Tags Posts tagged with "Lenovo"

Lenovo

Ilustrasi Moto Z2 Force 4

Moto (Motorola) kembali meluncurkan smartphone flagship-nya Moto Z2 Force yang mengusung kamera ganda di New York, Amerika Serikat. Kamera ganda smartphone itu mengusung dua lensa 12 megapixel f/2.0 yang masing-masing dapat menjepret foto warna dan foto monokrom.

Inovasi itu membuat hasil foto terlihat belakang tampil buram sedangkan subyek utama terlihat tajam (bokeh), seperti dikutip gadget.ndtv.

Moto Z2 Force mengusung layar 5,5 inci dengan resolusi QHD 2.560 x 1.440 dengan teknologi panel POLED (Active Matrix Organic Light Emiting Diode) dengan kerapatan layar mencapai 535 pixel per inci serta perlindungan lapisan ShatterShield yang tahan banting dan antipecah.

Di dalamnya, Moto Z2 Force mengusung prosesor Snapdragon 835, RAM 4 GB untuk pasar AS atau RAM 6 GB untuk wilayah di luar AS, media penyimpanan 64 GB dengan tambahan selot micro-SD 256 GB, baterai 2.730 mAh, dan sistem operasi Android 7.1.1 “Nougat” yang bisa di-upgrade ke Android O dan Bluetooth 4.2.

Moto Z2 Force

Fitur utama kamera Moto Z2 Force adalah BSI, laser autofokus, phase-detection autofocus, lensa aperture f/2.0, lengkap dengan dual-tone LED flash.

Moto Z2 Force juga mengusung kamera depan 5 megapixel f/2.2 untuk mengakomodasi foto selfie dan video call. Tak lupa, ada sensor sidik jari untuk menjamin keamanan smartphone tersebut.

Moto membanderol Moto Z2 Force di AS senilai 720 dollar AS atau sekitar Rp9,6 juta dan pengiriman smartphone-nya dimulai pada 10 Agustus 2017.

Selain itu, Moto juga meluncurkan aksesori modular Moto Mods terbaru berupa kamera 360 derajat yang dibanderol 299 dollar AS atau sekitar Rp4 juta.

Motorola Moto Z2 Force tersedia dalam dua varian warna yaitu Super Black dan Fine Gold.

Kiri – Laptop Lenovo Legion Y720, Kanan – PC Lenovo Legion Y720 Cube.

Lenovo membuktikan komitmennya dalam menggarap pasar gaming dan eSports di Indonesia dengan meluncurkan dua PC gaming terbaru di lini Legion serta menjalin kerja sama dengan EVOS, salah satu komunitas gaming lokal ternama.

Dua produk terbaru Lenovo tersebut yaitu PC Legion Y720 Cube dan laptop Legion Y720.

Lenovo Legion Y720 Cube merupakan PC gaming berbekal prosesor Intel Core generasi ketujuh dan kartu grafis AMD Radeon RX 480 8 GB. Keunggulan utamanya adalah bentuk fisiknya yang portabel dan mudah dibawa dan dipasang di mana pun, layaknya konsol game. PC ini juga menggunakan Killer Doubleshot Wi-Fi/LAN yang dibutuhkan para gamer untuk memainkan game selagi melakukan kegiatan lain.

Fitur lainnya dari Y720 Cube adalah frame rate yang tinggi hingga 4K HD, memori DDR4 berkapasitas hingga 32 GB untuk multitasking, dan Xbox Wireless Adapter untuk Windows yang memungkinkan pemasangan controller Xbox One nirkabel tanpa memerlukan adaptor USB.

PC Legion Y720 Cube tersedia mulai dari harga Rp13.999.000.

Produk kedua yakni laptop gaming Lenovo Legion Y720 dengan cover berbahan metal yang menjadi laptop berbasis Dolby Atmos Windows pertama di dunia. Tujuannya memberi kedalaman dan detail terbaik untuk pengalaman gaming dengan suara yang menyatu, presisi, serta realisme yang luar biasa.

Spesifikasi laptop ini meliputi prosesor Intel Core generasi ketujuh, kartu grafis Nvidia GeForce GTX 1060, port HDMI untuk mendukung headset VR, kapasitas PCI-Express SSD hingga 1 TB, port Thunderbolt 3, layar FHD IPS anti-glare, keyboard backlit RGB optional, serta pilihan Xbox One Wireless receiver.

