Tags Posts tagged with "kamus"

kamus

Google memperkenalkan fitur Tap-to-Translate.

Google memperkenalkan fitur Tap-to-Translate.

Google memperkenalkan fitur Tap-to-Translate pada aplikasi Google Translate untuk Android. Fitur ini memungkinkan pengguna mencari terjemahan teks bahasa asing secara langsung pada aplikasi apa pun.

Sebelumnya, pengguna mesti berpindah aplikasi jika ingin melakukan penerjemahan teks. Setelah menyalin teks, misalnya dari WhatsApp atau Chrome, pengguna kemudian harus membuka aplikasi Google Translate untuk mengetahui makna dari teks tersebut.

Kini, kerepotan tersebut tinggal kenangan. Cukup dengan mengunduh aplikasi Google Translate terbaru, lalu mengaktifkan fitur Tap-to-Translate pada menu Settings, pengguna bisa menerjemahkan teks langsung pada aplikasi.

Caranya pun simpel saja, tinggal salin teks yang ingin diartikan, lalu otomatis ikon Google Translate akan muncul di sudut kanan atas aplikasi. Hasil terjemahan pun dapat dilihat langsung dan bahkan didengarkan seperti apa pelafalannya.

Fitur Tap-to-Translate tersedia untuk seluruh bahasa yang didukung Google Translate saat ini yang berjumlah 103 bahasa.

Bersamaan dengan peluncuran fitur ini, Google juga menghadirkan fitur Offline Mode di aplikasi Google Translate untuk iOS sekaligus memperkecil ukuran file “kamus online“-nya menjadi sekitar 25 MB saja untuk setiap bahasa.

Fitur lainnya adalah penambahan bahasa Mandarin dalam pustaka bahasa yang didukung untuk fitur Word Lens atau penerjemahan teks melalui kamera.

Dengan demikian, pengguna bisa mengarahkan lensa kamera pada peta, papan alamat, atau penunjuk jalan yang mencantumkan teks Mandarin, kemudian otomatis teks tersebut berubah menjadi bahasa yang diinginkan.

google translate

Menjelang ulang tahun ke-10 pada bulan Februari ini, Google Translate berhasil menambah perbendaharaan terjemahan di kamus online itu hingga menembus lebih dari 100 bahasa di dunia.

Dalam sebuah blogpost, Sveta Kelman (Senior Program Manager, Google Translate) mengumumkan penambahan 13 bahasa baru ke dalam perbendaharaan bahasa di Google Translate. Ketigabelas bahasa itu adalah Amharic, Corsican, Frisian, Kyrgyz, Hawaiian, Kurdish (Kurmanji), Luxembourgish, Samoan, Scots Gaelic, Shona, Sindhi, Pashto, dan Xhosa.

“Pada tahun 2006, kami memulai penerjemahan berbasis pembelajaran mesin (machine learning) antara Bahasa Inggris dan Arab, Tiongkok, dan Rusia. Hampir sepuluh tahun berselang, kami sekarang mampu menawarkan terjemahan 103 bahasa yang dipakai oleh sebanyak 99% populasi di seluruh dunia,” kata Kelman.

Kelman menuturkan bahwa untuk menambah bahasa baru, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi Google. Pertama, bahasa tersebut harus dapat diungkapkan dalam bentuk tulisan (bahasa tertulis). Kedua, Google memerlukan terjemahan dari bahasa baru itu dalam jumlah yang cukup memadai dan tersedia di web.

Langkah selanjutnya adalah menggabungkan antara teknologi pembelajaran mesin, konten berlisensi, dan ditambah bantuan dari Translate Community (komunitas penerjemah Google). “Sejauh ini, sudah ada lebih dari tiga juta orang berkontribusi terhadap 200 juta kata-kata terjemahan [di Google Translate],” tukas Kelman.

 

cloud-service-providers

Pada bagian terakhir dari artikel enam seri mengenai cloud computing yang dipersembahkan oleh CloudKilat, ada baiknya kita menyegarkan ingatan dan memahami kembali beberapa istilah yang umum ditemui dalam layanan komputasi awan ini.

