Find Us On Social Media :

Selalu Bikin Pengguna Gaduh, Twitter akan Hapus Tombol "Like"

By Adam Rizal, Rabu, 31 Oktober 2018 | 13:00 WIB

Jack Dorsey (Pendiri dan CEO Twitter)

Pengguna Twitter pasti tak asing dengan tombol berlogo hati yang kerap digunakan untuk menyimpan kicauan tertentu. Kabarnya Twitter berencana untuk menghilangkan tombol ini.

Hal tersebut diutarakan langsung oleh CEO Twitter, Jack Dorsey. Ia mengatakan pencabutan tombol ini akan dilakukan sesegera mungkin.

Menurut Dorsey, alasan utama yang melatarbelakangi rencana ini adalah karena tombol "Like" tersebut dianggap dapat memicu perdebatan yang tak sehat di antara para pengguna.

Ia pun menyatakan bahwa dirinya sudah tidak menyukai keberadaan tombol berlogo hati ini pada Twitter. Sebagaimana diketahui, sama seperti Facebook, media sosial ini juga kerap dijadikan sebagai tempat berdebat terkait pilihan politik.

Tombol "like" kerap dimanfaatkan oleh pengguna untuk membuat sebuah kicauan jadi kian populer, dan inilah yang memicu perdebatan tak sehat.

"Setiap tim kami selalu berpikir tentang bagaimana membuat perdebatan ini menjadi sehat," kata Dorsey.

"Kami benar-benar mempertanyakan beberapa dasar yang diberikan oleh Twitter, dan memastikan bahwa tim ini agar dapat membuat perdebatan yang sehat pada layanan ini," lanjutnya seperti dikutip Mashbale.

Rencana ini tentu saja mengundang pro-kontra di antara para pengguna. Beberapa pengguna bahkan mengatakan bahwa menghilangkan tombol "like" tidak akan menjadi solusi untuk membuat perdebatan yang sehat di Twitter.

Twitter sendiri sudah melakukan beberapa kali perubahan untuk tombol ini. Pada mulanya, tombol ini berbentuk bintang yang kemudian diganti dengan bentuk hati. Kemudian beberapa waktu lalu, Twitter juga merilis fungsi bookmark agar pengguna dapat menyimpan kicauan tertentu yang mereka sukai.

Bookmark ini dirilis untuk mengganti fungsi "like" yang juga seringkali digunakan untuk menyimpan kicauan atau thread. Kendati demikian, Twitter belum memutuskan apakah rencana ini benar-benar akan dieksekusi atau tidak.

Melalui akun resminya, Twitter mengatakan akan mengevaluasi segala rencana kebijakan demi kenyamanan pengguna.