Tags Posts tagged with "Aplikasi"

Aplikasi


Sleekr memperkenalkan produk terbarunya Sleekr HR 3.0 dan Sleekr Accounting berbasis teknologi komputasi awan

Sleekr memperkenalkan produk terbarunya Sleekr HR 3.0 dan Sleekr Accounting berbasis teknologi komputasi awan yang menyasar perusahaan modern, mencakup startup hingga perusahaan skala menengah dan besar.

Sleekr bertujuan membentuk lingkungan kerja perusahaan yang efektif dan menyenangkan. Suwandi Soh (Co-founder dan CEO Sleekr) mengatakan banyak perusahaan yang sulit mengelola dan memperoleh data sehingga berdampak bisa merugikan perusahaan.

“Sleekr hadir untuk menghindari kesalahan tersebut melalui sebuah platform yang efisien,” ujarnya dalam siaran persnya, Kamis.

Sleekr HR membantu perusahaan mengelola pekerjaan administrasi karyawan seperti manajemen absensi, cuti, klaim dan reimbursement, perhitungan gaji hingga perpajakan dan BPJS. Data statistik seperti seperti turn over karyawan, rekap absensi, dan biaya karyawan, yang biasanya membutuhkan waktu hingga berjam-jam untuk dikerjakan, dapat diperoleh secara otomatis melalui platform ini.

Selain itu, Sleekr juga bertujuan untuk membentuk lingkungan kerja yang lebih menyenangkan melalui fitur-fitur lain seperti broadcast perusahaan dan pengingat ulang tahun karyawan.

Sementara itu, Sleekr Accounting membantu perusahaan untuk memantau performa perusahaan secara mudah dan real time. Platform itu memungkinkan perusahaan untuk melakukan pembukuan, pemantauan transaksi jual-beli, hingga menghitung rasio dan memperoleh laporan keuangan secara otomatis.

“Platform bisnis Sleekr telah membantu perusahaan untuk menghemat waktu sebanyak 400 jam pertahun dengan mengurangi 80 – 90 persen waktu pengerjaan. Hal ini memungkinkan manajer HR dan keuangan (Finance) perusahaan untuk lebih fokus,” ucapnya.

“Selain itu, karyawan diuntungkan karena dapat memperoleh persetujuan klaim dan cuti yang biasanya memakan waktu 2 jam hingga hitungan hari menjadi kurang dari 30 menit,” ujarnya.

“Untuk Sleekr HR, biaya yang kami tetapkan bergantung pada besarnya perusahaan karena sistem pembayarannya adalah perkaryawan. Sedangkan untuk Sleekr Accounting, biaya yang ditetapkan dapat disesuaikan dengan fitur yang dibutuhkan perusahaan,” pungkasnya.

Ilustrasi Super Mario Run.

Ilustrasi Super Mario Run.

Akhirnya, Nintendo menepati janjinya dan menghadirkan game Super Mario Run di Google Play Store. Meski sudah ada di toko aplikasi Google, Super Mario Run belum bisa diunduh karena Anda harus mendaftarkan diri terlebih dahulu (pre-register).

Dengan mendaftarkan diri, maka pengguna akan mendapatkan pemberitahuan ketika Super Mario Run sudah benar-benar bisa dimainkan di Android. Sayangnya, pengguna yang sudah mendaftar tidak akan mendapat informasi apapun mengenai waktu peluncuran permainan itu di Android.

Tautan, yang ada di Google Play Store itu benar-benar untuk mendaftarkan diri saja. Meski demikian, Nintendo memberikan isyarat bahwa Super Mario Run sudah akan hadir di Android seperti dikutip SlashGear.

Apabila pola peluncurkan Super Mario Run di Android dan iOS sama, kemungkinan game itu baru akan hadir tiga bulan mendatang karena jeda waktu antara prapendaftaran dan game itu bisa diunduh di iOS adalah sekitar tiga bulan.

Tentunya, ini menjadi kado akhir tahun yang manis dari Nintendo untuk para pengguna Android setelah beberapa waktu lalu banyak diantara mereka yang kecewa lantaran Super Mario Run malah lebih dulu keluar di App Store.

Mengapa iOS

Sebelumnya, Nintendo merilis Super Mario Run untuk sistem operasi iOS pada awal bulan ini. Game itu langsung diunduh oleh jutaan pengguna hingga menjadi salah satu game dengan jumlah unduhan terbanyak di dunia.