IaaS

Infrastructure as a Service atau IaaS adalah penyediaan infrastruktur yang disediakan melalui internet dan dibayarkan berdasarkan pemakaian. Hal ini terjadi apabila developer membutuhkan sebuah infrastruktur di mana dia dapat melakukan setting untuk jalannya sebuah aplikasi.

IaaS memberikan kendali penuh bagi pengguna layanan untuk menyewa infrastruktur TI (storage, RAM, prosesor, dan lain-lain) secara virtual tanpa sistem operasi, yang tentunya sistem operasi tersebut bisa dipilih berdasarkan keinginan pengguna. IaaS sangat menguntungkan bagi perusahaan kecil yang membutuhkan sebuah infrastruktur TI tanpa harus membeli perangkat yang dibutuhkan tersebut.

PaaS

Platform as a Service atau PaaS adalah penyediaan platform bagi developer yang disediakan melalui internet. Hal ini dibutuhkan ketika aplikasi yang disediakan melalui Software as a Service (SaaS) tidak sesuai dengan kebutuhan proses bisnis yang terdapat pada perusahaan. PaaS memungkinkan kita untuk membangun, mengunggah, melakukan pengujian aplikasi, atau mengatur konfigurasi yang dibutuhkan dalam proses pengembangan aplikasi. Konsepnya sama dengan SaaS yaitu kita dapat melakukan hal-hal tersebut sesuai jasa yang kita pilih dengan harga tertentu.

Menurut cloudtweaks.com, terdapat empat jenis PaaS, yakni: social application platform, raw compute platform, web application platform, dan business application platform. Contoh dari social application platform adalah Facebook. Facebook menyediakan platform di mana pengguna dapat membuat aplikasi baru yang dapat digunakan oleh end user. Pengguna dapat mengunggahdan mengeksekusi aplikasinya melalui infrastruktur Amazon yang merupakan contoh dari raw computer platform.

Sementara itu, Google menyediakan API bagi developer untuk membangun aplikasi web yang menjadikannya sebagai contoh dari web application platform. Yang terakhir adalah aplikasi CRM bagi perusahaan yang merupakan contoh dari business application platform.

SaaS

Software as a Service atau SaaS adalah layanan software yang digunakan melalui internet. Sebenarnya hal ini bukan merupakan hal yang asing dan sering kita gunakan, tapi mungkin tidak kita sadari. Contoh dari SaaS ini adalah Google Docs, Facebook, aplikasi CRM berbayar, dan lain-lain. Pengguna hanya perlu menggunakan aplikasi tersebut tanpa harus mengerti bagaimana data disimpan ataupun bagaimana aplikasi tersebut dikelola karena hal tersebut sudah termasuk layanan yang disediakan penyedia jasa.

Pembayaran dari penggunaan aplikasi-aplikasi ini pun hanya per pemakaiannya. Bahkan, terkadang ada aplikasi yang pemakaiannya tidak berbayar, tetapi ada fitur-fitur tertentu yang bisa didapatkan jika membayar. Dari sinilah muncul istilah Pay per use, pay as you go, atau lain sebagainya. Dengan menggunakan SaaS, banyak perusahaan yang terbantu menekan biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli sebuah perangkat lunak.

Data Center

Data Center merupakan suatu tempat di mana server-server fisik ditempatkan.

Cloud App

Cloud App merupakan penjelasan atau kode bahwa aplikasi tidak dijalankan atau diinstal secara lokal, contohnya Google Drive, Google Keep, dan sebagainya.

SLA

SLA (Service Level Agreement) merupakan perjanjian kontraktual dari dua pihak atau lebih dan menjadi dasar ataupun acuan atas tingkat pelayanan. Pada layanan komputasi awan, ketersediaan, keandalan, dan keamanan menjadi tiga hal yang harus dipertimbangkan.

Tampilan aplikasi Here, peta offline bawaan di smartphone Lumia. [Foto: Rahma Yulianti]

Tampilan aplikasi Here, peta offline bawaan di smartphone Lumia. [Foto: Rahma Yulianti]

Gara-gara seorang kawan saya memakai smartphone (Nokia) Lumia ketika kami bertandang ke India, saya jadi jatuh cinta pada merek ini.

Saya meminjam smartphone adik saya, Lumia 520, untuk saya bawa selama perjalanan ke Eropa beberapa waktu lalu. Ada dua aplikasi andalan saya di Lumia 520 ini, yakni Here dan Translator. Here adalah aplikasi bawaan yang sudah tertanam di semua smartphone Lumia, sementara Translator saya unduh dari store-nya Microsoft.

