Tags Posts tagged with "BlackBerry"

BlackBerry

Ilustrasi BlackBerry KEYone

Perseteruan BlackBerry dan Qualcomm terkati pembayaran royalti menemukan titik terang.

Qualcomm harus membayar 814,9 juta dollar AS atau sekitar Rp10,8 triliun) kepada BlackBerry, setelah kalah dalam pengadilan arbitrase. BlackBerry menggugat Qualcomm lantaran membayar royalti terlalu banyak selama periode 2010-2015.

BlackBerry menginginkan Qualcomm mengembalikan kelebihannya (refund). Sebenarnya, BlackBerry dan Qualcomm sudah memulai diskusi jumlah nominal pembayaran royalti sejak April 2016.

John Chen (CEO BlackBerry) mengatakan BlackBerry akan tetap melanjutkan kerja sama dengan produsen chipset asal AS terutama kerjsama meliputi keamanan di industri otomotif dan IC (integrated circuit).

Nilai saham BlackBerry terdongkrak 18 persen per lembar setelah berita kemenangan tersebut dan membuat nilai saham Qualcomm turun sekitar 2 persen seperti dikutip Phone Arena.

Qualcomm berargumen, BlackBerry tidak bisa meminta kembali uang yang telah mereka bayarkan. Qualcomm tidak setuju dengan keputusan itu tetapi Qualcomm tidak bisa mengajukan banding, mengingat gugatan BlackBerry ini berupa arbitrase. Selain itu, Qualcomm juga harus membayar biaya pengacara dan bunga.

Selain BlackBerry, Apple juga mengajukan tuntutan kepada Qualcomm pada Januari 2017 karena Qualcomm menarik royalti atas teknologi yang tidak ada hubungan dengannya. Apple menuntut perusahaan pembuat prosesor tersebut di 3 negara, yaitu Amerika Serikat, Tiongkok dan Inggris.

Selain Apple, Qualcomm juga harus berhadapan dengan Komisi Perdagangan Federal (FCC) AS yang menuduh mereka telah melakukan monopoli terkait perjanjian lisensi mereka.

Tampilan baru aplikasi BBM di Android dan iOS.

BlackBerry Messenger (BBM) merilis aplikasi versi terbaru untuk pengguna Android dan iOS di seluruh dunia, Selasa (14/3).

Aplikasi BBM versi baru ini mengandalkan beberapa pembaruan, seperti perubahan tampilan dan pengalaman pengguna, penambahan fitur chatbot API dan pelaporan spam, peningkatan kemampuan analitik untuk para mitra, serta pengenalan fitur menambahkan nomor telepon ke profil pengguna.

Jika pengguna mengunduh aplikasi BBM teranyar di Google Play Store dan Apple App Store, mereka akan menemukan menu navigasi utama yang lebih sederhana.

Terdapat ikon baru untuk Chats, Contacts, Feeds, Contacts dan Discover; ikon Discover sekarang muncul pada menu navigasi utama; BBM Channels dipindahkan dari navigasi utama ke layar BBM Discover; foto profil pengguna, PIN, dan informasi lain sekarang terdapat dalam menu “Me”; menonaktifkan suara percakapan dengan menggeser item dalam daftar obrolan ke kiri; permintaan pertemanan sekarang muncul pada tab Contacts; dan notifikasi group chat sekarang mencantumkan nama anggota grup dan nama grup.

Khusus untuk pengguna Android, foto profil yang diperbarui akan muncul dalam bentuk full image untuk di Feeds sehingga orang-orang dapat melihat foto tanpa perlu memperbesarnya.

“Tata letak baru akan memudahkan pengguna melihat layanan baru yang diluncurkan, sebagaimana yang sudah kami masukkan ke dalam daftar,” tukas Matthew Talbot (CEO, BBM) dalam keterangan pers.

Selain itu, BBM menambahkan fitur pelaporan spam terhadap permintaan pertemanan yang tidak diinginkan. Pengguna juga kini dapat menambahkan nomor telepon ke profil mereka sebagai identitas diri selain alamat e-mail. Sebelumnya, BBM telah memperkenalkan fitur registrasi pengguna baru dengan memasukkan nomor telepon.

Menambahkan nomor telepon berarti meningkatkan keamanan dan mempercepat proses untuk membuat ulang password. Hal ini juga membuat pengguna lebih mudah untuk mencari teman.

