Tags Posts tagged with "Intel"

Intel

Setelah melakukan refresh terhadap seri VivoBook di pertengahan kuartal ketiga lalu, di kuartal keempat ini ASUS Indonesia kembali menghadirkan update terhadap lini produknya tersebut.

Adalah VivoBook 14 A442, varian terbaru yang dihadirkan ke pasaran Indonesia. Berbeda dengan varian sebelumnya, VivoBook 14 A442 menyasar segmen mahasisw atau pengguna di usia 18-25 tahun. Yang menarik, VivoBook 14 A442 ini dilengkapi dengan prosesor Intel Core generasi ke-8 atau yang disebut dengan nama Kaby Lake Refresh.

“Teknologi terbaru tentu pasti akan kami hadirkan di lini produk ASUS, khususnya notebook. Apalagi ASUS bertanggungjawab terhadap 41,9 persen pangsa pasar notebook consumer di Indonesia,” sebut Galip Fu (Country Marketing Manager ASUS Indonesia).

Hal lain yang menarik, notebook ASUS ini juga menyediakan fingerprint sensor. “Pengguna dapat membuka kunci ASUS VivoBook dalam waktu cepat tanpa perlu mengetikkan password,” sebut Galip. “Sensor sidik jari ini lebih aman, lebih cepat dan sangat memudahkan,” tambahnya.

Tak hanya itu, ASUS VivoBook 14 menggunakan baterai jenis lithiumpolymer yang diklaim memiliki masa pakai hingga 3 kali lipat lebih awet dibandingkan dengan baterai lithium-ion biasa. “Yang menarik, dengan teknologi ASUS fastcharge, baterai yang sudah menipis bisa diisi penuh hingga kapasitas 60 persen dalam waktu 49 menit saja,” ujarnya.

ASUS Battery Health Charging Technology memungkinkan pengguna untuk menentukan kapasitas pengisian hingga 60%, 80% ataupun 100% sesuai kebutuhan. Penetapan kapasitas charging ini juga diklaim akan memperpanjang masa pakai baterai dan menurunkan kemungkinan terjadinya baterai melembung.

Di Indonesia, ASUS VivoBook 14 A442 dengan Intel Core generasi ke-8 sudah tersedia dalam 2 pilihan spesifikasi dan dipasarkan di harga mulai dari Rp7.999.000.

Bagi pengguna yang membutuhkan, VivoBook 14 A442 juga tersedia dalam pilihan yang menggunakan prosesor Intel Core i7-7500U. Seluruh varian dilengkapi dengan layanan garansi purna jual yang berlaku secara global selama 2 tahun senilai Rp1.250.000 dan mendapatkan bonus backpack secara cuma-cuma, senilai Rp299.000.

Notebook ini hadir dengan pilihan warna Star Gray, Rouge, Pearl White, Icicle Gold dan Vibrant Orange.

Berikut ini spesifikasi lengkap ASUS VivoBook 14 A442:

Main Spec.ASUS VivoBook 14 A442
CPUIntel Core i5 8250U Processor (6M Cache, up to 3.40 GHz)
Operating SystemWindows 10 Home
Memory4GB / 8GB DDR4 2133MHz SDRAM
Storage1TB SATA HDD 5400RPM
Display14” HD (1366×768) / FHD (1920×1080)
GraphicsDiscrete graphics Nvidia GT 930MX 2GB / Nvidia GT 940MX 2GB
Input/Output1x audio, 1x USB 3.0 Type-C, 1x VGA, 1x HDMI, 1x SD card reader, 1x USB 2.0, 1x RJ45 LAN, 1x USB 3.0, Fingerprint Reader
CameraVGA Web Camera
ConnectivityIntegrated 802.11b/g/n/ac, Bluetooth 4.0
AudioSupport Windows 10 Cortana, ASUS SonicMaster Technology

Built-in Stereo 3W speakers and analog microphone

BatteryPolymer 2 cells 38Whrs Battery
Dimension(WxDxH) 348 x 242.8 x 23 ~23.6 mm
Weight1,8Kg with Battery
ColorsIcicle Gold, Star Grey, Rouge, Pearl White
PriceRp7.999.000 / Rp9.199.000
Warranty2 tahun garansi global senilai Rp900.000

 

Peter Chambers (AMD Consumer Sales Director for Asia Pacific and Japan, tengah) menyebutkan bahwa AMD Ryzen mobile merupakan prosesor tercepat di dunia untuk ultrathin notebook.

