Tags Posts tagged with "facebook"

facebook

Joelle Pineau

Facebook telah menjadikan teknologi kecerdasan buatan (AI) menjadi fokus inovasi riset dan pengembangannya di masa depan (RnD). Karena itu, Facebook merekrut seorang profesor ahli AI Joelle Pineau.

“Teknologi AI bisa membangun dunia menjadi lebih baik. Dalam 5 hingga 10 tahun ke depan, manusia bisa merasakan dampak positif teknologi AI,” kata Mark Zuckerberg (CEO Facebook) seperti dikutip Reuters.

Sebelumnya, Pineau menjabat Direktur McGill University yang fokus mengembangkan dan mengaplikasikan model serta algoritma perangkat robotika dengan proses otak terkait kesehatan, transportasi, dan bahasa.

Pineau akan memimpin laboratorium riset terbaru Facebook yang keempat di Montreal, Kanada. Sebelumnya, Facebook telah memiliki laboratorium di Palo Alto, New York, dan Paris.

Selain Facebook, Microsoft dan Google juga memiliki lab kecerdasan buatan di Montreal.

Demi mewujudkan ambisinya, Facebook harus mengucurkan dana senilai 7 juta dolar AS atau sekitar Rp92,7 miliar untuk mendukung penelitian AI di sebuah sekolah di Montreal bernama Canadian Institute for Advanced Research.

Saat ini Facebook sudah menggunakan teknologi AI untuk sistem pengenalan foto, analisis bahasa, dan iklan yang terarah. Facebook juga menggunakan AI untuk
mengidentifikasi serta menghapus konten-konten tidak pantas dalam layanannya.

Ilustrasi Manchester United

Keuntungan industri sepak bola sangat menggiurkan, menyusul memiliki basis penggemar yang tersebar di seluruh dunia. Apalagi, jika klub sepak bola itu memiliki bintang-bintang top papan atas dunia.

Ed Woodward (CEO Manchester United) mengharapkan perusahaan teknologi ternama Amazon, Facebook, dan Netflix untuk menawar hak siar Premier League senilai USD 6,8 miliar.

“Ada minat yang kuat dari perusahaan teknologi terhadap hak siar di seluruh dunia,” kata Woodward dalam konferensi pers ketika melaporkan pendapatan tahunan klubnya senilai 581 juta poundsterling seperti dikutip Bloomberg.

Woodward berharap ketertarikan BT Group dan Sky ikut mendongkrak harga dari hak siar Premier League. Sebelumnya, Facebook dan Amazon sudah mengikat kontrak dengan liga kriket India. Facebook pun akan menyiarkan 22 pertandingan MLS.

Mai Fyfield (Chief Strategy Officer Sky) mengatakan kehilangan hak siar premier league bukanlah sebuah kerugian besar karena Sky akan menggelontorkan uang untuk konten-konten lainnya.

“Kami telah kehilangan sesuatu sebelumnya seperti Champions League. Kami pun menyesuaikan diri dan menggunakan uang kami di tempat lain secara lebih bijak,” pungkas Fyfield.

Facebook meluncurkan pusat informasi yang memungkinkan masyarakat bisa mengumpulkan lebih banyak informasi mengenai permasalahan dan krisis termasuk Pemeriksaan Keamanan, Bantuan Komunitas dan Pengumpulan Dana untuk mendukung pemulihan setelah krisis dalam satu tempat.

Nowak (Product Director Social Facebook) mengatakan Facebook telah mengembangkan sejumlah perangkat untuk merespon krisis. Ketika terjadi krisis, orang menggunakan Facebook untuk memberitahu teman-teman dan keluarga tentang keadaan mereka.

“Pusat Informasi memungkinkan pengguna Facebook memahami dan membagikan informasi serta membantu komunitas untuk memulihkan keadaan,” katanya dalam siaran persnya, Senin.

Nowak mengatakan Facebook juga memperkenalkan tautan untuk artikel, video, dan foto yang diposting secara publik oleh komunitas Facebook. Pengguna pun dapat mengakses Respon Krisis di Facebook dalam beberapa minggu mendatang dari homepage di dekstop atau tombol menu di ponsel mereka.

Pemeriksaan Keamanan: sebuah cara mudah yang memungkinkan teman-teman dan keluarga Anda mengetahui bahwa Anda berada dalam keadaan aman. Fungsinya akan tetap sama seperti yang sudah ada saat ini dan akan ditampilkan di bagian atas dari laman krisis jika Anda sedang berada di area yang sedang terkena krisis.

