Tags Posts tagged with "Asus"

Asus

ASUS TP203

ASUS kembali memperkenalkan produk laptop terbarunya VivoBook Flip TP203 yang menawarkan bobot ringan dan inovatif. ASUS VivoBook Flip TP203 adalah laptop convertible yang paling terjangkau di antara jajaran perangkat VivoBook lainnya.

Galip Fu (Country Marketing Manager ASUS Indonesia) mengatakan pengguna yang mengidamkan laptop convertible dengan budget terbatas bisa menjadikan ASUS VivoBook Flip TP203 sebagai pilihan.

“Laptop ini memiliki performa yang andal untuk mengolah sistem komputasi sebab diperkuat prosesor dengan empat inti atau quad core, yang sanggup bekerja simultan dan cepat untuk menjalankan berbagai aplikasi,” ucapnya.

Laptop itu mengusung layar 11,6 inci dengan engsel yang dapat diputar hingga 360 derajat, prosesor Intel Quad Core Pentium N4200 yang menawarkan kecepatan hingga 2,5 GHz, dan RAM 4 GB DDR3 dengan kecepatan 1600MHz.

“Tidak hanya kencang, prosesor ini pun sangat hemat daya karena mempunyai angka TDP hanya 6 watt. “Nilai thermal design power (TDP) yang sangat kecil itu mampu membuat laptop bertahan hingga 8 jam lamanya,” ujarnya.

Dari sisi media penyimpanan, ASUS menyediakan storage berbasis harddisk drive sebesar 500GB. Kapasitas ruang sebesar itu mampu memuat berbagai macam file penting seperti dokumen, film, dan file multimedia lainnya.

Laptop ini juga dengan hadir dengan dukungan port yang lengkap antara lain, card reader, micro HDMI, dan tiga buah USB 3.0. Tidak lupa juga ASUS menyematkan teknologi audio Sonic Master, untuk membuat audio yang keluar dari perangkat tersebut lebih jernih dan kencang.

Asus ZenfoneMax Plus

Tak mau tertinggal, Asus segera meluncurkan smartphone ZenFone Max Plus yang mengusung layar dengan aspek rasio 18:9, mengingat saat smartphone berlayar 18:9 sedang populer di pasar.

Smartphone dengan aspek rasio layar itu menawarkan tampilan layar yang lebih nyaman.

ZenFone Max Plus mengusung layar IPS 5,7 inci dengan rasio layar 18:9 dan resolusi layar 1080 x 2160. Untuk tenaganya, ZenFone Max Plus menggunakan prosesor octa-core Mediatek 6750T, RAM 2GB atau 3 GB dan media penyimpanan berkapasitas 16GB atau 32GB.

ZenFone Max Plus juga akan menggunakan antarmuka ZenUI 4.0 dan sistem operasi Android 7.0 Nougat seperti dikutip GSM Arena.

Untuk fotografi, Asus memiliki kamera ganda di bagian belakang sebesar 16 megapixel dan 8 megapixel dengan konfigurasi lensa normal dan wide angle. Untuk kamera depan, smartphone itu menawarkan sebuah kamera dengan resolusi sebesar 8 megapixel.

ZenFone Max Plus memiliki baterai berukuran 4,130mAh tanpa fitur pengisian daya cepat Quick Charge.

Jika biasanya lini Zenfone mempunyai tombol home pada bagian depan, Asus menghilangkan tombol home di Max Plus. Sebagai gantinya, Asus memasang sensor sidik jari yang ada di bagian belakang smartphone.

Kabar gembira bagi Anda yang sedang mencari notebook lengkap dengan sistem operasi Windows. Pasalnya, Asus Indonesia pada Kamis (23/11) mengumumkan bahwa semua notebook terbaru yang dihadirkan ke pasaran akan dilengkapi dengan sistem operasi Windows 10 secara pre-installed.

Seluruh varian notebook Asus, mulai dari notebook premium, ultrabook dan convertible, sampai ke notebook gaming, seluruhnya sudah dilengkapi berbagai varian sistem operasi Windows 10. Tak lupa, notebook mainstream dan model terjangkau pun akan hadir dengan Windows 10.

Beberapa tipe notebook Asus yang membenamkan Windows 10 adalah Zenbook Flip S, Zenbook 3 Deluxe, Vivobook Flip TP410, Vivobook A405, serta ROG Zephyrus. Asus menyebut, ada 1 juta unit notebook Asus yang akan membenamkan Windows 10 ini.

