Tags Posts tagged with "Intel"

Intel

Brian Krzanich (CEO Intel) ketika memberikan sambutan dalam acara kerjasama sponsorship dengan IOC untuk Olimpiade

Intel resmi menggandeng The International Olympic Committee (IOC) dalam acara penandatanganan perjanjian resmi di New York. Intel akan bergabung dengan The Olympic Partner (TOP), sebuah program sponsor dunia dan menjadi Worldwide TOP Partner hingga tahun 2024.

Sebagai Worldwide TOP Partner, Intel akan mendukung National Olympic Committees, IOC dan pengurus Olimpiade. Hak aktivasi global Intel termasuk Olimpiade Musim Dingin 2018 di Pyeongchang, Olimpiade Tokyo 2020, Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing dan Olimpiade pada 2024 di kota yang masih belum dipilih.

Nilai transaksi kerjasama itu belum terungkap tetapi sumber IOC mengungkapkan kepada Reuters bahwa sponsor utama harus membawa $100 juta atau sekitar Rp1,3 triliun untuk empat tahun yang sudah termasuk olimpiade musim panas dan dingin.

Intel bergabung dengan perusahaan-perusahaan besar lainnya yang sudah menjadi sponsor utama seperti Coca-Cola, Samsung dan Alibaba. IOC mencoba membuat Olimpiade lebih tech savvy dan menyasar anak muda melalui jaringan TV berbasis Internet, Olympic Channel.

Thomas Bach (Presiden IOC) mengatakan Olimpiade memberikan wadah kepada para penggemar dan atlet yang telah menginspirasi banyak orang di seluruh dunia melalui olahraga dan nilai-nilai Olimpiade yaitu keunggulan, persahabatan dan rasa hormat.

“Intel adalah pemimpin dunia di bidangnya. Kami sangat bersemangat berkerjasama dengan Intel untuk mengubah Olimpiade melalui teknologi canggih. Bergabungnya Intel, akan membuat para penggemar di stadion, para atlet dan para penonton di seluruh dunia akan menyaksikan kemegahan Olimpiade dengan pengalaman yang berbeda,” katanya seperti dikutip Reuters.

Brian Krzanich (Chief Executive Officer Intel) mengatakan Intel sangat senang bergabung dengan Olympic Movement dan akan segera mengintegrasikan teknologi inovatif Intel untuk meningkatkan kualitas Olimpiade bagi para penggemar di seluruh dunia.

“Kami akan mempercepat adopsi teknologi untuk masa depan olahraga dalam kompetisi atletik terbesar di dunia,” ujarnya

Apa saja yang akan dilakukan Intel selama Olimpiade?. Intel akan menyiarkan Olimpiade Musim Dingin melalui virtual reality secara langsung (real-time) pada Olimpiade Musim Dingin 2018 di Pyeongchang, Korea Selatan.

Selain itu, Intel akan menghadirkan platform kecerdasan buatannya (AI) dan memberikan dukungan teknologi serta konten untuk kegiatan operasional pembawa acara Olympic Broadcasting Services dan Olympic Channel.

Intel pun akan menghadirkan platform konektivitas 5G Intel dalam ajang Olimpiade untuk mendemonstrasikan kecepatan jaringan 5G dalam ajang tersebut.

Intel pun akan menghadirkan Intel True VR yang akan menayangkan siaran langsung pertama dari Olimpiade Musim Dingin dengan teknologi virtual reality (VR) dan memungkinkan para penggemar mendapatkan pengalaman yang lebih nyata dari rumah mereka.

Intel pun akan mempertunjukan drone Intel yang akan menciptakan cahaya dan foto-foto dari langit. Intel juga akan mengusung teknologi Intel 360 replay yang memungkinkan para penggemar dapat merasakan momen Olimpiade paling berkesan dan tak terlupakan dari berbagai sudut lokasi Olimpiade.

Intel akan menghentikan produksi tiga perangkat komputer mini untuk pendukung IoT, yaitu Galileo, Joule, dan Edison.

Galileo adalah modul komputer mini pertama yang dirilis Intel pada tahun 2013. Modul itu dikembangkan bersama Arduino untuk menyaingi Raspberry Pi. Pada tahun 2014, Intel merilis Edison, komputer mini seukuran SD card yang dimaksudkan untuk pemakaian di perangkat wearable dan IoT.