Laptop ini juga didesain untuk mengatasi masalah panas dengan desain suhu yang baru dan dua kipas metal dan ventilasi udara di belakang. Laptop Legion Y720 tersedia mulai dari harga Rp25.499.000.

Menggandeng Komunitas Gaming

Selain menawarkan produk gaming, Lenovo aktif menggandeng komunitas gamer sesuai komitmen mereka untuk lebih berfokus pada pelanggan (customer-centric).

Ilustrasi komunitas gaming lokal EVOS.

Oleh karena itu, Lenovo menunjuk EVOS selaku brand ambassador untuk lini produk gaming Lenovo serta melibatkan mereka dalam pengembangan produk. EVOS adalah organisasi gaming lokal yang dibentuk pada Agustus 2016, sebelumnya dikenal dengan nama Zero Latitude. Para anggota EVOS adalah gamer dengan kemampuan tertinggi di Indonesia yang bertujuan mendorong evolusi di industri eSports lokal serta membawa nama Indonesia ke turnamen gaming internasional.

EVOS juga akan mewakili Lenovo dalam perhelatan Gamescom 2017, pameran terbesar di Eropa untuk industri gaming. Sepulangnya dari sana, Lenovo dan EVOS bakal berbagi tips dan trik kepada sesama gamer lokal guna membantu mereka untuk mengembangkan kemampuan bermain.

“Misi kami adalah menawarkan pengalaman gaming PC paling menyatu kepada pelanggan dan kami menghabiskan waktu untuk membangun serta mendengarkan komunitas gamer yang semakin berkembang, agar bisa memahami lebih baik mengenai apa yang paling penting bagi mereka,” kata Sung Khiun (Consumer Lead, Lenovo Indonesia).

Sung Khiun menambahkan, “Indonesia diprediksi akan memimpin industri gaming di Asia Tenggara dalam lima tahun ke depan, karena itulah kami yakin dengan bantuan dan dukungan dari gamer lokal, kami akan bisa memberikan kontribusi signifikan pada pertumbuhan ini.”

Ilustrasi desain tablet lipat Lenovo

Dalam beberapa tahun terakhir, Lenovo sukses melakukan terobosan terbaru di industri. Lenovo adalah pabrikan teknologi pertama yang meluncurkan smartphone Tango AR, tablet Yoga Book, dan smartphone modular Moto Z.

Kali ini Lenovo akan membuat kejutan dengan meluncurkan tablet lipat dengan layar yang fleksibel. Lenovo pun memamerkan prototipe tablet lipatnya dalam ajang Lenovo Tech World 2017 di Shanghai.

Meskipun berbeda dengan desain konsep yang ada di video, desain tablet fleksibel Lenovo tidak sepenuhnya terlipat. Ketika tablet itu terlipat, layar depannya bisa berfungsi sebagai smartphone dan bagian belakangnya bisa berfungsi sebagai cermin kamera yang bagus untuk berfoto selfie, seperti dikutip Slash Gear.

Prototipe tablet lipat Lenovo itu mengusung Qualcomm Snapdragon seri 800, layar 5,5 – 7,8 inci dengan resolusi 1920×1440, dan berjalan pada sistem operasi Android 7.0.

Tentunya, yang masih menjadi pertanyaan, apakah Lenovo akan memproduksi massal tablet lipat tersebut.

Meskipun masih sangat sulit untuk masuk pasar, Lenovo sedang mengerjakan tahap final prototipe tablet lipat Lenovo.

Video demonstrasi tablet lipat Lenovo:

Ilustrasi Prototipe Laptop Lenovo di masa depan

Dalam acara Lenovo Transform di New York, Lenovo mengungkapkan konsep desain laptop Lenovo ThinkPad dengan layar yang bisa melengkung dan tanpa engsel.

Laptop tanpa engsel itu memiliki desain unibodi dan memungkinkan Anda menekuk layar pada bodinya. Dengan kata lain, laptop berlayar lengkung ini bisa dilipat sehingga sangat fleksibel.

“Ini lebih dari sekadar desain dari tampilan dan sensasinya. Laptop ini menggunakan bahan material canggih dan layar dengan teknologi terbaru,” kata Christian Teismann (Senior Vice President, Lenovo) seperti dikutip Digital Trends.

