Tags Posts tagged with "Huawei"

Huawei

Huawei Matebook X

Huawei akan menjadi pabrikan komputer PC terbesar di dunia pada tiga hingga lima tahun yang akan datang, mengalahkan Apple, Lenovo dan HP. Hal itu dikatakan kepada eksekutif Huawei setelah meluncurkan perangkat notebook.

Bulan lalu, pabrikan komputer asal Tiongkok itu meluncurkan MateBook X, MateBook D dan MateBook E yang akan langsung berhadapan dengan produk Apple MacBook.

“Ketika Huawei memutuskan masuk suatu pasar, maka Huawei harus menjadi pemimpin pasar,” kata Wan Biao (COO Huawei Consumer Business Group) seperti dikutip CNBC.

“Kesuksesan Huawei berasal dari tim R&D yang terus berinovasi. Saya pikir kesuksesan Huawei sudah sudah terbukti di pasar smartphone,” ujarya.

Ketika ditanya kapan memimpin pasar komputer PC. Wan mengatakan, “Proses membutuhkan sekitar tiga hingga lima tahun.”

Menurut perusahaan riset IDC, pasar PC tumbuh 0.6 persen pada kuartal pertama 2017. Hal itu merupakan prestasi lantaran pasar PC terus turun dalam beberapa tahun terakhir.

Saat ini HP, Lenovo, Dell, Apple, dan Acer mendominasi lima besar pangsa pasar komputer PC di dunia. Jadi, jika Huawei merajai pasar komputer PC, maka Huawei akan mengorbankan salah satu dari kelima nama tersebut.

“Tentu, kami sangat percaya diri karena Huawei sangat unggul dalam inovasi. Faktanya, beberapa teknologi laptop mirip dengan teknologi smartphone. Selain itu Huawei juga mengembangkan teknologi AI, AR dan VR (artificial intelligence, augmented reality and virtual reality),” pungkas Wan.

Pada 2016, Richard Yu (CEO Consumer Division Huawei) mengatakan Huawei percaya diri bisa memimpin pasar smartphone pada 2021.

Mahasiswa sedang menuturkan pendapat mengenai topik yang sedang dibahas pada kegiatan Unpad-Huawei Tech Day bertemakan “SmartGen: The Future of The Internet of Things” yang diselenggarakan di kampus Unpad, Bandung (23/5).

PT. Huawei Tech Investment (Huawei Indonesia) menggelar Tech Day di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Padjadjaran (Unpad) sekaligus menjadi bagian dari roadshow program Huawei SmartGen di berbagai kampus terkemuka di Indonesia.

“Ini merupakan komitmen kami dalam mendorong talenta muda untuk menggeluti TIK dan berpartisipasi dalam membangun perkembangan teknologi di negeri sendiri,” kata Selina Wen (Director of Public Affairs and Communication, Huawei Indonesia) dalam siaran persnya.

Di Bandung, Huawei mengusung dua tema besar yaitu “SmartGen in Telemotion: Empowering Indonesia to be a Technosociety” di ITB pada 21 Mei 2017 dan “SmartGen: The Future of The Internet of Things” di Unpad pada 23 Mei 2017.

Ajang itu mendatangkan berbagai pakar, pengamat, dan akademisi di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang terdiri dari perwakilan universitas, pemerintah, dan pemain industri, serta pembicara ahli dari Huawei. Para pembicara atau narasumber akan membahas perkembangan dan pemanfaatan TIK serta bagaimana membangun masyarakat berbasis teknologi di Indonesia.

Harapannya, mahasiswa lulusan ITB dan Unpad dapat berkontribusi terhadap kemajuan TIK dan berperan aktif dalam pengembangan serta riset teknologi lokal sebagai upaya membangun technosociety di Indonesia. Hal itu membuat Indonesia tidak cuma sekedar menjadi pasar potensial tetapi juga pemain di ranah lokal maupun internasional.

