Tags Posts tagged with "Lenovo"

Lenovo

Lenovo akan meluncurkan laptop ThinkPad yang mengusung desain retro dan menawarkan fitur-fitur keren. Tak pelak, laptop itu memiliki cukup banyak penggemar yang sudah antre untuk membelinya.

Lenovo ThinkPad adalah ikon laptop Lenovo untuk kalangan pebisnis dan ada beberapa ciri khasnya yaitu sasis berwarna hitam, trademark TrackPoint berwarna merah, keyboard superior.

Tampilan Lenovo ThinkPad Retro sudah muncul pada Reddit. Bocorannya, laptop itu memiliki keyboard 7, tombol Enter berwarna biru, aspek rasio layar 16:10, desain ThinkPad yang tradisional, dan fitur ThinkLights yang mengeluarkan cahaya pada fiturnya.

Sementara itu, laptop itu memiliki ukuran yang tipis mirip dengan laptop-laptop premium dan ketebalannya hanya 15mm.

“Saya telah mengembangkan peranti keras yang keren. Jadi tolong sabar karena ada banyak hal yang akan datang,” kata David Hill (Juru Bicara Lenovo) seperti dikutip Digital Trends.

Laptop Retro ThinkPad akan dibanderol $5,000 atau sekitar Rp66 juta.

Pada ajang Citizens of TMRW yang digelar Lenovo Indonesia di Central Park Mall Jakarta, selain memamerkan jajaran produk unggulannya, Lenovo juga mengajak pengunjung untuk mencoba produk-produk tersebut yang dikategorikan menjadi empat karakteristik konsumen. Berikut keempat karakteristik yang dipamerkan tersebut:

Entrepreneurs of TMRW

Untuk mendukung semangat entrepreneurship, Lenovo memamerkan jajaran produk yang sesuai dengan kebutuhan entrepreneur dengan mobilitas tinggi. Contohnya Lenovo Yoga 920, laptop convertible dengan engsel yang bisa dilipat hingga 360 derajat dan dilengkapi cover Gorilla Glass. Memiliki dapur pacu prosesor Intel Core i7 generasi ke-8, layar 4K IPS touchscreen tanpa bezel berukuran 13,9 inci, serta dilengkapi dengan fungsi smart pen, voice recognition dari jauh, pilihan mixed reality, sekuriti biometri dengan Windows Hello.

Tersedia pula seri Lnovo Yoga 720 yang memiliki ukuran layar 13 inci yang mengusung desain bezel-less dengan ketipisan 0,.62 inci dan berat 1,1 kg. Yoga 720 dilengkapi dengan Active Pen optional, fingerprint reader, dan Cortana digital assistant. Perangkat ini memiliki layar touchscreen berukuran 13,3-inch dengan resolusi Full HD (1080p).

Students of TMRW

Berbagai tugas yang dihadapi pelajar masa kini bukan hanya mengetik, namun juga membuat video, mengedit foto, mendesain gambar, dan kebutuhan multimedia lainnya.

Produk-produk yang ditampilkan di antaranya Lenovo Yoga 520 yang diperkuat prosesor Intel Core i7 generasi ke-8, grafis NVIDIA GeForce GTX 940MX, Thunderbolt 3, dan daya tahan baterai hingga 9 jam.

Sedangkan seri Lenovo IdeaPad 720S menggunakan Intel Core i7 generasi ketujuh, Thunderbolt 3 port, SSD hingga 512 GB PCle, dengan berat 1,14 kg serta tebal 13,6 mm serta layar berukuran 13 inci yang cocok untuk pekerja dan pelajar dengan mobilitas tinggi.

Gamers of TMRW

Melalui sub brand Legion, Lenovo menghadirkan produk-produk gaming andalan bagi para gamer Indonesia. Ini diwakili melalui PC gaming seri Legion Y520 dengan desain hanya 2,4 kg yang dipersenjatai Intel Core i7-7700HQ dan NVIDIA GTX 1050Ti 4GB DDR5, Legion Y520 Tower yang menyediakan Lenovo Entertainment Hub bagi dukungan game VR, serta Legion Y720 Cube yang dilengkapi dengan Xbox Wireless Adapter untuk menggunakan controller Xbox One nirkabel tanpa memerlukan adaptor USB

Designers of TMRW

Jajaran produk ini menawarkan kemudahan dan keringkasan bagi para designer dan content creator untuk mewujudkan ide dan imajinasi mereka ke dalam sebuah hasil karya.