“Anda bisa berbicara kepada laptop ini atau menulis di atasnya, bahkan laptop ini bisa berbicara kepada Anda. Selalu terhubung dan siap,” ucapnya.

Teismann mengatakan laptop ThinkPad di masa depan memiliki kemampuan untuk berkomunikasi pada berbagai multiple input dan output serta memiliki teknologi canggih kecerdasan buatan.

Laptop ini akan sangat dibutuhkan penggunanya di setiap pertemuan, perjalanan, dan setiap tugas,” ujarnya.

Berdasarkan presentasi, prototipe laptop Lenovo itu tidak memiliki touchpad. Sebagai gantinya, laptop itu mouse berbentuk roda bulat kecil yang berbentuk tombol TrackPoint berwarna merah pada keyboard.

Laptop itu juga tidak memiliki port Ethernet, perangkat USB, dan HDMI, untuk membuat bodinya tetap tipis.

Pengguna bisa menuliskan sesuatu pada layar laptop ThinkPad itu dengan stylus khusus. Layarnya sendiri mengusung teknologi OLED yang memberikan kecerahan dan warna yang bagus.

Lenovo tidak menjelaskan kapan laptop layar lengkung itu bisa terwujud. Yang pasti, Lenovo baru akan meluncurkan laptop ThinkPad edisi terbatas untuk merayakan 25 tahun brand ThinkPad pada Oktober 2017 nanti.

Lenovo ThinkStation P320 Tiny.

Lenovo meluncurkan PC workstation terbaru, ThinkStation P320 Tiny, yang ditujukan bagi pengguna profesional kelas berat, seperti pekerja grafis dan pengolahan data.

Sesuai namanya, Tiny, komputer ini memiliki ukuran mungil mirip mini PC atau set top box–tidak seperti workstation pada umumnya yang berwujud besar dan kokoh. Bahkan, bobotnya hanya 1,3 kilogram atau setara dengan MacBook Air.

Meskipun mungil, kekuatan di dalam P320 Tiny tidak main-main. Terdapat prosesor Intel hingga Core i7-7700T, kartu grafis Nvidia Quadro P600, memori hingga DDR4-2400 32 GB RAM, dan penyimpanan SSD hingga 2 TB dengan konfigurasi dua selot M.2. Untuk konektivitas, tersedia enam porta USB 3.0, porta audio, gigabit ethernet, dan enam DisplayPort.

Sayangnya, sebagai konsekuensi dari bentuk mungilnya, power supply komputer ini harus dipasang terpisah di bagian luar.

Lenovo memasarkan ThinkStation P320 Tiny dengan harga mulai US$799.

Lenovo ThinkSystem dan ThinkAgile.

Lenovo mengusung strategi baru dalam bisnis enterprise dan data center dengan memperkenalkan dua portofolio baru, ThinkSystem dan ThinkAgile, pada acara Lenovo Transform di New York, Selasa (20/6).

ThinkSystem merupakan peleburan dari lini server x86 System x yang dibeli dari IBM dan lini ThinkServer bawaan Lenovo. Selain itu, ThinkSystem akan menjadi merek baru untuk produk-produk storage dan networking Lenovo.

Sedangkan ThinkAgile adalah lini produk converged system atau mesin-mesin yang mengintegrasikan server, storage, dan networking dalam satu perangkat. Melalui ThinkAgile, Lenovo siap mendukung konsep Software-Defined Data Center (SDDC) yang belakangan ini ramai diadopsi perusahaan enterprise.

Berbekal kedua portofolio anyar ini, Lenovo ingin memperkuat amunisinya untuk bertarung dengan Dell EMC dan HPE di bisnis data center. Berdasarkan laporan IDC, Lenovo saat ini masih berada di bawah Dell EMC dan HPE di pasar server serta bersaing ketat dengan Cisco dan IBM.

Bersamaan dengan pengumuman ini, Lenovo juga meluncurkan 14 varian server baru, 7 varian storage, dan 5 varian perangkat jaringan. “Inilah pengumuman portofolio [data center] paling banyak sepanjang sejarah Lenovo,” kata Kamran Amini (GM, Server and Storage Business Unit, Lenovo) seperti dikutip dari PCWorld.

