Tags Posts tagged with "Intel"

Intel

Attendees move in and out of the Tech Showcase at the 2016 Intel Developer Forum in San Francisco on Tuesday, Aug. 16, 2016. (Credit: Intel Corporation)

Setiap perusahaan teknologi papan atas di dunia umumnya memiliki acara tahunan untuk memamerkan inovasi produk dan solusi terbaru kepada mitra, pelanggan, dan pengembang. Tak terkecuali Intel yang secara rutin mengadakan Intel Developer Forum (IDF) sejak tahun 1997.

Namun, menginjak usia ke-20 IDF tahun ini, Intel memutuskan untuk menghentikan perhelatan akbar tersebut. Padahal, IDF 2017 sudah dijadwalkan untuk digelar pada 15 – 17 Agustus 2017 di Moscone West, San Francisco, AS.

“Intel telah mengalami evolusi dalam portofolio event dan memutuskan untuk memensiunkan program IDF untuk seterusnya. Terima kasih untuk pengalaman hampir 20 tahun bersama Intel Developer Forum! Kami tetap menyediakan dukungan di intel.com, termasuk Resource and Design Center yang berisi dokumentasi, perangkat lunak, dan perkakas bagi desainer, engineer, dan pengembang,” tulis Intel di situs resmi IDF, Senin (17/4).

Sebelumnya, Intel memang telah mengumumkan rencana perubahan format IDF 2017 di San Francisco dan meniadakan IDF 2017 di Shenzhen, Tiongkok. Akan tetapi, pada akhirnya Intel justru menghentikan program IDF secara keseluruhan.

[BACA: IDF 2016: Intel Kenalkan Headset VR All-in-One Project Alloy]

Kepada AnandTech, perwakilan Intel mengungkapkan alasan utama penghentian program IDF adalah transformasi strategi bisnis Intel yang begitu cepat dalam dua sampai tiga tahun terakhir.

Dahulu, Intel dikenal sebagai perusahaan semikonduktor yang berfokus pada industri PC. Tetapi, belakangan ini Intel lebih menekankan inovasi teknologi berbasis data, mencakup bidang kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), otomotif, serta produk-produk “kekinian” semacam drone, VR, dan wearable.

During his keynote remarks, Ian Yang (corporate vice president and president of Intel China) introduced Ninebot Segway Robot that’s enabled with Intel Atom and RealSense technology.

Acara tahunan semacam IDF dianggap sudah tidak memadai untuk menjelaskan seluruh area baru tersebut. Akhirnya, Intel mengganti strategi komunikasi dengan mengadakan acara-acara yang berskala lebih kecil, tetapi lebih tersegmen dan menyasar bidang-bidang tertentu. Contohnya AI Day, Cloud Day, dan Manufacture Day.

Intel juga akan lebih aktif menggandeng mitra penyelenggara acara teknologi berdasarkan wilayah-wilayah geografis, seperti Amerika, Eropa, dan Asia Pasifik. Harapannya, Intel bisa menggali lebih dalam pengalaman dan keahlian yang mereka kembangkan di sektor-sektor spesifik.

Mobil SUV Audi Q7 yang menggunakan teknologi AI Nvidia.

Banyak yang bertanya-tanya kapan pabrikan mobil memperkenalkan secara resmi mobil tanpa sopir di pasar. Jawabannya, belum pasti.

Belum jelasnya jadwal peluncuran mobil tanpa sopir ini menguatkan tanda ketidakpastian teknologi dan perpecahan pemain di dalam industrinya.

Saat ini, pabrikan chip Nvidia berhadapan langsung dengan Intel dalam pembuatan chip untuk mobil tanpa sopir. Intel pun telah membeli Mobileye, perusahaan Israel yang bergerak dalam bidang mobil tanpa sopir, senilai US$15 miliar. Qualcomm juga diketahui sedang serius menggarap “otak” elektronik untuk mobil pintar.

Jen-Hsun Huang (CEO, Nvidia) memprediksi pabrikan mobil akan menggenjot pengembangan teknologi canggih dan menghadirkan mobil tanpa sopir pada 2025.

“Kehadirkan deep learning dan komputasi kecerdasan buatan akan mempercepat roadmap kehadiran mobil tanpa sopir,” katanya dalam ajang konferensi Bosch Connected World di Berlin seperti dilansir Reuters.

Sedangkan Bosch, penyuplai komponen mobil asal Jerman, mengungkapkan industri membutuhkan waktu enam tahun lagi untuk menghadirkan mobil tanpa sopir.