Nintendo menyebut faktor keamanan sebagai alasan kuat game itu hadir di sistem operasi Apple tersebut.

Namun setelah memainkan Super Mario Run, para pengguna menyadari bahwa game itu tidak benar-benar gratis. Setelah menyelesaikan tiga level pertama, pemain harus membayar 10 dollar AS atau sekitar Rp150.000 untuk bisa melanjutkan permainan.

Beberapa pemain pun mengaku kecewa terhadap biaya tersebut dan berbondong-bondong memberi tanda satu bintang pada kolom Review di Apple Apps Store.

steller

Media sosial tak hentinya berevolusi, terus berkembang dan bermunculan bentuk-bentuk baru. Salah satu media sosial yang muncul belakangan ini dan mulai melejit adalah Steller. Steller merupakan singkatan dari Story Teller dan aplikasi ini semula hanya tersedia untuk iOS, namun kini juga telah tersedia untuk Android meskipun masih bersifat beta saat artikel ini ditulis.

Sesuai dengan namanya, Steller digunakan untuk merangkai sebuah cerita. Cerita bisa disusun dari kumpulan foto, video, dan teks.

Foto atau video yang hendak ditayangkan dalam cerita dikumpulkan terlebih dahulu kemudian disusun dan disunting sedemikian rupa. Setiap foto, video, dan teks disusun dalam bentuk halaman-halaman seolah halaman buku. Aplikasi Steller telah menyediakan template tertentu untuk cerita yang akan disusun, termasuk tata letak foto/video dan teks di dalamnya. Pengguna tinggal memanfaatkan template tersebut untuk meletakkan foto-foto dan teks cerita.

Penyusunan dan penyuntingan cerita hanya dapat dilakukan melalui smartphone. Namun, cerita yang telah diterbitkan dapat dilihat atau dibaca melalui halaman web: Steller.co.

Setelah sebuah cerita diterbitkan, cerita tersebut akan ditayangkan dalam format berbentuk buku. Saat berpindah halaman terdapat efek animasi seperti membuka halaman buku.

projectexpress
Aplikasi yang satu ini akan membantu Anda membuat dan mengelola jadwal secara lebih rapi dan tertata. Projects Express memberikan kemudahan saat ingin menambahkan sebuah jadwal, baik itu untuk keperluan pribadi atau pekerjaan. Anda juga dengan mudah bisa memperbarui jadwal ini kapan saja.

Beberapa fitur aplikasi ini antara lain memungkinkan Anda menyusun berbagai proyek atau kegiatan, dan memungkinkan Anda menampilkannya dalam bentuk daftar atau timeline.

Anda juga bisa menambahkan catatan yang lebih detail dari daftar jadwal yang tersedia. Fitur lain adalah swipe untuk mengekspor jadwal atau proyek yang telah disusun dalam format PDF dan membagikannya dengan pengguna lain.

Desain tampilan dari aplikasi berbayar ini memfokuskan pada fungsi. Tidak banyak ornamen yang ada dan hanya mengesankan warna putih. Warna-warna yang ada ditempatkan pada beberapa keterangan untuk memudahkan Anda membaca jadwal atau keterangan proyek yang telah disusun.

Ilustraso Facebook Events

Ilustraso Facebook Events

Facebook meluncurkan aplikasi terbaru The Events yang menyasar pengguna penyuka “hangout” untuk mencari event atau agenda acara. Aplikasi Events itu memungkinkan pengguna dapat menggunakan Facebook sebagai kalender pencatat acara.

Sebelumnya, Facebook telah mengamati ada sekitar 100 juta orang yang menggunakan layanan event di Facebook untuk mencari berbagai aktivitas seperti dilansir The Verge.

Aplikasi Events itu juga memudahkan penggunanya menemukan agenda acara, menemukan aktivitas menarik di area mereka dalam satu halaman dan mengetahui agenda acara yang baru saja dirilis.

Melalui Events, para pengguna Facebook bisa saling berbagi informasi soal berbagai kegiatan, dari konser, pembacaan puisi, pagelaran drama, dan sebagainya.