Setelah meluncurkan Ryzen mobile di Amerika Serikat pada akhir bulan Oktober 2017 lalu, AMD juga meluncurkan secara resmi Ryzen mobile di Indonesia pada awal bulan November 2017 ini. APU baru yang memiliki TDP lima belas watt tersebut ditujukan oleh AMD untuk notebok sangat tipis dan 2 in 1. Tak hanya menawarkan TDP yang “ringan”, AMD Ryzen mobile ini diklaim mampu memberikan peningkatan kinerja secara signifikan dibandingkan generasi sebelumnya maupun kompetitornya.

“Bagaimana kami bisa mencapai titik ini? Meningkatkan penelitian dan pengembangan. Kami menghabiskan banyak uang untuk membawa produk ini ke pasar. Ada empat tahun masa pengembangan, dua juta engineering man-hour dalam mendesain produk ini,” sebut Peter Chambers (AMD Consumer Sales Director for Asia Pacific and Japan). “Kami memulai dengan selembar kertas bersih dan membangun produk bersangkutan dari awal,” tegas Peter Chambers lagi.

Ada dua APU untuk mobile yang diluncurkan yakni AMD Ryzen 7 2700U and AMD Ryzen 5 2500U. Keduanya menggunakan CPU Ryzen dan GPU Radeon Vega. AMD Ryzen untuk desktop dan AMD Radeon Vega untuk desktop sebenarnya telah lebih dulu hadir, tetapi kedua APU baru ini menandai penggabungan keduanya ke dalam satu silikon secara resmi untuk pertama kalinya.

CPU dari AMD Ryzen 7 2700U merupakan CPU quad core yang mendukung delapan thread, sedangkan GPU dari AMD Ryzen 7 2700U memiliki sepuluh core. Base clock dari APU ini adalah 2,2 GHz dengan turbo clock sampai 3,8 GHz.

Sementara AMD Ryzen 5 2500U memiliki spesifikasi yang tidak setinggi AMD Ryzen 7 2700U. AMD Ryzen 5 2500U tetap memiliki 4 core dengan 8 thread, tetapi base clock-nya hanya 2,0 GHz dengan turbo clock hanya sampai 3,6 GHz. Selain itu, GPU AMD Ryzen 5 2500U juga memiliki delapan core saja.

AMD Ryzen 7 2700U dan 5 2500U yang baru dilucurkan ditujukan untuk notebook tipis dan 2 in 1.

Bila dibandingkan dengan APU generasi ketujuh yang hadir sebelumnya, AMD Ryzen 7 2700U diklaim bisa menawarkan kinerja CPU sampai 200% lebih tinggi, kinerja GPU sampai 128% lebih baik, dan konsumsi daya sampai 58% lebih sedikit. Pencapaian ini lebih tinggi dari target yang ditetapkan kala AMD memiliki visi awal untuk membuat APU generasi berikutnya tersebut.

Yang tak kalah menarik tentunya klaim AMD terhadap kinerja APU mobile baru ini tatkala dibandingkan dengan kompetitornya, tepatnya Intel. Bila AMD Ryzen untuk desktop berhasil memberikan persaingan yang kuat terhadap proseseor Intel untuk desktop, hal serupa juga ditargetkan untuk AMD Ryzen mobile.

AMD misalnya mengklaim Ryzen 7 2700U menawarkan kinerja CPU yang lebih baik saat menjalankan multithreaded application, setidaknya aplikasi tertentu, dibandingkan Intel Core i7-8550U. Intel Core i7-8550U sendiri merupakan prosesor Intel terkini untuk mobile yang juga memiliki TDP lima belas watt. AMD mengambil contoh Cinebench R15 yang diklaim menawarkan kinerja lebih baik sekitar 44%. Namun ketika hanya menjalankan satu thread, AMD Ryzen 7 2700U memang masih tertinggal, meski sudah lebih bisa mendekati Intel Core i7-8550U. APU generasi sebelumnya sendiri tidak mampu mendekati kinerja kedua tawaran terkini itu.