Produk yang dihadirkannya berupa Lenovo Yoga Book yang merupakan tablet 2-in-1 setipis 9,6 mm dan memiliki display 10,1” IPS FHD. Dilengkapi dengan perangkat input Real Pen dari Wacom, pengguna bisa menggunakan Yoga Book untuk mencatat, browsing, bahkan menggambar. Real Pen mampu mendeteksi 2,048 level tekanan. Untuk mereka yang lebih senang mengetik, bisa menggunakan Yoga Book dalam moda Type dengan keyboard Halo.

Yoga Book hadir dengan versi Android dan Windows dan memiliki daya tahan baterai hingga 15 jam.

Lenovo Indonesia mengadakan pameran yang digelar di Central Park Mall Jakarta melalui kampanye bertajuk #CitizensofTMRW. Dengan peluncuran pop-up store interaktif, Lenovo mengajak para pelanggan untuk merasakan berbagai inovasi masa depan yang dihadirkan melalui jajaran produk unggulan Lenovo.

Pameran yang berlangsung sampai 17 September 2017 ini resmi dibuka oleh Budi Janto (Country General Manager, Lenovo Indonesia). Pameran ini menampilkan empat zona interaktif yang didesain untuk menampilkan teknologi konsumen, khususnya untuk para pebisnis start-up, pelajar, penggemar gaming dan hiburan, serta pekerja kreatif.

“Berkarya bersama pelanggan merupakan DNA Lenovo. Filosofi ini telah menghasilkan berbagai produk dan solusi kami yang paling terkenal. CitizensOfTMRW” berarti berinovasi untuk kebutuhan masa depan, dengan mencari inspirasi dari pelanggan masa kini,” kata Budi Janto.

Pada acara ini, Lenovo juga menggandeng Microsoft sebagai partner dalam menyediakan sistem operasi yang handal.

“Dengan Windows 10, kami ingin mendorong potensi kreatif setiap individu dengan mengajak mereka mewujudkan ide-ide menjadi nyata. Windows 10 Fall Creators Update akan memperkenalkan perangkat tambahan untuk menggambar, story telling dengan visual yang kaya, serta fitur game yang disempurnakan yang seluruhnya akan menginspirasi kreativitas pengguna,” kata Lucky Gani (Business Group Head, Microsoft Indonesia).

Pada acara ini, Lenovo memberikan penawaran spesial dan give away. Bekerjasama dengan Blibli, Lenovo memberikan diskon 10% untuk pemegang kartu kredit OCBC, Citibank, dan Mandiri serta diskon 5% untuk pemegang kartu kredit lainnya dengan melakukan pembelian melalui Blibli Now Kiosk yang ada di area pameran.

Lenovo Indonesia juga telah meluncurkan microsite di alamat http://lenovo.citizensoftmrw.com/id yang mengajak masyarakat berbagi ide tentang perangkat impian masa depan. Mereka yang mengunggah serta membagikan kreasi mereka dan mendapatkan like terbanyak berkesempatan untuk memenangkan Lenovo Yoga Book.

Selain menampilkan produk unggulan, pengunjung #CitizensofTMRW berkesempatan untuk memenangkan Lenovo Yoga Book dengan berkunjung dan berpartisipasi di booth 3D Trick Art yang terdapat di acara ini. Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai kegiatan seperti kuis digital, talkshow, dan penampilan spesial dari Andien.

Different is better akan menjadi kampanye yang menyatukan value dari semua produk Lenovo

Lenovo saat ini berada dalam posisi yang unik.

Mereka dikenal sebagai produsen notebook terbesar di dunia. Mereka juga pemain penting di industri smartphone dan pemilik merek Motorola yang legendaris. Lalu akuisisi bisnis server IBM tiga tahun lalu membuat Lenovo kini memiliki produk yang ditujukan untuk enterprise. Belum lagi jika memperhitungkan lini produk mereka yang lain, seperti Legion (PC gaming) atau Medion (perangkat elektronik).

