Tags Posts tagged with "cloud"

cloud

Adi Gunawan (Managing Director, PT Integra Global Solusi, kanan) berfoto bersama Noviyanti (Marketing Communications Manager, PT Integra Global Solusi) saat memperkenalkan beberapa produk terbaru Synology dan NETGEAR di acara bertajuk Backup Solution Day beberapa waktu lalu.

IGS (Integra Global Solusi) belum lama ini menawarkan secara resmi aneka produk Synology dan NETGEAR terbaru di pasar Indonesia. Berbagai produk baru ini ditujukan oleh IGS untuk menjadi solusi penyimpanan data yang mumpuni, baik pada penggunaan di rumah maupun untuk keperluan bisnis. Synology menawarkan NAS untuk menampung data yang makin hari makin banyak, sedangkan NETGEAR menawarkan switch untuk menangani lalu lintas data yang makin hari makin besar pula.

“Synology hadir untuk memberikan solusi cloud, tetapi yang private dan aman,” ujar Adi Gunawan (Managing Director, PT Integra Global Solusi – distributor Synology dan NETGEAR). “Synology ini pun bisa memberikan fungsi-fungsi yang lain, yang sangat banyak, sehingga disebutkan bahwa produktivitasnya tinggi,” jelas Adi Gunawan lagi mengenai kemampuan NAS Synology yang tak hanya sekadar menyimpan data.

Beberapa produk Synology baru yang dihadirkan adalah DiskStation DS218+, DS718+, DS418, DS418j, DS918+, dan DS3018xs. Synology DiskStation DS218+, Synology DiskStation DS718+, dan Synology DiskStation DS918+ ditujukan untuk bisnis skala kecil dan menengah. Sementara Synology DiskStation DS418j ditujukan untuk digunakan di rumah maupun kantor kecil, sedangkan Synology DiskStation DS418 diperuntukkan juga bagi penggunaan di rumah maupun di kantor, tetapi untuk penggunaan yang lebih berat. Adapun Synology DiskStation DS3018xs diperuntukkan bagi bisnis skala besar.

Spesifikasi dari setiap NAS yang ditawarkan itu tentu disesuaikan dengan peruntukkannya. Synology DiskStation DS3018xs misalnya telah menyediakan selot M.2 yang mendukung SSD. SSD yang dipasangkan ini akan digunakan sebagai cache sehingga bisa meningkatkan kinerja dari Synology DiskStation DS3018xs. Synology DiskStation DS3018xs pun menggunakan prosesor Intel Pentium D1508, memori utama DDR4 8 GB (maksimal 32 GB), memiliki 6 bay dan mendukung kapasitas total sampai 120 TB, dan LAN gigabit sebanyak 4 port. Jumlah media simpan yang didukung masih bisa ditingkatkan sampai 30 unit dengan kapasitas total 360 TB menggunakan perangkat tambahan.

Seluruh produk NAS baru ini telah menggunakan DSM sebagai sistem operasinya. DSM versi terkini, 6.1, diklaim IGS telah mendukung next-generation file system, Active Directory server, shared folder encryption, Seagate IronWolf Health Management, snapshot replication, pencarian universal, dan USB Copy 2.0.

Next-generation file system maksudnya adalah DSM 6.1 mendukung file system Btrfs yang bisa mendeteksi secara otomatis file yang rusak dan memulihkan file tersebut memanfaatkan RAID yang didukung.

Active Directory server berarti perangkat DSM 6.1 bisa menjalankan layanan Active Directory, sedangkan shared folder encryption berarti perangkat tersebut bisa mengenkripsi folder yang dibagi pakai (shared).

Seagate IronWolf Health Management adalah fasilitas yang hadir berkat kerja sama Synology dengan Seagate. Fasiltas bersangkutan akan membawa perkakas IronWolf Health Management dari Seagate pada NAS Synology.

Snapshot replication dan pencarian universal menawarkan fungsi seperti namanya. Snapshot replication memungkinkan NAS dengan DSM 6.1 untuk mereplikasi snapshot sehingga memberikan perlindungan lebih terhadap data yang mengalami perubahan, sedangkan pencarian universal maksudnya pengguna DSM 6.1 bisa mencari file dan log secara cepat memanfaatkan fitur pencarian yang disediakan.

