Tags Posts tagged with "Apple"

Apple

Unicode Consortium telah meluncurkan versi 10.0.0 termasuk T-Rex, perempuan berhijab, peri, dan kue pretzel.

Sebentar lagi, akan ada 56 emoji terbaru yang dapat Anda gunakan untuk mengungkapkan perasaan Anda.

Unicode Consortium telah meluncurkan versi 10.0.0 termasuk T-Rex, perempuan berhijab, peri, kue pretzel bahkan perempuan yang sedang mandi SPA,

Sayangnya, Apple belum mengungkapkan kapan akan menghadirkan emoji baru tersebut tetapi kemungkinan besar Apple akan menghadirkannya seiring dengan update terbaru iOS pada musim gugur tahun ini.

Emojipedia memiliki detail informasi emoji terbaru termasuk contoh gambarnya. Unicode mengungkapkan Unicode 10.0 menambahkan 8,518 karakter jadi total karakternya menjadi 136,690 seperti dikutip Daily Mail.

Dalam emoji tersebut, juga ada berbagai ekspresi wajah yang berbeda termasuk wajah yang kegirangan, wajah dengan alis naik sebelah, wajah berseri dan wajah dengan tangan yang menutup mulut.

Sedangkan karakter terbaru meliputi perempuan berhijab, pria berjenggot lebat, perempuan yang menyusui dan vampir. Ada juga emoji binatang yaitu Zebra, Jerapah, Landak, dua spesies dinosaurus yaitu T-Rex dan Sauropod.

Perusahaan riset Gartner mengungkap 100 perusahaan IT yang paling bergengsi dan top di dunia. Apple menduduki peringkat paling atas dengan pendapatan lebih dari $218 miliar.

Pendapatan Apple itu lebih besar $79 miliar dari rival terdekatnya Samsung dengan pendapatan sebesar $139 miliar.

Google berada di tempat ketiga dengan pendapatan senilai $90 miliar, Microsoft berada di tempat keempat dengan pendapatan senilai $85 miliar, sedang IBM turun di posisi kelima dengan pendapatan $77 miliar.

Laporan itu untuk pertama kalinya Gartner memublikasikan 100 perusahaan IT berdasarkan pendapatannya dan segmentasi pasar.

“Kebutuhan belanja IT mulai bergeser. CEO harus sadar pertumbuhan perusahaannya berdasarkan seberapa besar bujet IT mereka,” kata John-David Lovelock (Wakil Presiden dan Pengamat Gartner) sepert dikutip CBR online.

Tiga vendor teratas Apple, Samsung, dan Google dapat bekerjasama dalam Nexus of Forces.

Microsoft adalah perusahaan besar yang memiliki pengaruh ketika Nexus of Forces dimulai dan memimpin pasar. IBM adalah pemimpin pasar di awal-awal ketika layanan server, storage, dan consulting services mendominasi.

Pendiri Apple Steve Jobs

Siapa yang tidak tahu dengan iPhone, smartphone canggih nan premium itu telah menjadi incaran pengguna yang memiliki dana lebih dan ingin tampil beda. iPhone telah menjadi tulang punggung pendapatan Apple.

Ternyata, ide pembuatan iPhone terinspirasi dari kebencian Steve Jobs (Pendiri dan Mantan CEO Apple) terhadap seorang eksekutif di Microsoft. Hal itu terungkap dari pengakuan Scott Forstall (Pencipta iOS untuk iPhone pertama dan Kepala Bisnis Software Apple).

Forstall menceritakan Jobs tidak tahan dengan seorang eksekutif Microsoft yang terus menerus membicarakan rencananya soal tablet dan stylus.

“Jobs tidak tahan dan kesal karena ia adalah orang yang anti-stylus dan lebih menyukai penggunaan jari tangan pada layar sentuh. Jari yang sudah secara alamiah menggantikan peran stylus pada layar sentuh. Ia pun memilih membuat tablet buatannya sendiri,” katanya seperti dikutip CNET.

