Tags Posts tagged with "Apple"

Apple

ilustrasi iPhone 8

Samsung menggenjot produksi layar OLED tahun ini sekaligus menguatkan rumor bahwa Samsung memproduksi layar iPhone 8. Sebelumnya, beredar rumor iPhone 8 akan mengusung layar lengkung OLED, mirip Galaxy S8.

“Berkat OLED, pendapatan akan tumbuh tahun ini, menyusul peningkatan permintaan layar OLED pada kuartal dua,” ujar Samsung dalam laporan keuangannya, seperti dikutip Pocket-Lint.

[BACA: Inikah Wujud iPhone 8? Nyaris Tanpa Bingkai dan Kamera Depan]

iPhone 8 akan menjadi satu-satunya model premium tahun ini. Rumor lainnya menyebutkan iPhone 8 akan ditemani oleh iPhone 7s dan iPhone 7s Plus.

Sementara itu, Samsung pun akan meluncurkan satu kejutan lagi smartphone flagship pada kuartal kedua tahun ini yaitu Galaxy Note 8. Samsung pun sudah membuat layar OLED untuk pabrikan lainnya

Dari sisi pendapatan, Samsung sukses menjadi pemimpin pasar dalam sektor chip memory, smartphone, dan televisi pada kuartal pertama tahun ini.

[BACA: Didera Masalah, Laba Samsung Malah Bertambah]

Pemesanan smartphone Galaxy S8 pun sukses mencetak rekor baru dan melebihi ekspektasi pengamat sehingga memberikan secercah harapan ke Samsung, terkait insiden recall Galaxy Note 7.

Namun, pemasalahan kecil Galaxy S8 seperti layar berwarna merah-kemerahan dan koneksi WiFi membuat Samsung harus meluncurkan software untuk memperbaikinya.

“Memasuki kuartal kedua, Samsung mengharapkan pertumbuhan yang meningkat dari chip memory dan penjualan Galaxy S8 dan S8+,” ucap Samsung seperti dikutip Venture Beat.

Samsung pun dinobatkan sebagai perusahaan yang sangat bernilai di Asia dengan nilai kapitalisasi pasar senilai 9,9 triliun won atau US$8,75 miliar. Ini merupakan pencapaian tertinggi mereka sejak tahun 2013.

Ilustrasi Uber pada iPhone

Uber kembali dirundung permasalahan pelik terkait privasi. Kali ini, Uber mencari masalah dengan Apple.

Pada 2015, Uber menemukan sebuah cara rahasia untuk mengidentifikasi dan melakukan tag (melacak lokasi) kepada pengguna iPhone yang memakai aplikasinya. Parahnya, identifikasi akan tetap berfungsi walaupun pengguna iPhone telah menghapusnya.

Padahal, praktik identifikasi atau fingerprinting merupakan hal terlarang. Namun, Uber tetap nekat mempraktekan fingerprinting. Bahkan, Uber sengaja memasang geofence di markas Apple di Cupertino agar tidak ketahuan melakukan praktik terlarang.

Geofence merupakan pagar virtual yang disematkan melalui GPS untuk mematikan aplikasi saat masuk ke wilayah tertentu dan menyalakannya lagi ketika pengguna aplikasi sudah berada di luar wilayah itu.

Selain memasang geofence, Uber juga berani mengubah kode dalam aplikasi mereka agar tindakan fingerprinting itu tidak ketahuan pegawai Apple.

Terbongkar Juga

Apple pun tidak bodoh dan langsung mencium kelakuan busuk Uber tersebut. Tim Cook (CEO Apple) langsung menegur keras Travis Kalanick (CEO Uber) untuk menghentikan praktik ilegal tersebut.

Bahkan, Apple akan menghapus aplikasi Uber dari App Store, jika tetap melakukan aksi tersebut.

“Jadi saya dengar, Anda telah melanggar sejumlah peraturan perusahaan kami,” kata Cook kepada Kalanick sebuah pertemuan seperti dikutip The Verge.

Sumber mengatakan bahwa Kalanick sangat terkejut mendengar kemarahan Cook. Akhirnya, Kalanick langsung memenuhi permintaan Cook karena Uber bisa kehilangan akses jutaan pengguna iPhone dan menghancurkan bisnis mereka.

Uber pun membantah aplikasi untuk melacak lokasi individu para pengguna aplikasinya. Uber berkilah fitur yang melanggar privasi itu berfungsi sebagai pendeteksi penipuan.

“Kami tentu saja tidak melacak pengguna atau lokasi mereka, jika mereka menghapus aplikasinya,” ujar Uber.