Semua keunggulan ini sebenarnya menunjukkan Lenovo memiliki produk untuk semua segmen, mulai dari consumer sampai enterprise. Namun di sisi lain, luasnya rentang produk tersebut menimbulkan tantangan tersendiri dalam menampilkan identitas Lenovo sesungguhnya.

“Lenovo telah banyak berubah dalam beberapa tahun terakhir, namun persepsi publik terhadap Lenovo relatif masih sama,” ungkap David Roman (Chief Marketing Officer Lenovo) di sela-sela pagelaran IFA 2017.

Hal inilah yang mendasari Lenovo untuk melakukan perubahan dalam berkomunikasi dengan publik. Melalui kampanye bertajuk Different is Better, Lenovo ingin menunjukkan semangat Lenovo untuk berinovasi dengan melakukan sesuatu yang berbeda. “Kami ingin menunjukkan value proposition yang sama di semua segmen,” tambah David.

Melalui kampanye Different is Better, Lenovo juga ingin menunjukkan perubahan cara pikir yang tidak melulu soal produk. “Selama ini Lenovo sangat product-centric dan membangun kampanye seputar produk tersebut,” David mengakui.

Cara itu memang cukup berhasil, terbukti dari pencapaian Lenovo yang terus menunjukkan peningkatan. Namun, kampanye yang fokus terhadap produk cuma bertahan untuk jangka pendek dan kurang mengangkat brand Lenovo ke tingkat yang lebih tinggi.

Karena itulah melalui Different is Better, Lenovo ingin fokus ke konsumen dan kebutuhan mereka. “Sangat krusial bagi Lenovo untuk fokus ke customer, yaitu consumer, profesional, dan IT decision maker, sebagai key unified point,” papar David.

Lebih Sederhana

Pendekatan serba “different” yang dilakukan Lenovo ini ini bisa dilihat di berbagai area. Contohnya pendekatan modular MotoMods yang memungkinkan smartphone Motorola dipasang berbagai asesoris untuk menambah fungsinya. Atau server Lenovo yang menggunakan pendingin air sehingga bisa menurunkan konsumsi daya sampai 40%.

Ke depan, Lenovo juga berencana merencanakan perampingan di sisi penamaan produknya. Sebagai gambaran, di sektor notebook saja, Lenovo saat ini memiliki lini produk ThinkPad, IdeaPad, dan Yoga, yang masing-masing memiliki turunan berbagai seri. “Kami ingin mengatur lini produk Lenovo agar mudah dipahami konsumen,” ungkap David.

Namun David tidak bisa menyebut kisaran waktunya mengingat pengaturan ini membutuhkan proses. “Kami juga tidak ingin mengubah semua smartphone Lenovo menjadi Motorola karena Motorola memiliki karakter khusus yang harus dipertahankan,” ujar David. “Akan tetapi, secara perlahan, perampingan ini akan kami lakukan” tambahnya.

Ketika InfoKomputer bertanya mengapa Lenovo tidak memecah perusahaan seperti HP (yang kini menjadi HP Inc. untuk segmen consumer dan HPE untuk segmen enterprise), David menjawab sinergi adalah kuncinya.

“Lenovo percaya sinergi terkait supply chain, komponen, marketing, dan terutama brand akan lebih mudah ketika berada dalam satu Lenovo,” tukas David. Apalagi segmen consumer dan enterprise ini pada dasarnya bisa berpadu menjadi sebuah pengalaman komputasi yang menyeluruh.

Lenovo ThinkPad E460 merupakan varian notebook yang diperuntukkan bagi pebisnis. Secara spesifik, seri yang kami uji ini memiliki kode tambahan yaitu 20ET-A003ID. Yang berbeda pada seri ini adalah adanya fitur tambahan berupa fingerprint reader. Fitur ini berguna untuk melakukan otorisasi untuk melindungi konten notebook dari orang yang tidak berhak. Fitur ini memang biasa ditemukan pada notebook kelas bisnis yang mengedepankan keamanan.

Produk ini memiliki spesifikasi kelas menengah yang sudah cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan pebisnis. Lenovo ThinkPad E460 dipersenjatai prosesor Intel Core i5-6200U yang merupakan prosesor dual core ULV (ultra low voltage) dengan Hyper-Threading. Prosesor ini berbasis Skylake yang lebih hemat daya dibandingkan arsitektur sebelumnya, Broadwell.