Sementara untuk kinerja GPU yang bisa dibilang menjadi kekuatan AMD terhadap Intel sejak lama, AMD Ryzen 7 2700U tentu diklaim memberikan kinerja lebih baik. AMD Ryzen 7 2700 U menawarkan kinerja lebih baik sampai 161% dari Intel Core i7-8550U.

Adapun produk yang telah menggunakan AMD Ryzen mobile ini antara lain adalah Lenovo Ideapad 720S dan Acer Swift 3. Kedua memiliki opsi untuk menggunakan AMD Ryzen 7 2700U maupun AMD Ryzen 5 2500U.

 

Prosesor Intel 10 nm

Akhirnya, Intel menjawab keraguan semua pihak dengan meluncurkan chip prosesor dengan pabrikasi 10 nm pada akhir 2017. Hanyalah Intel, pabrikan chip prosesor yang meluncurkan chip prosesor 10 nm.

Intel akan menggunakan arsitektur Cannon Lake untuk prosesor 10 nm pertamanya tersebut. Tentunya, prosesor Intel 10 nm itu akan menawarkan performa yang lebih baik dan performa daya yang lebih efisien.

Sayangnya, Intel tidak menyiapkan prosesor Intel 10 nm dalam jumlah banyak sehingga tidak semua lapisan pasar akan mendapatkannya.

“Kami akan mengapalkan prosesor 10 nm pertama kami dalam jumlah sedikit pada akhir 2017 ini,” kata Brian Krzanich (CEO Intel) seperti dikutip Tech Power Up.

Tentunya, Intel akan menggenjot produksi prosesor 10 nm pada tahun depan terutama semester awal 2018.

“Kemudian, kami baru akan memproduksi prosesor 10 nm dalam jumlah banyak pada paruh pertama 2018, mengingat tingginya volume dan ketersediaan sistem di paruh kedua 2018,” pungkasnya.

Bersamaan dengan acara CitizenCon, Konferensi Pemain Game Star Citizen di Frankfurt, Jerman, yang bekerjasama dengan Roberts Space Industries, Intel juga meluncurkan Intel Optane SSD 900P Series.

Lantas apa keunggulannya? Seri Intel OptaneSSD 900P ini diklaim mampu memberikan jeda waktu keterlambatan yang sangat rendah serta kinerja baca dan tulis terbaik di kelasnya pada low queue depths atau empat kali lebih cepat daripada SSD berbasis NAND.

Seri Intel Optane SSD 900P ini pun diklaim sangat ideal untuk beban kerja penyimpanan yang membutuhkan performa tinggi, termasuk 3D rendering, simulasi komputasi yang kompleks, waktu pemuatan games yang cepat dan masih banyak lagi.

SSD ini memiliki daya tahan hingga 22 kali lebih kuat daripada drive lainnya, pun memberikan ketenangan bagi pengguna Intel Optane SSD 900P untuk menghadapi beban kerja terberat sekalipun.

Selama acara CitizenCon berlangsung, Intel mendemonstrasikan SSD terbarunya melalui game Star Citizen yang berjalan pada platform dengan prosesor Intel Core i9 dikombinasikan dengan Intel Optane SSD 900P Series. Kedua perusahaan tersebut juga mengumumkan untuk setiap pembelian Intel Optane SSD 900P Series, pemain Star Citizen akan mendapatkan Sabre Raven, pesawat ingame eksklusif untuk waktu yang terbatas.

“Seri Intel Optane SSD 900P sangat cepat dan sangat mudah untuk digunakan,” ujar Chris Roberts (Chairman dan CEO Cloud Imperium Games dan Roberts Space Industries). “Developer Star Engine kami telah mengembangkan teknologi untuk memperbaiki waktu pemuatan games menggunakan teknik terbaru. Teknik ini dikembangkan untuk Star Citizen dan dioptimalkan oleh Intel Optane SSD 900P Series, SSD tercepat yang telah kami uji. Kami akan terus mengembangkan Star Citizen bersama Intel Optane SSD 900P ke masa depan,” lanjut Roberts.