Beberapa produk unggulan yang diperkenalkan Lenovo pada acara ini antara lain: server ThinkSystem SR950, SN550, SN850, dan SD530; SAN array ThinkSystem DS2200, DS4200, dan DS6200; dan switch ThinkSystem NE1032T, NE1072T, NE2572T, dan NE10032. Untuk lini ThinkAgile, tersedia sistem ThinkAgile SX yang mendukung platform private dan hybrid cloud Microsoft Azure Stack.

Mendukung Kecerdasan Buatan

Strategi peleburan dua lini produk ini diklaim sebagai tahap baru bagi bisnis data center Lenovo.

Dengan menyediakan produk dan solusi enterprise dalam satu atap, Lenovo akan lebih mudah memasarkan penawarannya kepada pelanggan. Lenovo juga sudah membangun kanal distribusi dan dukungan pelanggan end-to-end.

Yang Yuanqing (CEO, Lenovo).

Ke depannya, Lenovo berencana melakukan akuisisi dan kerja sama strategis dengan para penyedia software di bidang data center.

Hal ini diakui Yang Yuanqing (CEO, Lenovo) sebagai bagian dari upaya Lenovo memosisikan diri selaku mitra strategis bagi perusahaan. Fokus mereka adalah memungkinkan perusahaan untuk memiliki infrastruktur dan perangkat yang mampu memanfaatkan kekuatan cloud dan kecerdasan buatan.

“Akan ada revolusi industri keempat yang dipicu oleh intelligent transformation dan kecerdasan buatan. Kami ingin memperkuat strategi ‘device + cloud’ dan ‘infrastructure + cloud’,” ujar Yang dikutip dari ZDNet.

Dok.Lenovo

Lenovo meluncurkan laptop terbarunya Lenovo IdeaPad 720, IdeaPad 520, IdeaPad 310, IdeaPad 720S, IdeaPad 520S, dan IdeaPad 320S dalam konfigurasi S (Slim) yang menawarkan gaya, bentuk, serta fungsi modern.

Enam laptop IdeaPad itu mampu menjawab keinginan pengguna yang mengharapkan sebuah laptop yang ramping, fungsionalitas dan tidak rumit. Laptop itu menawarkan sisi pinggir yang menghasilkan garis mulus dan ujung depan yang bersiku sehingga memudahkan pengguna ketika membuka laptop.

Tampak lebih tipis dari samping, terutama untuk model S dan memberikan kesan visual yang ramping serta nyaman untuk dijinjing.

Bodi IdeaPad 720S terbuat dari casing anodized aluminum premium yang menggunakan teknik sama seperti saat mengukir berlian, sehingga menghasilkan profil elegan serta ultra-tipis yang nyaman untuk dijinjing.

Sama-sama tipis, IdeaPad 520S hanya memiliki ketebalan 19.3 mm, sementara IdeaPad 320S memasukkan cover untuk memberikan sentuhan metalik yang lembut.

Line-up IdeaPad terbaru itu memiliki ulang layout keyboard, shift key terbaru, bezel yang lebih sempit untuk display layar yang optimal hingga Precision Touchpad dari Microsoft yang langsung terhubung ke Windows 10.

Semua laptop IdeaPad terbaru sudah mengusung sistem operasi Windows 10 Home terbaru yang menawarkan kinerja tangguh dan fitur-fitur yang mampu meningkatkan pengalaman pengguna.

IdeaPad 720S mengusung prosesor Intel Core i7 generasi ketujuh terbaru, Thunderbolt™ 3 port yang super cepat, dan SSD hingga 1 TB PCle serta bobot hanya 1.14 kg dan tebal 13.6 mm.

Dalam siaran persnya, Minggu, IdeaPad 720S memiliki fitur canggih seperti pemindai sidik jari yang optional untuk log-in PC yang aman dan cepat dengan Windows Hello serta display UDH.

Untuk pelanggan yang mengutamakan kenyamanan dan fungsionalitas, pelanggan bisa mempertimbangkan IdeaPad 520 dan 520S yang mengusung prosesor Gen Intel Core i7 generasi ketujuh dan grafis NVIDIA GeForce 940MX untuk produktivitas yang cepat, keyboard dengan lampu belakang serta pilihan pemindai sidik jari dan dukungan Windows Hello untuk log in yang hampir instan.

Untuk pelanggan yang mencari laptop terjangkau untuk browsing, menonton video, dan mengirim email, IdeaPad 320 dapat menjadi pertimbangan. Begitu juga saudaranya yang lebih tipis, IdeaPad 320S.

