Tags Posts tagged with "aplikasi Android"

aplikasi Android

ilustrasi google play store

Play Store adalah gudangnya jutaan aplikasi Android dan Anda bisa mendapatkan berbagai macam jenis aplikasi termasuk aplikasi sub standar. Sayangnya, banyak pengguna mengeluhkan aplikasi-aplikasi Android yang jelek dan banyak menyimpan malware atau spam.

Karena itu, Google pun akan membuang aplikasi-aplikasi yang tidak bermutu dari Google Play Store sekaligus meningkatkan kualitas dan memperketat pengawasan pada aplikasi-aplikasinya.

Banyaknya aplikasi-aplikasi Android “sampah” yang beredar di Google Play karena Google menerapkan sistem open-source. Sebaliknya, Apple sangat mengawasi dan memperketat aplikasi-aplikasi yang beredar di App Store.

Google akan menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk memberikan rating terhadap sebuah aplikasi yang berada di Play Store seperti dikutip CNBC.

Jika sebuah aplikasi memiliki performa yang baik, maka aplikasi itu akan berada di jajaran yang lebih tinggi sehingga akan mendapatkan lebih banyak pengguna. Sebaliknya, jika hasil ratingnya jelek, maka aplikasi itu akan terletak di bagian paling bawah.

Dengan bantuan AI, Google itu akan menghilangkan aplikasi tak bermutu dari Play Store. Selain itu, Google juga akan mendorong para developer aplikasi untuk menciptakan aplikasi yang berkualitas dan meningkatkan nilai rating mereka.

Tentunya, hal itu akan menyulitkan aplikasi berbayar atau premium yang memiliki rating rendah untuk naik ke peringkat teratas. Sayangnya, Google belum mengungkapkan rincian algoritma terbaru miliknya secara lebih mendalam.

Entah mengapa, sebagian orang masih menganggap dokter atau ruang periksa dokter sebagai sesuatu yang menyeramkan. Mereka masih enggan melakukan pemeriksaan meskipun merasa badannya sakit. Aplikasi Konsula barangkali bisa menjembatani hal tersebut. Ya, aplikasi ini menyediakan fasilitas berkonsultasi dengan dokter secara online, melalui smartphone penggunanya.

Bukan sekadar mereka yang “takut” dengan dokter yang terbantu, namun mereka yang merasa waktunya bakal terbuang saat antre menunggu giliran periksa juga dapat terbantu dengan Konsula. Aplikasi ini menyediakan direktori rumah sakit dan klinik sehingga pengguna bisa dengan cepat mencari lokasi rumah sakit maupun klinik terdekat, atau yang paling sesuai dengan penyakit yang mereka derita. Hal ini masih ditambah pula dengan kemampuan reservasi online.

Konsula menyediakan daftar biaya pemeriksaan atau konsultasi pada setiap klinik sehingga pengguna bisa menyesuaikan diri dengan bujet yang dimilikinya. Pengguna juga bisa memberi testimoninya terhadap pelayanan seorang dokter atau suatu klinik sehingga dapat dijadikan referensi oleh pengguna lain.

Bukan hanya soal kesehatan, Konsula menyediakan pula konsultasi kecantikan yang tentunya ditangani oleh mereka yang ahli di bidangnya. Bahkan tersedia juga semacam toko online, namun khusus menjual produk-produk yang berhubungan dengan kesehatan.

Ilustrasi Aplikasi Android Excellence

Google meluncurkan program Android Excellence pada Google Play Store yang menunjukkan koleksi aplikasi dan game terbaik pilihan kurator Google.

Aneka aplikasi yang masuk ke dalam daftar ini dianggap mampu memberikan pengalaman menarik bagi pengguna Android, mencakup desain yang keren, kinerja teknis, lokalisasi, dan pengoptimalan perangkat pada Google Play.

Saat ini, Android Excellence terdiri dari dua bagian yaitu Aplikasi dan Game yang berada di bagian bawah halaman Editors’ Choice.

Google akan terus mengembangkan program Google Android Excellence dan memperbaruinya tiga bulan sekali.

Berikut daftar aplikasi dan game yang masuk dalam daftar Android Excellence kali ini, seperti dikutip The Verge:

Android Excellence Apps

AliExpress, B&H Photo Video, Citymapper, Drivvo, drupe, Evernote, Hotel Tonight, Kitchen Stories, Komoot, Lifesum, Memrise, Pocket, Runtastic Running & Fitness Tracker, Skyscanner, Sleep as Android, Vivino.

