Tags Posts tagged with "Intel"

Intel

Ilustrasi Qualcomm Snapdragon 450

Intel terseret dalam perseteruan hukum Apple-Qualcomm dan menuduh Qualcomm mematikan kompetisi mobile chip karena Qualcomm satu-satunya penguasa industri mobile chip.

Bahkan, Intel telah menempuh jalur hukum ke Komisi Persaingan Usaha AS. Komisi usaha itu akan menginvestigasi gugatan Qualcomm yang menuduh Apple telah melanggar enam paten Qualcomm.

“Qualcomm tidak ingin investigasi ini berhenti dan membuat Qualcomm satu-satunya penguasa pasar mobile chip,” kata Intel dalam pernyataannya seperti dikutip CNET.

Pernyataan Intel itu pun menyudutkan Qualcomm yang melakukan monopoli pasar chip mobile. Intel pun menuduh Qualcomm menolak untuk melisensikan beberapa paten standar utnuk rivalnya.

“Qualcomm terbiasa ‘membunuh’ kompetitor terbaru dan pesaing potensial,” ucapnya.

Bahkan, Intel juga menuduh Qualcomm telah bersengkokol dengan Apple supaya Apple menggunakan chip Qualcomm untuk produk-produknya. Keuntungannya, Qualcomm akan membebankan biaya lisensi yang murah kepada Apple.

Apple dan Qualcomm sedang berseteru di pengadilan sejak Januari. Apple menuduh Qualcomm membebankan pembiayaan lisensi teknologi yang mahal.

intel curie

Brian Krzanich (CEO, Intel) memamerkan prototipe Intel Curie, modul perangkat wearable seukuran kancing baju.

Intel menyerah dalam pengembangan peranti wearable sendiri. Dilansir CNBC, divisi Intel yang bekerja di proyek wearable untuk kesehatan, seperti smartwatch dan fitness tracker, telah resmi dibubarkan.

Keputusan ini diambil tidak lama berselang dari kabar dihentikannya pengembangan perangkat IoT (Internet of Things) berbasis prosesor Intel. Artinya, dalam waktu satu bulan, Intel angkat kaki dari dua bisnis sekaligus.

Selepas ini, Intel dikabarkan bakal mengalihkan fokus pada teknologi lainnya, mencakup AR (augmented reality) dan VR (virtual reality). Kedua hal ini memang aktif dipamerkan Intel pada acara-acara besar, misalnya di CES dan Computex.

Sinyal penutupan divisi wearable ini pun pernah muncul pada November 2016. Tetapi, Intel buru-buru membantahnya.

Intel tidak merilis pernyataan resmi mengenai hal ini. Namun, sumber CNBC menyebutkan bahwa bisnis wearable Intel tidak berjalan sebaik perkiraan.

Ilustrasi Wearable Intel

Pada tahun 2014, Intel mengakuisisi perusahaan smartwatch Basis sebesar US$100 juta. Ketika itu, Intel berharap bisa menyaingi vendor lainnya di pasaran, seperti Apple dan Fitbit.

Impian Brian Krzanich (CEO, Intel) kala itu adalah suatu saat nanti, ia bisa meninggalkan ponsel di rumah dan beraktivitas cukup dengan mengandalkan perangkat wearable. Sayangnya, impian itu belum bisa terwujud dalam waktu dekat.

Bahkan, sekitar 80 persen dari karyawan Basis telah dilepas oleh Intel atau dipindahkan ke unit bisnis lainnya.

Ke depannya, Intel masih akan merancang dan memproduksi modul chip yang bisa digunakan oleh berbagai produsen perangkat wearable. Salah satunya Intel Curie yang dipakai dalam smartwatch hasil kerja sama dengan Tag Heuer dan New Balance.

Intel Xeon Scalable processors are optimized for today’s evolving data center and network infrastructure requirements. (Credit: Intel Corporation)

Intel akhirnya meluncurkan lini Xeon Scalable, prosesor server generasi terbaru yang berbasis arsitektur Skylake kepada publik.

