Tags Posts tagged with "BlackBerry"

BlackBerry

BlackBerry Motion

TCL China sebagai perusahaan pemegang lisensi BlackBerry resmi meluncurkan BlackBerry Motion di Dubai yang mengusung layar sentuh, baterai jumbo dan smartphone BlackBerry pertama yang tahan air.

BlackBerry Motion telah mendapatkan sertifikasi IP67 yang mampu bertahan di dalam permukaan air hingga 1,5 meter selama 30 menit.

Alain Lejeune (General Manager Global BlackBerry Mobile) mengatakan BlackBerry Motion akan memberikan pengalaman baru kepada pelanggan tanpa mengindahkan privasi, keandalan dan produktivitas.

“Ini (BlackBerry Motion) akan menjadi portofolio BlackBerry yang menarik untuk menetapkan fondasi yang kuat dan menggenjot penjualan kami di pasar,” katanya seperti dikutip Phone Arena.

BlackBerry Motion mengusung layar Premium Anti-Scratch 5,5 inci dengan resolusi 1080×1920 (Full HD), prosesor CPU octa-core Snapdragon 625 dan GPU Adreno 506, RAM 4 GB. Untuk fotografi, BlackBerry Motion mengusung kamera belakang 12 megapixel dengan lensa berbukaan f/2.0, dan kamera depan 8 megapixel.

BlackBerry Motion

BlackBerry Motion juga mengusung fitur Quick Charge 3.0, pemindai sidik jari yang menyatu pada tombol home, dan sistem operasi Android 7.1 Nougat yang akan menerima update Android 8.0 Oreo pada 2018.

Hebatnya, BlackBerry Motion memiliki baterai berkapasitas 4.000 mAh dan sanggup mengisi baterainya hingga 50 persen dalam waktu 40 menit karena telah mendukung teknologi Quick Charge 3.0.

BlackBerry Motion juga memiliki fitur Locker yang memungkinkan pengguna menyimpan dokumen dan foto di area penyimpanan internal dan membutuhkan kode PIN atau sidik jari pengguna untuk mengaksesnya.

Nantinya, Locker akan mengirim gambar ke area penyimpanan internal bukan ke cloud.

TCL rencananya akan memasarkan BlackBerry Motion di Uni Emirat Arab dan Arab Saudi bulan ini dengan banderol 1.699 dirham atau sekitar Rp6,3 juta. Penjualannya akan diperluas ke pasar-pasar tertentu menjelang akhir Oktober.

BlackBerry Motion

BlackBerry memang akan meluncurkan smartphone layar sentuh terbarunya pada tahun ini untuk menemani BlackBerry KeyOne yang sudah melenggang terlebih dahulu di pasar.

Sempat digadang dengan nama Krypton, ternyata BlackBerry akan meluncurkan smartphone BlackBerry Motion yang menawarkan fitur-fitur canggih terkini. Jadi nama Krypton hanyalah sebuah codename.

Hal itu terungkap dari akun Twitter milik Evan Blass @evleaks yang memajang tampilan BlackBerry Motion seperti dikutip Pocket-Lint.

BlackBerry Motion mengusung layar sentuh dengan resolusi 1080p seperti KeyOne. Kemudian, ada tombol berlogo BlackBerry di bawah layar yang dapat berfungsi sebagai sensor sidik jari.

Di sebelah kiri, ada sejumlah tombol yaitu tombol volume, power dan ada satu tombol lagi yang belum diketahui apa fungsinya. Di bagian bawahnya, ada port jack audio 3,5 mm, USB Type C dan speaker.

BlackBerry Motion akan mengusung sistem operasi Android. Tentunya, BlackBerry Motion mengusung bodi logam yang terkesan premium dan sudah tahan air dan debu.

Rencananya, BlackBerry akan meluncurkan BlackBerry Motion pada Oktober ini.

John Chen (CEO, BlackBerry) menunjukkan BlackBerry Passport dalam acara peluncurannya. [Kredit: Toledoblade.com]

Pendapatan BlackBerry yang meningkat mendorong nilai saham BlackBerry menjadi 14 persen atau sekitar 10.65 persaham. Saham BlackBerry telah meningkat 50 persen pada tahun ini.