Here, aplikasi peta offline buatan Nokia ini benar-benar cocok buat traveler yang tak punya akses internet dan hanya mengandalkan jaringan Wi-Fi, seperti saya. Aplikasi bawaan ini memungkinkan saya membaca peta, mencari arah secara offline, tanpa perlu jaringan internet.

Yang harus saya lakukan adalah mengunduh peta wilayah yang saya tuju ketika masih berada di Indonesia. Misalnya, perjalanan saya kali ini melewati Amsterdam, Brussel, Paris, Luzern, dan Milan. Maka saat di Indonesia, saya sudah mengunduh peta tempat-tempat itu.

Begitu sampai di tujuan, saya tinggal matikan jaringan internet, atau gunakan flight mode, lalu jalankan aplikasi ini. Here secara otomatis akan membaca posisi saya berada. Ada titik hijau yang menandakan lokasi saya dan akan bergerak sesuai dengan arah gerak saya.

Here juga bisa menavigasi saya menuju tempat yang saya cari. Caranya sama dengan aplikasi peta lainnya, tinggal search tempat yang dituju, lalu klik tombol direction, dan secara otomatis dia akan mengarahkan saya ke sana. Sayangnya, tak semua jenis moda transportasi terbaca olehnya. Di Eropa, yang terbaca hanyalah jaringan kereta, trem, atau metro. Sementara itu, bus, yang beberapa kali sempat jadi pilihan saya, tak bisa terbaca.

Here juga bisa menandai tempat yang kita tuju, bahkan sebelum saya sampai ke negara yang saya tuju. Caranya, tinggal search, setelah ketemu saya tinggal mengeklik tombol bintang yang ada di bagian bawah, dan tempat itu pun tertandai dengan logo bintang. Dengan begini, saya tak perlu repot mencari lagi lokasi-lokasi yang saya tuju.

Kenapa bisa secanggih ini? Menurut yang saya baca dari internet, hal ini dimungkinkan karena Lumia 520 punya dua jenis GPS, yakni A-GPS dan A-Glonass. A-GPS adalah GPS buatan Amerika yang punya 31 satelit di dunia, sementara Glonass adalah GPS buatan Rusia yang entah punya berapa satelit. Jika di satu lokasi A-GPS tak terbaca, secara otomatis A Glonass akan mengganti kekosongan itu.

Fungsi ini sebenarnya sudah ada di Google Play Store dan bisa diunduh di Android. Saya sudah melakukannya, tapi tak bekerja dengan baik di smartphone LG G Pro Lite saya. Mungkin karena ponsel saya ini tak punya GPS secanggih Lumia atau mungkin juga karena fungsi ini memang lebih cocok untuk smartphone berbasis Microsoft. Entahlah, saya tak mengerti soal itu.

Translator

Satu lagi aplikasi andalan saya ketika berpergian adalah Translator. Aplikasi ini bisa menerjemahkan kata-kata dalam bahasa asing ke dalam bahasa lain sesuai keinginan kita. Lagi-lagi, bisa digunakan secara offline, asal sudah mengunduh kamus bahasa yang diinginkan sebelumnya. Karena belum ada Bahasa Indonesia, maka saya hanya mengunduh Bahasa Perancis dan Italia. Bahasa Inggris sudah otomatis ada di aplikasinya.

Cara pakainya gampang. Ada tiga pilihan cara translasi: melalui suara, tulisan, atau kamera. Jika memilih jenis suara, aplikasi ini akan mendengarkan suara yang ditangkap, lalu menerjemahkannya ke bahasa yang diinginkan. Sayangnya, jika orang yang diajak bicara terlalu cepat atau pelafalannya tak jelas, aplikasi Translator ini akan kesulitan menerjemahkannya.

Jenis lainnya adalah tulisan. Tinggal tulis, lalu Translator akan membaca tulisan tersebut dan menerjemahkannya. Saya tak sempat mencoba jenis ini karena menurut saya repot kalau saya mesti menulis kembali tulisan yang ada di depan saya. Dibaca saja susah, apalagi ditulis ulang. Tapi, ini bisa berguna sekali kalau kita mau bertanya ke orang lain. Tinggal ketik kalimatnya, lalu terjemahkan, dan tunjukkan kepada orang tersebut.

