Tags Posts tagged with "Asus"

Asus

Asus memiliki aneka notebook untuk memenuhi berbagai kebutuhan konsumen yang beragam. Kali ini kami berkesempatan menguji salah satunya, yaitu Asus ZenBook UX305UA. Seri ini hadir dalam beberapa varian yang dibedakan berdasarkan spesifikasi yang digunakan.

Jika sebelumnya seri ini menggunakan varian prosesor Intel Core M, kini Asus juga menghadirkan perangkat yang bersenjatakan prosesor Intel Core i5. Kami mendapat kesempatan menguji seri yang menggunakan prosesor Intel Core i5 generasi Skylake.

Layaknya seri ZenBook yang mengedepankan desain elegan serta bentuk yang tipis dan ringan, UX305UA memiliki ketebalan hanya 1,6 cm dan bobot hanya 1,3 kg. Dengan dimensi dan bobot tersebut, notebook ini nyaman digunakan oleh yang sering bepergian. Memiliki desain unibody, ZenBook UX305UA tidak kalah keren dan siap menyaingi MacBook Air. Bahkan beberapa spesifikasinya mengungguli MacBook Air, seperti resolusi layar yang lebih tinggi. Layar berukuran 13,3 inci pada produk ini berjenis IPS serta dilengkapi fitur anti-glare dan sudah mendukung resolusi full HD.

Selain prosesor Intel Skylake, penggunaan RAM dengan kapasitas empat gigabyte sudah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan komputasi menengah. Guna mendukung kinerja tinggi, notebook ini menggunakan media simpan jenis SSD. Dengannya, proses loading atau booting akan menjadi lebih cepat dibandingkan HDD. Hanya saja, SSD memiliki kapasitas yang lebih kecil dibandingkan HDD. Oleh karena itu, untuk data berukuran besar memang sebaiknya Anda juga menyiapkan HDD eksternal.

Dengan spesifikasi yang digunakan, notebook ini terlihat memiliki kinerja yang setara dengan notebook sekelas. Seluruh pengujian mampu dilalui dengan baik dan lancar. Anda bisa menggunakannya untuk memenuhi berbagai kebutuhan komputasi menengah.

Karena bukan ditujukan untuk bermain game, notebook ini memang kurang ideal untuk keperluan itu. Meski demikian dengan skor yang dicapai pada pengujian S.T.A.L.K.E.R., Anda masih bisa memainkan beberapa game masa kini dengan pilihan resolusi serta detail rendah.

Sebagai penunjang, disertakan baterai yang diklaim mampu bertahan sampai dua belas jam. Untuk membuktikannya, kami menjalankan dua pengujian. Pengujian pertama dengan menjalankan film HD yang diputar secara terus menerus sampai baterai habis. Tingkat brightness pun kami atur ke kondisi maksimal. Melalui pengujian ini, baterai mampu bertahan sampai 6 jam 34 menit yang terbilang baik dibandingkan pengujian yang telah kami lakukan selama ini.

Pada pengujian kedua kami menggunakan PCMark yang akan mensimulasikan aktivitas komputasi sehari-hari. Hasilnya ternyata lebih cepat dibanding pengujian pertama (lihat tabel). Melalui pengujian ini, secara umum baterai yang ada mampu menunjang berbagai aktivitas dengan baik.

Konektivitas
Sebagai notebook premium, sayangnya Asus tidak menyertakan konektor yang lebih baru seperti DisplayPort atau USB Type-C.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tanpa Backlight
Tombol keyboard tidak menggunakan backlight sehingga agak menyulitkan saat mengetik dalam kondisi cahaya minim.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Praktis
Dengan ketebalan hanya 1,6 cm dan bobot 1,3 kg, notebook ini mudah dibawa ke mana-mana.

Daya Baterai
Pada pengujian baterai dengan aplikasi PCMark, yang mensimulasikan penggunaan aplikasi untuk berbagai kebutuhan, notebook ini mampu memberikan hasil yang terbilang baik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hasil uji

Dengan spesifikasi yang mirip, kedua notebook menghasilkan skor uji yang saling bersaing. Namun jika melihat daya tahan baterai, Asus unggul saat memutar video resolusi tinggi, sedangkan Acer unggul pada pengujian Battery life dari aplikasi PCMark.