“Kami sebenarnya memang sudah mengerjakan proyek tablet, yang awalnya terlihat janggal. Namun semua ini berawal dari kebencian Steve kepada seseorang di Microsoft,” ujar Forstall dalam sebuah acara di Computer History Museum, Mountain View, California.

Apple memperkenalkan iPad pertama kali ke publik pada 2010, tiga tahun setelah Apple meluncurkan iPhone pertama. Namun sebenarnya Apple lebih dulu memulai pengembangan iPad daripada iPhone.

Awalnya, Jobs dan beberapa orang di tim Apple ragu dan menduga peluncuran iPhone akan merusak penjualan iPod. Namun, Jobs berubah total ketika ia pertama kali mencoba software (iOS) untuk iPad.

“Perkecil ukurannya sampai ke sesuatu yang cukup kecil untuk ukuran ponsel,” ungkap Forstall.

Karena itu, Jobs menunda pengembangan iPad dan menggarap iPhone terlebih dahulu. Keputusan itu tak salah, karena iPhone kemudian bisa membuat Apple menjadi perusahaan yang paling menguntungkan di dunia.

Kisah yang diungkapkan pencipta iOS pada iPhone pertama itu sesuai dengan pengakuan Jobs dalam buku biografi berjudul “Steve Jobs” yang ditulis Walter Isaacson.

Dalam buku tersebut tertulis, dalam jamuan malam malam yang menurutnya sampai ke-10, petinggi Microsoft terus menceritakan tentang stylus. Jobs sampai muak dengan ide tersebut sampai pulang ke rumah dengan rasa gusar.

Dengan demikian, iPhone dan iPad tak akan lahir tanpa ada rasa benci Jobs kepada eksekutif Microsoft.

Ilustrasi Amazon Echo

Amazon masih merajai pasar speaker cerdas di Amerika Serikat. Berbekal tiga varian produk, Echo, Tap, dan Dot, Amazon berhasil memperoleh 40,7 persen pangsa pasar, jauh di atas dua pesaing terdekatnya, Sonos dan Google.

Sejauh ini, Amazon Echo berhak menyandang status sebagai speaker cerdas terpopuler di AS dengan pangsa pasar 21,6 persen. Di posisi kedua, terdapat Amazon Dot dengan pangsa 18,2 persen. Sonos menyusul di posisi ketiga dengan pangsa 15,1 persen.

Bagaimana dengan Google? Hasilnya cukup mengejutkan. Google Home hanya mampu meraup pangsa pasar 3,2 persen. Hal ini menunjukkan betapa sulitnya menggoyang dominasi Amazon yang sudah lebih dulu hadir, meski mengusung merek sebesar Google.

Firma riset Strategy Analytics menyebut bahwa faktor utama keunggulan Amazon adalah kejeliannya menyediakan varian produk dengan harga premium dan terjangkau. Amazon Echo merupakan speaker premium dengan harga US$179 sedangkan Amazon Echo Dot menyasar segmen menengah ke bawah dengan harga US$49.

Di sisi lain, Google Home hanya tersedia dalam satu varian yang dihargai US$129. Sementara itu, Sonos sanggup menjual lebih banyak unit daripada Google karena berfokus pada konsumen yang peduli dengan kualitas audio. Varian speaker cerdas Sonos antara lain PLAY:1, PLAY:3, dan PLAY:5 yang dibanderol US$199 – US$499.

Dalam waktu dekat, pasar speaker cerdas akan diramaikan oleh datangnya Apple HomePod pada Desember 2017.

HomePod memang bakal dijual dengan harga yang lebih mahal daripada kompetitor, US$349. Tetapi, Apple menjanjikan kualitas suara high-fidelity, layaknya speaker audio profesional. Karena itu, Strategy Analytics pun memperkirakan HomePod akan lebih berbahaya bagi Sonos daripada Amazon.

Ilustrasi aplikasi belanja di iPhone.

Apple akan mengembangkan iPhone agar bisa merekam data medis penggunanya, termasuk data kunjungan dokter, hasil laboratorium, dan resep obat sehingga membuat pengguna iPhone bisa lebih mudah berbagi data rekam medis dengan dokter baru.

