Tags Posts tagged with "Internet"

Internet

Robert Taylor, Bapak Internet

Namanya tidaklah sebesar dan seharum almarhum Steve Jobs (Pendiri dan Mantan CEO Apple), tetapi karya Robert Taylor sangat penting dan memukau dunia.

Robert Taylor adalah seorang ilmuwan komputer yang memiliki peran besar dalam penemuan dan pengembangan jaringan internet.

Taylor menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 85 tahun di Woodside, California, Amerika Serikat setelah berjuang melawan penyakit Parkinson.

Sepanjang hidupnya, Taylor adalah sosok yang visioner dan merupakan salah satu tokoh yang memperjuangkan agar internet bisa diakses semua orang, bukan cuma kalangan tertentu.

Taylor pertama kali membangun jaringan internet ketika menjadi peneliti di Advanced Research Projects Agency (ARPA) milik Pentagon pada 1966.

Kala itu, Taylor menemukan tantangan besar untuk menghubungi peneliti lainnya yang menggunakan sistem komputer berbeda. Ia pun meminta timnya membuat akses jaringan yang bisa diakses semua anggota tanpa harus ada perpindahan terminal.

Karena itu, ia pun membuat ARPAnet, sebuah jaringan komputer tunggal yang menghubungkan setiap proyek dengan proyek lainnya dan di kemudian hari menjadi cikal bakal internet.

Saat membuatnya, Taylor memprediksi jaringan ARPAnet akan sangat efisien dan dapat menjawab kebutuhan masyarakat. “Dalam beberapa tahun mendatang, orang akan lebih sering berkomunikasi melalui mesin daripada bertemu langsung,” tulis Taylor dalam sebuah makalah yang dipublikasikan pada tahun 1968.

Selain ARPAnet, Taylor juga orang yang berada di balik pengembangan Alto, PC pertama yang mendukung sistem operasi yang berbasis tampilan antarmuka grafis (GUI/Graphic User Interface). Penemuan itu dilakukan ketika ia pintah ke Palo Alto Research Center milik Xerox pada 1970.

Pria kelahiran Dallas, 10 Februari 1932, itu juga berperan besar dalam penciptaan mouse komputer, seperti dikutip dari CNET. Taylor bahkan sudah memprediksi tentang tren bot dan virus internet sejak awal.

Sama seperti penemu World Wide Web (WWW), Tim Berners-Lee, Taylor tak cuma memperhatikan pengembangan teknologi dari segi teknis.

Menurut Engadget, Taylor adalah salah satu kontributor dalam menetapkan hukum moral di internet. Taylor sadar bahwa internet akan membawa dampak baik dan buruk. Bahkan ia memprediksi kehadiran botnet beberapa tahun sebelum kemunculan pertamanya.

Ilustrasi anak-anak berselancar

Penggunaan media mobile dan Internet semakin merajai perilaku konsumsi digital anak-anak di Asia Tenggara. Hasil penelitian TotallyAwesome mengungkapkan tren penggunaan Internet di kalangan anak-anak Asia Tenggara telah melampaui TV, dengan durasi 24 menit lebih lama dibanding TV setiap harinya.

Penggunaan Internet tumbuh 11 persen dari tahun sebelumnya dan sebanyak 77 persen anak-anak lebih memilih Internet dibandingkan TV.

Sejak 2015, TotallyAwesome telah mengamati perilaku konsumsi media di kalangan anak-anak dari berbagai negara, membandingkan akses internet dan mobile, penggunaan dan pilihan menggunakan internet dibandingkan TV. Studi mengamati bahwa perilaku itu terus berubah dari waktu ke waktu, dalam berbagai kategori usia.

“Seiring dengan konsumsi media mobile dan online yang berkembang di kalangan anak-anak Asia Tenggara, anak-anak menggunakan media dan kebiasaan bisa berubah sesuai usia dan tayangan di berbagai media,” Quan Nguyen (CEO TotallyAwesome) dalam siaran persnya, Minggu.

Hasil studi TotallyAwesome mengungkapkan anak-anak di Asia Tenggara menghabiskan waktu lebih banyak di media online daripada TV dan iklan di media online semakin memegang peranan penting bagi anak-anak untuk mendapatkan informasi terbaru.

“Dari segi perangkat, anak-anak lebih sering menggunakan smartphone dan TV, dibandingkan perangkat lainnya. Anak-anak juga punya akses yang lebih mudah terhadap smartphone dibandingkan TV,” ujarnya.

