Tags Posts tagged with "BlackBerry"

BlackBerry

Matthew Talbot (CEO. BBM). [Foto: Jay Ringga/InfoKomputer]

Reputasi BlackBerry memang tidak sesemerbak dulu lagi. Kegagalan bersaing di pasar smartphone membuat BlackBerry kini hanya berkutat di sisi software dan enterprise. Namun ada satu “warisan” yang masih tersisa dari BlackBerry di Indonesia, yaitu BlackBerry Messenger (BBM). Jika mengacu data Similar Web, BBM masih menjadi aplikasi perpesanan (messaging app) paling populer di Indonesia.

Hal ini pun dibenarkan Matthew Talbot (CEO BlackBerry Messenger). “BBM is pretty much alive!” ungkap pria asal Kanada ini dengan semangat. “Saat ini, BBM memiliki 64 juta MAU (Monthly Active Users. Red),“ ungkap Matthew. Dari jumlah itu, sebanyak 75 persen di antaranya adalah pengguna harian yang aktif.

Data lain menunjukkan, pengguna BBM rata-rata menghabiskan waktu sebanyak 73 menit di BBM. Jika mengacu pada data Google yang menunjukkan pengguna rata-rata menghabiskan 140 menit per harinya untuk chat, berarti separuh waktu mereka dihabiskan di BBM.

Membentuk Ekosistem

Dengan basis pengguna yang besar tersebut, BBM kini memiliki mimpi besar: membentuk ekosistem. “Kami akan bertransformasi dari aplikasi chat menjadi ekosistem yang menyatukan social, commerce, dan chat,” kata Matthew.

Konsep ini mirip seperti WeChat di Tiongkok serta Line di Jepang, yang berhasil menjadikan aplikasi perpesanannya menjadi pusat berbagai aktivitas digital. “Kami akan membuat BBM seperti itu di Indonesia,” tambah Matthew.

[BACA: Wajah Baru BBM, Tambahkan Fitur Chatbot dan Pelaporan Spam]

Ada alasan tersendiri mengapa aplikasi perpesanan kini menjadi primadona. Riset yang dilakukan ComScore menunjukkan bahwa sebanyak lebih dari lima puluh persen pengguna smartphone tidak mengunduh aplikasi sama sekali dalam satu bulan terakhir. Sebanyak seperempat dari jumlah aplikasi yang diunduh pun hanya sekali digunakan untuk kemudian dihapus atau tidak digunakan lagi. Fenomena ini mengindikasikan, antusiasme pengguna untuk memasang aplikasi di smartphone-nya sudah jauh menurun.

Fenomena berbeda justru terjadi di aplikasi perpesanan. Lembaga riset Acurate memperkirakan, ada sebanyak 2,5 miliar pengguna smartphone yang memiliki lebih dari satu aplikasi perpesanan di smartphone-nya. Dalam beberapa tahun mendatang, jumlah itu akan mencapai 3,6 miliar atau separuh dari jumlah penduduk dunia.

Fakta itulah yang membuat Matthew sangat yakin akan masa depan produknya. “The killer app is messaging app,” ungkap Matthew bergaya filosofis. “Kami akan menggabungkan video, berita, shopping, travel, kupon, sampai payment ke dalam BBM,” imbuh Matthew. Semua itu secara mudah akan bisa diakses pengguna BBM melalui menu Discover yang ada di BBM.

Tampilan baru aplikasi BBM di Android dan iOS.

Rencana tersebut kian menemukan jalannya setelah BBM kini resmi menjadi milik Elang Mahkota Teknologi (Emtek). Sebagai grup media yang sangat serius di dunia digital, Emtek dapat menyuplai konten dan layanan yang dibutuhkan BBM. “Contohnya Vidio.com, Bukalapak, Reservasi, atau Lakupon,” Matthew menyebut beberapa layanan milik Emtek yang telah diintegrasikan ke dalam BBM.

Meskipun begitu, Matthew menegaskan kalau BBM bukan cuma untuk produk Emtek. “Kami membuka kerja sama dengan seluruh penyedia konten dan layanan untuk masuk ke platform BBM,” tegas Matthew. Hal ini ditunjukkan dengan dibukanya akses API (application program interface) kepada partner yang ingin mengintegrasikan produk dan layanannya ke BBM.

Sebagai negara dengan jumlah pengguna BBM terbesar di dunia, Indonesia akan menjadi yang pertama merasakan seluruh inovasi tersebut. Namun Matthew meyakini, model yang sama juga bisa dikembangkan di berbagai negara lain. “Kami akan menyempurnakan model ini di Indonesia, untuk kemudian mengembangkannya ke negara lain,” imbuh Matthew.

Terus Tumbuh

Sebagai aplikasi perpesanan, Matthew menganggap kunci pertumbuhan BBM adalah peningkatan jumlah maupun interaksi pengguna. “Kami ingin lebih banyak pengguna yang menghabiskan lebih banyak waktunya di BBM,” ungkap pria yang pernah bergabung dengan SAP ini.

