Tags Posts tagged with "facebook"

facebook

Mark Zuckerberg, (chairman and CEO of Facebook) berbicara dalam ajang APEC 2016

Mark Zuckerberg (Pendiri dan CEO Facebook) menekankan Facebook memiliki misi untuk menghubungkan dunia lebih terbuka dan terhubung. Tak heran, saat ini Facebook memiliki pengguna sebanyak 2 miliar orang di dunia.

Setelah itu, Zuck mengungkapkan misi terbarunya yaitu memberikan kemudahan kepada orang-orang untuk membangun komunitas secara online dan mendekatkan seluruh dunia.

“Facebook memiliki kekuatan yang dapat mempengaruhi struktur kehidupan modern. Jadi misi kami selanjutnya adalah mengembangkan infrastruktur sosial demi membangun komunitas global yang sesuai untuk semua orang,” kata Zuckerberg seperti dikutip CNBC.

Karena itu, Facebook tidak lagi mengabaikan berita berita palsu dan konsekuensi live video yang digunakan untuk menyiarkan konten negatif seperti bunuh diri dan pembunuhan.

“Kami percaya bisa melakukan hal ini (menjadikan Facebook sebagai komunitas global) dan membuat berbagai hal jadi lebih baik,” ucapnya.

Facebook pun memperkenalkan fitur Group untuk membina pembangunan komunitas yang positif. Bahkan, sudah lebih dari 1 miliar orang di seluruh dunia atau 1,94 miliar pengguna Facebook tergabung dalam berbagai Group.

Facebook pun akan memberikan tanggung jawab lebih kepada admin-admin Group untuk menyaring permintaan anggota, jadwal unggahan, dan menghapus unggahan dan komen yang berbau negatif dari anggotanya.

Ilustrasi Foto Profil Facebook Trump

Facebook memperkenalkan fitur perlindungan baru untuk foto profil para pengguna di India. Fitur itu dapat mencegah orang lain menyalin, membagikan atau menyalahgunakan foto.

Sebelumnya, organisasi sosial dan keselamatan di India telah memberikan masukkan kepada Facebook karena ada beberapa perempuan di India enggan mengunggah foto wajah mereka ke foto profil di Internet seperti dikutip TechCrunch.

Menurut buku ‘Future Crimes’, ada 600 ribu akun Facebook yang diretas setiap hari. Salah satu cara hacker bisa mendapatkan akses ke informasi pribadi Anda adalah dengan mebuat akun kloningan.

Pelaku mengambil semua informasi yang tersedia untuk umum di akun (termasuk gambar dan nama profil Anda), kemudian membuat akun baru, menambahkan teman akun asli dan mendapatkan akses ke semua informasi mereka.

Fitur itu juga dapat mengurangi kemungkinan orang lain untuk mengirim, membagikan atau mengunduh foto dan seseorang tidak lagi bisa menandai diri mereka pada foto orang lain.

Tak hanya itu, fitur itu juga menghadirkan bingkai perisai berwarna biru pada bagian luar foto untuk mencegah orang lain melakukan tangkapan layar (screenshot) terhadap foto profil.

Facebook mengklaim penambahan desain bingkai khusus pada bagian foto dapat mengurangi kemungkinan foto disalin sebesar 75 persen. Namun, pengguna masih bisa melakukan screenshot di laptop atau komputer, dan bingkai biru tersebut hanya sebatas “petunjuk visual” perlindungan.

Untuk saat ini, fitur terbaru itu hanya dapat bekerja pada smartphone berbasis Android dan Facebook belum memiliki rencana untuk menghadirkan fitur itu di negara-negara lain.

Mark Zuckerberg, (chairman and CEO of Facebook) berbicara dalam ajang APEC 2016

Perusahaan jejaring sosial Facebook akan membentuk unit operasi atau Bentuk Usaha Tetap di Indonesia.

Selama ini, Facebook beroperasi di Indonesia melalui sebuah kantor perwakilan yang bertempat di Jakarta, berdasarkan seorang sumber dari pemerintah Indonesia yang tidak ingin disebutkan namanya.

Pemerintah Indonesia memang mendorong perusahaan asing yang menjalankan layanan over the top (OTT) untuk membentuk Bentuk Usaha Tetap (BUT) di Indonesia. Hal itu membuat pemerintah Indonesia bisa menjalin komunikasi dengan perusahaan teknologi asing.

Dengan pembentukan BUT, pemerintah bisa mengejar OTT seperti Facebook, Twitter, dan lain-lain untuk membayar pajak di Indonesia.

Pada kuartal pertama 2014, Facebook memiliki 69 juta pengguna aktif bulanan di Indonesia sekaligus membuat Indonesia jadi negara dengan pengguna Facebook terbesar keempat di dunia setelah Amerika Serikat, India, dan Brasil.