Nguyen mengatakan strategi marketing yang paling efektif adalah memanfaatkan pendekatan kepada konsumen dengan multi channel, seperti melalui media TV dan digital, serta memaksimalkan peluang untuk berinteraksi dengan strategi yang lebih efektif.

“TotallyAwesome telah dipercaya oleh brand yang bekerjasama dengan kami untuk mencapai efektifitas interaksi dengan target market yang sesuai, melalui strategi yang tepat,” ujarnya.

Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) sukses membobol data enkripsi iPhone.

Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) pun meminta pihak ketiga firma keamanan Cellbrite untuk membobol iPhone milik tersangka teroris setelah Apple menolak mentah-mentah permintaan FBI untuk membuka sistem keamanan iPhone tersebut.

Ironisnya, hacker berhasil membobol sistem keamanan Cellbrite pada awal tahun ini dan menggondol daya sebanyak 900 GB, termasuk software yang dipakai Cellbrite untuk membobol iPhone.

Data Cellbrite itu berbentuk image dari Universal Forensic Extraction Device (UFED). Meskipun terenkripsi, hacker itu berhasil menjebol image UFED dan mengaksesnya.

Hacker itu pun mempublikasikan software pembobol iPhone Script Python itu di Internet. “Script Python dapat menjebol celah keamanan iPhone. Begitu Anda membuat tool ini, pada akhirnya akan bocor ke luar,” kata hacker itu seperti dikutip Motherboard.

Script Python mirip dengan perangkat lunak jailbreak tetapi ada beberapa modifikasi untuk keperluan forensik, seperti penambahan kemampuan brute force PIN.

Juru bicara Cellbrite berkilah data yang dicuri hacker tidak mengandung source code apa pun.

“File-file yang tercuri bukanlah data-data yang penting,” pungkasnya.

Ilustrasi modus penipuan kencan online

Saat ini teknologi sudah memasuki dunia romansa dan teknologi telah mengubah bagaimana kita menjalin asmara dan membangun cinta. Kini banyak media sosial dan situs kencan online yang bisa membantu Anda untuk mencari jodoh, baik dalam lingkup pertemanan Anda maupun dalam lingkup yang lebih luas.

Dengan tersedianya berbagai situs kencan online dan media sosial, kita akan menemukan pasangan atau jodoh bahkan dari negara yang berbeda jika Anda menginginkannya.

Anda juga bisa menyukai seseorang hanya dengan melihat gambar mereka dan membaca rincian profil mereka untuk melihat apakah mereka “setipe dengan Anda”. Komputer dan server pada situs kencan online menyaring jutaan orang di database mereka untuk menemukan pasangan yang paling cocok dengan Anda.

“Kami ingin mempersenjatai semua orang dengan pengetahuan tentang penipuan asmara yang umum dan bagaimana untuk menghindari para penipu ini sehingga Anda dapat terhindar dari cinta palsu dan mencari cinta sejati Anda sebenarnya,” kata Sylvia Ng (General Manager SEA Kaspersky Lab) dalam siaran persnya, Selasa.

Kenyataannya, tidak semua orang di dunia maya baik semua karena dibalik kedok wanita manis yang terdengar menyenangkan, bisa jadi sebenarnya dia seorang pria, seorang penjahat siber yang ingin mendapatkan nomor telepon Anda untuk melakukan aksi penipuan (scam) terhadap Anda.

Tahun lalu, polisi Rusia menangkap dua orang dari Smolensk yang berpura-pura menjadi wanita muda untuk mencuri hati para pria di Moskow kemudian dan mengancam serta menipu untuk mengirimkan jumlah besar uang. Para penjahat siber ini ternyata berhasil mengumpulkan sekitar satu juta rubel Rusia atau sekitar USD16,500 dengan modus penipuan tersebut.

Jumlah sebenarnya dari penipuan romantis ini tidak pernah diketahui. Banyak dari para korban terutama orang yang menikah lebih memilih untuk tetap diam. Berikut modus penipuan ketika kencan online dari Kaspersky Lab:

Pertama, modus itu digunakan penipu dengan cara mengontak Anda melalui media sosial dan tertarik dengan Anda. Jika Anda seorang yang senang mengunggah foto dan belum memperbarui pengaturan privasi Anda, maka mudah sekali bagi penjahat dunia maya untuk menjebak.

Karena itu, jika Anda menerima rayuan seperti itu dan tidak peduli sebagaimana putus asa nya Anda, hentikan percakapan tersebut dan jangan pernah menambahkan orang itu sebagai teman Anda. Segera perbarui pengaturan privasi Anda dan hanya berbagi unggahan dengan orang-orang yang Anda kenal.