Sebagai bukti komitmen kepada para channel partner di Asia Pasifik, Lenovo mengumumkan peluncuran Program Lenovo Data Centre Partner terbaru untuk wilayah Asia Pasifik.

Dengan konsep yang seluruhnya dibangun dari nol dengan berkonsultasi kepada para channel partner, program ini bertujuan untuk membantu para channel partner Lenovo dalam memberikan solusi data center terbaik kepada pasar enterprise.

Beberapa keuntungan yang bisa diperoleh mitra antara lain voucher sertifikasi, undangan untuk mengikuti konsultasi, dan akses eksklusif langsung ke knowledge base Lenovo. Para mitra dari tingkat apa, termasuk Silver, Gold, dan Platinum, juga akan diberi penghargaan berbentuk insentif ekonomis, pelatihan, dan sumber daya khusus dari Lenovo.

Sebagai satu-satunya merek data center tanpa legacy untuk melakukan proteksi, Lenovo berada di posisi yang unik untuk membantu para mitra bisnis memenuhi kebutuhan di pasar enterprise melalui solusi data center terbaik dan ekosistem kemitraan yang terbuka.

“Kami berdedikasi 100 persen terhadap strategi ‘Channel First’ kami dan sangat fokus pada misi kami untuk memberikan nilai kepada para mitra melalui profitabilitas,” tutur Sumir Bhatia (Vice President, Data Centre Group, Lenovo Asia Pasifik).

A man uses his laptop next to Lenovo’s logos during the Mobile World Congress in Barcelona, Spain February 25, 2016. REUTERS/Albert Gea

Tatsuya Tanaka (Fujitsu Presiden) mengatakan Fujitsu sudah mencapai kesepakatan bisnis untuk mengintegrasikan divisi komputernya dengan Lenovo.

Pada Oktober lalu, Fujitsu telah melakukan pembicaaan dengan Lenovo untuk bekerjasama dalam produksi dan desain PC.

“Kami sudah memasuki tahap final untuk menciptakan sinergi antar dua perusahaan ini. Kami berharap kesepakatan bisnis ini segera tercapai,” kata Tanaka seperti dikutip Reuters.

Pembicaraan rencana akuisisi itu berlangsung ketika penjualan smartphone dan tablet meningkat di pasar dan menggerus pasar komputer PC yang memimpin lebih dari satu dekade.

Dengan akuisisi itu, Lenovo sebagai pabrikan PC terbesar di dunia dapat meningkatkan nilai jualnya dan mengkonsolidasikan keuntungan pasar PC yang semakin menipis. Sebelumnya, Lenovo sukses membeli divisi PC International Business Machines Corp (IBM) pada 2005 dan jalin kerjasama patungan dengan NEC Corp pada 2011.

“Informasi detail masih kami diskusikan dan kami tidak memiliki pernyataan resmi saat ini,” kata Charlotte West (Juru Bicara Lenovo).

Ketika ditanya tentang rencana Fujitsu bergabung dengan konsorsium Toshiba Corp. Tanaka pesimis bahwa rencana itu dapat menyakinkan pemilik saham Fujitsu untuk bergabung.

“Saya tidak berpikir kami dapat memberikan alasan rasional jika bergabung dengan konsorsium tersebut,” pungkasnya.

Para produsen PC sepertinya memiliki sasaran baru dalam dua tahun terakhir, yaitu para pemain game. Hal ini dibuktikan dengan jajaran produk PC gaming anyar yang diluncurkan oleh merek-merek seperti Lenovo, Asus, Acer, HP, dan Dell.

Sebagian di antara merek-merek itu bahkan sengaja memperkenalkan lini produk baru khusus untuk segmen gaming, seperti Lenovo Legion, HP Omen, dan Acer Predator. Sedangkan Asus sudah lebih dulu memiliki lini ROG dan Dell mengandalkan lini Alienware.

Mengapa pabrikan PC global ini begitu tertarik dengan PC gaming?

Berdasarkan riset IDC, seluruh bisnis dan aktivitas global terkait PC gaming sepanjang tahun 2016 sudah bernilai US$36 miliar. Penjualan PC gaming juga menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun dan ditengarai akan menyumbang 14 persen dari total penjualan PC consumer pada tahun 2020.