Matthew mengakui, saat ini masih banyak yang mengasosiasikan BBM sebagai turunan dari BlackBerry. Padahal, sebanyak sembilan puluh persen pengguna BBM sekarang menggunakan Android. “Hal inilah yang harus kami terus edukasi,” tukas Matthew.

[BACA: Baca Komik dan Novel Digital di BBM WebComics]

Sementara soal kemunculan aplikasi perpesanan lain, Matthew tidak terlalu khawatir. “Di semua industri, akan selalu ada kompetisi,” ungkap Matthew.

Apalagi data menunjukkan pengguna memiliki lebih dari satu aplikasi perpesanan, yang mengindikasikan konsumen membutuhkan lebih dari satu cara untuk berkomunikasi dengan lingkungannya. “Dan karena menawarkan ekosistem, BBM praktis berbeda dengan WhatsApp atau Facebook Messenger,” tambah Matthew.

Matthew justru melihat tantangan BBM lebih ke sisi internal, seperti menjaga momentum untuk mengembangkan platform ini. “Saat ini kami sedang menyusun tim yang bisa mendorong transformasi ini, dan menemukan orang yang tepat adalah sebuah tantangan tersendiri,” ujar Matthew.

Tim BBM sendiri saat ini sedang mempersiapkan beberapa terobosan. Yang pertama adalah mengintegrasikan game ke dalam BBM mengingat game menjadi salah satu kegiatan utama pengguna smartphone.

“Kami juga sedang merancang sistem finansial di dalam BBM,” tutur Matthew. Saat ini sudah ada BBM Checkout yang digunakan untuk membayar transaksi di dalam lingkungan BBM. Dalam waktu dekat, mereka juga akan merilis BBM Wallet yang digunakan untuk melakukan pembayaran online maupun offline.

“Reputasi brand meningkat sepuluh kali lipat ketika ada interaksi 1-on-1,” ungkap Matthew mengungkapkan hasil sebuah riset.

Matthew juga menunjuk chatbot akan menjadi bagian penting dari platform BBM. Melalui chatbot, pengguna bisa memesan sebuah layanan langsung dari jendela percakapan tanpa harus membuka aplikasi lain.

Contohnya yang dilakukan Uber. Ketika pengguna mengetikkan alamat, bot Uber tersebut secara otomatis memunculkan menu untuk memesan armada Uber ke alamat tersebut. Bot ini pun bisa diimplementasikan di berbagai hal, mulai dari pembelian barang, pemesanan hotel, sampai pemesanan jasa.

Ketika integrasi chatbot bisa dilakukan, Matthew yakin efektivitas aplikasi perpesanan sebagai media pemasaran akan makin meningkat. “Reputasi brand meningkat sepuluh kali lipat ketika ada interaksi 1-on-1,” ungkap Matthew mengungkapkan hasil sebuah riset. Ketika interaksi 1-on-1 tersebut bisa tercipta melalui chatbot, aplikasi perpesanan akan menjadi ekosistem yang sangat potensial untuk dimanfaatkan.

Dan Matthew yakin, BBM akan menjadi bagian penting dari evolusi aplikasi perpesanan tersebut. “Impian saya adalah membuat pengguna memandang BBM sebagai aplikasi perpesanan nomor satu lagi,” tutup Matthew.

Ilustrasi teknologi di industri kesehatan. [Kredit: divinepnc.com]

Internet of Things (IoT) telah merevolusi bisnis di berbagai sektor, termasuk industri layanan kesehatan yang menjadi awal kebangkitan keberadaan Internet of Medical Things.

Manfaat perangkat medis yang terhubung sangat mudah dipahami. Sebagai pengganti dari pengisian formulir atau melihat laporan tes di setiap counter perawat, kini para dokter mampu melakukan semuanya secara digital. Para pasien pun dipastikan dapat menerima standar perawatan yang jauh lebih baik dan juga diprioritaskan berdasarkan keperluan mereka, bukan berdasarkan kronologi.

Menurut laporan Deloitte, pemakaian Technology Enabled Care (TEC) yang lebih luas dapat menghemat biaya secara langsung dan meningkatkan perawatan pasien. Contohnya kunjungan secara elektronik (e-visit), menulis resep secara elektronik, serta melakukan diagnosis dan memberikan perawatan melalui pemantauan jarak jauh.

Kini, rumah sakit tengah meningkatkan penggunaan perangkat terhubung. Para operator pun merasa bahwa penggunaan yang lebih luas di sektor kesehatan dapat mengurangi waktu yang dihabiskan untuk perawatan dan meningkatkan hubungan antara dokter dan pasien secara signifikan.

Waktu yang digunakan untuk mengumpulkan data pasien secara reguler memakan banyak waktu dan sumber daya. Mengotomatisasikan proses ini dengan menggunakan teknologi, seperti wearable device yang mampu menampilkan data statistik penting para pasien, tidak hanya menghemat biaya layanan medis. Manfaat lainnya akan dirasakan pasien dengan menawarkan metode pengumpulan data yang lebih efisien dan memungkinkan para dokter untuk membuat diagnosis yang tepat.

