Tags Posts tagged with "cloud"

cloud

Sundar Pichai (CEO Google)

Saat ini perusahaan teknologi harus memutar otak untuk mendapatkan keuntungan yang besar, menyusul persaingan industri yang ketat. Pada tahun ini, ada beberapa sektor bisnis yang masih mendatangkan keuntungan yaitu layanan iklan mobile, video streaming, AI, dan komputasi awan (cloud).

Perusahaan induk Google, Alphabet, pun fokus menggarap ke empat sektor menguntungkan tersebut, walaupun Alphabet bukan pemimpin pasar di sektor tersebut karena masih ada Amazon dan Microsoft.

Alphabet optimistis dapat meningkatkan pendapatan sebesar 20 persen atau sekitar 100 miliar dolar AS pada tahun ini dengan menggarap keempat sektor tersebut.

Alphabet pun telah mengatakan pendapatannya tumbuh 21 persen atau sebesar 26 miliar dolar AS pada kuartal kedua tahun ini. Berikut strategi Alphabet untuk keempat sektor tersebut.

Mobile

Pendapatan iklan Google tumbuh 18 persen atau 22,7 miliar dolas AS dengan kontribusi terbesar datang dari paid click sebesar 52 persen. Namun, pendapatan iklan belum memperhitungkan biaya traffic-acquisition costs atau TAC yang naik sebesar 16 persen.

“Pertumbuhan bisnis kami paling besar di pencarian mobile dan program,” kata Ruth Porat (CFO Google) seperti dikutip Venture Beat.

Dalam kata lain, pergeseran iklan dalam bentuk mobile sangat baik buat bisnis jangka panjang Google.

Video

Porat mengatakan kontribusi YouTube juga sangat besar bagi pertumbuhan Google karena ada sebanyak 1,5 miliar orang yang mengunjungi YouTube setiap bulannya dan rata-rata menghabiskan waktu satu jam dalam sehari untuk menonton YouTube.

Meskipun pengguna YouTube tidak sebesar Facebook yang memiliki dua miliar pengguna, YouTube adalah platform video yang Mark Zuckerberg impikan setiap malamnya.

“Cakupan YouTube sudah menjangkau dunia, sama seperti mesin pencarian,” ujar Sundar Pichai (CEO Google).

Komputasi Awan

Keran pendapatan Google lainnya berasal dari Google Play, bisnis hardware, dan bisnis cloud yang naik 42 persen atau 3,09 miliar dolar AS pada kuartal lalu.

Google sukses meraih kesepakatan kerja sama cloud yang bernilai 500 juta dolar AS pada kuartal lalu, tumbuh tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Google pun membuka divisi cloud di London, Singapura, dan Sydney.

Google pun harus merekrut banyak karyawan baru, menyusul pertumbuhan sektor komputasi awan. Saat ini karyawan Alphabet berjumlah 75.606 dan tumbuh 14 persen.

AI

Google juga fokus menggarap pasar machine learning untuk perkembangan bisnisnya.

“Kami membenamkan fitur machine learning terbaru pada Google Maps, YouTube, Gmail, dan Google Photos. Struktur pendapatan Google dan Alphabet memberikan kami kesempatan dan optimistis untuk berinvestasi pada bisnis untuk waktu jangka panjang,” pungkas Pichai.

Oracle melihat para pengguna cloud akan sendikit waspada ketika mengadopsi infrastruktur cloud dan pengguna biasanya menghadapi keterbatasan untuk melakukan provisioning secara cepat atau menghadapi kebingungan untuk mengurangi perangkat serta biaya operasional.

Namun, Cloud memberikan banyak manfaat dan mendapatkan kredibilitas dari berbagai industri. Harapannya, semua sistem enterprise akan memiliki aspek transformatif terhadap cloud.

Berdasarkan riset Oracle, inilah yang akan terjadi pada lanskap infrastructure-as-a-service atau IaaS pada 2017:

Cloud akan melakukan migrasi beban kerja produksi di suatu perusahaan. Permasalahan utama migrasi cloud adalah kurangnya komitmen dan sumber daya untuk mendukung hal tersebut. Di satu sisi, penyedia cloud membatasi akuntabilitas mereka karena kurangnya bala bantuan untuk mendukung portofolio.