Sedangkan Joule baru saja diluncurkan tahun lalu dengan tujuan pemanfaatan di teknologi robotika. Intel Joule merupakan komputer mini paling canggih dengan spesifikasi prosesor Intel Atom, RAM 4 GB, penyimpanan 16 GB, serta dukungan Wi-Fi, pelacak wajah, dan natural language processing.

[BACA: Membuat Sendiri Perangkat IoT untuk Pemula ala Onno W. Purbo]

Ketiga perangkat itu, ditambah kacamata pintar Recon Jet, awalnya dikembangkan Intel agar tidak ketinggalan inovasi di industri wearable dan IoT yang kian marak. Sebelumnya, Intel sudah kalah langkah di industri prosesor mobile dari produsen seperti Qualcomm dan MediaTek.

Akan tetapi, kemajuan dari perangkat-perangkat ini sepertinya tidak sesuai harapan semula. Raspberry Pi dan Arduino masih jauh lebih populer di kalangan pehobi dan pelaku industri. Walhasil, produksi tiga perangkat itu pun harus disetop.

Meski demikian, Intel masih memiliki satu varian komputer mini yang tersisa, Curie, yang juga ditujukan untuk perangkat wearable tetapi lebih hemat daya.

Intel menyatakan bahwa mereka masih melayani pemesanan Galileo, Edison, dan Joule sampai tanggal 16 September 2017 dan mengirimkan produk-produk itu hingga tanggal 16 Desember 2017. Setelah itu, semua proses produksi bakal ditutup total.

 

Intel Compute Card, komputer mini seukuran kartu kredit.

Dalam gelaran Computex 2017 di Taiwan, Intel mengumumkan rencana peluncuran komputer mininya yang seukuran kartu kredit, Intel Compute Card, mulai Agustus 2017.

Dalam peluncurannya nanti, Intel akan menggandeng sejumlah pabrikan, seperti Sharp, LG Display, Foxconn, NexDock, dan TabletKiosk. Beberapa vendor lainnya juga sudah mengembangkan perangkat berbasis Compute Card, seperti HP, Dell, dan Lenovo.

Sebelumnya, Intel Compute Card telah dipamerkan Intel pada CES 2017 Las Vegas, Januari lalu. Ukurannya sedikit lebih besar daripada kartu kredit, yaitu panjang 95 mm, lebar 55 mm, dan tebal 5 mm.

Intel Compute Card mencakup semua elemen dari sebuah komputer PC, termasuk prosesor Intel Core vPro generasi ke-7 Kaby Lake, Intel SoC, memori, storage, dan konektivitas nirkabel dengan pilihan I/O nan fleksibel.

Konektivitasnya pun telah dilengkapi Wi-Fi dan Bluetooth. Untuk terhubung ke perangkat lain, Compute Card mengandalkan USB-C, HDMI, dan DisplayPort. Hebatnya, Compute Card sangat portabel dan bisa dilepas-pasang.

Sebagai contohnya, Intel menunjukkan penggunaan Compute Card pada beberapa produk jadi, misalnya digital signage (papan iklan digital) buatan Sharp, PC mini dari Seneca dan Foxconn, serta monitor yang bisa dijadikan PC all-in-one dari LG.

Kemungkinan lainnya, Compute Card dapat dimanfaatkan pada lemari es interaktif, smart kiosk, kamera security, robot, drone, AC, lampu pintar, gateway IoT, dan perangkat digital lainnya.

Intel akan menghadirkan kartu komputer ini dalam empat model, masing-masing diotaki prosesor Celeron N3450, Pentium N4200, Core i3 m3-7Y30, dan Core i5 vPro Y757. Memorinya didukung DDR3 4 GB dan eMMC 64 GB atau SSD 128 GB.

Spesifikasi Intel Compute Card.

Intel Luncurkan Prosesor Core iX

Intel meluncurkan varian prosesor desktop terbaru Intel Core X dalam ajang Computex 2017 di Taiwan. Intel Core X menawarkan performa yang lebih kuat dari Intel Core i5 dan Core i7.

Prosesor Intel Core X menyasar gamer dan pengembang aplikasi konten yang membutuhkan kinerja komputasi kelas berat. Bahkan, Intel mengklaim prosesor Intel Core X sebagai prosesor desktop konsumen pertama yang menawarkan 18-core dan 36-thread.

Deretan prosesor Intel yang tergabung dalam keluarga Core X adalah Core i5-7640X menawarkan 4-core dan 4-thread dengan banderol US$242 atau sekitar Rp3 jutaan.