Intel sebenarnya sudah mengirimkan lini prosesor ini sejak beberapa bulan lalu kepada para penyedia cloud, operator telekomunikasi, dan produsen server, tetapi baru resmi dirilis saat ini. Sebanyak lebih dari 500.000 unit prosesor Xeon Scalable telah dikapalkan kepada sejumlah pemain besar, seperti Amazon Web Services, Google, Dell EMC, dan Hewlett Packard Enterprise.

“Prosesor Intel Xeon Scalable mewakili perubahan terbesar dalam data center selama satu dekade terakhir,” kata Navin Shenoy (EVP & GM, Intel Data Center Group). “Data center dan infrastruktur jaringan masa kini telah mengalami perubahan besar dengan meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan dan agile network services yang siap menyongsong jaringan 5G,” lanjutnya.

Ada empat varian yang dirilis Intel untuk prosesor Xeon Scalable dengan rebranding nama yang terinspirasi dari penggolongan kartu kredit. Keempat varian itu adalah Xeon Scalable Bronze, Silver, Gold, dan Platinum, berturut-turut dari spesifikasi paling rendah ke paling tinggi.

Beberapa keunggulan Xeon Scalable yang disorot Intel antara lain peningkatan performa hingga 1,65 kali lipat daripada generasi sebelumnya, peningkatan beban kerja OLTP warehouse hingga 5 kali lipat dibanding saat ini, skalabilitas yang lebih tinggi dengan dukungan hingga 28 core, memori 6 TB, dan 56 thread per soket, serta peningkatan keamanan data dan kriptografi hingga 3,1 kali lipat.

Intel menyasar pemakaian prosesor Xeon Scalable di berbagai bidang teknologi masa depan, contohnya kecerdasan buatan, jaringan tingkat tinggi, virtualisasi, dan high performance computing (HPC).

Intel Perbarui Intel Xeon

Dalam beberapa studi kasus para pelanggan yang sudah memakai prosesor Xeon Scalable, Intel menyebutkan bahwa operator telekomunikasi AT&T sukses merasakan peningkatan kinerja dengan jumlah server 25 persen lebih sedikit, Google Compute Platform mampu menawarkan perbaikan kinerja lebih dari 40 persen, dan Technicolor mampu menghemat durasi rendering konten VR sampai tiga kali lipat.

Untuk membantu mempercepat adopsi lini prosesor anyar ini, Intel juga mengumumkan program Intel Select Solutions, yaitu portofolio sistem hardware dan software yang telah dikonfigurasi khusus guna melayani kebutuhan dan beban kerja data center dan jaringan telekomunikasi.

Beberapa software yang termasuk dalam program ini yaitu Canonical Ubuntu, Microsoft SQL 16, dan VMware vSAN 6.6.

Dengan lini Xeon Scalable, Intel diyakini siap menghadapi tantangan baru dari kompetitor terbesarnya, AMD, yang baru-baru ini juga meluncurkan lini prosesor AMD EPYC untuk server dan data center.

Lisa Su (CEO AMD) meluncurkan prosesor terbaru AMD Ryzen

Tahun ini tampaknya menjadi tahunnya AMD. AMD kembali menunjukan kelasnya dengan meluncurkan line-up chip Ryzen sekaligus menggoyang kedigdayaan Intel di pasar chip prosesor.

Chip prosesor AMD Ryzen sukses menawarkan performa yang lebih besar dengan harga yang terjangkau dibanding prosesor besutan Intel. Hal itu membuat penjualan chip prosesor Intel pun goyang.

Berkat Ryzen, pendapatan AMD pada kuartal pertama tahun ini pun meningkat pada tahun ini sekaligus mengimbangi penurunan chip grafis dan mobile seperti dikutip ZDNET.

Menurut PassMark yang mempublikasikan PerformanceTest, chip Ryzen sukses menggenjot pangsa pasar AMD.