Adapun USB Copy 2.0 memudahkan penggunanya untuk menyalin data secara otomatis dari dan ke perangkat USB yang terhubung ke NAS tatkala perangkat tersebut terpasang.

Sementara salah satu produk NETGEAR yang ditawarkan adalah GSM4210P. NETGEAR GSM4210P telah mendukung kecepatan sepuluh gigabit melalui port SFP+ -nya. Ada dua port SFP+ yang disediakan. Untuk port RJ45-nya sendiri dihadirkan sebanyak delapan. Managed switch ini juga telah mendukung PoE.

“Untuk mendukung ukuran media yang semakin besar, ini dibutuhkan produk-produk jaringan yang kapasitasnya juga lebih besar lagi. Karena itulah NETGEAR, salah satu pioneer, menghadirkan 10G network dengan harga yang terjangkau,” tutup Adi Gunawan.

 

Yos Vincenzo (Group Lead, Cloud & Enterprise Business), Linda Dwiyanti (Chief Marketing and Operation), dan Lucky Gani (Business Group Head, Office & Cloud Productivity).

Microsoft meluncurkan tiga solusi inovatif di ajang Microsoft Industry Summit 2017 yang berlangsung di Jakarta, kemarin (15/11). Microsoft 365, Azure Stack, dan Microsoft SQL Server 2017 siap mendukung transformasi digital di berbagai organisasi dan industri.

Di kawasan Asia, meski 90% business leader menganggap transformasi digital sebagai faktor penting bagi bisnis untuk tetap eksis dan bertumbuh, separuh dari pemimpin bisnis mengaku belum memiliki full strategy untuk mewujudkannya. Hal itu terungkap melalui sebuah studi berjudul Asia Digital Transformation yang diadakan oleh Microsoft.

Untuk itu Microsoft memperkuat portfolio solusi software miliknya untuk membantu perusahaan bertransformasi yang pada akhirnya akan memutar roda perekonomian Indonesia lebih kencang.

 Tingkatkan Konsistensi Komputasi Hybrid

Solusi pertama yang diperkenalkan adalah Azure Stack. Seperti telah diketahui sejak lama, Azure adalah platform public cloud yang menjadi andalan Microsoft di ranah cloud computing. Menurut Yos Vincenzo (Group Lead, Cloud & Enterprise Business, PT Microsoft Indonesia), ada tiga tawaran Azure untuk pelanggan Microsoft, yakni menunjang inovasi aplikasi, membantu pengambilan keputusan berbasis data analytics, berbasis openess, dan terpercaya.

Untuk memudahkan pelanggan bertransformasi tapi belum ingin berpindah ke cloud sepenuhnya, Microsoft menawarkan hardware appliance bernama Azure Stack. “Azure Stack adalah extension of Azure,” ujar Yos Vincenzo seraya menambahkan bahwa appliance ini datang dengan sistem operasi Azure dan hardware Azure Stack. Sebagai mitra hardware, Microsoft menggandeng Dell EMC, Hewlett Packard, dan Lenovo.

Sebagai sebuah sistem terintegrasi dan pre-configured, perusahaan dapat segera menikmati aneka layanan yang sama seperti di platform cloud Azure. Dengan Azure Stack, perusahaan juga memperoleh lingkungan komputasi hybrid yang lebih konsisten. Telkomtelstra dan CBN disebutkan oleh Yos Vincenzo sebagai dua mitra perdana yang akan menyediakan solusi Azure Stack di Indonesia.

SQL Server 2017, Pertama Bisa di Linux

Solusi lain yang diluncurkan Microsoft adalah SQL Server 2017. “Why (SQL Server 2017) important? Karena ini adalah versi pertama yang dapat berjalan dengan Linux!” tutur Yos bersemangat. Selain lingkungan yang semakin heterogen, SQL Server 2017 masih mendukung aneka bahasa pemrograman.