Dalam mencapai tujuan tersebut, roadshow ini akan diisi dengan diskusi dan talkshow sebagai berikut:

  • Smart City for Smart Citizen oleh Mohamad Rosidi (Deputy Director National ICT Strategy Business Development, Huawei Indonesia).
  • Internet of Things oleh Arri Marsenaldi (Deputy Director National ICT Strategy, Huawei Indonesia).
  • Empowering Indonesia through smart device oleh Lo Khing Seng (Direktur Penjualan Huawei Devices Indonesia).
  • Smart people using technology as breakthrough to be young Technopreneur oleh Suharsono Hartono, (VP of Engineering EV Hive).
  • Technosociety from E-Commerce Perspective oleh Joe Kevin Joviand (Senior Business Development Tokopedia).
  • Center of Biometrics, Robotics and Artificial Intellegent Support IoT oleh Dr. Asep Sholahuddin, MT, (Dosen Universitas Padjadjaran).

SmartGen merupakan inisiasi dari Huawei untuk mengembangkan kemampuan talenta muda Indonesia di bidang TIK yang bekerja sama dengan 7 universitas terkemuka di Indonesia, melalui program Tech Day, Huawei Experience Day, Smart Campus Consultancy, Seeds for the Future, dan Student Intership.

Sejak tahun 2000, Huawei Indonesia aktif berpartisipasi dalam menciptakan tenaga kerja berkualitas tinggi melalui pelatihan terhadap talenta lokal, selain berkontribusi terhadap masyakat di daerah untuk berkerja sama dengan para mitra dalam membangun sektor TIK yang lebih maju di Indonesia dengan adanya 14 kantor cabang, 64 pusat sparepart, 3 pusat logistik, dan lebih dari 100 pusat layanan.

Samsung Galaxy S8 dan S8+.

Perusahaan riset Gartner kembali mengungkapkan lima besar penguasa smartphone di dunia ini pada kuartal pertama 2017. Rivalitas abadi Samsung dan Apple masih menempati posisi teratas yaitu posisi satu dan dua.

Kedua pabrikan smartphone raksasa itu dikuntit oleh pabrikan smartphone asal Tiongkok yaitu Huawei, Oppo dan Vivo yang berada di peringkat ketiga, keempat dan kelima serta menguasai hampir seperempat dari seluruh penjualan global smartphone.

Penjualan smartphone di dunia melonjak menjadi 380 juta perangkat smartphone yang terjual pada kuartal pertama 2017, naik 9,1 persen dari periode yang sama tahun 2016.

Meskipun berada di puncak, Samsung mengalami penurunan jumlah pengiriman perangkat smartphone karena kasus recall Galaxy Note 7. Penjualan Apple tetap datar karena kehilangan pelanggan di pasar yang terus berkembang.

Oppo berhasil mencapai peningkatan pengiriman sebesar 94,6 persen dan hanya berselisih 250.000 unit atau 0,9 persen dari Huawei. Vivo menutup lima besar dengan penjualan hampir 26 juta unit antara Januari – Maret 2017 atau pangsa pasar 6,8 persen.

“Vivo sukses meningkatkan permintaan smartphone-nya di pasar negara berkembang di Asia/Pasifik termasuk India. Penjualan Vivo tumbuh lebih dari 220 persen berkat daya tarik merek yang terus meningkat,” ujar Gartner seperti dikutip GSM Arena.

“Pemasaran dan promosi yang agresif dari Huawei, Oppo dan Vivo sangat membantu ketiganya untuk berkembang di pasar beberapa negara, seperti Indonesia, India, dan Thailand,” pungkasnya.

Gartner mengungkapkan Android masih menjadi sistem operasi teratas dengan 86,1 persen perangkat, sementara iOS menyumbang 13,7 persen. Platform lainnya hanya menyumbang 0,2 persen dari penjualan.

Gartner mengatakan konsumen rela mengeluarkan uangnya untuk membeli smartphone yang lebih baik dan canggih lagi sekaligus mendorong harga jual smartphone tersebut.

Berikut ini peringkat penjualan smartphone secara global di kuartal pertama tahun 2017 menurut Gartner.

