Tags Posts tagged with "Google"

Google

Ilustrasi Google Maps

Google baru saja meluncurkan pembaruan Google Maps terbaru yang menawarkan tampilan interface yang baru dan perubahan ikon yang membuatnya lebih keren. Perubahan desain itu akan mempermudah pengguna dalam melakukan navigasi dan mencari tempat-tempat menarik.

Pembaruan itu mencakup fitur “Driving”, “Navigation”, “Transit”, dan “Explore” yang memudahkan pengguna.

“Dunia adalah tempat yang selalu berkembang dan Google Maps harus terus berubah. Kami ingin memperbarui Google Maps dengan tampilan baru yang lebih mencerminkan dunia Anda sekarang,” kata Liz Hunt (Product Manager Google Maps) sebagaimana dikutip dari blog resmi Google.

“Kini kami memperbarui tampilan Google Maps jadi lebih baik dan lebih mudah pengoperasiannya,” tulis Google dalam keterangannya.

Selain itu, Google Maps juga ikon dengan tampilan warna yang berbeda-beda sehingga membantu pengguna lebih cepat mengidentifikasi tempat-tempat menarik tertentu.

“Kami juga memperbarui skema warna kami dan menambahkan ikon baru untuk membantu Anda mengidentifikasi dengan tepat jenis minat yang Anda lihat,” lanjutnya.

Misal, lokasi “Food & Drink” akan memiliki ikon berwarna oranye, sehingga para penggemar kuliner dan kopi lebih mudah menemukan tempat-tempat tersebut. “Transport” memiliki warna biru, “Outdoor” berwarna hijau, “Mosque” berwarna abu-abu, dan “Hospital” berwarna merah jambu.

Google Maps adalah layanan pemetaan yang dikembangkan oleh Google. Layanan itu menyuguhkan gambar satelit, peta jalanan, tampilan jalanan panorama 360 derajat (Street View), kondisi lalu lintas real-time serta pilihan rute untuk perjalanan menggunakan mobil, sepeda, transportasi publik dan berjalan kaki.

 

Malware Android

Saat ini pengguna sistem operasi Android menyentuh angka 2 miliar dan menjadi sistem operasi yang paling populer di dunia mengalahkan iOS Apple. Tentunya, pengguna Android yang besar menjadi incaran para hacker untuk menanamkan malware berbahaya untuk meraup keuntungan.

Nokia Threat Intelligence Report melaporkan sistem operasi Android menjadi sarang malware pada tahun ini dengan tingkat ancaman sebesar 68,50 persen seperti dikutip Ubergizmo.

Sisanya, ancamwan malware (iOS dan sistem operasi lain seperit Linux, Unix, Mac) cuma sebanyak 3,54 persen saja.

Mengapa sistem operasi Android sangat rentan karena aplikasinya bisa diunduh dari situs pihak ketiga bukan dari Google Play Store. Situs pihak ketiga tidak memiliki sistem keamanan yang aman dan tidak memiliki standar keamanan Google seperti Google Play Protect.

Selain itu, sebagian besar aplikasi Android yang diserang malware rata-rata menggunakan teknik Trojanized yang memaksa pengguna Android untuk meng-install aplikasi pada smartphone mereka.

“Alasan utamanya adalah aplikasi Android dapat di-download dari mana saja,” tulis Nokia.

Bulan lalu, ada malware Judy yang menyerang 36,5 juta perangkat Android. Kemudian, ada 41 aplikasi buatan pengembang asal Korea Selatan bernama Kiniwini yang menginfeksi jutaan perangkat Android dan mendulang keuntungan dari klik palsu pada iklan.

(Dari kiri-kanan) Rachmat Natsir (Head Coach dan General Manager Anantya Riding Club), Nabila Syakieb, Reshwara Radinal (Atlet berkuda ketangkasan/equestrian Indonesia), serta Fachtul Anas (Perwakilan Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia/PP Pordasi) menunjukkan aplikasi Djiugo dalam peluncuran aplikasi Djiugo di Jakarta, Selasa (14/11)

Selebritis ternama Indonesia Nabila Syakieb bersama suaminya Reshwara Radinal, hari Selasa (14/11) meluncurkan Djiugo, aplikasi penyedia informasi dan layanan lengkap untuk peminat olahraga berkuda.