Ilustrasi AMD Ryzen

Tahun lalu, pangsa pasar AMD hanya 17.8 persen. Pada pertengahan tahun ini, pangsa pasar AMD sebesar 26.2 persen. Pertumbuhan yang signifikan dan patut membuat Intel khawatir yang saat ini masih menguasai pangsa pasar chip prosesor PC.

Saat ini chip prosesor Ryzen berada di peringkat ke dua dari 15 chip prosesor terbaik yang ada di pasar berdasarkan PassMark. Kemudian, ada Ryzen 5 1600 berada di posisi 5 dan AMD Ryzen 7 1700 berada di posisi 14.

AMD pun akan terus meningkatkan pangsa pasarnya dengan meluncurkan produk terbarunya yaitu Ryzen ThreadRipper CPU, chip 16 core yang akan bersaing dengan Seri Intel Core X yang memiliki 18-core Core i9 Extreme Edition.

Samsung resmi memperkenalkan chip prosesor terbarunya Exynos 8895

Samsung akan menjadi pabrikan chip prosesor terbesar di dunia menyusul tingginya permintaan chip memori sekaligus mengalahkan dominasi Intel sebagai pemimpin pasar semi konduktor.

Pabrikan semikonduktor asal Amerika Serikat (AS) memimpin pasar chip prosesor sejak meluncurkan Intel Pentium untuk PC pada 1993. Saat itu posisi Samsung masih nomor tujuh.

Menurut Nomura Sekuritas, Samsung akan meraup pendapatan senilai US$15.1 miliar (17.2 triliun won) dari penjualan chip pada kuartal kedua tahun ini. Beda tipis dengan Intel yang meraih pendapatan US$14.4 miliar.

Jika ditotal, Nomura Sekuritas memprediksi pendapatan Samsung akan mencapai US$60.5 – 63.6 miliar. Hal itu disebabkan harga DRAM dan solid state drives (SSD) yang terus meningkat.

Biasanya, DRAM digunakan untuk komputer PC dan SSD sebagai pengganti hard disk seperti dikutip SCMP.

Lee Byung-Chul (Pendiri Samsung) membuat keputusan yang tepat dengan menanamkan investasi besar-besaran pada chip walaupun keputusan itu membuat perusahaan khawatir karena bisa membuat bangkrut.

Samsung membutuhkan satu dekade lebih untuk mengalah Intel sebagai pemimpin pasar.

Brian Krzanich (CEO Intel) ketika memberikan sambutan dalam acara kerjasama sponsorship dengan IOC untuk Olimpiade

Intel resmi menggandeng The International Olympic Committee (IOC) dalam acara penandatanganan perjanjian resmi di New York. Intel akan bergabung dengan The Olympic Partner (TOP), sebuah program sponsor dunia dan menjadi Worldwide TOP Partner hingga tahun 2024.

Sebagai Worldwide TOP Partner, Intel akan mendukung National Olympic Committees, IOC dan pengurus Olimpiade. Hak aktivasi global Intel termasuk Olimpiade Musim Dingin 2018 di Pyeongchang, Olimpiade Tokyo 2020, Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing dan Olimpiade pada 2024 di kota yang masih belum dipilih.

Nilai transaksi kerjasama itu belum terungkap tetapi sumber IOC mengungkapkan kepada Reuters bahwa sponsor utama harus membawa $100 juta atau sekitar Rp1,3 triliun untuk empat tahun yang sudah termasuk olimpiade musim panas dan dingin.

Intel bergabung dengan perusahaan-perusahaan besar lainnya yang sudah menjadi sponsor utama seperti Coca-Cola, Samsung dan Alibaba. IOC mencoba membuat Olimpiade lebih tech savvy dan menyasar anak muda melalui jaringan TV berbasis Internet, Olympic Channel.

Thomas Bach (Presiden IOC) mengatakan Olimpiade memberikan wadah kepada para penggemar dan atlet yang telah menginspirasi banyak orang di seluruh dunia melalui olahraga dan nilai-nilai Olimpiade yaitu keunggulan, persahabatan dan rasa hormat.