Saat ini seri Intel Optane SSD 900P telah tersedia di toko online yang memiliki jaringan global atau kunjungi Intel.com/SSD untuk informasi lebih lanjut mengenai teknologi Intel Optane SSD 900P Series dan Intel Optane.

Apple vs Qualcomm

Qualcomm harus bersiap kehilangan klien terbesarnya karena Apple berencana memutuskan kontrak kerjasamanya dengan Qualcomm dalam penyediaan chip modem untuk iPhone dan iPad terbaru.

Sebagai gantinya, Apple akan menggunakan chip-chip modem Intel dan Mediatek untuk produk terbarunya. Pemutusan kerjasama itu lantaran Qualcomm tidak mengizinkan Apple untuk menguji chip-chipnya di prototipe perangkat-perangkat iOS.

Qualcomm sangat kesal terhadap Apple lantaran Apple mengajukan gugatan hukum terkait praktek monopoli pembayaran royalti paten pada awal tahun ini. Sebaliknya, Apple menganggap Intel dan Mediatek sangat fleksibel dalam hal pembayaran royalti paten.

Tentunya, itu hanya baru sekedar rencana karena Apple belum mengambil keputusan final. Apabila perang paten antara Apple dan Qualcomm semakin memanas, tidak menutup kemungkinan Apple bakal beralih sepenuhnya kepada Intel dan MediaTek.

Saat ini, Apple masih menggunakan chip-chip modem Qualcomm untuk sebagian model iPhone 7 dan iPhone 8 pada tahun ini seperti dikutip Mac Rumors.

Qualcomm sudah mengajukan tuntutan hukum terhadap Apple di AS dan Beijing. Qualcomm meminta pelarangan produksi dan penjualan iPhone karena Apple melanggar sejumlah paten miliknya.

Apple pun langsung mengajukan banding terkait gugatan Qualcomm tersebut.

Qualcomm sendiri menguasai 50 persen pasar chip modem, menyusul 25 persen MediaTek dan 6 persen untuk Intel. Tahun lalu, Apple membeli 20 persen chip modem Qualcomm senilai USD3,2 miliar.

Pabrikan chip prosesor terbesar di dunia Intel melaporkan pendapatan yang besar pada kuartal ketiga tahun ini, menyusul pertumbuhan bisnis data center yang pesat.

Intel pun optimis nilai sahamnya akan mencapai USD3,25 perlembarnya dengan pendapatan USD62 miliar, mengalahkan prediksi analis yang memprediksi nilai saham Intel hanya USD3,01 perlembarnya dengan pendapatan USD61,4 miliar.

“Kombinasi pencapaian kuartal yang solid dan keuangan yang sehat akan membawa Intel ke masa depan yang cerah,” kata Daniel Ives (Chief Strategy Officer GBH Insights) seperti dikutip Reuters.

Keuntungan divisi Data Center Intel tumbuh 7 persen atau sekitar USD4,9 miliar pada kuartal ketiga tahun ini, mengalahkan prediksi analis hanya USD4,79 miliar.

“Kami akan tumbuh lebih besar di bisnis kami,” kata Bob Swan (Chief Financial Officer Intel).

Saat ini Intel fokus menggarap pasar data center, kecerdasan buatan (AI) dan chip mobil tanpa sopir. Bahkan, Intel telah mengakuisisi perusahaah mobil tanpa sopir Mobileye pada Agustus.

Dalam bisnis mobil tanpa sopir, Intel akan berhadapan dengan Qualcomm dan Nvidia Corp. “Dengan cloud, Internet of Things (IoT), dan mobil tanpa sopir area, kami memiliki area baru untuk berkembang,” ujarnya.

Pendapatan Intel dari bisnis tetap flat yaitu USD8,9 miliar. Baru-baru ini, Intel meluncurkan prosesor Coffe Lake yang akan menantang AMD Ryzen.

Prosesor Intel Nervana

Intel baru-baru ini meluncurkan prosesor Nervana Neural Network Processor (NNP) yang menyasar penggunaan machine learning. Teknologi prosesor itu sangat terikat dengan Nervana Systems.