Fitur Chatbot API

Tidak mau kalah dengan pengembang aplikasi chat lainnya seperti Facebook dan LINE, BBM versi baru sudah mendukung penerapan chatbot API pada fitur Channel Chat. Chatbot atau program pengganti manusia akan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan pengguna kepada pemilik channel.

Tampilan baru aplikasi BBM di Android dan iOS.

“Kami yakin chatbot akan menjadi cerita besar pada 2017. Kami akan memberikan pemilik BBM Channel kesempatan untuk membawa interactive software chatbot mereka sendiri ke dalam BBM agar dapat bercakap-cakap dengan pelanggan,” ujar Matthew.

Chatbot API merupakan inisiatif pertama dari serangkaian inisiatif API yang akan ditambahkan BBM pada platformnya.

Terakhir, BBM mengintegrasikan metode pengukuran (metriks) yang telah ditingkatkan melalui Google Analytics. Hal ini memungkinkan para pengguna dan mitra BBM untuk memperluas pengukuran engagement. Para mitra dapat dengan mudah melacak dan melihat traffic mereka, termasuk jumlah unique users, returning users, berapa lama orang menggunakan aplikasi mereka, dan lain sebagainya.

“Semua fitur baru ini melengkapi banyak fitur lain yang sudah kami luncurkan dalam beberapa tahun belakangan ini dalam upaya kami untuk membuat BBM menjadi pusat kehidupan digital pengguna,” pungkas Matthew.

BlackBerry Aurora 1

BlackBerry dan BlackBerry Merah Putih resmi meluncurkan BlackBerry Aurora yang berbasis Android di Indonesia dan menyasar kelas menengah. BlackBerry Aurora pun tidak memiliki ciri khas tombol QWERTY yang selama ini melekat pada seri-seri BlackBerry sebelumnya.

“Kami sangat bangga memperkenalkan produk BlackBerry Android pertama di Indonesia dan kami optimis smartphone ini mendapatkan respons positif dari masyarakat,” kata Tan Lie Pin (President Commisioner BB Merah Putih) di Jakarta, Kamis.

BlackBerry Aurora mengusung layar 5,5 inci beresolusi HD, chipset Qualcomm MSM8917 berkecepatan 1,4 GHz dari Qualcomm, RAM 4 GB dan memori 32 GB, sistem operasi Android Nougat 7.0 serta tambahan slot MicroSD.

Desain BlackBerry Aurora terlihat premium dengan balutan kaca hitam pada bagian depan dan bertekstur pada bagian punggung sehingga mantap di genggaman.

Lazada Indonesia menjual BlackBerry Aurora

BlackBerry Aurora mengusung kamera 13 megapixel di bagian belakang dan 8 megapixel untuk selfie dengan beberapa fitur kamera seperti Auto Exposure, Special Effect, Aperture Control, Deep of Field, penyetelan Shutter Speed, dan Macro.

Sementara itu, BlackBerry Aurora mempunyai Time Lapse untuk menghasilkan video dengan gerakan cepat, serta Clone untuk menduplikat objek pada frame yang sama. Spesifikasi lainnya, ponsel itu mencakup dual-micro SIM dan baterai 3.000 mAh.

BlackBerry Aurora dibanderol Rp3,5 juta. BlackBerry Aurora sudah bisa dipesan dengan sistem pre-order sejak 3 hingga 12 Maret 2017 seharga Rp 3.499.000. Ada tiga pilihan warna yang ditawarkan untuk BlackBerry Aurora, yaitu black, gold, dan silver.

BlackBerry Aurora sudah bisa dipesan di berbagai toko online, lantas ketersediaannya di pasar mulai 16 April mendatang. Stanly Widjaja (VP Sales & Marketing BB Merah Putih) mengatakan kompetisi industri smartphone di Indonesia sangat ketat, terutama smartphone yang memiliki harga Rp3 hingga 4 jutaan.

“Kami punya fitur keamanan DTEK yang dikembangkan sendiri oleh BlackBerry sehingga menjamin keamanan bagi pengguna. Fitur kamera kami juga lengkap dan baterai kami kuat,” ujarnya.

“Sebanyak 60 juta orang masih pakai BlackBerry. BlackBerry Messenger (BBM) sudah dikontrol oleh perusahaan Indonesia, dan kini handsetnya sudah diproduksi di Indonesia. Ini seperti cinta lama bersemi kembali,” kata Rudiantara (Menteri Komunikasi dan Informatika RI).