Pendapatan BlackBerry pada kuartal kedua tahun ini mencapai 249 juta dolar AS dan mengalahkan prediksi para pengamat yang menyatakan pendapatan BlackBerry hanya 220 juta dolar AS.

Pertumbuhan peranti lunak dan layanan bisnis meningkat 26 persen pada kuartal kedua tahun ini dan menargetkan pertumbuhan 10-15 persen pada tahun ini.

“Kami membangun bisnis fundamental yang penting. Kami telah menjadi perusahaan peranti lunak yang menguntungkan,” kata John Chen (CEO BlackBerry) seperti dikutip CNBC.

Tahun lalu, BlackBerry telah memutuskan untuk berhenti memproduksi smartphone BlackBerry. BlackBerry menargetkan pendaptan 920 – 950 juta dolar AS pada tahun ini.

BlackBerry Krypton

BlackBerry akan meluncurkan smartphone terbarunya “BlackBerry Krypton” yang akan melengkapi keberadaan BlackBerry KeyOne yang sudah terlebih dahulu hadir di pasar.

TCL sebagai produsen pemegang lisensi smartphone BlackBerry akan meluncurkan smartphone layar sentuh itu pada Oktober 2017 dan akan menyasar segmen enterprise layaknya KeyOne.

BlackBerry Krypton memiliki satu lampu flash di samping kameranya dan bentuk modul kameranya sedikit lebih kecil seperti dikutip Android Authority.

Meski kedua smartphone di atas memiliki sejumlah perbedaan, belum bisa dipastikan apakah smartphone BlackBerry itu bernama Krypton. Di bagian belakangnya, ada logo BlackBerry yang khas dan kamera ganda sebagai kamera utamanya seperti dikutip Tech Viral.

Untuk spesifikasinya, BlackBerry Krypton mengusung Snapdragon 625, RAM 4 GB, dan baterai 4.000 mAh. BlackBerry Krypton memiliki kemampuan untuk bertahan di dalam air dan baterainya mampu hidup hingga 26 jam.

Smartwatch BlackBerry

BlackBerry akan mencoba peruntungannya dalam pasar smartwatch, menyusul pertumbuhan pasar jam tangan pintar terus meningkat setiap tahunnya. BlackBerry pun menggandeng Timex yang merupakan produsen jam tangan ternama asal Amerika Serikat.

Kerjasama itu menyangkut sejumlah lisensi paten termasuk portofolio kekayaan intelektual milik Blackberry seperti komunikasi nirkabel, infrastruktur jaringan, sistem operasi, termasuk keamanan.

Jerald Gnuschke (Senior Director of Intellectual Property Licensing BlackBerry) mengatakan kerja sama itu memungkinkan kedua perusahaan ternama fokus untuk membuka peluang di pasar komunikasi mobile.

“Kerja sama ini menandakan kekuatan portofolio paten milik BlackBerry dan memungkinkan kami untuk fokus peluang lisensi paten lebih lanjut di pasar komunikasi mobile,” katanya seperti dikutip Phone Arena.

Sebelumnya, BlackBerry telah menggandeng TCL untuk memproduksi smartphone.

BlackBerry DTEK60

BlackBerry akan meluncurkan smartphone terbarunya yang mengusung layar sentuh, tahan air, dan berbasis Android untuk menantang kedigdayaan smartphone premium iPhone dan Galaxy S8.

Saat ini smartphone premium wajib memiliki fitur antiair (waterproof) dan anti debu atau memiliki sertifikasi IP 67 yang berarti smartphone itu bisa bertahan di air sedalam 1 meter selama 30 menit.

Smartphone baru BlackBerry itu akan menghilangkan ciri khas papan ketik QWERTY dan layar sentuh seperti ponsel-ponsel Android lain. Selain itu, smartphone BlackBerry itu memiliki baterai yang bisa bertahan mencapai 26 jam dengan beragam skenario penggunaan.

Francois Mahieu (Kepala Penjualan Global TCL) mengatakan smartphone BlackBerry terbaru nanti akan mengusung fitur antidebu dan air pada Oktober serta akan sepadan dengan iPhone dan Samsung Galaxy S Series.

TCL adalah perusahaan Tiongkok yang kini bertanggung jawab memproduksi ponsel-ponsel bermerek BlackBerry untuk pasar di seluruh dunia, seperti dikutip CNET.

