Tags Posts tagged with "Huawei"

Huawei

Ilustrasi FaceID Apple

Apple sukses melakukan gebrakan pasar dengan meluncurkan fitur keamanan pemindai wajah Face ID berbasis sistem biometrik wajah di iPhone X.

Teknologi Face ID menggunakan mesin saraf untuk memetakan kontur dan bentuk wajah secara real time. Tidak akan terganggu oleh bentuk rambut, pemakaian aksesoris seperti topi dan tumbuhnya jenggot, bahkan bisa tetap mendeteksi dalam keadaan gelap.

Beberapa vendor smartphone asal Tiongkok seperti Huawei, Oppo, dan Xiaomi akan menggunakan sistem keamanan berbasis sistem biometrik wajah mirip iPhone X seperti dikutip Digitimes.

Bahkan, Oppo dan Xiaomi telah menggandeng tiga perusahaan untuk pengembangan sensor berbasis wajah tersebut. Himax Technologies dan Qualcomm akan mengembangkan teknologi pemindai wajahnya. Sedangkan, Truly Opto-Electronics akan memproduksi sensor biometriknya.

Sementara itu, Huawei menggandeng Sunny Optical Technology yang berbasis di Tiongkok untuk pengembangan biometrik wajah. Rencananya, sistem pengamanan biometrik wajah itu akan diproduksi pada awal 2018.

Huawei, Xiaomi, dan Oppo tercatat sebagai tiga vendor terbesar yang menguasai market ponsel di Tiongkok pada kuartal III 2017. Huawei memimpin pangsa pasar dengan pengiriman 40 juta smartphone di kuartal tersebut, diikuti oleh Xiaomi dengan 23 juta unit, dan Oppo dengan lebih dari 20 juta unit.

Samsung Galaxy S8 dan S8+.

Perusahaan riset IDC (International Data Corporation) mengungkapkan Samsung masih memimpin pengapalan smartphone ke seluruh dunia pada kuartal ke-3 tahun 2017. Total pengiriman smartphone seluruh vendor mencapai angka 373,1 juta pada kuartal tiga tahun lalu, meningkat 2,7 persen dari kuartal ke-2 yang mencapai 363,4 juta unit.

Di bawah Samsung, ada Apple, Huawei, Oppo dan Xiaomi seperti dikutip IDC.

Samsung berhasil mengapalkan smartphone sebanyak 83,3 juta unit dan menguasai pangsa pasar sebesar, 22,3 persen. Angka pengapalan itu meningkat karena Samsung mengapalkan smartphone sebanyak 76,1 juta unit pada kuartal lalu dengan market share sebesar 20,9 persen.

Apple mengirimkan iPhone unit sebanyak 46,7 juta dengan market share 12,5 persen pada kuartal 3 2017. Kuartal lalu, Apple mengirimkan iPhone sebanyak 45,5 juta dengan pangsa pasar sebesar 12,5 persen.

Di peringkat ketiga, Huawei berhasil mengapalkan smartphone sebanyak 39,1 juta unit dengan pangsa pasar sebesar 10,5 persen pada kuartal ke-3 tahun ini. Pencapaian itu sungguh luar biasa karena Huawei mengirimkan smartphone sebanyak 33,3 juta dan pangsa pasar sebesar 9,3 persen pada kuartal lalu.

Oppo berhasil mengirimkan smartphone sebanyak 30,7 juta unit dengan pangsa pasar sebesar 8,2 persen. Angka itu meningkat dari kuartal yang sama di tahun lalu, menyusul Oppo berhasil mengirimkan smartphone sebanyak 25,8 juta unit dengan pangsa 3,7 persen.

Terakhir, Xiaomi berhasil mengapalkan smartphone sebanyak 27,6 juta unit pada kuartal lalu dengan pangsa pasar 7,4 persen.

Huawei Nova 2i

Huawei Consumer Business Group meluncurkan Huawei nova 2i di Indonesia yang menawarkan lensa kamera ganda depan dan belakang yang pertama.

Johnson Ma (Country Manager Huawei Devices Indonesia) mengatakan Huawei akan selalu membuat smartphone yang menawarkan fitur-fitur canggih dan spesifikasi handal.  HUAWEI nova 2i akan menjadi standar baru untuk inovasi dengan performa luar biasa dan fitur kamera terdepan.