– Samsung = 78,6 juta unit (20,7 persen)
– Apple = 51,9 juta unit (13,7 persen)
– Huawei = 34,1 juta unit (9 persen)
– Oppo = 30,9 juta unit (8,1 persen)
– Vivo = 25,8 juta unit (6,8 persen)
– Lain-lain = 158,3 juta unit (41,7 persen)

Huawei Matebook X

Meskipun pasar komputer PC yang terus menurun tidak menyurutkan keinginan Huawei untuk masuk pasar komputer PC dan menantang pemain-pemain besar seperti Lenovo, Dell, ASUS dan HP

Pabrikan asal Tiongkok itu memperkenalkan tiga produk komputer sekaligus yaitu laptop 15.6 inci, laptop hybrid 2-in-1 dan ultrabook 13 inci yang berukuran ramping dan ringan.

Huawei pun langsung menyasar pasar premium dan bersaing dengan Lenovo, HP dan Dell yang gabungan ketiganya menguasai 50 persen pasar komputer PC. Belum lagi, Huawei harus berhadapan dengan Apple.

Secara keseluruhan, penjualan komputer PC turun 8.3 persen pada 2015 dan 3.7 persen pada 2016. Gartner pun memprediksi penjualan komputer PC tahun ini akan sama dan baru menunjukan peningkatan pada 2020.

“Huawei melihat ada peluang di lesunya pasar PC,” kata Cheng Lei (Senior Marketing Manager Huawei for the PC business) seperti dikutip Reuters.

Selain pemimpin pasar jaringan telekomunikasi, Huawei juga berada di peringkat tiga sebagai smartphone terbesar di dunia setelah Samsung dan Apple, menggantikan posisi Lenovo dua tahun lalu.

Semua produk komputer PC Huawei mengusung mikro prosesor Intel generasi ke-7, sistem operasi Windows 10 dan software indie Huawei. Huawei akan menjual produk PC nya di 12 negara yaitu Eropa, Amerika Utara, Asia dan Timur Tengah pada awal Juni.

Saat ini pabrikan komputer terbesar di dunia masih Lenovo. Disusul HP dan Dell yang masing-masing berada di posisi ke dua dan ketiga.

Huawei Matebook X

MateBook X dan E

Laptop MateBook X mengusung layar 13 inci dengan resolusi 2K dan aspek rasio 3:2 serta bezel yang tipis, hanya 4,4 mm. MateBook X itu juga mengusung prosesor core i5 atau i7, RAM 4 GB atau 8 GB, pilihan storage 256 GB atau 512 GB dan baterainya mampu bertahan 10 jam.

MateBook X juga memiliki tombol power yang menyatu dengan sensor sidik jari yang kompatibel dengan sistem keamanan Windows, yaitu Windows Hello. Laptop itu juga menawarkan dua buah port USB-C yang bisa dipakai untuk mengisi baterai dan transfer data biasa.

Huawei membundling MateBook X dengan dongle USB-C, yang berisi USB Type-A, DVI, HDMI dan sebuah port USB-C tambahan yang bisa dipakai untuk mengisi daya.

Selain Matebook X, Huawei juga memperkenalkan perangkat 2-in-1 terbaru MateBook E yang menawarkan kecepatan, desain elegen dan mobilitas terbaiknya.

Tablet terbaru Huawei itu mengusung layar 12 inci dengan resolusi 2160 x 1440 pixel dan kecerahan 400 nits. Huawei MateBook E hadir dengan bobot 640 gram tanpa keyboard, atau 1,1 kg dengan keyboard.

MateBook E mengusung prosesor Intel Core m3 atau i5 generasi ketujuh, serta RAM 4GB atau 8GB. Selain itu, perangkat itu juga hadir dengan tiga varian berbeda kapasitas dukungan SSD, yaitu 128GB, 256GB dan 512GB.

Hebatnya, Matebook E memiliki Folio Keyboard dengan engsel yang dapat disesuaikan hingga 16 derajat.

Ilustrasi Server Huawei

Saat ini Indonesia sedang memasuki era transformasi digital yang mempengaruhi sektor kebutuhan pribadi hingga perekonomian suatu negara.