“Kami akan mulai menyertakan tautan untuk artikel, foto, video dari postingan publik, sehingga orang mempunyai akses untuk informasi lebih lanjut mengenai sebuah krisis di suatu tempat,” ujarnya.

Pengaktifan Pemeriksaan Keamanan dan informasi krisis juga akan muncul di linimasa untuk membantu memberikan detil tambahan mengenai sebuah krisis.

“Kami harap pembaruan ini akan terus memberikan orang-orang informasi yang membantu mereka untuk tetap aman dan membantu komunitas untuk melakukan pemulihan keadaaan,” pungkasnya.

Ilustrasi Facebook

Facebook sedang menguji aplikasi video chat grup mandiri Bonfire yang memungkinkan pengguna melakukan video chat dengan beberapa orang sekaligus. Saat ini Bonfire hanya bisa digunakan oleh para pengguna perangkat berbasis sistem operasi (OS) iOS di Denmark.

Aplikasi Bonfire merupakan sebuah aplikasi standalone yang menyasar anak muda yang senang berkomunikasi via video chat. Yang membedakan antara Bonfire dengan Messenger dan WhatsApp adalah kemampuan Bonfire untuk menggunakan filter saat melakukan panggilan video chat.

“Kami tertarik dengan cara semua orang menggunakan teknologi dan cara kami membuat pengalaman yang hebat. Saat ini kami menjalankan pengujian kecil di Denmark untuk sebuah aplikasi bernama Bonfire,” kata Perwakilan Facebook seperti dikutip GSM Arena.

Sepintas, apikasi Bonfire mirip dengan aplikasi Houseparty yang saat ini sedang populer di kalangan remaja. Aplikasi itu memungkinkan pengguna melakukan video call dan membagikan gambar dari Bonfire ke jejaring sosial Instagram, Facebook dan Messenger.

Sayangnya, Facebook enggan memberikan rincian informasi mengenai aplikasi tersebut.

Facebook sedang menguji coba fitur mentoring antar pengguna untuk memudahkan pengguna memasuki dunia profesional dengan sistem mentoring sekaligus menyaingi LinkedIn dalam memasang iklan lowongan kerja.

Biasanya, berbagai perusahaan dan pelamar menggunakan LinkedIn untuk merekrut atau mendaftar pekerjaan. Bahkan, hampir setiap pekerja memiliki profil LinkedIn, seperti dikutip TechCrunch.

Ingin menyaingi LinkedIn, Facebook akan mendeteksi kesamaan minat, edukasi, lokasi, dan profesi antar pengguna.

Ada tiga alasan mengapa Facebook menerapkan fitur itu. Pertama, Mark Zuckerberg (CEO Facebook) berjanji akan mengunjungi setiap negara bagian Amerika Serikat (AS) di 2017 untuk mendengar keluhan tiap golongan dan kelompok mengenai masalah sosial di AS.

Zuckerberg mengatakan Facebook adalah sarana tepat untuk setiap orang mengatasi masalah tersebut.

Kedua, Facebook memang sudah lama ingin mengembangkan layanan karier. Facebook pun telah mengizinkan para pemilik bisnis untuk merekrut karyawan melalui “Pages” pada awal tahun ini.

Terakhir, Facebook berharap fitur mentoring dapat meningkatkan jumlah penggunanya karena fitur mentoring itu sangat memudahkan dalam mencari referensi pekerjaan dari teman lama.

 

Facebook sedang menguji fitur terbaru Instant Video untuk perangkat Android yang memungkinkan pengguna bisa menonton video setiap saat tanpa perlu membuang-buang data untuk mengunduhnya terlebih dulu.

Sebelumnya, Facebook telah meluncurkan fitur Instant Articles yang memungkinkan loading berita semakin cepat dan ringan. Konsep dan mekanismenya sama, hanya saja platform Instant Videos lebih hemat data ketika memutar konten video.

Fitur Instan Video memungkinkan pengguna untuk mengunduh berbagai video Facebook ketika tersambung ke Wi-Fi. Adapun video yang telah terunduh dengan Wi-Fi akan ditandai dengan ikon berbentuk petir. Pengguna bisa memutar video itu tanpa khawatir dengan sisa kuota data yang dimiliki.

Fitur itu dapat mendongkrak angka penonton dan memperbaiki pengalaman pengguna dalam menonton video tanpa harus menunggu waktu loading yang lama karena buffering seperti dikutip Engadget.

Facebook ingin membuat ekosistem videonya semakin solid dan meningkatkan pengalaman penggunanya. Fitur itu juga memungkinkan pengguna untuk melihat konten-konten video populer.