“Ini adalah tipikal cara untuk mencegah penipuan loading aplikasi Uber yang berasal dari ponsel curian, kartu kredit curian, dan melakukan perjalanan Uber dengan tarif mahal,” ucap Uber.

Bukan yang Pertama

Uber baru-baru ini diketahui menggunakan tool rahasia bernama Greyball untuk menggagalkan upaya pemerintah masing-masing negara untuk mengetahui Uber melanggar aturan setempat.

Pada 2014, salah satu eksekutif Uber diduga menggunakan fitur internal bernama “God View” untuk melacak lokasi seorang reporter tanpa sepeetahuiannya. Penggunaan tool itu memungkinkan staf Uber melihat aktivitas login si pengguna.

Sialnya, aktivitas Uber itu terbongkar dan Uber harus mempekerjakan ahli keamanan dan privasi pihak ketiga untuk meninjau kebijakan dan memberikan rekomendasi.

Ilustrasi phising Punycode

Xudong Zheng (Peneliti Keamanan Informasi asal Tiongkok) menemukan teknik phishing terbaru yang dapat meretas peramban Chrome dan Firefox dan memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi karena sistem keamanan sangat sulit mendeteksi keberadaan phising tersebut.

Serangan itu sangat mirip dengan teknik serangan Homograph yang menampilkan sebuah alamat website yang sangat mirip dengan aslinya dan memanfaatkan berbagai karakter Unicode. Hal itu terlihat mirip dengan huruf Latin jika dilihat oleh mata manusia.

Namun komputer melihat karakter Unicode harus diperlakukan dan diproses secara berbeda.

Sebagai contoh karakter Cyrillic “?” (U+0430) dan Latin “a” (U+0041), komputer dan peramban akan memproses secara berbeda dan akan menampilkan huruf “a” yang terlihat sama pada alamat website.

Sebenarnya Chrome dan Firefox telah mengimplementasikan sebuah algoritma “Punycode” untuk menghindari serangan Homograph tersebut. Punycode akan mengubah setiap karakter yang ada pada Unicode menjadi ASCII (A-Z, 0-9) dengan dukungan sistem International Domain Names (IDNs)

“Punycode akan menyembunyikan karakter Unicode asli dari sebuah domain jika mengandung karakter dari beberapa bahasa berbeda,” kata Zheng seperti dikutip SlashGear.

Sebagai contoh domain “?pple.com” yang menggunakan karakter Cyrillic “?” (U+0430) akan ditampilkan dalam bentuk Punycode sebagai “xn--pple-43d.com” untuk menghindari kebingungan dengan domain “apple.com”.

Punycode pun dapat dikelabui jika menggunakan alamat domainnya menggunakan bahasa yang sama. Zheng mendaftarkan alamat domain “xn--80ak6aa92e.com” yang menggunakan Cyrillic sebagai pembuktian untuk menembus perlindungan yang ada pada Punycode.

Zheng pun telah melaporkan kasus tersebut kepada Google dan Firefox untuk penanganan lebih lanjut.

Google pun langsung meluncurkan Chrome 59 (versi Canary). Canary merupakan versi khusus Chrome untuk para developers. Sementara Chrome versi standar akan mendapatkan update perbaikan untuk masalah ini pada rilis versi Chrome 58 yang rencananya akan dirilis sekitar tanggal 25 April nanti.

Firefox masih berdiskusi internal untuk melakukan memberikan perbaikan terhadap masalah tersebut. Pengguna Firefox dapat melakukan konfigurasi secara manual terhadap perambannya untuk menghindari serangan ini dengan mengikuti langkah berikut

Ilustrasi kacamata pintar Carl Zeiss

Menurut laporan Health and Safety oleh Gizmodo, Apple sedang mengerjakan sistem pemindai mata yang menggunakan teknologi laser.

Sayangnya, mata kiri karyawan Apple terluka ketika mencoba prototipe baru tersebut. Dokumen mengenali kecelakan di tempat kerja itu bocor kepada Gizmodo.

Dalam laporan itu, ada jumlah kecelakaan yang disebabkan pengujian produk baru Apple termasuk sistem pengenalan wajah berbasis AR dan VR.

“Karyawan melaporkan matanya sakit setelah mengerjakan prototipe baru tersebut,” tulis laporan itu seperti dilansir BGR.

“Karyawan itu menekankan segel keamanan pada casing berwarna magenta telah rusak,” kata sumber internal Apple yang berspekulasi cedera mata itu ada hubungannya dengan produk AR Apple.

