Tags Posts tagged with "Apple"

Apple

Ilustrasi Penjualan Apple di Tiongkok

Pangsa pasar Apple terus jatuh dan tergerus di Tiongkok pada kuartal lalu, menyusul penjualan Apple turun 14 persen dari tahun ke tahun sekaligus mengakhiri dominasi iPhone di negara Tirai Bambu tersebut.

Perusahaan riset Canalys mengungkapkan vendor smartphone lokal Xiaomi sukses menggeser posisi Apple yang berada di peringkat keempat dan menempatkan Apple di posisi kelima.

Samsung sebagai vendor smartphone terbesar di dunia tidak berkutik di Tiongkok. Posisi Samsung hanya berada di 10 besar di pasar smartphone Tiongkok, seperti dikutip CNBC.

Canalys mengungkapkan ada 4 vendor smartphone terbesar di Tiongkok yaitu Huawei yang tetap berada di peringkat pertama dengan jumlah smartphone terjual sebanyak 23 juta unit pada kuartal lalu, diikuti Oppo sebanyak 21 juta, Vivo sebanyak 16 juta, dan Xiaomi sebanyak 15 juta.

Apple pun bungkam mengenai buruknya penjualan iPhone di Tiongkok. Laporan terpisah Counterpoint Research mengungkapkan iPhone bukan lagi smartphone paling populer dan laris di Tiongkok pada tahun lalu. Padahal, iPhone menguasai pangsa pasar smartphone Tiongkok sejak 2012.

Namun, Tim Cook (CEO Apple) optimistis Apple mampu bersaing dan memiliki masa depan yang cerah di Tiongkok walaupun mendapatkan perlawanan dari ekosistem software WeChat yang berjalan pada perangkat Android dan iOS.

Para pengamat juga yakin kehadiran iPhone 8 akan memulihkan nama baik dan pengaruh Apple di Tiongkok.

Ilustrasi iPod Nano dan Shuffle.

Pergeseran tren mendengarkan musik, dari membeli dan mengunduh file digital menjadi menikmatinya lewat layanan streaming online, memaksa Apple untuk mengistirahatkan dua produknya, iPod Nano dan iPod Shuffle.

Keputusan ini diketahui dari hilangnya laman produk iPod Nano dan Shuffle di situs resmi Apple dan mengalihkannya ke laman Apple Music, layanan streaming musik milik raksasa teknologi asal Cupertino itu.

[BACA: Layanan Streaming Musik Membunuh iPod]

Dengan dihentikannya penjualan iPod Nano dan Shuffle, artinya sekarang Apple hanya menyisakan model iPod Touch. Pada tahun 2014, Apple juga sudah menyetop produksi iPod Classic.

“Hari ini, kami menyederhanakan lini iPod dengan menyediakan dua model iPod touch yang memiliki kapasitas dua kali lebih besar, dimulai dari US$199, dan kami menghentikan produksi iPod shuffle dan iPod nano,” tulis Apple dalam pernyataan resminya.

Dua model iPod Touch yang dimaksud adalah varian 32 GB dengan harga US$199 dan 128 GB dengan harga US$299.

iPod Shuffle pertama kali diluncurkan pada Januari 2005. Model iPod terkecil dan termurah ini sempat dipasarkan hingga empat generasi, tetapi terakhir diperbarui pada tahun 2010. Sedangkan iPod Nano mengalami debutnya pada September 2005, dipasarkan hingga tujuh generasi, dan terakhir diperbarui pada tahun 2015–itu pun hanya menambah pilihan warna.

Dikutip dari CNBC, kali terakhir Apple mengungkap jumlah penjualan iPod adalah kuartal ketiga 2014 dan hanya mencatat angka 2,6 juta unit, kalah jauh dari penjualan iPhone sebesar 39,3 juta unit.

Ditakdirkan untuk “Mati”

“iPod memang ditakdirkan untuk ‘mati’ dan digantikan pemutar musik lainnya. Sekitar tahun 2003 atau 2004, kami sempat bertanya kepada diri sendiri, apa yang akan membunuh iPod?” kata Tony Fadell, mantan desainer Apple dan iPod generasi pertama yang punya julukan “Father of the iPod”, tiga tahun lalu.