Ini hanyalah contoh kecil bagaimana perangkat yang terhubung dapat merevolusi obat-obatan dengan cara yang tidak pernah terayangkan sebelumnya.

Wearables Merevolusi Layanan Kesehatan

National Health Service di Inggris membahas bagaimana pemanfaatan data melalui perangkat yang dipakai, catatan pasien yang bersifat elektronik, dan teknologi pembantu (assistive technology) dapat sangat membantu sektor layanan kesehatan.

Menurut MedicomHealth, teknologi wearable dapat mengumpulkan informasi yang berharga, termasuk tingkat kegiatan, kebiasaan tidur, dan denyut jantung. Ini merupakan informasi yang berharga untuk para penyedia layanan yang menangani pasien yang mengalami gagal jantung kongestif, diabetes, dan kondisi kronis lainnya.

Diharapkan agar teknologi wearable dapat mengumpulkan data biometrik tambahan lainnya, seperti kadar gula darah dan tekanan darah, melalui sensor noninvasif secara real-time. Teknologi ini nantinya dapat memprediksi peningkatan risiko kejadian yang fatal dan memberitahu petugas layanan kesehatan apabila intervensi diperlukan.

Risiko Keamanan

Walaupun alat pacu jantung dan pompa insulin sampai mesin X-ray memiliki manfaat yang besar, perangkat-perangkat ini juga berisiko untuk diserang.

Administrasi Pangan dan Obat-Obatan (Food and Drug Administration) telah mengonfirmasi sebuah peristiwa kematian seorang pasien, ditemukan bahwa perangkat jantung implan yang dimiliki oleh Rumah Sakit St. Jude Medical sangat rentan dan mudah diakses melalui celah keamanan (vulnerabilities) yang sebenarnya sudah mereka nyatakan kepada publik setahun sebelumnya.

FDA mengumumkan bahwa produsen perangkat memiliki risiko untuk diretas. Mereka pun mengeluarkan serangkaian rekomendasi untuk mengamankan perangkat medis yang dapat membahayakan keamanan dan privasi pengguna mereka.

Rekomendasi tersebut juga menyatakan bahwa para produsen medis perangkat harus melakukan tindakan yang sesuai untuk memastikan performa perangkat yang layak. Rumah sakit dan fasilitas layanan kesehatan harus mengevaluasi jaringan keamanan dan melindungi sistem rumah sakit mereka.

Melindungi Catatan Pasien

Dubai Health Authority (DHA) baru-baru ini mengumumkan bahwa 1,4 juta catatan pasien sudah tersedia secara elektronik dan sistem medis terpadu sudah ditayangkan secara langsung di sejumlah rumah sakit di Dubai di bawah inisiatif “Salma”. Pemerintah Dubai juga mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan program NABIDH untuk mendigitalkan catatan para pasiennya.

Kedua inisiatif ini terhubung dengan visi Uni Emirat Arab untuk mengembangkan model perawatan terpadu dan inovatif di seluruh sektor kesehatan dan menggunakan big data untuk mengembangkan kebijakan kesehatan publik yang berdasarkan bukti.

Ilustrasi layanan kesehatan di Dubai. [Kredit: BloodOrganise]

Ini merupakan langkah yang berani dan DHA memahami bahwa kemajuan teknologi juga membawa risiko, yakni catatan pasien dan data sensitif lainnya bisa jatuh ke tangan yang salah dan menjadi ancaman nyata bagi operator rumah sakit dan layanan kesehatan.

Menurut U.S. Department of Health and Human Services’ Office for Civil Rights, satu dari dua orang Amerika terpengaruh oleh pelanggaran data dalam perawatan kesehatan. Lebih jauh lagi, warga Amerika Serikat juga terpengaruh dengan hal ini dengan pelanggaran data di layanan kesehatan.

Selanjutnya, perusahaan penyedia asuransi dunia maya menaikkan premi mereka tiga kali lipat untuk penyedia layanan kesehatan karena ini merupakan salah satu industri yang seringkali diserang selama dua tahun ke belakang, melampaui sektor keuangan.

Bahaya Ransomware

Tahun lalu, Rumah Sakit Lincolnshire dan Goole dari National Health Service Inggris membatalkan semua operasi yang direncanakan dan mengalihkan kasus trauma utama ke fasilitas-fasilitas di sekitarnya, dikarenakan serangan terencana.

Meski rumah sakit tersebut tidak membocorkan jenis virus yang menginfeksi sistemnya, ada kemungkinan bahwa ini merupakan ulah ransomware. Pada tahun 2016 di Uni Emirat Arab, sebuah pusat kesehatan swasta yang terkenal juga menghadapi serangan yang sama.

Jika seorang peretas berhasil mengunci atau mengenkripsi catatatan kesehatan pasien yang membutuhkan perawatan kesehatan secepatnya, kehidupan seorang pasien akan terancam. Oleh karena itu, mengamankan jaringan dan perangkat medis menjadi prioritas utama untuk industri layanan kesehatan. Sekarang, sektor kesehatan harus memastikan untuk menyimpan kerahasiaan data pasien sejajar dengan perawatan pasien.