PengujianAsus ZenBook UX305UAAcer Aspire S13
3DMark Pro Edition – Fire Strike780799
3DMark Pro Edition – Cloud Gate52615374
3DMark Pro Edition – Ice Storm5451045663
PCMark 8 Pro Edition - Home Accelerated29571726
PCMark 8 Pro Edition - Creative Accelerated35291817
PCMark 8 Pro Edition - Work Accelerated39462207
SiSoft Sandra 2014 – Aggregate Arithmetic45,3 GOPS45 GOPS
SiSoft Sandra 2014 – Aggregate Multimedia132,44 Mpix/s133 Mpix/s
SiSoft Sandra 2014 – Aggregate Memory19,52 GB/s20 GB/s
Cinebench R15 - CPU286 cb233 cb
Stalker: Call of Pripyat Benchmark (average)29,9 fps37,5 fps
Encoding Video (Expression Encoder 4 SP2)*19 menit 25 detik11 menit 50 detik
Encoding Audio (Lame Front-End 1.8)*1 menit 28 detik1 menit 30 detik
Memutar Video Full-HD (Battery Meter)**6 jam 34 menit4 jam 19 menit
Mode Teks (Battery Eater 05 Pro)**5 jam 28 menit5 jam 46 menit

*lebih cepat lebih baik, **lebih lama lebih baik

Plus: Desain elegan, bentuk tipis dan ringan, resolusi full HD, daya tahan baterai bagus, prosesor generasi baru yang hemat daya.

Minus: Keyboard tak dilengkapi backlight.

SpesifikasiAsus ZenBook UX305UA
ProsesorIntel Core i5-6200U (dual core HT 2,3 GHz, turbo 2,8 GHz)
RAM4 GB DDR3-1600
ChipsetTerintegrasi pada prosesor
Kartu grafisIntel HD Graphics 520
Media simpanSSD 256 GB SATA 6 Gbps
FasilitasBluetooth 4.0, Wi-Fi 802.11ac, USB 3.0 (2), USB 2.0, 2 in 1 card reader, audio combo, mini-HDMI, webcam
Layar13,3ʺ IPS 1.920 x 1.080 pixel
AudioConexant CX20751/2
Sistem operasiWindows 10 Home Single Language 64 bit
BateraiLithium-ion 5.600 mAh
Dimensi/bobot32,4 x 22,6 x 1,6 cm/1,3 kg
Garansi2 tahun
Situswww.asus.com/id
Harga (mulai dari)*Rp12.799.000

Beberapa produk Asus yang menggunakan Endless OS

Biasanya saat ini komputer baik desktop maupun laptop dijual dengan dua pilihan. Yang pertama yang sudah dibundel dengan sistem operasi Microsoft Windows, dan yang satu lagi dijual dengan sistem operasi lain atau tanpa sistem operasi alias “kosongan”.

Komputer yang dijual dengan sistem operasi selain Windows biasanya menggunakan sistem operasi berbasis Linux seperti Linpus, Ubuntu, serta beberapa varian distro Linux lainnya.

Bersamaan dengan peluncuran sistem operasi Endless OS di Jakarta kemarin (4/7), Endless Computer juga mengumumkan kerjasama dengan dua produsen besar komputer yaitu Acer dan Asus.

Dianah, Head of Consumer Product, Acer Indonesia

Jajaran produk notebook Acer dengan Endless OS.

Dianah (Head of Consumer Product, Acer Indonesia) menyatakan bahwa Acer menyambut kehadiran Endless OS dengan tangan terbuka.

Ia mengatakan, dengan kemampuan Endless OS yang bisa diakses dimana saja kapan saja tanpa membutuhkan internet, sistem operasi tersebut bisa menjadi solusi dan partner yang tepat untuk melengkapi jajaran produk Acer untuk menghasilkan solusi teknologi yang mudah digunakan mudah diakses dan bisa menjawab kebutuhan teknologi di Indonesia.

Alistair Wu, Country Product Manager, Asus Indonesia

Alistair Wu (Country Product Manager, Asus Indonesia) menyatakan bahwa Asus merasa terhormat dan bersemangat dengan kerjasama bersama Endless Computer. Dengan kerja sama ini, Asus berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman komputasi yang optimal dengan menyediakan Endless OS pada seluruh lini komputernya, mulai dari entry-level hingga kelas atas, termasuk juga lini gaming Republic of Gamers.

Dengan kerja sama ini, Endless OS akan menggantikan FreeDOS yang biasanya ada pada perangkat komputer Asus atau Acer yang tidak dilengkapi dengan sistem operasi Windows.

Mengenai harga, komputer Asus dan Acer yang dibundel dengan Endless OS ini akan dijual dengan harga yang sama dengan varian FreeDOS sebelumnya, alias lebih terjangkau jika dibandingkan dengan varian dengan Windows.

Undangan Asus Z4V

Asus sedang bersiap menyambut kehadiran keluarga terbaru Asus ZenFone 4V pada tahun ini pada 21 September 2017 di Roma, Italia.

Bocoran tanggal itu sendiri mencuat setelah Asus membagikan undangan untuk peluncuran kelima perangkat tersebut. Uniknya, Asus tersebut belum pernah mengeluarkan seri smartphone dengan embel-embel “V” di belakang produk mereka.

Pada undangan peluncuran smartphone itu juga tertulis “Walk a walk by the wide side” seperti dikutip Phone Arena.