Sinar laser dan cedera mata sangat berhubungan dengan layar mata seperti cedera pada Google Glass. Fakta bahwa prototipe itu memiliki magenta berarti bagian dari teknologi wearable.

Apple dihubungan degan proyek AR dan Tim Cook (CEO Apple) mengatakan pengembangan AR lebih menarik daripada VR. Beberapa laporan mengatakan Apple sedang mengerjakan prototipe AR saat ini.

Liam, robot daur ulang Apple.

Apple dikenal sebagai salah satu perusahaan teknologi yang paling ramah lingkungan.

Berdasarkan 2017 Environmental Responsibility Report yang baru diterbitkan, Apple mengklaim bahwa mereka berhasil mengurangi jejak karbon sebesar 23 persen dari tahun 2015 serta menggunakan penggunaan energi terbarukan di 96 persen bangunan miliknya.

Di masa depan, Apple bahkan menargetkan untuk membuat produk-produknya dari 100 persen material daur ulang produk-produk bekas, seperti iPhone, iPad, dan Mac. Tujuannya agar Apple tidak perlu lagi menambang bahan-bahan logam mentah, seperti aluminium, timah, dan tembaga, dan membuang produk-produk tak terpakai.

Apple menyebut upaya ini sebagai “closed-loop supply chain” atau rantai pasokan putaran tertutup. “Terdengar gila, tetapi kami sedang bekerja mewujudkannya,” tulis Apple dalam laporannya.

“Kami akan terus berinvestasi untuk mendaurulang material dari produk bekas–seperti yang dilakukan Liam, lini robot daur ulang kami–dan mendorong pelanggan untuk mengembalikan produk bekas lewat program Apple Renew,” lanjut mereka.

Closed-loop supply chain versi Apple.

Saat ini, Apple mengandalkan robot daur ulang Liam untuk membongkar iPhone lama dan memisahkan komponen-komponen di dalamnya agar dapat digunakan kembali. Namun, Liam hanya sanggup membongkar 2,4 juta iPhone per tahun, masih jauh dari jumlah iPhone yang dijual Apple.

[BACA: Liam, Robot Daur Ulang Apple]

Di samping itu, Apple telah memulai penggunaan aluminium daur ulang dari iPhone 6 bekas untuk membuat Mac Mini yang dipasang di pabrik perakitan iPhone serta memanfaatkan 100 persen timah daur ulang pada logic board di iPhone 6s.

Ilustrasi data center Apple.

Di luar masalah daur ulang, Apple mencontohkan penggunaan energi terbarukan, mencakup energi matahari, air, dan angin, pada bangunan-bangunan miliknya.

Contohnya, Apple Park–markas baru Apple yang sedang dibangun di Cupertino, AS–disebut sebagai kantor pusat perusahaan paling “hijau” di dunia. Kantor ini akan menyertai lima data center Apple di AS yang beroperasi dengan mengandalkan energi terbarukan.

Apple juga sedang membangun data center baru di Denmark dan Irlandia yang masing-masing memakai energi limbah pertanian dan energi gelombang laut. Di Denmark, panas yang dihasilkan dari data center Apple malah bakal digunakan ulang sebagai sumber pemanas rumah-rumah di sekitarnya.

Video Liam, robot daur ulang Apple:

Kabar baik bagi pengguna perangkat berbasis iOS dan MacOS. Mulai sekarang, Anda bisa mengunduh tiga software Apple populer secara gratis, yaitu iMovie, iWork, dan GarageBand, tanpa syarat apa pun.

Seperti dilansir Forbes, sebelumnya Apple hanya menggratiskan ketiga software ini kepada pengguna Apple yang membeli dan mengaktifkan perangkat iOS sejak 1 September 2013 atau perangkat OS X/MacOS sejak Oktober 2014. Apple juga membundel software itu ke dalam beberapa varian Mac, iPhone, dan iPad tertentu.

Sementara itu, pemilik perangkat iOS dan MacOS yang lebih lawas harus membeli paket aplikasi iWork seharga US$79 atau US$19.99 per aplikasi iWork untuk OS X/US$9,99 per aplikasi iWork untuk iOS serta iMovie dan Garage Band seharga US$14,99 (macOS)/US$4,99 (iOS).

Namun, saat ini semua pemilik perangkat iOS dan MacOS/OS X bisa mengunduh ketiga software itu secara cuma-cuma di iTunes atau Mac App Store, sepanjang kompatibel dengan versi sistem operasi yang dibutuhkan. Misalnya, iWork cuma bisa berjalan di macOS 10.12 dan iOS 10 atau versi setelahnya.

