Tags Posts tagged with "kaspersky"

kaspersky

Ilustrasi: tearsheet.co

Di zaman serba terhubung via internet, pelaksanaan pemungutan suara pun bisa secara online. Namun ada risikonya, misalnya hasil pemungutan suara tersebut sengaja diubah oleh para penjahat siber. Mengatasi tantangan itu, Kaspersky Lab Business Incubator menawarkan solusi e-voting berbasis teknologi blockchain.

Di dunia modern yang semakin efisien dan mobile, pemungutan suara secara offline memperlihatkan keterbatasannya, yakni mahal, menyita waktu, dan sering kali susah untuk diakses, atau setidaknya menantang , bagi orang-orang yang secara fisik tidak bisa hadir untuk memberikan suara.

Pemungutan suara secara online dapat menjawab tantangan tersebut, tetapi metode ini juga membawa beberapa tantangan tersendiri. Misalnya, bagaimana kita bisa mengamankan prosesnya? Bagaimana kita bisa memastikan bahwa suara kita tidak diubah atau ditukar oleh pihak eksternal atau internal?

Pemungutan suara secara online potensial digunakan, misalnya oleh komunitas yang tersebar secara geografis, atau universitas yang ingin mengembangkan organisasi dan perlu mendengarkan masukan dari para siswa mereka. Metode ini juga menarik bagi LSM global, dan pemerintah kota yang memerlukan keterlibatan warga dalam pengambilan keputusan untuk lingkungan dan kota.

Gunakan Blockchain

Kaspersky Lab Business Incubator menawarkan solusi yang dapat menangani permasalahan ini, yaitu melalui sebuah platform pemungutan suara online yang dapat disesuaikan untuk organisasi non komersial, bisnis dan masyarakat. Yang menarik, solusi ini menggunakan teknologi blockchain dan diamankan dengan algoritma kripto yang transparan.

Solusi e-voting dikembangkan dalam proyek eksperimental bernama Polys. Proyek ini merupakan bagian dari proyek penelitian yang berfokus pada eksplorasi potensi implementasi teknologi inovatif, seperti blockchain.

Tim ini menghasilkan sebuah solusi komersial terbaru, yang bertujuan untuk memberi siapa pun kemampuan untuk melakukan pemungutan suara secara online yang aman, anonim dan terukur, serta hasilnya tidak dapat diubah oleh peserta atau penyelenggara.

Vartan Minasyan, Head of Investment and Innovation di Kaspersky Lab, mengungkapkan “Di Kaspersky Lab Business Incubator, kami mendukung tim internal dan eksternal dalam mengembangkan gagasan dan teknologi cemerlang, yang dapat diterapkan di berbagai aspek dimana keamanan dan perlindungan merupakan hal terpenting. Salah satu aspek tersebut adalah pemungutan suara secara online dan, ketika secara khusus mengeksplorasi kemungkinan penerapan blockchain, tim kami menyadari bahwa teknologi ini dapat dikombinasikan dengan keahlian keamanan siber dari perusahaan untuk dapat memecahkan permasalahan utama terkait privasi, transparansi dan keamanan pada saat pemungutan suara secara online. Kami merasa senang bahwa kami telah mampu menciptakan  sebuah lingkungan yang sesuai untuk inovasi internal ini.”

Sulit Diretas

Polys berbasis pada keterikatan yang cerdas seperti di Ethereum yang memungkinkan verifikasi suara dan penghitungan suara dilakukan secara terdesentralisasi. Berkat sifat terdesentralisasi dari blockchain, akurasi pelaksanaan pemungutan suara dapat diverifikasi oleh peserta jaringan.

Seluruh data pemungutan suara tidak disimpan di server, tapi ada di blok informasi di komputer dari semua peserta jaringan. Dan  untuk menghapusnya, peretas atau hacker harus melanggar semua komputer dan mendapatkan akses ke kumpulan data individual.