Dari tulisan tersebut maka kemungkinan ASUS ZenFone 4V akan hadir dengan kamera wide-angle. Info ini diungkap oleh Roland Quandt melalui akun Twitter-nya.

Selain 4V, Asus juga akan meluncurkan empat smartphone sekaligus pada September mendatang yaitu ZenFone 4 Max, ZenFone 4 Pro, ZenFone 4 Selfie, serta ZenFone 4.

Hebatnya, kelima produk itu sendiri sudah terdaftar di TENAA untuk dipasarkan secara global. Meskipun begitu, bocoran spesifikasi dan harga dari kelima smartphone itu masih belum bocor di Internet.

Asus Luncurkan 3 ZenBook Terbaru di Computex 2017

Pabrikan komputer ZDnet membuka tabir tiga ZenBook terbaru dan perangkat VivoBook dalam ajang Computex 2017.

Asus ZenBook Flip S mengusung prosesor Intel i5 atau i7 generasi ketujuh, media penyimpanan SSD 1 TB, RAM 16 GB dengan banderol harga $1,100 atau sekitar Rp14 Jutaan.

“Asus ZenBook Flip S adalah laptop convertible paling tipis di dunia dengan ketebalan hanya 11 mm,” kata Jonney Shih (Chairman Asus) seperti dikutip ZDnet.

Dalam ajang itu, Asus juga meluncurkan ZenBook 3 Deluxe dan ZenBook Pro. Asus 3 Deluxe mengusung layar 14 inci dengan lapisan Corning Gorilla Glass 5, chip prosesor i5 atau i7, RAM 16 GB, media penyimpanan SSD 1 TB, sepasang port Thunderbolt 3.

Sementara itu, ZenBook Pro menawarkan layar UHD 15.6 inci, chip prosesor Core i5 or i7 H-series CPU dan kartu grafis Nvidia 1050ti GPU, media penyimpanan SSD 1 TB, RAM 15 GB, sepasang port Thunderbolt 3 dan baterainya mampu bertahan hingga 14 jam.

Ilustrasi Asus ZenBook Pro

Asus membanderol ZenBook 3 Deluxe senilai $1,200 atau sekitar Rp15 jutaan dan ZenBook Pro senilai $1,300 atau sekitar Rp16 jutaan.Untuk segmen bawah, Asus meluncurkan dua laptop VivoBooks yaitu VivoBook S dan VivoBook Pro.

Asus VivoBook S menawarkan kartu grafis Nvidia 940MX, chip prosesor Intel i3, i5, or i7, RAM 16 GB, keyboard backlit dan Windows Hello. Selain itu, Asus VivoBook Pro menawarkan layar 15 inci, chip prosesor Core i5 atau i7 seri H dengan kartu grafis Nvidia 1050 GPU, Asus Pen

Asus membanderol VivoBook S senilai $500 atau sekitar Rp6 jutaan dan VivoBook Pro senilai $800 atau Rp10 Jutaan.

Dalam kesempatan itu, Asus juga meluncurkan smartphone Asus Zenfone AR ZS571 yang berbasis Tango dan mengusung layar 5.7 inci, prosesor 821 dan RAM 8 GB.

Kabar gembira untuk para pehobi dan pencinta konten live streaming. Pasalnya vendor smartphone asal Taiwan, Asus baru saja menelurkan seri terbarunya yang mengunggulkan fitur live streaming.

Hal ini dimungkinkan karena ZenFone Live ZB501KL mengusung fitur BeautyLive. Teknologi ini bekerjanya layaknya fitur beautification pada wajah saat hendak melakukan swafoto atau selfie. Jika biasanya fitur beautification akan membuat wajah pengguna tampak cerah saat foto, maka di ZenFone Live, fitur tersebut juga akan bekerja di sepanjang video atau live streaming berlangsung.

Bersamaan dengan peluncuran ZenFone Live, Asus juga memperkenalkan dua brand ambassador terbarunya, yakni Sheryl Sheinafia dan Tatjana Saphira.

“Siapapun itu, apakah dia selebritis atau bukan, terkenal atau tidak, bahkan berparas menarik atau biasa saja, semua bisa mem-framing dirinya dengan sebuah benda kecil bernama smartphone, kemudian berbagai kisah secara real time melalui live streaming,” ucap Galip Fu (Country Marketing Manager, ASUS Indonesia).

Galip menyebutkan, fitur BeautyLive ini tidak hanya sekedar membuat paras semakin menarik, namun juga memudahkan pembuat konten untuk melakukan streaming hanya dengan sekali klik. Cara kerja fitur ini yaitu dengan mengombinasikan algoritma software yang pintar dan akselerasi hardware untuk secara otomatis memuluskan kulit dan menghapus noda. Selanjutnya fitur ini akan mengintegrasikan hasilnya dengan Facebook, Instagram, YouTube, dan hampir 30 layanan live-streaming populer lainnya.

