika maka CVS dan 7-Eleven pun harus bersiap mengatasi ancaman dari Amazon Go.

Amazon Go sendiri adalah toko ritel yang menggunakan sensor dan perangkat lunak otomatis yang memungkinkan pengunjung dapat membeli barang dengan mudah tanpa berinteraksi dengan karyawan manusia di meja kasir.

Pelanggan pun harus mengunduh aplikasi Amazon terlebih dahulu di smartphone. Setelah melakukan login, akun itu akan dipindai oleh sensor yang berada di pintu masuk toko.

Setelah masuk ke toko, sensor akan mencatat secara otomatis apa saja barang yang dibeli. Pembayaran pun tanpa melalui kasir karena data barang yang masuk ke akun Amazon akan mengirimkan notifikasi biaya pembayarannya kepada pelanggan.