Reshwara Radinal menuturkan, pengalamannya selama berkecimpung di industri berkudalah yang mendorongnya mendirikan startup Djiugo. “Saya menemukan adanya tantangan besar untuk mendapatkan akses informasi dan layanan yang diperlukan para peminat olahraga berkuda. Dari situ, muncul ide untuk menciptakan sebuah platform yang dapat menjadi solusi untuk menjawab seluruh kebutuhan seputar dunia berkuda,” ujar Reshwara.

Reshwara yang juga atlet berkuda ketangkasan (equestrian) Indonesia ini menjelaskan bahwa aplikasi Djiugo hadir sebagai one stop shopping place untuk memenuhi semua kebutuhan terkait kuda bagi seluruh kalangan, baik atlet, penunggang profesional, atau keluarga yang tertarik untuk berkuda. Djiugo menghubungkan pengguna dengan sesama pecinta kuda dari berbagai komunitas berkuda di seluruh dunia. Djiugo bahkan diklaim sebagai pionir di industri berkuda dunia.

Sementara itu, Nabila Syakieb, selebritis tanah air yang juga hobi berkuda berharap keberadaan Djiugo dapat memperluas minat keluarga Indonesia terhadap berkuda. Pasalnya, Nabila menjelaskan, berkuda masih identik dikenal sebagai olahraga yang mahal dan eksklusif untuk kalangan atas. Padahal, memiliki hobi berkuda bukan berarti harus memiliki kuda sendiri. “Sekarang sudah semakin banyak klub berkuda, bahkan tempat rekreasi yang dapat mengakomodir hobi berkuda dengan biaya terjangkau,” tuturnya.

Sebagai one stop window untuk aktivitas berkuda, Djiugo menyediakan berbagai kebutuhan berkuda dengan standar kualitas terjamin, termasuk jasa pelatih kuda internasional, konsultasi jual beli kuda, paket tur berkuda di berbagai negara, serta produk-produk perawatan kuda yang selama ini tidak selalu mudah ditemukan di Indonesia. Pengguna juga dapat mengakses berbagai berita dan ulasan terkait kuda, baik dari dalam maupun luar negeri. Aplikasi Djiugo saat ini sudah dapat diunduh melalui Appstore dan akan segera tersedia di Google Playstore.

Google meluncurkan pembaruan Android versi 8.1 Oreo dengan sejumlah fitur-fitur terbaru seperti wakelock detector untuk memperpanjang usia baterai smartphone dan memantau aplikasi untuk mencegah smartphone berada dalam mode deep sleep.

Fitur wakelock detector akan memilih aplikasi yang menguras daya baterai dengan cara mencegah perangkat beralih ke mode deep sleep. Fitur itu akan menonaktifkan sementara aplikasi seperti media sosial, jaringan WiFi, dan data seluler selama mode deep sleep.

Fitur wakelock detector dapat memberitahu pengguna tentang aplikasi apa saja yang boros daya seperti dikutip Phone Arena.

Anda dapat menemukan fitur Wakelock detector di menu informasi baterai yang berada di Setting atau pengaturan. Disana, Anda pun dapat melihat kinerja aplikasi yang mencurigakan dan mudah teridentifikasi dengan peringatan ikon baterai bewarna merah.

Dengan fitur itu, pengguna bisa memutuskan untuk menghentikan paksa kinerja aplikasi atau ‘melumpuhkan’ (disable) layanan pendukung yang sedang digunakan seperti GPS yang berbasis lokasi.

Selama ini, hampir sebagian besar pengguna Android mengakali penghematan daya baterai dengan menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk mendeteksi aplikasi yang boros daya baterai.

Akhirnya, Google sukses menerbangkan balon penyebar Internet Balon Loon yang merupakan bagian dari Project Loon di Puerto Riko. Balon Loon akan berfungsi sebagai pengganti menara BTS sementara di Puerto Riko, menyusul negara itu baru dihantam badai Maria.

Badai Maria telah menghancurkan sekitar 80 persen infrastruktur komunikasi dan listrik.

Google pun menggandeng operator AT&T untuk membantu akses komunikasi di negara tersebut. Rencananya, Google akan menerbangkannya dari Nevada ke Puerto Riko dalam waktu dekat.

“Saat ini balon Loon dapat mendukung komunikasi dasar seperti mengirim pesan dan mengakses informasi secara online dan dapat berjalan pada jaringan LTE,” kata Alastair Westgarth (Kepala Project Loon) melalui blog resminya seperti dikutip Digital Trends.

Balon Internet itu pun telah memiliki teknologi baru yang membuatnya tidak mudah diterbangkan angin mengingat daerah Puerto Riko dikelilingi oleh laut.