Sayangnya, Facebook enggan memberikan komentar terkait dengan pembentukan unit operasi di Indonesia. Jejaring sosial besutan Mark Zuckerberg cs itu juga menolak memberikan data jumlah penggunanya di Indonesia.

Sekadar diketahui, kantor perwakilan Facebook Indonesia yang dibuka 3 tahun lalu membuat media sosial ini bisa bekerja sama dengan pebisnis UKM yang membutuhkan edukasi tentang pemasaran produk mereka.

“Facebook hanya menunjuk orang-orang di Jakarta saat dibutuhkan, tidak lebih dari itu. Kita juga tidak tahu, apakah mereka memiliki kantor permanen di Indonesia atau tidak,” kata sumber dari seorang pejabat di Kementerian Komunikasi dan Informatika seperti dikutip Reuters.

Peningkatan Pajak

Pada sisi lain, pemerintah Indonesia ingin meningkatkan pendapatan pajak untuk mempersempit defisit anggaran dan mendanai program infrastrukstur. Tak hanya Indonesia, pemerintah lain di seluruh dunia juga berupaya menekan penghindaran pajak oleh perusahaan-perusahaan asing.

Dengan BUT, Facebook akan lebih sulit mangkir dari pajak di Indonesia dan pemerintah Indonesia bisa menjamin adanya proteksi data atas pengguna jasa internet di Indonesia.

Bagi siapa saja yang melanggar, bakal terancam diblokir pemerintah melalui operator.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia juga mengkritisi dan mengejar Google yang mengemplang pajak di Indonesia. Google telah mendirikan badan usaha kecil untuk menyediakan layanan “tambahan” dan membayar pajak dalam jumlah minimal. Namun, pembukuan dan sebagian pendapatan Google dari Indonesia justru dibukukan di Google Asia Pasifik.

Sepekan lalu, Menkominfo Rudiantara telah mengabarkan bahwa Google Asia Pasifik telah sepakat untuk membayar pajaknya di Indonesia. Sayangnya, pria yang akrab disapa Chief RA ini tidak mengungkap detail mengenai kabar tunggakan pajak Google selama beberapa tahun sebelumnya.

Kantor pajak Indonesia memperkirakan total pendapatan iklan dari industri ini sekitar US$ 830 juta atau setara Rp11 triliun, Google dan Facebook terhitung sekitar 70 persen.

Jimmy Wales (Pendiri Wikileaks)

Selama ini Facebook dan Google menuai banyak hujatan karena karena banyak beredar berita hoax alias palsu yang beredar di layanannya.

Google pun telah memperkenalkan langkah-langkah memberantas berita hoax seperti fitur “pemeriksaan fakta” dan Facebook merilis sebuah pos tentang bagaimana menemukan artikel palsu.

Sayangnya, kehadiran fitur-fitur itu tidak dapat memberantas berita hoax dengan cepat.

Jimmy Wales (Pendiri Wikipedia) mengkritik media sosial Facebook yang tidak serius memberantas berita hoax alias palsu yang beredar. Seharusnya, Facebook memberikan fitur baru yang memungkinkan pembaca atau pengguna menentang pandangan yang berisi berita palsu atau hoax.

“Saya ingin melihat dari Facebook, ketika ada seseorang yang menyebarkan berita palsu, ada pilihan untuk filter melaporkan berita palsu yang disebar ini. Tolong saya dengan filter ini,” kata Wales dalam acara Viva Tech Conference seperti dilansir CNBC.

Wales mengharapkan para pengguna tidak gampang menyebarkan berita tanpa mengetahui kebenarannya. “Saya ingin menjadi manusia yang cerdas, berpikir, dan reflektif,” ujar Wales.

“Jika Facebook tidak bisa memberikan fitur ini, itu sama saja jejaring sosial ini tidak bisa mencerdaskan penggunanya untuk periode ke depan,” pungkasnya.

Facebook belum mengeluarkan pernyataan resminya terkait permintaan Wales.

Contoh perintah kepada Jarvis lewat chatbot.

Facebook melakukan inovasi terbaru di dunia teknologi dengan mengembangkan bot yang mampu bernegosiasi atau menawar sehingga kemampuan yang hampir mirip dengan manusia.

Para peneliti Facebook Artificial Intelligence Researchers (FAIR) mengajarkan bot untuk pintar negosiasi dan bertindak lebih manusiawi.

Para peneliti pun melatih bot dengan memberikan data masukan berupa contoh negoisasi antara dua orang yang ingin membagi berbagai hal dengan nilai yang berbeda.