Kedua, scammer meminta korban untuk berhubungan dengan webcam dan terus memberikan pujian kepada korban sehingga meyakinkan “pasangannya” untuk membuka pakaian mereka sebagian atau melakukan tindakan intim lainnya. Scammer kemudian mengungkapkan identitas mereka yang sebenarnya. Mereka mengklaim telah membuat rekaman video dan mengancam untuk membagikan video tersebut dengan teman-teman di media sosial atau mengunggah rekaman online, kecuali korban mengirimkan sejumlah uang.

Karena itu, jika melibatkan webcam dan Anda diminta untuk melakukan tindakan tidak senonoh, jangan pernah meladeninya, tidak peduli siapa mereka. Jika hubungan itu nyata, maka Anda akan menunggu untuk bertemu satu sama lain secara pribadi.

Ketiga, online kencan palsu. Waspadalah terhadap daftar pertanyaan yang diajukan ketika Anda sign-up, jika lebih menitikberatkan pada masalah keuangan dibandingkan informasi pribadi. Apalagi, jika isi seluruh profil Anda hanya berupa beberapa baris teks, tidak ada foto dan tidak ada penjelesan mengenai preferensi, kemungkinannya Anda menemukan sebuah situs kencan palsu.

Keempat, Si-penipu (scammers) membuat akun wanita cantik dengan menggunakan gambar yang disalin dari mana saja di Internet. Lalu, ada bot untuk memikat pendatang baru ke dalam percakapan dan memaksa mereka mau membayar uang untuk melanjutkan percakapan.

Kelimat Cut-dan-Paste. Jika gambaran profil dan isi pesan terkesan terlalu baik, Anda patut curiga. Seringkali, para penipu tidak mau repot-repot menulis materi mereka sendiri, melainkan mengambilnya dari situs-situs atau profil kencan lainnya.

Sebuah laporan dari Imperva menyebutkan bahwa lebih dari separuh lalu lintas internet di dunia dikuasai oleh bot.

Sebuah laporan dari Imperva, penyedia jasa content network delivery (CDN), menyebutkan bahwa lebih dari separuh lalu lintas internet di dunia dikuasai oleh bot, istilah untuk program/aplikasi “robot” di dunia maya yang bekerja secara otomatis menyerupai aktivitas manusia.

Aktivitas bot ditengarai mencapai 51,8% dari keseluruhan aktivitas di internet, sedangkan manusia hanya menyumbang 48,2%-nya. Angka ini didapat berdasarkan hasil riset Imperva pada 16,7 miliar kunjungan di 100 ribu domain yang dipilih acak pada periode 9 Agustus – 6 November 2016.

Hasil tersebut sebetulnya mirip dengan kondisi pada tahun 2012 – 2014. Pada tahun 2015, situasi sempat berbalik dengan 51,5% lalu lintas internet berasal dari manusia. Tetapi, tahun 2016 lalu, aktivitas bot kembali meningkat dan mengalahkan manusia.

Imperva juga membagi bot ke dalam dua jenis, bot baik dan bot jahat.

Bot baik antara lain meliputi program spider yang dipakai Google untuk menjelajahi situs-situs di dunia setiap hari dan mengecek pembaruan atau program feed fetchers yang disebar Facebook guna memperbarui news feed. Sementara itu, bot jahat adalah program yang dirancang untuk mencuri konten situs, melakukan penipuan dalam lelang iklan online, membuat halaman spam, atau menyerang situs tertentu untuk menjatuhkannya (DDoS).

Sayangnya, dari total 51,8% lalu lintas dari bot, porsi bot jahat masih lebih besar dibandingkan dengan bot baik, yaitu 28,9% vs 22,9%.

Contoh bot baik dan bot jahat.

Dikutip dari Axios, bot jahat bahkan telah dipergunakan untuk menggondol pemasukan dari jaringan iklan online dengan cara meniru identitas situs web dan mencuri lalu lintas serta kunjungan iklannya. Firma keamanan White Ops pada tahun lalu menemukan Methbot, jaringan bot jahat terbesar sepanjang masa, dengan modus seperti itu.

“Penjahat siber yang menyasar jaringan iklan sudah makin canggih karena mampu memalsukan metrik-metrik pengukuran iklan online, seperti klik, keterlihatan, dan pendaftaran e-mail,” ujar Mark Schlosser (Senior Director, White Ops).