Blockchain juga memungkinkan pemilih untuk dengan mudah memeriksa apakah suara mereka benar-benar terdaftar dengan benar dan setiap gangguan terhadap pemungutan suara akan otomatis menjadi jelas.

Transparansi blockchain memudahkan pemantauan suara dan audit pemungutan suara sepenuhnya oleh pihak independen. Metode ini juga tidak memerlukan sumber daya tambahan atau kebutuhan akan kehadiran fisik personil.

Selain itu, dalam sistem pemungutan suara Polys, blockchain dienkripsi dan didukung dengan algoritma matematis. Hal ini membantu memastikan anonimitas, menyembunyikan hasil sementara, dan melakukan penghitungan pada data yang dienkripsi. Hal yang terakhir ini tidak dapat dilakukan pada sistem blockchain lainnya karena sifat blockchain yang terdistribusi dan terbuka.

Polys menjadi sebuah proyek inovatif yang unik karena menerapkan kelebihan dari blockchain sekaligus mengeliminasi keterbatasannya, berkat penerapan algoritma matematis tadi di lingkungan terikat yang cerdas,

Kode sumber (source code) Polys akan tersedia untuk umum sehingga setiap orang dapat  menguji, memverifikasi, dan mengeksplorasi teknologi di belakangnya. Setiap penggemar blockchain, penguji penetrasi atau pendukung e-voting  akan segera mendapatkannya di GitHub.

Polys dirancang untuk mendukung pemungutan suara di semua tingkat dan untuk berbagai jumlah peserta. Untuk permintaan proyek khusus, platform dapat dibuat sepenuhnya terukur dengan kapasitas untuk ribuan pemilih di perusahaan internasional, partai politik, universitas, komunitas global, LSM, dan lain-lain. Polys juga dapat disesuaikan dengan persyaratan spesifik dalam hal otorisasi, antarmuka desain, dan integrasi dengan layanan lainnya.

Sayangnya, solusi ini baru tersedia di wilayah tertentu saja. Pihak yang berminat dapat mempelajari lebih lanjut tentang ketersediaan dan harga dengan mengisi formulir kontak di website ini.

Bad Rabbit

Baru-baru ini, ransomware Bad Rabbit mengguncang dan menyerang sejumlah negara seperti Rusia, Ukraina dan lainnya. Bahkan, Bad Rabbit sukses menyerang tiga sistem komputer di Rusia, Bandara Odessa, Ukraina, sistem transportasi kereta bawah tanah di Kiev, Ukraina dan Kementerian Infrastruktur Ukraina.

Bad Rabbit membuat keterangan asal dan tujuan keberangkatan pada panel jadwal penerbangan di Bandara Odessa terus-menerus menunjuk pada Laut Hitam.

BadRabbit juga menyerang beberapa kantor berita nasional seperti salah satu kantor berita terbesar di Rusia Interfax. Dilihat dari situs media tersebut, tak ada kegiatan setelah pukul 2.13 siang waktu setempat.

Selain Interfax, ransomware yang sama juga menyerang situs berita Fontanka yang berbasis di Saint Petersburg, dan sebuah media lokal lain. Ketiganya masih dalam status offline karena serangan siber tersebut.

Serangan Bad Rabbit memiliki kesamaan dengan ransomware WannaCry dan Petya yang beberapa waktu lalu sempat bikin heboh. Modusnya, Bad Rabbit menyebar melalui notifikasi palsu terkait pembaruan Adobe Flash.

Ilya Sachkov (Kepala Agen Keamanan Dunia Maya Group-IB) mengatakan bahwa Bad Rabbit menggunakan skema enkripsi yang mencegah analis untuk menguraikan kode berbahaya tersebut.

“Di beberapa perusahaan, semua data telah benar-benar lumpuh. Server dan workstation sudah dienkripsi,” katanya seperti dikutip BBC.