Huawei Global Connectivity Index (GCI) 2017 mengungkapkan saat ini pertumbuhan ekonomi digital di seluruh dunia terus meningkat karena masuknya nilai investasi yang besar dan tingginya pengadopsian Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Beberapa negara pun telah menjalankan beberapa konsep digital seperti Smart Nation di Singapura, Smart Digital di Malaysia, Internet Plus di Tiongkok, Advanced Manufacturing di Amerika, dan Industry 4.0 di Eropa.

Mohamad Rosidi (Deputy Director of National ICT Strategy & Business Development, Huawei Indonesia) mengatakan Indonesia harus segera berbenah untuk menyambut era transformasi digital dan supaya Indonesia tidak tertinggal dengan negara-negara lainnya. Karakteristik ekonomi digital semuanya dapat diakses secara mobile, terkoneksi, dan tervirtualisasi.

“Sangat penting untuk semua masyarakat, baik di daerah perkotaan maupun di wilayah terpencil, untuk memiliki jaringan selular yang dapat diandalkan,” katanya dalam siaran persnya, Minggu.

Rosidi mengatakan Indonesia harus memprioritaskan pengembangan infrastruktur TIK, terutama konektivitas pita lebar dan adopsi cloud ke tingkat strategis dalam perencanaan ekonomi untuk mengaktifkan sumber daya lokal dan mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Pemerataan jaringan sangat dibutuhkan, terutama percepatan infrastruktur telekomunikasi di luar pulau Jawa dan wilayah terpencil, untuk meningkatkan penetrasi mobile broadband dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Berdasarkan data Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), Indonesia memiliki populasi sebesar 260 juta jiwa dengan 93,4 juta diantaranya merupakan pengguna internet, dan penjualan e-commerce di Indonesia telah mencapai USD 2,6 milyar pada 2014.

Dalam penyebaran infrastruktur di wilayah terpencil di Indonesia, ada beberapa tantangan yang dihadapi pemerintah dan perusahaan teknologi seperti belanja Modal (Capex) yang tinggi karena tingginya biaya pekerjaan sipil dan pembangunan pembangkit tenaga listrik, Pengeluaran Operasional (Opex) yang tinggi karena sulitnya melakukan kunjungan lapangan dan biaya yang tinggi untuk bahan bakar dan sewa transmisi.

Tantangan lainnya, waktu Time to Market (TTM) yang lama karena lokasi yang terpencil dan kesulitan logistik dan waktu Return of Investment (ROI) yang lama karena rata-rata biaya per pengguna sekitar 2 – 3 dolar.

Karena itu, Huawei memperkenalkan solusi total yang menggunakan metodologi 3 Data Dasar x 3 dimensi untuk cakupan yang lebih akurat dengan biaya yang lebih efisien untuk mengatasi tantangan dalam membangun jaringan di wilayah terpencil.

Solusi total Huawei yaitu:

1. Macro Site – Menggunakan beberapa teknologi yang menggabungkan teknologi 2G/3G/4G dan frekuensi 900/1800 MHz untuk menjangkau cakupan yang lebih luas dan menyediakan jaringan dengan kapasitas yang lebih baik. Solusi ini dapat digunakan di daerah pedesaan atau daerah yang berbatasan dengan wilayah pinggiran kota.

2. RuralStar – Menggunakan beberapa teknologi yang menggabungkan teknologi 2G/3G dan frekuensi 900 MHz, yang mampu menghasilkan jaringan yang lebih akurat, luas, dan terpusat dengan harga yang lebih rendah dan penyebaran yang lebih cepat. Solusi ini dapat diterapkan di wilayah terpencil atau wilayah yang berbatasan dengan negara lain. Solusi total ini dapat menghasilkan jaringan, teknologi dan layanan yang lebih optimal yang diterapkan di wilayah terpencil dan mempercepat ekonomi digital nasional.

Portofolio resmi iPad saat ini: iPad mini 4, iPad (2017), iPad Pro 9,7 dan 12,9 inci.