Dari sisi kemampuan, sistem manajemen data relasional ini juga menyuguhkan kemampuan baru, yaitu machine learning dan deep learning untuk seluruh data yang disimpan di sistem. Dari sisi pengakuan, tahun 2017 ini adalah tahun ketiga Microsoft menduduki posisi Leader dalam Gartner Magic Quadrant untuk kategori Operational Database System dan Business Intelligence & Analytics Platform.

Gabungkan Office 365, Windows 10 dan EMS

Dari empat area penting untuk mewujudkan transformasi digital—karyawan, pelanggan, aplikasi dan infrastruktur, data dan AI—empowering employee dinilai Lucky Gani (Business Group Head, Office & Cloud Productivity, PT Microsoft Indonesia) sebagai langkah awal yang penting.

Untuk itu, Microsoft meluncurkan Microsoft 365 yang merupakan penggabungan antara Office 365, Windows 10, dan EMS (Enterprise Mobility and Security). Lucky menuturkan bahwa solusi ini memungkinkan karyawan bekerja di mana saja dan kapan saja dengan menggunakan aneka perangkat dengan aman dan konsisten.

Lucky mendemonstrasikan bagaimana data dan insight yang diolah di komputer lokal kemudian “dilempar” ke cloud, diakses dan disunting melalui perangkat genggam. Data yang sama juga dapat langsung di-share dan didiskusikan secara online.

Microsoft 365 tersedia dalam tiga versi: Enterprise (E5, E3, dan F1), Business, dan Education. Ketiganya dibedakan oleh harga dan kelengkapan fitur. Versi Education tentunya “dibanderol” pada harga yang paling terjangkau,  karena bagi Microsoft, pendidikan adalah masa depan, begitu menurut Lucky Gani. Sementara untuk pengguna UKM, Microsoft menawarkan versi Business.

Microsoft 365 versi Enterprise E5 ditawarkan pada harga US$ 52/user/bulan, E3 US$ 32/user/bulan, F1 US$ 4/user/bulan. Sedangkan Microsoft 365 Business dibanderol dengan harga sekitar US$ 20/user/bulan.

Pengguna yang sebelumnya sudah melanggan Office 365 bisa bermigrasi ke Microsoft 365 untuk mendapatkan tidak hanya solusi produktivitas, tetapi juga keamanan dan kemampuan enterprise mobility. Namun pelanggan juga memiliki pilihan untuk tetap menggunakan Office 365 saja.

Sebagai salah satu perusahaan ecommerce terkemuka di Indonesia, dengan lebih dari dua juta merchant dan melayani dari USD 60 juta transaksi setiap bulannya, Tokopedia tentu membutuhkan mitra yang tepat dalam hal TI. Latar belakang inilah yang kemudian mendorong Tokopedia memilih Nutanix Enterprise Cloud.

Awalnya, aplikasi inti tokopedia dijalankan di atas sistem IT legacy yang kompleks  dan ditopang oleh beragam sistem enterprise lainnya, termasuk sebuah online web server yang menjalankan bisnis e-commerce mereka dan MySQL untuk pengelolaan database. Namun seiring waktu dan laju pertumbuhan bisnis, sistem tradisional tersebut menjadi lebih kompleks untuk dikelola.

Demi mengatasi tantangan tersebut, e-commerce yang dinahkodai William Tanuwijaya ini lantas beralih ke Nutanix, tepatnya pada bulan Juli 2016. Solusi yang diterapkan termasuk Citrix’s Virtual Desktop Infrastructure (VDI) on Nutanix, dan beragam aplikasi enterprise seperti MySQL serta Nutanix AHV Hypervisor untuk menjalankan aplikasi inti mereka, yaitu platform e-commerce Tokopedia.

Solusi Nutanix pun diklaim semudah plug and play dan hanya memakan waktu tiga hari. Tokopedia pun merasakan berbagai manfaat nyata dari solusi Nutanix. Beberapa di antaranya seperti memiliki ruang yang lebih lega karena mampu memotong jumlah server dari awalnya 25 server menjadi 3 server Nutanix dengan konsumsi daya yang lima kali lebih hemat.