Cara Kerja Bad Rabbit

Cara kerja Bad Rabbit adalah mengenkripsi data-data di komputer korban dan meminta uang tebusan sebesar 0,05 bitcoin atau sekitar USD 280 atau sekitar Rp3,8 jutaan. Setelah uang tebusan dibayarkan, hacker berjanji akan memberikan kunci untuk membuka data yang dienkripsi tersebut.

Pakar keamanan pun menyarankan individu atau perusahaan untuk tidak membayarkan uang tebusan ransomware karena belum menjamin data mereka akan kembali.

Perusahaan keamanan siber Kaspersky yang berbasis di Rusia telah memantau aksi Bad Rabbit. “Sebagian besar korban Bad Rabbit berada di Rusia, Ukraina, Turki dan Jerman, ” ujar Vyacheslav Zakorzhevsky (Juru Bicara Kaspersky Lab).

“Berdasarkan investigasi kami, Bad Rabbit menyerang jaringan perusahaan dengan menggunakan metode yang sama dengan serangan NotPetya,” ujar Zakorzhevsky.

Saat ini, Bad Rabbit belum bisa dideteksi oleh kebanyakan program antivirus yang ada di pasaran. Namun, Kaspersky mengklaim telah berhasil mendeteksi serangan itu dengan kode UDS:DangerousObject.Multi.Generic, PDM:Trojan.Win32.Generic, dan Trojan-Ransom.Win32.Generic.

“Sebaiknya pelanggan kami memastikan semua mekanisme perlindungan diaktifkan sesuai rekomendasi dan komponen KSN dan System Watcher (yang diaktifkan secara default) tidak dinonaktifkan. Bagi perusahaan yang bukan pengguna solusi kami, kami merekomendasikan agar mereka membatasi eksekusi file dengan jalur c:\windows\infpub.dat dan C:\Windows\cscc.dat dengan menggunakan system administrator,” paparnya.

Serangan siber meningkat tajam, menyusul tingginya penetrasi perangkat mobile oleh masyarakat. Kaspersky Lab berinisiatif meluncurkan Global Transparency Initiative untuk melindungi pelanggan dari ancaman siber.

Kaspersky Lab pun akan melibatkan lebih banyak lagi komunitas keamanan informasi dan pemangku kepentingan lainnya dalam memverifikasi kelayakan dari produk, proses internal, dan operasi bisnis perusahaan.

Global Transparency Initiative dari Kaspersky Lab merupakan bentuk penegasan kembali komitmen perusahaan untuk mempertahankan kepercayaan dari pelanggan dan mitra perusahaan di setiap hari.

“Perusahaan tidak akan pernah menyia-nyiakan kepercayaan ini dan terus mengupayakan perbaikan secara terus menerus,” kata Eugene Kaspersky (Chairman dan CEO Kaspersky Lab) dalam siaran persnya, Selasa.

Eugene mengatakan pengkotak-kotakan Internet tidak akan menguntungkan siapa pun kecuali penjahat siber. Pengurangan kerja sama antar negara justru membantu para penjahat dan menyebabkan kemitraan publik-swasta tidak berjalan dengan baik.

“Internet diciptakan untuk menyatukan orang dan berbagi pengetahuan. Kita perlu membangun kembali kepercayaan dalam hubungan antara perusahaan, pemerintah dan warga negara,” ujarnya.

“Dengan Global Transparency Initiative, kami ingin menunjukan bahwa kami benar-benar terbuka dan transparan. Kami tidak menyembunyikan apa-apa,” ucapnya.

Untuk tahap awal, Global Transparency Initiative dari Kaspersky Lab itu mencakup:

1. Kaspersky Lab akan melakukan tinjauan independen terhadap source code perusahaan di Q1 2018 dan diikuti dengan tinjauan serupa terhadap pembaruan perangkat lunak dan peraturan deteksi ancaman perusahaan;

2. Penilaian independen atas proses dari siklus pengembangan keamanan perusahaan dan strategi mitigasi risiko perangkat lunak serta rantai pasokan perusahaan pada triwulan 2018.