Pelanggan sudah tidak antusias dengan perangkat tablet lantaran permintaannya terus turun.

Perusahaan riset IDC melaporkan para pabrikan komputer mengirimkan sebanyak 36,2 juta unit tablet pada kuartal pertama 2017, turun dari 39,6 juta unit tablet yang terjual pada kuartal pertama 2016.  Permintaan perangkat tablet terus turun 8,5 persen dari tahun ke tahun.

Apple tetap bertengger di puncak pabrikan tablet terbesar dunia dengan varian iPadnya. Apple mampu menjual iPad sebanyak 8,9 juta unit selama tiga bulan sejak Januari hingga akhir Maret pada tahun ini.

“Dengan ini, Apple mengalami penurunan pengiriman tablet selama 13 kuartal berturut-turut, meski masih menjadi pemimpin pasar pada Q1 2017,” kata IDC dalam pernyataan resminya.

Apple pun menguasai pangsa pasar tablet sebesar 24,6 persen pada kuartal pertama tahun ini. Pencapaian itu turun 1 persen dibandingkan dengan pangsa pasar iPad pada tahun lalu yang mencapai 25,9 persen.

“Hasil ini menunjukkan bahwa Apple sekalipun tidak kebal terhadap perubahan dinamika industri dan permintaan pasar,” ujar IDC seperti dikutip Venture Beat.

Dulu, iPad merupakan bagian penting dari produk Apple. Tidak hanya itu, iPad juga memberikan kontribusi yang cukup besar pada pendapatan perusahaan.

Namun, beberapa tahun belakangan, konsumen lebih tertarik dengan tablet berharga murah dan perangkat hibrida, perangkat yang bisa digunakan sebagai laptop dan tablet.

Laporan IDC tentang tablet pada kuartal pertama 2017

Di bawah Apple, ada Samsung yang menempati posisi kedua dengan pangsa pasar 16,5 persen dengan penjualan Galaxy Tab sebanyak 6 juta unit. Angka itu turun 1,1 persen dari penjualan tahun sebelumnya.

Di posisi ketiga, ada Huawei yang menguasai pangsa pasar tablet sebesar 7,4 persen dengan pengiriman sebanyak 2,7 juta unit pada kuartal pertama 2017.

Selain itu, ada Amazon dan Lenovo yang masing-masing menempati posisi keempat dan kelima. Amazon menjual 2,2 juta tablet dengan penurunan 1,8 persen dari kuartal pertama 2016.

Lenovo mengalami penurunan penjualan hingga 3,8 persen. Pada awal tahun ini, Lenovo cuma mengapalkan tablet sebanayk 2,1 juta unit dibanding kuartal yang sama pada tahun lalu yang mencapai 2,2 juta unit.

Perwakilan dari mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) yang turut aktif memberikan pendapat dalam kegiatan UGM-Huawei Tech Day bertemakan “Technology for Social Innovation” yang diselenggarakan di kampus Universitas Gajah Mada, Yogyakarta (29/4).

PT Huawei Tech Investment dan Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan UGM – Huawei Tech Day bertemakan “Technology for Social Innovation”.

Huawei mengunjungi berbagai universitas untuk berbagi pengetahuan tentang teknologi terkini di industri Teknologi Informasi and Komunikasi (TIK), solusi digital, serta gaya hidup dan tren masa depan yang berkaitan dengan teknologi.

Huawei Tech Day mengusung tema Technology for Social Innovation, mengingat teknologi TIK yang maju dapat meningkatkan potensi SDM Indonesia dan mendorong pengembangan ekonomi digital.

Paripurna P. Sugarda (Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni Universitas Gadjah Mada) mengatakan UGM menjawab tantangan dengan melakukan reorientasi akademik sebagai universitas pusat riset (research university). UGM akan mempersiapkan lulusan yang memenuhi standar industri dan mengetahui permasalahan industri lebih awal.