Apple akan membuat paket aplikasi kesehatan yang berfungsi menjadi alat diagnostik lengkap. Alat diagnostik itu bisa menafsirkan data kebugaran dan kesehatan untuk menawarkan saran medis.

Apple memiliki tim khusus di dalam unit kesehatannya yang bertugas berkomunikasi dengan pengembang aplikasi, rumah sakit, dan kelompok industri lainnya untuk membicarakan tentang penyimpanan data kesehatan pada perangkat iPhone.

Saat ini Apple sedang melobi sejumlah pengembang, Rumah Sakit (RS), dan stakeholder terkait lainnya di bidang kesehatan, seperti dikutip CNBC.

Apple beralasan solusi itu akan mengatasi rintangan teknis yang sering menghambat aktivitas berbagi informasi pasien di antara profesional kesehatan karena rumah sakit dan dokter mengalami kesulitan untuk mentransfer informasi pasien dan portal medis online.

Jika berjalan, solusi Apple itu akan menyimpan data medis pengguna dan memungkinkan rumah sakit atau instansi kesehatan lain mengatasi masalah tersebut tanpa kehilangan informasi yang tidak akurat dari pasien tersebut.

Apple juga telah berbicara dengan beberapa kelompok industri TI kesehatan, termasuk “The Argonaut Project” yang mempromosikan penerapan standar terbuka untuk informasi kesehatan dan “The Carin Alliance,” sebuah kelompok yang bertujuan untuk memberi pasien lebih banyak kendali atas data medis mereka.

Pada tahun 2014, Apple sedang mengumumkan HealthKit yang mengajak para pengembang aplikasi untuk mengumpulkan dan membagikan informasi medis tentang para penggunanya.

Ilustrasi iPhone 8

Bagi para penggembar Apple atau Apple Fanboy di seluruh dunia sedang menanti kehadiran iPhone 8. Rumor terbaru, iPhone generasi terbaru itu tidak akan lagi menggunakan kabel untuk mengisi baterai.

Manufaktur perakit iPhone Winstron membenarkan rumor bahwa iPhone 8 akan memiliki teknologi pengisi daya secara nirkabel atau wireless charging, berdasarkan Nikken Asian Review.

“Proses perakitan iPhone tidak banyak berubah. Hanya saja, fitur terbaru seperti kedap air dan pengisi daya secara nirkabel yang memerlukan pengujian yang berbeda. Fungsi anti air akan mengubah proses perakitan sedikit,” kata Robert Hwang (Pimpinan Wistron) seperti dikutip Pocket-Lint.

Wistron merupakan salah satu supplier Apple dan merakit iPhone SE di India. Rencananya, Apple akan meluncurkan iPhone 8 pada September mendatang tapi Apple belum mengeluarkan pernyataan resminya.

Rumor iPhone 8 lainnya, iPhone 8 akan berukuran lebih besar dari iPhone 7 dan memakai bezel tipis.

Saat ini pabrikan smartphone sudah membenamkan fitur tahan air atau wireless charging pada smartphone premiumnya seperti Samsung yang memiliki jajaran smartphone flagship-nya S8.

Akhirnya, Tim Cook (CEO Apple) mengonfirmasi bahwa Apple sedang mengembangkan peranti lunak untuk mendukung mobil tanpa sopir.

Sebelumnya, Apple sangat menutup rapat-rapat mengenai proyek pengembangan mobil tanpa sopirnya sejak 2014.

Cook mengatakan Apple sedang fokus mengembangan sistem otonomos untuk berbagai tujuan yang menurutnya sebagai induk dari kecerdasan buatan (AI). Jadi, sistem otonomos Apple tidak hanya fokus kepada mobil tanpa sopir saja.

“Kami sangat tertarik dengan kelanjutan teknologi ini. Kami melihat ini sebagai induk dari seluruh proyek kecerdasan buatan (AI),” kata Cook dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg seperti dikutip BBC.

Konsep Mobil Autonomous Apple 1

Cook juga mengakui bahwa proyek AI itu adalah proyek yang paling sulit dikerjakan karena Apple harus merubah manajemen dalam Project Titan dan merumahkan puluhan pegawai.