Kapasitas memori utamanya sebesar 4 GB DDR3 yang dapat di-upgrade sampai 16 GB DDR3. Adapun grafis terintegrasinya adalah Intel HD Graphics 520. Untuk media simpan digunakan hard disk dengan kapasitas satu terabyte berkecepatan 5.400 RPM. Jika saja menggunakan jenis SSD tentu kinerjanya akan lebih gegas. Saat kami melakukan pengujian, kinerja hard disk terlihat lebih lambat saat menge-load suatu aplikasi atau saat booting. Meskipun begitu, kombinasi komponen ini membuat Lenovo ThinkPad E460 cukup mampu menjalankan sistem operasi maupun aplikasi terkini.

Yang menarik, seri ini menggunakan layar empat belas inci dengan resolusi full HD (1.920 x 1.080 pixel). Sebagai notebook pebisnis, keuntungan dari resolusi tersebut adalah kemampuannya menampilkan dokumen secara lebih luas, contohnya dokumen spreadsheet. Selain itu tentu saja, pengguna bisa pula memanfaatkannya untuk menjalankan file multimedia definisi tinggi. Konten bersangkutan akan terlihat optimal dan tajam.

Hasil uji membuktikan bahwa notebook ini mampu menjalankan berbagai aktivitas komputasi bisnis dengan baik. Hasil pengujian pun berjalan lancar tanpa hambatan. Hanya saja, daya tahan baterai terlihat kurang lama. Melalui pengujian PCMark 8 menggunakan mode Work Accelerated (Battery life), Lenovo ThinkPad E460 hanya mampu bertahan 2 jam 45 menit saja. Sepertinya penggunaan prosesor Intel Core berjenis ULV yang hemat daya tidak ditunjang oleh komponen lain. Saat menjalankan file video HD, notebook ini bisa bertahan sampai 3 jam 12 menit dengan tingkat brightness yang dimaksimalkan.

Touchpad dan Trackpoint
Notebook ini masih menggunakan desain khas seri ThinkPad. Hal tersebut bisa dilihat dari bentuk touchpad serta trackpoint berwarna merah yang berada di tengah tombol keyboard.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Konektivitas Standar
Notebook ini tidak menyertakan konektor yang lebih baru seperti DisplayPort atau USB Type-C dan hanya menyediakan USB, HDMI, dan LAN.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Fingerprint reader
Ciri khas notebook bisnis yang menyertakan dukungan fingerprint reader (untuk otorisasi menggunakan sidik jari), tentunya turut dihadirkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kemiringan Engsel
Sebagai notebook konvensional, engsel yang digunakannya mampu menopang layar sampai kemiringan 115 derajat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kompetitif
Aplikasi PCMark 8 menunjukkan performa serta daya tahan baterai yang terbilang kompetitif di kelasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hasil uji

PengujianLenovo ThinkPad E460
3DMark Pro Edition – Fire Strike561
3DMark Pro Edition – Cloud Gate4255
3DMark Pro Edition – Ice Storm34879
PCMark 8 Pro Edition - Home Accelerated2570
PCMark 8 Pro Edition - Creative Accelerated3098
PCMark 8 Pro Edition - Work Accelerated3427
SiSoft Sandra 2014 – Aggregate Arithmetic45,14 GOPS
SiSoft Sandra 2014 – Aggregate Multimedia133 MPix/s
SiSoft Sandra 2014 – Aggregate Memory9,46 GB/s
Cinebench R15 - CPU279 cb
Stalker: Call of Pripyat Benchmark (average)20,25 fps
Encoding Video (Expression Encoder 4 SP2)*19 menit 24 detik
Encoding Audio (Lame Front-End 1.8)*1 menit 39 detik
Memutar Video Full-HD (Battery Meter)**3 jam 12 menit
Mode Teks (Battery Eater 05 Pro)**2 jam 45 menit

*lebih cepat lebih baik, **lebih lama lebih baik

PLUS: Ada fitur keamanan serta fingerprint reader, touchpad dan trackpoint nyaman digunakan, speaker stereo dengan Dolby Advanced Audio v2, beberapa komponen bisa di-upgrade.

Minus: Daya tahan baterai kurang tangguh.