Android Excellence Games

After the End Forsaken Destiny, CATS: Crash Arena Turbo Stars, Golf Clash, Hitman GO, Horizon Chase – World Tour, Kill Shot Bravo, Lineage Red Knights, Nonstop Knight, PAC-MAN 256 – Endless Maze, Pictionary, Reigns, Riptide GP: Renegade, Star Wars: Galaxy of Heroes, Titan Brawl, Toca Blocks, Transformers: Forged to Fight.

ilustrasi google play store

Google akan memperketat kebijakan penentuan nilai rating dan review aplikasi di Play Store sehingga nilai rating itu benar-benar kredibel, tanpa bias dan kecurangan.

Google menemukan para pengembang aplikasi melakukan kecurangan dengan cara “menyuap” netizen. Misal, para developer aplikasi itu memberikan fitur tambahan cuma-cuma lewat mekanisme giveaway atau membayar netizen untuk memberikan review positif alias endorsement.

Karena itu, Google akan menghukum para developer yang menggunakan rating dan review berbayar seperti dikutip Digital Trends.

Jika ketahuan, Google akan membuang aplikasi populer yang curang itu dari jejeran top list Play Store. Bahkan, Google mengancam akan menghapus aplikasi yang curang itu dari Google Play Store.

Google belum mengungkapkan cara mengidentifikasi rating dan review berbayar. Jika kebijakan itu berjalan sesuai rencana, semestinya pengguna tidak lagi tertipu dengan “false review” di Google Play Store.

Ada banyak “false review” di Google Play Store. Misal, ada satu aplikasi yang dibanjiri komentar positif dan diberi rating tinggi, tapi ketika dijajal sangat mengecewakan.

Sebelumnya, Google juga telah meluncurkan kebijakan untuk memberantas spam dan penginstalan oleh bot.

Pernahkah Anda berada dalam situasi tertentu yang mengharuskan untuk mengukur panjang benda tertentu sementara Anda tidak membawa mistar atau penggaris? Jika ya, jangan khawatir. Anda dapat memanfaatkan benda yang hampir pasti dibawa, yaitu smartphone Android, untuk mengukur panjang benda tersebut. Pengukuran panjang dilakukan melalui bantuan aplikasi bernama Smart Ruler.

Tentu saja idealnya benda yang diukur memiliki ukuran yang lebih kecil dari layar smartphone. Jika sudah terlalu besar, lebih bijaksana jika membeli mistar saja di toko terdekat.

Sebagai contoh, Anda ingin mengukur diameter sebuah koin. Jalankan aplikasi Smart Ruler dan letakkan koin tersebut di layar smartphone. Salah satu sisi layar smartphone digunakan sebagai titik nol dan nanti akan muncul garis merah yang bisa digeser-geser untuk menentukan panjang benda. Adapun satuan panjang yang disediakan adalah milimeter dan inci.

Pengembang aplikasi ini menyadari bahwa ada begitu banyak smartphone Android yang tersedia di pasaran dengan berbagai ukuran layar, sehingga sangat mungkin skala ukuran yang ditampilkan oleh Smart Ruler tidak akurat. Karena itu pengembang Smart Ruler menyediakan fasilitas untuk melakukan kalibrasi skala yang didasarkan pada ukuran layar yang sesungguhnya.

Hadirnya seorang anak tentulah merupakan hal yang didambakan pasangan yang baru/telah menikah. Dan bila sang buah hati telah lahir, tentulah orang tua akan menjaganya sepenuh hati. Salah satu alat bantu untuk menjaga sang buah hati hadir dalam bentuk aplikasi digital bernama Prima. Aplikasi Prima ini bisa digunakan oleh para orang tua, terlebih yang baru pertama kali memiliki anak, untuk memantau tumbuh kembang anak mereka.

Fitur yang terdapat dalam aplikasi Prima ini antara lain adalah pengingat jadwal imunisasi sehingga program imunisasi bisa diikuti dengan tepat waktu. Ada pula tahap-tahap perkembangan anak yang bisa digunakan sebagai pembanding. Bila tahap perkembangan anak meleset terlalu jauh dari panduan tersebut, orang tua sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter anak.

Aplikasi Prima menyediakan juga indikator pertumbuhan anak seperti berat badan menurut tinggi badan maupun berat badan menurut usia, serta ukuran lingkar kepala. Setelah item tersebut diukur dan nilainya dimasukkan ke dalam aplikasi, data tersebut akan diolah sehingga bisa diperkirakan apakah pertumbuhan anak normal atau tidak.

