Tags Posts tagged with "iPhone"

iPhone

Ilustrasi Trump dengan Ponsel Android

Akhirnya, Donald Trump (Presiden Amerika Serikat) boleh menggunakan iPhone sebagai smartphone sehari-harinya dengan catatan Trump hanya boleh menggunakan satu aplikasi yaitu Twitter.

Berbeda dengan presiden AS sebelumnya, Barack Obama hanya boleh menggunakan BlackBerry dan iPad atas izin National Security Agency (NSA) dengan sistem keamanan di dalamnya.

Twitter adalah aplikasi favorit Trump untuk eksis di dunia maya untuk berbagi ide dan kebijakan pemerintahannya kepada warga AS. Rumornya, staf Gedung Putih sudah mencoba untuk membuat jadwal bagi Trump agar mengurangi kebiasaannya bermain Twitter, tapi sepertinya sulit untuk menghentikan hobi Trump tersebut.

Tentunya, Apple telah membuat iPhone khusus untuk Trump dengan peningkatan sistem keamanan untuk mencegah ancaman, yang dapat mengekspos data-data pentingnya seperti dikutip Ars Technica.

Terlepas dari ‘perseteruannya’ dengan Apple soal pembagunan pabrik iPhone di AS, Trump pernah menggunakan smartphone tersebut beberapa kali.

Selain itu, sejumlah kicauannya di Twitter juga di-post dari ponsel Apple tersebut. Sebelumnya, Trump juga menggunakan smartphone Samsung Galaxy S3 dan berhenti menggunakannya karena alasan keamanan.

Trump terpilih menjadi presiden AS ke-45 setelah mengalahkan Hillary Clinton dalam Pemilihan Umum yang diselenggarakan pada akhir tahun 2016. Trump kini memegang akun resmi presiden AS dengan nama @POTUS.

Ilustrasi pegawai Foxconn

Sengketa antara Apple dan Qualcomm bisa berbuntut panjang dan bahkan mengancam penjualan iPhone di Amerika Serikat.

Penyebabnya, Qualcomm sedang bersiap mengajukan permohonan pemblokiran impor iPhone di AS kepada Komisi Perdagangan Internasional dengan alasan pelanggaran hak paten. Jika permohonan itu dikabulkan, Apple tidak dibolehkan memboyong iPhone yang sudah dirakit oleh pabrik Foxconn di Taiwan ke daratan AS. Dengan demikian, Apple terancam tidak bisa menjual iPhone baru kepada konsumen di AS.

Seperti dilaporkan VentureBeat, langkah Qualcomm ini merupakan dampak dari sengketa antara Apple dan Qualcomm yang berlangsung sejak Januari 2017.

Saat itu, Apple pertama kali menggugat Qualcomm sebesar US$1 miliar karena menganggap Qualcomm telah meminta biaya royalti yang terlalu mahal terkait hak paten atas teknologi-teknologi yang mereka ciptakan dan dipakai oleh Apple di dalam produk-produknya.

Gugatan tersebut dibalas Qualcomm pada April 2017 dengan menuntut Apple atas dasar pelanggaran kontrak dan keterlambatan membayar biaya royalti. Qualcomm geram karena Apple membeli chip dari Intel yang diklaim melanggar kontrak eksklusif antara Apple dan Qualcomm. Selain itu, Apple masih menahan pembayaran biaya royalti sebesar US$500 juta kepada Qualcomm.

“Mereka [Apple] ingin membayar lebih sedikit dari harga normal yang Qualcomm sudah tentukan di pasar untuk teknologi kami, sedangkan mereka sudah menghasilkan keuntungan miliaran dollar AS dari penggunaan teknologi itu,” tukas Steven Mallenkopf (CEO, Qualcomm).

Kini, Qualcomm berniat mengambil langkah berikutnya yang lebih berpotensi mengancam bisnis Apple secara langsung.

Apple Membela Diri

Selama bertahun-tahun, Qualcomm memang menangguk banyak pemasukan dari biaya royalti atas bermacam teknologi jaringan nirkabel yang mereka kembangkan. Bisa dipastikan, hampir setiap perangkat komunikasi, termasuk smartphone dari berbagai merek, mengandung teknologi temuan Qualcomm.

Namun, Apple merasa Qualcomm menyalahgunakan dominasinya di pasar dengan meminta biaya royalti yang berlebihan.