“HUAWEI nova 2i menawarkan harga terjangkau dan dapat memenuhi tuntutan konsumen yang dinamis,” katanya di Jakarta, Senin.

HUAWEI nova 2i mengusung layar 5,9 inci dengan teknologi HUAWEI FullView Display dan aspek rasio 18:9 yang impresif. Selain itu, smartphone itu juga mengusung prosesor Kirin 659 8-inti, RAM 4GB, dan ROM 64GB, serta terintegrasi dengan tampilan antarmuka khas HUAWEI, EMUI 5.1 yang sudah berjalan di atas Android Nougat.

HUAWEI nova 2i menawarkan kamera ganda depan dengan resolusi 13 megapixel dan 2 megapixel untuk membawa fotografi potret ke tingkatan yang lebih tinggi. Sedangkan, kamera ganda belakang mengusung lensa beresolusi 16 megapixel dan 2 megapixel.

“Kedua kamera ganda ini baik depan mau pun belakang menawarkan efek bokeh dan dapat menciptakan hasil gambar yang tajam, jernih, serta lebih artistik,” ujarnya.

Huawei nova 2i memiliki baterai berkapasitas 3.340 mAh yang dapat bertahan lebih lama dan mempunyai pemindai sidik jari dengan machine learning sehingga lebih akurat dan aman. HUAWEI nova 2i menawarkan sistem audio Huawei Histen untuk memberikan pengalaman audio yang menakjubkan.

HUAWEI nova 2i akan tersedia di Indonesia mulai 6 November dan masa pre-order sampai dengan 10 November melalui mitra e-commercenya, Shopee. HUAWEI membanderol smartphone itu senilai Rp3.999.000 dan akan tersedia dengan dua pilihan warna graphite black dan prestige gold.

Harga diatas sudah termasuk paket hadiah pre-order spesial senilai Rp600,000 yang terdiri dari bluetooth speaker, ring grip stand, smartphone holder, and selfie timer.

Huawei Nova 2i

Huawei meluncurkan smartphone Huawei Nova 2i yang menawarkan kamera ganda belakang dengan lensa 16 megapixel dan 2 megapixel. Sedangkan, kamera ganda depannya memiliki lensa 13 megapixel dan 2 megapixel.

Hebatnya, Huawei Nova 2i dapat menghasilkan efek bokeh atau blur dan memberikan efek 3D melalui kamera depan dan belakangnya.

Kameranya memiliki sensor BSI yang didukung autofokus phase-detection, dual LED flash untuk membantu memotret di tempat kurang cahaya dan diperkuat oleh OIS (Optical Image Stabilization).

Huawei Nova 2i mengusung desain layar FullView Display 5,9 inci dengan aspek rasio 18:9 dan konsep desain nyaris tanpa bingkai. Selain itu, smartphone itu menggunakan prosesor HiSilicon Kirin 659 2,35GHz dan quad-core berkecepatan 1,7GHz, RAM 4 GB dan memori internal 64 GB dengan tambahan microSD hingga 256 GB.

Huawei Nova 2i menjalankan Android 7.0 dengan desain antar muka khas Huawei, EMUI 5.1. Fitur lainnya, Nova 2i memiliki fitur pemindai sidik jari, port micro-USB untuk pengisian daya dan transfer data serta baterai berkapasitas 3.340 mAh.

Huawei Nova 2i akan menyasar segmen menengah dengan harga yang terjangkau seperti dikutip Phone Arena.

Huawei Nova 2i mengusung konektivitas smartphone lengkap dengan kehadiran WiFi, Bluetooth, 4G LTE Cat.6, 3G HSPA, GPS, dan NFC.

Richard Yu (CEO Huawei)

Para pabrikan smarpthone selalu ingin tampil beda untuk mendapatkan perhatian pasar, salah satunya dengan menjual smartphone berlayar lipat dan fleksibel. Huawei pun akan mengikuti jejak ZTE dan Samsung untuk membuat smartphone berlayar lipat.

Richard Yu (CEO Huawei) mengatakan Huawei telah membuat prototipe smartphone layar lipat dan masih membutuhkan penyempurnaan pada desainnya.

“Kami sudah memiliki prototipe smartphone layar lipat tetapi masih belum sempurna karena ada jarak antara dua layar. Ini kurang bagus dan kami harus menyingkirkannya,” katanya seperti dikutip CNET.