Rumornya, proyek mobil tanpa sopir Apple itu dikerjakan lebih dari 1.000 insinyur yang direkrut Apple dari berbagai produsen mobil ternama. Proyek itu dipimpin oleh Bob Mansfield dan beredarnya perizinan untuk mengetes mobil tanpa sopir di jalanan California, Amerika Serikat (AS).

Apple pun sudah mengantongi izin dari California DMV untuk mulai mengetes sistem mobil tanpa sopirnya di jalanan pada Mei lalu. Saat itu, Apple menggunakan sejumlah mobil SUV Lexus RX450h keluaran 2015 untuk melakukan serangkaian uji coba mobil tanpa sopirnya.

Pengakuan Cook terkait pengembangan mobil tanpa sopir itu bersamaan dengan klaim dari Alphabet Waymo dan Uber yang menyebutkan bahwa mereka adalah pemimpin di industri mobil otomatis.

Xiaomi Amazfit 1

Saat ini perangkat wearable devices seperti smartwatch sedang booming di pasar. Meskipun, tidak sebesar smartphone, pengguna mulai beralih untuk menggunakan jam tangan pintar.

Perusahaan riset IDC melaporkan Xioami berhasil mengapalkan 3,6 juta perangkat keseluruh dunia pada kuartal pertama 2017, menurun dari kuartal keempat tahun lalu dimana Xiaomi berhasil mengirimkan 5,2 juta perangkat.

Namun, pencapaian itu sudah cukup bagi Xiaomi untuk mengeser posisi Fitbit sebagai raja wearable device dan mengusai 14,7 pangsa pasar.

Sebelumnya, Xiaomi berada di posisi kedua di bawah Fitbit.

Laporan IDC Wearable

Apple sendiri berada di posisi kedua, naik dari peringkat ketiga kuartal akhir tahun lalu. Selama kuartal pertama tahun ini, Apple mampu mengapalkan 3,6 juta unit dan menguasai pangsa pasar sebesar 14,6 persen.

Apple pun mengalami penurusan dari kuartal sebelumnya karena Apple mampu mengirimkan 4,6 juta Apple Watch pada kuartal akhir tahun lalu ke seluruh dunia seperti dikutip Venture Beat.

Ironisnya, Fitbit sebagai penguasa pasar wearable devices harus melorot dari posisi puncak ke peringkat tiga karena Fitbit hanya mengapalkan 3 juta perangkat dan memiliki pangsa pasar sebesar 12,3 persen. Padahal, kuartal empat 2016 lalu, Fitbit mengirimkan 6,5 juta wearable ke seluruh dunia.

Diposisi keempat, ada Samsung yang berhasil mengapalkan 1,4 juta perangkat dengan pangsa pasar sebesar 5,5 persen. Sementara di posisi buncit lima besar pasar wearable ada Garmin dengan pangsa pasar sebesar 4,6 persen dan berhasil mengapalkan 1,1 juta perangkat ke seluruh dunia.

Salah satu tersangka pencurian data pengguna Apple sedang diinterogasi polisi Tiongkok.

Apple sangat menjunjung tinggi nilai privasi penggunanya termasuk informasi dan data pengguna layanannya. Namun justru, rekanan perangkat Apple sendiri yang berada di Tiongkok menjual data pelanggan mereka untuk meraup miliaran dolar.

Data pengguna menjadi salah satu komoditi terpanas di pasaran saat ini, karena teknologi terus menembus kehidupan di seluruh dunia, dan mengetahui bagaimana orang berperilaku menjadi sumber berharga di berbagai spektrum bisnis.

Kepolisian Zhejiang, Tiongkok berhasil menangkap 22 tersangka yang mencuri dan menjual data pengguna dari database Apple ke pasar gelap. Ironisnya, para pelaku adalah distributor Apple dari pihak ketiga yang memiliki akses ke data pengguna iPhone, seperti nomor telepon dan ID Apple.

