Tags Posts tagged with "facebook"

facebook

Mark Zuckerberg (CEO dan Pendiri Facebook) mengumumkan rencana cutinya selama dua bulan untuk mempersiapkan dan menyambut kelahiran anaknya yang kedua.

“Ketika Max lahir, Saya cuti dua bulan. Saya selalu bersyukur bisa menghabiskan banyak waktu dengan Max di awal kehidupannya. Putri kedua kami segera datang dan aku kembali berencana cuti dua bulan,” tulis Zuck di akun Facebook resminya.

Max adalah anak pertama Zuck sapaan akrab Zuckerbeg dan istrinya Priscilla Chan yang lahir pada 2015. Facebook sendiri memiliki kebijakan untuk memberikan waktu cuti Parental Leave yang lumayan lama atau sekitar empat bulan untuk karyawannya yang bersalin.

“Di Facebook, kami menawarkan empat bulan cuti kelahiran karena studi mengungkapkan orang tua yang menghabiskan waktu bersama bayi mereka, akan sangat bagus untuk keluarga. Saya yakin Facebook akan tetap ada ketika saya kembali,” ujar Zuck seperti dikutip The Verge.

Selama Zuck cuti, Facebook akan dipegang oleh Sheryl Sandberg (Chief Operating Officer Facebook) dan David Wehner (Chief Financial Officer).

Pada tahun ini, Facebook mengalami perkembangan luar biasa, menyusul harga sahamnya melonjak lebih dari 40 persen. Total kekayaan Zuckerberg pun mencapai USD 70,1 miliar, berdasarkan data Forbes.

Parental Leave belakangan menjadi topik hangat di kalangan raksasa teknologi Silicon Valley yang berlomba menyediakan tempat kerja nyaman untuk para tenaga kerja berbakat.

Meskipun popularitas Instagram Story dan WhatsApp telah meraih 250 juta pengguna harian, Facebook sama sekali belum melaporkan perkembangan Camera dan Story.

Sebagian orang mengatakan Facebook Camera adalah mubazir.

Karena itu, Facebook meluncurkan update fitur terbaru untuk Facebook Camera yang memanfaatkan aplikasi kamera media sosialnya untuk pengguna smartphone Android dan iOS seperti dikutip Pocket-Lint.

Mulai hari ini, penggemar Android dan iOS akan bisa memanfaatkan tiga perbaikan baru. Pertama, Facebook memungkinkan Anda untuk go live dari Facebook Camera dan memungkinkan Anda untuk menggunakan beberapa efek kreatif aplikasi.

Facebook juga menghadirkan dukungan GIF sehingga pengguna Facebook Camera dapat membuat video perulangan selama 2 detik. Anda pun dapat membagikan foto GIF itu ke News Feed, Story atau Direct.

Para pengguna kamera pun dapat membuat pembaruan teks lebih visual berkat tulisan teks layar penuh terbaru yang mencakup latar belakang berwarna dengan teks di atas.  Sama seperti semua GIF yang Anda buat, teks-teks itu dapat dibagi ke News Feed, Story and Direct.

Fitur-fitur baru itu mendekatkan kemampuan Facebook Camera dengan kamera di Instagram Story dan dapat membuat orang-orang semakin nyaman dalam menyiarkan sesuatu sebab mereka tidak harus memperlihatkan wajah aslinya.

Facebook akan terus menggenjot pembaruan untuk aplikasi Facebook Camera-nya. Sebelum memberikan dukungan GIF, Facebook memberikan pembaruan pada Camera dalam bentuk efek kamera.

Facebook menggulirkan efek yang mencakup filter, masks, dan objek dinamis yang bisa diterapkan untuk Snap Anda. Selain itu, ikon kamera sekarang bisa diakses dari sudut kiri atas aplikasi Facebook atau dengan Swipe ke kanan di News Feed untuk membuat foto lebih mudah diambil.