“Intinya, dengan ZenFone Live, pengguna dapat mengatur dan menyiarkan penampilan sempurna mereka sepanjang sesi live-streaming kepada seluruh pemirsa mereka,” seru Galip.

Asus ZenFone Live membekal kamera belakang 13MP dengan aperture f/2.0 serta five-prism lens. Sama seperti jajaran smartphone Asus ZenFone lainnya, ZenFone Live juga menggunakan teknologi low-light yang tersedia pada ASUS PixelMaster Camera. Teknologi low-light tersebut mampu meningkatkan sensitivitas cahaya, mereduksi noise dan meningkatkan kontras warna hingga 400 persen.

Untuk melengkapi modus pemotretan, Asus ZenFone Live juga memiliki 12 mode yang dapat dipilih. Selain real-time Beautification, yang merupakan fitur andalan ZenFone Live, tersedia pula modus Low Light untuk memotret di tempat redup, Super Resolution untuk menangkap foto resolusi lebih tinggi, dan modus-modus lainnya.

Panel display smartphone ini memiliki bentang layar 5 inci dan memiliki resolusi HD (1280 x 720) serta punya bezel yang tipis yakni 2,36mm. Screen to body ratio-nya atau luas keseluruhan permukaan layar yang terpakai mencapai 75 persen. Artinya, pengguna akan dibuat nyaman dengan luas layarnya yang cukup besar. Bagian pinggirnya dilengkapi dengan fitur 2,5D sehingga berbentuk agak melengkung. Tampilan ini menimbulkan kesan yang premium pada perangkat tersebut.

Untuk jeroannya, ASUS menyematkan prosesor Qualcomm Snapdragon quad core berkecepatan 1,4GHz. Komponen kartu grafis pada SoC (System on Chip) Adreno 305. Untuk memori penyimpanan internal tersedia opsi sebesar 16GB dan 32GB. Sementara RAM-nya tersedia sebesar 2GB. Zenfone Live memiliki baterai sebesar 2.650mAh. Baterainya sendiri dapat bertahan hingga 471 jam untuk waktu talk time.

Selain itu, demi mendukung aktivitas live-streaming secara mulus, Asus ZenFone Live juga mendukung konektivitas data 4G LTE kepada kedua slot SIM yang disediakan. Namun hanya satu kartu SIM yang dapat aktif di jaringan 4G di satu waktu. Agar optimal, tambah Galip, akses Internet yang perlu didapat oleh pengguna saat melakukan live streaming dengan BeautyLive adalah di atas 1,5Mbps. Asus membanderol ZenFone Live seharga Rp1.799.000.

Asus Zenfinity 2017 telah usai digelar. Event yang diselenggarakan di Jakarta pada 16 Mei lalu menghadirkan produk-produk smartphone Asus terbaru untuk pasar Indonesia.

“Zenfinity merupakan gabungan dari Zen dan Infinity. Gabungan dua kata tersebut menggambarkan kemungkinan yang tak terbatas yang ditawarkan oleh kedua produk yang kami hadirkan kali ini,” sebut Jerry Shen (Chief Executive Officer, Asus).

Peluncuran kali ini agak berbeda dengan yang biasa dilakukan. Pasalnya varian yang diresmikan kali ini menyasar pengguna segmen tertentu.

Ada dua varian smartphone yang dihadirkan, yakni Asus Zenfone Live ZB501KL dan Zenfone Zoom S ZE553KL. Seri Zenfone Live ditujukan untuk video live streaming sementara Zenfone Zoom untuk professional photography.

Asus ZenFone Live dan Zoom S hadir di saat yang tepat. “Keduanya hadir saat tren live streaming dan fotografi mobile sedang meningkat pesat,” sebut Galip Fu (Country Marketing Manager, Asus Indonesia). “Buktinya, pertumbuhan layanan video streaming seperti Bigo dan 17 sangat pesat di negeri ini,” lanjutnya.

“Aplikasi media sosial, seperti Facebook, Instagram dan lain-lain untuk berbagi foto-foto yang indah juga sangat marak digunakan,” sebut Galip. “Ini juga menjadi salah satu alasan mengapa Asus hadir dengan varian smartphone yang ditujukan untuk professional photography, yakni ZenFone Zoom S,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Shannedy Ong (Country Director, Qualcomm Indonesia) menyebutkan, kedua varian smartphone yang diresmikan Asus memperkuat kerja sama yang terus terbangun di antara kedua perusahaan.

“Sebagai pelaku utama di industri mobile, chipset buatan Qualcomm dikenal menawarkan performa yang sangat baik, teknologi mutakhir dan sekaligus efisiensi energi yang tinggi. Penggunaan Qualcomm Snapdragon Mobile Platform pada ZenFone Live dan Zoom menegaskan hal tersebut,” sebut Shannedy.