Kuncinya, Penyedia solusi IaaS yang mampu menerima tanggungjawab lebih besar dan memenuhi permintaan pelanggan adalah yang akan mendorong migrasi ke cloud di tahun 2017.

Kebutuhan pusat data akan semakin berkurang, mengingat perusahaan memfokuskan pengeluaran IT untuk komputasi cloud dan mulai melakukan memigrasi beban kerjanya dari pusat data yang dimiliki perusahaan ke fasilitas yang dibangun khusus, ditangani dan dijalankan oleh perusahaan penyedia cloud.

“Pusat data yang dimiliki langsung oleh perusahaan akan menurun hingga 80 persen pada 2025, dan sebanyak itu pula pengeluaran IT akan dialihkan untuk layanan cloud,” kata Mark Hurd (CEO Oracle) dalam siaran persnya, Senin.

Cloud enterprise menjadi tempat paling aman untuk pemrosesan IT, mengingat Sebelumnya keamanan adalah rintangan utama dalam investasi cloud. Data souvereignity, privasi data, dan masalah kontrol membuat banyak perusahaan enggan untuk mengadopsi cloud.

Kekhawatiran itulah yang membuat perusahaan-perusahaan baru pindah ke cloud. Vendor cloud yang berpengalaman dengan rekam jejak keamanan yang solid akan memiliki keahlian dan sumber daya untuk menerapkan berlapis-lapis pertahanan yang tidak bisa dilakukan secara in-house.

“Hanya Oracle Management Cloud yang menyediakan pendekatan berbasis cloud yang menyatu dan intelijen yang menerapkan pembelajaran mesin ke dalam set data operasional yang komplit,” ujar Kirsten Gilbertson (Director Cloud Platform Business Development, Oracle ASEAN dan SAGE).

“Tahun 2020, 60 pesen perusahaan akan memindahkan manajemen sistem mereka ke cloud,” ujarnya.

Lokasi penyimpanan di cloud sangat membantu pengguna smartphone dalam menyimpan datanya secara mobile. Namun ada juga kelemahannya. Misalnya, kebanyakan fitur manajemen yang disediakan oleh sebuah layanan cloud terlalu sederhana. Belum lagi jika seorang pengguna memanfaatkan banyak layanan cloud sekaligus.

Unclouded hadir untuk mengatasi masalah tersebut. Unclouded dapat menangani berbagai layanan cloud yang populer saat ini, seperti DropBox, Google Drive, OneDrive, BOX, dan juga MEGA. Sedikit disayangkan, versi gratis Unclouded hanya bersifat read only dan hanya mendukung dua layanan cloud. Untuk dapat menggunakan Unclouded secara penuh dan mengelola lebih banyak layanan cloud, pengguna harus menggunakan versi premium dengan membayar sejumlah uang tertentu.

Dengan menggunakan Unclouded, pengguna dapat memeriksa file atau folder apa yang paling memakan tempat, kategori file apa yang paling banyak disimpan, memeriksa file yang telah disunting dan kapan hal tersebut terjadi, mencari duplikat file, dan lain-lain.

Untuk file multimedia seperti gambar, audio, maupun video, Unclouded menyediakan fasilitas pratinjau (preview) sehingga pengguna tak perlu repot mengunduh seluruh isi file untuk tahu isinya.

Fasilitas pencarian Unclouded juga sangat mumpuni sehingga memudahkan pengguna dalam mencari file tertentu.

A sign on the headquarters campus of NetApp in Sunnyvale, California on January 1, 2014. Photo Credit: Kristoffer Tripplaar/ Sipa USA

Saat ini perusahaan dari berbagai belahan dunia sedang menghadapi tantangan transformasi digital. Situasi itu memaksa perusahaan untuk beradaptasi dan mengatasi
masalah-masalah kritis seperti kebutuhan sumber daya manusia, manajemen data, infrastruktur teknologi, konektivitas, dan meningkatkan pengalaman pelanggan.