Misalnya, Qualcomm sebetulnya hanya memiliki kesepakatan royalti secara langsung dengan Foxconn (pabrik pembuat iPhone), bukan dengan Apple. Tetapi, Qualcomm tetap meminta bayaran royalti kepada Apple dan menagih biaya royalti berdasarkan jumlah unit yang terjual.

Tim Cook (CEO Apple) memaparkan keunggulan iphone 7 di Bill Graham Civic Auditorium, San Francisco, AS.

Apple pun membela diri melalui pernyataan sang CEO, Tim Cook, saat ditanya tentang alasan Apple menunda pembayaran biaya royalti kepada Qualcomm.

“Anda tidak bisa membayar sesuatu saat sengketa mengenai hal tersebut masih berlangsung dan Anda tidak tahu jumlah pasti yang harus dibayarkan. Saya tidak yakin pihak lain bisa memblokir [penjualan] iPhone dengan alasan itu,” ujar Cook.

Akan tetapi, Kevin Cassidy (Analis dari Stifel Nicolaus) punya pandangan berbeda. “Mereka [Qualcomm] harus berbuat sesuatu. Kalau tidak, risikonya perusahaan atau negara lain juga tidak akan mau membayar [biaya royalti], mengikuti langkah Apple,” tukasnya kepada Bloomberg.

Qualcomm sendiri sebelumnya sudah kalah di pengadilan arbitrase dalam sengketa dengan BlackBerry atas kasus serupa pada April lalu. Qualcomm harus membayar 814,9 juta dollar AS (sekitar Rp10,8 triliun) kepada BlackBerry setelah BlackBerry menggugat Qualcomm lantaran membayar royalti terlalu banyak selama periode 2010 – 2015.

Ilustrasi Uber pada iPhone

Uber kembali dirundung permasalahan pelik terkait privasi. Kali ini, Uber mencari masalah dengan Apple.

Pada 2015, Uber menemukan sebuah cara rahasia untuk mengidentifikasi dan melakukan tag (melacak lokasi) kepada pengguna iPhone yang memakai aplikasinya. Parahnya, identifikasi akan tetap berfungsi walaupun pengguna iPhone telah menghapusnya.

Padahal, praktik identifikasi atau fingerprinting merupakan hal terlarang. Namun, Uber tetap nekat mempraktekan fingerprinting. Bahkan, Uber sengaja memasang geofence di markas Apple di Cupertino agar tidak ketahuan melakukan praktik terlarang.

Geofence merupakan pagar virtual yang disematkan melalui GPS untuk mematikan aplikasi saat masuk ke wilayah tertentu dan menyalakannya lagi ketika pengguna aplikasi sudah berada di luar wilayah itu.

Selain memasang geofence, Uber juga berani mengubah kode dalam aplikasi mereka agar tindakan fingerprinting itu tidak ketahuan pegawai Apple.

Terbongkar Juga

Apple pun tidak bodoh dan langsung mencium kelakuan busuk Uber tersebut. Tim Cook (CEO Apple) langsung menegur keras Travis Kalanick (CEO Uber) untuk menghentikan praktik ilegal tersebut.

Bahkan, Apple akan menghapus aplikasi Uber dari App Store, jika tetap melakukan aksi tersebut.

“Jadi saya dengar, Anda telah melanggar sejumlah peraturan perusahaan kami,” kata Cook kepada Kalanick sebuah pertemuan seperti dikutip The Verge.

Sumber mengatakan bahwa Kalanick sangat terkejut mendengar kemarahan Cook. Akhirnya, Kalanick langsung memenuhi permintaan Cook karena Uber bisa kehilangan akses jutaan pengguna iPhone dan menghancurkan bisnis mereka.

Uber pun membantah aplikasi untuk melacak lokasi individu para pengguna aplikasinya. Uber berkilah fitur yang melanggar privasi itu berfungsi sebagai pendeteksi penipuan.

“Kami tentu saja tidak melacak pengguna atau lokasi mereka, jika mereka menghapus aplikasinya,” ujar Uber.

“Ini adalah tipikal cara untuk mencegah penipuan loading aplikasi Uber yang berasal dari ponsel curian, kartu kredit curian, dan melakukan perjalanan Uber dengan tarif mahal,” ucap Uber.