Selain itu, pengguna dapat melakukan pencarian berdasarkan waktu, lokasi dan minat pribadi melalui aplikasi tersebut. Aplikasi Events juga menghadirkan peta interaktif yang menampilkan lokasi dan kalender yang memungkinkan pengguna dapat memeriksa agenda acara mereka.

Aplikasi Facebook Events itu akan tersedia di Apple App Store untuk pengguna di Amerika Serikat dan untuk perangkat bersistem operasi Android. Namun belum ada informasi, aplikasi itu akan hadir untuk pasar di luar Amerika Serikat.

Sebelumnya, Facebook juga meluncurkan aplikasi Messenger Lite yang lebih menyasar kepada negara berkembang.

(ilustrasi: www.youtube.com)

(ilustrasi: www.youtube.com)

Google memperkenalkan aplikasi YouTube Go di India yang memanjakan pengguna dengan konektivitas data kurang stabil. Google akan meluncurkan YouTube Go di India terlebih dahulu sebelum meluncur secara global.

“Google mengatakan seharusnya konektivitas tidak menjadi halangan untuk menikmati konten video di YouTube,” kata Google seperti dilansir Phone Arena.

YouTube Go memiliki daftar video populer pada halaman home dan menawarkan preview video sebelum pengguna menyimpan atau menonton video tersebut. Pengguna juga dapat memilih resolusi ketika ingin menyimpan atau menonton video.

Para pengguna juga dapat membagikan video kepada pengguna lainnya tanpa menggunakan konektvitas data.

Sayangnya, Google belum akan meluncurkan YouTube Go tahun ini karena Google masih membutuhkan waktu untuk menyempurnakan aplikasi itu dan mendapatkan feedback dari pengguna.

Aplikasi YouTube Go merupakan hasil karya (Johanna Wright) BP YouTube Product Management YouTube, beserta tim insinyur, desainer dan peneliti di India setelah mengumpulkan ide dan menguji prototipe ratusan orang.

Sebelumnya, Google juga mengembangkan fitur komunitas untuk mempererat hubungan antara kreator konten YouTube dengan penggemar mereka. Tampaknya, fitur itu juga dilirik oleh Facebook dan Twitter yang sedang mengembangkan model bisnis baru.

Zona WiFi Go!

Zona WiFi Go!

Saat ini internet sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern, seiring perkembangan jaringan telekomunikasi yang semakin baik dan pertumbuhan smartphone yang besar.

Sayangnya, Indonesia yang termasuk ke dalam 10 besar negara dengan jumlah pengguna internet terbanyak di dunia, masih berada di peringkat 146 dalam hal persentase dari total jumlah penduduk.

“Internet merupakan pintu gerbang ke berbagai hal yang dapat membantu masyarakat mempunyai akses ke berbagai informasi. Sayangnya, ketidakmerataan ketersediaan internet dan infrastruktur di Indonesia membuat masyarakat Indonesia gagal mencari berbagai macam informasi dari internet,” kata Norman Ganto (Co-Founder and Head of Business, Zona WiFi GO!) di Jakarta, Kamis (1/9).

Norman mengatakan teknologi disruptif Zona WiFi GO! memberikan kemudahan berbagi hotspot WiFi sehingga masyarakat dapat mengakses Internet lewat koneksi WiFi gratis, kapan dan di mana pun mereka berada.

“Pengguna Zona WiFi GO! tidak akan lagi mengalami kesulitan berkomunikasi akibat koneksi terputus dan akan saling berbagi informasi melalui akses WiFi,” ujarnya.

Setiap fitur aplikasi Zona WiFi GO! memiliki nilai poin yang dapat dikumpulkan untuk mendapatkan beragam hadiah menarik. Fitur-fitur tersebut antara lain Cari Wifi Gratis, Bagi Password Wifi, dan Pengumpulan Poin.

Aplikasi Zona WiFi Go! dapat diunduh secara gratis di Play Store untuk Android dan akan segera diunduh di App Store untuk iOS.

Apple Buat Aplikasi Mirip Snapchat

Apple Buat Aplikasi Mirip Snapchat

Tahun ini, Snapchat banyak memberikan banyak “inspirasi” kepada Facebook, Instagram, dan Apple.

Facebook telah menerapkan filter wajah seperti Snapchat di layanan Facebook Live. Yang terbaru, Instagram memperkenalkan fitur Stories yang memungkinkan pengguna mem-posting foto atau video. Seperti Snapchat, postingan itu memiliki masa kedaluwarsa dan akan hilang dengan sendirinya setelah 24 jam.