ZenFone Live

ZenFone Live

Asus ZenFone Live merupakan perangkat yang khusus dibuat untuk pengguna yang gemar dan kerap melakukan live video streaming ataupun video conference secara mobile. Dimensi layarnya yang 5 inci membuat smartphone ini sangat kompak sehingga sangat mudah digenggam oleh satu tangan saat pengguna akan melakukan video call

Pada smartphone ini, aplikasi BeautyLive akan membuat pengguna tampak semakin menarik dengan fitur skin softening yang bekerja secara instan dan terus menerus sepanjang durasi video live streaming.

“Asus bekerjasama secara intens dengan Facebook, Instagram dan Google agar fitur live stream beautification dapat berjalan secara seamless dengan ketiga platform livestream terpopuler tersebut,” tambah Galip. “Ke depan, akan semakin banyak aplikasi yang dikembangkan untuk video stream dan BeautyLive juga akan segera mendukung itu,” tambahnya.

Dengan dukungan BeautyLive, Galip menambahkan, pengguna juga tidak perlu repot melakukan editing video tambahan, khususnya agar pengguna tampak cantik sempurna. Bagi pengguna yang terpaksa melakukan streaming dari ruangan yang berpencahayaan kurang, Asus juga menempatkan sebuah LED flash yang dapat diaktivasi dari aplikasi BeautyLive, saat akan melakukan streaming.

Asus membanderol ZenFone Live seharga Rp1.799.000.

ZenFone Zoom S

Tampak bagian belakang ZenFone Zoom S, memiliki dual flash

Penggemar fotografi yang membutuhkan smartphone berkemampuan mumpuni, akan terbantu dengan hadirnya Asus ZenFone Zoom S.

Smartphone yang dibanderol seharga Rp5.999.000 ini membekal sistem dual camera inovatif tersebut punya kamera utama dengan aperture f/1.7 serta 25mm wide-angle dipadankan dengan sensor Sony IMX362 resolusi 12MP dan ukuran sensor besar yakni 1.4µm pixel (ukuran sensor 1/2.55”).

Selain kamera utama tersebut, di bagian belakang juga tersedia sebuah kamera zoom 59mm 12MP dengan dukungan 2,3x optical zoom serta total 12x zoom.

Sementara itu, bagi para mobile photographer, baterai kapasitas besar Asus ZenFone Zoom S, yakni 5.000mAh juga dirasa cukup membantu. Kolaborasi dengan Snapdragon 625 Mobile Platform membuat ZenFone Zoom S mampu bertahan hingga 6,4 jam non stop saat digunakan untuk merekam video 4K Ultra HD, atau waktu standby yang mencapai 42 hari.

Ilustrasi Asus ZenWatch2

Setelah sukses menjual smartphonenya, Asus mencoba keberuntungannya dengan menjual jam pintar atau smartwatch berbasis OS Android Wear. Salah satu perangkat smartwatch Asus adalah seri ZenWatch.

Sayangnya, perfoma penjualan Asus ZenWatch kurang memuaskan di pasar walaupun harganya termasuk murah hanya 200 dollar AS atau sekitar sekitar Rp2,6 jutaan.

Bahkan, angka pengapalan semua lini Asus ZenWatch hanya berkisar 5.000 hingga 6.000 unit perbulan, jauh lebih rendah dibandingkan Apple yang mengapalkan smartwatch sebanyak 3,5 juta unit di tiga bulan pertama 2017,

Menurut perusahaan riset IDC, Apple telah mendistribusikan sebanyak tujuh juta unit Apple Watch pada 2016 lalu.

Karena itu, Asus sedang mempertimbangkan akan untuk menyetop produksi ZenWatch lantaran kecilnya angka pengapalan seperti dikutip The Verge.

Pabrikan lain Samsung telah mengalihkan platform arloji pintarnya ke platform Tizen. Sedangkan, Motorola telah menghentikan produksi arloji pintar Moto 360 sampai waktu yang belum jelas.

ASUS pertama kali meluncurkan ZenWatch generasi pertama pada 2014 dan ZenWatch 3 pada November 2016 lalu. ZenWatch 3 hadir dengan layar berukuran 1,39 inci, didukung prosesor Qualcomm Snapdragon 2100, RAM 512MB, dan memori internal 4GB.

ZenWatch 3 menjanjikan masa depan yang cerah berkat dukungan layar AMOLED lingkaran berukuran besar, serta tampilan bergaya dan spesifikasi hardware yang tergolong tinggi.

Asus ZenFone 2 yang masuk ke Indonesia di tahun lalu mendapat sambutan hangat dari penggemarnya, khususnya para pemikat smartphone dengan spesifikasi mumpuni berharga miring. Di tahun 2016 ini, Asus pun melanjutkan seri ketiga ZenFone melalui peluncuran ZenFone 3 yang hadir dengan perbaikan di beberapa sisi.