Tren tersebut berlawanan dengan tren penjualan PC secara keseluruhan yang tergolong stagnan dan cenderung terus menurun. Walhasil, muncul anggapan, PC gaming bisa berperan sebagai “juru selamat” industri PC.

Di Asia Pasifik sendiri, pasar gaming dipandang sangat potensial. Salah satu alasan karena mayoritas gamer berasal dari Gen Y, yaitu mereka yang berusia di bawah 30 atau 35 tahun dan populasinya dominan di Asia. Bahkan, e-sports bakal dipertandingkan dalam kompetisi olahraga tingkat Asia sekelas Asian Games.

[BACA: Game Online Akan Jadi Cabang Olahraga Baru di Asian Games 2018 Indonesia]

Thailand adalah pasar gaming terbesar di Asia Pasifik, bahkan lebih besar ketimbang Jepang dan Australia. Sedangkan Taiwan, Indonesia, dan Malaysia masuk ke dalam 10 negara dengan investasi terbesar di dunia untuk pasar gaming.

Atas dasar itulah, Lenovo terjun ke segmen PC gaming sejak tahun lalu dan mulai serius menggarapnya tahun ini.

“Dahulu, seri gaming kami disebut Y-series. Tapi, di bulan Februari tahun ini, kami sudah mengumumkan brand Legion yang mencakup portofolio produk, komunitas, dan filosofi. Kini produk di bawah bendera Legion ada berbagai jenis: notebook, desktop, PC All-in-One, hingga aksesoris gaming,” ujar Ivan Cheung (Regional General Manager, Lenovo Central Asia Pacific) dalam wawancara dengan InfoKomputer di Jakarta, Kamis (18/5).

Menariknya, bisnis gaming dapat membawa pemasukan tambahan bagi Lenovo di luar produk PC, yakni aksesoris gaming yang kerap dibutuhkan gamer, dari headset, keyboard, mouse, sampai mousepad.

Membangun Komunitas dan Kompetisi

Lenovo juga membangun komunitas gaming Legion untuk memperoleh masukan untuk mengembangkan produk-produk masa depan yang sesuai dengan kebutuhan gamer.

“Mereka (gamer) tidak hanya melihat spesifikasi hardware-nya, tetapi ada faktor lain, misalnya warna, model, bagaimana sistem cooling/pendinginannya, dan bagaimana temperatur dan kebisingan suatu produk ketika bermain game,” kata Ivan saat memaparkan pentingnya menjalin keterikatan dengan komunitas gaming.

“Salah satunya adalah ketika mereka bermain game, CPU akan bekerja dengan kecepatan tertinggi dan mereka mungkin perlu melakukan overclock sehingga sistem pendinginan sangatlah penting. Kalau tidak, kinerjanya akan melambat atau menimbulkan kebisingan yang berlebihan,” Ivan mencontohkan.

“Mereka juga memberi masukan bahwa gamer membutuhkan layar dengan resolusi tinggi dan mouse serta mousepad khusus, di mana tombol dan kontak antara mouse serta permukaan menjadi sangat penting karena apabila terjadi delay, mereka akan terbunuh oleh musuh dalam game,” lanjutnya.

Komitmen Lenovo di industri gaming juga ditunjukkan lewat kerja sama dengan Intel untuk mengadakan turnamen game “League of Champions” di wilayah ASEAN dan menjadi sponsor produk gaming resmi di ESL (Electronic Sports League).

Kanaya Esport pemenang utama Lenovo Gaming League 2016

Di Indonesia, Lenovo menyelenggarakan kompetisi game level nasional bertajuk Lenovo Gaming League yang sudah memasuki tahun kedua.

“Bisnis PC gaming kami di Indonesia tahun lalu tumbuh 28 persen. Kami investasi di retail, komunitas, kampanye promosi, dan product experience di shopfront (etalase depan toko PC), jadi konsumen bisa langsung mencoba,” tukas Budi Janto (Country General Manager, Lenovo Indonesia).

“Kami juga rutin menggelar gathering komunitas, berbagi tips dan trik gaming, dan mulai tengah tahun ini, kami berencana branding di warnet-warnet,” tutup Budi.

TERBARU

Melalui Ajang RSA Conference 2017 Asia Pacific & Japan, Super Micro Computer ikut ambil bagian sekaligus memperkenalkan beberapa produk terbarunya.