Tak mau ketinggalan, Apple dikabarkan sedang mengembangkan aplikasi yang fungsinya mirip dengan Snapchat. Meskipun belum ada namanya, aplikasi baru Apple itu memungkinkan para pengguna iPhone dapat merekam video, menambahkan filter, atau gambar lainnya.

Pengguna pun bisa mengedit video dan mengunggahnya kurang dari satu menit serta mengirimkan video tersebut kepada kontak atau membagikannya ke media sosial lain.

Untuk mengembangkan aplikasi ini, Apple menyerahkan tanggung jawab kepada tim yang sama yang membuat aplikasi populer Final Cut Pro dan iMovie.

Software ini didesain dengan satu tangan. Apple fokus pada kemudahan dan kecepatan aplikasi,” kata Bloomberg.

Apple ingin menciptakan integrasi sosial yang menyenangkan sesama pengguna iOS. Rencanananya, aplikasi itu akan hadir pada awal 2017.

Apple Store 1

Apple Store 1

Saat ini ada dua sistem operasi yang paling populer yaitu Apple iOS dan Google Android serta sudah ada jutaan aplikasi yang tersedia di toko aplikasinya. iOS memiliki keunikan sendiri karena khusus untuk semua peranti Apple, berbeda dengan Android yang terbuka kepada siapa saja.

Laman Sensor Tower memprediksi jumlah aplikasi iOS di App Store bisa mencapai 5 juta dalam empat tahun ke depan.

Saat ini sudah ada sekitar 2,93 juta aplikasi di App Store sehingga angka 5 juta tidak mustahil tercapai dalam waktu empat tahun lagi seperti dikutip Ubergizmo. Sebagai informasi, pada tahun 2008 lalu, hanya ada 5.000 aplikasi iOS yang ada di App Store.

Dari sekian banyak kategori aplikasi, aplikasi game menjadi kategori yang mendominasi, diikuti edukasi, hiburan, bisnis, dan gaya hidup. Pada Mei 2016, ada sebanyak 21.000 game baru yang masuk ke App Store.

Sementara itu, toko aplikasi Google Play Store memiliki lebih dari dua juta aplikasi di dalamnya. Pada kuartal pertama 2016, ada 11.1 juta aplikasi yang didownload di Google Play Store. Jumlah itu 6,7 persen lebih tinggi dibanding kuartal yang sama tahun lalu.

Aplikasi yang paling favorit di Google Play Store adalah fotografi dengan kenaikan 20 persen.

Ada tiga aplikasi yang paling banyak diunduh dari Google Play Store selama kuartal pertama yaitu Messenger, Facebook, dan Snapchat. Candy Crush Jelly Saga berada di tempat keempat dan Pandora ada di posisi kelima.

iphone se harga paling murah

Apple telah mematenkan teknologi yang dapat menghentikan kinerja kamera ketika berada di dalam sebuah konser ataupun bioskop. iPhone akan menerima sinyal infra merah dan menonaktifkan fungsi kamera yang sedang digunakan.

“Kebijakan ini dapat membahayakan bisnis Apple di mata beberapa orang,” kata Stuart Miles (Founder Pocket Line) seperti dilansir The Verge.

Miles mengatakan teknologi pemblokir kamera konser akan membuat konsumen Apple beralih ke smartphone para kompetitor yang tidak menggunakan teknologi itu.

“Anda dapat melihat mengapa beberapa musikus menginginkan agar penonton hanya berkonsentrasi pada musik mereka. Anda juga tidak seharusnya merekam pertandingan sepak bola dan membagikan video-video cuplikan gol karena ada uang yang terlibat di sana dan klub-klub pun menjual hak siar,” kata Miles.

Selain itu, Miles melihat kebijakan Apple itu dapat mengancam kebebasan berpendapat. “Siapa Apple ?. Kok bisa melarang saya untuk tidak merekam sesuatu?,” ujarnya.

TERBARU

Bekerja sama dengan Media Indra Buana, layar panel LED luar ruang ini dipasang di gedung Plaza Sentral, Jakarta, lokasi strategis yang setiap harinya dilewati 650.000 kendaraan.