Bukan yang Pertama

Uber baru-baru ini diketahui menggunakan tool rahasia bernama Greyball untuk menggagalkan upaya pemerintah masing-masing negara untuk mengetahui Uber melanggar aturan setempat.

Pada 2014, salah satu eksekutif Uber diduga menggunakan fitur internal bernama “God View” untuk melacak lokasi seorang reporter tanpa sepeetahuiannya. Penggunaan tool itu memungkinkan staf Uber melihat aktivitas login si pengguna.

Sialnya, aktivitas Uber itu terbongkar dan Uber harus mempekerjakan ahli keamanan dan privasi pihak ketiga untuk meninjau kebijakan dan memberikan rekomendasi.

Henao dan ratusan jumlah ponsel yang dicurinya dalam konser musik Coachella

Puluhan ribu orang memadati pesta musik festival Coachella Valley Music and Arts Festival di California pada 14 April 2017. Tidak jauh dengan Indonesia, banyak pecopet dan maling yang berkeliaran dalam acara konser musik.

Tapi, tak bedanya dengan acara musik di Indonesia, acara sekaliber Coachella pun ada saja maling ponsel yang memanfaatkan kerumunan penonton.

Dalam konser musik Coachella, polisi setempat berhasil meringkus Reinaldo De Jesus Henao yang mencuri lebih dari 100 ponsel selama acara tersebut.

Salah seorang peserta konser musik menyadari smartphonenya lenyap dan melacak smartphone yang hilang dengan fitur “Find My Phone“. Ia pun berhasil melacak keberadaan ponselnya yang dibawa Henao. Korban pun mengikuti si pencuri dan menangkapnya sehingga pihak keamanan konser dan polisi datang.

Kemudian polisi menemukan sebanyak lebih dari 100 ponsel curian di ranselnya. Beberapa smartphone sudah diambil oleh pemiliknya dan sisanya ditempatkan di pos barang hilang dari festival tersebut seperti dikutip CNET.

Find My iPhone merupakan fitur pelacak perangkat berbasis lokasi GPS yang ditanamkan pada perangkat berbasis iOS tersebut.

Kejadian itu membuktikan smartphone yang hilang masih bisa terlacak keberadaannya dan korban bergerak cepat melacaknya sebelum si pencuri mematikan smartphone-nya.

Bocoran desain iPhone 8 dengan layar nyaris tanpa bingkai. [Kredit: Ifanr]

Jadwal peluncuran iPhone 8 memang masih lama, sekitar bulan September 2017. Namun, bermacam rumor terus muncul terkait smartphone istimewa yang sekaligus merayakan ulang tahun iPhone ke-10 itu.

Rumor terbaru datang dari situs teknologi Tiongkok Ifanr yang menerbitkan bocoran skema dan gambar yang diyakini sebagai desain iPhone 8. Gambar ini diklaim mereka peroleh dari sumber internal di Foxconn, pabrik yang dipercaya sejak lama merakit iPhone di Taiwan.

[BACA: iPhone 8 Bisa Bikin Samsung Untung, Kenapa?]

Pada gambar itu, iPhone 8 terlihat mengusung perubahan desain yang drastis dibandingkan seri-seri pendahulunya. Wajar saja, mengingat Apple terakhir kali memperkenalkan desain baru iPhone pada tahun 2014 saat meluncurkan iPhone 6. Di samping itu, pabrikan smartphone lainnya juga terus melakukan inovasi perwajahan, terutama di sisi layar.

Apa saja pembaruan paling signifikan yang terlihat pada bocoran desain iPhone 8?

Bocoran desain iPhone 8 dengan layar nyaris tanpa bingkai. [Kredit: Ifanr]

Pada desain tersebut, terlihat layar OLED seluas 5,8 inci yang hadir nyaris tanpa bingkai. Skema menunjukkan bahwa ketebalan bingkai layar iPhone 8 hanya 4 mm di semua sisi. Artinya, iPhone 8 tidak akan memiliki tombol home fisik. Sebagai gantinya, tombol home akan ditanamkan di bagian bawah layar, seperti Samsung Galaxy S8 dan S8+.