“Saat itu, kami sudah memprediksi bahwa layanan streaming [yang akan menggantikan iPod]. Kami menyebutnya ‘kotak musik di langit’. Itulah yang kita lihat sekarang: koleksi musik di [penyimpanan] awan,” lanjutnya.

Namun, Fadell menambahkan faktor lain pembunuh iPod di samping menjamurnya layanan streaming musik. Menurutnya, penikmat musik masa kini lebih suka menggunakan smartphone mereka untuk memutar musik. Keterbatasan ruang simpan sudah bukan menjadi masalah lagi karena ponsel-ponsel modern sudah memiliki storage sampai 128GB, ditambah kemampuan akses ke cloud storage.

Ilustrasi selfie dengan iPhone

Saat ini selfie sudah menjadi tren gaya hidup. Tak heran, banyak smartphone yang kekinian memiliki kamera ganda dengan resolusi besar untuk selfie. Para produsen smartphone pun berlomba-lomba memperbaiki teknologi kamera depan untuk perangkat terbarunya.

Apple pun memiliki paten kamera terbaru yang menentukan apakah seseorang akan mengambil selfie berkualitas rendah dan melakukan dengan mengutak-atik gambar preview.  Anda bisa melakukan cropping dan mengubah skala gambar.

Paten terbaru itu membuat pengguna dapat mengambil kualitas gambar yang lebih tinggi bahkan jika Anda tidak memiliki pengetahuan teknis atau keterampilan untuk melakukannya seperti dikutip Digital Trends.

Teknologi paten itu akan menghasilkan kualitas gambar selfie yang baik secara konsisten dan membuat pengguna iPhone lebih sering selfie.

Paten terbaru itu juga memiliki mode landscape pada kamera depannya. Software itu juga akan memanfaatkan bidang pandang yang lebih luas dan sudut lebar sehingga memberikan area permukaan yang lebih luas.

Meski begitu, sudut yang lebih lebar dan FOV tidak akan diterapkan dalam mode potret biasa.

Sebelumnya, Apple juga diketahui mematenkan teknologi mekanisme untuk mengeluarkan kelebihan air dari earpiece atau speaker iPhone. Fitur itu menjaga iPhone tetap kering dan mencegah cairan merusak komponen internal.

Ilustrasi Qualcomm Snapdragon 450

Intel terseret dalam perseteruan hukum Apple-Qualcomm dan menuduh Qualcomm mematikan kompetisi mobile chip karena Qualcomm satu-satunya penguasa industri mobile chip.

Bahkan, Intel telah menempuh jalur hukum ke Komisi Persaingan Usaha AS. Komisi usaha itu akan menginvestigasi gugatan Qualcomm yang menuduh Apple telah melanggar enam paten Qualcomm.

“Qualcomm tidak ingin investigasi ini berhenti dan membuat Qualcomm satu-satunya penguasa pasar mobile chip,” kata Intel dalam pernyataannya seperti dikutip CNET.

Pernyataan Intel itu pun menyudutkan Qualcomm yang melakukan monopoli pasar chip mobile. Intel pun menuduh Qualcomm menolak untuk melisensikan beberapa paten standar utnuk rivalnya.

“Qualcomm terbiasa ‘membunuh’ kompetitor terbaru dan pesaing potensial,” ucapnya.

Bahkan, Intel juga menuduh Qualcomm telah bersengkokol dengan Apple supaya Apple menggunakan chip Qualcomm untuk produk-produknya. Keuntungannya, Qualcomm akan membebankan biaya lisensi yang murah kepada Apple.

Apple dan Qualcomm sedang berseteru di pengadilan sejak Januari. Apple menuduh Qualcomm membebankan pembiayaan lisensi teknologi yang mahal.

Ilustrasi perseteruan Apple vs Qualcomm

Qualcomm Inc. harus menghadapi serangkaian tuduhan monopoli terbaru dari pabrikan kontraktor yang membuat iPhone, yaitu Hon Hai Precisiton Industry Co (Foxconn), Wistron Corp, Compal Electronics Inc, dan Pegatron Corp.

Gabungan pabrikan pembuat iPhone itu menuduh Qualcomm melanggar dua pasal Sherman Act dalam Undang-Undang Antimonopoli Amerika Serikat.

Sherman Act merupakan salah satu undang-undang federal dalam sejarah beleid antimonopoli AS. Pada awal abad ke-20, undang-undang itu digunakan untuk mengurangi kekuatan ekonomi yang dipegang JP Morgan dan John D. Rockefeller.