“Kami hadir di pasar ini untuk bermain. Hanya saja kami bermain dengan kartu lain,” katanya yang mengacu pada fitur baterai, sekuriti, dan durability yang menjadi nilai jualan smartphone BlackBerry terbaru tersebut.

Sebelumnya, BlackBerry sudah pernah meluncurkan smartphone BlackBerry dengan layar sentuh yaitu Z10, DTEK 50 dan 60 serta BlackBerry Priv yang menjadi handset Android pertama BlackBerry, tapi ponsel yang satu itu punya keyboard QWERTY tipe slider.

Nantinya, platform Android yang dijual TCL akan memiliki kemampuan sistem keamanan DTEK. BlackBerry juga turut menyertakan pembaruan keamanan software yang lebih cepat dari yang dilakukan Google.

Selama ini BlackBerry terus berusaha dalam mempertahankan eksistensinya di pasar smartphone, menyusul BlackBerry telah kehilangan pangsa pasarnya sejak kepopuleran smartphone berbasis Android.

Di awal tahun ini, peretas membajak pesan teks yang berisi kode autentifikasi dua tahap yang dikirim ke pelanggan perbankan online Jerman memungkinkan mereka untuk menyedot uang dari beberapa rekening bank. Meski merupakan sebuah kejutan bagi pengguna yang ditipu, tindakan ini bukanlah sesuatu yang baru bagi komunitas keamanan. Para ahli telah lama memperingatkan adanya kerentanan di Signaling System 7 (alias SS7), sebuah protokol kunci yang digunakan oleh jaringan nirkabel.

Dikembangkan pada tahun 1980-an, protokol ini telah berevolusi. SS7 mempunyai beberapa lubang keamanan yang memungkinkan peretas untuk menguping panggilan, membaca atau mengalihkan pesan SMS, dan melacak lokasi perangkat. Yang hanya diperlukan oleh seorang peretas adalah akses ke jaringan operator, dari sana mereka bebas untuk melakukan apapun yang mereka inginkan.

Fitur SMS, yang dirancang untuk mempermudah pengguna, pun memiliki kelemahan keamanan tersendiri. Menggunakannya tanpa enkripsi, itu hanya mencari masalah. Singkatnya, panggilan suara dan pesan teks perlu ditangani dengan lebih hati-hati dan skeptisisme, seperti media komunikasi lainnya.

Lindungi Percakapan Anda dengan SecuSUITE
BlackBerry memperkenalkan SecuSUITE, yang merupakan bagian dari pendekatan BlackBerry Secure terhadap mobilitas terpadu. SecuSUITE ini dirancang dengan standar peraturan yang ketat, dan merupakan solusi yang lebih disukai oleh banyak agen keamanan tinggi di seluruh dunia.

SecuSUITE tersedia untuk pemerintah dan perusahaan, mudah diterapkan dan dikelola, dan sesuai dengan banyak perangkat dan sistem operasi. Berkat infrastruktur NOC terkemuka di BlackBerry, SecuSUITE sangat dapat diandalkan, dan panggilan yang Anda lakukan melalui Wi-Fi akan memberikan kinerja yang sama seperti panggilan melalui jaringan operator.

Karena SecuSUITE berbasis perangkat lunak, mebuatnya mudah untuk dipasang, dikelola, dan digunakan, dan juga dengan biaya pemasangan yang relatif lebih rendah. Dengan SecuSUITE, pengguna dapat melakukan panggilan dan mengirim pesan teks dengan cara yang sama seperti sebelumnya, tanpa gangguan. Ini juga mengamankan komunikasi lintas jaringan, jadi Anda tidak perlu menggunakan satu operator tunggal untuk perusahaan anda dan semua mitra perusahaan.

Fitur panggilan suara dan SMS sama pentingnya, mengingat SMS sering digunakan untuk berkomunikasi di bidang yang diatur seperti industri kesehatan. Mengingat banyaknya ketersediaan alat penyadapan dengan teknologi terdepan,  mengabaikan fitur panggilan suara dan SMS yang aman dengan menggunakan infrastruktur yang usang, akan berdampak buruk bagi perusahaan.