Berikut ini rincian spesifikasi lengkap BlackBerry Aurora:

Ukuran layar: 5,5 inci HD
Memori: RAM 4GB, ROM 32GB, MicroSD up to 2TB
Sistem operasi: Android 7.0 (Nougat)
CPU: Qualcomm Snapdragon 425 MSM8917 Quadcore 1,4GHz
GPU: Adreno 308
Kamera: 13.0MP AF Dual Led flash, depan 8 MP FF, Led Flash
SIM: Dual SIM (Micro-SIM)
Baterai: Li-Ion 3000 mAh
Berat: 178 gram

Lazada Indonesia menjual BlackBerry Aurora

Laman e-commerce Lazada Indonesia mulai membuka pre-order BlackBerry “Made in Indonesia” BlackBerry Aurora-C100-1 dengan banderol Rp3,49 jutaan dengan garansi supplier selama 1 tahun.

PT BB Merah Putih baru akan mengirimkan BlackBerry Aurora-C100-1 pada 3 Maret 2017. PT BB Merah Putih merupakan perusahaan hasil kerja sama antara BlackBerry dan TiPhone.

Laman Lazada Indonesia menuliskan stok ketiga BlackBerry Aurora itu bersifat terbatas. Ketika kami mengklik lebih lanjut, rupanya perangkat tersebut diberi keterangan “habis terjual-stok akan segera di-update”.

Bukan hanya Lazada Indonesia, laman Phone Arena menyebut bahwa e-commerce Elevenia juga membuka pre-order untuk perangkat BlackBerry Aurora.

BlackBerry Aurora mengusung layar sentuh HD 5,5 inci dengan resolusi 720 x 1.280 pixel, prosesor Snapdragon 425 dengan CPU quad-core dan GPU Adreno 308, RAM 4 GB, memori internal 32 GB dengan tambahan slot microSD hingga 64 GB.

BlackBerry Aurora mengusung kamera utama 13 megapixel, kamera depan 8 megapixel, dual SIM, koneksi 4G LTE, dan baterai 3.000 mAh. Smartphone itu tersedia dalam tiga varian warna yaitu silver, hitam, dan emas.

Perangkat BlackBerry dengan kode BlackBerry – BBC100-1 tersebut sebelumnya muncul di laman e-sertifikasi postel Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Bocoran foto BlackBerry yang diduga sebagai BBC100-1 buatan Indonesia. [Kredit: CrackBerry]

BlackBerry “made in Indonesia” tampaknya akan beredar di pasaran tidak lama lagi. Hal ini diketahui setelah sejumlah bocoran mengenai wujud fisik dan spesifikasi BlackBerry yang diproduksi oleh BB Merah Putih ini beredar di media sosial.

Akun @krispitech yang pertama kali membocorkan informasi sertifikat TKDN yang diterima oleh BB Merah Putih pada 25 Januari 2017. Sementara itu, CrackBerry menerbitkan foto pertama yang memuat wujud fisik BlackBerry yang diduga sebagai BBC100-1.

Di dalam bocoran itu, diketahui bahwa BB Merah Putih akan membuat smartphone BlackBerry yang diberi kode BBC100-1. Spesifikasinya meliputi layar HD 5,5 inci, prosesor Snapdragon 425 quad-core 1,4 GHZ, RAM 4 GB, memori internal 32 GB, selot microSD hingga 64 GB, kamera utama 13 MP dan kamera depan 8 MP, dual SIM, dukungan koneksi 4G LTE, serta baterai 3.000 mAh.

Akun @krispitech menyebutkan bahwa BlackBerry perdana buatan Indonesia ini akan dijual dengan harga di kisaran Rp2 juta. Sedangkan pengamat gadget Herry SW dalam akunnya @herrysw menyebut perkiraan harga yang melebihi Rp3 juta.

Sebagaimana diketahui, BB Merah Putih merupakan perusahaan hasil kerja sama antara BlackBerry dan TiPhone. Smartphone yang mereka produksi bakal dibuat di pabrik TiPhone di Cikarang dan hanya akan dipasarkan di Indonesia.

Kerja sama serupa dengan pabrikan lokal juga telah dilakukan BlackBerry bersama perusahaan Optiemus asal India untuk memproduksi BlackBerry di India untuk pasar India, Bangladesh, Srilanka, dan Nepal.