Data-data pengguna itu dijual antara 10-80 Yuan atau sekitar Rp 19 – 156 ribu perdata dan total angka penjualan data curiannya mencapai 50 juta Yuan atau sekitar US$ 7,36 juta atau setara Rp98 miliar seperti dikutip Phone Arena.

Sayangnya, tak jelas berapa banyak pengguna iPhone yang terdampak pencurian data pribadi tersebut. Apple pun belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kasus kriminal tersebut.

Polisi Tiongkok itu menyelidiki kasus tersebut sejak Januari dan mulai menjaring tersangka pada 3 Mei. Polisi itu menangkap para tersangka di Provinsi Guangdong, Jiangsu dan Fujian serta menyita komputer, ponsel dan kartu kredit selama penggrebekan.

Akibat perbuatannya, para tersangka akan dikenakan pasal penjualan informasi ilegal.

Sekadar informasi, penjualan data di Tiongkok sudah bukan hal yang baru karena Tiongkok memiliki pasar gelap untuk mendapatkan informasi yang diperoleh secara ilegal, baik yang diperoleh dari database perusahaan atau pemerintah.

Peretas dan spesialis pencurian data menargetkan pengguna iPhone, sebagai upaya pemeresan atau mendapatkan akses data sensitif di Cloud.

Tim Cook (CEO Apple) ketika memberikan sambutan di kelulusan MIT

Tim Cook (CEO Apple) menghadiri wisuda Massachusetts Institute of Technology (MIT) untuk memperingatkan para lulusan dan mahasiswa. Di hadapan para wisudawan, Cook mengatakan orang harus menggunakan teknologi dengan beradab untuk kemaslahatan bersama.

Universitas MIT memilih Cook karena MIT menilainya sebagai “pelopor” dalam memperjuangkan inovasi.

“Saya tidak khawatir dengan kecerdasan buatan yang membuat komputer memiliki kemampuan berpikir seperti manusia. Namun, Saya lebih peduli kepada manusia yang berpikir seperti komputer, tanpa nilai atau belas kasih, tanpa mempedulikan konsekuensinya, ” kata Cook seperti dikutip Reuters.

“Ilmu pengetahuan tidak akan berharga jika tidak dimotivasi oleh nilai dasar kemanusiaan dan keinginan untuk membantu orang,” tegasnya.

“Jika sains adalah pencarian di kegelapan, maka humaniora adalah lilin yang menunjukkan tempat kita berada dan bahaya yang ada didepan,” tutur Cook.

Cook mengatakan Apple akan terus mencari cara untuk menggabungkan teknologi dengan rasa kemanusiaan dan kasih sayang. Karena itu, Apple ingin membuat produk yang bisa membantu orang seperti teknologi iPhone yang bisa membantu atlet tuna netra melakukan marathon dan iPad yang menghubungkan anak autis dengan dunia sekitarnya.

“Tanggung jawab ini sangat besar. Peluangnya pun sama besarnya juga,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Cook juga mengkritisi peran media sosial yang dapat memberikan ancaman yang nyata kepada pengguna terutama dalam hal privasi atau keamanan dan penyebaran berita palsu bahkan media sosial bisa membuat kita menjadi anti-sosial.

“Saya yakin teknologi harus diimbangi dengan pengetahuan manusia. Apple pun akan fokus mengembangkan teknologi yang melindungi privasi manusia dan akan membuat seuah alat yang memanfaatkan machine learning untuk mengatasi penyakit manusia,” ucapnya

Inti pidato Cook sama dengan pidato yang ia sampaikan di Apple termasuk upaya perlindungan hak privasi dan melakukan investasi besar menjadi perusahaan teknologi ramah lingkungan.

Tak hanya Cook, Steve Jobs (Pendiri Apple) pernah menyampaikan pidato pada wisuda Stanford University pada 2005 silam. Jobs kala itu menguraikan latar belakang pemikirannya yang bebas dan mengatakan kepada para lulusan untuk mendapatkan pekerjaan yang mereka cintai.

TERBARU

Mengusung jargon Selfie Expert, Oppo F1s memiliki resolusi kamera depan yang lebih besar dibanding kamera utama.