Tags Posts tagged with "Aplikasi"

Aplikasi

Jika Anda kadang kala membutuhkan invoice untuk diberikan pada pihak lain, Free Invoice Generator adalah aplikasi di Windows 10 yang bisa memudahkan Anda memenuhi kebutuhan tersebut. Apalagi, seperti namanya yang mengandung kata free alias gratis, Free Invoice Generator bisa digunakan secara gratis.

Menggunakan Free Invoice Generator bisa dibilang intuitif. Anda tinggal mengisi field yang telah disediakan dengan kata maupun kalimat yang diinginkan. Untuk tanggal, baik itu tanggal pembuatan invoice maupun tanggal jatuh tempo, Anda bisa memilihnya dari penanggalan yang disediakan.

Adapun untuk item yang hendak ditagih, Free Invoice Generator mendukung berbagai item berbeda untuk dimasukkan pada invoice yang sama. Begitu pula dengan jumlah setiap item yang bisa diatur sesuai keperluan. Menariknya lagi, Free Invoice Generator mendukung mata uang Indonesia alias rupiah. Opsi untuk memasukkan besaran pajak pun tak ketinggalan disediakan.

Setelah mendapatkan invoice yang diinginkan, Anda kemudian bisa menyimpannya ke file PDF. File PDF ini selanjutnya tentu bisa dicetak maupun di-e-mail sesuai dengan kebutuhan.

Anda sedang memiliki kebutuhan yang berhubungan dengan partisi, misalnya untuk melakukan format terhadap partisi dengan System File tertentu? Jika ya, MiniTool Partition Wizard Free bisa menjadi aplikasi yang membantu. Ia tidak hanya mendukung sistem file FAT32 dan NTFS, melainkan mendukung pula ext2, ext3, dan ext4.

Untuk mulai mencoba MiniTool Partition Wizard Free, Anda bisa mengunduhnya di www.partitionwizard.com/free-partition-manager.html. Seperti embel-embel Free pada namanya, aplikasi ini bisa digunakan secara gratis.

Ada banyak fasilitas yang diberikan oleh MiniTool Partition Wizard Free, tidak hanya dukungan untuk melakukan proses format dengan file system yang telah disebut di atas. Aplikasi ini juga mendukung berbagai fungsi yang berhubungan dengan partisi lainnya, mulai dari Delete Partition, Move/Resize Partition, Merge Partition, Split Partition, Copy Partition, sampai Wipe Partition. Ada juga fasilitas yang bisa memudahkan migrasi sistem operasi yang digunakan ke HDD maupun SSD baru. Anda pun bisa melihat informasi mengenai suatu partisi seperti jumlah sector per cluster-nya.

Saat pertama kali menjalankan MiniTool Partition Wizard Free, akan muncul penawaran mengenai sejumlah aplikasi lain. Namun, Anda bisa memilih agar tawaran ini tidak muncul lagi ketika aplikasi itu dijalankan untuk kedua kali dan seterusnya.

Pertumbuhan pengguna aplikasi mobile Tiket.com sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir, menyusul pertumbuhan smartphone yang kian merata di Indonesia. Para pengguna lebih memilih memesan produk-produk Tiket.com melalui aplikasi mobile-nya daripada melalui versi website-nya.

Gaery Undarsa (Chief Communication & Co-Founder, Tiket.com) melihat pertumbuhan transaksi Tiket.com akan terus bergeser ke channel aplikasi mobile daripada lewat website-nya.

“Tingkat instalasi aplikasi Tiket.com saat ini telah mencapai 3 juta pengguna dengan pertumbuhan 200 persen per tahunnya. Sampai saat ini transaksi melalui aplikasi sudah mencapai 47 persen dari total keseluruhan transaksi,” katanya di Jakarta, Kamis (24/8).

Lantas, apa yang membuat pengguna aplikasi mobile Tiket.com sangat banyak? Gaery mengatakan program pemasaran Tiket.com mulai beralih ke aplikasi mobile, menyusul penggunanya yang tinggi.