Seperti juga ketika Asus memperkenalkan ZenFone 2 dalam beberapa seri, demikian halnya dengan ZenFone 3. Namun, yang akan dibahas kali ini adalah Asus ZenFone 3 ZE520KL (Z017DB). Kode Z017DB merujuk pada varian terbaru sebagai versi global dari ZE520KL yang eksis semenjak Mei 2016 lalu. Versi global ini disebut juga WW alias WorldWide. Maksudnya, versi ini sudah kompatibel dengan jaringan seluler di beberapa negara Asia Tenggara termasuk di Indonesia.

Saat pertama kali memegang Z017DB, kesan premium langsung terasa. Untuk tipe ini, Asus memilih desain serbakaca Corning Gorilla Glass 3 yang melengkung pinggirnya alias 2,5D. Tak hanya layar depan, bagian belakang Z017DB pun dilapisi Corning Gorilla Glass.

Menurut kami, desain serbakaca (full glass) inilah yang menyebabkan ZenFone 3 terasa licin dan terasa cepat panas saat digenggam. Asus ZenFone 3 sendiri diklaim sebagai smartphone pertama di Indonesia yang dibekali prosesor Qualcomm Snapdragon 626 (octa core Cortex-A53 2,0 GHz).

ZenFone 3 ditawarkan dalam dua ukuran layar, yakni 5,2” dan 5,5”. Demikian juga dengan kapasitas RAM yang memiliki dua opsi, yakni 3 GB dan 4 GB, serta kapasitas storage masing-masing 32 GB dan 64 GB. Tampilan layar Z017DB pun terlihat terang. Hal ini wajar mengingat Asus melengkapi produk ini dengan layar IPS+ yang diklaim juga lebih hemat daya. Produk ini juga dilengkapi dengan resolusi Full-HD, dengan kerapatan pixel sekitar 424 ppi.

Sesuai tagline yang diusung, “Built for Photography”, salah satu bagian yang menjadi daya tarik Z017DB adalah kamera. Keseriusan Asus menggarap seri ini pun tampak jelas dengan adanya mode Manual yang disertakan pada produk ini. Ini kian menambah kesan DSLR dalam genggaman. Kamera utamanya mengusung resolusi 16 MP, sedangkan kamera depannya memiliki resolusi sebesar 8 MP. Dengan resolusi tersebut, Z017DB cukup mumpuni untuk melakukan aktivitas selfie. Keunggulan lain dari kamera ZenFone 3 adalah adanya sensor Sony Exmor RS IMX298 yang berpadu dengan software PixelMaster 3.0. Perangkat lunak ini juga dikenal kaya fitur fotografi. Kualitas 4K yang disematkannya juga mampu memanjakan pengguna yang hobi membuat video pendek.

Hadir menjadi penerus PixelMaster 2, PixelMaster 3.0 yang dibenamkan di ZenFone 3 menawarkan beberapa pembaruan. Beberapa mode fotografi yang dibenamkan Z017DB di antaranya adalah Auto, Manual, HDR Pro, Beautification, Low Light, QR Code, GIF Animation, Panorama, Miniature, Time Rewind, Slow Motion, dan Time Lapse.

Teknologi laser autofocus yang disematkannya pun akan membantu proses pembidikan objek berlangsung secara lebih cepat. Adanya sistem TriTech auto-focus, yang menggabungkan pendeteksi kontras untuk continuous focus, laser auto-focus generasi kedua dengan jarak fokus hingga 1,2 meter, dan juga phase-detection, juga sangat membantu ketika pengguna mengambil gambar.

Ketiga teknologi fokus tersebut membuat Z017DB mampu menghadirkan auto-focus secara cepat, mencapai 0,03 detik dalam kondisi apapun. Fitur ini pula yang mendukung pengguna mendapatkan continuous autofocus pada saat membidik objek. Seri ini tersedia dalam empat pilihan warna, yakni Sapphire Black, Moonlight White, Aqua Blue, dan Shimmer Gold.