Di sisi lain, dokter spesialis anak juga dapat memanfaatkan aplikasi Prima ini dalam memantau tumbuh kembang anak yang menjadi pasiennya. Salah satu caranya melalui skor Pediatri.

Ilustrasi pencurian data mobile

Secara tidak sengaja, para peneliti menemukan sebuah aplikasi mata-mata paling canggih sekaligus berbahaya untuk sistem operasi Android, yaitu aplikasi Pegasus. Para peneliti mengetahuinya setelah aplikasi itu sukses menginfeksi puluhan handset Android.

Aplikasi Pegasus untuk Android dan iOS menawarkan platform mata-mata, bahkan aplikasi itu sukses menginfeksi iPhone milik politikus asal Uni Emirat Arab pada Agustus tahun lalu.

Para peneliti Google dan perusahaan keamanan Lookout mengatakan sistem keamanan Android yaitu Verify Apps sukses menemukan dan mengindikasikan bahwa Pegasus versi terbaru itu sudah menginfeksi tiga lusin smartphone Android.

“Pegasus untuk Android adalah contoh sebuah aplikasi mata-mata yang memiliki Advanced Persistent Threats (APT) dan mampu melacak target dari sisi dokumen hingga dunia virtual,” katanya seperti dikutip Ars Technica.

Aplikasi Pegasus untuk Android menawarkan fitur mata-mata seperti keylogging, menangkap screenshot layar, menangkap siaran audio dan video, mengendalikan malware dari jarak jauh dengan SMS, mencuri data percakapan dari WhatsApp, Skype, Facebook, Twitter, Viber, dan Kakao, mengintip jejak historikal peramban, mencuri e-mail dari aplikasi native Android, dan mencuri daftar kontak dan SMS.

Bisa Menghancurkan Diri

Hebatnya, aplikasi Pegasus untuk Android memiliki kemampuan untuk menghancurkan diri sendiri ketika tertangkap atau ada pihak lain yang ingin membukanya. Mekanisme self-destruct itu memiliki beberapa cara seperti jika penggabungan kode mobile negara dan membuat kartu SIM tidak valid.

Pemicu self-destruct lainnya adalah jika aplikasi mendeteksi ada file antidot atau penangkal yang eksis dalam folder /sdcard/MemosForNotes, jika aplikasi itu tidak bisa terhubung ke server peretas lebih dari 60 hari, dan jika aplikasi itu mendapatkan perintah langsung dari peretasnya.

“Jelas, malware ini dapat bekerja sangat senyap, tepat sasaran, dan canggih,” kata peneliti Lookout dalam blog-nya.

Pegasus for Android menggunakan teknik rooting yaitu Framaroot untuk mencari celah keamanan dan membukanya. Jika tidak bekerja, barulah Pegasus mencari cara untuk mencuri data.

Sementara itu, Pegasus untuk iOS menyerang target incarannya dengan menembus tiga celah kerentanan keamanan yang sangat rahasia. Celah itu hanya diketahui oleh Apple dan pakar keamanan,

Dewasa ini smartphone lebih banyak digunakan untuk memotret ketimbang untuk komunikasi. Tak heran produsen smartphone berlomba-lomba memberi fasilitas kamera yang bagus serta aplikasi foto juga menjamur.

Nah, jika Anda tergolong suka memotret menggunakan smartphone Android, pastikan aplikasi Vignette ada di smartphone Anda. Aplikasi ini memang berbayar, namun tentu harga yang dikeluarkan sangat pantas mengingat berbagai kelebihan yang dimiliki oleh Vignette.

Vignette pada dasarnya merupakan sebuah efek foto. Jumlah efek yang disediakan ada cukup banyak, termasuk efek-efek retro yang menjadi favorit banyak orang.

Namun fasilitas yang disediakan Vignette tidak berhenti di efek foto saja karena Vignette juga dapat digunakan untuk melakukan penyuntingan sederhana seperti pengubahan orientasi, tingkat terang gelap (contrast/brightness), perubahan warna, dan lain-lain. Vignette juga mendukung penerapan zoom digital terhadap foto. Secara umum, zoom digital yang didukung oleh Vignette adalah 10 kali perbesaran, namun untuk smartphone tipe tertentu bisa dilakukan sampai 21 kali perbesaran.

Tak seperti Instagram, Vignette tak membutuhkan koneksi internet untuk melakukan pengolahan. Semua dilakukan secara lokal di smartphone yang digunakan. Foto tak akan “meninggalkan” smartphone kecuali memang dibagikan oleh penggunanya.