Theodore J. Boutrous (Pengacara Empat Perusahaan Kontraktor Apple Inc) mengatakan kliennya memiliki argumen dan pertahanan sendiri menghadapi Qualcomm. Qualcomm telah mengonfirmasi secara terbuka bahwa tuntutan hukum itu untuk menghukum klien mereka karena bekerjasama dengan Apple.

“Qualcomm meminta pengadilan untuk memaksa kontraktor membayar lisensi yang lebih tinggi,” katanya seperti dikutip CNET.

Tuntutan terhadap Qualcomm itu menjadi bagian dari perselisihan Apple dan Qualcomm. Apple menuding bahwa Qualcomm telah memeras Apple dengan menagih pembayaran lebih tinggi daripada seharusnya. Namun, Qualcomm mengklaim bahwa Apple mencuri enam hak paten dari mereka.

Tanggapan Qualcomm

Sementara itu Derek Aberle (Presiden Direktur Qualcomm) mengatakan selama ini Apple telah mengendalikan semua pernyataan dan tindakan para kontraktor dalam proses pengadilan.

“Jika Apple tidak mencampuri urusan lisensi dan menginstruksikan kontraktor untuk melakukan tindakan tersebut, para perusahaan tidak akan mengajukan tuntutan saat ini,” tuturnya.

Don Rosenberg (Penasihat Umum Qualcomm) mengatakan pihaknya memiliki kontrak dengan empat kontraktor Apple itu yang telah konsisten membayar lisensi selama 10 tahun terakhir.

“Semuanya bermuara dari Apple yang tidak ingin membayar kekayaan intelektual berharga yang kami punya dan diikuti oleh perusahaan lainnya,” ucapnya.

Apple Store di Shanghai, Tiongkok.

Apple mengumumkan rencana untuk membangun data center di Tiongkok dengan tujuan mematuhi peraturan pemerintah setempat.

Pada 1 Juni 2017, Pemerintah Tiongkok telah menerbitkan peraturan terkait keamanan siber yang mewajibkan seluruh pemilik dan penyelenggara jaringan untuk menyimpan data-datanya secara lokal di dalam wilayah Tiongkok. Pemerintah berpendapat bahwa regulasi ini dibuat untuk mengantisipasi bahaya serangan siber dan terorisme.

Selain itu, para pemilik bisnis dan layanan yang memiliki pengguna di Tiongkok juga diperintahkan untuk menyerahkan lebih dari 1.000 gigabyte data setiap tahun untuk diperiksa oleh pemerintah lokal. Jika peraturan ini tidak dipatuhi, Pemerintah Tiongkok mengancam akan memblokir layanan mereka.

Apple akan membangun data center pertamanya di provinsi Guizhou bagian selatan dan bekerjasama dengan partner lokal, yakni Guizhou-Cloud Big Data Industry Co. Ltd. (GCBD). Ke depannya, Apple juga bakal mengucurkan dana sekitar US$1 miliar di provinsi ini untuk pengembangan bisnis.

“Pembangunan data center ini akan memungkinkan kami meningkatkan kecepatan dan keandalan aneka produk dan layanan kami, selain mematuhi regulasi terbaru,” kata juru bicara Apple seperti dilansir Reuters.

“Regulasi ini mensyaratkan penyediaan layanan cloud yang dikelola oleh perusahaan lokal Tiongkok sehingga kami bekerjasama dengan GCBD untuk menawarkan iCloud [bagi pengguna di Tiongkok]. Tetapi, tidak akan ada pintu belakang (backdoor) yang dibuat untuk mengakses sistem kami,” lanjut Apple untuk meyakinkan pengguna soal keamanan data mereka.

ilustrasi iPhone 8

Sampai saat ini Apple masih menutup rapat segala informasi dan harga iPhone 8 yang akan hadir sebentar lagi.

John Gruber (Pengamat Produk Apple) membuat perhitungan sederhana terkait banderol iPhone 8 dalam situs pribadinya. Ia memperkirakan harga sebuah iPhone 8 akan setara dengan sebuah MacBook senilai US $1.200 atau sekitar Rp16juta perunitnya.

“Ada banyak faktor yang mempengaruhi naiknya harga iPhone 8,” katanya seperti dikutip CNBC.