Studi eMarketer menunjukkan keterikatan pengguna Instagram meningkat 53 persen untuk konten-konten video. Kini pengguna Facebook tak ubahnya content creator di YouTube yang bisa meraup duit dari iklan. Facebook membagi 55 persen pendapatan iklan yang disisipkan ke video-video para content creator.

Belum ada indikasi, apakah Facebook akan meluncurkan fitur itu secara luas.

Belum puas mencontek Snapchat, kini Facebook sedang menguji sebuah fitur baru untuk layanan Messenger yang memungkinkan penggunanya bisa berkencan satu sama lain, sangat mirip dengan aplikasi kencan online Tinder.

Caranya, Facebook Messenger akan memberikan pemberitahuan apakah pengguna mau bertemu dengan pengguna lainnya minggu ini, lengkap dengan informasi nama, nomor telepon orang-orang yang akan Anda kencani, dan foto orang-orang tersebut.

Untuk menanggapi pertanyaan tersebut, pengguna akan bisa langsung memilih opsi ‘ya’ untuk menerima atau ‘tidak, terima kasih’ untuk menolak. Orang yang Anda pilih untuk berkencan tidak akan tahu bahwa ia sedang diincar, sampai ia juga memilih untuk bertemu dan berkencan dengan Anda.

Pengguna Facebook Messenger juga harus melakukan “swipe right” untuk mulai berkomunikasi, sangat mirip dengan Tinder.

Facebook mengatakan fitur terbarunya itu akan membantu para penggunanya berhubungan lebih efisien.

“Orang sering menggunakan Facebook untuk membuat janji bertemu dengan teman. Jadi kami membuat sebuah uji coba kecil untuk memudahkan mereka,” kata juru bicara Facebook seperti dikutip Motherboard.

Perbedaan mencolok dengan Tinder, para pengguna Facebook dapat menggunakan fitur kencan itu dengan temannya yang sudah saling kenal. Pada Tinder, orang yang dihubungkan tak harus lebih dulu saling kenal.

Facebook Messenger hanya akan memberi saran untuk bertemu pada orang-orang yang sudah ada dalam daftar teman dan yang ada dalam aplikasi Messenger.

Fitur kencan itu baru diujicoba di sebagian wilayah Toronto, Kanada dan New Zealand, baik untuk pengguna iOS maupun Android.

Ilustrasi Facebook Stories 1

Facebook telah meluncurkan fitur Instagram Stories pada 2016 yang sebagian besar fiturnya sangat mirip dengan Snapchat. Kehadiran fitur Instagram Stories sukses meningkatkan jumlah pengguna aktif Instagram dalam sekejap.

Setelah itu, Facebook pun menghadirkan fitur mirip Stories ke berbagai aplikasinya, termasuk WhatsApp, Messenger, dan Facebook.

Sayangnya, fitur Facebook Stories tidak sukses mendulang banyak pengguna. Para pengguna Snapchat dan Instagram rajin mengeposkan sesuatu ke fitur Stories setiap hari. Sebaliknya, jarang sekali pengguna yang menggunakan fitur Story pada Facebook.

Karena itu, Facebook akan mengintegrasikan layanan Stories di platform miliknya itu dengan Instagram untuk meningkatkan popularitas penggunaan Stories di Facebook.

“Kami selalu menguji cara untuk meningkatkan pengalaman di Instagram dan mempermudah berbagi momen dengan orang-orang yang penting bagi Anda. Kami tidak punya rencana lain untuk diumumkan saat ini,” kata juru bicara Instagram seperti dikutip Mashable.

Sebelumnya, Facebook sempat memunculkan fitur Stories pada desktop tetapi usaha itu belum membuahkan hasil dalam meningkatkan jumlah pengunjung.

Kini, para pengguna bisa mengunggah konten Stories melalui aplikasi Instagram dan langsung mengirimkannya ke Facebook. Pengguna juga bisa membagikan gambar dan video secara bersamaan ke Facebook dan Instagram.

Hal itu membuat Stories yang diunggah seolah berasal dari Facebook walaupun sebenernya berasal dari Instagram. Konten fitur Stories yang berasal dari Instagram akan memiliki label Instagram di bawah nama pengguna.

Menurut data Facebook, setiap harinya ada lebih dari 250 juta orang menggunakan Stories di Instagram. Di Indonesia sendiri, jumlah pengguna Stories adalah yang terbesar di Asia Pasifik. Pengguna Instagram di Indonesia tercatat berjumlah 45 juta atau 6 persen dari total pengguna Instagram.

TERBARU

Apple melelang komputer pertama Apple yaitu Apple-1 dengan nilai US$ 155 ribu atau sekitar Rp2 miliar