“Misi Tokopedia adalah menyediakan akses perdagangan yang luas melalui teknologi. Kami ingin seluruh konsumen serta merchant kami memiliki pengalaman retail online yang transparan, efektif, dan tentunya aman,” ujar Ardimas Wurseto (Infrastructure Head of Tokopedia).

Ardimas menambahkan, arsitektur berbasis software yang ditawarkan Nutanix mampu menyederhanakan operasional dan pengelolaan sistem TI di Tokopedia serta membuatnya berjalan lebih lancar. “Berkat hal tersebut, tim kami dapat lebih fokus untuk meningkatkan kinerja bisnis perusahaan daripada berkutat untuk mengatasi permasalahan infrastruktur IT yang kompleks,” pungkas Ardimas.

Sundar Pichai (CEO Google)

Saat ini perusahaan teknologi harus memutar otak untuk mendapatkan keuntungan yang besar, menyusul persaingan industri yang ketat. Pada tahun ini, ada beberapa sektor bisnis yang masih mendatangkan keuntungan yaitu layanan iklan mobile, video streaming, AI, dan komputasi awan (cloud).

Perusahaan induk Google, Alphabet, pun fokus menggarap ke empat sektor menguntungkan tersebut, walaupun Alphabet bukan pemimpin pasar di sektor tersebut karena masih ada Amazon dan Microsoft.

Alphabet optimistis dapat meningkatkan pendapatan sebesar 20 persen atau sekitar 100 miliar dolar AS pada tahun ini dengan menggarap keempat sektor tersebut.

Alphabet pun telah mengatakan pendapatannya tumbuh 21 persen atau sebesar 26 miliar dolar AS pada kuartal kedua tahun ini. Berikut strategi Alphabet untuk keempat sektor tersebut.

Mobile

Pendapatan iklan Google tumbuh 18 persen atau 22,7 miliar dolas AS dengan kontribusi terbesar datang dari paid click sebesar 52 persen. Namun, pendapatan iklan belum memperhitungkan biaya traffic-acquisition costs atau TAC yang naik sebesar 16 persen.

“Pertumbuhan bisnis kami paling besar di pencarian mobile dan program,” kata Ruth Porat (CFO Google) seperti dikutip Venture Beat.

Dalam kata lain, pergeseran iklan dalam bentuk mobile sangat baik buat bisnis jangka panjang Google.

Video

Porat mengatakan kontribusi YouTube juga sangat besar bagi pertumbuhan Google karena ada sebanyak 1,5 miliar orang yang mengunjungi YouTube setiap bulannya dan rata-rata menghabiskan waktu satu jam dalam sehari untuk menonton YouTube.

Meskipun pengguna YouTube tidak sebesar Facebook yang memiliki dua miliar pengguna, YouTube adalah platform video yang Mark Zuckerberg impikan setiap malamnya.

“Cakupan YouTube sudah menjangkau dunia, sama seperti mesin pencarian,” ujar Sundar Pichai (CEO Google).

Komputasi Awan

Keran pendapatan Google lainnya berasal dari Google Play, bisnis hardware, dan bisnis cloud yang naik 42 persen atau 3,09 miliar dolar AS pada kuartal lalu.

Google sukses meraih kesepakatan kerja sama cloud yang bernilai 500 juta dolar AS pada kuartal lalu, tumbuh tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Google pun membuka divisi cloud di London, Singapura, dan Sydney.

Google pun harus merekrut banyak karyawan baru, menyusul pertumbuhan sektor komputasi awan. Saat ini karyawan Alphabet berjumlah 75.606 dan tumbuh 14 persen.

AI

Google juga fokus menggarap pasar machine learning untuk perkembangan bisnisnya.

“Kami membenamkan fitur machine learning terbaru pada Google Maps, YouTube, Gmail, dan Google Photos. Struktur pendapatan Google dan Alphabet memberikan kami kesempatan dan optimistis untuk berinvestasi pada bisnis untuk waktu jangka panjang,” pungkas Pichai.