Saat ini mayoritas perusahaan di Indonesia sudah siap menjalani tranformasi digital dan memperbarui infrastruktur teknologi informasi. NetApp mengungkapkan ada sejumlah tren teknologi informasi yang akan terjadi pada tahun ini. Ada empat prediksi global utama yang berlaku di Indonesia yaitu data, model baru, cloud dan
transformasi digital.

1. Data Adalah Mata Uang Baru

Ledakan data telah mengubah cara perusahaan dalam menjalankan bisnis mereka, menyusul kehadiran perusahaan seperti Gojek, Uber, dan Airbnb. Data juga menjadi sebuah faktor penting untuk mengambil keputusan, menentukan target perusahaan dan membantu perusahaan memetakan pemasaran dan produk layanan jasa.

“Ini membuat pemasaran menjadi lebih efektif dan lebih tepat sasaran. Data adalah sebuah mata uang baru yang berpotensi mengubah setiap aspek perusahaan, dari model bisnis, ke teknologi, dan ekspektasi pengguna,” kata Ana Sopia (Country Manager NetApp Indonesia) dalam siaran persnya, Sabtu.

Rick Scurfield (President NetApp Asia Pacific) meyakini data akan menjadi pendorong kunci dalam memberikan layanan elektronik real time berbasis pengetahuan bagi konsumen. Di Indonesia, industri yang paling berkembang memanfaatkan big data antara lain industri ritel online (e-commerce), perbankan, dan telekomunikasi.

“Industri-industri ini mulai mengeksplorasi nilai dari data tambahan dan mengaplikasikannya untuk memberi keuntungan bagi konsumen,” ujarnya.

2. Model Baru Mengambil Alih

Pasar membutuhkan layanan yang dapat memecahkan berbagai macam masalah dan memerlukan dukungan platform dan layanan ekosistem. Ana melihat layanan ini akan sangat efektif, efisien dan hemat biaya. Beberapa perusahaan telekomunikasi dan service provider di Indonesia juga sudah menyediakan berbagai layanan seperti Amazon.

“Di Indonesia, tren ini akan meluas karena banyak talenta-talenta muda dari kalangan developer dan programmer yang lebih memilih menggunakan layanan seperti ini,” ucapnya.

3. Cloud Sebagai Katalis dan Akselerator

Banyak organisasi dan perusahaan menggunakan teknologi cloud untuk mendukung kebutuhan data mereka. Perusahaan-perusahaan mulai memanfaatkan praktik-praktik software development and Information (DevOps) yang mengandalkan pengembangan software informasi melalui cloud dalam rangka menguji sebuah aplikasi dengan menggunakan sampel data.

“Praktik ini sangat murah karena perusahaan bisa berinovasi dengan harga yang jauh lebih terjangkau ketimbang harus membuat data center sendiri,” ujar Ana.

4. Lampaui langkah awal Transformasi Digital

Perusahaan di Indonesia telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk transformasi digital melalui pengembangan infrastruktur lebih lanjut dengan cloud dan teknologi baru. Langkah awal ini sangat penting sebagai penentu keberhasilan transformasi digital.

“Saya percaya banyak perusahaan di sektor lain yang akan mengikuti langkah mereka terutama karena disrupsi digital telah dan semakin mempercepat perluasan tren
tersebut,” pungkasnya.

PT Bukaka Teknik Utama, Tbk. memilih solusi cloud dari Oracle untuk meningkatkan efisiensi, mendukung pertumbuhan, serta meningkatkan kelincahan bisnisnya di masa depan.

Memiliki sembilan unit usaha yang didukung oleh lima anak perusahaan, Bukaka mengalami kesulitan dalam melakukan pelaporan untuk kebutuhan pengambilan keputusan di tingkat manajemen puncak. Sistem yang sebagian masih mengandalkan spreadsheet dan proses manual tentu tidak cukup memadai untuk membuat dan mengintegrasikan laporan dari semua unit usaha maupun subsidiary company dengan cepat.