Facebook Camera sendiri disebut sebagai bagian usaha Facebook meningkatkan pengalaman mobile-nya, dengan memungkinkan pengguna menambah filter untuk foto mereka sebelum diunggah ke jejaring sosial.

Berlin, Germany – May 28, 2016: Apple iPhone 6s screen with social media applications Facebook, Instagram, Snapchat, Google, Youtube, Twitter, Vimeo, LinkedIn, Pinterest, etc.

Salah satu permasalahan klasik pengguna smartphone adalah baterai boros, menyusul tingginya beban kinerja smartphone dan banyaknya aplikasi yang dapat menguras baterai.

Avast telah merilis laporan Avast Android App Performance & Trend Report Q1 2017 yang mengungkapkan beberapa aplikasi yang membuat baterai smartphone Anda boros

Avast berhasil mengidentifikasi 20 aplikasi yang “paling rakus” daya listrik berdasarkan penggabungan dari pengaruh terhadap daya baterai, kapasitas penyimpanan dan penggunaan data Internet.

Beberapa aplikasi smartphone yang banyak memakan kapasitas penyimpanan adalah Google, Play Music, Talkback, Docs, Facebook, Instagram, dan Amazon.

Contohnya Google Talkback. Talkback merupakan aplikasi yang umumnya dijalankan oleh aplikasi pihak ketiga di mana artinya aplikasi ini dapat tetap aktif meskipun Anda sudah menyalakan ulang smartphone.

Google Play Music memiliki fitur blokir iklan atau ad blocker yang menyedot daya baterai smartphone.

SHAREit dirancang untuk berbagi file melalui Wi-Fi dari suatu perangkat ke perangkat lain. Aplikasi itu sangat tergantung pada Wi-Fi sehingga menyedot kinerja smartphone.

Sedangkan Google Docs menghabiskan kinerja smartphone Android, terutama Google Drive, melalui koneksi 3G dan Wi-Fi.

Gagan Singh (SVP dan GM Mobile Business, Avast) mengatakan statistik industri menunjukan penjualan smartphone naik 9,1 persen pada kuartal pertama tahun ini dan perangkat Android terus mendominasi pangsa pasar. Tingkat penggunaan aplikasi yang semakin tinggi dapat mempengaruhi performa smartphone.

“Dengan mengetahui aplikasi favorit yang paling banyak mengkonsumsi daya baterai, data internet, dan kapasitas penyimpanan, kita dapat mengatur smartphone yang digunakan secara rutin,” ujarnya.

Foto peresmian kantor baru Facebook (ki-ka: Sri Widowati, Country Director – Facebook Indonesia; Rina Busri, CEO Erto’s Beauty Care; Anantya Van Bronckhorst, co-Managing Director, Girls in Tech Indonesia; Moza Pramita, IWAPI; Nita Yudi, Ketua Umum IWAPI; Thomas Lembong, Kepala BKPM; Dan Neary, Vice President, Asia Pacific, Facebook).

Facebook Indonesia resmi membuka kantor baru di Jakarta untuk memperkuat eksistensi lokal dan membantu masyarakat Indonesia terhubung dengan lebih baik satu sama lain.

“Kehadiran kantor baru kami di Jakarta akan memperkuat komitmen kami untuk membantu memberikan masyarakat Indonesia kekuatan dalam membangun komunitas dan menjadikan dunia jauh lebih dekat,” kata Sri Widowati (Country Director, Facebook Indonesia) dalam siaran persnya, Selasa (15/8).

Facebook juga mengatakan jumlah pengguna aktifnya di Indonesia mencapai lebih dari 115 juta orang setiap bulannya dan pengguna aktif Instagram sebanyak 45 juta orang Indonesia setiap bulannya.

Facebook akan mendukung berbagai komunitas termasuk pengusaha perempuan, pebisnis, generasi muda dan pengembang aplikasi di Indonesia. Karena itu, Facebook pun akan memberikan pelatihan kepada lebih dari 9.000 pengusaha Indonesia yang mayoritas pengusaha perempuan, melalui program #SheMeansBusiness dan #BoostYourBusiness di Surabaya, Jakarta, Bandung, Lombok, Makassar, Manado, Palembang, dan Medan.