Sedangkan untuk pasar global, BlackBerry menggandeng TCL Communications asal Tiongkok. Produk terbarunya adalah BlackBerry KEYone yang baru saja dirilis di ajang MWC 2017 Barcelona, Spanyol. TCL juga berencana memasarkan tiga perangkat BlackBerry lainnya sepanjang tahun ini.

BlackBerry dan TCL Communications meluncurkan BlackBerry KEYone dalam ajang Mobile World Congress (MWC) 2017, Barcelona, Spanyol.

Akhirnya, BlackBerry dan TCL Communications menepati janjinya dan meluncurkan BlackBerry KEYone dalam ajang Mobile World Congress (MWC) 2017, Barcelona, Spanyol.

Sebenarnya, KeyOne merupakan versi sempurna dari BlackBerry bernama sandi “Mercury”. Smartphone itu sempat dipamerkan di ajang Consumer Electronic Show pada Januari lalu.

Seperti pendahulunya, BlackBerry KEYone mengusung tombol fisik pada keyboard. Fungsinya, tidak hanya untuk mengetik tetapi juga sebagai touchpad dan short cut navigasi. Misalnya, tombol “I” dapat diubah menjadi pemintas untuk langsung membuka aplikasi InfoKomputer.com

“Bayangkan, (menekan tombol) F untuk Facebook atau U untuk Uber. Smartphone ini sangat cocok untuk profesional, perusahaan dan orang yang ingin tampil beda,” kata Logan Bell (Senior Product Manager untuk BlackBerry Mobile) seperti dikutip dari PC World, Senin.

Ilustrasi BlackBerry KEYone

BlackBerry KEYone mengusung layar 4,5 inci dengan resolusi 1620 x 1080 pixel dan kerapatannya mencapai 434 ppi. Smartphone itu memiliki bodi yang kokoh dan elegan berkat bahan aluminium.

BlackBerry KEYone menawarkan dimensi panjang 149,3 mm, lebar 72,5 mm dan tinggi 9,4 mm dengan bobot 180 gram. Smartphone itu menawarkan kamera utama 12 megapixel dengan sensor Sony IMX378 sehingga dapat menampilkan video 4K. Kamera depannya mengusung 8 megapixel.

Untuk jantung mekanisnya, BlackBerry KEYone mengusung Qualcomm Snapdragon 625, RAM 3 GB, memori internal 32 GB dengan tambahan microSD, baterai 3.505 mAh dan sistem operasi OS Android 7.1 Nougat.

Selain itu, tombol spasi di keyboard juga berfungsi sebagai sensor pemindai sidik jari. Sama seperti seri BlackBerry DTEK, BlackBerry KeyOne menawarkan fitur-fitur andalan seperti BlackBerry Messenger (BBM) dan BlackBerry Hub.

Ilustrasi BlackBerry KEYone

BlackBerry dan TCL mengklaim bahwa BlackBerry KEYone adalah smartphone yang aman, karena memungkinkan penggunanya memeriksa izin keamanan setiap kali aplikasi meminta update.

“Kami berkomitmen dengan TCL untuk selalu memberi pembaruan keamanan bulanan sehingga membuat informasi pribadi pengguna selalu aman,” ujar Alex Thurber (BlackBerry Senior Vice President and General Manager for BlackBerry Mobility Solutions).

BlackBerry KEYone baru tersedia pada pada April 2017. Soal ketersediaan harga dan penjualan pertama dari BlackBerry KEYone, ada tiga wilayah, yaitu Amerika Serikat dengan harga USD 550 atau sekitar Rp7,3 jutaan, Eropa dibanderol 600 Euro atau sekitar Rp8,4 jutaan, dan Britania Raya dengan harga 500 poundsterling atau sekitar Rp8,3 jutaan.

Tampak depan prototipe BlackBerry Mercury di CES 2017. [Kredit: Android Authority]

Perusahaan riset Gartner melaporkan bahwa BlackBerry 10 hampir lenyap dari pasaran smartphone dunia. Bahkan, pangsa pasar BlackBerry 10 terus menyusut hingga 0,0481 persen pada kuartal terakhir 2016.

Berbanding terbalik dengan pangsa pasar smartphone berbasis Android yang mencapai 81,7 persen dan iOS berada urutan kedua dengan pangsa pasar 17,9 persen. Pangsa pasar Windows Phone besutan Microsoft pun juga terus menyusut hingga tinggal 0,3 persen pada akhir tahun lalu.