“Oleh karenanya, adalah menjadi necessary bagi kami untuk memiliki satu sistem yang terintegrasi,” tandas Devindra Ratzarwin (Director & Corporate Secretary, PT Bukaka Teknik Utama, Tbk.) dalam konferensi pers, Rabu (8/2) di Jakarta. Perusahaan nasional yang telah berusia hampir empat dekade itu membutuhkan satu solusi tunggal dan menyatu yang dapat mencakup berbagai area bisnis secara komprehensif.

Pilihan jatuh pada solusi berbasis cloud karena Bukaka juga ingin memodernisasi sistem. Cloud juga dipandang sebagai solusi yang mampu memberi ruang untuk berkembang bagi bisnis perusahaan. Hal itu diutarakan oleh Irsal Kamarudin (President Director, Bukaka).

Dengan Oracle Cloud Application Suite yang menawarkan visibilitas real-time ke dalam operasional keuangan di seluruh lini bisnis perusahaan, Bukaka dapat mendorong efisiensi dalam proses keuangan bisnisnya. Dengan tersedianya informasi keuangan yang akurat, perusahaan pun dapat fokus melakukan perluasan bisnis.

Kemampuan social, mobile, dan analitik yang built-in akan memungkinkan pegawai untuk saling terhubung dan bekerja dengan efektif.

Implementasi Awal

Di tahap implementasi perdana ini, Bukaka akan mengimplementasikan tiga modul: ERP Cloud, HCM Cloud, dan CX Cloud.  “Karena [modul-modul] itu yang sekarang ini kami anggap sebagai core dari business process di Bukaka. Di sisi lain kami tidak mengimplementaskan semua [modul] karena kami juga harus mengukur kapasitas kami saat ini,” jelas Marulam Sitohang, Project Director yang ditunjuk mengawal proses implementasi ini.

“Dengan dukungan solusi Oracle Cloud, kini kami memiliki alat modern yang memungkinkan kami untuk mengatur operasional bisnis, melayani tenaga kerja, dan lebih penting lagi, memberikan pengalaman yang terbaik untuk pelanggan dan partner,” ujar Irsal tentang pemilihan tiga modul tersebut.

“Kami senang menjadi bagian dari perjalanan Bukaka dalam memodernisasi bisnis. Mereka ingin mengintegrasi praktik terbaik yang modern ke dalam bisnis mereka. Dalam kata lain, mengadopsi solusi yang dapat membantu mereka memenuhi persyaratan bisnis dan memberikan Return on Investment yang cepat. Hal ini sejalan dengan visi Bukaka untuk memanfaatkan teknologi cloud sebagai faktor utama untuk mendorong kesuksesan bisnis,” kata Erwin Sukiato (Managing Director, Oracle Indonesia).

Kesiapan SDM

Mengenai kesiapan elemen people dalam proses transformasi ini, Marulam (Director of HRD, Bukaka) mengungkapkan bahwa proyek ini berada pada momentum yang tepat. “Seluruh karyawan sudah siap untuk melakukan perubahan, apapun namanya. Karena sejak Maret 2016 lalu, kami sudah meluncurkan Bukaka Values sebagai komitmen seluruh tim Bukaka untuk melakukan perubahan,” jelas Marulam.

Bukaka Values sendiri mencakup lima value, yakni Integrity, Professionalism, Teamwork, Innovation, dan Excellence. “Dan implementasi [solusi] Oracle ini sebagai tindak lanjut dari value Innovation dan Excellence,” imbuhnya.

Membuktikan kesiapan tersebut, Marulam dan timnya “menantang” tim konsultan yang membantu proyek ini untuk merampungkan implementasi Oracle Cloud Application Suite ini dalam waktu yang cukup singkat, yakni tujuh bulan.

accentureDalam perusahaan minyak dan gas, adanya Solusi Logistik Hidrokarbon Terhubung (Connected Hydrocarbons Logistics – CHL) diklaim mampu memberikan informasi mengenai jumlah stok supply chain hidrokarbon.