Uniknya lagi, desain tersebut juga menampilkan bagian wajah iPhone 8 tanpa lensa kamera depan, speaker telepon, dan sensor proximity. Dikutip dari Inquisitr, Apple ingin membenamkan juga komponen-komponen itu di balik layar, tapi tetap menyediakan sebuah lubang kecil di bagian atas yang menjadi lokasi penempatannya.

[BACA: iPhone 8 Bakal Dilengkapi Fitur Wireless Charging]

Komponen lain yang disembunyikan di bawah layar adalah pemindai sidik jari Touch ID. Dalam hal ini, Apple tidak mau mengulangi keputusan Samsung yang menaruh pemindai sidik jari di bagian belakang bodi Galaxy S8. Keputusan itu menuai banyak kritik karena membuat pengguna tidak nyaman saat ingin memindai jari tangannya.

Bocoran desain iPhone 8 dengan layar nyaris tanpa bingkai. [Kredit: Ifanr]

Sementara itu, desain bagian belakang iPhone 8 menghadirkan dua buah kamera utama yang disusun secara vertikal (atas dan bawah), berbeda dengan susunan horizontal pada dual camera iPhone 7. Spekulasi menyebutkan bahwa perubahan desain kamera ini ada hubungannya dengan fitur augmented reality (AR) yang bakal diusung iPhone 8.

Apple dikabarkan bakal merilis iPhone 8 pada September 2017 dengan harga yang lebih mahal daripada sebelumnya, bahkan bisa mencapai lebih dari US$1.000.

Scotty Allen dengan iPhone 6s Rakitannya sendiri

Harga iPhone 7 termasuk mahal karena Apple tidak hanya membebankan ongkos produksi tetapi biaya lainnya seperti riset dan pemasaran. Untuk Anda yang menginginkan iPhone dengan harga terjangkau, Anda bisa merakitnya sendiri sesuai selera Anda.

Seorang YouTuber bernama Scotty Allen melalui channel YouTube-nya Strange Parts merakit iPhone 6s 16 GB rancangan sendiri di pasar Huaqiangbei, Shenzhen, Provinsi Guangdong, Tiongkok.

Allen pun menanyakan orang-orang sekitar di mana tempat untuk merakit iPhone. Kemudian, ia mendapatkan informasi untuk membeli beberapa komponen di Huaqianbei. Allen pun menyusuri pasar untuk membeli komponen.

Ada empat komponen utama yang ia beli, yakni layar, baterai, papan chipset, serta baterai. Ia sengaja merakit iPhone 6s karena smartphone-nya sekarang adalah iPhone 6s. Hal itu membuat ia lebih mudah membandingkan iPhone rakitannya dengan iPhone yang ia beli di toko komersil.

Selain itu, komponen iPhone 7 sulit didapat di toko-toko karena masih baru dan smartphone flagship itu baru meluncur pada September 2016 atau kira-kira enam bulan lalu.

Allen ketika merakit iPhone 6s-nya

Memang, komponen-komponen yang Allen bukanlah komponen terbaik. Ia membeli layar yang rusak lantas ia bongkar dan dipasang kembali dengan bagian baru.

Allen juga tak bisa menyolder sendiri papan chipset-nya dengan komponen-komponen yang terpisah-pisah. Gantinya, ia membeli papan chipset yang sudah jadi dan lengkap dengan sensornya.

Baterai adalah komponen yang paling gampang diperoleh, bahkan harganya sangat murah yakni dengan harga 5 dollar AS atau sekitar Rp66.000-an.

Dengan merakit iPhone secara amatir, Allen mengakui ia telah membuang banyak uang untuk membeli iPhone resmi senilai USD 1.000 atau sekitar Rp 13 jutaan. Padahal, biaya membuat iPhone 6s rakitan saja hanya USD 300 atau sekitar Rp4 juta.

“Saya harus harus mengeluarkan USD 1.000 untuk sebuah iPhone baru. Padahal, komponen-komponen yang saya perlukan hanya USD 300,” katanya seperti dikutip CNET.

Dengan menghabiskan USD 300, Allen sudah mendapatkan sebuah iPhone 6s 16 GB rakitan, harganya lebih miring daripada aslinya. Saat ini harga iPhone 6s 16 GB di pasaran sekitar 549 dollar AS atau kira-kira Rp7,3 jutaan.