Matthew Talbot (CEO. BBM). [Foto: Jay Ringga/InfoKomputer]

Reputasi BlackBerry memang tidak sesemerbak dulu lagi. Kegagalan bersaing di pasar smartphone membuat BlackBerry kini hanya berkutat di sisi software dan enterprise. Namun ada satu “warisan” yang masih tersisa dari BlackBerry di Indonesia, yaitu BlackBerry Messenger (BBM). Jika mengacu data Similar Web, BBM masih menjadi aplikasi perpesanan (messaging app) paling populer di Indonesia.

Hal ini pun dibenarkan Matthew Talbot (CEO BlackBerry Messenger). “BBM is pretty much alive!” ungkap pria asal Kanada ini dengan semangat. “Saat ini, BBM memiliki 64 juta MAU (Monthly Active Users. Red),“ ungkap Matthew. Dari jumlah itu, sebanyak 75 persen di antaranya adalah pengguna harian yang aktif.

Data lain menunjukkan, pengguna BBM rata-rata menghabiskan waktu sebanyak 73 menit di BBM. Jika mengacu pada data Google yang menunjukkan pengguna rata-rata menghabiskan 140 menit per harinya untuk chat, berarti separuh waktu mereka dihabiskan di BBM.

Membentuk Ekosistem

Dengan basis pengguna yang besar tersebut, BBM kini memiliki mimpi besar: membentuk ekosistem. “Kami akan bertransformasi dari aplikasi chat menjadi ekosistem yang menyatukan social, commerce, dan chat,” kata Matthew.

Konsep ini mirip seperti WeChat di Tiongkok serta Line di Jepang, yang berhasil menjadikan aplikasi perpesanannya menjadi pusat berbagai aktivitas digital. “Kami akan membuat BBM seperti itu di Indonesia,” tambah Matthew.

[BACA: Wajah Baru BBM, Tambahkan Fitur Chatbot dan Pelaporan Spam]

Ada alasan tersendiri mengapa aplikasi perpesanan kini menjadi primadona. Riset yang dilakukan ComScore menunjukkan bahwa sebanyak lebih dari lima puluh persen pengguna smartphone tidak mengunduh aplikasi sama sekali dalam satu bulan terakhir. Sebanyak seperempat dari jumlah aplikasi yang diunduh pun hanya sekali digunakan untuk kemudian dihapus atau tidak digunakan lagi. Fenomena ini mengindikasikan, antusiasme pengguna untuk memasang aplikasi di smartphone-nya sudah jauh menurun.

Fenomena berbeda justru terjadi di aplikasi perpesanan. Lembaga riset Acurate memperkirakan, ada sebanyak 2,5 miliar pengguna smartphone yang memiliki lebih dari satu aplikasi perpesanan di smartphone-nya. Dalam beberapa tahun mendatang, jumlah itu akan mencapai 3,6 miliar atau separuh dari jumlah penduduk dunia.

Fakta itulah yang membuat Matthew sangat yakin akan masa depan produknya. “The killer app is messaging app,” ungkap Matthew bergaya filosofis. “Kami akan menggabungkan video, berita, shopping, travel, kupon, sampai payment ke dalam BBM,” imbuh Matthew. Semua itu secara mudah akan bisa diakses pengguna BBM melalui menu Discover yang ada di BBM.

Tampilan baru aplikasi BBM di Android dan iOS.

Rencana tersebut kian menemukan jalannya setelah BBM kini resmi menjadi milik Elang Mahkota Teknologi (Emtek). Sebagai grup media yang sangat serius di dunia digital, Emtek dapat menyuplai konten dan layanan yang dibutuhkan BBM. “Contohnya Vidio.com, Bukalapak, Reservasi, atau Lakupon,” Matthew menyebut beberapa layanan milik Emtek yang telah diintegrasikan ke dalam BBM.

Meskipun begitu, Matthew menegaskan kalau BBM bukan cuma untuk produk Emtek. “Kami membuka kerja sama dengan seluruh penyedia konten dan layanan untuk masuk ke platform BBM,” tegas Matthew. Hal ini ditunjukkan dengan dibukanya akses API (application program interface) kepada partner yang ingin mengintegrasikan produk dan layanannya ke BBM.