Vlasta Berka (General Manager of Device Sales Microsoft Asia Pacific) mengungkapkan keyakinan Microsoft bahwa PC merupakan perangkat utama pendukung kreativitas dan bisa mendorong pengguna untuk menghasilkan karya yang lebih inovatif.

“Dengan hadirnya Windows 10 di seluruh notebook Asus, pengguna bisa memanfaatkan seluruh kemampuan Windows 10 Fall Creators Update dan menikmati perlindungan terhadap ancaman software,” sebut Berka.

Soal keamanan, pengguna tak perlu khawatir karena Windows 10 telah dilengkapi dengan anti virus terbaik buatan Microsoft yakni Windows Defender secara bawaan. Tidak hanya itu, OS ini juga selalu menawarkan update rutin secara terus menerus untuk melindungi pemakainya dari bermacam serangan seperti malware, virus, spyware yang terdapat di e-mail, aplikasi, cloud, atau langsung dari sebuah website.

Untuk notebook kelas pemula, Asus menyebut akan ada kenaikan harga antara Rp50 ribu hingga Rp150 ribu. Namun kenaikan ini dijamin tidak akan signifikan karena jika dibandingkan dengan membeli Windows 10 orisinil secara terpisah, kenaikan harga tersebut tentu tergolong sangat murah. Sebagai informasi, harga Windows 10 Home di Indonesia dipatok sekitar Rp1,5 juta.

HP luncurkan laptop Spectre 13.3

Pelan tapi pasti pasar laptop mulai meningkat pada kuartal III 2017, mengingat pasar laptop mulai tertekan dengan pertumbuhan smartphone yang pesat dan pengguna lebih memilih menjalankan sistem komputasi melalui smartphone daripada laptop.

Lembaga riset Trend Force mengungkapkan pengiriman laptop meningkat 6,8 persen dari kuartal ke kuartal dengan total pengiriman 42,69 juta unit. Trend Force memprediksi pengiriman laptop akan menembus 162,4 juta unit pada tahun ini.

Lantas, siapakah pabrikan komputer yang menguasai pasar laptop ?.

Bukan Apple, Hewlett Packard (HP) masih merajai pasar laptop dengan mencatat kenaikan pengiriman tertinggi yaitu 17,6 persen dari kuartal ke kuartal dengan pangsa pasar sebesar 25,8 persen. Hingga akhir tahun ini, Trend Force memprediksi HP akan tetap merajai pasar laptop dunia dengan pengiriman laptop sebanyak 40 juta unit.

Di bawah HP, ada Lenovo yang mengirimkan laptop sebanyak 8,58 juta unit pada kuartal III 2017 dan mencatatkan pertumbuhan laptop 6,5 persen dari kuartal ke kuartal. Saat ini Lenovo menguasai pangsa pasar laptop global sebesar 20,1 persen.

Di posisi ketiga, ada Dell yang mencatatkan pertumbuhan pasar sebesar 1,4 persen dibanding kuartal sebelumnya dan menguasai pangsa pasar sebesar 15,6 persen seperti dikutip laman Trend Force.

Barulah, Apple berada di posisi ke empat. Apple mengirimkan laptop sebanyak 4,43 juta unit pada kuartal III 2017 dan mencatatkan pertumbuhan 11,3 persen dibanding kuartal sebelumnya. Saat ini Apple menguasai pangsa pasar laptop global sebesar 10,4 persen pada kuartal III 2017.

Di poisisi lima, ada Asus yang mengirimkan laptop sebanyak 3,82 juta unit pada kuartal III 2017 dengan pangsa pasar sebesar 8,9 persen. Di bawah Asus, ada Acer yang mengirimkan laptop sebanyak 3,31 juta unit pada kuartal III 2017 dengan pangsa pasar sebesar 7,7 persen.

Meski berada di peringkat dua terbawah, laptop Asus dan Acer akan terus tumbuh mengingat potensi pasar laptop gaming saat ini yang cukup besar.

Setelah memperkenalkan lini terbarunya melalui Asus Gaming FX Series, Asus juga langsung menghadirkan notebook Asus Gaming FX553VD yang merupakan varian pertama di lini tersebut.