Ada beberapa tantangan pengembangan teknologi mobil tanpa sopir yaitu meningkatkan kemampuan menghindari kecelakaan, mengurangi harga sensor teknologi yang mahal, dan meningkatkan sistem keamanan mobil tanpa sopir dari ancaman siber.

“Kami harus membuktikan mobil tanpa sopir harus berkendara dengan benar dan mampu menghindari kecelakaan,” kata Volkmar Denner (CEO, Bosch).

Nvidia telah menyediakan chip grafis canggih yang menampilkan visualisasi dan simulasi mobil tanpa sopir. Kini, Nvidia sedang mengerjakan komputasi kecerdasan buatan yang mengajarkan komputer dan menulis ulang kode.

“Tidak ada manusia yang bisa menulis kode untuk menangkap keragaman dan kompleksitas,” ujar Huang.

Mobileye mengembangkan Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) atau sistem yang meliputi chip, sensor, dan perangkat lunak yang mampu mengenali dan menghindari benturan/tabrakan dengan objek di sekitar kendaraan.

Intel memperkuat komitmen dalam pengembangan teknologi mobil pintar dengan membeli Mobileye, perusahaan asal Israel, dengan nilai berkisar US$14 sampai US$15 miliar.

Jika rampung, pembelian ini akan menjadi akuisisi terbesar yang pernah terjadi pada perusahaan teknologi di Israel, seperti dilansir CNBC dari surat kabar Israel TheMarker.

Mengapa Intel tertarik untuk mencaplok Mobileye? Sebagai informasi, Mobileye merupakan salah satu pemain penting di industri teknologi mobil pintar dan mobil otonom (autonomous).

Sejak tahun 1999, Mobileye telah mengembangkan Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) atau sistem yang meliputi chip, sensor, dan perangkat lunak yang mampu mengenali dan menghindari benturan/tabrakan dengan objek di sekitar kendaraan.

Para pelanggan Mobileye meliputi pabrikan-pabrikan otomotif terkemuka, seperti Audi, BMW, General Motors, Ford, Tesla Motors, dan Volkswagen. Mobileye terjun ke bursa saham New York pada tahun 2014 dan saat ini memiliki market cap sekitar US$10 miliar. Artinya, nilai akuisisi Intel lebih besar daripada valuasi di lantai bursa.

Ziv Aviram (CEO, Mobileye).

Sebelumnya, Intel dan Mobileye telah bekerjasama dengan BMW untuk mengerjakan 40 mobil swakemudi (self-driving car) yang bakal diujicoba pada paruh kedua tahun 2017. Target mereka yaitu meluncurkan mobil swakemudi secara komersial pada tahun 2021.

Pada tahun lalu, Intel pun sudah meluncurkan prosesor Atom E3900 yang dikhususkan untuk penggunaan di mobil pintar. Prosesor ini mampu mendukung sistem infotainment mobil, instrumen digital, dan ADAS.

Intel Kaby Lake 1

Pabrikan prosesor terbesar Intel langsung ketar ketir mendengar AMD meluncurkan prosesor terbaru Ryzen. Bagaimana tidak?, Ryzen menawarkan performa komputasi yang lebih hebat dengan harga yang lebih murah dari prosesor Intel.

Sebelum Ryzen terserap pasar, Intel pun melakukan manuver dengan memberikan diskon besar-besaran terhadap prosesornya termasuk lini prosesor Haswell, Skylake, dan Kaby Lake.

Hebatnya, Intel langsung memangkas harga prosesornya hingga Rp4 jutaan. Berikut daftar diskon prosesor Intel berdasarkan laman WCCFTech.

Intel Intel Core i7-6950X (USD1599) dipangkas USD300, Intel Core i7-6900K (USD999) dipangkas USD200, Intel Core i7-6850K (USD549) dipangkas USD150, Intel Core i7-6800K (USD359) dipangkas USD140, Intel Core i7-5820K (USD319) dipangkas USD100, Intel Core i7-7700K (USD299) dipangkas USD80, Intel Core i7-6700K (USD259) dipangkas USD140 Intel Core i7-4790K (USD279) dipangkas USD90, Intel Core i7-7700 (USD289) dipangkas USD50, Intel Core i7-6700 (USD259) dipangkas USD90 dan Intel Core i5-7600K (USD199) dipangkas USD70.

