Tags Posts tagged with "aplikasi Android"

aplikasi Android

Pernahkah Anda berada dalam situasi tertentu yang mengharuskan untuk mengukur panjang benda tertentu sementara Anda tidak membawa mistar atau penggaris? Jika ya, jangan khawatir. Anda dapat memanfaatkan benda yang hampir pasti dibawa, yaitu smartphone Android, untuk mengukur panjang benda tersebut. Pengukuran panjang dilakukan melalui bantuan aplikasi bernama Smart Ruler.

Tentu saja idealnya benda yang diukur memiliki ukuran yang lebih kecil dari layar smartphone. Jika sudah terlalu besar, lebih bijaksana jika membeli mistar saja di toko terdekat.

Sebagai contoh, Anda ingin mengukur diameter sebuah koin. Jalankan aplikasi Smart Ruler dan letakkan koin tersebut di layar smartphone. Salah satu sisi layar smartphone digunakan sebagai titik nol dan nanti akan muncul garis merah yang bisa digeser-geser untuk menentukan panjang benda. Adapun satuan panjang yang disediakan adalah milimeter dan inci.

Pengembang aplikasi ini menyadari bahwa ada begitu banyak smartphone Android yang tersedia di pasaran dengan berbagai ukuran layar, sehingga sangat mungkin skala ukuran yang ditampilkan oleh Smart Ruler tidak akurat. Karena itu pengembang Smart Ruler menyediakan fasilitas untuk melakukan kalibrasi skala yang didasarkan pada ukuran layar yang sesungguhnya.

Hadirnya seorang anak tentulah merupakan hal yang didambakan pasangan yang baru/telah menikah. Dan bila sang buah hati telah lahir, tentulah orang tua akan menjaganya sepenuh hati. Salah satu alat bantu untuk menjaga sang buah hati hadir dalam bentuk aplikasi digital bernama Prima. Aplikasi Prima ini bisa digunakan oleh para orang tua, terlebih yang baru pertama kali memiliki anak, untuk memantau tumbuh kembang anak mereka.

Fitur yang terdapat dalam aplikasi Prima ini antara lain adalah pengingat jadwal imunisasi sehingga program imunisasi bisa diikuti dengan tepat waktu. Ada pula tahap-tahap perkembangan anak yang bisa digunakan sebagai pembanding. Bila tahap perkembangan anak meleset terlalu jauh dari panduan tersebut, orang tua sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter anak.

Aplikasi Prima menyediakan juga indikator pertumbuhan anak seperti berat badan menurut tinggi badan maupun berat badan menurut usia, serta ukuran lingkar kepala. Setelah item tersebut diukur dan nilainya dimasukkan ke dalam aplikasi, data tersebut akan diolah sehingga bisa diperkirakan apakah pertumbuhan anak normal atau tidak.

Di sisi lain, dokter spesialis anak juga dapat memanfaatkan aplikasi Prima ini dalam memantau tumbuh kembang anak yang menjadi pasiennya. Salah satu caranya melalui skor Pediatri.

Ilustrasi pencurian data mobile

Secara tidak sengaja, para peneliti menemukan sebuah aplikasi mata-mata paling canggih sekaligus berbahaya untuk sistem operasi Android, yaitu aplikasi Pegasus. Para peneliti mengetahuinya setelah aplikasi itu sukses menginfeksi puluhan handset Android.

Aplikasi Pegasus untuk Android dan iOS menawarkan platform mata-mata, bahkan aplikasi itu sukses menginfeksi iPhone milik politikus asal Uni Emirat Arab pada Agustus tahun lalu.

Para peneliti Google dan perusahaan keamanan Lookout mengatakan sistem keamanan Android yaitu Verify Apps sukses menemukan dan mengindikasikan bahwa Pegasus versi terbaru itu sudah menginfeksi tiga lusin smartphone Android.

“Pegasus untuk Android adalah contoh sebuah aplikasi mata-mata yang memiliki Advanced Persistent Threats (APT) dan mampu melacak target dari sisi dokumen hingga dunia virtual,” katanya seperti dikutip Ars Technica.

Aplikasi Pegasus untuk Android menawarkan fitur mata-mata seperti keylogging, menangkap screenshot layar, menangkap siaran audio dan video, mengendalikan malware dari jarak jauh dengan SMS, mencuri data percakapan dari WhatsApp, Skype, Facebook, Twitter, Viber, dan Kakao, mengintip jejak historikal peramban, mencuri e-mail dari aplikasi native Android, dan mencuri daftar kontak dan SMS.