Secara kasat mata, notebook ini memiliki desain yang mirip dengan Asus ROG Strix GL553 Series. Spesifikasinya mumpuni karena telah dipersenjatai dengan prosesor Intel Core i7 generasi ke-7 (Kaby Lake) serta kartu grafis Nvidia GeForce GTX 10 Series.

“Dengan kombinasi komponen berkinerja tinggi, Asus Gaming FX553VD sangat bisa diandalkan para gamers untuk menjalankan game-game kegemaran mereka dengan sangat lancar,” ujar Galip Fu, Country Marketing Manager Asus Indonesia. “Hadirnya notebook ini memberikan solusi terjangkau bagi para gamer untuk bermain game terkini dengan harga yang lebih terjangkau.”

Spesifikasi tangguh
Asus FX553VD hadir dengan kombinasi komponen berkinerja tinggi yang mampu melibas game-game AAA. Game-game AAA adalah sebutan untuk game dengan kualitas dan biaya pembuatan yang tinggi. Dapur pacunya menggunakan prosesor Intel Core i7-7700HQ (6M Cache, up to 3,4 GHz) yang dipadu chip grafis Nvidia GeForce GTX 1050 dengan VRAM 2 GB dan RAM 8 GB DDR4 2400 MHz yang dapat di-upgrade hingga 32 GB.

Seri ini menggunakan layar berukuran 15 inci dengan resolusi full HD (1920 x 1080 pixels) anti glare sehingga pengguna tidak akan menemui gangguan pantulan cahaya di layar. Asus juga menyematkan teknologi Asus Splendid untuk memastikan layar menghasilkan warna serta gambar yang tajam dan akurat. Tidak ketinggalan Asus Eye Care Technology yang berguna untuk mereduksi pancaran sinar biru yang berpotensi berbahaya hingga 30 persen.

Meski merupakan lini FX Series, notebook ini tetap menyertakan fitur yang biasa terdapat di lini ROG. Salah satunya adalah Asus ROG Gaming Center yang merupakan aplikasi andalan lini ROG untuk menampilkan informasi sistem secara lengkap dari notebook tersebut. Aplikasi ini juga bisa memantau dan mengatur kecepatan fan pada notebook yang berguna pada kondisi tertentu. Terdapat pula teknologi Asus Game First III untuk mengoptimalkan jaringan agar berjalan lancar saat bermain game secara bersamaan secara online.

Di Indonesia, Asus Gaming FX553VD dipasarkan dengan harga mulai dari Rp12.299.000 dengan masa garansi selama 2 tahun secara global. Setiap pembelian notebook ini, pengguna juga akan mendapatkan bonus gaming backpack secara cuma-cuma.

Di segmen gaming enthusiast, lini notebook ROG (Republic of Gamers) menjadi andalan Asus dalam menghadirkan perangkat yang tangguh untuk kebutuhan gamers, termasuk notebook. Namun tidak semua gamers memiliki anggaran yang sangat besar untuk melakukan investasi pada perangkat gaming pendukung aktivitas mereka.

Untuk memberikan solusi kepada gamers dengan alokasi dana terbatas, Asus memperkenalkan lini Asus Gaming FX Series. Dengan hadirnya lini ini, Asus menawarkan notebook berperforma sekelas Asus ROG dan desain yang tidak kalah menarik. Bedanya, lini Asus Gaming FX Series memiliki harga yang lebih ramah di kantong.

“Tidak hanya gamers, produk dari lini FX Series ini juga bisa digunakan oleh segmen pengguna lain yang butuh notebook dengan kinerja mumpuni namun ditawarkan dengan harga mainstream,” ujar Galip Fu, Country Marketing Asus Indonesia. “Mereka yang berkecimpung di dunia desain, arsitektur, atau konten editor dapat memanfaatkan kemampuan yang ditawarkan oleh varian Asus FX Series.

Lini Asus Gaming FX Series akan diisi oleh notebook-notebook yang dilengkapi dengan komponen-komponen kelas atas yang memenuhi standar untuk memainkan game ataupun aplikasi 3D grafis terkini. Mulai dari prosesor Intel Core i7 berbasis Kaby Lake, grafis Nvidia GeForce GTX 10 series berbasis arsitektur Pascal, serta RAM berkapasitas hingga 32 GB.