“Bot ini memiliki kemampuan yang sebanding dengan manusia. Setidaknya, unggul dalam hal kesabaran. Bot ini juga mampu bernegosiasi dan mengantisipasi keinginan manusia dalam berbagai situasi,” kata Mike Lewis, salah satu ilmuwan dari FAIR seperti dikutip The Register.

“Jadi, ketika bot itu diuji cobakan dengan manusia langsung, orang-orang tidak akan menyadari bawah mereka sedang berinteraksi atau bernegosiasi dengan bots,” ujarnya.

Menariknya, bot buatan Facebook itu bisa berbohong untuk mendapatkan hasil negosiasi yang lebih baik. Taktik itu berdasarkan perilaku atau contoh dari cara negosiasi ala manusia yang menjadi data pembelajaran bot tersebut.

“Di masa depan, orang-orang akan menggunakan chatbot untuk bernegosiasi dengan pelanggan atau mendapatkan jadwal yang terbaik,” ucapnya.

Nantinya, Facebook akan meningkatkan kemampuan bot itu untuk bisa menjadi asisten digital yang andal dalam menyelesaikan sebuah tugas.

“Anda bisa membayangkan, chatbot bisa mendukung pelanggan ritel, bercakap tanpa batas dan bernegosiasi mirip manusia,” ujar Lewis.

Ilustrasi teknologi kecerdasan buatan Facebook

Facebook Inc akan fokus memerangi terorisme di platform media sosialnya, menyusul banyak pihak yang tidak bertanggung jawab menyebarkan konten terorisme, propaganda bahkan merekrut teroris melalui akun Facebook.

Monika Bickert (Direktur Manajemen Kebijakan Global Facebook) dan Brian Fishman (Manajer Kebijakan Kontra Terorisme Facebook) mengatakan Facebook pun akan menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan untuk menghentikan pengguna yang mengunggah foto atau video terkait konten terorisme.

“Kami tahu, kami dapat memanfaatkan teknologi khususnya kecerdasan buatan (AI) untuk menghentikan penyebaran konten teroris di Facebook,” kata Monika seperti dikutip CNET.

Monika menegaskan Facebook tidak boleh menjadi tempat teroris. Teknologi AI dapat mencocokan gambar untuk melihat apakah gambar yang diunggah sama dengan yang sebelumnya dicabut karena mengandung konten teroris.

“Kalau kami mengenali halaman, kelompok, postingan atau profil yang mendukung aksi teroris. Kami akan menggunakan algoritma untuk menyaring dan mengenali konten-konten terkait untuk mendukung aksi teror,” tulisnya.

Facebook pun memiliki tim yang terdiri lebih dari 150 spesialis kontra terorisme, termasuk pakar akademis mengenai kontra terorisme, mantan jaksa, mantan agen penegak hukum dan analis, yang bekerja secara eksklusif atau terutama dalam melawan terorisme sebagai tanggung jawab utama mereka.

“Tahun depan, ada tim yang bekerja 24 jam sehari dan dalam puluhan bahasa untuk meninjau akun atau konten yang melanggar kebijakannya, termasuk urusan terorisme,” tulis kedua petinggi Facebook tersebut dalam postingnya.

Facebook pun akan menghapus materi yang terkait dengan halaman, kelompok, posting atau profil yang telah diidentifikasi sebagai pendukung terorisme.

“Kami ingin Facebook menjadi tempat yang tak bersahabat bagi teroris,” ujarnya.

Facebook, dan perusahaan teknologi lainnya, mendapatkan tekanan cukup besar dari sejumlah negara untuk mengidentifikasi dan mencegah penyebaran propaganda dan perekrutan teroris melalui layanan mereka.

Pejabat sejumlah negara bahkan mengancam akan menjatuhkan denda kepada Facebook yang memiliki hampir 2 miliar pengguna di seluruh dunia.

Ilustrasi keputusan hukuman mati di Facebook

Pengadilan Pakistan menjatuhkan hukuman mati kepada Taimoor Raza karena terbukti bersalah menyebarkan konten-konten yang menista agama Islam di Facebook.

Sialnya, pria yang berusia 30 tahun itu terlibat dalam perdebatan tentang Islam di media sosial dengan seseorang yang ternyata pejabat kontra terorisme Pakistan. Pejabat itu kemudian mengajukan tuntutan terhadap Reza berdasarkan komentar yang ada di situs jejaring sosial tersebut.

Dalam komentarnya, Raza menghina Nabi Muhammad SAW, istri-istrinya, dan sahabat-sahabatnya seperti dilansir Reuters.

Sidang Raza itu digelar di pengadilan antiterorisme di Bahawalpur, sekitar 500km dari ibu kota Islamabad. Jaksa penuntut Shafiq Qureshi mengatakan pengadilan Pakistan baru pertama kali menjatuhkan hukuman mati kepada pengguna media sosial.