Facebook juga akan memberikan dukungan lebih jauh kepada para pengembang aplikasi lokal berupa pelatihan kepada lebih dari 3.000 pengembang melalui hackathon dan beberapa program pelatihan seperti Facebook Platform Meetups, acara FbStart berikut peluncuran Developer Circles.

Selain itu, Facebook juga menyelenggarakan program terkait keamanan berinternet yang menjangkau lebih dari 3,5 juta masyarakat Indonesia melalui literasi digital, program pencegahan bullying dan wellness, bermitra dengan organisasi anak muda seperti Yayasan Cinta Anak Bangsa, dalam meluncurkan Pusat Keamanan dan Pencegahan Bullying serta mendukung #MelekInternet Safer Internet Day 2017.

“Peresmian kantor baru Facebook Indonesia ini merupakan bukti dari komitmen Facebook untuk berinvestasi di Indonesia dan daya tarik negara ini sebagai tujuan investasi,” ucap Thomas Lembong (Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal).

“Kami yakin bahwa Facebook akan senantiasa berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia dengan mendukung startup lokal, para pengembang, UKM, serta bisnis besar,” ujarnya.

Sri Widowati (Country Manager, Facebook Indonesia). [Foto: Dok. pribadi]

Kebiasaan Orang Indonesia di Facebook

Orang-orang Indonesia suka berbagi di Facebook dengan mem-posting tiga kali lebih banyak dibandingkan rata-rata global dan memberikan komentar 60 persen lebih banyak dibandingkan pengguna di seluruh dunia.

Orang-orang Indonesia juga terhubung satu sama lain melalui Grup dengan komunitas jual beli sebagai Grup yang paling besar dan paling banyak berinteraksi di Indonesia dengan kelompok pecinta mobil, motor dan hewan peliharaan.

Ketika berhubungan dengan bisnis, sebanyak 63 persen pengguna terhubung dengan satu Page bisnis di Indonesia dan 42 persen terhubung dengan setidaknya satu Page bisnis di negara lain.

“Di Indonesia, setengah dari komunitas di Facebook tergabung dalam sebuah Grup dimana mereka dapat terhubung dengan minat dan ketertarikan mereka,” ujar Widowati.

Ilustrasi Perilaku Pengguna Facebook

Orang boleh saja mencibir Facebook karena beberapa kali menyontek fitur-fitur andalan dari aplikasi media sosial lainnya. Salah satunya Snapchat.

Akan tetapi, sudah terbukti bahwa kehadiran fitur Stories di Instagram, media berbagi foto milik Facebook, memang mampu menghambat pertumbuhan Snapchat.

Pada awal tahun 2017, Snap Inc. mengumumkan bahwa angka pertumbuhan pengguna Snapchat mengalami perlambatan pada kuartal terakhir tahun 2016. Mereka tidak menyebut penyebab pastinya. Namun, kejadian itu bersamaan dengan dirilisnya fitur Stories di Instagram, tepatnya pada Agustus 2016.

Berdasarkan kesuksesan menjegal laju Snapchat itu, Facebook kemudian memperluas implementasi fitur Stories ke Facebook, Messenger, dan WhatsApp.

[BACA: Instagram Stories Sukses Gilas Snapchat]

Yang belum banyak orang tahu, latar belakang Facebook membuat fitur yang serupa dengan Snapchat pada aplikasi-aplikasinya bukanlah berdasarkan insting semata.

Onavo Protect

Sebelum mengembangkan fitur Stories, geofilter, dan geosticker, tim riset Facebook telah mengumpulkan data terkait aktivitas penggunaan aplikasi Snapchat, termasuk berapa Story yang dikirim pengguna setiap hari. Dari mana asal data tersebut?