Diperkirakan, kerugian yang diderita para pengiklan bisa mencapai US$7 miliar per tahun akibat manipulasi oleh bot jahat ini.

Ilustrasi cyberbullying

Norton by Symantec mengungkapkan 2016 Norton Cyber Security Insights Report: Family Edition yang memaparkan pandangan orang tua terhadap cyberbullying dan langkah-langkah pencegahan untuk melindungi anak-anak mereka.

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa sebanyak 49 persen orang tua di Indonesia memperbolehkan anak-anaknya yang berusia di bawah 11 tahun untuk mengakses internet, banyak dari mereka memiliki berbagai kekhawatiran.

Misalnya, lebih dari 4 dari 10 (41 persen) orang tua di Indonesia yakin bahwa anak-anak mereka lebih mungkin untuk di-bully di dunia online dibandingkan di dunia nyata.

“Saat ini anak-anak bukan lagi menghadapi ancaman fisik atau perlawanan secara langsung,” kata Chee Choon Hong, Director (Asia Consumer Business, Symantec) dalam siaran persnya.

Choon Hong mengatakan cyberbullying adalah isu yang sedang berkembang dan orang tua sedang berupaya untuk mengidentifikasi dan mengatasi ancaman tersebut.

“Kekhawatiran bagi banyak orang tua adalah cyberbullying tidak berhenti saat anak mereka pulang dari sekolah – selama anak mereka masih menggunakan perangkat, pelaku bully dapat terhubungkan ke mereka,” ucapnya.

Selain cyberbullying, kekhawatiran utama para orang tua adalah bahwa anak mereka bisa mengunduh program yang berbahaya atau virus (72%), memberikan terlalu banyak informasi pribadi kepada orang yang tidak kenal (68%), terbujuk untuk bertemu dengan orang asing di dunia nyata (71%).

Karena itu, orang tua pun mulai melakukan langkah pencegahan seperti sebanyak 68% orang tua memilih untuk mengecek riwayat browser anak mereka, 56% hanya memberikan izin untuk situs tertentu, 56% hanya memberikan izin akses internet dengan pengawasan dari orang tua, dan 32% memberikan akses internet hanya di area umum rumah.

Choon Hong mengungkapkan banyak orang tua yang masih tidak tahu cara mengenali tanda-tanda cyberbullying dan apa saja yang perlu dilakukan jika anak-anak mereka mengalaminya.

“Orang tua harus mengedukasi diri mereka sendiri tentang tanda-tanda cyberbullying dan mempelajari cara berkomunikasi secara terbuka dengan anak-anak mereka” ujarnya.

Mark Zuckerberg, (chairman and CEO of Facebook) berbicara dalam ajang APEC 2016

Mark Zuckerberg, (chairman and CEO of Facebook) berbicara dalam ajang APEC 2016

Mark Zuckerberg (CEO Facebook) berencana bertemu dengan Jusuf Kalla (Wakil Presiden RI) dalam ajang APEC CEO Summit Peru 2016.

“Senangnya membahas program konektivitas dengan lebih dari 20 presiden dan perdana menteri di Peru. Facebook sangat antusias menanamkan investasi saat ini karena dapat menghubungkan miliaran orang pada dekade berikutnya,” tulis Mark dalam posting di Facebook.

Zuck dan Jusuf Kalla tidak akan membicarakan soal pajak perusahaan media sosial. Indonesia harus bisa meniru Irlandia yang memanfaatkan Facebook dan media sosial berbasis teknologi informasi lainnya untuk menjaga persaingan usaha lebih sehat.

“Kami tidak akan membicarakan teknis (pajak). Kami hanya ingin ada perluasan hubungan dengan mereka (Facebook). Ini (pembicaraan dengan Zuckerberg soal investasi) juga sedang dalam proses,” ucap Zuckerberg.

Selain mempermudah hubungan antardaerah terpencil dan antar-kawasan, program yang ditawarkan Facebook tersebut bisa membantu peningkatan usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM).

“Salah satu (kelebihan) online tentang informasi dan pasar serta produk. Bagaimana kita bisa bicarakan (hal itu) tanpa konektivitas?” ujarnya.

Wapres Jusuf Kalla menilai program konektivitas yang dikembangkan Facebook bisa memadukan pembangunan perekonomian secara keseluruhan. Dalam pertemuan di Lima Convention Center (LCC) itu, Mark menawarkan drone Aquila untuk menghubungkan internet ke seluruh pelosok Indonesia.