“Kenapa apps? Karena aplikasi jauh lebih murah. Dalam sebulan, promo di aplikasi bisa sampai 20 hari. Hampir ada promo terus,” ungkapnya.

Selain itu, pemesanan produk layanan Tiket.com melalui aplikasi jauh lebih simpel, ringkas, dan cepat daripada lewat website yang harus masih membuka laptop atau komputer PC.

“Jauh lebih simpel dan cepat lewat aplikasi. Pengguna pun lebih cepat mendapatkan perbandingan harga melalui smartphone,” pungkasnya.

Seiring maraknya inisiatif transformasi digital, banyak perusahaan memerlukan aplikasi-aplikasi baru yang sesuai untuk menghadapi tantangan bisnis di era modern.

Namun, berdasarkan survei OutSystems, sebanyak lebih dari 680 profesional TI dan manajer TI di Asia Pasifik mengaku menghadapi sejumlah masalah signifikan dalam pengembangan aplikasi modern tersebut.

“Sebagian besar perusahaan masih berjuang dengan tumpukan pesanan yang banyak, tidak memiliki waktu untuk berinovasi, sumber daya langka, dan sistem yang kompleks. Masalah ini semakin memburuk dengan kompleksitas dalam inisiatif bisnis dan tuntutan untuk seluler serta Internet Of Things (IoT),” kata Mark Weaser (Wakil Presiden Asia Pasifik, OutSystems).

OutSystems merangkum tujuh masalah utama yang ditemui para profesional TI di Asia Pasifik, dari level CTO sampai pengembang aplikasi, yaitu:

  • Backlog yang besar memperlambat produktivitas. Hampir setengah (45%) dari profesional TI melaporkan memiliki backlog pada aplikasi seluler, beberapa di antaranya bahkan memiliki lebih dari 10 aplikasi yang sedang menunggu untuk dikembangkan.
  • Kesenjangan keterampilan menghambat pertumbuhan. Meskipun 93% responden mengatakan bahwa fungsionalitas seluler adalah persyaratan yang sangat penting, 42% organisasi melaporkan kekurangan jumlah pengembang aplikasi dan 53% melaporkan adanya kesenjangan pengetahuan mengenai keterampilan yang dibutuhkan untuk menangani aplikasi mobile.
  • Waktu pengembangan terlalu lama. Hampir tiga perempat (69%) profesional TI mengatakan bahwa, rata-rata membutuhkan waktu lebih dari tiga bulan untuk mengembangkan aplikasi seluler. Untuk 8% responden, waktu yang dibutuhkan bahkan lebih dari setahun. Tidak mengherankan jika ini menyebabkan faktor ketidakpuasan yang cukup besar. Hampir setengah (43%) responden mengatakan bahwa mereka tidak senang dengan kecepatan tim pengembangan aplikasi mereka saat ini.
  • Hambatan terhadap kesuksesan sangat banyak. Manajer TI menghadapi segala macam tantangan dalam hal pengembangan mobile. Kurangnya keterampilan, waktu, dan anggaran merupakan tantangan yang utama.
  • Kebutuhan mobilitas melonjak. Mobilitas adalah persyaratan bisnis yang paling umum untuk aplikasi. Selain itu, 93% responden mencatat bahwa sangat penting untuk memasukkan fungsionalitas seluler ke dalam aplikasi mereka saat ini dan masa depan.
  • Percobaan sedang meningkat. Perusahaan berfokus pada menemukan pendekatan teknis yang tepat untuk membangun aplikasi mereka dan telah menghasilkan eksperimen yang signifikan. Sebenarnya, 44% profesional TI mengatakan bahwa mereka telah menggunakan atau masih memutuskan untuk menggunakan platform Low-Code atau No Code untuk mendukung strategi TI mereka. Sedangkan 43% mengatakan bahwa perusahaan memungkinkan pengembang untuk memanfaatkan teknologi ini.
  • Low-Code sedang berkembang. Perusahaan yang telah mengadopsi platform pengembangan Low-Code melihat peningkatan dalam hal waktu pengembangan aplikasi seluler yang lebih cepat. Lembaga riset Forrester memprediksi pasar platform pengembangan Low-Code akan tumbuh hingga US$15,5 miliar pada tahun 2020.