Anda bisa hemat Rp2 jutaan. Tertarik?

iPhone 7 meledak milik Yin, perempuan asal Tiongkok

Kasus baterai kepanasan belum bisa pergi dari smartphone premium. Padahal, harganya yang mahal harus bisa memberikan rasa keamanan dan kenyamanan kepada penggunanya.

Setelah kasus ledakan baterai Galaxy Note 7, iPhone 7 juga mengalami kasus serupa yaitu overheating pada bagian baterainya. Kemudian ia ingin jalan-jalan. Tiba-tiba, ia mendengar ada suara ledakan yang berasal dari dalam rumahnya. Ia pun langsung menyadari bahwa suara ledakan tersebut berasal dari iPhone kesayangannya.

Kali ini musibah menimpa seorang perempuan asal Tiongkok, Yin yang melaporkan bahwa iPhone 7 Matte Black-nya meledak ketika sedang diisi dayanya di dalam rumahnya di Suqian City, Tiongkok Timur.

Yin mengisi baterai iPhone 7-nya ketika indikator menampilkan baterai hampir habis dan meletakannya di atas meja.

“Saya mencharge ponsel saya dan meletakannya di meja samping tempat tidur. Lalu, saya tingga sebentar. Kemudian, saya mendengar ledakan yang berasal dari kamar. Ternyata, sumber ledakan adalah iPhone saya,” kata Yin seperti dikutip Phone Arena.

Ilustrasi iPhone Charging

Apple Store pun akan melakukan investigasi lebih lanjut terkait ledakan tersebut. Karena iPhone 7-nya meledak saat dilakukan pengisian baterai, otomatis sebagai penyelidikan awal, ada tiga hal yang bisa disalahkan yakni baterai, charger atau kabelnya.

Yin pun membawa smartphone yang meledak itu ke Apple Store terdekat untuk diservis. Menurut Apple Store, ledakan iPhone 7 milik Yin berasal dari dalam perangkat, menyusul layar iPhone 7-nya hangus dan terbakar.

Untungnya, tidak ada yang terluka dari insiden tersebut. Hingga kini, belum diketahui apakah Apple berminat mengganti perangkat yang meledak itu atau tidak. Sekedar informasi, iPhone 7 versi 32GB milik Yin dibanderol seharga US$ 781 atau setara Rp10 jutaan.

Wiley Day sedang dirawat lantaran charger iPhone yang mengenai lehernya

Insiden iPhone kembali memakan korban. Kali ini, kasus iPhone menimpa Wiley Day, pria asal Alabama, Amerika Serikat (AS) yang mengalami luka bakar gara-gara tidur terlalu dekat dengan iPhone-nya yang sedang diisi dayanya.

Kronologisnya, ia mengisi daya iPhone-nya tepat di samping dirinya yang berada di atas tempat tidur. Ia pun mengisi dayanya dengan kabel ekstensi. Secara tidak sengaja, kalung besi yang ia kenakan ketika tidur menyentuh kepala charger yang terlepas dari kabel ekstensi tersebut.

Kalung itu tiba-tiba menjadi konduktor listrik yang menyebabkan panas merambat ke leher Day dan membuat kulit lehernya terbakar. Day langsung tersentak dan kaget ketika panas menyambar lehernya.

“Ini adalah hal paling menyeramkan yang pernah saya alami. Saya tak bisa menggambarkannya dengan kata-kata,” katanya seperti dikutip Digital Trends.

Day pun langsung terlempar dari tempat tidurnya dan seketika mengalami mati rasa. Saat sadar, jantungnya berdegup kencang. Ia pun langsung meminta bantuan keluarganya. Dengan bantuan kerabatnya, Day mengeluarkan kalung logam itu dari lehernya. Seketika itu juga, ada asap yang ke luar dari kabel ekstensi yang dipakainya untuk mengisi daya.

Day pun dilarikan ke rumah sakit dan ia menderita luka bakar hingga dagingnya terkoyak. “Saya percaya Tuhan menyelamatkan saya, itu yang terjadi,” ucapnya.

Dokter Benjamin Fail mengatakan listrik yang memiliki tegangan 100 volt bisa membunuh manusia dan listrik yang menyengat Day memiliki tegangan 110 volt. “Ia beruntung masih hidup, sebab listrik bisa saja membunuh seseorang,” ujarnya.