Raza masih bisa mengajukan banding atas hukuman mati tersebut melalui Pengadilan Tinggi dan juga Mahkamah Agung. Rana Fida Hassain (Pengacara Raza) pun mengatakan kliennya tidak bersalah dan akan mengajukan banding atas hukuman yang dijatuhkan.

Maret lalu, Facebook mengirimkan satu tim ke Pakistan untuk menangani keprihatinan pemerintah tentang materi yang menghina agama Islam tetapi tetap melindungi ‘privasi dan hak-hak’ penggunanya.

Pada 2010, masyarakat melakukan unjuk rasa terhadap Facebook karena media sosial itu digunakan untuk mempromosikan lomba menggambar Nabi Muhammad.

Nawaz Sharif (Perdana Menteri Pakistan) mengatakan kasus penistaan agama sebagai kesalahan yang tidak bisa dimaafkan. Pemerintah Pakistan pun telah mengirimkan pesan teks kepada warganya untuk tidak membagikan konten-konten hujatan dan penistaan di dunia maya.

Bagi para umat muslim di Pakistan, penistaan agama adalah tuduhan yang sensitif karena Kekerasan hingga pembunuhan massal dapat terpicu akibat tuduhan yang tidak benar sekalipun.

Gedung San Francisco Chronicles. [Kredit: Dion Hinchcliffe/Flickr.com]

Facebook dikabarkan bakal “menggusur” ruang kantor yang sedang ditempati Yahoo di kota San Francisco, AS.

Saat ini, Yahoo masih menyewa ruang kantor di gedung milik harian San Francisco Chronicle. Tetapi, masa sewa itu akan berakhir pada tahun 2018. Selain itu, dalam waktu dekat Yahoo juga akan segera bergabung dengan AOL di bawah bendera Oath dan memberhentikan sekitar 2.000 karyawannya.

Sementara itu, Facebook sekarang memang belum memiliki kantor cabang di San Francisco. Salah satu alasannya, markas besar Facebook yang berada di Menlo Park jaraknya hanya sekitar 48 kilometer dari kota di pesisir barat Amerika Serikat ini.

Namun, seperti dilansir San Francisco Business Times, Facebook sedang mempertimbangkan untuk membuka kantor pertama di San Francisco dan membidik lokasi kantor Yahoo ini.

Gedung lainnya yang juga diincar Facebook yaitu 181 Fremont, tetapi lokasi ini bakal dipakai untuk menempatkan sekitar 100 karyawan Instagram.

Jika Facebook jadi berkantor di gedung ini, langkah ini akan memperkuat posisi Facebook sebagai perusahaan media, bukan lagi perusahaan teknologi, karena San Francisco Chronicle adalah salah satu media tertua di AS dan sudah berusia 152 tahun.

Wall Street Journal baru-baru ini juga memberitakan bahwa Facebook akan memperkenalkan fitur baru terkait pemberitaan, yaitu menawarkan layanan berlangganan untuk penerbit-penerbit tertentu dengan sejumlah biaya bulanan. Fitur ini sudah diminta sejak lama oleh para penerbit online, terutama mereka yang menerapkan sistem paywall atau pemberitaan berbayar.

Sumber WSJ memperkirakan fitur tersebut bakal diluncurkan pada akhir tahun ini.

Ilustrasi Facebook

Saat ini media sosial Facebook sangat identik dengan pengguna remaja dan dewasa tanpa memperhitungkan pengguna anak-anak.

Karena itu, Facebook berencana meluncurkan layanan chatting Talk untuk anak-anak yang dapat menyaring pembicaraan anak-anak dengan orang lain.

Dengan Talk, orang tua dapat mengatur daftar kontak yang bisa dihubungi anak-anaknya dan orang tua bisa menggunakan Messenger untuk berkomunikasi dengan anak-anaknya.

Selain itu, Talk juga memiliki creative tool yang memungkinkan anak-anak untuk berbagi gambar lucu atau bermain game.

Sayangnya, aplikasi Talk itu hanya untuk anak-anak di bawah umur 13 tahun sehingga para orang tua akan memperkenankan Talk kepada anak-anaknya. Apalagi, Talk memungkinkan orang tua mengatur konten-konten media sosial anaknya.

Facebook masih bungkam mengenai aplikasi tersebut seperti dikutip Engadget.

Sebagai informasi, saat ini pesaing Facebook, Snapchat menjadi aplikasi berkirim pesan yang populer di kalangan remaja dengan jumlah anggota sebanyak 158 juta pengguna harian.

TERBARU

Ilustrasi ransomware PetyaBelum hilang ingatan kita tentang keganasan ransomware WannaCry, kini dunia kembali diguncang oleh ransomware Petya yang menyerang sistem komputer di Rusia,...