Core i7 X-Series menawarkan 4-core/8-thread dengan banderol US$ 339 atau sekitar Rp4 jutaan dan 10-core/20-thread senilai US$599 atau sekitar Rp 7 jutaan.

Terakhir, Core i9-7900X yang memiliki 10 core dan 20 thread dengan hyper-threading serta clock speed 3,3GHz, kecepatan Turbo Boost 2.0 4,3 GHz dan 4,5 GHz untuk Turbo Boost 3.0, ditambah 13,75MB L3 Cache, 44 PCIe 3.0 lane. Prosesor itu dibanderol US$999 atau sekitar Rp13 jutaan.

Dalam ajang itu, Intel juga memperkenalkan Intel Core i9 Extreme Edition dengan 18 Core dan 36 Thread. Core i9 Extreme dibanderol US$1.999 atau sekitar Rp26 juta.

Semua prosesor Core X itu dapat terintegrasi dengan chipset motherboard X299 Intel yang baru.

Dalam hal arsitektur, hampir semua prosesor Intel Core X berdasarkan platform Skylake generasi keenam Intel atau Skylake X, seperti dikutip The Verge.

Selain keluarga Core X terbaru, Intel juga memperbarui jajaran chip mainstream Intel yang kedelapan, Coffee Lake.

(kredit: http://wccftech.com)

Harga prosesor Intel di segmen desktop dan laptop sempat naik pada kuartal pertama tahun ini. Ini membantu mendongkrak pendapatan per kuartal bagi Client Computing Group–yang menangani chip untuk PC–sebesar US$8 miliar. Pendapatan ini meningkat sebanyak enam persen dibandingkan pendapatan pada kuartal yang sama di tahun lalu.

Namun, prosesor Intel kini menghadapi tantangan serius dari kehadiran prosesor Ryzen buatan AMD. Prosesor Ryzen memiliki kinerja kompetitif dan dijual dengan harga yang jauh lebih rendah.

Hal ini terlihat misalnya pada prosesor Ryzen kelas tertinggi, yakni seri 1800X. Produk yang ditargetkan untuk para gamer dan memiliki delapan inti ini hanya dijual dengan harga US$499. Sementara prosesor sekelas ini dari Intel yakni Core i7-6900K, dijual dengan harga US$1.089. Prosesor tercepat Intel yang ditujukan untuk gaming, yakni Core i7-6950X Extreme Edition, dijual dengan harga yang lebih mahal lagi, yakni US$1.723.

Namun, Brian Krzanich (CEO Intel) menampik kehadiran Ryzen sebagai penyebab rencana dipangkasnya harga aneka prosesor Intel ini. Menurut Brian, dinamika pasar yang ada saat ini merupakan penyebab utama pemangkasan harga tersebut.

Para pengamat menyatakan bahwa selama lebih dari satu dekade, prosesor AMD yang dipasarkan dengan harga lebih murah, dianggap berkinerja lebih rendah dibandingkan prosesor Intel. Para pengamat menambahkan bahwa para vendor PC yang dulunya mengesampingkan prosesor AMD untuk membuat sistem game, kini mulai menjalin kerja sama dengan AMD untuk membangun sistem game yang lebih terjangkau.

Hal ini menurut para pengamat merupakan akibat dari kinerja Ryzen yang cukup bersaing dengan harga yang lebih murah dibandingkan prosesor Intel. Kelebihan Ryzen ini tentunya akan menguntungkan para pembuat PC yang ingin meningkatkan margin keuntungannya melalui penjualan PC yang lebih terjangkau.

Meskipun demikian, para pengamat menyatakan masih terlalu dini untuk memprediksi dampak kehadiran Ryzen terhadap penentuan harga prosesor Intel. Namun, menurut beberapa pengamat, di beberapa toko komputer di Amerika Serikat, harga prosesor Intel telah diturunkan setelah Ryzen muncul di pasaran.

Persaingan Makin Ketat

Para pengamat menambahkan bahwa mulai saat ini, tekanan harga akan berperan penting terhadap penjualan prosesor PC kelas atas. Di akhir tahun nanti, AMD juga akan merilis prosesor untuk laptop dan mainstream desktop yang membuat perang harga akan makin menarik untuk dicermati. Menurut para pengamat, Intel kini sedang mengalami tekanan yang besar oleh AMD.