Maka dari itu, sektor layanan kesehatan dan perusahaan pembuat perangkat medis harus mengerti bahwa mengamankan Enterprise of Things merupakan hal yang penting. Enterprise of Things adalah jaringan koneksi cerdas dan titik akhir (end points) dalam perusahaan–termasuk kumpulan perangkat yang memungkinkan pengembangan produk cerdas.

Melindungi Perangkat Medis dan Jaringannya

Ada beberapa alat yang dapat digunakan untuk mengamankan perangkat kesehatan. Rumah sakit harus memberi edukasi para staf mereka untuk mengidentifikasi dan menghindari penipuan melalui phishing, serangan ransomware, dan ancaman lainnya melalui e-mail.

Mereka juga harus memastikan semua staf mereka menggunakan alat komunikasi yang aman saat mengirim SMS, melakukan atau menerima panggilan telepon, atau berkolaborasi dengan staf atau pasien, dan bahkan meminta autentikasi multi-factor di setiap perangkat mereka.

Sejauh ini, penyedia layanan kesehatan seharusnya menempatkan solusi e-mail, alat-alat kolaborasi, dan aplikasi penting lainnya dalam sebuah wadah untuk melindungi konten yang bersifat sensitif. Laptop dan desktop PC, tablet dan smartphone, wearable, dan perangkat IoT bisa dilindungi dengan solusi pengelolaan endpoint terpadu.

Ilustrasi catatan rekam medis elektronik. [Kredit: iStock]

Melakukan pemeriksaan keamanan pada sistem untuk mengidentifikasi potensi ancaman dan menerapkan standar keamanan teknologi kesehatan, seperti DTSec yang didukung oleh BlackBerry, juga merupakan ide yang baik. Standar ini adalah representasi lengkap dan praktik terbaik untuk keamanan perangkat medis yang dikembangkan dengan masukan dari berbagai pakar industri, termasuk peneliti universitas dan lembaga kemanan cyber.

Beberapa organisasi sangat rentan terhadap serangan ransomware karena mereka memiliki sumber daya TI yang terbatas dibandingkan dengan perusahaan besar. Mereka mungkin tidak mengikuti cara yang terbaik ataupun melakukan backup data secara rutin untuk seluruh server penting mereka. Mereka juga mungkin menghadapi kesulitan untuk mengendalikan lingkungan mereka dan memastikan karyawan mengikuti pelatihan anti-phishing dan pelatihan lainnya untuk mencegah malware tumbuh.

Akhirnya, mereka juga harus memastikan bahwa setiap aplikasi yang mereka pasang mudah digunakan. Apabila tidak, staf akan beralih kepada penggunaan shadow IT yang kurang aman (seperti layanan pesan personal, penyimpanan cloud, dan aplikasi lainnya).

Perangkat lunak BlackBerry UEM (Unified Endpoint Management) menyediakan pengelolaan berbasis kebijakan menyeluruh dari semua titik-akhir (endpoint) yang dimiliki sebuah organisasi layanan kesehatan. Melalui BlackBerry Workspaces, file seperti catatan medis dienkripsi dan diberi watermark agar para peretas tidak dapat mengaksesnya apabila dicuri. Hal ini memungkinkan rumah sakit untuk menghindari membayar imbalan ransomware kepada penyerang dan mampu melacak peretas secara mudah.

Ilustrasi BlackBerry Athoc

BlackBerry Limited memperkenalkan layanan AtHoc Account yang mengotomastisasi akuntabilitas pegawai dan menyediakan pembaharuan keamanan serta memungkinkan lembaga pemerintahan dan perusahaan besar mempertanggungjawabkan karyawan mereka secara real-time.

Dengan pendekatan akuntabilitas yang terintegrasi, AtHoc Account menggabungkan masukan dari para manager mengenai tim mereka masing-masing, operator call center, saluran data dari departemen sumber daya manusia dan sistem perjalanan.

Hal itu memungkinkan perusahaan mempertanggungjawabkan karyawannya dengan cara mengonsolidasikan informasi keamanan dalam sebuah laporan.

“Pada saat krisis, situasi berubah dengan sangat cepat. Organisasi memerlukan cara untuk memberikan informasi tentang orang-orang mereka dan bagaimana sebuah insiden mempengaruhi sumber daya, sehingga mereka mampu membuat keputusan aman penting dengan pengetahuan yang benar,” kata Billy Ho (Executive Vice President of Enterprise Products and Solutions, BlackBerry) dalam siaran persnya, Senin.

Billy Ho mengatakan AtHoc Account adalah solusi komprehensif yang mampu membantu lembaga pemerintahan dan perusahaan untuk mematuhi peraturan dan mengubah operasi mereka secara digital.

“Ini adalah salah satu cara dimana BlackBerry menggunakan Enterprise of Things dengan menerapkan pengalaman yang mendalam, pemimpin perusahaan dan inovasi produk yang berkelanjutan untuk menyampaikan keperluan dunia nyata,” ujarnya.