SpesifikasiLenovo ThinkPad E460
ProsesorIntel Core i5-6200U (dual core HT 2,3 GHz, turbo 2,8 GHz)
RAM4 GB DDR3-1600
ChipsetTerintegrasi pada prosesor
Kartu grafisIntel HD Graphics 520
Media simpanHDD 1 TB
FasilitasWi-Fi 802.11 b/g/n, Bluetooth 4.0, USB 3.0, USB2.0 (2), audio, HDMI, LAN, fingerprint reader, card reader, webcam
Layar14ʺ IPS 1.920 x 1.080 pixel (full HD)
AudioConexant CX20753/4
Sistem operasiWindows 10 Pro 64 bit
BateraiLi-Polymer 48 Wh
Dimensi/bobot33,9 x 23,9 x 2,18-2,29 cm/1,9 kg
Garansi1 tahun
Situswww.lenovo.com
Harga (mulai dari)*Rp11.499.000

Akhirnya, Lenovo resmi meluncurkan smartphone flagshipnya Motorola Moto X4 dalam ajang pameran bergengsi IFA 2017 di Berlin, Jerman. Moto X4 menawarkan dua fitur andalan yaitu kamera ganda dan asisten digital Amazon Alexa.

Moto X menawarkan bodi berbalut metal dan kaca sehingga memberikan kesan yang modern, layar 5,2 inci dengan resolusi Full HD bertekologi IPS dan lapisan layar kaca Gorilla Glass 4, chipset prosesor Qualcomm Snapdragon 630 dan, RAM 3 GB dan internal storage berkapasitas 32 GB serta baterai 3000 mAh.

Moto X4 mengusung sebuah kamera ganda 12 megapixel dengan lensa normal dan kamera 8 megapixel dengan lensa lebar sehingga mampu menyuguhkan hasil foto dengan sudut pandang lebih luas hingga 120 derajat.

Untuk kamera depannya, Moto X4 memiliki kamera selfie hingga 16 megapixel.

Kamera utamanya memiliki sistem autofokus dual pixel dan lensa f/2,0 dan kamera keduanya mempunyai lensa f/2,2 sehingga mampu menghasilkan efek bokeh seperti sistem dua kamera lainnya.

Smartphone itu sudah mengusung sertifikasi IP68 yang tahan debu dan air hingga kedalaman 15 meter dan waktu maksimal 30 menit. Sayangnya, Moto X4 tidak mendukung aksesoris modular Moto Mods.

Moto X4 memiliki jaringan 4G LTE Cat.13, USB Type-C, Bluetooth 5.0, sensor fingerprint yang terintegrasi dengan tombol Home, serta asisten virtual Amazon Alexa. Smartphone ini masih berjalan pada sistem operasi Android Nougat.

Moto X4 hanya tersedia dalam pilihan warna Super Black dan Sterling Blue. Moto membanderol Moto X4 di Eropa senilai USD 475 atau sekitar Rp6,3 juta.

Booth Star Wars: Jedi Challenges bisa jadi adalah salah satu atraksi paling menarik di IFA 2017 Berlin, Jerman. Pada booth tersebut, pengunjung IFA bisa menjajal game hasil kerja sama Lenovo, Disney, dan Lucas Film tersebut.

Jedi Challenges menawarkan pengalaman berperang di dunia Star Wars. Star Wars: Jedi Challenges adalah game berbasis augmented reality (AR) yang mengajak pemain menjelajah dunia Star Wars. Ada tiga gameplay yang disediakan, yaitu adu pedang menggunakan Lightsaber, mengatur strategi perang pasukan Rebellion, dan bermain game khas Star Wars, holochess.

InfoKomputer berkesempatan menjajal Star Wars: Jedi Challenges ini dalam sebuah sesi khusus untuk wartawan. Berikut adalah pendapat kami saat bermain game ini.

Menjelajah Planet

Ada empat komponen yang dibutuhkan untuk memainkan game ini, yaitu headset Mirage AR, tracking beacon, pedang Lightsaber, serta smartphone yang kompatibel. Daftar smartphone ini sendiri bisa dilihat pada jedichallenges.com/app.