3. Pengembangan kontrol tambahan untuk mengatur praktik pengolahan data perusahaan berkoordinasi dengan pihak independen yang dapat membuktikan kepatuhan perusahaan terhadap kontrol tersebut pada Q1 2018;

4. Pembentukan tiga Pusat Transparansi di berbagai belahan dunia untuk menangani masalah keamanan bersama-sama dengan pelanggan, mitra terpercaya dan pemangku kepentingan dari pemerintahan.

5. Peningkatan hadiah program bug bounty hingga menjadi US$ 100.000 untuk kerentanan paling parah di bawah program Coordinated Vulnerability Disclosure perusahaan dalam rangka memberikan insentif lebih besar kepada periset keamanan independen untuk memperlengkapi pendeteksian kerentanan dan upaya mitigasi dari perusahaan, pada akhir 2017.

Ilustrasi modus penipuan kencan online

Saat ini banyak sekali aplikasi kencan online yang beredar dan banyak orang yang menggunakan situs atau aplikasi itu untuk menemukan tambatan hatinya. Namun, tidak semua aplikasi kencan online yang memberikan pengalaman positif.

Kaspersky Lab mengungkapkan dampak buruk kencan online yaitu banyak orang yang mendapatkan informasi dan foto palsu, tautan berbahaya, penipu yang berusaha mendapatkan informasi dari mereka, atau orang yang berbohong tentang apa yang mereka cari dalam sebuah hubungan.

Andrei Mochola (Head of Consumer Business di Kaspersky Lab) mengatakan kencan online merupakan cara yang bagus untuk bertemu dengan orang-orang baru di dunia online tetapi bagi mereka yang mencari pasangan hidup melalui online harus menghadapi masalah serius seperti informasi palsu, scammers, atau motif tersembunyi dalam prosesnya.

“Banyak orang yang membuat diri mereka terlihat lebih baik atau lebih menarik daripada sebenarnya dan membengkokan informasi yang tersedia di online dengan cara yang tidak mungkin mereka lakukan di dunia nyata,” katanya dalam siaran persnya, Sabtu.

Selain itu, para pengguna yang mencari pasangan hidup melalui platform kencan online seperti aplikasi popular Tinder, Bumble, OK Cupid, Badoo dan banyak lagi merupakan minoritas dan hanya 11 persen yang menggunakan platform itu untuk tujuan serius atau pernikahan.

“Hampir setengah (48%) pengguna kencan online hanya untuk bersenang-senang dan 13 persen yang hanya mencarinya untuk kepuasan seksual,” ujarnya.

Kemudian, lebih dari separuh (57%) orang mengaku berbohong saat kencan online dan memalsukan informasi agar terlihat lebih baik daripada yang mereka lakukan dalam kehidupan nyata, atau bahkan untuk mencoba menangkap basah pasangan mereka yang selingkuh.

Selain itu, orang-orang di seluruh dunia menghentikan penggunaan platform kencan online karena faktor keamanan online yang menghadapi penipu dan memeras informasi pribadi atau keuangan.

Ada juga para hacker yang mengirimkan link jahat atau malware yang menginfeksi perangkat pengguna. Mochola mengatakan Kaspersky Lab hanya mendorong pengguna untuk mempertimbangkan keamanan diri mereka di setiap langkah.

“Ada juga orang yang ingin menggunakan platform kencan online untuk tujuan jahat. Kaspersky Lab menawarkan serangkaian solusi pengaman berdasarkan intelijen ancaman dan keahlian keamanan yang dalam,” pungkasnya.

Karena itu, Kaspersky Free menawarkan perlindungan malware dasar tanpa biaya. Pengguna yang menginginkan perlindungan lebih komprehensif bisa menggunakan Kaspersky Security Cloud yang baru menawarkan solusi adaptif yang secara otomatis menyesuaikan diri untuk memberi pengguna perlindungan yang tepat.