Untuk menghadapi Ryzen, selain memangkas harga sebagai solusi jangka pendek, Intel harus merilis chip yang lebih baru dan lebih cepat dengan harga yang tidak terlalu jauh berbeda dengan yang ditawarkan AMD. Intel sendiri berencana akan merilis prosesor Core generasi kedelapan pada akhir tahun ini. Prosesor ini diklaim akan memiliki kinerja sepuluh persen lebih cepat daripada prosesor generasi ketujuh saat ini, atau yang lebih dikenal sebagai Kaby Lake.

Intel Perbarui Intel Xeon

Akhirnya, Intel memperbaharui merek dagang (rebrand) lini Xeon-nya untuk meningkatkan kinerja dan fitur. Selama ini chip Xeon menyasar untuk penggunaan server dan workstation seperti Mac Pro.

Intel akan memberikan sistem penamaan baru pada Intel Xeon menjadi processor Platinum, Gold, Silver, dan Bronze. Skema penamaan itu mirip dengan senyawa logam medali Olimpiade dan merek kartu kredit dari perusahaan seperti Delta.

Bahkan, sumber Intel mengatakan chip itu akan disebut Xeon-P, Xeon-G, Xeon-S, dan Xeon-B, dengan P untuk Platinum, G for Gold, dan lain sebagainya. Jadi, semakin berharganya tingkat senyawa logam pada chip Intel Xeon tersebut, maka chip itu akan semakin bertenaga.

Chip Platinum adalah chip tercepat dan kinerjanya sama dengan chip E7 high-end. Sedangkan, penamaan prosesor Bronze menyasar server low-end dan kinerjanya mirip dengan E5. Pada awal tahun ini, Intel meluncurkan server low-end E3 dan chip workstation berdasarkan arsitektur Kaby Lake.

Intel pun akan meningkatkan performa dan keamanan Intel Xeon Platinum. Intel pun memasang lapisan perangkat keras tambahan pada chip Skylake untuk meningkatkan keamanan data seperti dikutip PC World.

Server itu memiliki memori ECC dan fitur RAS (reliability, availability, and serviceability). Prosessor Xeon Gold akan membuat memori lebih cepat, mesin interkoneksi/akselerator, dan keandalan yang lebih tinggi.

Hal itu akan membuat chip lapis emas untuk aplikasi seperti pembelajaran mesin (machine learning). Intel akan menghubungkan FPGAs dan chip deep-learning dari Nervana sehingga processor dapat melakukan tugas seperti pengenalan gambar dan pemrosesan bahasa alami.

Intel juga akan memperkenalkan interkoneksi OmniPath bandwidth yang tinggi. Sejauh ini Intel hanya tersedia dengan chip superkomputer Xeon Phi-dengan chip Skylake-nya.

Intel Xeon Silver akan meningkatkan kinerja yang efisien berdaya rendah. Sedangkan, Intel Xeon Bronze menyasar pasar server entry level.

Server chip terbaru itu juga memiliki fitur Intel Volume Management Device sehingga SSD seperti super cepat Optane DC P4800X dan 3D NAND berbasis DC P4600. Intel akan menata ulang bisnisnya untuk lebih fokus pada pusat data, terutama dengan pasar PC yang sedang mengalami stagnan sejauh ini.

Samsung resmi memperkenalkan chip prosesor terbarunya Exynos 8895

Semenjak Windows menjadi platform desktop favorit di era 90-an dulu, Intel menjelma menjadi produsen chip terbesar di dunia berkat penjualan produk chip prosesor dari lini Pentium.

Sepak terjang Intel mulai meredup lantaran Intel gagal menangkap potensi pesatnya perkembangan industri mobile. Pelan tapi pasti, Samsung mulai menancapkan taringnya di pasar chip prosesor dan menggoyang dominasi Intel sebagai raksasa pabrikan chip prosesor.

Setelah 24 tahun lebih menjadi produsen chip terbesar di dunia, Intel harus bersiap-siap merelakan predikat tersebut lepas ke Samsung.

Hal itu disebabkan permintaan chip prosesor Samsung terus meningkat dan membuat harga chip-nya semakin mahal. Apalagi, pelanggan asal Tiongkok menuntut chip memori bertenaga untuk perangkat yang high-end.

“Jika harga chip memori terus meningkat hingga kuartal kedua tahun ini, Samsung akan mengisi posisi teratas dan menggantikan Intel yang telah menduduki peringkat 1 sejak 1993,” kata Bill McClean (Presiden dan Perusahaan Riset AS, IC Insights) seperti dikutip Ars Technica.