Menggunakan headset Mirage AR sendiri terbilang gampang. Dengan menggunakan tombol pengatur lingkar kepala, headset tersebut bisa menempel dengan kokoh. Headset ini sendiri terasa ringan, meski tim Lenovo mengingatkan panas dari smartphone akan mulai terasa jika kita bermain game lebih dari 30 menit.

Tracking beacon berbentuk bola berfungsi mendeteksi gerakan dari pemain sekaligus penanda dari sisi paling bawah permainan. Jadi jika pemain sedang bermain Lightsaber, tracking beacon ini ditempatkan di lantai. Namun jika pemain ingin bermain holochess di meja, beacon tersebut ditempatkan di meja. Saat demo, tracking beacon ini sudah terpasang. Namun tim Lenovo menyebut, pemain cukup menempatkan perangkat ini di sisi depan pemain.

Gameplay Jedi Challenges ini sendiri berkisah tentang perjalanan seorang prajurit Rebellion menjelajahi semesta Star Wars. Ia harus menjelajahi 10 planet di tata surya Star Wars, dengan tiap planet melibatkan tiga jenis game seperti kami sebut di atas. Lenovo menyebut gameplay Jedi Challenges secara keseluruhan akan melibatkan 10 jam permainan, dan bisa terus berkembang dengan update game.

Untuk demo ini sendiri, kami hanya bisa menjajal perang menggunakan Lightsaber. Karena berformat AR, pemain Star Wars: Jedi Challenges masih bisa melihat obyek asli di sekelilingnya. Namun kemudian akan muncul musuh yang akan menyerang dengan menyabetkan pedang berwarna merahnya.

Ketika diserang, pemain akan melihat garis virtual berwarna kuning yang menunjukkan arah serangan dari musuh. Yang perlu dilakukan pemain untuk menangkal serangan itu adalah menempatkan pedang yang meraka pegang searah garis kuning tersebut. Ketika kita cukup cepat melakukannya, garis berubah menjadi hijau yang menandakan kita berhasil melakukan tangkisan.

Cara yang mirip digunakan saat menyerang musuh. Kita harus menyabet pedang searah garis yang muncul di sisi lawan.

Game akan menampilkan tangkisan dan serangan ini secara bergantian dan dengan sudut berbeda yang akan memaksa kami untuk bergerak. Bahkan pihak Lenovo mengklaim, game Jedi Challenges aslinya akan menampilkan teknik permainan pedang yang lebih kompleks, termasuk lawan yang bergerak ke sana ke mari.

Dari pengalaman kami, game Star Wars: Jedi Challenges menjanjikan pengalaman gameplay yang menarik. Penggemar Star Wars yang ingin merasakan sensasi perang menggunakan Lightsaber akan terpenuhi dengan game ini.

Kalau pun beberapa kekurangan yang bisa kami catat, adalah tampilan virtual yang terlihat agak buram sehingga mengurangi efek “menakutkan” dari musuh. Saat pertama mencoba, kami juga merasakan pedang virtual yang tidak benar-benar lurus dengan Lightsaber yang kami pegang. Namun Lenovo menyebut, hal terakhir ini lebih karena bug akibat banyaknya lampu saat demo dilakukan.

Star Wars: Jedi Challenges sendiri mulai dijual di pasar AS dan Eropa sejak hari ini dengan harga US$199. Belum ada kabar kapan game ini masuk ke Indonesia.

Lenovo Yoga 920 edisi Star Wars

Lenovo resmi meluncurkan laptop Yoga 920 sekaligus menjadi penerus Yoga 910 dalam ajang pameran IFA, Berlin, Jerman. Lenovo Yoga 920 tersedia dalam enam pilihan desain dan dua di antaranya bertema Star Wars.

Info Komputer mendapatkan kesempatan emas untuk melihat langsung peluncuran laptop premium nan canggih tersebut.

Lenovo Yoga 920 mengusung layar 13,9 inci dengan layar yang bisa diputar 360 derajat. Lenovo Yoga 920 mengusung prosesor Intel i7 generasi 8 yang menawarkan performa lebih dahsyat dan efisien daya 40 persen lebih hemat dari generasi sebelumnya.

Selain itu, Lenovo Yoga 920 juga mengusung RAM DDR4 16GB dan media penyimpanan SSD 1 TB serta dua port Thunderbolt 3 untuk menunjang konektivitas.