Kaspersky Lab langsung membantah tuduhan Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) yang menyatakan Kaspersky Lab terlibat dalam insiden kebocoran data rahasia NSA.

Sebelumnya, NSA telah meringkus dua kontraktornya yang membocorkan informasi rahasianya. Kontraktor itu menyimpan cybertools dan informasi rahasia NSA di dalam laptop pribadi yang menggunakan software keamanan buatan Kaspersky Lab.

Kontraktor itu menggunakan perangkat lunak antivirus populer buatan Kaspersky yang berbasis di Rusia, yang memungkinkan para peretas untuk mengidentifikasi dan menargetkan data milik kontraktor itu.

Ironisnya, dokumen yang bocor itu menjelaskan bagaimana NSA melindungi jaringan mereka dari serangan siber, bagaimana mereka menyerang jaringan negara lain, dan kode komputer yang mereka gunakan untuk infiltrasinya.

“Kaspersky Lab belum menerima bukti apapun yang membuktikan keterlibatan Kaspersky Lab terkait insiden kebocoran data tersebut. Kami sangat menyayangkan berita Wall Street Journal tentang klaim yang belum terbukti dan terus menerus menuduh perusahaan,” kata Juru Bicara Kaspersky Lab dalam siaran persnya, Jumat.

Kaspersky Lab menegaskan Kaspersky Lab tidak memiliki hubungan apapun dengan pemerintah manapun termasuk Rusia. Kaspersky Lab selalu mematuhi standar ketat industri keamanan siber dan memiliki tingkat akses serta hak akses yang serupa terhadap sistem yang kami lindungi seperti vendor keamanan populer lainnya di A.S. dan di seluruh dunia.

“Kami telah dijebak di tengah-tengah pertarungan geopolitik,” ujarnya.

Insiden itu tidak akan menggoyahkan Kaspersky Lab untuk terus mendeteksi dan mengurangi infeksi malware.

“Kami telah melakukannya dengan bangga selama 20 tahun dan telah menempatkan kami pada peringkat teratas secara terus menerus dalam tes deteksi malware independen,” pungkasnya.

Ilustrasi Hacker Rusia

Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) kembali menghadapi permasalahan pelik yaitu serangan siber dari hacker Rusia sekaligus membuktikan sistem keamanan siber NSA yang sangat rentan.

Sebelumnya, NSA telah meringkus dua kontraktornya yang membocorkan informasi rahasianya. Bahkan, perangkat peretasan milik NSA sempat bocor pada awal tahun ini dan digunakan beberapa kelompok hacker untuk melakukan dua aksi serangan siber terhadap puluhan ribu jaringan komputer di dunia.

Hacker yang memiliki hubungan dengan pemerintahan Rusia itu berhasil mencuri cybertools rahasia milik NSA dari salah satu kontraktornya. Berdasarkan Wall Street Journal, kontraktor itu menyimpan cybertools dan informasi rahasia NSA di dalam laptop pribadi yang menggunakan software keamanan buatan Kaspersky Lab.

Ironisnya, dokumen itu menjelaskan bagaimana NSA melindungi jaringan mereka dari serangan siber, bagaimana mereka menyerang jaringan negara lain, dan kode komputer yang mereka gunakan untuk infiltrasinya.

Biasanya, program antivirus mengirimkan data telematik ke server pusatnya. Mengingat Kaspersky berasal dari Rusia, bisa jadi, server pusat mereka memang ada di negara asalnya, seperti dikutip IB Times.

Sialnya, Pemerintah AS termasuk NSA menuduh Kaspersky Lab memiliki hubungan yang erat dengan Pemerintah Rusia. Gara-gara insiden tersebut, beberapa pemerintah negara lainnya di dunia akan meningkatkan pengawasan terhadap Kaspersky Lab.