Sebagai informasi, iWork merupakan paket aplikasi produktivitas yang komponennya menyerupai Microsoft Office dan G Suite (dahulu Google Apps). iWork meliputi aplikasi Pages untuk menyunting dokumen teks, Number untuk menyusun tabel dan lembar kerja, dan Keynote untuk membuat presentasi.

Sedangkan iMovie dan GarageBand lebih menyasar kalangan profesional di bidang film dan musik. iMovie adalah aplikasi penyunting video yang dirilis pertama kali tahun 1999 dan GarageBand diluncurkan tahun 2004 dengan fungsi merancang komposisi musik dan aransemen.

Dokumen-dokumen yang disimpan melalui ketiga software ini bisa diakses melalui akun iCloud pengguna dari perangkat Mac, iOS, maupun perangkat lainnya lewat situs iCloud.com.

Bocoran desain iPhone 8 dengan layar nyaris tanpa bingkai. [Kredit: Ifanr]

Jadwal peluncuran iPhone 8 memang masih lama, sekitar bulan September 2017. Namun, bermacam rumor terus muncul terkait smartphone istimewa yang sekaligus merayakan ulang tahun iPhone ke-10 itu.

Rumor terbaru datang dari situs teknologi Tiongkok Ifanr yang menerbitkan bocoran skema dan gambar yang diyakini sebagai desain iPhone 8. Gambar ini diklaim mereka peroleh dari sumber internal di Foxconn, pabrik yang dipercaya sejak lama merakit iPhone di Taiwan.

[BACA: iPhone 8 Bisa Bikin Samsung Untung, Kenapa?]

Pada gambar itu, iPhone 8 terlihat mengusung perubahan desain yang drastis dibandingkan seri-seri pendahulunya. Wajar saja, mengingat Apple terakhir kali memperkenalkan desain baru iPhone pada tahun 2014 saat meluncurkan iPhone 6. Di samping itu, pabrikan smartphone lainnya juga terus melakukan inovasi perwajahan, terutama di sisi layar.

Apa saja pembaruan paling signifikan yang terlihat pada bocoran desain iPhone 8?

Bocoran desain iPhone 8 dengan layar nyaris tanpa bingkai. [Kredit: Ifanr]

Pada desain tersebut, terlihat layar OLED seluas 5,8 inci yang hadir nyaris tanpa bingkai. Skema menunjukkan bahwa ketebalan bingkai layar iPhone 8 hanya 4 mm di semua sisi. Artinya, iPhone 8 tidak akan memiliki tombol home fisik. Sebagai gantinya, tombol home akan ditanamkan di bagian bawah layar, seperti Samsung Galaxy S8 dan S8+.

Uniknya lagi, desain tersebut juga menampilkan bagian wajah iPhone 8 tanpa lensa kamera depan, speaker telepon, dan sensor proximity. Dikutip dari Inquisitr, Apple ingin membenamkan juga komponen-komponen itu di balik layar, tapi tetap menyediakan sebuah lubang kecil di bagian atas yang menjadi lokasi penempatannya.

[BACA: iPhone 8 Bakal Dilengkapi Fitur Wireless Charging]

Komponen lain yang disembunyikan di bawah layar adalah pemindai sidik jari Touch ID. Dalam hal ini, Apple tidak mau mengulangi keputusan Samsung yang menaruh pemindai sidik jari di bagian belakang bodi Galaxy S8. Keputusan itu menuai banyak kritik karena membuat pengguna tidak nyaman saat ingin memindai jari tangannya.

Bocoran desain iPhone 8 dengan layar nyaris tanpa bingkai. [Kredit: Ifanr]

Sementara itu, desain bagian belakang iPhone 8 menghadirkan dua buah kamera utama yang disusun secara vertikal (atas dan bawah), berbeda dengan susunan horizontal pada dual camera iPhone 7. Spekulasi menyebutkan bahwa perubahan desain kamera ini ada hubungannya dengan fitur augmented reality (AR) yang bakal diusung iPhone 8.

Apple dikabarkan bakal merilis iPhone 8 pada September 2017 dengan harga yang lebih mahal daripada sebelumnya, bahkan bisa mencapai lebih dari US$1.000.

Konsep Mobil Autonomous Apple 1

Mobil tanpa sopir adalah proyek “kakap” dan impian di masa depan sehingga banyak pabrikan otomotif dan perusahaan teknologi yang mencoba mengembangkan mobil tersebut.

Apple optimistis dapat membuat software untuk mobil tanpa sopir tersebut, mengingat Apple memiliki proyek khusus Titan yang mengembangkan mobil tanpa sopirnya seperti dikutip CNET.