McClean memperkirakan penjualan chip Intel akan mencapai US$ 14,4 miliar pada kuartal saat ini. Sedangkan, penjualan chip Samsung menjadi US$14,6 miliar pada kuartal saat ini, meningkat 4,1 persen tahun ke tahun.

“Jika tercapai, ini akan menjadi sejarah bukan hanya untuk Samsung tetapi untuk semua produsen semikonduktor lainnya yang bertahun-tahun mencoba menggantikan Intel sebagai pemasok terbesar di dunia,” pungkasnya.

IC Insights juga mengatakan harga chip memori tidak turun pada paruh kedua 2017. Saat ini, kedua perusahaan itu akan menghasilkan sekitar US$ 60 miliar dalam penjualan semikonduktor pada 2017.

Perusahaan riset Nomura Securities memprediksi pendapatan Samsung pada kuartal kedua 2017 berkat meningkatnya permintaan chip memori Galaxy S8 dan Galaxy S8+.

“Permintaan global terhadap chip memori akan terus naik. Samsung akan membukukan laba operasi 13,5 triliun won (US$12 miliar) dan unit chipnya akan mencatat 7,4 triliun won (US$ 6,5 miliar) pada kuartal kedua,” kata Chung Chang-won (Kepala Pusat Penelitian Nomura Securities).

Attendees move in and out of the Tech Showcase at the 2016 Intel Developer Forum in San Francisco on Tuesday, Aug. 16, 2016. (Credit: Intel Corporation)

Setiap perusahaan teknologi papan atas di dunia umumnya memiliki acara tahunan untuk memamerkan inovasi produk dan solusi terbaru kepada mitra, pelanggan, dan pengembang. Tak terkecuali Intel yang secara rutin mengadakan Intel Developer Forum (IDF) sejak tahun 1997.

Namun, menginjak usia ke-20 IDF tahun ini, Intel memutuskan untuk menghentikan perhelatan akbar tersebut. Padahal, IDF 2017 sudah dijadwalkan untuk digelar pada 15 – 17 Agustus 2017 di Moscone West, San Francisco, AS.

“Intel telah mengalami evolusi dalam portofolio event dan memutuskan untuk memensiunkan program IDF untuk seterusnya. Terima kasih untuk pengalaman hampir 20 tahun bersama Intel Developer Forum! Kami tetap menyediakan dukungan di intel.com, termasuk Resource and Design Center yang berisi dokumentasi, perangkat lunak, dan perkakas bagi desainer, engineer, dan pengembang,” tulis Intel di situs resmi IDF, Senin (17/4).

Sebelumnya, Intel memang telah mengumumkan rencana perubahan format IDF 2017 di San Francisco dan meniadakan IDF 2017 di Shenzhen, Tiongkok. Akan tetapi, pada akhirnya Intel justru menghentikan program IDF secara keseluruhan.

[BACA: IDF 2016: Intel Kenalkan Headset VR All-in-One Project Alloy]

Kepada AnandTech, perwakilan Intel mengungkapkan alasan utama penghentian program IDF adalah transformasi strategi bisnis Intel yang begitu cepat dalam dua sampai tiga tahun terakhir.

Dahulu, Intel dikenal sebagai perusahaan semikonduktor yang berfokus pada industri PC. Tetapi, belakangan ini Intel lebih menekankan inovasi teknologi berbasis data, mencakup bidang kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), otomotif, serta produk-produk “kekinian” semacam drone, VR, dan wearable.

During his keynote remarks, Ian Yang (corporate vice president and president of Intel China) introduced Ninebot Segway Robot that’s enabled with Intel Atom and RealSense technology.

Acara tahunan semacam IDF dianggap sudah tidak memadai untuk menjelaskan seluruh area baru tersebut. Akhirnya, Intel mengganti strategi komunikasi dengan mengadakan acara-acara yang berskala lebih kecil, tetapi lebih tersegmen dan menyasar bidang-bidang tertentu. Contohnya AI Day, Cloud Day, dan Manufacture Day.

Intel juga akan lebih aktif menggandeng mitra penyelenggara acara teknologi berdasarkan wilayah-wilayah geografis, seperti Amerika, Eropa, dan Asia Pasifik. Harapannya, Intel bisa menggali lebih dalam pengalaman dan keahlian yang mereka kembangkan di sektor-sektor spesifik.

Mobil SUV Audi Q7 yang menggunakan teknologi AI Nvidia.