NSA belum mengonfirmasi laporan itu, sementara Kaspersky Lab membantah tuduhan itu dan menyatakan bahwa mereka tidak pernah memberikan informasi atau bukti terkait kejadian itu.

Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (DHS) menginstruksikan departemen dan agensi federal untuk menghapus dan melarang produk-produk peranti lunak Kaspersky Lab dari sistem informasi mereka.

Kaspersky Lab merupakan perusahaan keamanan siber multinasional dan penyedia antivirus milik Rusia yang berkantor pusat di Moskow.

DHS mencurigai Rusia menggunakan software Kaspersky untuk memata-matai kegiatan pemerintah AS karena undang-undang Rusia memungkinkan badan intelijen Rusia untuk meminta atau memaksa bantuan Kaspersky dan mencegat komunikasi yang melintasi jaringan Rusia

“Kami risau adanya hubungan antara beberapa pejabat Kaspersky dan intelijen Rusia serta badan pemerintah lainnya,” kata DHS dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Cnet.

“Pemerintah Rusia dapat bertindak sendiri atau bekerjasama dengan Kaspersky dengan memanfaatkan akses produk-produk Kaspersky. Mereka bisa mendapatkan informasi federal secara langsung yang menyangkut keamanan nasional AS,” sambung DHS.

Di bawah perintah tersebut, semua departemen dan agensi federal AS memiliki waktu 30 hari untuk mengidentifikasi produk-produk Kaspersky yang digunakan pada sistem informasi, 60 hari untuk mengembangkan rencana terperinci untuk menghapusnya dan 90 hari menghentikan penggunaannya.

DHS pun akan memberi kesempatan kepada Kaspersky untuk mengajukan tanggapan tertulis terkait masalah tersebut.

Sebelumnya, militer AS sudah lebih dulu dilarang memakai produk Kaspersky pada Juni lalu. Kaspersky pun menampik tudingan pemerintah AS dan mengatakan bahwa sejauh ini tak ada bukti yang mendukung tuduhan tersebut.

“Kaspersky Lab tidak pernah dan tidak akan membantu pemerintah manapun di dunia dalam upaya serangan cyber,” sebut Kaspersky dalam tanggapannya.

AS menuduh Rusia melakukan serangan siber dan membuat bocornya e-mail kandidat presiden dalam masa kampenye tahun lalu. Selain pemerintah AS, jaringan ritel Best Buy juga memutuskan untuk menarik semua produk Kaspersky dari toko-tokonya.

Ilustrasi anak-anak memainkan iPhone.

Kaspersky Lab mengungkapkan laporan terbaru mengenai aktivitas anak-anak di seluruh dunia dalam penggunaan komputer. Hasilnya, rata-rata anak-anak di seluruh dunia lebih jarang berkomunikasi, bermain dan mengakses konten dewasa melalui komputer pada tahun lalu.

Ironisnya, anak-anak mulai tertarik membuka situs yang memberikan informasi tentang narkoba, alkohol dan tembakau.

Anna Larkina (Web-content Analysis Expert di Kaspersky Lab) mengatakan Kaspersky Lab melihat adanya perubahan besar dalam aktivitas online anak-anak dari komputer ke perangkat mobile.

“Sekarang anak-anak hanya menggunakan komputer untuk mengunjungi situs web yang tidak memiliki aplikasi mobile. Ini mungkin menjelaskan mengapa proporsi mengunjungi situs web komunikasi di komputer mengalami penurunan, sementara proporsi situs web dengan konten ‘alkohol, tembakau, narkotika’ semakin meningkat,” katanya dalam siaran persnya, Sabtu.

Sekitar 61 persen anak-anak membuka situs komunikasi (seperti media sosial, perpesanan, atau e-mail), game komputer turun menjadi 9 persen dan situs dewasa saat ini mencapai 1,2 persen.

Kunjungan ke halaman yang berisi informasi tentang narkoba, alkohol dan tembakau meningkat 14 persen.