“Intel adalah pemimpin dunia di bidangnya. Kami sangat bersemangat berkerjasama dengan Intel untuk mengubah Olimpiade melalui teknologi canggih. Bergabungnya Intel, akan membuat para penggemar di stadion, para atlet dan para penonton di seluruh dunia akan menyaksikan kemegahan Olimpiade dengan pengalaman yang berbeda,” katanya seperti dikutip Reuters.

Brian Krzanich (Chief Executive Officer Intel) mengatakan Intel sangat senang bergabung dengan Olympic Movement dan akan segera mengintegrasikan teknologi inovatif Intel untuk meningkatkan kualitas Olimpiade bagi para penggemar di seluruh dunia.

“Kami akan mempercepat adopsi teknologi untuk masa depan olahraga dalam kompetisi atletik terbesar di dunia,” ujarnya

Apa saja yang akan dilakukan Intel selama Olimpiade?. Intel akan menyiarkan Olimpiade Musim Dingin melalui virtual reality secara langsung (real-time) pada Olimpiade Musim Dingin 2018 di Pyeongchang, Korea Selatan.

Selain itu, Intel akan menghadirkan platform kecerdasan buatannya (AI) dan memberikan dukungan teknologi serta konten untuk kegiatan operasional pembawa acara Olympic Broadcasting Services dan Olympic Channel.

Intel pun akan menghadirkan platform konektivitas 5G Intel dalam ajang Olimpiade untuk mendemonstrasikan kecepatan jaringan 5G dalam ajang tersebut.

Intel pun akan menghadirkan Intel True VR yang akan menayangkan siaran langsung pertama dari Olimpiade Musim Dingin dengan teknologi virtual reality (VR) dan memungkinkan para penggemar mendapatkan pengalaman yang lebih nyata dari rumah mereka.

Intel pun akan mempertunjukan drone Intel yang akan menciptakan cahaya dan foto-foto dari langit. Intel juga akan mengusung teknologi Intel 360 replay yang memungkinkan para penggemar dapat merasakan momen Olimpiade paling berkesan dan tak terlupakan dari berbagai sudut lokasi Olimpiade.

Intel akan menghentikan produksi tiga perangkat komputer mini untuk pendukung IoT, yaitu Galileo, Joule, dan Edison.

Galileo adalah modul komputer mini pertama yang dirilis Intel pada tahun 2013. Modul itu dikembangkan bersama Arduino untuk menyaingi Raspberry Pi. Pada tahun 2014, Intel merilis Edison, komputer mini seukuran SD card yang dimaksudkan untuk pemakaian di perangkat wearable dan IoT.

Sedangkan Joule baru saja diluncurkan tahun lalu dengan tujuan pemanfaatan di teknologi robotika. Intel Joule merupakan komputer mini paling canggih dengan spesifikasi prosesor Intel Atom, RAM 4 GB, penyimpanan 16 GB, serta dukungan Wi-Fi, pelacak wajah, dan natural language processing.

[BACA: Membuat Sendiri Perangkat IoT untuk Pemula ala Onno W. Purbo]

Ketiga perangkat itu, ditambah kacamata pintar Recon Jet, awalnya dikembangkan Intel agar tidak ketinggalan inovasi di industri wearable dan IoT yang kian marak. Sebelumnya, Intel sudah kalah langkah di industri prosesor mobile dari produsen seperti Qualcomm dan MediaTek.

Akan tetapi, kemajuan dari perangkat-perangkat ini sepertinya tidak sesuai harapan semula. Raspberry Pi dan Arduino masih jauh lebih populer di kalangan pehobi dan pelaku industri. Walhasil, produksi tiga perangkat itu pun harus disetop.

Meski demikian, Intel masih memiliki satu varian komputer mini yang tersisa, Curie, yang juga ditujukan untuk perangkat wearable tetapi lebih hemat daya.

Intel menyatakan bahwa mereka masih melayani pemesanan Galileo, Edison, dan Joule sampai tanggal 16 September 2017 dan mengirimkan produk-produk itu hingga tanggal 16 Desember 2017. Setelah itu, semua proses produksi bakal ditutup total.