Faktor pertama, iPhone akan mengusung layar OLED sehingga harga komponen perangkat keras yang lebih mahal dari biasanya. Seperti diketahui, Apple berencana menggandeng Samsung Display dan LG Display untuk memasok layar OLED iPhone 8

Faktor kedua, Apple mengincar margin keuntungan yang besar dari iPhone 8. Biasanya, Apple memasang profit 35-40 persen dari sebuah iPhone baru. Faktor ketiga, pembuatan iPhone 8 yang sangat sulit melebihi produk-produk sebelumnya.

Faktor keempat, harga iPhone yang terus naik di setiap tahunnya, menyusul harga iPhone terbaru akan berada di atas US$1.000. Jika harga iPhone 8 di bawah harga iPhone 7, maka akan menggerus harga iPhone yang sudah meluncur terlebih dulu itu. Harga iPhone 7 dengan spesifikasi teratas saat ini (256GB) mencapai US$969.

Pastinya, Gruber yakin harga iPhone 8 tidak akan mencapai US$1.500 atau sekitar Rp20 jutaan. Karena itu, Gruber memprediksi harga iPhone 8 akan berkisar US$1.200 – US$1.300 lebih mahal sedikit dari perkiraannya.

“Mari kita lihat. Harga (iPhone 8) US$1.500 sangatlah mahal. Tapi, harga US$1.200 sangat mungkin masuk akal untuk harga awalnya. Varian iPhone 8 paling tinggi berkisar US$1.300 atau US$1.400,” tulis Gruber dalam situsnya.

Meskipun demikian, harga di atas masih sebatas prediksi. Belum termasuk, harga promosi dari operator seluler dalam program bundling.

Ilustrasi perseteruan Apple vs Qualcomm

Pabrikan semikonduktor Qualcomm Inc meminta Komisi Perdagangan Internasional Amerika Serikat (USITC) untuk melarang Apple Inc menjual beberapa iPhone dan iPad di Amerika Serikat (AS) yang memakai chipset buatan Intel Corp karena melanggar enam paten Qualcomm.

Qualcomm pun akan meminta USITC untuk melarang Apple mengimpor perangkat Apple yang melanggar paten tersebut dan menginginkan penjualan iPhone yang ada saat ini dihentikan.

“Penemuan Qualcomm ada di dalam setiap iPhone dan telah masuk ke kategori yang melebihi standar seluler. Apple terus saja memakai teknologi Qualcomm tapi menolak membayar lisensi,” kata Don Rosenberg (General Counsel Qualcomm) seperti dikutip CNBC.

Qualcomm pun mengambil langkah hukum dengan memasukan tuntutannya ke pengadilan federal California untuk menuntut ganti rugi. Qualcomm memang tidak menyebutkan nama Intel tapi Intel-lah yang memasok chip untuk beberapa iPhone, dimulai dari iPhone 7.

Qualcomm mengatakan enam paten Qualcomm itu membantu Apple untuk meningkatkan performa perangkat tanpa menghabiskan baterai.

Stacy Rasgon (Analis Bernstein) mengatakan USITC memerlukan waktu 16 bulan untuk memutuskan dakwaan itu dan kasus itu tampaknya tidak akan berpengaruh pada ulang tahun iPhone ke-10 yang jatuh pada musim gugur ini.

Sudah menjadi rahasia umum bahawa hubungan Apple dan Qualcomm tidak harmonis. Qualcomm memangkas biaya total ponsel dengan imbalan chip “modem” yang membantu ponsel menggunakan jaringan data.

Apple merasa Qualcomm meminta bayaran yang berlebihan dalam hal pemakaian paten tertentu.

Bocoran desain iPhone 8 dengan layar nyaris tanpa bingkai.

Pemberitaan iPhone 8 memang layak ditunggu. Apple berencana membuang sensor pemindai sidik jari Touch ID pada iPhone 8 sekaligus menjadi iPhone generasi pertama yang tidak memiliki sensor pemindai sidik jari Touch ID.

Sebagai gantinya, Apple sedang melakukan pengujian sensor pengenalan wajah secara 3D sebagai sistem keamanan baru untuk membuka layar dan otorisasi pembayaran. iPhone 8 akan memiliki fitur pengenalan wajah yang berada di dalam kamera depan.