Platform pengembangan aplikasi Low-Code, seperti yang disediakan oleh OutSystems, merupakan salah satu jawaban untuk membuat proses pengembangan aplikasi seluler secara lebih hemat waktu, upaya, dan biaya.

Metode tersebut memungkinkan pembuatan aplikasi lewat konfigurasi fungsi-fungsi tertentu, seperti drag-and-drop, dan tidak perlu melakukan coding dari nol. Perusahaan dapat lebih berfokus pada fitur standar dan tujuan umum dari aplikasi yang dibuat, untuk kemudian menambahkan fungsi dan kode custom jika dibutuhkan.


Sleekr memperkenalkan produk terbarunya Sleekr HR 3.0 dan Sleekr Accounting berbasis teknologi komputasi awan

Sleekr memperkenalkan produk terbarunya Sleekr HR 3.0 dan Sleekr Accounting berbasis teknologi komputasi awan yang menyasar perusahaan modern, mencakup startup hingga perusahaan skala menengah dan besar.

Sleekr bertujuan membentuk lingkungan kerja perusahaan yang efektif dan menyenangkan. Suwandi Soh (Co-founder dan CEO Sleekr) mengatakan banyak perusahaan yang sulit mengelola dan memperoleh data sehingga berdampak bisa merugikan perusahaan.

“Sleekr hadir untuk menghindari kesalahan tersebut melalui sebuah platform yang efisien,” ujarnya dalam siaran persnya, Kamis.

Sleekr HR membantu perusahaan mengelola pekerjaan administrasi karyawan seperti manajemen absensi, cuti, klaim dan reimbursement, perhitungan gaji hingga perpajakan dan BPJS. Data statistik seperti seperti turn over karyawan, rekap absensi, dan biaya karyawan, yang biasanya membutuhkan waktu hingga berjam-jam untuk dikerjakan, dapat diperoleh secara otomatis melalui platform ini.

Selain itu, Sleekr juga bertujuan untuk membentuk lingkungan kerja yang lebih menyenangkan melalui fitur-fitur lain seperti broadcast perusahaan dan pengingat ulang tahun karyawan.

Sementara itu, Sleekr Accounting membantu perusahaan untuk memantau performa perusahaan secara mudah dan real time. Platform itu memungkinkan perusahaan untuk melakukan pembukuan, pemantauan transaksi jual-beli, hingga menghitung rasio dan memperoleh laporan keuangan secara otomatis.

“Platform bisnis Sleekr telah membantu perusahaan untuk menghemat waktu sebanyak 400 jam pertahun dengan mengurangi 80 – 90 persen waktu pengerjaan. Hal ini memungkinkan manajer HR dan keuangan (Finance) perusahaan untuk lebih fokus,” ucapnya.

“Selain itu, karyawan diuntungkan karena dapat memperoleh persetujuan klaim dan cuti yang biasanya memakan waktu 2 jam hingga hitungan hari menjadi kurang dari 30 menit,” ujarnya.

“Untuk Sleekr HR, biaya yang kami tetapkan bergantung pada besarnya perusahaan karena sistem pembayarannya adalah perkaryawan. Sedangkan untuk Sleekr Accounting, biaya yang ditetapkan dapat disesuaikan dengan fitur yang dibutuhkan perusahaan,” pungkasnya.

Ilustrasi Super Mario Run.

Ilustrasi Super Mario Run.

Akhirnya, Nintendo menepati janjinya dan menghadirkan game Super Mario Run di Google Play Store. Meski sudah ada di toko aplikasi Google, Super Mario Run belum bisa diunduh karena Anda harus mendaftarkan diri terlebih dahulu (pre-register).