Kemudian, Intel Core i5-6600K (USD179) dipangkas USDUSD90, Intel Core i5-4690K (USD189) dipangkas USD70, Intel Core i5-7500 (USD189) dipangkas USD30, Intel Core i5- 6500 (USD179) dipangkas USD50, Intel Core i5-4590 (USD159) dipangkas USD60, Intel Core i3-7350K (USD159) dipangkas USD20, Intel Core i3-7100 (USD114) dipangkas USD15, Intel Core i3-6100 (USD109) dipangkas USD20, Intel G4400 (USD49.99) dipangkas USD20 dan Intel G3258 (USD49.99) dipangkas USD27.

AMD Ryzen

Advanced Micro Devices (AMD) resmi meluncurkan prosesor desktor terbarunya Ryzen dengan arsitektur terbaru Zen. Arsitektur Zen akan meningkat performa hingga 40 persen atau lebih.

“Semula kami targetkan Zen mampu menikan kinerja atau instruction perclock (IPC) sebesar 40 persen dan banyak yang bilang kami tidak akan bisa melakukannya. Ternyata Ryzen justru melebihi target itu. Kinerja atau IPC Ryzen menunjukkan peningkatan hingga 52 persen,” kata Lisa Su (CEO and President of AMD)

Ryzen sendiri merupakan prosesor yang terdiri dari beberapa tipe. Saat ini AMD merilis seri Ryzen 7 yang terdiri dari tiga tipe, yakni 1800X, 1700X, dan 1700. Dari
ketiganya, tipe terkuat adalah Ryzen 7 1800x yang memiliki 8 core, 16 thread serta berlari di kecepatan dasar 3,6 GHz.

“Ini (seri 1800x) memang lebih cepat 5-9 persen dibanding Intel 6900K. Saya bisa bilang (Ryzen) ini merupakan tercepat di pasar saat ini,” ujarnya.

Menariknya. Ryzen dipatok dengan harga yang sangat murah bahkan setengah harga dari prosesor Intel yang sekelas. Ryzen 7 1800X misalnya yang dibanderol seharga USD499 atau sekitar Rp6,6 juta. Jika dibandingkan dengan prosesor Intel Core i7-6900K yang memiliki harga di atas USD1000 atau berkisar Rp13,3 juta.

Penampilan Lady Gaga di Super Bowl 2017. [Foto: Forbes]

Ajang Super Bowl atau final National Football League (NFL)/Liga Sepakbola Nasional Amerika Serikat setiap tahunnya selalu dimeriahkan oleh penampilan artis-artis terkemuka. Tak terkecuali tahun ini, Super Bowl 2017 menampilkan Lady Gaga yang menyanyikan lagu-lagu hitsnya pada saat jeda babak.

Menariknya, penampilan Lady Gaga itu diawali dengan aksi ratusan drone cahaya Shooting Star besutan Intel yang terbang di langit kota Houston, tempat laga Super Bowl 2017 dihelat.

Sekitar 300 drone Shooting Star terbang dan menari sambil memancarkan cahaya, kemudian menampilkan konfigurasi bendera Amerika Serikat ketika Lady Gaga membuka penampilannya di tepi tribun NRG Stadium, Houston. Saat itu, Lady Gaga menyanyikan dua lagu bertema nasionalisme, “God Bless America” dan “This Land is Your Land”.

Sebelumnya, drone Shooting Star dipergunakan pada pertunjukan-pertunjukan khusus masa liburan di wahana hiburan Disney World.

Drone Shooting Star adalah upaya Intel untuk memopulerkan drone yang dioperasikan secara massal, bukan individual. Intel mengklaim mampu mengendalikan lebih dari 10 ribu drone pada saat yang bersamaan.

Di masa depan, Intel memiliki visi untuk menggunakan pasukan drone ini dengan tujuan inspeksi lapangan atau pencarian dan penyelamatan korban bencana (SAR).

Andalkan Software

Dikutip dari TechCrunch, drone ini mengandalkan serangkaian aplikasi desktop yang berfungsi memprogram rute dan pergerakan setiap drone agar tidak saling bertabrakan satu sama lainnya. Pasalnya, drone ini tidak saling berkomunikasi dan tidak dilengkapi sensor antibenturan.

Satu unit drone terbuat dari busa styrofoam, plastik, dan baling-baling dengan cover untuk melindungi orang-orang yang menonton di bawah. Dengan bobot 280 gram, drone itu dapat terbang dalam keadaan hujan ringan sehingga dapat terbang di kondisi cuaca yang kurang baik.