Tak hanya kepada JK, Mark juga mempresentasikan drone ini kepada para kepala negara yang hadir di pertemuan tersebut, seperti Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Amerika Serikat Barack Obama, PM Malaysia Najib Razak, Sultan Brunei Darrusalam Hassanal Bolkiah, Presiden China Xi Jinping, Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte, dan beberapa kepala negara lain.

“Setiap satu drone bisa meng-cover area kurang lebih 60 km ketika mengudara. Nanti drone-drone ini akan saling terhubung oleh laser sehingga menjangkau cakupan wilayah yang sangat luas,” kata Facebook.

Desain drone Aquilla sangat ringan karena terbuat dari karbon fiber dan memiliki bentang sayap lebih lebar dari Boeing 737 serta bertenaga matahari sehingga mengudara terus tanpa harus mendarat mengisi daya.

Terkait dengan kebijakan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden terpilih Donald Trump, Wapres JK mengatakan masih belum bisa diprediksi, apakah berubah menjadi proteksionis atau tidak.

“Semuanya belum jelas karena masih Februari nanti. Tapi apa pun yang terjadi, kita tidak perlu khawatir. Kita akan pikirkan (penguatan) ekonomi dalam negeri. Karena kita punya kelebihan, yaitu jumlah penduduk yang besar, maka produktivitasnya juga harus ditingkatkan agar pertumbuhan ekonominya juga besar,” pungkasnya.

donald-trump-marketwatch

Donald Trump telah terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat menggantikan Barack Obama. Sebagai Presiden AS, Trump pun memiliki kebijakan di sektor teknologi, yaitu memaksa Apple untuk produksi iPhone di AS dan mematikan akses internet untuk mencegah ISIS.

Selama masa kampanye, Trump berjanji untuk memaksa Apple merakit dan memproduksi iPhone di negaranya, bukan di Tiongkok, sehingga dapat menciptakan banyak lapangan pekerjaan yang baru.

“Bukankah hebat jika Apple benar-benar membuat produknya di Amerika Serikat?” katanya ketika berbicara di Liberty University, Virginia, Amerika Serikat pada awal tahun 2016.

“Kita memiliki orang-orang yang menakjubkan di negeri ini. Mereka cerdas, tajam, energik. Kita pun akan memaksa Apple untuk membangun pabrik komputer dan barang-barang mereka di negeri ini ketimbang negara lain,” tegas Trump.

Selain itu, Donald Trump pernah melontarkan pernyataan kontroversial untuk memboikot seluruh produk Apple dan mendesak Apple untuk membuka enkripsi iPhone 5c milik salah satu pelaku penembakan di San Bernardino, California, Syed Ridwan Farook.

Apple memiliki alasan kuat menggandeng Foxconn dan merakit iPhone di Tiongkok karena biaya produksinya yang murah. Jika Apple harus memproduksi iPhone di AS, akan berimbas kepada harga iPhone yang mahal, mengingat upah minimum pekerja di AS yang tinggi.

Sebagai contoh, jika Apple mempekerjakan seseorang pekerja di California, Apple harus membayar upah minimum sebesar US$9 per jam atau US$1.400 tiap bulannya. Pengeluaran itu tiga kali lipat dari gaji pekerja Foxconn di Tiongkok.

Sementara itu, Trump juga memiliki rencana untuk menghabisi kelompok teroris ISIS dengan mematikan akses internet di beberapa tempat. Trump melihat ISIS kerap menggunakan internet untuk melakukan propaganda.

“Saya jelas memiliki kebijakan untuk menutup (internet) di beberapa wilayah di mana kita sedang berperang dengan seseorang. Saya tidak ingin ISIS menggunakan internet untuk mempengaruhi pemuda kita,” ucap Trump.

Sayangnya, Fast Company menganggap kebijakan Trump untuk mematikan akses internet ISIS sangat tidak masuk akal. AS tidak bisa mengendalikan akses internet di Timur Tengah karena server-nya tidak berada di AS.

“Trump harus membujuk operator di negara tersebut untuk mematikan akses internet ke ISIS atau menghancurkan infrastruktur lokal untuk memotong akses internet ke ISIS,” seperti dilansir Reuters.

Ilustrasi Pengguna Internet melalui Smartphone

Ilustrasi Pengguna Internet melalui Smartphone

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, pengguna internet mobile yang mengunjungi website meningkat menjadi 51,3 persen dibanding pengguna yang mengakses internet melalui perangkat komputer sebanyak 48,7 persen.