Dengan mendaftarkan diri, maka pengguna akan mendapatkan pemberitahuan ketika Super Mario Run sudah benar-benar bisa dimainkan di Android. Sayangnya, pengguna yang sudah mendaftar tidak akan mendapat informasi apapun mengenai waktu peluncuran permainan itu di Android.

Tautan, yang ada di Google Play Store itu benar-benar untuk mendaftarkan diri saja. Meski demikian, Nintendo memberikan isyarat bahwa Super Mario Run sudah akan hadir di Android seperti dikutip SlashGear.

Apabila pola peluncurkan Super Mario Run di Android dan iOS sama, kemungkinan game itu baru akan hadir tiga bulan mendatang karena jeda waktu antara prapendaftaran dan game itu bisa diunduh di iOS adalah sekitar tiga bulan.

Tentunya, ini menjadi kado akhir tahun yang manis dari Nintendo untuk para pengguna Android setelah beberapa waktu lalu banyak diantara mereka yang kecewa lantaran Super Mario Run malah lebih dulu keluar di App Store.

Mengapa iOS

Sebelumnya, Nintendo merilis Super Mario Run untuk sistem operasi iOS pada awal bulan ini. Game itu langsung diunduh oleh jutaan pengguna hingga menjadi salah satu game dengan jumlah unduhan terbanyak di dunia.

Nintendo menyebut faktor keamanan sebagai alasan kuat game itu hadir di sistem operasi Apple tersebut.

Namun setelah memainkan Super Mario Run, para pengguna menyadari bahwa game itu tidak benar-benar gratis. Setelah menyelesaikan tiga level pertama, pemain harus membayar 10 dollar AS atau sekitar Rp150.000 untuk bisa melanjutkan permainan.

Beberapa pemain pun mengaku kecewa terhadap biaya tersebut dan berbondong-bondong memberi tanda satu bintang pada kolom Review di Apple Apps Store.

steller

Media sosial tak hentinya berevolusi, terus berkembang dan bermunculan bentuk-bentuk baru. Salah satu media sosial yang muncul belakangan ini dan mulai melejit adalah Steller. Steller merupakan singkatan dari Story Teller dan aplikasi ini semula hanya tersedia untuk iOS, namun kini juga telah tersedia untuk Android meskipun masih bersifat beta saat artikel ini ditulis.

Sesuai dengan namanya, Steller digunakan untuk merangkai sebuah cerita. Cerita bisa disusun dari kumpulan foto, video, dan teks.

Foto atau video yang hendak ditayangkan dalam cerita dikumpulkan terlebih dahulu kemudian disusun dan disunting sedemikian rupa. Setiap foto, video, dan teks disusun dalam bentuk halaman-halaman seolah halaman buku. Aplikasi Steller telah menyediakan template tertentu untuk cerita yang akan disusun, termasuk tata letak foto/video dan teks di dalamnya. Pengguna tinggal memanfaatkan template tersebut untuk meletakkan foto-foto dan teks cerita.

Penyusunan dan penyuntingan cerita hanya dapat dilakukan melalui smartphone. Namun, cerita yang telah diterbitkan dapat dilihat atau dibaca melalui halaman web: Steller.co.

Setelah sebuah cerita diterbitkan, cerita tersebut akan ditayangkan dalam format berbentuk buku. Saat berpindah halaman terdapat efek animasi seperti membuka halaman buku.

projectexpress
Aplikasi yang satu ini akan membantu Anda membuat dan mengelola jadwal secara lebih rapi dan tertata. Projects Express memberikan kemudahan saat ingin menambahkan sebuah jadwal, baik itu untuk keperluan pribadi atau pekerjaan. Anda juga dengan mudah bisa memperbarui jadwal ini kapan saja.

Beberapa fitur aplikasi ini antara lain memungkinkan Anda menyusun berbagai proyek atau kegiatan, dan memungkinkan Anda menampilkannya dalam bentuk daftar atau timeline.