 

Intel Compute Card, komputer mini seukuran kartu kredit.

Dalam gelaran Computex 2017 di Taiwan, Intel mengumumkan rencana peluncuran komputer mininya yang seukuran kartu kredit, Intel Compute Card, mulai Agustus 2017.

Dalam peluncurannya nanti, Intel akan menggandeng sejumlah pabrikan, seperti Sharp, LG Display, Foxconn, NexDock, dan TabletKiosk. Beberapa vendor lainnya juga sudah mengembangkan perangkat berbasis Compute Card, seperti HP, Dell, dan Lenovo.

Sebelumnya, Intel Compute Card telah dipamerkan Intel pada CES 2017 Las Vegas, Januari lalu. Ukurannya sedikit lebih besar daripada kartu kredit, yaitu panjang 95 mm, lebar 55 mm, dan tebal 5 mm.

Intel Compute Card mencakup semua elemen dari sebuah komputer PC, termasuk prosesor Intel Core vPro generasi ke-7 Kaby Lake, Intel SoC, memori, storage, dan konektivitas nirkabel dengan pilihan I/O nan fleksibel.

Konektivitasnya pun telah dilengkapi Wi-Fi dan Bluetooth. Untuk terhubung ke perangkat lain, Compute Card mengandalkan USB-C, HDMI, dan DisplayPort. Hebatnya, Compute Card sangat portabel dan bisa dilepas-pasang.

Sebagai contohnya, Intel menunjukkan penggunaan Compute Card pada beberapa produk jadi, misalnya digital signage (papan iklan digital) buatan Sharp, PC mini dari Seneca dan Foxconn, serta monitor yang bisa dijadikan PC all-in-one dari LG.

Kemungkinan lainnya, Compute Card dapat dimanfaatkan pada lemari es interaktif, smart kiosk, kamera security, robot, drone, AC, lampu pintar, gateway IoT, dan perangkat digital lainnya.

Intel akan menghadirkan kartu komputer ini dalam empat model, masing-masing diotaki prosesor Celeron N3450, Pentium N4200, Core i3 m3-7Y30, dan Core i5 vPro Y757. Memorinya didukung DDR3 4 GB dan eMMC 64 GB atau SSD 128 GB.

Spesifikasi Intel Compute Card.

Intel Luncurkan Prosesor Core iX

Intel meluncurkan varian prosesor desktop terbaru Intel Core X dalam ajang Computex 2017 di Taiwan. Intel Core X menawarkan performa yang lebih kuat dari Intel Core i5 dan Core i7.

Prosesor Intel Core X menyasar gamer dan pengembang aplikasi konten yang membutuhkan kinerja komputasi kelas berat. Bahkan, Intel mengklaim prosesor Intel Core X sebagai prosesor desktop konsumen pertama yang menawarkan 18-core dan 36-thread.

Deretan prosesor Intel yang tergabung dalam keluarga Core X adalah Core i5-7640X menawarkan 4-core dan 4-thread dengan banderol US$242 atau sekitar Rp3 jutaan.

Core i7 X-Series menawarkan 4-core/8-thread dengan banderol US$ 339 atau sekitar Rp4 jutaan dan 10-core/20-thread senilai US$599 atau sekitar Rp 7 jutaan.

Terakhir, Core i9-7900X yang memiliki 10 core dan 20 thread dengan hyper-threading serta clock speed 3,3GHz, kecepatan Turbo Boost 2.0 4,3 GHz dan 4,5 GHz untuk Turbo Boost 3.0, ditambah 13,75MB L3 Cache, 44 PCIe 3.0 lane. Prosesor itu dibanderol US$999 atau sekitar Rp13 jutaan.

Dalam ajang itu, Intel juga memperkenalkan Intel Core i9 Extreme Edition dengan 18 Core dan 36 Thread. Core i9 Extreme dibanderol US$1.999 atau sekitar Rp26 juta.

Semua prosesor Core X itu dapat terintegrasi dengan chipset motherboard X299 Intel yang baru.