Yu pun sesumbarsmartphone layar lipatnya akan menawarkan teknologi yang canggih dan layar yang fleksibel. Huawei sendiri baru akan memperkenalkan smartphone layar lipatnya pada tahun depan.

Sekadar informasi, ZTE juga baru saja meluncurkan Axon M yang mengusung smartphone layar lipat. Axon M memiliki dua layar yang dipisahkan engsel sehingga dapat  dilipat. Jadi bukan layarnya yang bisa dilipat, melainkan menggabungkan dua layar yang dipisahkan engsel di tengahnya.

Untuk dapur pacunya, Axon M mengusung Snapdragon 821 dan RAM 4GB.

Huawei Mate 10

 

Huawei baru saja meluncurkan smartphone flagship Huawei Mate 10 dan Mate 10 Pro  yang mengusung prosesor Kirin 970 berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) dan Neural Processing Unit (NPU) yang lebih tangguh dari chipset kompetitor.

Eric Zhou (Planning Director Wireless Terminal Chipset Platform Huawei) mengatakan Kirin 970 memiliki CPU 8 inci dan GPU 12 inti. Chipset yang berukuran 1 cm persegi itu memiliki pemprosesan 10 nm dan memuat 5,5 miliar transistor.

“Berkat NPU, kinerjanya 25 kali lebih baik dan efesiensi dayanya 50 kali lebih besar. Jadi lebih hemat baterai,” kata Eric.

Kirin 970 juga diklaim memiliki kualitas lebih baik daripada pesaingnya, Qualcomm Snapdragon 835. Kirin 970 dapat mendeteksi kebiasaan pengguna dalam memakai smartphone dan menjalankan beberapa tugas berat seperti mendeteksi gambar, menerjemahkan tulisan asing lewat kamera, dan masih banyak lagi.

Dengan teknologi proses 10nm, Kirin 970 menawarkanpeningkatan performa yang cukup signifikan dibandingkan Kirin 960. Sekedar informasi, Huawei merancang Kirin 960 dengan teknologi proses 16nm.

Sementara itu, Huawei Mate 10 Pro mengusung layar AMOLED 6 inci dengan resolusi 2.160 x 1.080 pixel dan aspek rasio 18:9. Smartphone flagship itu mengusung prosesor Kirin 970 yang menawarkan kecerdasan buatan atau AI, RAM 6 GB dan memori internalnya 128 GB.

Huawei Mate 10 Pro memiliki dua kamera di bagian belakang yang masing-masing beresolusi 20 megapixel untuk mono dan 12 megapixel untuk RGB dengan lensa Leica bukaan lebar f/1.6.

Sedangkan, kamera depannya Huawei Mate Pro beresolusi 8 megapixel. Kedua smartphone itu sudah mengusung sistem Android Oreo (8.0) dengan antarmuka terbaru EMUI 8.

Untuk material, kedua smartphone itu menggunakan bahan kaca dengan pinggiran metal yang membuat fisiknya lebih premium. Untuk kapasitas daya, duo smartphone itu mengusung baterai 4.000mAh dengan kemampuan Quick Charging seperti dikutip The Verge.

Sama halnya smartphone flaghip lainnya, Huawei Mate 10 Pro sudah mengantongi sertifikasi IP67 yang tahan air dan debu. Untuk konektivitas, Huawei Mate 10 memiliki USB Type C dan dukungan Hi-Fi Audio. Huawei Mate 10 sudah mempunyai jack audio 3,5 mm dan tambahan slot kartu MicroSD.

Huawei Mate 10 hadir dalam pilihan warna pink gold, champagne gold, mocha brown, dan black. Huawei turut membuat Mate 10 edisi Porsche dengan bodi dari keramik hitam.

Huawei Mate 10 Pro menawarkan varian warna titanium grey, midnight blue, mocha brown, dan pink gold.

Huawei membanderol Huawei Mate 10 senilai 699 euro atau sekitarRp 11 jutaan dan 799 euro atau sekitar Rp12 jutaan untuk Mate 10 Pro. Sedangkan, Huawei Mate 10 Porsche Design dibanderol 1.395 euro atau Rp22 jutaan.

 

 

Saat ini Huawei masih berada di posisi tiga sebagai penguasa pasar smartphone global di bawah Apple dan Samsung. Sulit bagi Huawei untuk mengalahkan Apple dan Samsung pada tahun ini, mengingat penjualan Galaxy Note 8 dan iPhone 8 yang sukses di pasar.