Layanan BlackBerry AtHoc Cloud juga menawarkan AtHoc Alert dan AtHoc Connect yang memungkinkan lembaga-lembaga untuk membagikan informasi yang sangat kritis mengenai keamanan dalam saat krisis kepada pada orang-orang dalam lembaganya maupun lintas lembaga.

AtHoc Alert memungkinkan notifikasi masal secara aman secara dua arah melalui berbagai saluran amandengan menggunakan hampir semua perangkat yang ada termasuk aplikasi mobile yang aman menggunakan telepon, penulisan pesan dan juga mengintegrasikannya dengan saluran notifikasi secara masal melalui pengeras suara, radio dua arah dan juga tampilan digital.

AtHoc Connect memungkinkan lembaga-lembaga untuk berkomunikasi dengan satu sama lain dalam saat krisis dan menyampaikan informasi serta kejadian yang lebih kritikal dalam keadaan manajemen krisis.

Ilustrasi BlackBerry KEYone

Perseteruan BlackBerry dan Qualcomm terkati pembayaran royalti menemukan titik terang.

Qualcomm harus membayar 814,9 juta dollar AS atau sekitar Rp10,8 triliun) kepada BlackBerry, setelah kalah dalam pengadilan arbitrase. BlackBerry menggugat Qualcomm lantaran membayar royalti terlalu banyak selama periode 2010-2015.

BlackBerry menginginkan Qualcomm mengembalikan kelebihannya (refund). Sebenarnya, BlackBerry dan Qualcomm sudah memulai diskusi jumlah nominal pembayaran royalti sejak April 2016.

John Chen (CEO BlackBerry) mengatakan BlackBerry akan tetap melanjutkan kerja sama dengan produsen chipset asal AS terutama kerjsama meliputi keamanan di industri otomotif dan IC (integrated circuit).

Nilai saham BlackBerry terdongkrak 18 persen per lembar setelah berita kemenangan tersebut dan membuat nilai saham Qualcomm turun sekitar 2 persen seperti dikutip Phone Arena.

Qualcomm berargumen, BlackBerry tidak bisa meminta kembali uang yang telah mereka bayarkan. Qualcomm tidak setuju dengan keputusan itu tetapi Qualcomm tidak bisa mengajukan banding, mengingat gugatan BlackBerry ini berupa arbitrase. Selain itu, Qualcomm juga harus membayar biaya pengacara dan bunga.

Selain BlackBerry, Apple juga mengajukan tuntutan kepada Qualcomm pada Januari 2017 karena Qualcomm menarik royalti atas teknologi yang tidak ada hubungan dengannya. Apple menuntut perusahaan pembuat prosesor tersebut di 3 negara, yaitu Amerika Serikat, Tiongkok dan Inggris.

Selain Apple, Qualcomm juga harus berhadapan dengan Komisi Perdagangan Federal (FCC) AS yang menuduh mereka telah melakukan monopoli terkait perjanjian lisensi mereka.

Tampilan baru aplikasi BBM di Android dan iOS.

BlackBerry Messenger (BBM) merilis aplikasi versi terbaru untuk pengguna Android dan iOS di seluruh dunia, Selasa (14/3).

Aplikasi BBM versi baru ini mengandalkan beberapa pembaruan, seperti perubahan tampilan dan pengalaman pengguna, penambahan fitur chatbot API dan pelaporan spam, peningkatan kemampuan analitik untuk para mitra, serta pengenalan fitur menambahkan nomor telepon ke profil pengguna.

Jika pengguna mengunduh aplikasi BBM teranyar di Google Play Store dan Apple App Store, mereka akan menemukan menu navigasi utama yang lebih sederhana.

Terdapat ikon baru untuk Chats, Contacts, Feeds, Contacts dan Discover; ikon Discover sekarang muncul pada menu navigasi utama; BBM Channels dipindahkan dari navigasi utama ke layar BBM Discover; foto profil pengguna, PIN, dan informasi lain sekarang terdapat dalam menu “Me”; menonaktifkan suara percakapan dengan menggeser item dalam daftar obrolan ke kiri; permintaan pertemanan sekarang muncul pada tab Contacts; dan notifikasi group chat sekarang mencantumkan nama anggota grup dan nama grup.

Khusus untuk pengguna Android, foto profil yang diperbarui akan muncul dalam bentuk full image untuk di Feeds sehingga orang-orang dapat melihat foto tanpa perlu memperbesarnya.

“Tata letak baru akan memudahkan pengguna melihat layanan baru yang diluncurkan, sebagaimana yang sudah kami masukkan ke dalam daftar,” tukas Matthew Talbot (CEO, BBM) dalam keterangan pers.

Selain itu, BBM menambahkan fitur pelaporan spam terhadap permintaan pertemanan yang tidak diinginkan. Pengguna juga kini dapat menambahkan nomor telepon ke profil mereka sebagai identitas diri selain alamat e-mail. Sebelumnya, BBM telah memperkenalkan fitur registrasi pengguna baru dengan memasukkan nomor telepon.

Menambahkan nomor telepon berarti meningkatkan keamanan dan mempercepat proses untuk membuat ulang password. Hal ini juga membuat pengguna lebih mudah untuk mencari teman.