Di sinilah jaringan cloud berperan. Cloud dalam hal ini akan menghubungkan perusahaan dengan pemasok dan partner bisnis, mengoptimalkan pergerakan supply chain hidrokarbon, meningkatkan visibilitas ke biaya sekunder, sampai mengurangi modal kerja.

Adapun teknologi SAP terbaru seperti SAP S/4HANA dan SAP HANA Cloud Platform yang dipadukan dengan pengalaman pengguna SAP Fiori, CHL inilah yang akan melengkapi dan meningkatkan kemampuan solusi SAP untuk industri minyak dan gas.

Accenture dan SAP juga akan memperluas kolaborasi operasi dan produksi hulu mereka yang menyediakan solusi dan layanan yang mendukung rantai operasional di bagian hulu yang mencakup Upstream Operations Management, SAP UOM, dan template SAP S/4HANA milik Accenture, yakni Accenture Upstream Direct.

Andrew Smart (managing director divisi energy practice dari Accenture) menuturkan jika rantai nilai hidrokarbon adalah jantung dari bisnis hilir. Menurutnya, lanskap IT saat ini yang seringkali terpecah-belah dan kuno juga menjadikan perusahaan minyak dan gas sulit dalam meraup semua keuntungan yang tersedia.

“Kami berharap dapat bekerjasama dengan SAP dan klien kami untuk menggunakan Connected Hydrocarbons Logistics untuk membuka nilai ini dengan perubahan pengelolaan yang lebih baik dalam harga pasokan, permintaan, dan komoditas,” ujar Andrew Smart. “Demikian pula, alat pemeliharaan prediktif baru dari SAP dapat membantu operator lebih meningkatkan operasi hulu, dalam lingkungan volatilitas harga minyak yang berkelanjutan,” imbu Smart.

Google Drive

Google Drive

Turki memblokir semua layanan komputasi awan atau cloud termasuk Google Drive, Dropbox dan OneDrive dari Microsoft dan tempat penyimpanan berbagai kode, GitHub.

Pemerintah Turki melakukan kebijakan itu setelah mendapatkan laporan dari lembaga pengawasan penyensoran Turkey Blocks untuk meminimalisir kebocoran email Berat Albayrak (Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Turki) yang juga menantu dari Recep Tayyip Erdogan (Presiden Turki).

Turki mengharapkan tidak ada orang lain yang menyimpan email bocoran pada akun cloud mereka dan memudahkan orang-orang untuk mengakses email bocoran itu. Sebelumnya, grup peretas Redhack telah membocorkan akun email Berat Albayrak sebesar 17 GB dan mengandung 57.623 email melalui aksi phising dari bulan April 2000 hingga akhir bulan September tahun ini.

Menurut The Daily Dot, Erdogan (Presiden Turki) menggunakan posisinya untuk mempengaruhi media dan mendorong publikasi beberapa artikel koran yang pro-pemerintah seperti dilansir The Next Web.

Pemerintah Turki memang sering melakukan pemblokiran layanan Internet untuk membatasi segala informasi. Di bulan Maret, pemerintah Turki melarang masyarakat menggunakan Twitter dan Facebook setelah sebuah bom meledak di Ankara.

Belum pasti, pemerintah Turki akan mencabut pemblokiran Dropbox, OneDrive & Gifthub. Namun, kabarnya Google Drive kabarnya akan dicabut dalam waktu dekat.

VMworld-beT-1b

Pat Gelsinger (CEO, VMware) tampil sebagai pembicara utama pada acara VMworld 2016 di Mandalay Bay, Las Vegas – AS, Senin (29/8) waktu setempat.

Las Vegas, InfoKomputer – Semua bisnis adalah bisnis digital. Tidak ada lagi perbedaan yang jelas antara bisnis tradisional dengan bisnis digital, dalam artian bahwa semua industri maupun proses bisnis kini digerakkan oleh teknologi digital seperti halnya cloud dan mobility.

Melalui VMworld 2016 yang berlangsung dari 28 Agustus sampai 1 September 2016 dan mengambil tema “be_TOMORROW”, VMware bersama para partnernya menawarkan berbagai inovasi untuk membantu Anda maju menyosong masa depan di dalam dunia yang serba digital itu.