Oracle melihat para pengguna cloud akan sendikit waspada ketika mengadopsi infrastruktur cloud dan pengguna biasanya menghadapi keterbatasan untuk melakukan provisioning secara cepat atau menghadapi kebingungan untuk mengurangi perangkat serta biaya operasional.

Namun, Cloud memberikan banyak manfaat dan mendapatkan kredibilitas dari berbagai industri. Harapannya, semua sistem enterprise akan memiliki aspek transformatif terhadap cloud.

Berdasarkan riset Oracle, inilah yang akan terjadi pada lanskap infrastructure-as-a-service atau IaaS pada 2017:

Cloud akan melakukan migrasi beban kerja produksi di suatu perusahaan. Permasalahan utama migrasi cloud adalah kurangnya komitmen dan sumber daya untuk mendukung hal tersebut. Di satu sisi, penyedia cloud membatasi akuntabilitas mereka karena kurangnya bala bantuan untuk mendukung portofolio.

Kuncinya, Penyedia solusi IaaS yang mampu menerima tanggungjawab lebih besar dan memenuhi permintaan pelanggan adalah yang akan mendorong migrasi ke cloud di tahun 2017.

Kebutuhan pusat data akan semakin berkurang, mengingat perusahaan memfokuskan pengeluaran IT untuk komputasi cloud dan mulai melakukan memigrasi beban kerjanya dari pusat data yang dimiliki perusahaan ke fasilitas yang dibangun khusus, ditangani dan dijalankan oleh perusahaan penyedia cloud.

“Pusat data yang dimiliki langsung oleh perusahaan akan menurun hingga 80 persen pada 2025, dan sebanyak itu pula pengeluaran IT akan dialihkan untuk layanan cloud,” kata Mark Hurd (CEO Oracle) dalam siaran persnya, Senin.

Cloud enterprise menjadi tempat paling aman untuk pemrosesan IT, mengingat Sebelumnya keamanan adalah rintangan utama dalam investasi cloud. Data souvereignity, privasi data, dan masalah kontrol membuat banyak perusahaan enggan untuk mengadopsi cloud.

Kekhawatiran itulah yang membuat perusahaan-perusahaan baru pindah ke cloud. Vendor cloud yang berpengalaman dengan rekam jejak keamanan yang solid akan memiliki keahlian dan sumber daya untuk menerapkan berlapis-lapis pertahanan yang tidak bisa dilakukan secara in-house.

“Hanya Oracle Management Cloud yang menyediakan pendekatan berbasis cloud yang menyatu dan intelijen yang menerapkan pembelajaran mesin ke dalam set data operasional yang komplit,” ujar Kirsten Gilbertson (Director Cloud Platform Business Development, Oracle ASEAN dan SAGE).

“Tahun 2020, 60 pesen perusahaan akan memindahkan manajemen sistem mereka ke cloud,” ujarnya.

Lokasi penyimpanan di cloud sangat membantu pengguna smartphone dalam menyimpan datanya secara mobile. Namun ada juga kelemahannya. Misalnya, kebanyakan fitur manajemen yang disediakan oleh sebuah layanan cloud terlalu sederhana. Belum lagi jika seorang pengguna memanfaatkan banyak layanan cloud sekaligus.

Unclouded hadir untuk mengatasi masalah tersebut. Unclouded dapat menangani berbagai layanan cloud yang populer saat ini, seperti DropBox, Google Drive, OneDrive, BOX, dan juga MEGA. Sedikit disayangkan, versi gratis Unclouded hanya bersifat read only dan hanya mendukung dua layanan cloud. Untuk dapat menggunakan Unclouded secara penuh dan mengelola lebih banyak layanan cloud, pengguna harus menggunakan versi premium dengan membayar sejumlah uang tertentu.

Dengan menggunakan Unclouded, pengguna dapat memeriksa file atau folder apa yang paling memakan tempat, kategori file apa yang paling banyak disimpan, memeriksa file yang telah disunting dan kapan hal tersebut terjadi, mencari duplikat file, dan lain-lain.

Untuk file multimedia seperti gambar, audio, maupun video, Unclouded menyediakan fasilitas pratinjau (preview) sehingga pengguna tak perlu repot mengunduh seluruh isi file untuk tahu isinya.