Apple pun telah mendapatkan izin dari otoritas setempat yaitu California Department of Motor Vehicles untuk menguji mobil tanpa sopir di California, AS.

Apple menyusul nama-nama besar seperti Uber, Bosch, Mercedes-Benz, dan Tesla yang telah mengantongi izin serupa.

Dengan restu dari DMV, Apple jadi perusahaan terbaru yang menguji mobil otonom di California, termasuk Waymo yang merupakan unit bisnis mobil tanpa sopir Google, Tesla, General Motors, dan Uber.

Konsep Mobil Autonomous Apple

Semua perusahaan yang terdaftar di DMV, California, Amerika Serikat (AS), harus melaporkan hasil uji coba mobil tanpa sopirnya setiap bulan.

Selain itu, Apple telah mendaftarkan tiga kendaraan Lexus RX dan enam pengemudi yang akan menguji mobil tanpa sopir.

Dalam suratnya kepada National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), Apple telah menanamkan investasi yang besar dalam pengembangan dan riset of machine learning dan otomatisasi, termasuk potensinya untuk transportasi.

Apple pun belum menjawab, apakah Apple akan memproduksi mobil tanpa sopirnya secara mandiri atau melibatkan pihak ketiga dan Apple hanya menyediakan software-nya saja.

Hingga kini, Apple masih tutup mulut soal dokumen izin tersebut.

Apple Kembangkan Sensor Pemantau Kadar Glukosa di dalam Tubuh

Apple memiliki tim divisi medis untuk mengembangkan sensor kesehatan penggunanya. Kini, Apple sedang mengembangkan sensor terbaru yang dapat mendeteksi kadar gula darah si pemakainya tanpa menggunakan jarum.

Sensor itu bisa membantu penderita diabetes untuk memantau kadar gula darahnya setiap saat. Apple memiliki sebuah tim kecil beranggotakan engineer biomekanik untuk mengerjakan proyek tersebut seperti dikutip The Verge.

Kesulitannya, Apple harus bisa memantau kadar glukosa tanpa mengambil darah penggunanya tetapi melalui sentuhan ke kulit. Berbeda dengan alat penguji kadar gula darah yang memerlukan tes darah.

Karena itu, sensor kadar gula itu mengusung teknologi yang menembakkan sinar ke dalam kulit sampai ke darah dan sinar itu pun akan mengukur kadar gula darah.

Selain Apple, Google juga mengembang sensor pengukur kadar gula darah dengan lensa kontak sehingga sensornya mendeteksi kadar gula dari dari mata pengguna.

Saat ini, Apple pun masih mengembangkan sensor tersebut dan belum memutuskan apakah akan dibenamkan ke dalam Apple Watch. Jika berhasil, Apple akan menyelematkan banyak nyawa orang.

Ilustrasi AirPods

AirPods menjadi aksesoris iPhone paling laris pada tahun lalu dan mendapatkan respon positif dari pelanggan. Kini, Apple akan meluncurkan AirPods generasi terbaru pada tahun 2017 dengan beberapa fitur keren.

Patently Apple melaporkan bahwa Apple telah mendaftarkan paten yang memungkinkan casing AirPods generasi terbaru memiliki kemampuan untuk mengisi daya ke perangkat Apple lainnya secara nirkabel.

Saat ini, casing AirPods hanya bisa mengisi ulang daya untuk perangkat audio tersebut. Sedangkan di masa depan, casing AirPods bisa berfungsi ganda untuk sebagai alas charging nirkabel. Hal itu berarti casing AirPods generasi terbaru bisa mengisi daya perangkat lainnya, seperti Apple Watch, iPods, iPhone, iPad bahkan MacBook, di masa depan.

Hal menarik adalah Apple memang dikabarkan sedang mengembangkan dukungan wireless charging pada iPhone dan MacBook, kemungkinan dimulai dari iPhone 8.

Paten casing AirPods terbaru

Tentunya, AirPods generasi terbaru akan memiliki kapasitas baterai yang lebih besar, mengingat AirPods yang beredar saat ini memiliki baterai 398 mAh saja, seperti dikutip BGR.

Pengguna AirPods pun dapat dengan mudah mengisi ulang gadget Apple lain miliknya sehingga tidak perlu repot membawa perangkat pengisi ulang tambahan seperti powerbank.

Namun, perlu diingat bahwa fitur ini baru sekadar paten yang didaftarkan sehingga belum tentu Apple akan benar-benar mengimplementasikannya pada casing AirPods generasi terbaru.