“Ini pertama kalinya kami menggunakan sistem algoritma yang membuat balon Internet ini agar bisa tetap terbang di Puerto Riko. Sistem ini bisa terus menjaga balon agar tetap terbang di sekitar wilayah,” ujarnya.

“Kami tidak tahu sampai kapan ini akan bekerja. Namun kami akan ada di wilayah yang memutuhkan selama mampu melakukannya,” ucapnya.

Sebelumnya, Project Loon pernah membantu akses telekomunikasi di Peru yang diterjang banjir ekstrim pada Maret 2017. Balon helium tersebut mampu memancarkan koneksi LTE dengan bekerja sama dengan operator dalam negeri.

Project Loon juga diproyeksikan terbang di atas wilayah Indonesia untuk memberikan akses internet ke 100 juta orang Indonesia di wilayah pedalaman. Proyek itu belum terwujud karena tertahan oleh izin Kementrian Pertahanan.

Menkominfo Rudiantara. [Foto: Kominfo/Antara]

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan memanggil layanan OTT lainnya khususnya Google untuk mencegah penyebaran konten pornografi.

“Kami akan panggil Google untuk membahas konten negatif secara menyeluruh,” kata Semuel Abrijani Pangerapan (Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kemenkominfo) di Jakarta.

“Saat kita mencari kata-kata pornografi misalnya, di bagian depannya itu sebagian besar sudah terblokir semua. Tapi saat pindah ke bagian Images, nah tetap keluar (gambar-gambar pornografi),” ungkapnya.

Selain Google, Kominfo juga akan memanggil Telegram dan Facebook Messenger karena kedua platform itu langsung terhubung dengan Tenor. Tenor sendiri merupakan situs penyedia GIF yang dipakai WhatsApp.

“Kita akan segera suratin, termasuk Facebook Messenger dan Telegram karena nge-link langsung dengan Tenor,” pungkasnya.

Kominfo juga menyoroti Twitter karena banyaknya konten pornografi di dalamnya. “Kami akan terus berkoordinasi dengan Twitter untuk menangani masalah ini dan melakukan pembersihkan konten-konten negatif di layanannya,” pungkasnya.

Saat ini Kominfo sedang menyiapkan mesin sensor Internet untuk mengidentifikasi konten-konten negatif secara mudah yang tersebar di Internet. Mesin sensor Internet yang berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) baru akan beroperasi pada Januari 2018.

Ilustrasi WhatsApp Palsu

Tidak semua aplikasi yang beredar di toko aplikasi Google Play Store aman dari serangan malware. Bahkan, Google sedang membersihkan aplikasi WhatsApp palsu yang telah diinstal lebih dari 1 juta pengguna Android.

Tentunya, Google langsung menarik aplikasi WhatsApp palsu dari smartphone pengguna yang sudah terlanjur mengunduhnya. Google juga menghapus aplikasi WhatsApp palsu itu dan memblokir pengembang yang menyebarkan aplikasi WhatsApp palsu tersebut.

Awalnya, Google tidak menyadari keberadaan aplikasi “Update WhatsApp Messenger” karena aplikasi palsu itu menggunakan logo yang persis dengan logo WhatsApp yang asli dan memanfaatkan unicode bernama “White Space”.

Dampaknya, para pengguna yang tidak sengaja meng-install WhatsApp palsu tadi, maka smartphone Anda akan menjadi “wadah” bagi iklan yang akan ditampilkan untuk aplikasi lainnya.

Selain itu, aplikasi palsu itu juga bisa mencuri data-data penting yang tersimpan pada smartphone korbannya seperti dikutip Digital Trends.

Kejadian beredarnya aplikasi palsu itu sebelumnya memang sudah terjadi berkali-kali. Bahkan, ada 10 juta pengguna Android yang tidak sengaja mengunduh aplikasi Facebook Messenger palsu.

Insiden itu sekali lagi menandai kegagalan Google menemukan penipuan di platform mereka.

Emoji Burger Google

Jarang-jarang seorang bos perusahaan ikut berdebat dengan kicauan netizen di media sosial. Baru-baru ini, Sundar Pichai (CEO Google) ikut berdiskusi dengan netizen terkait bentuk emoji burger keju Google.

Thomas Baekdal (Pemilik Perusahaan Baekdal Media) berkomentar tentang perbedaan emoji burger Apple dan Google. Baekdal menganggap Google salah meletakkan keju di burger tersebut.

“Lihat!, Google meletakkan keju di bawah daging sedangkan Apple meletakkannya di atas daging,” tulis Baekdal pada akun resminya seperti dikutip CNN Money.