Fasilitas pencarian Unclouded juga sangat mumpuni sehingga memudahkan pengguna dalam mencari file tertentu.

A sign on the headquarters campus of NetApp in Sunnyvale, California on January 1, 2014. Photo Credit: Kristoffer Tripplaar/ Sipa USA

Saat ini perusahaan dari berbagai belahan dunia sedang menghadapi tantangan transformasi digital. Situasi itu memaksa perusahaan untuk beradaptasi dan mengatasi
masalah-masalah kritis seperti kebutuhan sumber daya manusia, manajemen data, infrastruktur teknologi, konektivitas, dan meningkatkan pengalaman pelanggan.

Saat ini mayoritas perusahaan di Indonesia sudah siap menjalani tranformasi digital dan memperbarui infrastruktur teknologi informasi. NetApp mengungkapkan ada sejumlah tren teknologi informasi yang akan terjadi pada tahun ini. Ada empat prediksi global utama yang berlaku di Indonesia yaitu data, model baru, cloud dan
transformasi digital.

1. Data Adalah Mata Uang Baru

Ledakan data telah mengubah cara perusahaan dalam menjalankan bisnis mereka, menyusul kehadiran perusahaan seperti Gojek, Uber, dan Airbnb. Data juga menjadi sebuah faktor penting untuk mengambil keputusan, menentukan target perusahaan dan membantu perusahaan memetakan pemasaran dan produk layanan jasa.

“Ini membuat pemasaran menjadi lebih efektif dan lebih tepat sasaran. Data adalah sebuah mata uang baru yang berpotensi mengubah setiap aspek perusahaan, dari model bisnis, ke teknologi, dan ekspektasi pengguna,” kata Ana Sopia (Country Manager NetApp Indonesia) dalam siaran persnya, Sabtu.

Rick Scurfield (President NetApp Asia Pacific) meyakini data akan menjadi pendorong kunci dalam memberikan layanan elektronik real time berbasis pengetahuan bagi konsumen. Di Indonesia, industri yang paling berkembang memanfaatkan big data antara lain industri ritel online (e-commerce), perbankan, dan telekomunikasi.

“Industri-industri ini mulai mengeksplorasi nilai dari data tambahan dan mengaplikasikannya untuk memberi keuntungan bagi konsumen,” ujarnya.

2. Model Baru Mengambil Alih

Pasar membutuhkan layanan yang dapat memecahkan berbagai macam masalah dan memerlukan dukungan platform dan layanan ekosistem. Ana melihat layanan ini akan sangat efektif, efisien dan hemat biaya. Beberapa perusahaan telekomunikasi dan service provider di Indonesia juga sudah menyediakan berbagai layanan seperti Amazon.

“Di Indonesia, tren ini akan meluas karena banyak talenta-talenta muda dari kalangan developer dan programmer yang lebih memilih menggunakan layanan seperti ini,” ucapnya.

3. Cloud Sebagai Katalis dan Akselerator

Banyak organisasi dan perusahaan menggunakan teknologi cloud untuk mendukung kebutuhan data mereka. Perusahaan-perusahaan mulai memanfaatkan praktik-praktik software development and Information (DevOps) yang mengandalkan pengembangan software informasi melalui cloud dalam rangka menguji sebuah aplikasi dengan menggunakan sampel data.

“Praktik ini sangat murah karena perusahaan bisa berinovasi dengan harga yang jauh lebih terjangkau ketimbang harus membuat data center sendiri,” ujar Ana.

4. Lampaui langkah awal Transformasi Digital

Perusahaan di Indonesia telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk transformasi digital melalui pengembangan infrastruktur lebih lanjut dengan cloud dan teknologi baru. Langkah awal ini sangat penting sebagai penentu keberhasilan transformasi digital.

“Saya percaya banyak perusahaan di sektor lain yang akan mengikuti langkah mereka terutama karena disrupsi digital telah dan semakin mempercepat perluasan tren
tersebut,” pungkasnya.