Jenis terakhir, yang beberapa kali saya pakai, adalah translate melalui kamera. Kalau ada kata-kata aneh, tingga arahkan kamera ponsel ke sana, dan aplikasi ini akan otomatis membaca dan menerjemahkan kata-kata tersebut.

Artikel ini pertama kali diterbitkan di blog Jilbab Backpacker milik Rahma Yulianti, jurnalis sekaligus pehobi traveling ke berbagai penjuru dunia.

Apakah Anda memiliki aplikasi andalan lainnya yang wajib terpasang di perangkat mobile (Android, iOS, Windows Phone, BlackBerry) ketika bepergian ke luar kota/negeri? Silakan berbagi di kolom komentar di bawah ini.

kamusku

Aplikasi kamus bahasa Inggris – Indonesia, Kamusku, yang telah mencapai 10 juta unduhan.

Aplikasi kamus adalah salah satu jenis aplikasi yang paling banyak dicari pengguna smartphone. Tidak terkecuali di Indonesia. Hal ini dibuktikan oleh Kamusku, aplikasi kamus dua bahasa (Inggris – Indonesia) buatan pengembang asal Bandung, yang baru-baru ini mencapai jumlah 10 juta unduhan di Google Play Store.

Kepopuleran Kamusku disebabkan karena walaupun ukurannya kecil (6,6 MB), aplikasi ini bisa dipakai secara offline tanpa perlu akses internet. Perbendaharaan kata yang ada di dalamnya pun sangat lengkap, termasuk kata-kata yang kurang populer digunakan dalam percakapan sehari-hari. Jika ada kata yang tidak terdapat dalam kamus ini, pengguna bisa memakai layanan Bing Translator untuk mencarinya secara online.

Aplikasi Kamusku dibuat oleh pengembang asal Bandung, Kodelokus, yang didirikan oleh Muhammad Ikhsan dan Yogie Adrisatria. Keduanya merupakan alumnus Teknik Informatika ITB.

“Saya dan Yogie melihat bahwa di tahun 2012 – 2013 sedang booming tren smartphone sehingga kami ingin membuat perusahaan yang khusus bergerak di aplikasi mobile. Pendekatannya dengan membuat aplikasi-aplikasi dengan demand yang lumayan banyak,” kata Ikhsan kepada InfoKomputer.

Selain aplikasi Kamusku, contoh aplikasi lain yang sudah dibuat Kodelokus antara lain Kamus Bahasa Indonesia, Kamus Arab Indonesia, Autotext, Kuis Logo Indonesia, Prayer Time (penanda waktu salat bagi umat Islam), Qibla (penunjuk arah kiblat bagi umat Islam), Hijri Calendar (kalender Hijriyah), dan Doa Harian Muslim.

Aplikasi Prayer Time sudah diunduh lebih dari 1 juta kali, Hijri Calendar lebih dari 400 ribu kali, Kamus Arab Indonesia lebih dari 320 ribu kali, serta Doa Harian Muslim lebih dari 240 ribu kali.

“Mungkin ini yang membedakan kami dengan pengembang lain. Banyak pengembang yang pragmatis banget; membuat aplikasi yang demand-nya banyak tapi tidak bisa men-deliver aplikasi yang bagus. Atau kebalikannya, idealis banget dengan membuat aplikasi sesuai visinya, tapi sayang pasarnya sedikit,” papar Ikhsan.

“Kodelokus mencoba bersikap pragmatis, tapi tetap punya visi untuk bisa membuat company branding. Jadi, kami selalu membuat aplikasi dengan tidak asal-asalan dan selalu di-maintain,” sambungnya.

Saat ditanya mengenai model bisnis yang digunakan, Ikhsan mengaku masih mengandalkan cara standar, yaitu melalui pemasukan dari iklan. Sebetulnya mereka juga menyediakan aplikasi versi premium (berbayar) dan in-app purchase (pembelian di dalam aplikasi), tapi porsinya masih kecil dari sisi pemasukan.