Wall Street Journal melaporkan bahwa Facebook selama ini memata-matai aktivitas aplikasi pesaing lewat data yang dikumpulkan dari Onavo Protect. Onavo Protect adalah aplikasi VPN buatan Onavo, pengembang perangkat lunak asal Israel, yang diakuisisi Facebook pada tahun 2013.

Onavo Protect sudah diunduh oleh 24 juta pengguna smartphone, mayoritas Android, di seluruh dunia. Fungsi aplikasi ini adalah mengalihkan lalu lintas data pengguna dari jaringan internet normal ke jaringan VPN dan server milik Onavo (dalam hal ini, Facebook) dengan tujuan menyamarkan identitas dan lokasi pengguna.

Ilustrasi Onavo Protect.

Onavo Protect bisa diunduh gratis. Namun, sebagai imbal baliknya, Onavo berhak mengumpulkan, merekam, dan menganalisis data aktivitas para penggunanya di internet, antara lain mencakup situs/aplikasi apa saja yang diakses, frekuensi, dan durasi kunjungannya.

Data-data itulah yang kemudian dimanfaatkan oleh Facebook untuk memantau pergerakan aplikasi kompetitor, lalu menggunakannya sebagai salah satu dasar pengambilan keputusan.

Contoh terbesar yang ditulis Wall Street Journal yaitu keputusan akuisisi WhatsApp pada tahun 2014. Sebelumnya, Facebook mengetahui dominasi WhatsApp di berbagai negara. Salah satunya, data Onavo menunjukkan bahwa WhatsApp dipakai oleh 99 persen pengguna Android di Spanyol.

Contoh lainnya adalah kemunculan fitur Facebook Live dan Instagram Live Stories yang didasari pertumbuhan tren penggunaan aplikasi live streaming seperti Meerkat dan Periscope. Hasilnya, Meerkat kini sudah mati, sedangkan Periscope dibeli Twitter, tetapi sudah kalah populer ketimbang siaran langsung di Facebook dan Instagram.

Ilustrasi Facebook di Tiongkok

Facebook diam-diam meluncurkan aplikasi berbagi foto Colorful Balloons di Tiongkok. Padahal, Facebook dilarang beroperasi di negara tersebut.

Facebook meluncurkan aplikasi Colorful Balloons melalui perusahaan lokal bernama Youge Internet Technology, tanpa ada tanda bahwa aplikasi itu buatan Facebook.

Uniknya, Colorful Balloons tidak terhubung dengan Facebook tetapi dengan WeChat, jejaring sosial terbesar di negara tirai bambu tersebut. Facebook ingin memastikan bahwa aplikasi Colorful Ballons tidak menyebar terlalu luas.

Colorful Balloons memiliki tampilan dan fungsi serupa Facebook Moments yang memungkinkan pengguna untuk berbagi foto dengan teman dan keluarga. Pengguna aplikasi Colorful Balloons bisa berbagi foto melalui kode QR, yang merupakan cara yang sudah umum dikenal di Tiongkok.

“Colorful Balloons dapat mengelompokkan gambar dan video telepon pengguna berdasarkan waktu, lokasi dan karakter. Aplikasi ini dapat membantu Anda membuat album dan membaginya dengan teman dan keluarga,” kata Facebook, seperti dikutip Business Insider.

Kemiripan antara aplikasi Colorful Balloons (kiri) dan Facebook Moments (kanan). [Kredit: The New York Times]

Dalam pernyataan resminya, Facebook sedang berusaha untuk mengerti pasar Tiongkok lebih dalam.

Facebook ingin melihat bagaimana pengguna di Tiongkok berbagai informasi digital dengan teman mereka dan cara mereka berinteraksi di media sosial.

“Fokus kami saat ini adalah untuk membantu bisnis dan developer asal Tiongkok untuk melakukan ekspansi ke luar Tiongkok menggunakan platform iklan kami,” ujar Facebook.