Bisa Menghancurkan Diri

Hebatnya, aplikasi Pegasus untuk Android memiliki kemampuan untuk menghancurkan diri sendiri ketika tertangkap atau ada pihak lain yang ingin membukanya. Mekanisme self-destruct itu memiliki beberapa cara seperti jika penggabungan kode mobile negara dan membuat kartu SIM tidak valid.

Pemicu self-destruct lainnya adalah jika aplikasi mendeteksi ada file antidot atau penangkal yang eksis dalam folder /sdcard/MemosForNotes, jika aplikasi itu tidak bisa terhubung ke server peretas lebih dari 60 hari, dan jika aplikasi itu mendapatkan perintah langsung dari peretasnya.

“Jelas, malware ini dapat bekerja sangat senyap, tepat sasaran, dan canggih,” kata peneliti Lookout dalam blog-nya.

Pegasus for Android menggunakan teknik rooting yaitu Framaroot untuk mencari celah keamanan dan membukanya. Jika tidak bekerja, barulah Pegasus mencari cara untuk mencuri data.

Sementara itu, Pegasus untuk iOS menyerang target incarannya dengan menembus tiga celah kerentanan keamanan yang sangat rahasia. Celah itu hanya diketahui oleh Apple dan pakar keamanan,

Dewasa ini smartphone lebih banyak digunakan untuk memotret ketimbang untuk komunikasi. Tak heran produsen smartphone berlomba-lomba memberi fasilitas kamera yang bagus serta aplikasi foto juga menjamur.

Nah, jika Anda tergolong suka memotret menggunakan smartphone Android, pastikan aplikasi Vignette ada di smartphone Anda. Aplikasi ini memang berbayar, namun tentu harga yang dikeluarkan sangat pantas mengingat berbagai kelebihan yang dimiliki oleh Vignette.

Vignette pada dasarnya merupakan sebuah efek foto. Jumlah efek yang disediakan ada cukup banyak, termasuk efek-efek retro yang menjadi favorit banyak orang.

Namun fasilitas yang disediakan Vignette tidak berhenti di efek foto saja karena Vignette juga dapat digunakan untuk melakukan penyuntingan sederhana seperti pengubahan orientasi, tingkat terang gelap (contrast/brightness), perubahan warna, dan lain-lain. Vignette juga mendukung penerapan zoom digital terhadap foto. Secara umum, zoom digital yang didukung oleh Vignette adalah 10 kali perbesaran, namun untuk smartphone tipe tertentu bisa dilakukan sampai 21 kali perbesaran.

Tak seperti Instagram, Vignette tak membutuhkan koneksi internet untuk melakukan pengolahan. Semua dilakukan secara lokal di smartphone yang digunakan. Foto tak akan “meninggalkan” smartphone kecuali memang dibagikan oleh penggunanya.

Ilustrasi Aplikasi Google Play “Free App of the Week”

Google Play Store menawarkan banyak sekali aplikasi yang tersedia dan aplikasi yang paling favorit semua orang adalah aplikasi yang gratisan.

Kini Google menghadirkan kategori baru “Free App of the Week” di Google Play yang menawarkan aplikasi Android gratis setiap minggunya.

Sebelumnya, Play Store juga memberikan promosi aplikasi gratisan setiap minggunya pada 2015. Sebagai catatan, masa gratis aplikasi tersebut hanya berlangsung selama 7 hari saja.

Anda bisa menggunakan Google Play Store via perangkat Android atau langsung dari web untuk mengakses kategori tersebut. Anda pergi ke laman utama Google Play Store, lalu scroll down dan cari kategori “Free App of the Week” seperti dikutip IB Times.

Misal, salah satu aplikasi gratis Free App of the Week yaitu Card Wars, sebuah game yang diadopsi dari franchise game Adventure Time dari Cartoon Network dan harganya dibanderol USD 2,99 atau Rp 39 ribuan.

Sejauh ini layanan Free App of the Week baru tersedia untuk pengguna Google Play Store di Amerika Serikat (AS). Belum ada informasi apakah Google akan memperluas ketersediaannya secara global atau tidak.

ilustrasi google play store

Google akan melakukan aksi “pembersihan” pada toko aplikasi Android-nya, Google Play Store. Tindakan ini bisa jadi berdampak pada lenyapnya ratusan ribu atau bahkan jutaan aplikasi Android. Apa sebabnya?