Bak bersambut gayung, Pichai mengatakan, “Kami akan mengganti semua yang sudah kami lakukan pada hari Senin. tentunya jika semua orang setuju bahwa ini adalah cara yang tepat.”

Kicauan Baekdal itu pun lantas mendapatkan banyak tanggapan dari netizen. “Jelas, keju harus di atas daging. Tapi selada harus berada di antara tomat. Jadi keduanya salah,” tulis akun Tero Kuttinen menanggapi kicauan Baekdal.

Siapa sangka tweet tersebut menarik perhatian warganet. Tercatat, hampir 2.000 pengguna Twitter merespons tweet unik Baekdal. Bahkan, tweet itu sudah mendapat 21 ribu retweet.

Google telah menambahkan masa garansi Pixel 2 dan Pixel 2 XL menjadi 2 tahun tanpa syarat dan ketentuan untuk semua pelanggan Google Pixel 2 di seluruh dunia

Mario Queiroz (Vice President Product Management Google) mengatakan Google yakin kedua smartphone flagshipnya itu dapat memberikan pengalaman yang luar biasa. Google juga akan merilis pembaruan perangkat lunak untuk menghasilkan warna yang lebih jenuh pada seri Pixel 2.

“Kami optimis dengan kemampuan Google Pixel 2 dan 2 XL dalam memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan,” katanya seperti dikutip USA Today.

Google pun memastikan insiden layar Pixel 2 yang burn-in tidak akan mempengaruhi penggunaan sehari-hari yang normal. Karena itu, Google terus berkomitmen meluncurkan pembaruan perangkat lunak untuk melindungi pengalaman pengguna dan memaksimalkan layar OLED.

Google Pixel 2 mengusung layar 5 inci dengan resolusi 1080 pixel dan aspek rasio 16:9. Sedangkan, Google Pixel 2 XL menawarkan layar QHD Plus 6 inci dengan aspek rasio 18:9.

Dari segi desain, Pixel 2 masih memiliki bezel yang lumayan tebal sedangkan Pixel 2 XL sudah bezel-less. Soal ketahanan, Pixel 2 dan Pixel 2 XL masing-masing mengandalkan baterai berkapasitas 2.700 mAh dan 3.520 mAh.

Kedua smartphone itu mengusung prosesor Snapdragon 835, media penyimpanan 64 GB atau 128 GB, RAM 4 GB, speaker stereo di sisi depan, pemindai sidik jari alias fingerprint scanner di punggung, port USB-C di bawah, dan tak memiliki jack audio 3,5 mm untuk earphone.

Masalah perbedaan bahasa sangat sering menjadi kendala dalam komunikasi. Lebih-lebih jika bahasa tersebut menggunakan huruf yang sama sekali berbeda dengan yang selama ini kita kenal, misalnya saja bahasa Mandarin, bahasa Thailand, dan bahasa Rusia.

Aplikasi Google Translate hadir untuk menjadi penolong dalam mengatasi perbedaan bahasa tersebut. Google Translate dapat membantu Anda melakukan penerjemahan kosakata tertentu. Mula-mula Anda diminta untuk menentukan bahasa asal dan bahasa hasil terjemahan. Kemudian, Anda diminta mengetikkan kata tertentu di bahasa asal dan hasilnya akan langsung terlihat di bagian terjemahan.

Selain dengan mengetikkan kata yang hendak diterjemahkan, Google Translate juga menyediakan penerjemahan melalui audio dan melalui kamera. Penerjemahan melalui audio dapat digunakan untuk menerjemahkan kata-kata seseorang yang kita dengar, namun kita tidak tahu cara menulisnya. Sementara penerjemahan melalui kamera dilakukan jika kita hendak menerjemahkan kata dalam bahasa yang menggunakan huruf yang tidak kita kenal seperti huruf Mandarin atau Kanji.

Penerjemahan melalui kamera ini bisa sangat membantu misalnya saat kita hendak mengoperasikan alat tertentu, namun tombol-tombolnya menggunakan huruf Mandarin. Dengan fitur kamera pada Google Translate, Anda tinggal mengarahkan kamera ke huruf bersangkutan dan pada tampilan layar smartphone, huruf Mandarin tersebut akan diterjemahkan sesuai dengan bahasa yang kita inginkan.

TERBARU

Cisco menggandeng organisasi kepolisian internasional terbesar di dunia INTERPOL untuk berbagi intelijen ancaman atau threat intelligence