BlackBerry angkat suara terkait, pangsa pasar BlackBerry 10 yang hampir punah atau tinggal 0,0 persen. BlackBerry berkilah perusahaan yang bermarkas di Ontorio, Kanada itu telah pindah dari perusahaan yang fokus menjual hardware, beralih kepada perusahaan yang fokus menyediakan software dan layanan keamanan untuk perusahaan dan perangkat.

“Saat ini strategi kami fokus pada penyediaan software dan layanan keamanan untuk perusahaan dan perangkat,” kata BlackBerry seperti dikutip GSMArena.

Namun, itu bukan berarti tidak ada lagi smartphone bermerek BlackBerry, karena mereka telah menerapkan model lisensi untuk merek BlackBerry. BlackBerry menggandeng beberapa pabrikan smartphone untuk menjual dan mendistribusikan smartphone dengan nama merek BlackBerry.

Saat ini BlackBerry telah memberikan lisensi kepada TCL, BB Merah Putih dan Optiemus. Para pemegang lisensi merek BlackBerry itu berhak membuat dan mendistribusikan ponsel BlackBerry. Hal ini akan memastikan merek BlackBerry akan tetap hidup.

Beberapa hari lalu, Gartner menyebutkan pangsa pasar smartphone BlackBerry yang menggunakan BBOS telah kurang dari 0,1 persen. Namun, masih ada smartphone BlackBerry yang menggunakan sistem operasi Android seperti DTEK60 dan Priv.

Pada kuartal akhir 2016, perangkat BlackBerry 10 yang terjual secara global hanya 207.900 unit, terus turun dibandingkan kuartal sebelumnya yang tercatat 377.800 unit dengan pangsa pasar 0,1 persen.

Mantan raja smartphone asal Kanada itu sedang bersiap meluncurkan smartphone “Mercury” yang berbasis Android dalam ajang Mobile World Congress, Barcelona, Spanyol.

BlackBerry meluncurkan smartphone flagship BlackBerry Z10 yang berbasis sistem operasi BlackBerry 10 pada 2013. Kala itu, BlackBerry Z10 merupakan amunisi BlackBerry untuk mengalahkan smartphone berbasis Android dan Apple iPhone.

Sayangnya, smartphone berbasis BlackBerry 10 tidak berdaya dan terus terpuruk melawan smartphone berbasis Android dan Apple iPhone seperti dikutip Engadget.

Kini, perusahaan riset Gartner melaporkan bahwa BlackBerry 10 hampir lenyap dari pasaran smartphone dunia. Bahkan, pangsa pasar BlackBerry 10 terus menyusut hingga 0,0481 persen pada kuartal terakhir 2016.

Berbanding terbalik dengan pangsa pasar smartphone berbasis Android yang mencapai 81,7 persen dan iOS berada urutan kedua dengan pangsa pasar 17,9 persen. Pangsa pasar Windows Phone besutan Microsoft pun juga terus menyusut hingga tinggal 0,3 persen pada akhir tahun lalu.

Pada kuartal akhir 2016, perangkat BlackBerry 10 yang terjual secara global hanya 207.900 unit, terus turun dibandingkan kuartal sebelumnya yang tercatat 377.800 unit dengan pangsa pasar 0,1 persen.

Namun, BlackBerry masih mendukung konsumen BlacBerry 10, khususnya pengguna di sektor enterprise. BlackBerry sudah “sadar” dan beralih ke sistem operasi Android yang memiliki pangsa pasar besar.

Mantan raja smartphone asal Kanada itu sedang bersiap meluncurkan smartphone “Mercury” yang berbasis Android dalam ajang Mobile World Congress, Barcelona, Spanyol.

Mampukah, BlackBerry “Mercury” meningkatkan penjualan BlackBerry?. Kita tunggu saja!.

BlackBerry melanjutkan langkahnya di bisnis enterprise software dengan memperkenalkan BBM Enterprise SDK (Software Development Kit).

Dengan paket pengembangan ini, para pembuat aplikasi komunikasi enterprise di seluruh dunia bisa memanfaatkan platform BBM Enterprise ke dalam solusi mereka. Tujuannya, menciptakan solusi komunikasi enterprise yang andal, aman, dan terpercaya.