PT Bukaka Teknik Utama, Tbk. memilih solusi cloud dari Oracle untuk meningkatkan efisiensi, mendukung pertumbuhan, serta meningkatkan kelincahan bisnisnya di masa depan.

Memiliki sembilan unit usaha yang didukung oleh lima anak perusahaan, Bukaka mengalami kesulitan dalam melakukan pelaporan untuk kebutuhan pengambilan keputusan di tingkat manajemen puncak. Sistem yang sebagian masih mengandalkan spreadsheet dan proses manual tentu tidak cukup memadai untuk membuat dan mengintegrasikan laporan dari semua unit usaha maupun subsidiary company dengan cepat.

“Oleh karenanya, adalah menjadi necessary bagi kami untuk memiliki satu sistem yang terintegrasi,” tandas Devindra Ratzarwin (Director & Corporate Secretary, PT Bukaka Teknik Utama, Tbk.) dalam konferensi pers, Rabu (8/2) di Jakarta. Perusahaan nasional yang telah berusia hampir empat dekade itu membutuhkan satu solusi tunggal dan menyatu yang dapat mencakup berbagai area bisnis secara komprehensif.

Pilihan jatuh pada solusi berbasis cloud karena Bukaka juga ingin memodernisasi sistem. Cloud juga dipandang sebagai solusi yang mampu memberi ruang untuk berkembang bagi bisnis perusahaan. Hal itu diutarakan oleh Irsal Kamarudin (President Director, Bukaka).

Dengan Oracle Cloud Application Suite yang menawarkan visibilitas real-time ke dalam operasional keuangan di seluruh lini bisnis perusahaan, Bukaka dapat mendorong efisiensi dalam proses keuangan bisnisnya. Dengan tersedianya informasi keuangan yang akurat, perusahaan pun dapat fokus melakukan perluasan bisnis.

Kemampuan social, mobile, dan analitik yang built-in akan memungkinkan pegawai untuk saling terhubung dan bekerja dengan efektif.

Implementasi Awal

Di tahap implementasi perdana ini, Bukaka akan mengimplementasikan tiga modul: ERP Cloud, HCM Cloud, dan CX Cloud.  “Karena [modul-modul] itu yang sekarang ini kami anggap sebagai core dari business process di Bukaka. Di sisi lain kami tidak mengimplementaskan semua [modul] karena kami juga harus mengukur kapasitas kami saat ini,” jelas Marulam Sitohang, Project Director yang ditunjuk mengawal proses implementasi ini.

“Dengan dukungan solusi Oracle Cloud, kini kami memiliki alat modern yang memungkinkan kami untuk mengatur operasional bisnis, melayani tenaga kerja, dan lebih penting lagi, memberikan pengalaman yang terbaik untuk pelanggan dan partner,” ujar Irsal tentang pemilihan tiga modul tersebut.

“Kami senang menjadi bagian dari perjalanan Bukaka dalam memodernisasi bisnis. Mereka ingin mengintegrasi praktik terbaik yang modern ke dalam bisnis mereka. Dalam kata lain, mengadopsi solusi yang dapat membantu mereka memenuhi persyaratan bisnis dan memberikan Return on Investment yang cepat. Hal ini sejalan dengan visi Bukaka untuk memanfaatkan teknologi cloud sebagai faktor utama untuk mendorong kesuksesan bisnis,” kata Erwin Sukiato (Managing Director, Oracle Indonesia).

Kesiapan SDM

Mengenai kesiapan elemen people dalam proses transformasi ini, Marulam (Director of HRD, Bukaka) mengungkapkan bahwa proyek ini berada pada momentum yang tepat. “Seluruh karyawan sudah siap untuk melakukan perubahan, apapun namanya. Karena sejak Maret 2016 lalu, kami sudah meluncurkan Bukaka Values sebagai komitmen seluruh tim Bukaka untuk melakukan perubahan,” jelas Marulam.

Bukaka Values sendiri mencakup lima value, yakni Integrity, Professionalism, Teamwork, Innovation, dan Excellence. “Dan implementasi [solusi] Oracle ini sebagai tindak lanjut dari value Innovation dan Excellence,” imbuhnya.