Sebagai negara dengan jumlah pengguna BBM terbesar di dunia, Indonesia akan menjadi yang pertama merasakan seluruh inovasi tersebut. Namun Matthew meyakini, model yang sama juga bisa dikembangkan di berbagai negara lain. “Kami akan menyempurnakan model ini di Indonesia, untuk kemudian mengembangkannya ke negara lain,” imbuh Matthew.

Terus Tumbuh

Sebagai aplikasi perpesanan, Matthew menganggap kunci pertumbuhan BBM adalah peningkatan jumlah maupun interaksi pengguna. “Kami ingin lebih banyak pengguna yang menghabiskan lebih banyak waktunya di BBM,” ungkap pria yang pernah bergabung dengan SAP ini.

Matthew mengakui, saat ini masih banyak yang mengasosiasikan BBM sebagai turunan dari BlackBerry. Padahal, sebanyak sembilan puluh persen pengguna BBM sekarang menggunakan Android. “Hal inilah yang harus kami terus edukasi,” tukas Matthew.

[BACA: Baca Komik dan Novel Digital di BBM WebComics]

Sementara soal kemunculan aplikasi perpesanan lain, Matthew tidak terlalu khawatir. “Di semua industri, akan selalu ada kompetisi,” ungkap Matthew.

Apalagi data menunjukkan pengguna memiliki lebih dari satu aplikasi perpesanan, yang mengindikasikan konsumen membutuhkan lebih dari satu cara untuk berkomunikasi dengan lingkungannya. “Dan karena menawarkan ekosistem, BBM praktis berbeda dengan WhatsApp atau Facebook Messenger,” tambah Matthew.

Matthew justru melihat tantangan BBM lebih ke sisi internal, seperti menjaga momentum untuk mengembangkan platform ini. “Saat ini kami sedang menyusun tim yang bisa mendorong transformasi ini, dan menemukan orang yang tepat adalah sebuah tantangan tersendiri,” ujar Matthew.

Tim BBM sendiri saat ini sedang mempersiapkan beberapa terobosan. Yang pertama adalah mengintegrasikan game ke dalam BBM mengingat game menjadi salah satu kegiatan utama pengguna smartphone.

“Kami juga sedang merancang sistem finansial di dalam BBM,” tutur Matthew. Saat ini sudah ada BBM Checkout yang digunakan untuk membayar transaksi di dalam lingkungan BBM. Dalam waktu dekat, mereka juga akan merilis BBM Wallet yang digunakan untuk melakukan pembayaran online maupun offline.

“Reputasi brand meningkat sepuluh kali lipat ketika ada interaksi 1-on-1,” ungkap Matthew mengungkapkan hasil sebuah riset.

Matthew juga menunjuk chatbot akan menjadi bagian penting dari platform BBM. Melalui chatbot, pengguna bisa memesan sebuah layanan langsung dari jendela percakapan tanpa harus membuka aplikasi lain.

Contohnya yang dilakukan Uber. Ketika pengguna mengetikkan alamat, bot Uber tersebut secara otomatis memunculkan menu untuk memesan armada Uber ke alamat tersebut. Bot ini pun bisa diimplementasikan di berbagai hal, mulai dari pembelian barang, pemesanan hotel, sampai pemesanan jasa.

Ketika integrasi chatbot bisa dilakukan, Matthew yakin efektivitas aplikasi perpesanan sebagai media pemasaran akan makin meningkat. “Reputasi brand meningkat sepuluh kali lipat ketika ada interaksi 1-on-1,” ungkap Matthew mengungkapkan hasil sebuah riset. Ketika interaksi 1-on-1 tersebut bisa tercipta melalui chatbot, aplikasi perpesanan akan menjadi ekosistem yang sangat potensial untuk dimanfaatkan.

Dan Matthew yakin, BBM akan menjadi bagian penting dari evolusi aplikasi perpesanan tersebut. “Impian saya adalah membuat pengguna memandang BBM sebagai aplikasi perpesanan nomor satu lagi,” tutup Matthew.

Ilustrasi teknologi di industri kesehatan. [Kredit: divinepnc.com]

Internet of Things (IoT) telah merevolusi bisnis di berbagai sektor, termasuk industri layanan kesehatan yang menjadi awal kebangkitan keberadaan Internet of Medical Things.