“Kami menyambut baik inisiatif Huawei untuk bekerja sama dengan UGM sebagai mitra di bidang pendidikan melalui Program SmartGen termasuk Tech Day 2017. Inisiatif  Huawei ini merupakan bentuk nyata dukungan industri terhadap upaya UGM untuk mewujudkan socio entrepreneur university,” katanya dalam siaran persnya, Senin.

Selina Wen (Director of Public Affairs and Communication, Huawei Indonesia) mengatakan program itu merupakan bukti nyata kami untuk melatih talenta TIK muda di Indonesia. Huawei berharap mahasiswa dapat pulang ke rumah dengan pengetahuan yang lebih banyak dan ide-ide cemerlang yang dapat dikembangkan dikemudian hari.

“Di Huawei, kami percaya bahwa TIK mendorong pembangunan ekonomi dan peningkatan standar kehidupan. Hanya dengan infrastruktur TIK dan sumber daya manusia yang kuat, dunia pintar masa depan akan dapat terwujud dan daya saing nasional akan meningkat,” ujarnya.

Program SmartGen merupakan inisiatif dari Huawei untuk mengembangkan kemampuan talenta muda Indonesia di bidang TIK melalui kerja sama dengan 7 universitas terkemuka di Indonesia, yaitu Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Telkom (Tel U), Universitas
Diponegoro (UNDIP), Universitas Padjadjaran (UNPAD), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk 5 program, yaitu Tech Day, Huawei Experience Day, Smart Campus Consultancy, Seeds for the Future, dan Student Internships.

“Huawei Indonesia juga akan merekrut talenta lokal terbaik untuk mengisi posisi penting di perusahaan. Kami sangat bangga berkolaborasi dengan UGM untuk membuka peluang melalui seleksi wawancara untuk program perekrutan dan magang,” ujar Dani K. Ristandi (Director of Human Resources, Huawei Indonesia).

Huawei Mate 9

Google akan meluncurkan sistem operasi Android terbaru Android O pada tahun ini. Google pun telah mencatat beberapa smartphone yang akan mencicipi Android yaitu Google Pixel dan Nexus.

Selain itu, vendor smartphone Huawei pun mendapatkan kesempatan langsung untuk mencicipi Android O. Huawei sendiri sedang menyiapkan Huawei Mate 9 untuk bisa mengadopsi seperti operasi Android O seperti dikutip Phone Arena.

Sebelumnya, Google berencana melakukan perkenalan sebanyak empat tahap sebelum meluncurkan sistem operasi terbarunya itu. Perkenalan ini dilakukan pada 21 Maret kemarin, lalu tiga kali lagi akan diperkenalkan pada Mei, Juni, dan Juli secara berurutan.

Google sendiri berencana baru akan secara resmi meluncurkan Android O pada kuartal ketiga 2017.

Di sisi lain, Huawei diprediksi akan merilis Mate 9 setelah penyempurnaan opsi dan aplikasi baru.

 


Huawei Devices Indonesia dan Telkomsel menghadirkan layanan internet 4G LTE melalui paket bundling Telkomsel MiFi 4G. Huawei menghadirkan perangkat wireless router Huawei E5577 yang diperlengkapi dengan paket data internet super cepat 4G LTE dari Telkomsel untuk menawarkan konektifitas 4G LTE berkecepatan tinggi, mudah dan stabil untuk para pengguna internet di Indonesia.

Perangkat wireless router atau MiFi Huawei E5577 ini ditenagai oleh processor HiSilicon Chipset 711M, dengan kecepatan maksimal sebesar 150 Mbps, dukungan konektifitas sampai dengan 10 perangkat, kapasitas baterai sebesar 1500 mAH, tampilan display LCD sebesar 1,45 inci yang intuitif, dan dua antena yang tertanam di dalam untuk pengalaman konektifitas 4G yang maksimal.

Telkomsel melengkapi Huawei E5577 dengan menghadirkan paket data internet super cepat 4G LTE dengan kuota sebesar 14 GB (12 GB untuk jaringan 4G dan 2 GB untuk semua jaringan) selama satu bulan dan pilihan paket tambahan lainnya.