Fitur Chatbot API

Tidak mau kalah dengan pengembang aplikasi chat lainnya seperti Facebook dan LINE, BBM versi baru sudah mendukung penerapan chatbot API pada fitur Channel Chat. Chatbot atau program pengganti manusia akan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan pengguna kepada pemilik channel.

Tampilan baru aplikasi BBM di Android dan iOS.

“Kami yakin chatbot akan menjadi cerita besar pada 2017. Kami akan memberikan pemilik BBM Channel kesempatan untuk membawa interactive software chatbot mereka sendiri ke dalam BBM agar dapat bercakap-cakap dengan pelanggan,” ujar Matthew.

Chatbot API merupakan inisiatif pertama dari serangkaian inisiatif API yang akan ditambahkan BBM pada platformnya.

Terakhir, BBM mengintegrasikan metode pengukuran (metriks) yang telah ditingkatkan melalui Google Analytics. Hal ini memungkinkan para pengguna dan mitra BBM untuk memperluas pengukuran engagement. Para mitra dapat dengan mudah melacak dan melihat traffic mereka, termasuk jumlah unique users, returning users, berapa lama orang menggunakan aplikasi mereka, dan lain sebagainya.

“Semua fitur baru ini melengkapi banyak fitur lain yang sudah kami luncurkan dalam beberapa tahun belakangan ini dalam upaya kami untuk membuat BBM menjadi pusat kehidupan digital pengguna,” pungkas Matthew.

BlackBerry Aurora 1

BlackBerry dan BlackBerry Merah Putih resmi meluncurkan BlackBerry Aurora yang berbasis Android di Indonesia dan menyasar kelas menengah. BlackBerry Aurora pun tidak memiliki ciri khas tombol QWERTY yang selama ini melekat pada seri-seri BlackBerry sebelumnya.

“Kami sangat bangga memperkenalkan produk BlackBerry Android pertama di Indonesia dan kami optimis smartphone ini mendapatkan respons positif dari masyarakat,” kata Tan Lie Pin (President Commisioner BB Merah Putih) di Jakarta, Kamis.

BlackBerry Aurora mengusung layar 5,5 inci beresolusi HD, chipset Qualcomm MSM8917 berkecepatan 1,4 GHz dari Qualcomm, RAM 4 GB dan memori 32 GB, sistem operasi Android Nougat 7.0 serta tambahan slot MicroSD.

Desain BlackBerry Aurora terlihat premium dengan balutan kaca hitam pada bagian depan dan bertekstur pada bagian punggung sehingga mantap di genggaman.

Lazada Indonesia menjual BlackBerry Aurora

BlackBerry Aurora mengusung kamera 13 megapixel di bagian belakang dan 8 megapixel untuk selfie dengan beberapa fitur kamera seperti Auto Exposure, Special Effect, Aperture Control, Deep of Field, penyetelan Shutter Speed, dan Macro.

Sementara itu, BlackBerry Aurora mempunyai Time Lapse untuk menghasilkan video dengan gerakan cepat, serta Clone untuk menduplikat objek pada frame yang sama. Spesifikasi lainnya, ponsel itu mencakup dual-micro SIM dan baterai 3.000 mAh.

BlackBerry Aurora dibanderol Rp3,5 juta. BlackBerry Aurora sudah bisa dipesan dengan sistem pre-order sejak 3 hingga 12 Maret 2017 seharga Rp 3.499.000. Ada tiga pilihan warna yang ditawarkan untuk BlackBerry Aurora, yaitu black, gold, dan silver.

BlackBerry Aurora sudah bisa dipesan di berbagai toko online, lantas ketersediaannya di pasar mulai 16 April mendatang. Stanly Widjaja (VP Sales & Marketing BB Merah Putih) mengatakan kompetisi industri smartphone di Indonesia sangat ketat, terutama smartphone yang memiliki harga Rp3 hingga 4 jutaan.

“Kami punya fitur keamanan DTEK yang dikembangkan sendiri oleh BlackBerry sehingga menjamin keamanan bagi pengguna. Fitur kamera kami juga lengkap dan baterai kami kuat,” ujarnya.

“Sebanyak 60 juta orang masih pakai BlackBerry. BlackBerry Messenger (BBM) sudah dikontrol oleh perusahaan Indonesia, dan kini handsetnya sudah diproduksi di Indonesia. Ini seperti cinta lama bersemi kembali,” kata Rudiantara (Menteri Komunikasi dan Informatika RI).

Berikut ini rincian spesifikasi lengkap BlackBerry Aurora:

Ukuran layar: 5,5 inci HD
Memori: RAM 4GB, ROM 32GB, MicroSD up to 2TB
Sistem operasi: Android 7.0 (Nougat)
CPU: Qualcomm Snapdragon 425 MSM8917 Quadcore 1,4GHz
GPU: Adreno 308
Kamera: 13.0MP AF Dual Led flash, depan 8 MP FF, Led Flash
SIM: Dual SIM (Micro-SIM)
Baterai: Li-Ion 3000 mAh
Berat: 178 gram

Lazada Indonesia menjual BlackBerry Aurora

Laman e-commerce Lazada Indonesia mulai membuka pre-order BlackBerry “Made in Indonesia” BlackBerry Aurora-C100-1 dengan banderol Rp3,49 jutaan dengan garansi supplier selama 1 tahun.