Dilaporkan oleh The Next Web, Google telah mengirimkan e-mail kepada para pengembang yang aplikasinya diterbitkan di Play Store. Surat elektronik itu berisi rencana Google untuk menindak aplikasi-aplikasi yang dianggap melanggar Kebijakan Data Pengguna Google (User Data Policy).

Salah satu bentuk pelanggaran paling umum yaitu tidak mengunggah kebijakan privasi (privacy policy). Kebijakan privasi termasuk hal yang wajib dibuat oleh pengembang untuk diberitahukan kepada pengguna, jika aplikasi buatannya berkaitan dengan data dan perangkat pribadi milik pengguna. Misalnya, aplikasi yang meminta akses ke kamera, mikrofon, profil, daftar kontak, dan panggilan telepon.

Selama ini, ditengarai ada ratusan ribu atau jutaan aplikasi di Google Play Store yang tidak memiliki kebijakan privasi. Entah atas dasar kelalaian atau ketidaktahuan, entah memang atas dasar kesengajaan. Pasalnya, banyak pengembang yang dengan sengaja tidak membuat kebijakan privasi karena aplikasinya tidak laku, sudah tidak diperbarui, atau hanya aplikasi coba-coba.

Aplikasi semacam itu kerap disebut “aplikasi zombie” karena sudah ditinggalkan dan hanya membuat sesak Google Play Store. Aplikasi zombie juga dibenci akibat menyulitkan aplikasi baru untuk bisa terekspos para pengguna Android.

“Aksi ini akan membersihkan Google Play Store dari banyak aplikasi sampah dan aplikasi zombie sehingga aplikasi kami bisa lebih mudah ditemukan karena hasil pencarian lebih relevan dan tidak akan terlalu ramai, seperti mengetikkan kata kunci ‘ninja’ untuk aplikasi kami ‘Hop Hop Ninja!’,” ujar Jack Cooney (pengembang dari Nerd Agency).

Jumlah aplikasi di Google Play Store dan Apple App Store per Juni 2016. [Sumber: Statista]

Google memberi batas waktu hingga 15 Maret 2017 bagi para pengembang untuk segera mengunggah kebijakan privasi di aplikasinya atau menghapus permintaan akses ke data/perangkat pengguna. Kalau melewati tanggal itu, Google mengancam akan membatasi kemudahan pencarian (visibilitas) atau bahkan menghapus aplikasi tersebut dari Play Store.

Saat ini, Google Play Store memiliki lebih dari 2,2 juta aplikasi terdaftar, mengalahkan Apple App Store yang hanya punya 2 juta aplikasi. Namun, setelah “pembersihan” itu benar-benar dilakukan, belum diketahui apakah jumlah aplikasi di Play Store bakal berkurang sampai di bawah 2 juta.

Fitur Instant Apps di Android.

Google memulai fase uji coba untuk fitur Instant Apps di sistem operasi Android. Dengan fitur ini, para pengguna Android bisa membuka aplikasi dari tautan tertentu di mobile web, tanpa perlu mengunduh dan menginstalasi.

Cara kerja fitur Instant Apps ini mirip seperti kita membuka halaman web. Misalnya, ketika kita mengeklik tautan ke sebuah tweet dari halaman pencarian Google, kita akan dibawa ke “modul” aplikasi Twitter yang menampilkan tweet tersebut, meskipun kita tidak memiliki aplikasi Twitter di smartphone.

Fitur ini sangat berguna bagi para pemilik situs yang ingin mengarahkan lalu lintas pengguna ke aplikasi mobile-nya sekaligus mengatasi keterbatasan mobile web. Contohnya, proses transaksi pembelian atau menonton video yang memberikan pengalaman lebih sempurna di aplikasi ketimbang di peramban mobile.

Tidak mengherankan jika Google memilih situs-situs semacam itu untuk dimasukkan ke dalam uji coba, yaitu Buzzfeed, Periscope, Viki, dan Wish. Google mengharapkan kritik dan masukan dari para pengguna yang sudah menjajal fitur ini.

Instant Apps pertama kali diperkenalkan Google pada acara Google I/O tahun lalu. Tim pengembang Android mengatakan bahwa uji coba fitur ini mulai digelar untuk aplikasi-aplikasi terpilih dan para pengguna yang telah menggunakan Android versi terbaru, yaitu Android 7.0 Nougat.

Beberapa fitur software mulai dibuka kepada para pengembang Android, sedangkan SDK (Software Development Kit) versi penuh akan dirilis dalam beberapa bulan ke depan.