Namun, perusahaan riset ternama IDC optimistis Huawei mampu mengalahkan Apple dan Samsung pada tahun ini.

Data IDC mengungkapkan Huawei menguasai 11,3 persen pangsa pasar dengan pengapalan smartphone 38,5 juta unit. Sedangkan, pangsa pasar Appel sebesar 12 persen pada periode dengan pengapalan iPhone sebanyak 41 juta unit.

“Huawei adalah penantang terbesar bagi Apple dan Samsung dengan pertumbuhan yang cepat dan berpeluang menyalip Apple di bisnis smartphone, baik tahun ini maupun tahun depan,” kata Francisco Jeronimo (Direktur Riset untuk perangkat mobile IDC Eropa) seperti dikutip CNBC.

“Huawei bermimpi menjadi yang nomor satu dan mereka melakukannya sangat baik,” ujarnya.

Jeronimo mengatakan Huawei telah melakukan investasi agresif dalam bisnis smartphone dalam dua tahun terakhir dan telah mengalami pertumbuhan yang pesat. Strategi itu sukses menantang Apple dan Samsung di segmen pasar premium.

Alasan lainnya, Huawei sukses meluncurkan chipset-nya sendiri, Kirin 970, yang berbasis kecerdasan buatan (AI) dan kualitasnya tidak kalah dengan prosesor Samsung dan Apple.

“Ini akan memberi mereka (Huawei) keunggulan bersaing dengan pemain lain karena tidak banyak pemain yang mampu mempunyai chipset AI sendiri. Kami melihat Apple, Samsung, Huawei, dan Google mampu mandiri. Berbeda dari vendor yang bergantung pada orang lain,” ucap Jeronimo.

“Jika Huawei tidak mampu membuat chip sendiri, posisinya akan jauh berada di belakang Apple dan Samsung dalam beberapa tahun,” pungkasnya.

Penjualan kelompok bisnis konsumer Huawei sebagian besar berasal dari smartphone senilai 105,4 miliar yuan atau setara dengan US$16 miliar pada paruh pertama tahun 2017.

Sebagai perbandingan, iPhone memberikan kontribusi kepada Apple mencapai US$58 miliar dan kontribusi penjualan smartphone Samsung senilai US$45,6 miliar pada periode yang sama.

Ilustrasi Huawei Mate 10 Pro

Bocoran spesifikasi smartphone flagship Huawei Mate 10 kembali beredar di dunia maya. Huawei sendiri akan memperkenalkan empat varian Huawei Mate 10 yaitu regular, Pro, Lite dan Porsche Design.

Huawei meluncurkan video teaser Huawei Mate 10 yang mengungkapkan keunggulannya dalam kecerdasan buatan (AI). ”

Ini bukan sebuah smartphone, tapi sebuah mesin pintar. Ini melihat, berpikir dan belajar seperti kita untuk kita,” tulis Huawei pada teaser tersebut seperti dikutip Phone Arena.

Huawei mengklaim Kirin 970 akan menjadi chip AI mobile pertama dengan Neural Processing Unit (NPU). Berkat prosesor itu, Huawei Mate 10 mampu mengawasi dan mempelajari kebiasaan untuk memudahkan tugas pengguna.

Huawei Mate 10 Pro mengusung layar 6 inci dengan resolusi 2.880 x 1.440 pixel dan aspek rasio 18:9 serta desainnya yang tanpa layar atau bezel-less. Untuk jantung pacunya, smartphone flagship itu menawarkan prosesor octa-core Kirin 970, RAM 4 GB dan baterai 4.000 mAh.

Ilustrasi Huawei Mate 10 Pro

Huawei Mate 10 Pro mengusung kamera ganda Leica yang masing-masing mempunyai sensor 12 megapixel dan 20 megapixel dengan aperture f/1.6 yang mampu mengambil gambar di kondisi cahaya yang redup.

Untuk kamera selfienya, smartphone itu memiliki kamera depan 8 megapixel.

Huawei menyediakan tiga pilihan warna Huawei Mate 10 Pro yaitu hitam, biru, abu-abu dan coklat. Huawei juga memberikan aksen garis tebal dengan motif yang menghiasi bagian kameranya.