Setelah insiden tersebut, Day pun kapok menge-charge iPhone di samping tempat tidur. Ia pun memilih untuk mengisi daya iPhone di salah satu stop kontak di dapurnya, jauh dari tempat tidur.

“Saya tidak akan lagi mengisi daya iPhone di dekat tempat tidur. Saya benar-benar tidak ingin hal serupa menimpa kalian,” ujar Day, berpesan kepada semua orang.

Salah satu syarat agar smartphone 4G bisa dipasarkan di Indonesia adalah pihak produsen mesti memenuhi kebijakan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang telah ditetapkan pemerintah. Dalam memenuhi aturan TKDN ini, pihak produsen bisa memilih melalui berbagai cara.

Sebagai langkah untuk memasarkan produk terbarunya yaitu iPhone 7 dan iPhone 7 Plus di tanah air, akhirnya pihak Apple memilih untuk berinvestasi dengan membangun pusat inovasi pertamanya dengan nama Apple Innovation Center.

Dengan total investasi sebesar US$44 juta, Apple memilih gedung Green Office Park di BSD Tangerang sebagai lokasi yang nantinya akan fokus mengembangkan berbagai aplikasi.

Meski demikian, gedung ini masih bersifat sementara karena rencananya Apple akan menunggu proyek digital hub di BSD City rampung. Setelah rampung, barulah Apple akan membangun sendiri pusat inovasinya di BSD City yang rencananya akan memiliki konsep seperti Silicon Valley.

Apple sendiri dijadwalkan baru akan merampungkan pusat inovasi tersebut dan mulai beroperasi di akhir kuartal kedua 2017. Meski begitu, Apple ternyata sudah “diperbolehkan” menjual iPhone 7 dan iPhone 7 Plus di tanah air pada akhir Maret (31/3).

Menurut keterangan resmi dari Departemen Perindustrian, pemerintah percaya bahwa Apple akan menuntaskan komitmen investasinya tersebut sesuai dengan tenggat waktu yang dijanjikan. Asas kepercayaan ini juga dituangkan dalam sertifikasi pemenuhan TKDN yang diberikan pemerintah ke pihak Apple.

Dalam peraturan yang dikeluarkan pemerintah disebutkan bahwa produsen smartphone diizinkan untuk mengucurkan investasi secara bertahap hingga tiga tahun setelah komitmen dibuat. Untuk besaran TKDN sebesar 30%, produsen mesti mengucurkan investasi total diatas Rp 550 miliar sampai Rp 700 miliar.

Setelah sebelumnya diluncurkan di negara asalnya pada September 2016 lalu, akhirnya iPhone 7 dan iPhone 7 Plus resmi hadir di tanah air dengan menggandeng Erajaya serta Smartfren pada hari Jumat (31/3).

Sebelumnya, iPhone 7 dan iPhone 7 Plus sudah bisa dipesan melalui sistem pre-order sejak 24 Maret lalu. Antusias para calon konsumen pun cukup tinggi yang dibuktikan dengan pre-order yang mencapai ribuan pemesan hanya dalam waktu satu minggu.

Saat ini kedua smartphone sudah tersedia di 223 toko Erafone dan 47 toko iBox. Sedangkan Smartfren memasarkannya melalui 25 galeri miliknya dengan metode pembayaran cash serta cicilan dengan kartu kredit tanpa bunga.

iPhone 7 dan iPhone 7 Plus hadir dengan ukuran layar 4,7 inch dan 5,5 inch. Keduanya dipersenjatai dengan chipset A10 Fusion serta GPU yang lebih baru dibanding generasi iPhone sebelumnya.

Untuk urusan kamera iPhone 7 memiliki kamera 12 MP dengan dua tone flash yang terdiri dari empat LED. Sedangkan iPhone 7 Plus memiliki dua kamera belakang yang berfungsi untuk menangkap gambar dengan mode wide angle.

Di Indonesia, iPhone 7 dibanderol dengan harga antara Rp 11 juta hingga Rp 15,59 juta, sedangkan iPhone 7 Plus memiliki rentang harga antara Rp 13,9 juta hingga Rp 17,6 juta.

TERBARU

Bekerja sama dengan Media Indra Buana, layar panel LED luar ruang ini dipasang di gedung Plaza Sentral, Jakarta, lokasi strategis yang setiap harinya dilewati 650.000 kendaraan.