Drone cahaya Intel Shooting Star di ajang Super Bowl 2017. [Foto: USA Today]

Hebatnya, drone ini bisa dirakit hanya dalam waktu 15 menit. Di bagian bawah drone, terdapat lampu LED bermacam warna yang bisa bercahaya dan mewarnai langit.

“Dengan Shooting Star, pertunjukan cahaya dapat disiapkan dalam beberapa hari, padahal sebelumnya butuh persiapan berbulan-bulan,” kata Intel.

Pada November 2016 lalu, Intel memecahkan rekor dunia dengan menerbangkan 500 unit drone Shooting Star dalam sebuah acara di kota Munich, Jerman. Sedangkan pada akhir 2015, Intel bekerasama dengan sekelompok seniman dan ilmuwan di Austria untuk menerbangkan 100 unit drone di kota Linz.

Video penampilan Lady Gaga dan drone Intel Shooting Star di ajang Super Bowl 2017:

Pabrikan chipset Intel melaporkan kenaikan pendapatan sebesar sebesar 9,8 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Kenaikan pendapatan Intel itu didorong oleh kondisi pasar PC yang mulai stabil dan menaiknya permintaan layanan-layanan data center Intel yang meningkat.

Hal itu terungkap dari laporan keuangan Intel untuk kuartal-IV 2016 yang berakhir pada 21 Desember.

Brian Krzanich (CEO Intel ) mengatakan saat ini pelanggan mulai menyukai dan membeli komputer gaming dan komputer kelas high-end sehingga meningkatkan penjualan prosesor untuk deskto dan laptop.

“Kami menutup Kuartal-IV dengan baik,” kata Krzanich seperti dikutip Venture Beat.

Dari segmen data center, pendapatan layanan cloud Intel naik 24 persen dan layanan komunikasi tumbuh 19 persen.

Krzanich melihat penggunaan data cloud akan meningkat di masa depan sehingga bisa mendongkrak penjualan prosesor Intel. Setelah keluar dari bisnis chip smartphone, Intel akan fokus memproduksi chip wireless 4G dan Wi-Fi serta mengembangkan solusi 5G.

Tahun lalu, pendapatan Intel mencapai 59,4 miliar dollar AS, dengan net income 10,3 miliar dollar AS. Tahun 2015, pendapatan Intel mencapai 55,4 miliar dollar AS dengan net income 11,3 miliar dollar AS.

Intel Compute Card 1

Intel Compute Card 1

Intel memamerkan Intel Compute Card yang merupakan platform komputer modular terbaru dan memiliki dimensi sangat mungil layaknya sebuah kartu kredit dalam ajang CES 2017 Las Vegas.

Sebelumnya, Intel dikenal memiliki komputer seukuran jari tangan lewat Intel Compute Stick. Namun, sekarang komputer juga bisa hadir dengan ukuran yang lebih kecil, seperti dikutip CNET.

Intel Compute Card mencakup semua elemen dari sebuah komputer PC, termasuk prosesor Intel Core vPro generasi ke-7 Kaby Lake, Intel SoC, memori, storage, dan konektivitas nirkabel dengan pilihan I/O nan fleksibel.

Konektivitasnya pun telah dilengkapi Wi-Fi dan Bluetooth. Untuk terhubung ke perangkat lain, Compute Card mengandalkan USB-C, HDMI, dan DisplayPort.

Hebatnya, Compute Card sangat portabel dan bisa dilepas-pasang. Misalnya, Anda bisa memasang Compute Card pada televisi dan kulkas dan mengubahnya menjadi perangkat cerdas. Jika ingin memperbaiki kinerjanya, pengguna bisa melepas kartu itu dan menggantinya dengan kartu dengan spesifikasi atau prosesor yang lebih canggih.

Intel Compute Card

Intel Compute Card

Kartu komputer itu dapat memenuhi berbagai kebutuhan digital seperti lemari es interaktif, smart kiosk, kamera security, robot, drone, AC, lampu pintar, gateway IoT, dan perangkat digital lain.

Intel Compute Card berukuran sedikit lebih besar daripada kartu kredit yaitu panjang 95 mm, lebar 55 mm, dan tebal 5mm.

Intel akan menggandeng mitra globalnya termasuk Dell, Hewlett-Packard, Lenovo, dan Sharp dalam memproduksi komputer seukuran kartu ini.