Manfaat perangkat medis yang terhubung sangat mudah dipahami. Sebagai pengganti dari pengisian formulir atau melihat laporan tes di setiap counter perawat, kini para dokter mampu melakukan semuanya secara digital. Para pasien pun dipastikan dapat menerima standar perawatan yang jauh lebih baik dan juga diprioritaskan berdasarkan keperluan mereka, bukan berdasarkan kronologi.

Menurut laporan Deloitte, pemakaian Technology Enabled Care (TEC) yang lebih luas dapat menghemat biaya secara langsung dan meningkatkan perawatan pasien. Contohnya kunjungan secara elektronik (e-visit), menulis resep secara elektronik, serta melakukan diagnosis dan memberikan perawatan melalui pemantauan jarak jauh.

Kini, rumah sakit tengah meningkatkan penggunaan perangkat terhubung. Para operator pun merasa bahwa penggunaan yang lebih luas di sektor kesehatan dapat mengurangi waktu yang dihabiskan untuk perawatan dan meningkatkan hubungan antara dokter dan pasien secara signifikan.

Waktu yang digunakan untuk mengumpulkan data pasien secara reguler memakan banyak waktu dan sumber daya. Mengotomatisasikan proses ini dengan menggunakan teknologi, seperti wearable device yang mampu menampilkan data statistik penting para pasien, tidak hanya menghemat biaya layanan medis. Manfaat lainnya akan dirasakan pasien dengan menawarkan metode pengumpulan data yang lebih efisien dan memungkinkan para dokter untuk membuat diagnosis yang tepat.

Ini hanyalah contoh kecil bagaimana perangkat yang terhubung dapat merevolusi obat-obatan dengan cara yang tidak pernah terayangkan sebelumnya.

Wearables Merevolusi Layanan Kesehatan

National Health Service di Inggris membahas bagaimana pemanfaatan data melalui perangkat yang dipakai, catatan pasien yang bersifat elektronik, dan teknologi pembantu (assistive technology) dapat sangat membantu sektor layanan kesehatan.

Menurut MedicomHealth, teknologi wearable dapat mengumpulkan informasi yang berharga, termasuk tingkat kegiatan, kebiasaan tidur, dan denyut jantung. Ini merupakan informasi yang berharga untuk para penyedia layanan yang menangani pasien yang mengalami gagal jantung kongestif, diabetes, dan kondisi kronis lainnya.

Diharapkan agar teknologi wearable dapat mengumpulkan data biometrik tambahan lainnya, seperti kadar gula darah dan tekanan darah, melalui sensor noninvasif secara real-time. Teknologi ini nantinya dapat memprediksi peningkatan risiko kejadian yang fatal dan memberitahu petugas layanan kesehatan apabila intervensi diperlukan.

Risiko Keamanan

Walaupun alat pacu jantung dan pompa insulin sampai mesin X-ray memiliki manfaat yang besar, perangkat-perangkat ini juga berisiko untuk diserang.

Administrasi Pangan dan Obat-Obatan (Food and Drug Administration) telah mengonfirmasi sebuah peristiwa kematian seorang pasien, ditemukan bahwa perangkat jantung implan yang dimiliki oleh Rumah Sakit St. Jude Medical sangat rentan dan mudah diakses melalui celah keamanan (vulnerabilities) yang sebenarnya sudah mereka nyatakan kepada publik setahun sebelumnya.

FDA mengumumkan bahwa produsen perangkat memiliki risiko untuk diretas. Mereka pun mengeluarkan serangkaian rekomendasi untuk mengamankan perangkat medis yang dapat membahayakan keamanan dan privasi pengguna mereka.

Rekomendasi tersebut juga menyatakan bahwa para produsen medis perangkat harus melakukan tindakan yang sesuai untuk memastikan performa perangkat yang layak. Rumah sakit dan fasilitas layanan kesehatan harus mengevaluasi jaringan keamanan dan melindungi sistem rumah sakit mereka.

Melindungi Catatan Pasien

Dubai Health Authority (DHA) baru-baru ini mengumumkan bahwa 1,4 juta catatan pasien sudah tersedia secara elektronik dan sistem medis terpadu sudah ditayangkan secara langsung di sejumlah rumah sakit di Dubai di bawah inisiatif “Salma”. Pemerintah Dubai juga mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan program NABIDH untuk mendigitalkan catatan para pasiennya.