Varian FX series akan hadir dalam ukuran layar 15 dan 17 inci. Keduanya akan hadir dengan layar full HD serta wide-view technology untuk menghadirkan visual yang mengagumkan tanpa distorsi warna meski layar dilihat dari sudut pandang yang sempit.

Demi menghadirkan kenyamanan bermain, notebook dilengkapi dengan chicklet keyboard yang didesain khusus dengan teknologi scissor-switch keys yang punya travel distance 2,5mm agar sensasi penekanan tombol terasa lebih mantap. Tak hanya itu, keyboard juga punya backlight berwarna merah, spacebar lebih besar, arrow keys yang sedikit terpisah dengan tombol keyboard lainnya, serta tombol WASD yang diberi ciri khusus.

Dari sisi harga, Asus Gaming FX Series akan dipasarkan di harga serupa dengan notebook mainstream dari kelas performa. “Notebook dari lini tersebut sangat tepat diposisikan sebagai alternatif dari seri Asus ROG yang terkenal menawarkan performa gaming maksimal dan premium,” tambahnya.

Untuk kelas bisnis, Asus memiliki wireless router BRT-AC828. Huruf B pada nama modelnya sepertinya menunjukkan bahwa perangkat ini ditujukan untuk kelas bisnis.

Dari sisi tampilan, Asus BRT-AC828 ini sebenarnya masih memiliki desain yang mirip dengan beberapa wireless router lain dari Asus. Dimensinya cukup besar dengan empat buah antena eksternal yang ukurannya juga besar. Menariknya, pada antena terdapat semacam pengunci untuk mencegah antenanya terlepas secara tidak sengaja.

Asus menghadirkan spesifikasi yang cukup tinggi pada RT-AC828 ini. Dalam hal koneksi nirkabelnya, wireless router ini mendukung koneksi pita ganda dengan kecepatan maksimal sampai 800 Mbps pada 2,4 GHz, dan sampai 1.733 Mbps pada 5 GHz.

Sementara pada koneksi kabelnya, wireless router ini menyediakan sampai 2 buah port WAN serta 8 buah port LAN, sesuatu yang tidak tersedia pada perangkat wireless router kelas konsumen pada umumnya.

Kemudian sebagai tambahan, Asus BRT-AC828 juga memiliki dua buah port USB 3.0. Selain itu, wireless router ini juga mendukung penggunaan media penyimpanan dengan selot M.2.

Dalam hal pengaturan, Asus BRT-AC828 sebenarnya masih memiliki tampilan panel kontrol web yang mirip dengan varian kelas konsumennya, walaupun sebenarnya ditujukan untuk kelas bisnis. Bedanya, terdapat sejumlah pengaturan tambahan untuk skenario penggunaan di lingkungan bisnis.

Sejumlah fitur yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan bisnis adalah fitur WAN ganda serta dukungan VPN. Selain itu, wireless router ini juga mendukung fungsi SSID virtual serta dukungan link aggregation pada port LAN sampai empat port sekaligus.

Port USB yang tersedia bisa digunakan untuk menghubungkan media simpan, printer, atau juga modem LTE sebagai koneksi alternatif apabila koneksi utama bermasalah.

Asus menyematkan banyak fitur yang ditujukan untuk kelas bisnis pada wireless router ini, seperti WAN ganda dan port LAN sebanyak delapan buah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tampilan panel kontrolnya mirip seperti varian di kelas konsumen.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Plus: Kinerja baik, LAN gigabit, tampilan antarmuka panel kontrol mudah digunakan, ada selot M.2.

SpesifikasiAsus BRT-AC828
Standar802.11b, 802.11g, 802.11n, 802.11ac
Konektor8 x LAN 1 Gbps, 2 x WAN 1 Gbps, 2 x USB 3.0, 1 x M.2
Kecepatan800 Mbps (2,4 GHz 802.11b/g/n) + 1.733 Mbps (5 GHz 802.11ac)
FiturDHCP server, MAC address filter, QoS, Website filter, USB share, Dual WAN, SSID virtual, VPN
KelengkapanPower adapter, Manual, Kabel LAN, Antena
Mode operasiWireless router, access point
Situs webwww.asus.com
Kisaran harga-

Setelah sebelumnya merilis smartphone dengan nama yang sama, kini Asus kembali menghadirkan Asus Zenfone 3 Max. Namun jika sebelumnya memakai seri ZC550TL, versi terbaru ini menggunakan seri ZC553KL. Apa bedanya?