Solusi keamanan Kaspersky Total Security dan Kaspersky Internet Security mencakup modul Parental Control yang membantu orang dewasa melindungi anak-anak mereka dari ancaman online dan memblokir situs atau aplikasi dengan konten yang tidak pantas.

Kaspersky Lab juga menawarkan solusi Safe Kids yang memungkinkan orang tua memantau apa yang anak mereka lakukan, lihat atau telusuri secara online di semua perangkat, termasuk perangkat mobile, dan dapatkan saran bermanfaat tentang cara membantu anak berperilaku online dengan aman.

(www.kaspersky.com)

Menurut laporan Kaspersky Lab yang berjudul My Precious Data: Stranger Danger, pengguna yang berbagi datanya dengan orang lain cenderung mengalami kesulitan dalam kehidupan digitalnya. Contoh, hampir separuh pengguna yang berbagi datanya secara online mengalami kehilangan data di smartphone mereka (47%).

Kemungkinan kehilangan data ini menurut laporan tersebut relatif lebih kecil terjadi pada pengguna yang tidak berbagi datanya dengan orang lain. Ini terbukti dari hanya tiga belas persen pengguna yang kehilangan data dari smartphone-nya.

Risiko berbagi bahkan lebih tinggi bagi pengguna yang berbagi informasi dengan orang tidak dikenal. Terbukti, sebanyak 59% pengguna smartphone yang telah berbagi data dengan orang tidak dikenal mengaku telah kehilangan data-datanya.

Pengguna yang berbagi data berharga mereka secara digital juga melaporkan berbagai masalah pada perangkatnya. Di smartphone, masalah yang paling umum terjadi adalah iklan yang mengganggu (51%, dibandingkan dengan 25% pengguna yang tidak berbagi), masalah daya baterai (41%, dibandingkan dengan 17% orang yang tidak berbagi), aplikasi yang beroperasi pada perangkat mereka tanpa persetujuan (19%, dibandingkan dengan 6% pengguna yang tidak berbagi) dan infeksi malware (14%, dibandingkan dengan 4% orang yang tidak berbagi).

Menurut Kaspersky, temuan ini menggambarkan hubungan yang kuat antara permasalahan berbagi dengan perangkat. Pengguna yang berbagi data cenderung mengalami kehidupan digital yang bermasalah daripada yang tidak berbagi.

Selain itu, penelitian ini menunjukkan korelasi yang sama terhadap pengguna yang menempatkan perangkat fisiknya ke orang lain. Hal ini misalnya terjadi saat pengguna memperbolehkan smartphone-nya digunakan oleh orang lain dalam jangka waktu tertentu, meletakkan perangkatnya tidak terkunci di tempat umum, memberikan nomor PIN dan sebagainya.

Pengguna ini juga cenderung mengalami kehilangan data. Misalnya, lebih dari separuh (65%) yang berbagi smartphone-nya dengan orang lain mengalami kehilangan data di smartphone tersebut, dibandingkan dengan 34% pengguna yang tidak melakukannya.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa ketika pengguna berbagi data secara digital, mereka cenderung menghadapi permasalahan pada perangkat dan kehilangan data, membuat kehidupan digital mereka menjadi lebih sulit,” komentar Andrei Mochol (Head of Consumer Business di Kaspersky Lab).

Masalah ini diperparah saat pengguna berbagi perangkat digital mereka dengan orang lain, atau dengan orang tidak dikenal. Kaspersky tahu bahwa pengguna tidak mungkin berhenti membagikan data berharga yang mereka sukai dengan orang lain secara online  Ini adalah salah satu keistimewaan dunia online. Tapi itu sebabnya sangat penting bagi setiap orang untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya yang mereka tempatkan terhadap data dan perangkat mereka.

Kaspersky mendesak pengguna untuk memilih perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, apa pun lingkungannya. Pendekatan ini untuk mengidentifikasi ancaman yang kompleks dan ditargetkan dan menawarkan pengguna saran yang membantu untuk mengurangi potensi kerusakan pada data dan perangkat mereka. Walhasil, pengguna dapat menikmati semua hal yang dunia online tawarkan.