PT BB Merah Putih baru akan mengirimkan BlackBerry Aurora-C100-1 pada 3 Maret 2017. PT BB Merah Putih merupakan perusahaan hasil kerja sama antara BlackBerry dan TiPhone.

Laman Lazada Indonesia menuliskan stok ketiga BlackBerry Aurora itu bersifat terbatas. Ketika kami mengklik lebih lanjut, rupanya perangkat tersebut diberi keterangan “habis terjual-stok akan segera di-update”.

Bukan hanya Lazada Indonesia, laman Phone Arena menyebut bahwa e-commerce Elevenia juga membuka pre-order untuk perangkat BlackBerry Aurora.

BlackBerry Aurora mengusung layar sentuh HD 5,5 inci dengan resolusi 720 x 1.280 pixel, prosesor Snapdragon 425 dengan CPU quad-core dan GPU Adreno 308, RAM 4 GB, memori internal 32 GB dengan tambahan slot microSD hingga 64 GB.

BlackBerry Aurora mengusung kamera utama 13 megapixel, kamera depan 8 megapixel, dual SIM, koneksi 4G LTE, dan baterai 3.000 mAh. Smartphone itu tersedia dalam tiga varian warna yaitu silver, hitam, dan emas.

Perangkat BlackBerry dengan kode BlackBerry – BBC100-1 tersebut sebelumnya muncul di laman e-sertifikasi postel Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Bocoran foto BlackBerry yang diduga sebagai BBC100-1 buatan Indonesia. [Kredit: CrackBerry]

BlackBerry “made in Indonesia” tampaknya akan beredar di pasaran tidak lama lagi. Hal ini diketahui setelah sejumlah bocoran mengenai wujud fisik dan spesifikasi BlackBerry yang diproduksi oleh BB Merah Putih ini beredar di media sosial.

Akun @krispitech yang pertama kali membocorkan informasi sertifikat TKDN yang diterima oleh BB Merah Putih pada 25 Januari 2017. Sementara itu, CrackBerry menerbitkan foto pertama yang memuat wujud fisik BlackBerry yang diduga sebagai BBC100-1.

Di dalam bocoran itu, diketahui bahwa BB Merah Putih akan membuat smartphone BlackBerry yang diberi kode BBC100-1. Spesifikasinya meliputi layar HD 5,5 inci, prosesor Snapdragon 425 quad-core 1,4 GHZ, RAM 4 GB, memori internal 32 GB, selot microSD hingga 64 GB, kamera utama 13 MP dan kamera depan 8 MP, dual SIM, dukungan koneksi 4G LTE, serta baterai 3.000 mAh.

Akun @krispitech menyebutkan bahwa BlackBerry perdana buatan Indonesia ini akan dijual dengan harga di kisaran Rp2 juta. Sedangkan pengamat gadget Herry SW dalam akunnya @herrysw menyebut perkiraan harga yang melebihi Rp3 juta.

Sebagaimana diketahui, BB Merah Putih merupakan perusahaan hasil kerja sama antara BlackBerry dan TiPhone. Smartphone yang mereka produksi bakal dibuat di pabrik TiPhone di Cikarang dan hanya akan dipasarkan di Indonesia.

Kerja sama serupa dengan pabrikan lokal juga telah dilakukan BlackBerry bersama perusahaan Optiemus asal India untuk memproduksi BlackBerry di India untuk pasar India, Bangladesh, Srilanka, dan Nepal.

Sedangkan untuk pasar global, BlackBerry menggandeng TCL Communications asal Tiongkok. Produk terbarunya adalah BlackBerry KEYone yang baru saja dirilis di ajang MWC 2017 Barcelona, Spanyol. TCL juga berencana memasarkan tiga perangkat BlackBerry lainnya sepanjang tahun ini.

BlackBerry dan TCL Communications meluncurkan BlackBerry KEYone dalam ajang Mobile World Congress (MWC) 2017, Barcelona, Spanyol.

Akhirnya, BlackBerry dan TCL Communications menepati janjinya dan meluncurkan BlackBerry KEYone dalam ajang Mobile World Congress (MWC) 2017, Barcelona, Spanyol.

Sebenarnya, KeyOne merupakan versi sempurna dari BlackBerry bernama sandi “Mercury”. Smartphone itu sempat dipamerkan di ajang Consumer Electronic Show pada Januari lalu.

Seperti pendahulunya, BlackBerry KEYone mengusung tombol fisik pada keyboard. Fungsinya, tidak hanya untuk mengetik tetapi juga sebagai touchpad dan short cut navigasi. Misalnya, tombol “I” dapat diubah menjadi pemintas untuk langsung membuka aplikasi InfoKomputer.com

“Bayangkan, (menekan tombol) F untuk Facebook atau U untuk Uber. Smartphone ini sangat cocok untuk profesional, perusahaan dan orang yang ingin tampil beda,” kata Logan Bell (Senior Product Manager untuk BlackBerry Mobile) seperti dikutip dari PC World, Senin.