Kedua inisiatif ini terhubung dengan visi Uni Emirat Arab untuk mengembangkan model perawatan terpadu dan inovatif di seluruh sektor kesehatan dan menggunakan big data untuk mengembangkan kebijakan kesehatan publik yang berdasarkan bukti.

Ilustrasi layanan kesehatan di Dubai. [Kredit: BloodOrganise]

Ini merupakan langkah yang berani dan DHA memahami bahwa kemajuan teknologi juga membawa risiko, yakni catatan pasien dan data sensitif lainnya bisa jatuh ke tangan yang salah dan menjadi ancaman nyata bagi operator rumah sakit dan layanan kesehatan.

Menurut U.S. Department of Health and Human Services’ Office for Civil Rights, satu dari dua orang Amerika terpengaruh oleh pelanggaran data dalam perawatan kesehatan. Lebih jauh lagi, warga Amerika Serikat juga terpengaruh dengan hal ini dengan pelanggaran data di layanan kesehatan.

Selanjutnya, perusahaan penyedia asuransi dunia maya menaikkan premi mereka tiga kali lipat untuk penyedia layanan kesehatan karena ini merupakan salah satu industri yang seringkali diserang selama dua tahun ke belakang, melampaui sektor keuangan.

Bahaya Ransomware

Tahun lalu, Rumah Sakit Lincolnshire dan Goole dari National Health Service Inggris membatalkan semua operasi yang direncanakan dan mengalihkan kasus trauma utama ke fasilitas-fasilitas di sekitarnya, dikarenakan serangan terencana.

Meski rumah sakit tersebut tidak membocorkan jenis virus yang menginfeksi sistemnya, ada kemungkinan bahwa ini merupakan ulah ransomware. Pada tahun 2016 di Uni Emirat Arab, sebuah pusat kesehatan swasta yang terkenal juga menghadapi serangan yang sama.

Jika seorang peretas berhasil mengunci atau mengenkripsi catatatan kesehatan pasien yang membutuhkan perawatan kesehatan secepatnya, kehidupan seorang pasien akan terancam. Oleh karena itu, mengamankan jaringan dan perangkat medis menjadi prioritas utama untuk industri layanan kesehatan. Sekarang, sektor kesehatan harus memastikan untuk menyimpan kerahasiaan data pasien sejajar dengan perawatan pasien.

Maka dari itu, sektor layanan kesehatan dan perusahaan pembuat perangkat medis harus mengerti bahwa mengamankan Enterprise of Things merupakan hal yang penting. Enterprise of Things adalah jaringan koneksi cerdas dan titik akhir (end points) dalam perusahaan–termasuk kumpulan perangkat yang memungkinkan pengembangan produk cerdas.

Melindungi Perangkat Medis dan Jaringannya

Ada beberapa alat yang dapat digunakan untuk mengamankan perangkat kesehatan. Rumah sakit harus memberi edukasi para staf mereka untuk mengidentifikasi dan menghindari penipuan melalui phishing, serangan ransomware, dan ancaman lainnya melalui e-mail.

Mereka juga harus memastikan semua staf mereka menggunakan alat komunikasi yang aman saat mengirim SMS, melakukan atau menerima panggilan telepon, atau berkolaborasi dengan staf atau pasien, dan bahkan meminta autentikasi multi-factor di setiap perangkat mereka.

Sejauh ini, penyedia layanan kesehatan seharusnya menempatkan solusi e-mail, alat-alat kolaborasi, dan aplikasi penting lainnya dalam sebuah wadah untuk melindungi konten yang bersifat sensitif. Laptop dan desktop PC, tablet dan smartphone, wearable, dan perangkat IoT bisa dilindungi dengan solusi pengelolaan endpoint terpadu.

Ilustrasi catatan rekam medis elektronik. [Kredit: iStock]

Melakukan pemeriksaan keamanan pada sistem untuk mengidentifikasi potensi ancaman dan menerapkan standar keamanan teknologi kesehatan, seperti DTSec yang didukung oleh BlackBerry, juga merupakan ide yang baik. Standar ini adalah representasi lengkap dan praktik terbaik untuk keamanan perangkat medis yang dikembangkan dengan masukan dari berbagai pakar industri, termasuk peneliti universitas dan lembaga kemanan cyber.