Kaspersky Lab menyatakan bahwa My Precious Data: Stranger Danger didasarkan pada survei online yang dilakukan oleh firma riset Toluna dan Kaspersky Lab pada bulan Januari 2017. Survei tersebut menilai sikap 16.250 pengguna internet berusia di atas 16 tahun, dari 17 negara di seluruh dunia.

Kaspersky Lab memperkenalkan aplikasi gratis Kaspersky Secure Connection for Android untuk melindungi data pengguna yang dikirimkan melalui koneksi Internet.

Aplikasi itu dapat memberikan kenyamanan dan perlindungan ekstra kepada pengguna dan memberlakukan enkripsi lalu lintas secara otomatis tergantung pada tingkat keamanan jaringan Wi-Fi ketika perangkat itu terhubung.

“Pengguna sering sekali mempercayai jaringan Wi-Fi hanya karena jaringan itu memiliki password. Padahal, penjahat siber dapat memanfaatkan kepercayaan tersebut,” kata Sylvia Ng (General Manager SEA, Kaspersky Lab) dalam siaran persnya, Minggu.

Fitur enkripsi lalu lintas atau VPN (Virtual Private Network) dapat mencegah intersepsi dan penggunaan informasi berbahaya yang dikirimkan melalui koneksi
Internet.

Sylvia mengatakan aplikasi Kaspersky Secure Connection for Android dapat mengamankan password akun, korespondensi personal atau foto sensitif yang dikirim secara online, halaman yang dikunjungi dan pembelian.

“Sebagai contoh, Anda sering melihat beberapa jaringan Wi-Fi di hotel. Dan biasanya jaringan ini ditaruh di tempat-tempat populer yang terdapat banyak pengunjung sehingga mengakibatkan lalu lintas tinggi dalam sebuah jaringan untuk dapat melayani dengan andal,” ujar Sylvia.

“Tetapi tidak ada yang bisa menghentikan penjahat siber untuk membuat jaringan Hotel Wi-Fi 3 sebagai tambahan dari Hotel Wi-Fi 1 dan Hotel Wi-Fi 2 sudah disiapkan oleh pihak hotel,” ucapnya.

Menurut penelitian Kaspersky Lab ditemukan bahwa satu dari empat jaringan Wi-Fi (28 persen) di seluruh dunia tidak aman. Aplikasi itu dapat mengenkripsi semua lalu lintas yang dikirim dan diterima secara terus menerus atau hanya dalam situasi ketika tingkat keamanan sangat penting, misalnya saat pengguna terhubung ke jaringan Wi-Fi yang tidak aman.

“Kaspersky Secure Connection for Android bertujuan untuk melindungi privasi dan informasi pribadi milik pengguna dari ancaman ini,” pungkasnya.

Aplikasi tersebut juga menawarkan untuk mengaktifkan perlindungan saat membuka situs web dan aplikasi yang berisi informasi keuangan (bank, toko online, sistem pembayaran) dan situs jejaring sosial.

Kaspersky Secure Connection memungkinkan 200 MB lalu lintas terenkripsi secara gratis per hari, untuk setiap perangkat dan dengan jumlah perangkat yang tidak terbatas.  Saat mendaftar di portal My Kaspersky, pengguna menerima 300 MB secara gratis per hari.

Kaspersky Secure Connection tersedia untuk diunduh dan diaktifkan di semua wilayah di mana perusahaan berada, kecuali di Belarus, Oman, Pakistan, Qatar, Iran, UEA, Arab Saudi, China dan Hong Kong karena adanya peraturan pembatasan.

TERBARU

ASRock Beebox-S 7200U adalah sebuah barebobe PC mini yang ditujukan untuk banyak penggunaan termasuk sebagai HTPC (home theater PC).