Ilustrasi Aplikasi Google Play “Free App of the Week”

Google Play Store menawarkan banyak sekali aplikasi yang tersedia dan aplikasi yang paling favorit semua orang adalah aplikasi yang gratisan.

Kini Google menghadirkan kategori baru “Free App of the Week” di Google Play yang menawarkan aplikasi Android gratis setiap minggunya.

Sebelumnya, Play Store juga memberikan promosi aplikasi gratisan setiap minggunya pada 2015. Sebagai catatan, masa gratis aplikasi tersebut hanya berlangsung selama 7 hari saja.

Anda bisa menggunakan Google Play Store via perangkat Android atau langsung dari web untuk mengakses kategori tersebut. Anda pergi ke laman utama Google Play Store, lalu scroll down dan cari kategori “Free App of the Week” seperti dikutip IB Times.

Misal, salah satu aplikasi gratis Free App of the Week yaitu Card Wars, sebuah game yang diadopsi dari franchise game Adventure Time dari Cartoon Network dan harganya dibanderol USD 2,99 atau Rp 39 ribuan.

Sejauh ini layanan Free App of the Week baru tersedia untuk pengguna Google Play Store di Amerika Serikat (AS). Belum ada informasi apakah Google akan memperluas ketersediaannya secara global atau tidak.

ilustrasi google play store

Google akan melakukan aksi “pembersihan” pada toko aplikasi Android-nya, Google Play Store. Tindakan ini bisa jadi berdampak pada lenyapnya ratusan ribu atau bahkan jutaan aplikasi Android. Apa sebabnya?

Dilaporkan oleh The Next Web, Google telah mengirimkan e-mail kepada para pengembang yang aplikasinya diterbitkan di Play Store. Surat elektronik itu berisi rencana Google untuk menindak aplikasi-aplikasi yang dianggap melanggar Kebijakan Data Pengguna Google (User Data Policy).

Salah satu bentuk pelanggaran paling umum yaitu tidak mengunggah kebijakan privasi (privacy policy). Kebijakan privasi termasuk hal yang wajib dibuat oleh pengembang untuk diberitahukan kepada pengguna, jika aplikasi buatannya berkaitan dengan data dan perangkat pribadi milik pengguna. Misalnya, aplikasi yang meminta akses ke kamera, mikrofon, profil, daftar kontak, dan panggilan telepon.

Selama ini, ditengarai ada ratusan ribu atau jutaan aplikasi di Google Play Store yang tidak memiliki kebijakan privasi. Entah atas dasar kelalaian atau ketidaktahuan, entah memang atas dasar kesengajaan. Pasalnya, banyak pengembang yang dengan sengaja tidak membuat kebijakan privasi karena aplikasinya tidak laku, sudah tidak diperbarui, atau hanya aplikasi coba-coba.

Aplikasi semacam itu kerap disebut “aplikasi zombie” karena sudah ditinggalkan dan hanya membuat sesak Google Play Store. Aplikasi zombie juga dibenci akibat menyulitkan aplikasi baru untuk bisa terekspos para pengguna Android.

“Aksi ini akan membersihkan Google Play Store dari banyak aplikasi sampah dan aplikasi zombie sehingga aplikasi kami bisa lebih mudah ditemukan karena hasil pencarian lebih relevan dan tidak akan terlalu ramai, seperti mengetikkan kata kunci ‘ninja’ untuk aplikasi kami ‘Hop Hop Ninja!’,” ujar Jack Cooney (pengembang dari Nerd Agency).

Jumlah aplikasi di Google Play Store dan Apple App Store per Juni 2016. [Sumber: Statista]

Google memberi batas waktu hingga 15 Maret 2017 bagi para pengembang untuk segera mengunggah kebijakan privasi di aplikasinya atau menghapus permintaan akses ke data/perangkat pengguna. Kalau melewati tanggal itu, Google mengancam akan membatasi kemudahan pencarian (visibilitas) atau bahkan menghapus aplikasi tersebut dari Play Store.

Saat ini, Google Play Store memiliki lebih dari 2,2 juta aplikasi terdaftar, mengalahkan Apple App Store yang hanya punya 2 juta aplikasi. Namun, setelah “pembersihan” itu benar-benar dilakukan, belum diketahui apakah jumlah aplikasi di Play Store bakal berkurang sampai di bawah 2 juta.

TERBARU

Foto yang dihasilkannya memiliki resolusi sampai 13 megapixel, sedangkan video memiliki resolusi sampai 1.920 x 1.080 pixel alias full HD.