BBM Enterprise SDK meliputi kemampuan berkirim pesan teks, video, dan suara yang dilindungi dengan metode pengamanan enkripsi, dalam percakapan satu lawan satu, banyak pengguna, ataupun group chatting. Fitur yang ada di BBM standar pun ada di sini, seperti mengutip pesan, menarik pesan terkirim, mengedit, dan menghapus pesan.

Kemampuan lainnya mencakup file sharing dan kolaborasi serta notifikasi real-time.

“Kami akan selalu berinovasi dan mencari terobosan-terobosan baru untuk meningkatkan warisan serta keahlian kami dalam keamanan mobile yang mampu menyelesaikan permasalahan dan tantangan bisnis nyata,” ujar Marty Beard (Chief Operating Officer, BlackBerry).

“Kami membuka jalur penghasilan baru dengan menggunakan layanan komunikasi yang berbasis cloud secara keseluruhan, yang dirancang untuk membimbing para developer, Pengembang Software Independen (Independent Software Vendor), dan perusahaan dalam memenuhi persyaratan keamanan dan kepatuhan yang paling ketat sekalipun,” lanjut Beard.

Dengan menggunakan BBM Enterprise SDK, pengembang aplikasi dan perusahaan dapat mengandalkan komunikasi internal mereka pada infrastruktur global BlackBerry dengan dukungan pusat data di seluruh dunia. BlackBerry menawarkan jaringan global dan built-in redundancy untuk memastikan kinerja yang optimal, fleksibilitas, kualitas layanan, dan ketersediaan produk yang dibangun untuk skala besar.

BBM Enterprise SDK segera tersedia bagi pengguna perangkat berbasis iOS dan Android. Informasi lebih lanjut akan disampaikan pada akhir bulan ini.

BlackBerry Limited mengumumkan BlackBerry AtHoc akan menangani keamanan sebuah perusahaan dari endpoint dan membantu perusahaan melindungi seseorang dalam keadaan krisis tanpa khawatir halangan bahasa.

Selain memberikan solusi delapan bahasa, BlackBerry AtHoc juga menambahkan fitur seperti peningkatan fungsi peringatan seluler, peningkatan penggunaan layanan berdasarkan peta bagi operator darurat, serta peningkatan dan perubahan kinerja lainnya yang cukup signifikan.

Ly Tran (Senior Vice President, BlackBerry AtHoc Sales) mengatakan banyak sekali perusahaan, dari perusahaan minyak dan gas di Timur Tengah hingga pusat transportasi di Eropa, memerlukan sebuah platform yang mampu meningkatkan efektivitas untuk berkomunikasi dengan tim global lainnya.

“Selain menemukan platform untuk meningkatkan produktivitas tinggi, kini para konsumen juga menuntut solusi keamanan yang terbaik dan paling aman di pasar global,” katanya dalam siaran persnya.

Pembaruan untuk produk BlackBerry AtHoc termasuk:

1. Delapan Bahasa Baru yaitu dukungan bahasa lokal melalui pusat data di seluruh dunia yang menyasar para pelanggan internasional untuk mempercepat tanggapan dan meningkatkan keamanan saat krisis

2. Penargetan Geografis yang Ditingkatkan. Peta baru itu memiliki lapisan yang dapat diubah sehingga lebih cepat dan mudah untuk organisasi global yang rumit.

3. Operasi Mobile yang Fleksibel. Penyederhanaan untuk pengalaman selular mampu mengoptimalkan kemampuan pengiriman dan penerimaan informasi penting selama masa krisis, hanya dengan menggunakan aplikasi seluler AtHoc.

4. Penambahan Performa. AtHoc akan terus meningkatkan kinerjanya seperti mampu memuat 50 persen lebih cepat halaman produk-produk yang sering digunakan.

5. Peningkatan Keamanan dan Privasi. AtHoc akan terus berinvestasi dalam pembuatan platform yang paling aman dan sekaligus mengikuti standar global dalam privasi.

“Menyampaikan pesan dan berkomunikasi saat dan setelah krisis adalah sebuah tantangan universal,” ujar Oded Shekel (Vice President of Product Management at BlackBerry AtHoc).

“Kami mempermudah para pelanggan di Eropa dan Amerika Latin untuk melindungi orang-orang dengan mengirim pesan dan memantau setiap kegiatan dalam bahasa lokal,” tukasnya.

TERBARU

Samsung menggenjot produksi layar OLED tahun ini sekaligus menguatkan rumor bahwa Samsung memproduksi layar iPhone 8.