Facebook memang susah masuk ke pasar Tiongkok lantaran Pemerintah Tiongkok lebih mengoptimalkan media sosial buatan lokal. Tiongkok memblokir Facebook pada Juli 2009 dan sebagian WhatsApp pada bulan Juli 2017.

Mark Zuckerberg (CEO, Facebook) telah bertemu dengan pemerintah Tiongkok supaya Facebook bisa beroperasi di Tiongkok dan mendapatkan akses ke 700 juta pengguna internet di negara tersebut.

Selain Facebook, aplikasi lain termasuk Snapchat, Pinterest, Twitter, Instagram, dan Google juga dilarang masuk ke Tiongkok.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook dan anak perusahaannya mencontek layanan atau fitur Snapchat seperti Stories. Bahkan, Google pun ikut-ikutan menjiplak fitur Snapchat dengan meluncurkan layanan Stamp.

Setelah gagal mengakuisisi Snapchat, Facebook meluncurkan sejumlah fitur yang mirip dengan layanan tersebut.

Hal itu menimbulkan kekhawatiran di kalangan karyawan Snapchat bahwa langkah para rivalnya bisa menghambat pertumbuhan Snapchat, menyusul pertumbuhan Instagram yang melonjak setelah peluncuran fitur Instagram Stories.

Tak tinggal diam, Evan Spiegel (CEO, Snap Inc) menenangkan hati para karyawannya dan menekankan bahwa mereka tidak perlu khawatir khususnya Facebook dan Instagram.

Spiegel yang dikenal sebagai sosok yang irit berbicara pun pernah menyinggung soal langkah Facebook tersebut beberapa bulan lalu. “Hanya karena Yahoo memiliki sebuah kotak pencarian bukan berarti perusahaan itu adalah Google,” katanya seperti dilansir Business Insider.

Spiegel pun meminta para karyawannya untuk melupakan rivalitas perusahaan dengan Facebook dan fokus menghasilkan berbagai inovasi dan produk terbaik.

Dalam sesi tanya jawab dengan para karyawannya, Spiegel mengatakan kemampuan tumbuh dan sukses sebagai sebuah perusahaan dengan meniru usaha Facebook merupakan hal yang tidak menguntungkan.

Laporan Keuangan yang Merugi

Kekhawatiran para karyawan Snap itu sangat beralasan karena kerugian perusahaan sangat besar dan nilai sahamnya yang terus turun. Hal itu terungkap dari laporan keuangan kuartal dua Snap Inc, perusahaan induk Snapchat.

Pertumbuhan jumlah pengguna Snapchat sangat lambat dan menimbulkan kekhawatiran para investor serta membuat kerugian Snap terus membengkak ke angka USD443 juta. Hal itu membuat harga saham Snap yang memang sudah turun dari harga ketika penawaran saham perdana (IPO) terus anjlok lebih dari 11 persen.

Saat ini, harga saham Snap Inc. tercatat hanya USD13,77 atau separuh dari harga sahamnya saat IPO sebesar USD27.

Ilustrasi Snapchat

Menurut laporan The Verge, Snap menyebutkan jumlah pengguna aktif hariannya naik 4 persen atau sekitar 7,3 juta orang jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Total pengguna Snapchat saat ini mencapai 173 juta orang, sedikit lebih baik daripada Twitter tapi kalah jauh daripada Instagram.

Pendapatan Snap naik 153 persen dari periode yang sama tahun lalu, menjadi USD181 juta atau sekitar Rp2,4 triliun). Namun, jumlah pengeluaran Snap juga naik drastis sekitar 4 kali lipat menjadi USD443 juta atau sekitar Rp5,9 triliun.

Catatan buruk juga ditorehkan bisnis kacamata Spectacles yang hanya terjual 41 ribu unit pada kuartal kedua 2017 atau hanya 0,02 persen dari seluruh pengguna aktif Snapchat.