Rencananya, Intel Compute Card akan tersedia pada pertengahan tahun ini dan akan datang dengan berbagai pilihan prosesor, termasuk Intel Core generasi ketujuh.

Selain itu, beberapa perusahaan digital lain juga akan memanfaatkan Intel Compute Card ini dalam produk-produk mereka seperti Seneca Data, InFocus, DTx, TabletKiosk, dan Pasuntech.

Jam Tangan Pintar RunIQ

Jam Tangan Pintar RunIQ

Pabrikan sepatu New Balance dan Intel meluncurkan jam tangan pintar RunIQ dengan harga US$299 atau sekitar Rp3,9 jutaan. Arloji pintar itu mengusung prosesor Intel Atom.

New Balance telah membuka pemesanan RunIQ dan akan menjualnya di pasar pada 1 Februari 2017. Jam yang berjalan pada platform Android Wear itu mempunyai aplikasi seperti STRAVA dan Google Play Music.

Jam RunIQ juga memiliki fitur yaitu GPS, pengukur tekanan jantung, dan akan terhubung dengan smartphone. Baterai jam itu dapat bertahan selama 24 jam. RunIQ mengusung layar AMOLED 1.39 inci, DRAM 512 MB dan memori internal 4 GB.

Jam Tangan Pintar RunIQ 1

Jam Tangan Pintar RunIQ 1

Kerja sama Intel dan New Balance telah terjalin pada tahun lalu, ketika Brian Krzanich (CEO Intel) telah mengungkapkan rencana Intel untuk membuat jam pintar bersama New Balance, seperti dilansir GeekWire.

Intel membuat gebrakan ke dalam pasar olahraga dan menghadirkan perangkat teknologi yang dapat melacak langkah, membalas pesan, dan dilengkapi teknologi virtual reality (VR).

Audience members use virtual reality headsets to experience a series of travel, work and play situations as Brian Krzanich, Intel chief executive officers, speaks at a company news conference on Wednesday, Jan. 4, 2017, in Las Vegas. Intel Corporation presents new technology at the 2017 International Consumer Electronics Show. The event runs from Jan. 5 to Jan. 8, 2017, in Las Vegas. (CREDIT: Walden Kirsch/Intel Corporation)

Para wartawan mengenakan Oculus Rift untuk menonton demo VR yang disampaikan Brian Krzanich (CEO, Intel) di panggung CES 2017. [KREDIT: Walden Kirsch/Intel Corporation]

Teknologi virtual reality (VR) tampaknya menjadi fokus utama Intel pada ajang CES 2017, Las Vegas.

Terbukti, Brian Krzanich (CEO, Intel) menyampaikan keynote speech di hadapan para wartawan yang sudah dibekali perangkat Oculus Rift untuk menonton pidatonya dalam lingkungan VR. Pasalnya, Krzanich akan memamerkan sejumlah demo VR untuk berbagai kegiatan.

Seperti dilaporkan VentureBeat, demo VR pertama yang dilakukan Krzanich adalah pengalaman melompat dari tebing, kemudian terbang dengan parasut di atas gurun pasir. Sedangkan demo kedua yang ia perlihatkan yaitu suasana air terjun di Vietnam. Hebatnya, setiap frame dalam video itu memuat data 3 gigabyte agar menyajikan tampilan yang sempurna dan mirip seperti aslinya.

“Kami menawarkan beragam cara untuk menikmati perjalanan virtual yang terasa sangat nyata,” kata Krzanich.

Selain untuk kebutuhan turisme, VR juga dapat mengubah cara kita bekerja. Dalam demo ketiga, Krzanich menunjukkan seorang teknisi yang harus mengecek panel surya di atap sebuah gedung.

Biasanya, tugas itu dilakukan dengan bantuan drone, tetapi gambar yang diperoleh kurang jelas. Berkat teknologi VR, teknisi itu bisa melihat sekeliling 360 derajat dan memeriksa panel surya, tanpa harus beranjak dari tempat duduknya.

Sedangkan untuk keperluan hiburan, Krzanich menggelar demo keempat yang memungkinkan pengguna untuk menonton pertandingan olahraga atau konser musik, seperti berada langsung di stadion atau tempat konser. Asyiknya, pengguna dapat memilih bangku atau posisi terbaik untuk menonton pertunjukan itu.

“Inilah masa depan tontonan olahraga,” tukas Krzanich.