Untuk keamanan, Lenovo memasang otentikasi pemindai sidik jari pada Lenovo 920. Hebatnya, Layar sentuh Lenovo Yoga 920 sangat sensitif dari generasi sebelumnya. Laptop itu juga memiliki aksesoris Lenovo Active Pen 2 yang sangat sensitif dan memudahkan kinerja Anda.

Bobotnya pun sangat ringan hanya 1.37 kg saja dan ketebalannya hanya 13,95 mm sangat cocok bagi Anda yang mobile. Lenovo Yoga 920 menawarkan tiga warna yaitu copper, bronze dan silver platinum.

Lenovo melengkapi Yoga 920 dengan layar resolusi 4K dan audio Dolby Atmos Sound. Sehingga, pelanggan memiliki tampilan yang prima, baik dalam hal visual maupun audio.

Lenovo Yoga 920 versi Star Wars

Uniknya, Lenovo juga menghadirkan Lenovo Yoga 920 versi Star Wars dengan dua pilihan yaitu putih jika Anda golongan Light Force atau hitam jika Anda di kubu Dark Side. Hebatnya, Lenovo Yoga 920 edisi Star Wars dilapisi kaca Gorilla Glass yang tahan gores.

Lenovo membanderol Lenovo Yoga 920 mulai dari $1329.99 atau sekitar Rp17 jutaan dan mulai dikapalkan ke pasar pada Oktober 2017.

Jelang penyelenggaraan IFA 2017, Lenovo merilis rangkaian produk yang menunjukkan keseriusan mereka dalam mewujudkan kampanye Different is Better. Salah satunya adalah Moto X4, smartphone kelas menengah atas yang dilengkapi serangkaian keunggulan menarik.

Hal pertama yang langsung menyedot perhatian dari Moto X4 ini adalah penggunaan kaca Gorilla Glass 4 di sisi depan maupun belakang. Hal ini membuat penampilan Moto X4 terlihat premium, meski jejak sidik jari terlihat mudah menempel di sana. Dengan ukuran layar 5,2 inci dan bentuk belakang yang sedikit melengkung, Moto X4 terasa nyaman dipegang tangan. Moto X4 akan tersedia dalam warna hitam dan biru.

 

Sisi belakang Moto X4 juga memiliki dua kamera di sisi belakang, dengan resolusi 12 (bukaan f 2.0) dan 8 MP (f 2.2). Seperti di smartphone lain, fungsi dua kamera tersebut adalah untuk menghasilkan foto dengan depth of field alias bokeh. Sedangkan untuk kamera depan, Moto X4 menawarkan resolusi 16MP dan bukaan f 2.0.

Moto X4 memiliki dua kamera di sisi belakang untuk menghasilkan gambar dengan depth of field alias bokeh

Lenovo mengklaim kamera dengan bukaan besar ini akan membuat foto selfie yang tajam meski di kondisi minim cahaya. Penggemar selfie juga bisa memotret dirinya dengan mode panorama, yang pada dasarnya adalah momotret tiga kali dan secara otomatis disatukan oleh Moto X4.

Akan tetapi kamera ini tidak cuma untuk foto. Lenovo menawarkan fungsi Landmark Detection yang akan menampilkan informasi dari sebuah tempat atau bangunan hanya dengan menyorotkan kamera ke tempat tersebut. Menurut James Thiede, Senior Director and Head of Global Product Marketing Lenovo, Moto X4 saat ini bisa mengenali 10 tempat populer dari beberapa kota di seluruh dunia.

Kemampuan foto tersebut juga bisa dikembangkan untuk mengenali obyek, memindai kartu nama (yang langsung disimpan sebagai kontak), serta memindai barcode (yang bisa digunakan untuk berbelanja di Amazon jika Anda di AS).

Fitur menarik lainnya adalah integrasi dengan Alexa. Pada smartphone lain, kita harus masuk aplikasi Alexa lebih dulu sebelum bisa melakukan perintah. Sementara pada Moto X4 ini, Anda bisa langsung melakukan perintah pada posisi apa saja, termasuk ketika smartphone dalam kondisi sleep.