Membuktikan kesiapan tersebut, Marulam dan timnya “menantang” tim konsultan yang membantu proyek ini untuk merampungkan implementasi Oracle Cloud Application Suite ini dalam waktu yang cukup singkat, yakni tujuh bulan.

accentureDalam perusahaan minyak dan gas, adanya Solusi Logistik Hidrokarbon Terhubung (Connected Hydrocarbons Logistics – CHL) diklaim mampu memberikan informasi mengenai jumlah stok supply chain hidrokarbon.

Di sinilah jaringan cloud berperan. Cloud dalam hal ini akan menghubungkan perusahaan dengan pemasok dan partner bisnis, mengoptimalkan pergerakan supply chain hidrokarbon, meningkatkan visibilitas ke biaya sekunder, sampai mengurangi modal kerja.

Adapun teknologi SAP terbaru seperti SAP S/4HANA dan SAP HANA Cloud Platform yang dipadukan dengan pengalaman pengguna SAP Fiori, CHL inilah yang akan melengkapi dan meningkatkan kemampuan solusi SAP untuk industri minyak dan gas.

Accenture dan SAP juga akan memperluas kolaborasi operasi dan produksi hulu mereka yang menyediakan solusi dan layanan yang mendukung rantai operasional di bagian hulu yang mencakup Upstream Operations Management, SAP UOM, dan template SAP S/4HANA milik Accenture, yakni Accenture Upstream Direct.

Andrew Smart (managing director divisi energy practice dari Accenture) menuturkan jika rantai nilai hidrokarbon adalah jantung dari bisnis hilir. Menurutnya, lanskap IT saat ini yang seringkali terpecah-belah dan kuno juga menjadikan perusahaan minyak dan gas sulit dalam meraup semua keuntungan yang tersedia.

“Kami berharap dapat bekerjasama dengan SAP dan klien kami untuk menggunakan Connected Hydrocarbons Logistics untuk membuka nilai ini dengan perubahan pengelolaan yang lebih baik dalam harga pasokan, permintaan, dan komoditas,” ujar Andrew Smart. “Demikian pula, alat pemeliharaan prediktif baru dari SAP dapat membantu operator lebih meningkatkan operasi hulu, dalam lingkungan volatilitas harga minyak yang berkelanjutan,” imbu Smart.

Google Drive

Google Drive

Turki memblokir semua layanan komputasi awan atau cloud termasuk Google Drive, Dropbox dan OneDrive dari Microsoft dan tempat penyimpanan berbagai kode, GitHub.

Pemerintah Turki melakukan kebijakan itu setelah mendapatkan laporan dari lembaga pengawasan penyensoran Turkey Blocks untuk meminimalisir kebocoran email Berat Albayrak (Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Turki) yang juga menantu dari Recep Tayyip Erdogan (Presiden Turki).

Turki mengharapkan tidak ada orang lain yang menyimpan email bocoran pada akun cloud mereka dan memudahkan orang-orang untuk mengakses email bocoran itu. Sebelumnya, grup peretas Redhack telah membocorkan akun email Berat Albayrak sebesar 17 GB dan mengandung 57.623 email melalui aksi phising dari bulan April 2000 hingga akhir bulan September tahun ini.

Menurut The Daily Dot, Erdogan (Presiden Turki) menggunakan posisinya untuk mempengaruhi media dan mendorong publikasi beberapa artikel koran yang pro-pemerintah seperti dilansir The Next Web.

Pemerintah Turki memang sering melakukan pemblokiran layanan Internet untuk membatasi segala informasi. Di bulan Maret, pemerintah Turki melarang masyarakat menggunakan Twitter dan Facebook setelah sebuah bom meledak di Ankara.

Belum pasti, pemerintah Turki akan mencabut pemblokiran Dropbox, OneDrive & Gifthub. Namun, kabarnya Google Drive kabarnya akan dicabut dalam waktu dekat.

TERBARU

Cisco menggandeng organisasi kepolisian internasional terbesar di dunia INTERPOL untuk berbagi intelijen ancaman atau threat intelligence