Ternyata banyak perbedaan yang hadir. Di antaranya ukuran dan resolusi layar, penggunaan SoC, dan kamera. Pada seri Max ini, baterai yang digunakannya ternyata sedikit lebih kecil sekitar 30 mAh dibanding ZC550TL. Selain itu, spesifikasi yang digunakan ZC553KL sedikit lebih baik.

Karena seri ini menggunggulkan kemampuan baterai, meski kapasitas baterainya sedikit lebih kecil, daya tahan baterai ZC553KL diklaim lebih tangguh. Ini dikarenakan manajemen daya yang dimiliki Snapdragon 430 yang lebih efisien dibanding SoC sebelumnya yaitu MediaTek MT6737M.

Menariknya, baterai 4.100 mAh pada ZenFone 3 Max dapat digunakan juga sebagai “power bank” untuk mengisi daya smartphone lain. Anda tinggal menghubungkan perangkat tersebut menggunakan kabel OTG yang sudah tersedia pada paketnya. Jika kapasitas baterai Zenfone 3 Max sudah mencapai tiga puluh persen, secara otomatis proses pengisian daya akan terhenti.

Guna melihat ketangguhannya, kami menguji menggunakan PCMark for Android yang mensimulasikan pengunaan aplikasi umum yang dijalankan sampai energi baterai menipis. Hasilnya, baterai mampu bertahan sampai 7 jam 44 menit. Tidak hanya itu. Kami pun mencoba menjalankan aktivitas keseharian dengan kondisi mobile data diaktifkan. Hasilnya, baterainya mampu bertahan mulai dari jam sembilan pagi sampai sore hari.

Tidak hanya baterai, banyak daya tarik yang dihadirkannya. Seri ini terlihat lebih dinamis dan menarik dengan desain unibody yang memiliki finishing metal. Rasio screen to body sekitar 72% membuat layarnya terlihat lapang. Tidak ketinggalan, dukungan resolusi full HD serta desain 2.5D menjadi andalan smartphone kelas menengah ini.

Bersenjatakan SoC Snapdragon 430, smartphone ini memang menawarkan kinerja yang sudah cukup untuk menjalankan beragam aplikasi yang ada di Play Store. Dikombinasikan dengan memori utama berkapasitas tiga gigabyte, sistem berjalan lancar. Dengan user interface ZenUI, pergerakan menu cukup lancar dan ringan saat digunakan.

Dalam hal kamera, Zenfone 3 Max masih mengandalkan teknologi PixelMaster. Terdapat beberapa fitur kamera yang dapat Anda manfaatkan, mulai dari Auto, Manual, HDR Pro, Beautification, Super Resolution, Low Light, QR code, Night, Effect, Selfie, Panorama, dan Time Lapse. Sementara untuk merekam video, Anda bisa merekam video berformat full HD 1.920 x 1.080 pixel dengan 30 frame per detik. Saat merekam dengan kamera belakang, Anda diberi pilihan untuk bisa mengaktifkan image stabilizer untuk mengurangi guncangan.

Sensor Sidik Jari
Sensor sidik jari ini mampu menyimpan dan mengenali sampai lima sidik jari berbeda.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sensor Laser
Di atas sensor sidik jari terdapat modul kamera yang diapit oleh sensor laser dan dual tone LED flash.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengaturan Kamera
Kamera menggunakan UI PixelMaster 3.0 yang menyediakan pengaturan seperti Auto, Manual, HDR Pro, Beautification, Super Resolution, Low Light, QR code, Night, Effect, Selfie, Panorama, dan Time Lapse.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Selot Hibrida
Smartphone ini mendukung dua jenis kartu yaitu micro dan nano. Selain itu, selot kedua bisa digunakan bergantian dengan kartu micro-SD.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hasil Uji
Pengujian menggunakan AnTuTu serta PCMark menunjukkan kinerja yang baik untuk sebuah smartphone bersenjatakan Snapdragon 430.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hasil uji

PengujianAsus Zenfone 3 Max (ZC553KL)
AnTuTu Benchmark 6.2.042753
PCMark – Work Performance4864
3Dmark - Ice Storm9059
3Dmark - Ice Storm Extreme5570
3Dmark - Ice Storm Unlimited9498
GeekBench 4 - Single Core637
GeekBench 4 - Multi Core1797

PLUS: Desain keren, kapasitas baterai besar, ada fitur fingerprint, kamera bagus, bisa berfungsi sebagai power bank.