Ilustrasi BlackBerry KEYone

BlackBerry KEYone mengusung layar 4,5 inci dengan resolusi 1620 x 1080 pixel dan kerapatannya mencapai 434 ppi. Smartphone itu memiliki bodi yang kokoh dan elegan berkat bahan aluminium.

BlackBerry KEYone menawarkan dimensi panjang 149,3 mm, lebar 72,5 mm dan tinggi 9,4 mm dengan bobot 180 gram. Smartphone itu menawarkan kamera utama 12 megapixel dengan sensor Sony IMX378 sehingga dapat menampilkan video 4K. Kamera depannya mengusung 8 megapixel.

Untuk jantung mekanisnya, BlackBerry KEYone mengusung Qualcomm Snapdragon 625, RAM 3 GB, memori internal 32 GB dengan tambahan microSD, baterai 3.505 mAh dan sistem operasi OS Android 7.1 Nougat.

Selain itu, tombol spasi di keyboard juga berfungsi sebagai sensor pemindai sidik jari. Sama seperti seri BlackBerry DTEK, BlackBerry KeyOne menawarkan fitur-fitur andalan seperti BlackBerry Messenger (BBM) dan BlackBerry Hub.

Ilustrasi BlackBerry KEYone

BlackBerry dan TCL mengklaim bahwa BlackBerry KEYone adalah smartphone yang aman, karena memungkinkan penggunanya memeriksa izin keamanan setiap kali aplikasi meminta update.

“Kami berkomitmen dengan TCL untuk selalu memberi pembaruan keamanan bulanan sehingga membuat informasi pribadi pengguna selalu aman,” ujar Alex Thurber (BlackBerry Senior Vice President and General Manager for BlackBerry Mobility Solutions).

BlackBerry KEYone baru tersedia pada pada April 2017. Soal ketersediaan harga dan penjualan pertama dari BlackBerry KEYone, ada tiga wilayah, yaitu Amerika Serikat dengan harga USD 550 atau sekitar Rp7,3 jutaan, Eropa dibanderol 600 Euro atau sekitar Rp8,4 jutaan, dan Britania Raya dengan harga 500 poundsterling atau sekitar Rp8,3 jutaan.

Tampak depan prototipe BlackBerry Mercury di CES 2017. [Kredit: Android Authority]

Perusahaan riset Gartner melaporkan bahwa BlackBerry 10 hampir lenyap dari pasaran smartphone dunia. Bahkan, pangsa pasar BlackBerry 10 terus menyusut hingga 0,0481 persen pada kuartal terakhir 2016.

Berbanding terbalik dengan pangsa pasar smartphone berbasis Android yang mencapai 81,7 persen dan iOS berada urutan kedua dengan pangsa pasar 17,9 persen. Pangsa pasar Windows Phone besutan Microsoft pun juga terus menyusut hingga tinggal 0,3 persen pada akhir tahun lalu.

BlackBerry angkat suara terkait, pangsa pasar BlackBerry 10 yang hampir punah atau tinggal 0,0 persen. BlackBerry berkilah perusahaan yang bermarkas di Ontorio, Kanada itu telah pindah dari perusahaan yang fokus menjual hardware, beralih kepada perusahaan yang fokus menyediakan software dan layanan keamanan untuk perusahaan dan perangkat.

“Saat ini strategi kami fokus pada penyediaan software dan layanan keamanan untuk perusahaan dan perangkat,” kata BlackBerry seperti dikutip GSMArena.

Namun, itu bukan berarti tidak ada lagi smartphone bermerek BlackBerry, karena mereka telah menerapkan model lisensi untuk merek BlackBerry. BlackBerry menggandeng beberapa pabrikan smartphone untuk menjual dan mendistribusikan smartphone dengan nama merek BlackBerry.

Saat ini BlackBerry telah memberikan lisensi kepada TCL, BB Merah Putih dan Optiemus. Para pemegang lisensi merek BlackBerry itu berhak membuat dan mendistribusikan ponsel BlackBerry. Hal ini akan memastikan merek BlackBerry akan tetap hidup.

Beberapa hari lalu, Gartner menyebutkan pangsa pasar smartphone BlackBerry yang menggunakan BBOS telah kurang dari 0,1 persen. Namun, masih ada smartphone BlackBerry yang menggunakan sistem operasi Android seperti DTEK60 dan Priv.

Pada kuartal akhir 2016, perangkat BlackBerry 10 yang terjual secara global hanya 207.900 unit, terus turun dibandingkan kuartal sebelumnya yang tercatat 377.800 unit dengan pangsa pasar 0,1 persen.

Mantan raja smartphone asal Kanada itu sedang bersiap meluncurkan smartphone “Mercury” yang berbasis Android dalam ajang Mobile World Congress, Barcelona, Spanyol.

TERBARU

Mengusung jargon Selfie Expert, Oppo F1s memiliki resolusi kamera depan yang lebih besar dibanding kamera utama.