Tampaknya, Apple akan mengejar ketertinggalannya dalam hal face recogition di iPhone mendatang. iPhone generasi ke 10 itu menyertakan sensor kedalaman yang bisa memindai wajah Anda dengan tingkat akurasi dan kecepatan yang baik.

Fitur Pemindai wajah iPhone 8 dapat membuka perangkat Anda di dalam beberapa ratus milidetik bahkan di atas meja datar seperti dikutip The Next Web.

Apple menilai sistem keamanan melalui fitur pengenalan wajah jauh lebih aman karena sistem itu mengambil titik data lebih banyak dibandingkan dengan sensor pemindai sidik jari biasa.

Uniknya, Apple juga akan menyematkan chip khusus bernama Apple Neural Engine untuk menangani fitur ProMotion, tugas-tugas kecerdasan buatan (AI), dan meningkatkan penggunaan daya baterai.

Sebelumnya, Ming Chi-Kuo (Analis terkenal KGI Securities) memprediksi Apple akan menghilangkan sidik jari Touch ID dan menggantikannya dengan fitur pengenalan wajah sensor 3D pada iPhone 8.

Kuo juga mengkonfirmasi bahwa Apple bakal meluncurkan tiga model iPhone terbaru pada tahun ini yaitu iPhone 8, iPhone 7s dan iPhone 7 Plus. iPhone 8 akan hadir dengan desain kaca dan sasis stainless steel untuk menggantikan layar OLED 5,8 inci dengan area aktif berukuran 5,2 inci.

Sedangkan dua model lainnya bakal dilengkapi layar LCD 4,7 inci dan 5,5 inci dan desain yang mirip seperti iPhone yang ada di pasaran saat ini. Hanya saja untuk
materialnya bakal mengadopsi kaca di bagian belakang bodi dan bingkai aluminium.

Samsung Galaxy S8 dan S8+.

Samsung Display Co. mempertahankan statusnya sebagai pabrikan layar smartphone terbesar di dunia pada kuartal pertama 2017, menyusul peningkatan pengapalan panel Organic Light-Emitting Diode (OLED).

Perusahaan riset IHS Markit mengungkapkan gabungan penjualan global layar LCD dan OLED berukuran 9 inci atau lebih kecil mencapai US$ 13 miliar pada periode Januari sampai Maret 2017, naik 35 persen dari tahun lalu.

Samsung Display mencatatkan penjualan senilai US$ 3,5 miliar pada kuartal pertama 2017 dan menguasai 27,2 persen pasar global. Di bawah Samsung, ada Japan Display dengan 17,8 persen pangsa pasar dan LG Display Co. serta BOE Technology Group.

“Harga rata-rata penjualan OLED fleksibel US$ 65,3, jauh di atas US$ 36,7 dan US$ 18,9 dari masing-masing produk OLED dan LCD. Samsung Display masih memimpin dan akan membantu profitabilitas perusahaan,” kata sumber industri seperti dikutip dari Korea Herald.

Gabungan penjualan produk OLED menghasilkan US$ 1,1 miliar.

Investasi Besar-besaran

Samsung dan Apple memiliki hubungan yang menarik. Keduanya bersaing di pasar smartphone tetapi juga saling membutuhkan. Apple bergantung pada Samsung untuk memasok sejumlah bagian iPhone, termasuk pernah memproduksi chipset Ax.

Kini, Apple pun berencana menggunakan panel OLED Samsung Display untuk iPhone terbaru di masa depan. Karena itu, Samsung akan berinvestasi hingga miliaran dolar Amerika Serikat (AS).

Menurut sumber, Samsung akan membelanjakan uang sebanyak US$ 21 miliar untuk membangun dua pabrik pembuatan panel OLED. Pembangunan pabrik itu untuk mencukupi pesanan layar OLED iPhone terbaru.

Kedua pabrik terbaru Samsung itu baru akan mengirimkan panel layar OLED pada 2019. Ketika kedua pabrik itu sudah mencapai puncak produksi, Samsung akan memproduksi tambahan 270 ribu panel OLED setiap bulannya.

Apple diprediksi akan mulai mengapalkan iPhone panel OLED mulai tahun depan. Untuk itu, Samsung akan mengapalkan sebanyak 180 juta panel OLED kepada Apple pada 2018.

TERBARU

Melalui Ajang RSA Conference 2017 Asia Pacific & Japan, Super Micro Computer ikut ambil bagian sekaligus memperkenalkan beberapa produk terbarunya.