“Dari aplikasi yang ada, perusahaan kami sudah bisa bertumbuh walau sedikit demi sedikit. Rencana ke depan, kami akan shifting strategi dengan membuat aplikasi yang sifatnya berlangganan (subscribe). Tapi, strategi sebelumnya masih tetap dieksekusi,” pungkas Ikhsan.

kamus_line
LINE, layanan bertukar pesan dan suara gratis populer bagi platform mobile, mengumumkan peluncuran aplikasi LINE Dictionary.

Aplikasi yang dikembangkan oleh  Naver Corporation, perusahaan  induk LINE Plus Corporation ini, akan hadir pertama untuk telepon berbasis Android sebagai bagian dari keluarga aplikasi LINE. Sedangkan versi layanan untuk iOS akan segera diluncurkan dalam waktu dekat.

Kamus LINE untuk bahasa Indonesia dan bahasa Inggris ini tidak hanya menggunakan interface yang mudah digunakan tetapi juga menyediakan konten secara luas dengan lebih dari 200.000 kata-kata  pokok, 410.000 contoh kalimat dan 50.000 audio files. Aplikasi ini juga memungkinkan pencarian kata menggunakan teknologi kelengkapan kata secara otomatis untuk definisi dan tanda-tanda fonetik.

Untuk penggunaan secara optimal, Kamus LINE menawarkan banyak fitur mudah termasuk terjemahan fungsi Text-to-Speech (TTS) dan sub-kamus, fitur tambahan yang secara cepat menampilkan definisi kata yang digunakan dalam contoh kalimat. Untuk mempermudah penggunaan layanan dan pemakaiannya, kamus LINE juga mengundang partisipasi seluruh pengguna untuk langsung menaruh terjemahan ciptaan sendiri yang digunakan sebagai contoh kalimat sehari hari.

Pada pengembangan yang terpisah, LINE baru saja memperkenalkan Official Account “IND-ENG translator” yang memungkinkan layanan terjemahan secara bersamaan untuk seluruh pengguna LINE di Indonesia. LINE menawarkan layanan ini dalam enam bahasa yang berbeda, beberapa dengan lebih dari 10 juta pengguna seperti penterjemah ENG-ESP untuk Bahasa Inggris dan Spanyol. Untuk dapat menggunakan layanan ini, pengguna dapat dengan mudah menambahkan Official Account “IND-ENG translator” ke dalam daftar teman mereka.

Bagaimana cara menggunakan penterjemah IND-ENG dengan teman Anda?
1. Tambahkan @lineiden sebagai teman atau cari “IND-ENG translator” pada daftar Official Account.
2. Undang layanan terjemahan ke dalam percakapan grup dengan teman Anda.
3. Seluruh kata yang diketik dalam Bahasa Indonesia di dalam percakapan grup akan secara langsung diterjemahkan kedalam Bahasa Inggris dan sebaliknya.
4. Gunakan percakapan Anda dengan layanan terjemahan yang tak terbatas secara gratis yang disediakan oleh LINE.

acronyms

Seiring waktu berjalan, bukan hanya perangkat dan teknologi yang menjadi ketinggalan jaman. Istilah-istilah di dunia teknologi yang pernah kencang disuarakan pun satu per satu tergerus jaman dan terpinggirkan.

Masih ingat istilah WYSIWYG? Kependekan dari What You See Is What You Get ini pernah berjasa mengangkat pamor komputer, terutama dalam hal teknologi display. Saat itu memang masuk akal kalau WYSIWYG demikian sering terdengar, karena teknologi display di masa itu memang masih di tahap awal. Bahkan font dan graphic image di layar monitor di masa itu kadang-kadang tidak ditampilkan dengan benar. Tetapi sekarang ini sudah jamannya grafis resolusi tinggi. WYSIWYG tidak lagi relevan, menurut CIO.com.

Perlukah mencari kata pengganti untuk POS? Akronim ini merujuk pada seperangkat mesin di meja kasir di toko, atau Point of Sale. Sekarang, mungkin Anda akan melihat petugas kasir berkeliling menenteng iPhone dan Square reader. Square reader adalah perangkat untuk pembayaran dengan kartu kredit, yang ditancapkan pada audio jack perangkat mobile, misalnya iPhone. Masihkah POS relevan?