Rumornya, Huawei akan membanderol Huawei Mate 10 Pro senilai 1.138 dolar AS atau sekitar Rp14 jutaan untuk pasar Tiongkok, lebih mahal dari iPhone X yang dibanderol Rp13 jutaan.

Panoramic photo of Auckland city near the industrial area. Auckland Region, North Island, New Zealand

Perusahaan teknologi NVIDIA, Alibaba, dan Huawei berkomitmen membangun kota pintar metropolis yang berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) di Tiongkok

NVIDIA pun menggandeng perusahaan produsen kamera CCTV asal Tiongkok, Hikvision, untuk menyiapkan perangkat kamera yang berbasis prosesor kecerdasan buatan NVIDIA Jetson. Kolaborasi kedua perusahaan itu akan memberikan teknologi analisis dan pengenal wajah secara realtime.

NVIDIA akan mengimplementasikan aplikasi kecerdasan buatan NVIDIA Metropolis yang akan mengendalikan sistem yang kota pintar tersebut.

Aplikasi itu dapat memberikan informasi kemacetan, mencari posisi orang hilang dan layanan publik lainnya yang mengandalkan data dari sensor pintar yang terpasang di setiap sudut kota.

Aplikasi itu mampu menganalisa video dari lebih 1 miliar kamera pengawas yang terpasang bahkan mengenali identitas dari wajah yang tertangkap kamera, seperti dikutip TechCrunch.

Huawei pun akan menyediakan sistem video content management dan Alibaba akan menyediakan teknologi penyimpanan data di server cloud untuk mendukung berjalannya seluruh teknologi tersebut secara cepat dan realtime.

Alibaba dan Huawei menjadi perusahaan terbaru dari 50 perusahaan dunia yang sudah bergabung dan menggunakan teknologi NVIDIA Metropolis. Teknologi itu akan mempermudah tugas pihak kepolisian untuk dalam mengatur keamanan kota.

Tiongkok adalah pasar yang seksi bagi vendor smartphone, menyusul populasi penduduk terbesar di dunia dan daya beli penduduknya yang tinggi. Tak heran, banyak vendor smartphone yang berlomba-lomba di Tiongkok termasuk Apple dan Samsung.

Korea International Trade Association melaporkan total pemakaian smartphone berdasarkan merek di Tiongkok. Ternyata, pengguna gadget di Tiongkok lebih banyak menggunakan gadget Apple ketimbang Samsung.

Total pengguna iPhone mencapai 171 juta orang di Tiongkok. Sedangkan, pengguna smartphone Samsung hanya 48 juta orang. Hebatnya, sebanyak 53,4 persen pengguna iPhone akan memilih menggunakan merek yang sama. Sedangkan, hanya 7,2 persen saja yang akan kembali membeli smartphone buatan Samsung seperti dikutip Apple Insider.

Bahkan, Samsung tidak berdaya melawan smartphone bikinan lokal Tiongkok seperti Huawei, Oppo, Vivo dan Xiaomi. Di bawah Apple, ada Huawei yang memiliki jumlah pengguna sebanyak 132 juta orang, Oppo sebanyak 124 juta orang, Vivo sebanyak 108 juta orang dan Xiaomi sebanyak 68 juta orang.

Samsung kewalahan menghadapi serangan smartphone lokal karena smartphone Huawei, Oppo, Vivo, dan Xiaomi menawarkan harga yang terjangkau.

Laporan itu mengungkapkan sebanyak 64 persen smartphone yang terjual di Tiongkok pada kuartal kedua 2017 memiliki banderol 300 dollar AS atau sekitar Rp3,9 juta. Sedangkan, smartphone yang memiliki harga di atas 600 dollar AS atau sekitar Rp7,9 juta hanya meraup 6,4 persen.

Tiongkok sendiri adalah pasar smartphone terbesar di dunia, sehingga pangsa pasar di negara tersebut sangat penting bagi para vendor.

Dari sejumlah merek Tiongkok, Huawei merupakan yang paling besinar di pasar global. Berdasarkan riset Counterpoint, Huawei berhasil menduduki peringkat dua di pasar smartphone global untuk periode Juni dan Juli 2017. Posisi yang sebelumnya ditempati oleh Apple.

TERBARU

ASRock Beebox-S 7200U adalah sebuah barebobe PC mini yang ditujukan untuk banyak penggunaan termasuk sebagai HTPC (home theater PC).