“Menurut IDC, sekitar 20% dari bisnis saat ini adalah pemimpin. Perusahaan yang telah mampu untuk terlibat dengan konsumen dalam sebuah cara baru yang berarti sehingga menciptakan competitive advantage yang bisa diukur. Namun, 8 dari 10 masih berusaha untuk memecahkannya,” ujar Pat Gelsinger (CEO, VMware) tatkala melakukan keynote pertama VMworld 2016 di Mandalay Bay Convention Centre, Las Vegas, AS, pada Senin (29/8) waktu setempat.

Perbedaan dari kedua kelompok perusahaan ini diyakini VMware ada pada budaya dari perusahaan tersebut dan strategi teknologinya. Kuncinya adalah apakah perusahaan tersebut hanya melakukan optimalisasi atau membuat maupun menggunakan sesuatu yang baru.

“Untuk budaya, apakah mereka menulis ulang peraturannya atau mereka mengoptimalkan sistem saat ini ke tingkat berikutnya. Dan untuk teknologi, apakah mereka mengandalkan TI tradisional dan mengoptimalkan client server mereka atau mereka bergerak maju dengan arsitektur mobile cloud,” jelas Pat.

Pat kemudian membandingkan efek perubahan akibat kondisi serba digital saat ini dengan efek perubahan yang dihasilkan revolusi industri di masa lampau.

Efek perubahan ini bisa dilihat antara lain dari makin banyaknya perusahaan yang menggunakan cloud. Bila pada tahun 2011 dari seluruh IT workload di dunia yang mencapai sekitar 80 juta, hanya sekitar 13%-nya yang dikerjakan oleh cloud. Sisanya 87% oleh TI tradisional. Sementara pada tahun 2016 ini, dari sekitar 160 juta IT workload di dunia, 27%-nya sudah ditangani oleh cloud.

Namun, makin populernya cloud membuat makin banyaknya departemen yang menginginkan maupun memanfaatkan cloud-nya sendiri, yang berbeda antara satu departemen dengan departemen lainnya. Tak jarang ini juga membuat hadirnya shadow IT di departemen itu. Tentunya hal tersebur berpengaruh pada tingkat keamanan dari perusahaan bersangkutan yang tetap menjadi tanggung jawab departemen TI.

Memperkenalkan Cross-Cloud Architecture

Kontradiksi antara kebebasan dan kontrol tentunya bukan suatu hal yang baru. VMware pun telah menawarkan SDDC (software defined data center) untuk membantu mengatasi kontradiksi tersebut sejak beberapa tahun lalu.

Nah, di VMworld 2016 ini, VMware menghadirkan inovasi baru yang makin menawarkan kebebasan dan kontrol melalui Cross-Cloud Architecture.

VMware Cross-Cloud Architecture terbagi atas dua komponen, yakni VMware Cloud Foundation dan Cross-Cloud Services.

VMware Cloud Foundation mengintegrasikan core component dari SDDC, yakni vSphere, Virtual SAN, serta NSX, dan menambahkan SDDC Manager yang mengotomatisasi deployment dan manajemen dari software cloud VMware. Dengan VMware Cloud Foundation, membuat private cloud menjadi mudah. VMware Cloud Foundation ini juga bisa dimanfaatkan dalam bentuk SaaS (software as a service), dan partner pertama yang menawarkan Cloud Foundation as a service adalah IBM Cloud.

Sementara, Cross-Cloud Services adalah SaaS yang bisa mengatur termasuk mengamankan aplikasi yang berjalan di private cloud dan di public cloud seperti halnya AWS maupun Azure. Cross Cloud Services masih berupa Tech Preview dan bukannya diharapkan hadir pada Q3 2016 ini seperti VMware Cloud Foundation.

Selain cloud, VMworld 2016 akan menampilkan inovasi di bidang aplikasi dan perangkat. Ini sejalan dengan visi dari VMware yakni Any Device, Any Application, dan Any Cloud.