Anda juga bisa menambahkan catatan yang lebih detail dari daftar jadwal yang tersedia. Fitur lain adalah swipe untuk mengekspor jadwal atau proyek yang telah disusun dalam format PDF dan membagikannya dengan pengguna lain.

Desain tampilan dari aplikasi berbayar ini memfokuskan pada fungsi. Tidak banyak ornamen yang ada dan hanya mengesankan warna putih. Warna-warna yang ada ditempatkan pada beberapa keterangan untuk memudahkan Anda membaca jadwal atau keterangan proyek yang telah disusun.

Ilustraso Facebook Events

Ilustraso Facebook Events

Facebook meluncurkan aplikasi terbaru The Events yang menyasar pengguna penyuka “hangout” untuk mencari event atau agenda acara. Aplikasi Events itu memungkinkan pengguna dapat menggunakan Facebook sebagai kalender pencatat acara.

Sebelumnya, Facebook telah mengamati ada sekitar 100 juta orang yang menggunakan layanan event di Facebook untuk mencari berbagai aktivitas seperti dilansir The Verge.

Aplikasi Events itu juga memudahkan penggunanya menemukan agenda acara, menemukan aktivitas menarik di area mereka dalam satu halaman dan mengetahui agenda acara yang baru saja dirilis.

Melalui Events, para pengguna Facebook bisa saling berbagi informasi soal berbagai kegiatan, dari konser, pembacaan puisi, pagelaran drama, dan sebagainya.

Selain itu, pengguna dapat melakukan pencarian berdasarkan waktu, lokasi dan minat pribadi melalui aplikasi tersebut. Aplikasi Events juga menghadirkan peta interaktif yang menampilkan lokasi dan kalender yang memungkinkan pengguna dapat memeriksa agenda acara mereka.

Aplikasi Facebook Events itu akan tersedia di Apple App Store untuk pengguna di Amerika Serikat dan untuk perangkat bersistem operasi Android. Namun belum ada informasi, aplikasi itu akan hadir untuk pasar di luar Amerika Serikat.

Sebelumnya, Facebook juga meluncurkan aplikasi Messenger Lite yang lebih menyasar kepada negara berkembang.

(ilustrasi: www.youtube.com)

(ilustrasi: www.youtube.com)

Google memperkenalkan aplikasi YouTube Go di India yang memanjakan pengguna dengan konektivitas data kurang stabil. Google akan meluncurkan YouTube Go di India terlebih dahulu sebelum meluncur secara global.

“Google mengatakan seharusnya konektivitas tidak menjadi halangan untuk menikmati konten video di YouTube,” kata Google seperti dilansir Phone Arena.

YouTube Go memiliki daftar video populer pada halaman home dan menawarkan preview video sebelum pengguna menyimpan atau menonton video tersebut. Pengguna juga dapat memilih resolusi ketika ingin menyimpan atau menonton video.

Para pengguna juga dapat membagikan video kepada pengguna lainnya tanpa menggunakan konektvitas data.

Sayangnya, Google belum akan meluncurkan YouTube Go tahun ini karena Google masih membutuhkan waktu untuk menyempurnakan aplikasi itu dan mendapatkan feedback dari pengguna.

Aplikasi YouTube Go merupakan hasil karya (Johanna Wright) BP YouTube Product Management YouTube, beserta tim insinyur, desainer dan peneliti di India setelah mengumpulkan ide dan menguji prototipe ratusan orang.

Sebelumnya, Google juga mengembangkan fitur komunitas untuk mempererat hubungan antara kreator konten YouTube dengan penggemar mereka. Tampaknya, fitur itu juga dilirik oleh Facebook dan Twitter yang sedang mengembangkan model bisnis baru.

TERBARU

Presiden Direktur CTI Group Harry SurjantoSaat ini pemerintah Indonesia sedang giat membangun infrastruktur seperti jalan-jalan tol di Indonesia termasuk juga tol laut. Namun,...