MINUS: Tanpa fast charging, tanpa Wi-Fi ac.

SpesifikasiAsus Zenfone 3 Max
ProsesorQualcomm MSM8937 Snapdragon 430 (octa core Cortex-A53 sampai 1,4 GHz)
RAM3 GB
Chip grafisAdreno 505
Kapasitas simpan internal32 GB
Selot SIMDual SIM (micro dan nano yang hibrida)
Jaringan selulerGSM/HSPA/LTE
Dukungan koneksiWi-Fi 802.11b/g/n, Wi-Fi Direct, hotspot, Bluetooth 4.1, GPS, A-GPS, GLONASS, BDS, radio FM, jack audio 3,5 mm, micro-USB, USB OTG
KameraBelakang: 16 MP, f/2.0, laser autofocus, dual LED flash, video 1080p /Depan: 8 MP, f/2.2, video 1080p
Layar5,5ʺ IPS LCD 1.920 x 1.080 pixel @ 401 ppi, oleophobic coating
Kapasitas bateraiLi-ion 4.100 mAh
Dimensi/bobot15,14 x 7,62 x 0,83 cm/175 gr
Sistem operasiAndroid 6.0.1 Marshmallow (ASUS ZenUI 3.0)
KelengkapanBundling Telkomsel, adapter, kabel OTG, kabel data USB, SIM ejector, buku manual, kartu garansi
Situswww.asus.com/id
Garansi1 tahun
HargaRp3.099.000

Setelah melakukan refresh terhadap seri VivoBook di pertengahan kuartal ketiga lalu, di kuartal keempat ini ASUS Indonesia kembali menghadirkan update terhadap lini produknya tersebut.

Adalah VivoBook 14 A442, varian terbaru yang dihadirkan ke pasaran Indonesia. Berbeda dengan varian sebelumnya, VivoBook 14 A442 menyasar segmen mahasisw atau pengguna di usia 18-25 tahun. Yang menarik, VivoBook 14 A442 ini dilengkapi dengan prosesor Intel Core generasi ke-8 atau yang disebut dengan nama Kaby Lake Refresh.

“Teknologi terbaru tentu pasti akan kami hadirkan di lini produk ASUS, khususnya notebook. Apalagi ASUS bertanggungjawab terhadap 41,9 persen pangsa pasar notebook consumer di Indonesia,” sebut Galip Fu (Country Marketing Manager ASUS Indonesia).

Hal lain yang menarik, notebook ASUS ini juga menyediakan fingerprint sensor. “Pengguna dapat membuka kunci ASUS VivoBook dalam waktu cepat tanpa perlu mengetikkan password,” sebut Galip. “Sensor sidik jari ini lebih aman, lebih cepat dan sangat memudahkan,” tambahnya.

Tak hanya itu, ASUS VivoBook 14 menggunakan baterai jenis lithiumpolymer yang diklaim memiliki masa pakai hingga 3 kali lipat lebih awet dibandingkan dengan baterai lithium-ion biasa. “Yang menarik, dengan teknologi ASUS fastcharge, baterai yang sudah menipis bisa diisi penuh hingga kapasitas 60 persen dalam waktu 49 menit saja,” ujarnya.

ASUS Battery Health Charging Technology memungkinkan pengguna untuk menentukan kapasitas pengisian hingga 60%, 80% ataupun 100% sesuai kebutuhan. Penetapan kapasitas charging ini juga diklaim akan memperpanjang masa pakai baterai dan menurunkan kemungkinan terjadinya baterai melembung.

Di Indonesia, ASUS VivoBook 14 A442 dengan Intel Core generasi ke-8 sudah tersedia dalam 2 pilihan spesifikasi dan dipasarkan di harga mulai dari Rp7.999.000.

Bagi pengguna yang membutuhkan, VivoBook 14 A442 juga tersedia dalam pilihan yang menggunakan prosesor Intel Core i7-7500U. Seluruh varian dilengkapi dengan layanan garansi purna jual yang berlaku secara global selama 2 tahun senilai Rp1.250.000 dan mendapatkan bonus backpack secara cuma-cuma, senilai Rp299.000.