Permasalahan lainnya, sebagian besar uang pengiklan saat ini masuk ke kantong dua pemain terbesar iklan digital yaitu Facebook dan Google. Hal itu membuat Snap dan Twitter kesulitan untuk mendapatkan untung.

Meski Snap dan Twitter memiliki ratusan juta pengguna, angka ini terlihat kecil jika dibandingkan dengan miliaran orang yang menggunakan layanan Facebook dan Google.

Seiring dengan turunnya saham, Snap akan kesulitan untuk menarik minat para developer bertalenta.

Facebook akan meluncurkan platform video Watch untuk aplikasi mobile, televisi, desktop, dan laptop dalam waktu dekat ini sekaligus menantang dominasi YouTube.

“Kami dengan bangga mempersembahkan Watch, platform streaming eksklusif yang tersedia di Facebook. Watch akan hadir lewat Facebook Mobile, desktop atau laptop, serta aplikasi TV kami,” tulis Facebook dalam blog resminya, seperti dikutip The Guardian.

Facebook Watch akan menjadi pesaing YouTube karena Facebook Watch menyasar para kreator konten video. Selain itu, Facebook Watch menargetkan perusahaan dan penerbit yang ingin mencari penonton dan membangun komunitas aktif.

Tak hanya YouTube, Facebook Watch juga bisa menjadi pesaing Netflix karena Facebook akan membuat beragam jenis tayangan seperti reality show, komedi, dan siaran langsung olahraga.

“Pengguna sangat menyukai konten-konten video di News Feed Facebook. Kami pun telah bereksperimen dengan merilis fitur tab video yang memudahkan pengguna dalam memilih video,” tulis Facebook.

Konten Orisinal

Facebook Watch akan fokus pada empat hal, yaitu siaran langsung yang menghubungkan brand dengan fans, tayangan yang menarik fans dan komunitas, tayangan yang memiliki tema konsisten, dan siaran langsung yang bisa mengumpulkan komunitas.

Facebook juga akan menayangkan konten-konten video hasil produksi sendiri dan bersifat eksklusif. Pengguna pun bisa memilih jenis serial yang ingin ditonton berdasarkan pilihan dan seleranya.

Jadi, jenis serial yang muncul di laman awal Watch dipastikan akan mengikuti keinginan pengguna. Sudah bukan rahasia lagi, Facebook berambisi memproduksi konten video orisinal.

Selain itu, para mitra Facebook yang secara eksklusif membuat video Watch akan berhak menerima 55 persen pendapatan dari iklan dan Facebook akan menerima 45 persen sisanya.

Saat ini Facebook akan menguji Facebook Watch untuk kalangan terbatas di Amerika Serikat terlebih dahulu. Setelah itu, Facebook baru membawa platform video Watch ke pengguna global.

Jumlah pengguna Facebook Watch akan cepat meningkat, mengingat Facebook sendiri sudah mengantongi lebih dari 2 miliar pengguna di seluruh dunia.

 

Snapchat menjadi inspirator banyak perusahaan teknologi beberapa tahun terakhir. Setelah Facebook, kini Google juga mengembangkan sebuah fitur story yang mirip dengan fitur Discover pada Snapchat.

Seorang sumber mengatakan Google sedang mengembangkan proyek terbaru berbernama “Stamp” yang masih dalam tahap pengujian. Fitur Stamp akan menggabungkan berbagai desain ramah mobile dengan konten berupa foto, video maupun teks.

Google menamakan produk mereka “Stamp” dengan penekanan pada “St” yang berarti story. Ada kemungkinan posisi Stamp akan berada di bawah kotak pencarian yang selama ini berisi situs-situs maupun berita yang direkomendasikan bagi pengguna Android.

Google mengembangkan “Stamp” dengan menggunakan teknologi tampilan laman situs Accelerated Mobile Pages (AMP) mereka. Mengusung format AMP yang efisien dan mobile-friendly, “Stamp” akan menyasar para pengguna mobile. Meskipun, secara teknis, platform AMP juga dapat bekerja dengan baik dan dinilai cukup bagus untuk pengalaman kelas desktop.