Desain Serbakaca
ZenFone 3 (Z017DB), baik sisi depan maupun belakang menggunakan desain serbakaca Corning Gorilla Glass 3.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kamera dan Sensor Fingerprint
Lensa kamera terlihat lebih menonjol, diapit laser autofocus dan LED. Sementara pemindai sidik jari berbentuk lonjong, memudahkan jari telunjuk atau tengah menggapainya. Ini berbeda dengan produk lain yang biasanya berbentuk bulat atau kotak.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hybrid
Selot kartu SIM terdiri dari dua jenis berbeda, yaitu micro-SIM sebagai kartu pertama dan nano-SIM untuk kartu kedua sekaligus memori eksternal.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Aplikasi Kamera dan Video
Aplikasi kamera memiliki banyak pilihan fitur dan efek, baik manual atau otomatis. Salah satu mode-nya, yaitu Children akan memberi efek musik untuk anak-anak. Sementara fitur video sudah mendukung rekaman video berkualitas 4K.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

USB Type-C
ZenFone Z017DB menggunakan port USB 2.0 Type-C yang memiliki fitur antiterbalik dan mendukung pengisian daya lebih cepat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hasil uji

PengujianAsus Zenfone 3
AnTuTu Benchmark 6.2.162749
PCMark – Work Performance4593
3Dmark - Ice StormMaxed Out
3Dmark - Ice Storm Extreme8122
3Dmark - Ice Storm Unlimited13892
GeekBench 4 - Single Core843
GeekBench 4 - Multi Core4027

PLUS: Desain premium, kinerja mumpuni, ada sensor fingerprint, fitur kamera mumpuni, termasuk video 4K.

MINUS: Jika tanpa cover/case tambahan terasa licin digenggam, bagian belakang mudah terlihat kotor.

SpesifikasiAsus Zenfone 3
ProsesorQualcomm Snapdragon 625 octa core 64-bit 2 GHz
RAM4 GB/3 GB RAM
Chip grafisAdreno 506 650 MHz
Kapasitas simpan internal32 GB + 5 GB ASUS webstorage gratis
Selot SIMDual SIM (micro-SIM + nano/micro-SD)
Jaringan selulerGSM 850/900/1.800/1.900, HSDPA 850/900/1.900/2.100, LTE band 1 (2.100), 2 (1.900), 3 (1.800), 5 (850), 8 (900), 26 (850), 28 (700), 39 (1.900), 40 (2.300), Speed HSPA 42,2/5,76 Mbps, LTE Cat6 300/50 Mbps
Dukungan koneksiWi-Fi 802.11ac, MiMO Wi-Fi,Bluetooth 4.2, USB Type-C, Fingerprint sensor
KameraBelakang: 16 MP Sony Exmor RS IMX298, f/2.0, Laser/Phase Detection Autofocus, OIS (4-axis), dual-LED (dual tone) flash, Geo-tagging, touch focus, face detection, panorama, HDR/Depan: 8 MP, f/2.0, 1080p
Layar5,2” FHD 1.920 x 1.080, Super IPS+ display with 178° wide view angle, Corning Gorilla Glass 3 display
Kapasitas baterai2.600 mAh non-removable
Dimensi/bobot14,69 x 7,4 x 0,77 mm/144 gr
Sistem operasiAndroid M with next-gen ZenUI 3.0
Situswww.asus.com
Garansi1 tahun
HargaRp4.099.000

Di kelas entry-level dan menengah, sebuah perangkat wireless router AC1200 bisa menjadi sebuah pilihan yang menarik. Hal ini berlaku jika Anda ingin beralih ke jaringan 802.11ac yang jauh lebih gegas jika dibandingkan 802.11n.

Di segmen ini, Asus menghadirkan beberapa varian wireless router. Salah satunya adalah RT-AC58U yang kami uji kali ini. Wireless router ini hadir dengan desain yang cukup ringkas. Untuk meghadirkan daya pancar yang optimal, wireless router ini dilengkapi dengan empat buah antena eksternal yang sayangnya tidak bisa dilepas. Untungnya, empat buah antena ini memiliki daya pancar yang baik dan mampu mencakup area yang cukup luas.

Seperti yang kami sebutkan di awal, Asus RT-AC58U mendukung koneksi nirkabel 802.11ac dengan kecepatan total mencapai 1.300 Mbps, terbagi menjadi 400 Mbps untuk pita 2,4 GHz, dan 867 Mbps untuk pita 5 GHz. Dukungan kecepatan pada pita 2,4 GHz sedikit lebih tinggi. Pasalnya, wireless router ini mendukung teknologi TurboQAM. Menariknya, wireless router ini ternyata juga sudah mendukung teknologi MU-MIMO untuk membuat pembagian koneksi menjadi lebih merata saat harus meladeni banyak perangkat sekaligus.

Untuk koneksi dengan kabel, wireless router ini memiliki empat buah port LAN yang seluruhnya mendukung kecepatan gigabit. Dan sebagai tambahan, terdapat sebuah port USB 3.0 yang ada di bagian depan. Port USB ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai perangkat, mulai dari media simpan, printer, hingga modem yang bisa digunakan sebagai koneksi cadangan apabila koneksi utama bermasalah.

Panel kontrol web milik Asus RT-AC58U ini memiliki tampilan yang serupa dengan banyak wireless router lain yang dirilis oleh Asus. Wireless router ini juga memiliki dua fungsi operasi, sebagai wireless router maupun sebagai access point. Sayangnya, fungsi wireless repeater tidak tersedia.