SAPSAP, vendor perangkat lunak aplikasi enterprise sukses melewati kuartal kedua 2016 dengan gemilang. Pendapatan dari langganan dan layanan servis cloud bertumbuh sebesar 47% pada mata uang konstan. Sementara itu total pendapatan produk dan perangkat lunak cloud sebesar 9%. Total pendapatan tersebut berjumlah 802 juta euro.

Di Asia Pasifik Jepang, SAP mencatat pertumbuhan pendapatan lisensi perangkat lunak sebesar dua digit yang kuat di India, sedangkan Jepang mencatat hampir pertumbuhan tiga digit. Kedua negara bertumbuh sejumlah dua digit di pendapatan langganan dan servis cloud untuk kuartal ini.

“Bisnis cloud kami terus maju di jalur pertumbuhan yang cepat, mendorong momentum yang kuat untuk SAP Asia Pasifik Jepang. Dalam ekonomi digital, kami terus melihat permintaan yang kuat atas SAP S/4HANA sementara pelanggan lebih menata kembali bisnis mereka dengan inti digital yang memberikan wawasan dan kelincahan yang cepat,” kata Adaire Fox-Martin (Presiden, SAP Asia Pasifik Jepang).

Berikut ini adalah beberapa contoh perusahaan yang telah mengandalkan solusi SAP:

  • Rockland Distilleries Pvt Ltd, produsen & distributor anggur, mengandalkan SAP dalam transformasi digitalnya, memfasilitasi keputusan strategis dan transformasional berdasarkan wawasan bisnis.
  • NTUC Fairprice Co-Op Limited, memilih SAP HANA, SAP Payroll, SAP Multiposting, dan suite SAP SuccessFactors, termasuk SAP SuccessFactors Employee Central, untuk meningkatkan produktivitas dan keterlibatan karyawan.
  • Roy Hill Project yang merupakna satu-satunya proyek independen bijih besi yang sebagian besar dikuasai oleh Australia Barat mengandalkan SAP untuk meningkatkan pengambilan keputusan seputar bisnis mereka.
  • Daikin Airconditioning India Pvt. Ltd. (DAIPL), yang merupakan anak perusahaan dari Daikin Industries Ltd., Jepang membeli SAP Hybrid Cloud for Customer dan HANA Cloud Integration untuk memfasilitasi sebuah sistem terkoneksi secara menyeluruh untuk memberikan gambaran mengenai karakter pelanggan dan prospek belanja mereka sehingga dapat meningkatkan pengalaman pelanggan dan kolaborasi antara bagian penjualan dan agen servis, dealer, dan teknisi lapangan.
  • CJ korea express, perusahaan logistik terbesar di Korea Selatan yang juga berambisi menjadi salah satu dari lima perusahaan logistik terbesar di dunia pada tahun 2020 memilih SAP S/4HANA Finance untuk mendukung ekspansi global tersebut hanya melalui satu platform

The Cisco System Inc. logo is seen on the exhibit floor at the National Cable and Telecommunications Association (NCTA) Cable Show in Washington, D.C., U.S., on Tuesday, June 11, 2013. The Cable Show is expected to bring in more than 10,000 attendees with 286 companies on the exhibit floor. Photographer: Andrew Harrer/Bloomberg via Getty Images

The Cisco System Inc. logo is seen on the exhibit floor at the National Cable and Telecommunications Association (NCTA) Cable Show in Washington, D.C., U.S., on Tuesday, June 11, 2013. Photographer: Andrew Harrer/Bloomberg via Getty Images

Cisco mengumumkan layanan terbaru dan solusi keamanan berbasis cloud yang dibangun dengan arsitektur kemananan threat-centric.

Dari jaringan ke endpoint dan ke cloud, pendekatan arsitektural Cisco mampu mendeteksi lebih banyak ancaman dan membantu pelanggan untuk mengurangi waktu pendeteksian hingga kurang dari 17 jam–jauh lebih cepat daripada waktu pendeteksian sesuai standar industri yaitu 100 hari.