Video demonstrasi Instant Apps di Google I/O 2016:

Film merupakan sebuah bentuk hiburan yang diminati oleh banyak orang. Setiap bulan bahkan ada begitu banyak judul film yang diluncurkan. Jika Anda adalah seorang penggemar film, maka tentunya butuh panduan yang tepat agar film favorit tidak terlewat. Salah satu situs yang sering menjadi rujukan para penggemar film adalah IMDb yang beralamat di www.imdb.com.

Selain bisa diakses melalui mobile browser, IMDb menyediakan aplikasi Android untuk lebih memudahkan Anda dalam mencari berbagai informasi mengenai film yang sedang maupun bakal tayang.

IMDb akan menyajikan resensi singkat mengenai berbagai film yang sedang tayang serta menampilkan trailer-nya. Selain itu tersedia juga profil aktor/aktris yang membintangi suatu film, review film dari kritikus, hal-hal unik di balik pembuatan film, soundtrack, dan berbagai informasi lain.

Aplikasi IMDb bahkan juga menyediakan informasi teater terdekat yang memutar film tertentu. Namun sayang sekali, Indonesia belum termasuk ke dalam lokasi yang di-cover oleh layanan IMDb sehingga fitur ini belum dapat dimanfaatkan di Indonesia.

Selain informasi mengenai film layar lebar, IMDb juga memuat informasi mengenai film serial yang diputar di televisi serta cerita seputar kehidupan para selebriti.

period

Seorang perempuan ditakdirkan memiliki rahim dengan segala kondisi yang menyertainya. Setiap bulan, semua perempuan normal usia produktif akan kedatangan tamu istimewa bernama menstruasi. Terkait dengan keadaannya tersebut, sebagian perempuan barangkali membutuhkan bantuan dalam bentuk tertentu, misalnya dalam mencatat periode menstruasi yang dialaminya serta melakukan perkiraan kapan periode berikutnya akan datang.

Di Android, aplikasi semacam itupun ada. Salah satunya adalah Period Calendar. Sesuai dengan namanya, aplikasi Period Calendar ini sangat bermanfaat bagi para perempuan untuk mengelola kondisi yang berkenaan dengan menstruasi.

Sebagai konfigurasi awal, Period Calendar akan meminta penggunanya untuk memasukkan periode, durasi, dan kapan menstruasi terakhir dialami. Setelah itu, Period Calendar akan menampilkan berbagai informasi yang bermanfaat terkait dengan periode menstruasi yang akan dialami oleh penggunanya.

Informasi tersebut dimunculkan dalam bentuk kalender yang telah ditandai pada tanggal-tanggal tertentu, misalnya kapan masa subur tiba, kapan saatnya ovulasi, dan kapan menstruasi berikutnya diperkirakan datang. Bahkan, terdapat fasilitas pengingat bila hal-hal tersebut akan segera tiba.

Di dalam aplikasi itu juga terdapat fasilitas pencatatan apakah terdapat gejala tertentu yang terjadi selama menstruasi, mood yang dialami, serta apakah ada obat-obatan tertentu yang dikonsumsi.

unit

Orang-orang yang suka melakukan travelling atau orang-orang yang bekerja di industri tertentu, misalnya industri kimia, tentu akan sering berhadapan dengan masalah perbedaan satuan yang digunakan saat melancong ke negeri orang atau saat melakukan kalkulasi bahan kimia. Sebagian mungkin hafal konversi-konversi yang dibutuhkan untuk berpindah dari satuan A ke satuan B, namun yang tidak hafal tentu juga banyak.

Aplikasi Unit Converter dihadirkan untuk membantu memecahkan masalah seperti ini. Ada beberapa aplikasi bernama sama di Google Play Store, namun kami memilih untuk mengangkat Unit Converter buatan MobiTrendz. Salah satu alasannya karena aplikasi tersebut tidak meminta akses apapun ke sistem, sehingga relatif aman digunakan. Di samping itu, aplikasi buatan MobiTrendz ini memiliki antarmuka yang relatif paling cantik.

Kategori konversi satuan yang disediakan oleh Unit Converter adalah suhu, panjang, massa, kecepatan, volume, luas, konsumsi BBM, waktu, dan – ini yang menarik – penyimpanan digital.

Konversi konsumsi BBM akan sangat membantu pemilik mobil yang informasi konsumsi BBM di MID mobilnya tidak bisa diganti satuannya. Seringkali satuan yang tersedia di sana adalah MPG atau Liter/(100 km).