Nah, bagaimana dengan yang satu ini, NTFS. Diperkenalkan tahun 1993, New Technology File  System tidak bisa digandeng dengan kata “New” atau baru lagi, alias sudah kehilangan makna. Beberapa varian baru telah dikembangkan oleh Microsoft. Jika mau dirujuk ke Windows NT pun sudah tak memungkinkan, karena sistem operasi ini juga sudah tak baru lagi, karena dirilis 21 tahun lalu.

RAD mungkin lebih akrab di telinga kalangan software developer ini. Umurnya cukup tua mengingat pengembangan pertamanya adalah di tahun 1970an oleh New York Telephone Co’s  Systems Development Center. RAD atau Rapid Application Development disebut CIO.com akan segera tersingkir dari kamus orang TI. Berbagai teknik pengembangan aplikasi telah diperkenalkan saat ini, dan menawarkan kecepatan pengembangan software yang lebih mumpuni daripada RAD.

Itu beberapa akronim yang mulai kehilangan makna, bagaimana dengan singkatan teknologi yang masih ternama? Allacronyms.com membuat sebuah daftar istilah (berupa akronim) teknologi paling populer berdasarkan jumlah pencarian atas istilah tersebut. Ada 100 akronim dan lima teratas dari daftar tersebut adalah WiFi, USB, EPABX, LCD, dan HTTP. Dan, ternyata menurut situs ini, NTFS masih cukup berjaya dengan menduduki peringkat ke-66.

Menurut Anda, akronim TI apa lagi yang sudah tak relevan dengan jaman dan perlu dipetieskan?  Atau manakah yang masih terus diperbincangkan?

Kamus Digital Lengkap

Alfalink EIC-1430TTX merupakan penerjemah digital dengan beragam feature.

Ada yang masih ingat dengan kamus digital yang sempat populer tahun 90-an kala smartphone belum setenar sekarang? Ya, perangkat yang seringkali mengusung fungsi kalkulator ini dahulu sering dibawa para pelajar atau orang-orang yang tengah mempelajari bahasa asing.

Perkembangan gadget digital belakangan ini tampaknya makin memudarkan pesona peranti ini. Ini akibat mudahnya orang mendapatkan aplikasi kamus baik secara offline maupun online.

Namun demikian, kamus digital semacam ini tetap eksis mengingat fungsinya lebih lengkap dan fleksibel, meskipun harus bersaing dengan aplikasi sejenis yang mulai banyak bermunculan.

Nama Alfalink dalam bisnis kamus ini sangat terkenal di tanah air dengan berbagai seri yang mereka munculkan. Salah satu seri terlengkapnya adalah model EIC-1430TTX yang menawarkan kemampuan utama berupa kamus 66 bahasa populer di dunia. Database bahasa yang tersedia pun mencakup kamus Oxford dan Comet. Via kamus ini Anda akan mendapatkan banyak sekali perbendaharaan kata yang digolongkan dalam kategori tertentu seperti akuntansi, biologi, hukum, dan lain sebagainya.  

Selain menampilkan makna kata dan kalimat, kamus digital ini juga menghadirkan pelafalan/pengucapan kata untuk memandu kita menyebutnya. Sayangnya kualitas speaker-nya kurang baik. Sebagai solusinya, pengguna harus memakai earphone.

Salah satu kelebihan utama kamus ini adalah adanya koleksi percakapan dalam situasi/topik tertentu seperti perjalanan, makanan, trasportasi, dan sebagainya. Ini akan memudahkan pengguna mendapatkan model percakapan yang bisa langsung diterapkan jika menghadapi situasi yang sama.

Setelah merasa cukup belajar, Anda juga bisa menguji kemampuan berbahasa Inggris lewat modul tes GMAT, GRE, SAT, dan TOEFL yang tersedia. Feature ini cukup membantu pengguna sebagai persiapan mengikuti tes yang sebenarnya. Selain sebagai kamus resmi, EIC-1430TTX ternyata juga menyediakan kumpulan istilah populer bahasa Inggris dan juga istilah Internet seperti BNIB (Brand New in the Box – barang baru), LOL (Laughing Out Loud – tertawa terbahak-bahak), dan banyak lagi.