Banyak yang bertanya-tanya kapan pabrikan mobil memperkenalkan secara resmi mobil tanpa sopir di pasar. Jawabannya, belum pasti.

Belum jelasnya jadwal peluncuran mobil tanpa sopir ini menguatkan tanda ketidakpastian teknologi dan perpecahan pemain di dalam industrinya.

Saat ini, pabrikan chip Nvidia berhadapan langsung dengan Intel dalam pembuatan chip untuk mobil tanpa sopir. Intel pun telah membeli Mobileye, perusahaan Israel yang bergerak dalam bidang mobil tanpa sopir, senilai US$15 miliar. Qualcomm juga diketahui sedang serius menggarap “otak” elektronik untuk mobil pintar.

Jen-Hsun Huang (CEO, Nvidia) memprediksi pabrikan mobil akan menggenjot pengembangan teknologi canggih dan menghadirkan mobil tanpa sopir pada 2025.

“Kehadirkan deep learning dan komputasi kecerdasan buatan akan mempercepat roadmap kehadiran mobil tanpa sopir,” katanya dalam ajang konferensi Bosch Connected World di Berlin seperti dilansir Reuters.

Sedangkan Bosch, penyuplai komponen mobil asal Jerman, mengungkapkan industri membutuhkan waktu enam tahun lagi untuk menghadirkan mobil tanpa sopir.

Ada beberapa tantangan pengembangan teknologi mobil tanpa sopir yaitu meningkatkan kemampuan menghindari kecelakaan, mengurangi harga sensor teknologi yang mahal, dan meningkatkan sistem keamanan mobil tanpa sopir dari ancaman siber.

“Kami harus membuktikan mobil tanpa sopir harus berkendara dengan benar dan mampu menghindari kecelakaan,” kata Volkmar Denner (CEO, Bosch).

Nvidia telah menyediakan chip grafis canggih yang menampilkan visualisasi dan simulasi mobil tanpa sopir. Kini, Nvidia sedang mengerjakan komputasi kecerdasan buatan yang mengajarkan komputer dan menulis ulang kode.

“Tidak ada manusia yang bisa menulis kode untuk menangkap keragaman dan kompleksitas,” ujar Huang.

Mobileye mengembangkan Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) atau sistem yang meliputi chip, sensor, dan perangkat lunak yang mampu mengenali dan menghindari benturan/tabrakan dengan objek di sekitar kendaraan.

Intel memperkuat komitmen dalam pengembangan teknologi mobil pintar dengan membeli Mobileye, perusahaan asal Israel, dengan nilai berkisar US$14 sampai US$15 miliar.

Jika rampung, pembelian ini akan menjadi akuisisi terbesar yang pernah terjadi pada perusahaan teknologi di Israel, seperti dilansir CNBC dari surat kabar Israel TheMarker.

Mengapa Intel tertarik untuk mencaplok Mobileye? Sebagai informasi, Mobileye merupakan salah satu pemain penting di industri teknologi mobil pintar dan mobil otonom (autonomous).

Sejak tahun 1999, Mobileye telah mengembangkan Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) atau sistem yang meliputi chip, sensor, dan perangkat lunak yang mampu mengenali dan menghindari benturan/tabrakan dengan objek di sekitar kendaraan.

Para pelanggan Mobileye meliputi pabrikan-pabrikan otomotif terkemuka, seperti Audi, BMW, General Motors, Ford, Tesla Motors, dan Volkswagen. Mobileye terjun ke bursa saham New York pada tahun 2014 dan saat ini memiliki market cap sekitar US$10 miliar. Artinya, nilai akuisisi Intel lebih besar daripada valuasi di lantai bursa.

Ziv Aviram (CEO, Mobileye).

Sebelumnya, Intel dan Mobileye telah bekerjasama dengan BMW untuk mengerjakan 40 mobil swakemudi (self-driving car) yang bakal diujicoba pada paruh kedua tahun 2017. Target mereka yaitu meluncurkan mobil swakemudi secara komersial pada tahun 2021.

Pada tahun lalu, Intel pun sudah meluncurkan prosesor Atom E3900 yang dikhususkan untuk penggunaan di mobil pintar. Prosesor ini mampu mendukung sistem infotainment mobil, instrumen digital, dan ADAS.

TERBARU

Mengusung jargon Selfie Expert, Oppo F1s memiliki resolusi kamera depan yang lebih besar dibanding kamera utama.