Asus RT-AC58U ini memiliki kinerja yang baik di kelasnya. Saat dilakukan pengujian dengan klien tunggal, wireless router ini mampu mencatatkan kecepatan rata-rata sebesar 101,73 Mbps pada pita 2,4 GHz, dan 505,43 Mbps pada pita 5 GHz. Hadirnya fitur MU-MIMO juga bisa menjaga kecepatannya tetap baik saat terhubung dengan banyak perangkat sekaligus. Kecepatan transfer USB 3.0-nya menurut kami terbilang lambat dengan kecepatan baca rata-rata sekitar 36,94 MB per detik, dan kecepatan tulis 25,02 MB per detik. Kecepatannya juga kurang memadai untuk melakukan transfer data berukuran besar karena akan terlihat lama.

Diposisikan di kelas menengah, wireless router ini menawarkan teknologi MU-MIMO yang biasanya hadir di perangkat kelas atas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kinerja nirkabelnya terbilang bagus, namun kinerja USB-nya terasa lamban.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Plus: Kinerja baik, LAN gigabit, konfigurasi mudah, mendukung MU-MIMO

Minus: Antena tak bisa dilepas, kinerja USB lambat

SpesifikasiAsus RT-AC58U
Standar802.11b, 802.11g, 802.11n, 802.11ac
Konektor4 x LAN 1 Gbps, 1 x WAN 1 Gbps
Kecepatan400 Mbps (2,4 GHz 802.11b/g/n) + 867 Mbps (5 GHz 802.11ac)
FiturDHCP Server, MAC Address Filter, QoS, Website filter, USB Share
KelengkapanPower adapter, Manual, Kabel LAN
Mode operasiWireless router
Situs webwww.asus.com
Kisaran hargaRp1.500.000

Asus Zenfone AR bakal menjadi perangkat mobile pertama yang menggabungkan dua teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) milik Google sekaligus, yakni Tango dan Daydream VR.

Pelan tapi pasti, Asus menjadi pemain penting di pasar smartphone di Indonesia. Bahkan, smartphone Asus Zenfone 2 dan 3 sangat laris di pasar dan mendominasi pasar segmen menengah ke bawah.

Asus Indonesia pun akan menghadirkan smartphone Asus Zenfone AR yang mengandalkan RAM 8 GB, Zenfone 3 Zoom yang mengandalkan kamera ganda, dan Zenfone Live pada kuartal kedua tahun ini, seperti dikatakan Galip Fu (Country Marketing Manager, Asus Indonesia).

“Persiapannya (tiga smartphone) sudah 99 persen dan siap dirilis di Indonesia. Masih ada kemungkinan perubahan keputusan jugakan. Semoga saja tidak ada perubahan,” kata Fu dalam ajang Zencreation di Jakarta, Rabu (15/3).

Meskipun sudah memastikan, Fu tidak menyebut kapan persisnya peluncuran tiga smartphone tersebut di Indonesia, begitu pun kisaran harganya.

Sebelumnya, Asus telah meluncurkan smartphone Asus Zenfone 3 Zoom dan Zenfone AR dalam ajang CES 2017 pada awal tahun ini.

Asus Zenfone AR adalah smartphone pertama di dunia dengan RAM 8 GB dan mendukung teknologi augmented reality (AR) sekaligus virtual reality (VR).

Asus Zenfone 3 Zoom

Selain itu, Asus Zenfone 3 Zoom mengusung kamera ganda berukuran 12 megapixel. Pada kamera pertama menggunakan sensor Sony IMX362 dengan aperture F/1,7 dan ukuran pixel 1,4um. Asus melengkapinya dengan fitur dual-pixel phase detection, laser autofocus, object tracking, OIS, EIS dan dukungan RAW.

Pada kamera kedua, Asus Zenfone 3 Zoom menawarkan kemampuan 2,3x optical zoom dan panjang lensa 59 mm. Asus juga menyematkan fitur mode portrait mirip iPhone 7 Plus yang membuat foto bokeh.

Zenfone Live sendiri menyasar mereka yang suka selfie, mengingat smartphone itu menawarkan aplikasi BeautyLive yang memungkinkan wajah pengguna dipermulus secara otomatis dengan beragam filter beautification saat sedang live streaming.

Zenfone Live menawarkan kamera depan 13 megapixel dan kamera depan 5 megapixel. Kamera belakangnya memiliki aperture f/2.0 dan sudut pandang 82 derajat. Sedangkan kamera depan memiliki LED selfie flash.

TERBARU

Proyek kacamata pintar Google Glass sempat dimatikan oleh Alphabet, induk perusahaan Google, pada tahun 2015. Tetapi sekarang, Google Glass lahir kembali dengan fokus bisnis yang baru di industri enterprise.