Sebagai kamus portabel, EIC-1430TTX dengan layar 4,3” ini sebenarnya cukup mengasyikkan. Apalagi perangkat ini juga menyediakan fungsi player MP3/MP4, rumusan ilmu eksata, informasi tentang geografi, hukum, dan sejarah tanah air, sampai kalkulator. Fasilitas ini sangat penting bagi para pelajar sehingga mereka tidak perlu membawa banyak buku.

****

Kamus portabel semacam ini sebenarnya berguna. Perangkat ini menyediakan banyak informasi yang bisa diperoleh secara instan. Kamus semacam ini lebih intuitif dibandingkan kamus terjemahan online yang dipakai smartphone/komputer tablet.

 

Game Sederhana
Aplikasi game merupakan bonus meski terbilang sederhana.

 

Olah Gambar
Lewat fungsi Paint kita dapat menggambar sebuah objek. Disediakan dua stylus untuk memudahkan kita menggambar.

 

Seperti laptop
Tersedia slot memori SD card, USB, dan ouput audio layaknya laptop atau smartphone.

 

Spesifikasi

Fungsi

Kamus, voice recorder, MP3/MP4 player, photo viewer, text reader, memo

Layar

4,3”

Internal storage

420 MB

Baterai

Li-ion 1150 mAh

Kelengkapan

Manual, kabel USB, charger, earphone

Dimensi

13,5×8,2×1,7 cm

Bobot

234g

Situs Web

http://www.alfalink.co.id

Garansi

1 tahun

Harga (kisaran)*

Rp3.499.000

* Freshindo Marketama, (021) 6385-7111; Minggu pertama Desember 2012

 

Plus     : Kamus lengkap; database ter-update; banyak fungsi; mudah dipakai.

Minus : Proses terjemahan agak lambat; tuts keyboard keras; keluaran audio terdengar pecah; layar resistif; agak mahal.

 

Skor Penilaian
– Kinerja             : 3,5
– Fasilitas           : 4  
– Kemudahan     : 4   
– Harga               : 3  
– Skor total         : 3,65

 

Foto: Dok. Alfalink

altBBM, nama lain untuk aplikasi popular BlackBerry Messenger telah resmi dimasukkan dalam edisi terbaru Collins English Dictionary.

Secara tidak langsung, masuknya nama BBM ini mencerminkan popularitas yang luar biasa untuk layanan global BBM. Apalagi BBM kini sudah digunakan oleh lebih dari 56 juta orang di seluruh dunia.

Di Indonesia sendiri, yang juga disebut sebagai BlackBerry Nation, BBM sudah menjadi aplikasi instant messaging yang paling digemari dan paling banyak digunakan.

T.A. McCann (Wakil Presiden BBM dan Komunitas Sosial RIM) yang juga produsen BlackBerry menegaskan bahwa dimasukkannya BBM ke dalam Collins English Dictionary berarti mengakui statusnya sebagai salah satu jaringan yang paling populer di dunia jaringan sosial. 

Dalam beberapa tahun terakhir saja, istilah BBM telah melampaui asal teknologi untuk menjadi merek yang merupakan bagian dari bahasa sehari-hari jutaan orang di seluruh dunia.

“Layanan itu sendiri terus berkembang, dengan kemampuan dari para BBMers untuk berbagi konten, membuat grup dan bahkan memasang pembaruan status ke situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter dari aplikasi BBM langsung. Kami merasa terhormat bahwa kata yang digunakan sehari-hari oleh jutaan pelanggan kami telah resmi diterima ke dalam bahasa Inggris,” tukas T.A. McCann.

Karena ragam serangan begitu banyak, istilah keamanan komputer pun begitu variatif namanya.

Namun, jangan bingung. Artikel ini akan menuntun Anda memahami sejumlah istilah keamanan yang populer. Bukan sekadar definisi, kami pun mengulas permasalahan yang umum diakibatkan serta cara penanggulangannya.

Jadi, pastikan Anda menandai atau menyimpan artikel ini dalam bookmark. Kapan saja Anda menemukan problem keamanan di komputer, siapa tahu artikel ini bisa membantu. (Brama Setyadi)

 

(Artikel ini pernah dimuat di dalam majalah InfoKomputer edisi Agustus 2010) 

TERBARU

Hati-hati, malware bisa menyebar via perangkat lunak bajakan, baik yang diunduh via internet maupun yang dipasang via CD atau DVD.