Dalam hal arsitektur, hampir semua prosesor Intel Core X berdasarkan platform Skylake generasi keenam Intel atau Skylake X, seperti dikutip The Verge.

Selain keluarga Core X terbaru, Intel juga memperbarui jajaran chip mainstream Intel yang kedelapan, Coffee Lake.

(kredit: http://wccftech.com)

Harga prosesor Intel di segmen desktop dan laptop sempat naik pada kuartal pertama tahun ini. Ini membantu mendongkrak pendapatan per kuartal bagi Client Computing Group–yang menangani chip untuk PC–sebesar US$8 miliar. Pendapatan ini meningkat sebanyak enam persen dibandingkan pendapatan pada kuartal yang sama di tahun lalu.

Namun, prosesor Intel kini menghadapi tantangan serius dari kehadiran prosesor Ryzen buatan AMD. Prosesor Ryzen memiliki kinerja kompetitif dan dijual dengan harga yang jauh lebih rendah.

Hal ini terlihat misalnya pada prosesor Ryzen kelas tertinggi, yakni seri 1800X. Produk yang ditargetkan untuk para gamer dan memiliki delapan inti ini hanya dijual dengan harga US$499. Sementara prosesor sekelas ini dari Intel yakni Core i7-6900K, dijual dengan harga US$1.089. Prosesor tercepat Intel yang ditujukan untuk gaming, yakni Core i7-6950X Extreme Edition, dijual dengan harga yang lebih mahal lagi, yakni US$1.723.

Namun, Brian Krzanich (CEO Intel) menampik kehadiran Ryzen sebagai penyebab rencana dipangkasnya harga aneka prosesor Intel ini. Menurut Brian, dinamika pasar yang ada saat ini merupakan penyebab utama pemangkasan harga tersebut.

Para pengamat menyatakan bahwa selama lebih dari satu dekade, prosesor AMD yang dipasarkan dengan harga lebih murah, dianggap berkinerja lebih rendah dibandingkan prosesor Intel. Para pengamat menambahkan bahwa para vendor PC yang dulunya mengesampingkan prosesor AMD untuk membuat sistem game, kini mulai menjalin kerja sama dengan AMD untuk membangun sistem game yang lebih terjangkau.

Hal ini menurut para pengamat merupakan akibat dari kinerja Ryzen yang cukup bersaing dengan harga yang lebih murah dibandingkan prosesor Intel. Kelebihan Ryzen ini tentunya akan menguntungkan para pembuat PC yang ingin meningkatkan margin keuntungannya melalui penjualan PC yang lebih terjangkau.

Meskipun demikian, para pengamat menyatakan masih terlalu dini untuk memprediksi dampak kehadiran Ryzen terhadap penentuan harga prosesor Intel. Namun, menurut beberapa pengamat, di beberapa toko komputer di Amerika Serikat, harga prosesor Intel telah diturunkan setelah Ryzen muncul di pasaran.

Persaingan Makin Ketat

Para pengamat menambahkan bahwa mulai saat ini, tekanan harga akan berperan penting terhadap penjualan prosesor PC kelas atas. Di akhir tahun nanti, AMD juga akan merilis prosesor untuk laptop dan mainstream desktop yang membuat perang harga akan makin menarik untuk dicermati. Menurut para pengamat, Intel kini sedang mengalami tekanan yang besar oleh AMD.

Untuk menghadapi Ryzen, selain memangkas harga sebagai solusi jangka pendek, Intel harus merilis chip yang lebih baru dan lebih cepat dengan harga yang tidak terlalu jauh berbeda dengan yang ditawarkan AMD. Intel sendiri berencana akan merilis prosesor Core generasi kedelapan pada akhir tahun ini. Prosesor ini diklaim akan memiliki kinerja sepuluh persen lebih cepat daripada prosesor generasi ketujuh saat ini, atau yang lebih dikenal sebagai Kaby Lake.

TERBARU

Pengguna Instagram asal Indonesia masuk ke dalam lima besar negara yang paling sering menggunakan Instagram sebagai akun bisnis.