Intel sendiri baru membeli startup deep learning Nervana Systems senilai $350 juta pada akhir Agustus lalu. Intel sedang berkompetisi Nvidia yang juga fokus membuat chip kecerdasan buatan (AI) dan machine learning.

Tingginya pasar AI membuat para pabrikan chip membuat industri tetap hidup. Intel pun fokus menggenjot pasar AI dan Intel Nervana NNP memprioritaskan skalabilitas, seperti dikutip Tech Crunch.

Tentunya, setiap pemain di industri ini akan membuat chip prosesor neural network. Intel memastikan chip NNP akan dikapalkan pada akhir tahun ini.

Facebook juga membantu Intel dari sisi teknisnya.

Bersamaan dengan World Knowledge Forum yang bertempat di Seoul, Korea Selatan, Profesor Amnon Shashua (CEO Mobileye) dan Steven L. Fund (Intel Senior Vice President), meluncurkan formula untuk membuktikan keamanan kendaraan tanpa pengemudia atau swakemudi.

Formula ini diterbitkan dalam makalah akademis dan ringkasan makalah untuk publik, yang merupakan sebuah formula matematika formal untuk memastikan bahwa kendaraan swakemudi mampu beroperasi dengan cara yang aman dan tidak akan menyebabkan kecelakaan fatal.

Mobileye yang merupakan anak perusahaan Intel, ditempatkan sebagai pelopor dalam teknologi otonom dan pemasok kamera terbesar di dunia untuk advanced driver assistance systems (ADAS).

Dengan implementasi yang sukses selama bertahun-tahun dalam otomatisasi kendaraan dan evolusi dari ADAS menjadi otonomi penuh, Shashua dan Shai Shalev-Shwartz mengembangkan sebuah formula matematika yang dapat menjawab pertanyaan jika terjadi kecelakaan yang melibatkan kendaraan swakemudi.

Dalam pidatonya, Shashua meminta industri kendaraan swakemudi dan pembuat kebijakan untuk menyusun standar kolaboratif yang secara definitif menetapkan kesalahan kecelakaan jika sewaktu-waktu terjadi tabrakan antara kendaraan yang dikendalikan oleh manusia dan kendaraan swakemudi.

Pasalnya, Shashua menjelaskan bahwa semua peraturan saat ini masih dikhususkan bagi pengemudi mobil dan masih membutuhkan parameter baru untuk kendaraan swakemudi.

Lebih lanjut lagi Shashua menjelaskan bahwa kemampuan untuk mengakui kesalahan adalah kuncinya. Sama seperti pembalap terbaik di dunia, mobil swakemudi tidak bisa menghindari kecelakaan karena tindakan di luar kendali mereka.

“Tapi pengemudi yang paling bertanggung jawab, sadar dan berhati-hati sangat tidak mungkin menyebabkan kecelakaan karena kesalahannya sendiri, terutama jika mereka memiliki penglihatan 360 derajat dan waktu reaksi yang cepat seperti kendaraan otonom,” jelas Sashua.

Formula ini diciptakan dengan cara memastikan mobil otonom hanya akan beroperasi dalam kerangka kerja yang “aman” sesuai dengan definisi kesalahan yang jelas dan disepakati oleh seluruh industri dan regulator.

Sementara itu, Sam Abuelsamid (Analis riset senior yang berkontribusi terhadap program Efisiensi Transportasi Navigant Research) menyebut, para pembuat kebijakan di seluruh dunia perlu memikirkan bagaimana mengelola adopsi kendaraan swakemudi dengan mudah dan memiliki metode umum yang terbuka untuk mengevaluasi teknologi otonom.

“Model Responsibility Sensitive Safety yang kami usulkan merupakan awal yang tepat untuk memulai hal tersebut,” sebut Sam. Setidaknya sebagai metode evaluasi, formula tersebut tidak akan mengunci seseorang ke teknologi tertentu, namun sembari menyediakan kerangka kerja yang baik untuk proses pengambilan keputusan di dalam sistem kontrol.

Chip 17-qubit buatan Intel untuk pengembangan quantum computing.