Huawei E5577 memiliki fitur 2D Barcode yang dapat diakses melalui tampilan menu yang interaktif, para pengguna dapat dengan mudah terhubung dengan jaringan internet super cepat dari Telkomsel hanya dengan sekali scan barcode, tanpa perlu melakukan proses pengaturan yang rumit.

Huawei juga menghadirkan aplikasi pendukung yaitu Huawei HiLink (Mobile WiFi) yang memungkinkan para pengguna untuk mengatur dan mengelola konektifitas mobile WiFi yang melalui sentuhan jari dari smartphone. Melalui aplikasi ini, para pengguna dapat memonitor dan membatasi penggunaan kuota internet, mengelola perangkat-perangkat yang terhubung, mengingatkan pengguna terkait kondisi baterai, dan banyak lagi lainnya. Aplikasi Huawei HiLink (Mobile WiFi) tersedia untuk perangkat Android dan iOS.

Perangkat wireless router Huawei E5577 dan paket bundling MiFI dari Telkomsel ini sudah mulai tersedia melalui mitra distributor Huawei, Intertec, dengan harga Rp 749.000.

Booth Huawei dalam ajang 2017 Mobile World Congress (MWC) di Barcelona, Spanyol (28/2). Huawei memperkenalkan konsep ROADS (Real-time, On-demand, All-online,
DIY, and Social) yang dapat membantu operator telekomunikasi global untuk menerapkan konsep bisnis yang value-driven (fokus pada nilai yang diberikan kepada
pelanggan). Konsep ROADS mengedepankan pengalaman pelanggan, layanan yang inovatif serta memberikan layanan yang bernilai lebih bagi para pelanggan.

Saat ini industri telekomunikasi memasuki era transformasi digital yang fokus meningkatkan kepuasan pelanggan. Operator telekomunikasi global mulai mengganti konsep bisnis dari investment-driven (fokus pada investasi) menjadi value-driven (fokus pada nilai yang diberikan kepada pelanggan).

Operator telekomunikasi akan mengedepankan pengalaman pelanggan, layanan yang inovatif serta memberikan layanan yang bernilai lebih bagi para pelanggan. Huawei memperkenalkan konsep ROADS (Real-time, On-demand, All-online, DIY, and Social) dalam forum bertajuk Open ROADS to a Better Connected World pada ajang Mobile World Congress (MWC) 2017 di Barcelona, Spanyol.

Huawei juga melakukan diskusi dengan para pelaku industri yang membahas tren terbaru di dunia TIK untuk membantu  operator telekomunikasi dan meningkatkan pertumbuhan bisnis mereka yang berfokus pada value-driven.

“Huawei berkomitmen membantu operator dalam meningkatkan mutu jaringan, meningkatkan pemasukan, dan menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” katanya dalam siaran persnya, Selasa.

Selain itu, Huawei juga membantu operator untuk memanfaatkan transmisi data agar dapat meyediakan layanan-layanan baru, seperti video sebagai layanan utama dan layanan cloud, yang dapat membuka peluang bisnis baru dengan nilai hingga mencapai triliunan dollar.

“Huawei fokus untuk memastikan kepuasan pelanggan dengan terus memberikan nilai lebih dan berusaha menjadi rekan bisnis yang handal bagi para pelanggan. Huawei mendorong para pelaku industri TIK untuk mengadopsi konsep ROADS sebagai parameter kesuksesan perusahaan dalam mengadopsi transformasi digital, “Ujar Eric Xu (Deputy Chairman dan Rotating CEO).

Selain konsep ROADS, Huawei juga memperkenalkan All Cloud Solutions yang membantu operator untuk bisa bersaing di era digital ini. All Cloud Solutions bisa mendukung operator untuk melakukan transformasi dengan pendekatan dinamis dan on-demand yang memungkinkan operator untuk dapat meningkatkan jumlah pelanggan dan memenuhi permintaan pelanggan secara cepat.

TERBARU

Kedua tablet grafis itu menawarkan kinerja yang andal dan harga yang terjangkau untuk digunakan di berbagai bidang