Notebook ini hadir dengan pilihan warna Star Gray, Rouge, Pearl White, Icicle Gold dan Vibrant Orange.

Berikut ini spesifikasi lengkap ASUS VivoBook 14 A442:

Main Spec.ASUS VivoBook 14 A442
CPUIntel Core i5 8250U Processor (6M Cache, up to 3.40 GHz)
Operating SystemWindows 10 Home
Memory4GB / 8GB DDR4 2133MHz SDRAM
Storage1TB SATA HDD 5400RPM
Display14” HD (1366×768) / FHD (1920×1080)
GraphicsDiscrete graphics Nvidia GT 930MX 2GB / Nvidia GT 940MX 2GB
Input/Output1x audio, 1x USB 3.0 Type-C, 1x VGA, 1x HDMI, 1x SD card reader, 1x USB 2.0, 1x RJ45 LAN, 1x USB 3.0, Fingerprint Reader
CameraVGA Web Camera
ConnectivityIntegrated 802.11b/g/n/ac, Bluetooth 4.0
AudioSupport Windows 10 Cortana, ASUS SonicMaster Technology

Built-in Stereo 3W speakers and analog microphone

BatteryPolymer 2 cells 38Whrs Battery
Dimension(WxDxH) 348 x 242.8 x 23 ~23.6 mm
Weight1,8Kg with Battery
ColorsIcicle Gold, Star Grey, Rouge, Pearl White
PriceRp7.999.000 / Rp9.199.000
Warranty2 tahun garansi global senilai Rp900.000

 

 

Ringan, ramping, dan matrial mewah yang kuat.

Sebagai pemain lama di industri perangkat teknologi dan komunikasi di Indonesia, ASUS tak ingin ketinggalan untuk mengambil bagian di ajang Indocomtech kali ini yang digelar mulai 1-5 November 2017.

“Sejak tahun 2013 lalu, ASUS sudah menjadi market leader untuk bisnis perangkat komputasi mobile di Indonesia. Selain dikenal dengan menghadirkan produk yang berkualitas dan inovatif, ASUS juga menyediakan layanan purna jual yang luas dan garansi penuh,” sebut Galip Fu (Country Marketing Manager ASUS Indonesia).

Galip menuturkan jika tahun ini ASUS akan fokus di tiga lini notebook unggulannya yakni ZenBook, VivoBook dan ASUS ROG series.

Pada ajang Indocomtech kali ini, ZenBook UX430UN dan ZenBook UX430UQ dipasarkan di harga Rp18.799.000 dan Rp17.799.000 lengkap dengan sleeve bag dan USB 3.0 to LAN dongle senilai Rp1.500.000.

Sementara itu, seri VivoBook S15 S510UQ tersedia di harga Rp9.499.000.

Lain halnya dengan ROG series. GL502VM dipasarkan di harga Rp29.299.000 untuk varian dengan layar Full HD IPS yang mendukung G-Sync serta GTX 1060 GDDR5 6GB, serta Rp23.799.000 untuk non G-Sync dan GTX 1060 GDDR5 3GB. Keduanya termasuk free gaming mouse, headset dan backpack senilai total Rp2.900.000. Adapun ROG Zephyrus GX501VI dipasarkan di harga Rp50.299.000 dan mendapatkan bonus gaming mouse, USB 3.0 to LAN, palmrest dan screwdriver senilai Rp1.700.000.

Meski mengunggulkan perangkat-perangkat kelas atas, ASUS juga menyediakan solusi bagi para pelajar, mahasiswa ataupun pengguna umum yang membutuhkan notebook dengan kemampuan memadai untuk kebutuhan sehari-hari. Salah satunya ASUS EeeBook E203 yang hadir dengan dimensi yang sangat ringkas, bobot yang sangat ringan, serta dipasarkan di harga mulai dari Rp3.299.000.

“Seluruh produk yang dipasarkan ASUS Indonesia, termasuk di ajang Indocomtech 2017 mendapatkan garansi layanan purna jual hingga 2 tahun secara penuh, baik service ataupun sparepart,” pungkas Galip.

TERBARU

Pemesanan terbanyak di Indonesia dilakukan pada pukul 17.00 karena bertepatan dengan jam pulang kerja, terutama di Jakarta