Intel menunjukkan kepemimpinan di bidang quantum computing dengan memamerkan test chip 17-qubit yang didesain dan dikembangkan bersama QuTech, mitra penelitian Intel di Belanda.

Berukuran setara uang 25 sen Amerika Serikat dengan diameter 24 mm, chip uji coba ini mengemas desain dan material tingkat lanjut, arsitektur baru yang meningkatkan keandalan dan kestabilan setiap qubit, serta skema interkoneksi yang bisa diperbesar hingga 10 sampai 100 kali lebih besar dalam mengirim dan menerima sinyal.

“Penelitian kami telah sampai di titik di mana kami bisa memproduksi qubit test chip secara rutin dan QuTech bisa melakukan simulasi beban kerja algoritma kuantum,” kata Dr. Michael Mayberry (Corporate VP & Managing Director, Intel Labs).

Quantum computing adalah salah satu teknologi yang diramal menjadi tulang punggung komputasi masa depan. Dengan proses komputasi paralel berkecepatan super, berbagai skenario perhitungan dan analisis rumit bisa dilakukan dalam waktu yang lebih singkat–sesuatu yang mustahil dilakukan komputer konvensional.

Contoh kasusnya, quantum computing dapat melakukan simulasi cuaca dan perilaku lingkungan untuk meningkatkan penelitian di bidang kimia, ilmu material, dan pemodelan molekuler, misalnya dalam pengembangan obat-obatan baru atau superkonduktor dengan suhu ruang.

Tantangannya, quantum computing dibangun di atas qubit (quantum bit) yang sangat rapuh. Sedikit gangguan saja bisa mengakibatkan kehilangan data. Walhasil, komputer kuantum ini harus dioperasikan di dalam ruangan dengan suhu 20 milikelvin atau 250 kali lebih dingin daripada suhu di luar angkasa.

Sejak tahun 2015, tim peneliti Intel di Oregon dan Arizona, AS, pun bekerja keras untuk merancang desain dan teknologi pengemasan prosesor kuantum yang lebih tahan terhadap kondisi ekstrem.

Prosesor Intel Core generasi ke-8.

Intel patut bangga dengan prosesor terbarunya Intel Coffe Lake yang laris manis di pasar hingga stok ketersediaan pun semakin menipis. Coffe Lake juga membawa Intel ke peta persaingan prosesor yang sebelumnya tertekan oleh serangan AMD Ryzen.

Sebagai produsen prosesor PC, Intel memiliki rekam jejak yang baik dalam memenuhi suplai pasar tetapi permintaan Coffe Lake yang tinggi membuat Intel sangat kewalahan, terutama stok prosesor tertinggi Coffee Lake yaitu Core i7-8700K yang sangat langka di pasar

Bahkan, prosesor Intel Coffe Lake telah terjual habis di berbagai toko online di Amerika Serikat, mulai dari Newegg, Amazon, hingga B&H Photo. Beberapa toko online sudah memasang label pemesanan prosesor Coffe Lake akan kembali tersedia.

Pasokan prosesor Intel Coffe Lake yang menipis membuat harga prosesor itu melambung di beberapa wilayah seperti dikutip PC GAMER.

Prosesor Coffee Lake yang merupakan keluarga prosesor generasi ke-8 Intel sukses menuai banyak pujian. Apalagi proesor Core i7-8700K yang tampil dengan konfigurasi 6 core 12 thread sangat ideal untuk gaming dan multitasking.

Dibandingkan prosesor Intel Core i generasi sebelumnya, Intel Coffee Lake punya sebuah keunggulan yang sangat kentara yaitu jumlah core yang meningkat drastis.

Misal, Core i3, yang sebelumnya hanya punya dua inti, kini menjadi empat inti. Untuk Core i5 kini mempunyai enam 6, dan Core i7 juga punya enam inti dengan dukungan hyperthreading.

Soal performa, Intel mengklaim Coffee Lake 32 persen lebih kencang ketimbang pendahulunya.

TERBARU

ASRock Beebox-S 7200U adalah sebuah barebobe PC mini yang ditujukan untuk banyak penggunaan termasuk sebagai HTPC (home theater PC).