Beberapa organisasi sangat rentan terhadap serangan ransomware karena mereka memiliki sumber daya TI yang terbatas dibandingkan dengan perusahaan besar. Mereka mungkin tidak mengikuti cara yang terbaik ataupun melakukan backup data secara rutin untuk seluruh server penting mereka. Mereka juga mungkin menghadapi kesulitan untuk mengendalikan lingkungan mereka dan memastikan karyawan mengikuti pelatihan anti-phishing dan pelatihan lainnya untuk mencegah malware tumbuh.

Akhirnya, mereka juga harus memastikan bahwa setiap aplikasi yang mereka pasang mudah digunakan. Apabila tidak, staf akan beralih kepada penggunaan shadow IT yang kurang aman (seperti layanan pesan personal, penyimpanan cloud, dan aplikasi lainnya).

Perangkat lunak BlackBerry UEM (Unified Endpoint Management) menyediakan pengelolaan berbasis kebijakan menyeluruh dari semua titik-akhir (endpoint) yang dimiliki sebuah organisasi layanan kesehatan. Melalui BlackBerry Workspaces, file seperti catatan medis dienkripsi dan diberi watermark agar para peretas tidak dapat mengaksesnya apabila dicuri. Hal ini memungkinkan rumah sakit untuk menghindari membayar imbalan ransomware kepada penyerang dan mampu melacak peretas secara mudah.

Ilustrasi BlackBerry Athoc

BlackBerry Limited memperkenalkan layanan AtHoc Account yang mengotomastisasi akuntabilitas pegawai dan menyediakan pembaharuan keamanan serta memungkinkan lembaga pemerintahan dan perusahaan besar mempertanggungjawabkan karyawan mereka secara real-time.

Dengan pendekatan akuntabilitas yang terintegrasi, AtHoc Account menggabungkan masukan dari para manager mengenai tim mereka masing-masing, operator call center, saluran data dari departemen sumber daya manusia dan sistem perjalanan.

Hal itu memungkinkan perusahaan mempertanggungjawabkan karyawannya dengan cara mengonsolidasikan informasi keamanan dalam sebuah laporan.

“Pada saat krisis, situasi berubah dengan sangat cepat. Organisasi memerlukan cara untuk memberikan informasi tentang orang-orang mereka dan bagaimana sebuah insiden mempengaruhi sumber daya, sehingga mereka mampu membuat keputusan aman penting dengan pengetahuan yang benar,” kata Billy Ho (Executive Vice President of Enterprise Products and Solutions, BlackBerry) dalam siaran persnya, Senin.

Billy Ho mengatakan AtHoc Account adalah solusi komprehensif yang mampu membantu lembaga pemerintahan dan perusahaan untuk mematuhi peraturan dan mengubah operasi mereka secara digital.

“Ini adalah salah satu cara dimana BlackBerry menggunakan Enterprise of Things dengan menerapkan pengalaman yang mendalam, pemimpin perusahaan dan inovasi produk yang berkelanjutan untuk menyampaikan keperluan dunia nyata,” ujarnya.

Layanan BlackBerry AtHoc Cloud juga menawarkan AtHoc Alert dan AtHoc Connect yang memungkinkan lembaga-lembaga untuk membagikan informasi yang sangat kritis mengenai keamanan dalam saat krisis kepada pada orang-orang dalam lembaganya maupun lintas lembaga.

AtHoc Alert memungkinkan notifikasi masal secara aman secara dua arah melalui berbagai saluran amandengan menggunakan hampir semua perangkat yang ada termasuk aplikasi mobile yang aman menggunakan telepon, penulisan pesan dan juga mengintegrasikannya dengan saluran notifikasi secara masal melalui pengeras suara, radio dua arah dan juga tampilan digital.

AtHoc Connect memungkinkan lembaga-lembaga untuk berkomunikasi dengan satu sama lain dalam saat krisis dan menyampaikan informasi serta kejadian yang lebih kritikal dalam keadaan manajemen krisis.

TERBARU

Cisco menggandeng organisasi kepolisian internasional terbesar di dunia INTERPOL untuk berbagi intelijen ancaman atau threat intelligence