Moto X4 juga memiliki fitur Wireless Sound System yang bisa mengalirkan suara ke empat perangkat Bluetooth secara bersamaan. “Jika smartphone lain hanya bisa ke dua perangkat, Moto X4 bisa ke empat perangkat” ungkap James Thiede. Contoh penggunaannya adalah Anda bisa menghubungkan Moto X4 ke speaker di ruang tamu, keluarga, kamar, dan dapur secara bersamaan sehingga sebuah lagu akan berkumandang ke seluruh rumah (tentu saja selama masih dalam jangkauan Bluetooth).

Moto X4 mengantongi sertifikat IP68 untuk water and dust resistance

Dari sisi spesifikasi sendiri, Moto X4 menggunakan Qualcomm 630 dengan memori 3GB/4GB dan storage sampai 64GB. Moto X4 sudah mengantongi standard IP68 untuk water and dust resistant dan memiliki baterai berkapasitas 3000 mAh (tidak bisa dicopot). Akan tetapi Moto X4 tidak mendukung sistem modular Moto Mods karena kemampuan tersebut kini hanya diperuntukkan untuk Moto Z.

Produk ini sendiri akan dirilis pertama kali di Eropa dengan kisaran harga 399 Euro atau sekitar Rp.6,3 juta.

 

Penggemar Star Wars, bersiaplah untuk beradu light saber.

Lenovo bekerjasama dengan Disney dan Lucas Film telah merilis game augmented reality berjudul Star Wars: Jedi Challenges. Ini adalah sebuah game yang memungkinkan Anda melawan Kylo Ren yang bisa dimainkan dengan menggunakan headset Lenovo Mirage AR, sensor gerak (tracking beacon), dan controller berbentuk Lightsaber. Lenovo Mirage AR sendiri bisa dipasangkan dengan iPhone dan Android yang kompatibel (daftarnya bisa dilihat di jedichallenges.com/app).

Inilah tiga perangkat yang dibutuhkan untuk memainkan game Star Wars: Jedi Challenges, yaitu Lenovo Mirage AR, tracking beacon, serta controller Lighsaber

Untuk memainkan game ini, pengguna mengunduh terlebih dulu game Star Wars di Apps Store atau Google Play. Kemudian masukkan smartphone ke dalam Lenovo Mirage AR serta tempatkan tracking beacon di lantai (tracking beacon ini berfungsi mendeteksi gerakan pengguna saat bermain game). Sedangkan “pedang” Lightsaber ini berfungsi sebagai controller berisi dua tombol untuk aksi adu Lightsaber sekaligus pointer dalam memilih menu.

Game Star Wars: Jedi Challenges sendiri akan memiliki tiga jenis gameplay. Yang pertama pemain bisa beradu Light Saber, kedua adu strategi dengan menjadi pimpinan pasukan Rebel, dan yang ketiga adalah bermain game khas Star Wars, Holochess. Lenovo mengklaim game Jedi Challenges ini memiliki gameplay untuk durasi permainan berjam-jam dan akan terus dikembangkan game untuk smartphone pada umumnya.

“Selama bertahun-tahun penggemar Star Wars sudah bermimpi bisa merasakan pengalaman seperti di Star Wars, mulai dari hologram sampai Lightsaber” ungkap Matt Bereda, VP Global Consumer Marketing, PC and Smart Devices Lenovo. “Dan kini perkembangan teknologi memungkinkan impian tersebut untuk terwujud” tambah Matt.

Lightsaber ini terbuat dari plastik dengan lampu berpendar di ujung atasnya

InfoKomputer sendiri berkesempatan melihat bentuk fisik headset, tracking beacon, dan pedang Lighsaber ini saat konferensi pers yang diadakan di Berlin, Jerman. Pedangnya sendiri terbuat dari plastik dengan lampu di ujung atasnya. Lampu tersebut akan menyala sesuai level game, namun tidak berpendar dan membentuk pedang seperti yang kita lihat di film.

Headset, tracking beacon, dan controller Lightsaber sendiri akan dijual di dalam satu paket dengan harga mulai dari US$299.

May the force be with you!

TERBARU

Apple memulai penjualan perdana iPhone 8 mulai hari ini. Namun, berbeda dibandingkan dengan pendahulunya, iPhone 8 tergolong sepi pembeli. Di Australia, hanya ada kurang dari 30 orang yang mengantre di depan toko resmi Apple pagi ini.