Brian Krzanich, Intel chief executive officers, displays the Project Alloy all-in-one virtual reality headset at a company news conference on Wednesday, Jan. 4, 2017, in Las Vegas. Intel Corporation presents new technology at the 2017 International Consumer Electronics Show. The event runs from Jan. 5 to Jan. 8, 2017, in Las Vegas. (CREDIT: Walden Kirsch/Intel Corporation)

Brian Krzanich (CEO, Intel) memamerkan Project Alloy, headset VR rancangan Intel, di panggung CES 2017. [KREDIT: Walden Kirsch/Intel Corporation]

Realisasi Project Alloy

Intel sendiri sekarang sedang mengembangkan perangkat VR terintegrasi yang dinamakan Project Alloy. Pertama kali diumumkan pada tahun lalu, Project Alloy dijanjikan bakal mulai diproduksi pada akhir tahun 2017.

“Kami berkomitmen untuk membuat Project Alloy tetap berada di platform terbuka,” ujar Krzanich.

Sejak awal, Intel memang tidak berniat memproduksi headset VR ini sendiri, seperti yang dilakukan Google dengan perangkat Daydream View-nya. Tetapi, mereka akan menggandeng mitra-mitra manufaktur mereka.

Perbedaan Project Alloy dengan headset VR lainnya adalah perangkat ini dirancang Intel untuk menghadirkan pengalaman VR nirkabel (wireless), tanpa membutuhkan koneksi dengan PC atau konsol. Di dalamnya, sudah tersemat prosesor Intel generasi ke-7, prosesor penginderaan (vision processor), kamera RealSense, sensor dan lensa fish-eye, dan baterai.

Lenovo ThinkPad Yoga 370 2-in-1

Lenovo ThinkPad Yoga 370 2-in-1

Sambut CES 2017, Lenovo akan meluncurkan laptop ThinkPad terbaru dan laptop hybrid 2-in-1 dengan prosesor Intel Kaby Lake chips. ThinkPad terbaru itu menawarkan kemampuan layar yang lebih baik, memory DDR4 yang lebih cepat dan kapasitas media penyimpanan yang lebih besar.

Laptop itu memiliki fitur-fitur yaitu port USB, konektivitas LTE, touchpad yang responsif dan tambahan kamera infrared untuk Windows Hello yang akan tersedia pada varian ThinkPad X, L and T.

Lenovo juga memperkenalkan ThinkPad Yoga 370 2-in-1 yang merubah laptop Lenovo pertama yang mengusung layar HD 13,3 inci dengan 3 port Thunderbolt.

Tidak ada yang salah dengan desain mainstream ThinkPad yang kokoh tetapi Anda menginginkan sebuah laptop yang ramping dan ringan serta masa pakai baterai yang lama. Karena itu, Lenovo juga memiliki kejutan lainnya yaitu laptop 2-in-1 seperti dilansir ComputerWorld.

Lenovo akan memperkenalkan ThinkPad Yoga 370 yang bobotnya hanya 1.37 kilogram dan tersedia dengan harga $1,264 atau sekitar Rp15 jutaan pada Maret. Sesuai namanya 2-in-1, Anda bisa memutar 360 derajat layar ThinkPad Yoga 370 menjadi sebuah tablet.

ThinkPad Yoga 370 mengusung media penyimpanan SSD 1 TB dan RAM DDR4 RAM. Sebagai tambahan ada fitur Thunderbolt 3, atau USB 3.0 ports, a MicroSD slot dan HDMI port.

Lenovo pun menghadirkan varian ThinkPad 13 yang menawarkan layar HD 13,3 inci, media penyimpanan SSD NYMe dan harganya yang jauh lebih terjangkau senilai $674 atau sekitar Rp,8 jutaan.

Selain itu, Lenovo juga akan meluncurkan varian ThinkPad T-seri yang menyasar pasar pengusaha dan desainnya yang terlihat sangat tipis. Lenovo membanderol LenovoThinkPad T470p senilai $914 atau sekitar Rp13 jutaan dan T470s senilai $1,099 atau Rp14 jutaan.

Kedua laptop yang mengusung layar 2560 x 1440 pixel baru akan tersedia pada Februari atau Maret 2017.

Paling ganas, Lenovo juga akan memamerkan Lenovo ThinkPad T570 yang mengusung layar sentuh 4K 15.6-inci, memori Intel yang sangat cepat, kartu grafis Nvidia GeForce 940MX dan DRAM 32 GB.

Laptop itu memiliki bobot 2.04 kg dengan banderol $909 atau sekitar Rp12 Jutaan.