Hal itu membuat Google memiliki potensi perluasan “lahan” di masa depan. Google pun telah berdiskusi dengan berbagai perusahaan media termasuk Vox Media, CNN, Mic, Washington Post dan Time untuk berpartisipasi dalam proyek tersebut.

Google, Snap dan Facebook berlomba-lomba mengembangkan berbagai alat penerbitan untuk perusahaan media dengan harapan aplikasi mereka bisa berisi banyak informasi tentang berita, hiburan, olahraga dan berbagai konten lainnya.

Perusahaan-perusahaan teknologi itu berusaha keras mengembangkan berbagai alat untuk membuat informasi tersebut lebih cepat dan mudah diakses dibandingkan di browser web sehingga dapat menciptakan pengalaman menarik bagi para pengguna.

Tentunya, Google enggan mengomentari laporan tersebut. “Kami tidak memiliki pengumuman apa pun saat ini, tapi kami berharap bisa segera berbagi,” kata Google dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Reuters.

Pengguna Snapchat bisa mengakses Discover untuk mendapatkan berbagai informasi terbaru di seluruh dunia. Meskipun Stamp terdengar seperti menyasar para pengguna Snap, sebenarnya pesaing Stamp yang lebih besar akan datang dari Facebook yang sedang mengembangkan sendiri mesin pencari mereka.

Fitur Instant Article milik Facebook yang merupakan pesaing dari AMP Google dan pendekatan Facebook yang berpusat pada aplikasi untuk mengontrol bagaimana informasi, berita, dan hiburan disebarluaskan di Internet dalam jangka panjang bisa membunuh model bisnis Google yang berbasis web di komputer.

Hal yang sangat penting tentang “Stamp”, Google kemungkinan akan mengintegrasikannya langsung ke laman mesin pencarinya. Hal itu berpotensi meningkatkan adopsi fitur tersebut dengan cepat melebihi pesaingnya seperti “Discover” yang memerlukan penggunaan aplikasi tertentu.

Facebook memiliki divisi Building 8 yang bertugas mengembangkan aneka proyek eksperimental termasuk perangkat “video chatting” untuk rumahan sekaligus menandai kiprah baru Facebook dalam bisnis hardware.

Perangkat video chatting itu akan memiliki layar sentuh berukuran sekitar 13 inci – 15 inci mirip layar laptop dan kamera wide-angle dengan sudut pandang lebar, mikrofon, dan speaker.

Layar besar dan teknologi kamera pintar bisa membantu orang-orang yang berada dalam video tersebut merasa berada di ruangan yang sama. Hal ini merupakan misi dari sang Mark Zuckerberg (CEO Faebook) untuk mendekatkan orang-orang melalui Facebook.

Dari segi software, perangkat itu akan mengusung sistem operasi Android dan software kecerdasan buatan (AI) sehingga bisa menanggapi berbagai perintah. Fungsi kamera dapat mengenali wajah orang. mirip sekali dengan produk kamera Nest Cam IQ yang dapat mengenali wajah orang-orang di rumah.

Perangkat itu sangat cocok untuk pernik ruang tamu di rumah Anda. Saat ini perangkat itu masih berupa prototipe dan Facebook baru menguji cobanya di rumah-rumah seperti dikutip Bloomberg.

Sekadar diketahui, perangkat obrolan video hadir secara resmi pada konferensi pengembang F8 pada musim semi berikutnya.

Selain perangkat video chatting, Facebook juga sedang mengembangkan perangkat lainnya yaitu speaker pintar ala Amazon Echo dan Google Home. Hebatnya, banderol speaker pintar Facebook itu jauh lebih murah dari pesaingnya.

Sementara itu saat ini Facebook menjadi jejaring media sosial yang paling banyak digunakan di dunia dengan pengguna aktif sebanyak dua miliar.

TERBARU