Hal itu terungkap dari data StatCounter pada awal minggu ini. Uniknya, jika lalu lintas mobile dipecah menjadi dua perangkat, yakni smartphone dan tablet, terlihat bahwa pengguna smartphone yang mengunjungi website sebesar 46,53 persen dan hanya 4,73 persen yang merupakan pengguna tablet. Artinya, sebagian besar pengguna internet mobile di dunia adalah pengguna smartphone.

Namun, khusus di Amerika Serikat, warga di sana masih lebih banyak menggunakan desktop untuk mengakses internet sebanyak 58 persen, sedangkan pengguna yang mengakses internet dari mobile sebanyak 42 persen.

Survei itu juga mengungkapkan perangkat mobile sangat dominan di negara berkembang. Tidak bisa dimungkiri tren masyarakat bergerak kepada perangkat mobile, seperti dikutip dari BGR.

Yang mencengangkan, perangkat mobile sangat cepat bertransisi dan mengalahkan perangkat desktop.

iPhone mengawali smartphone modern pada tahun 2007, tetapi data lalu lintas kunjungan website dari perangkat mobile baru mencapai 30 persen pada 2013. Dan sekarang, angka itu sudah menembus 51 persen.

kspersky_lab

Hasil survei mengenai Growing Up Online – Connected Kids yang dilakukan oleh Kaspersky Lab bersama iconKids&youth menunjukkan bahwa remaja laki-laki dan perempuan berusia 8 – 16 tahun berperilaku sangat berbeda di internet, yang berarti diperlukan pendekatan yang berbeda pula untuk menjaga mereka agar tetap aman.

Remaja perempuan lebih gemar menggunakan smartphone, berbeda dengan laki-laki yang cenderung memilih bermain komputer dan game konsol.

Laki-laki pada umumnya lebih mungkin mengalami kecanduan game komputer, terlihat dari tingginya aktivitas online mereka sehari-hari. Sementara itu, perempuan senang berkomunikasi lewat jejaring sosial maupun instant messenger.

Ketika membicarakan metode komunikasi, remaja perempuan lebih sering melakukan panggilan dan mengirim pesan. Fakta ini tidak mengherankan mengingat kecintaan mereka terhadap smartphone.

Hal ini mungkin saja disebabkan oleh cara mereka dalam bersosialisasi, perempuan cenderung memilih anggota keluarga atau teman-teman sebagai sumber informasi, sedangkan laki-laki lebih mengandalkan internet untuk mencari berita. Remaja laki-laki juga lebih mungkin untuk berpikir bahwa mereka tahu bagaimana menggunakan internet dan bagaimana melindungi diri mereka sendiri secara online dibanding perempuan.

Pada saat yang sama, menurut survei, remaja laki-laki kurang terlindungi di internet dibanding perempuan. Mereka membagikan banyak informasi pribadi di situs jejaring sosial dan berpura-pura berusia lebih tua dari yang sebenarnya.

Mereka juga mencoba untuk melepaskan fitur parental control terhadap perangkat mereka dan menyembunyikan informasi mengenai aktivitas online. Dan ada sesuatu yang disembunyikan, menurut pengakuan mereka, remaja laki-laki dibandingkan perempuan lebih mungkin mengakses konten yang tidak pantas untuk remaja seusianya.

“Penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua yang memiliki anak remaja laki-laki harus lebih ketat dalam memperhatikan aktivitas online anak mereka. Orang tua perlu menggunakan fitur parental controls yang up-to-date guna menjaga remaja laki-laki yang bertindak semaunya di internet agar tetap terlindungi dari berbagai informasi berbahaya atau yang tidak diinginkan. Sementara itu, ibu dan ayah dari remaja perempuan harus lebih memperhatikan dengan siapa putri mereka berkomunikasi secara online,” saran Andrei Mochola, Head of Consumer Business di Kaspersky Lab.

Untuk itu Kaspersky Lab menyediakan informasi tentang solusi teknis untuk masalah ini yang dapat ditemukan di Kaspersky Safe Kids.

Kaspersky Lab juga menyediakan kesempatan bagi mahasiswa dan profesional muda untuk mengembangkan solusi keamanan yang menjaga anak-anak tetap terlindungi secara online. Informasi lebih lanjut tentang kompetisi internasional Talent Lab dapat ditemukan di academy.kaspersky.com/talentlab.

TERBARU

Jimmy Wales (Pendiri Wikileaks)Berita hoax alias palsu telah menjadi musuh bersama masyarakat. Jimmy Wales (Pendiri Wikipedia) meluncurkan Wikitribune, sebuah portal berita berbasis komunitas...