Cisco menanamkan sistem keamanan di semua titik koneksi yang dilalui pengguna, sehingga jaringan, access point, dan endpoint aman sebelum digunakan oleh pengguna.

Dengan mengombinasikan visibilitas jaringan terbaru di industri dengan produk-produk terintegrasinya, Cisco memberikan kemudahan untuk bisnis yang memiliki banyak cabang dan bisnis yang mobile untuk menerapkan sistem keamanan yang efektif, dari kantor cabang sampai kantor pusat, dan memberikan pelayanan kepada end user di mana pun mereka berada.

Beberapa solusi dan layanan untuk memberikan sistem keamanan yang efektif dan mudah yang diumumkan Cisco adalah sebagai berikut:

  • Cisco Umbrella Roaming: Perlindungan terpusat dan berbasis cloud merupakan cara paling mudah untuk menghilangkan titik buta di luar jaringan atau blind spot off-network, melindungi karyawan dari manapun mereka bekerja. Dengan Umbrella Roaming yang kini tersedia dalam bentuk modul dan dilengkapi dengan AnyConnect (solusi VPN dari Cisco), organisasi dapat menambahkan lapisan perlindungan baru untuk off-network dengan menghalau sambungan ke situs jahat tanpa harus menambahkan solusi dari agen lain.
  • Cisco Umbrella Branch: Solusi berbasis cloud ini memberikan kendali lebih terhadap penggunaan Wi-Fi oleh tamu dengan sistem penyaringan konten yang mudah. Dengan Umbrella Branch, perusahaan dapat dengan mudah memperbarui Integrated Services Routers (ISR) untuk sistem keamanan yang simpel, cepat, dan komprehensif di kantor-kantor cabang.
  • Cisco Defense Orchestrator: Aplikasi pengelolaan berbasis cloud ini memungkinkan pengguna untuk mengatur infrastruktur dan kebijakan keamanan skala besar secara mudah dan efektif di berbagai lokasi yang tersebar dan ribuan perangkat yang ada melalui konsol sederhana berbasis cloud. Hal ini dapat mengurangi kompleksitas untuk mengatur kebijakan keamanan di seluruh produk keamanan Cisco.
  • Cisco Meraki MX Security Appliances yang dilengkapi dengan Advanced Malware Protection (AMP) dan Threat Grid: Solusi unified threat management (UTM) yang dikelola pada cloud ini menyederhanakan perlindungan terhadap ancaman untuk perusahaan yang memiliki banyak cabang, memberikan perlindungan terhadap malware untuk kantor cabang dengan memeriksa file di database cloud untuk mengidentifikasi konten yang mencurigakan, dan menghalau file sebelum pengguna mengunduhnya.
  • Lisensi Stealthwatch Learning Network: Kemampuan ini memungkinkan ISR Cisco bertindak sebagai sensor dan penjaga keamanan untuk perlindungan ancaman di kantor cabang. Hal ini memungkinkan bisnis untuk mendeteksi dan melacak anomali atau keanehan yang terjadi pada trafik jaringan, menganalisis aktivitas jaringan yang mencurigakan, dan mengidentifikasi trafik yang janggal.

Sebagai tambahan, Layanan Kemanan Cisco untuk Transformasi Digital memungkinkan organisasi untuk membangun fondasi keamanan yang kuat sebagai kunci kesuksesan pencapaian bisnis.

Layanan baru ini membantu organisasi memeriksa fondasi keamanan dasar yang menentukan kesiapan mereka dalam mengadopsi teknologi digital. Penasihat ahli pun merekomendasikan strategi keamanan dan solusi sesuai kebutuhan berdasarkan tren di industri dan kebutuhan bisnis agar mencapai tingkat ketangkasan, inovasi, dan pertumbuhan yang diinginkan.

TERBARU

Apple memulai penjualan perdana iPhone 8 mulai hari ini. Namun, berbeda dibandingkan dengan pendahulunya, iPhone 8 tergolong sepi pembeli. Di Australia, hanya ada kurang dari 30 orang yang mengantre di depan toko resmi Apple pagi ini.