Tags Posts tagged with "Lenovo"

Lenovo

Ilustrasi Prototipe Laptop Lenovo di masa depan

Dalam acara Lenovo Transform di New York, Lenovo mengungkapkan konsep desain laptop Lenovo ThinkPad dengan layar yang bisa melengkung dan tanpa engsel.

Laptop tanpa engsel itu memiliki desain unibodi dan memungkinkan Anda menekuk layar pada bodinya. Dengan kata lain, laptop berlayar lengkung ini bisa dilipat sehingga sangat fleksibel.

“Ini lebih dari sekadar desain dari tampilan dan sensasinya. Laptop ini menggunakan bahan material canggih dan layar dengan teknologi terbaru,” kata Christian Teismann (Senior Vice President, Lenovo) seperti dikutip Digital Trends.

“Anda bisa berbicara kepada laptop ini atau menulis di atasnya, bahkan laptop ini bisa berbicara kepada Anda. Selalu terhubung dan siap,” ucapnya.

Teismann mengatakan laptop ThinkPad di masa depan memiliki kemampuan untuk berkomunikasi pada berbagai multiple input dan output serta memiliki teknologi canggih kecerdasan buatan.

Laptop ini akan sangat dibutuhkan penggunanya di setiap pertemuan, perjalanan, dan setiap tugas,” ujarnya.

Berdasarkan presentasi, prototipe laptop Lenovo itu tidak memiliki touchpad. Sebagai gantinya, laptop itu mouse berbentuk roda bulat kecil yang berbentuk tombol TrackPoint berwarna merah pada keyboard.

Laptop itu juga tidak memiliki port Ethernet, perangkat USB, dan HDMI, untuk membuat bodinya tetap tipis.

Pengguna bisa menuliskan sesuatu pada layar laptop ThinkPad itu dengan stylus khusus. Layarnya sendiri mengusung teknologi OLED yang memberikan kecerahan dan warna yang bagus.

Lenovo tidak menjelaskan kapan laptop layar lengkung itu bisa terwujud. Yang pasti, Lenovo baru akan meluncurkan laptop ThinkPad edisi terbatas untuk merayakan 25 tahun brand ThinkPad pada Oktober 2017 nanti.

Lenovo ThinkStation P320 Tiny.

Lenovo meluncurkan PC workstation terbaru, ThinkStation P320 Tiny, yang ditujukan bagi pengguna profesional kelas berat, seperti pekerja grafis dan pengolahan data.

Sesuai namanya, Tiny, komputer ini memiliki ukuran mungil mirip mini PC atau set top box–tidak seperti workstation pada umumnya yang berwujud besar dan kokoh. Bahkan, bobotnya hanya 1,3 kilogram atau setara dengan MacBook Air.

Meskipun mungil, kekuatan di dalam P320 Tiny tidak main-main. Terdapat prosesor Intel hingga Core i7-7700T, kartu grafis Nvidia Quadro P600, memori hingga DDR4-2400 32 GB RAM, dan penyimpanan SSD hingga 2 TB dengan konfigurasi dua selot M.2. Untuk konektivitas, tersedia enam porta USB 3.0, porta audio, gigabit ethernet, dan enam DisplayPort.

Sayangnya, sebagai konsekuensi dari bentuk mungilnya, power supply komputer ini harus dipasang terpisah di bagian luar.

Lenovo memasarkan ThinkStation P320 Tiny dengan harga mulai US$799.

Lenovo ThinkSystem dan ThinkAgile.

Lenovo mengusung strategi baru dalam bisnis enterprise dan data center dengan memperkenalkan dua portofolio baru, ThinkSystem dan ThinkAgile, pada acara Lenovo Transform di New York, Selasa (20/6).

ThinkSystem merupakan peleburan dari lini server x86 System x yang dibeli dari IBM dan lini ThinkServer bawaan Lenovo. Selain itu, ThinkSystem akan menjadi merek baru untuk produk-produk storage dan networking Lenovo.

Sedangkan ThinkAgile adalah lini produk converged system atau mesin-mesin yang mengintegrasikan server, storage, dan networking dalam satu perangkat. Melalui ThinkAgile, Lenovo siap mendukung konsep Software-Defined Data Center (SDDC) yang belakangan ini ramai diadopsi perusahaan enterprise.

Berbekal kedua portofolio anyar ini, Lenovo ingin memperkuat amunisinya untuk bertarung dengan Dell EMC dan HPE di bisnis data center. Berdasarkan laporan IDC, Lenovo saat ini masih berada di bawah Dell EMC dan HPE di pasar server serta bersaing ketat dengan Cisco dan IBM.

Bersamaan dengan pengumuman ini, Lenovo juga meluncurkan 14 varian server baru, 7 varian storage, dan 5 varian perangkat jaringan. “Inilah pengumuman portofolio [data center] paling banyak sepanjang sejarah Lenovo,” kata Kamran Amini (GM, Server and Storage Business Unit, Lenovo) seperti dikutip dari PCWorld.

Beberapa produk unggulan yang diperkenalkan Lenovo pada acara ini antara lain: server ThinkSystem SR950, SN550, SN850, dan SD530; SAN array ThinkSystem DS2200, DS4200, dan DS6200; dan switch ThinkSystem NE1032T, NE1072T, NE2572T, dan NE10032. Untuk lini ThinkAgile, tersedia sistem ThinkAgile SX yang mendukung platform private dan hybrid cloud Microsoft Azure Stack.

Mendukung Kecerdasan Buatan

Strategi peleburan dua lini produk ini diklaim sebagai tahap baru bagi bisnis data center Lenovo.

Dengan menyediakan produk dan solusi enterprise dalam satu atap, Lenovo akan lebih mudah memasarkan penawarannya kepada pelanggan. Lenovo juga sudah membangun kanal distribusi dan dukungan pelanggan end-to-end.

Yang Yuanqing (CEO, Lenovo).

Ke depannya, Lenovo berencana melakukan akuisisi dan kerja sama strategis dengan para penyedia software di bidang data center.

Hal ini diakui Yang Yuanqing (CEO, Lenovo) sebagai bagian dari upaya Lenovo memosisikan diri selaku mitra strategis bagi perusahaan. Fokus mereka adalah memungkinkan perusahaan untuk memiliki infrastruktur dan perangkat yang mampu memanfaatkan kekuatan cloud dan kecerdasan buatan.

“Akan ada revolusi industri keempat yang dipicu oleh intelligent transformation dan kecerdasan buatan. Kami ingin memperkuat strategi ‘device + cloud’ dan ‘infrastructure + cloud’,” ujar Yang dikutip dari ZDNet.

Dok.Lenovo

Lenovo meluncurkan laptop terbarunya Lenovo IdeaPad 720, IdeaPad 520, IdeaPad 310, IdeaPad 720S, IdeaPad 520S, dan IdeaPad 320S dalam konfigurasi S (Slim) yang menawarkan gaya, bentuk, serta fungsi modern.

Enam laptop IdeaPad itu mampu menjawab keinginan pengguna yang mengharapkan sebuah laptop yang ramping, fungsionalitas dan tidak rumit. Laptop itu menawarkan sisi pinggir yang menghasilkan garis mulus dan ujung depan yang bersiku sehingga memudahkan pengguna ketika membuka laptop.

Tampak lebih tipis dari samping, terutama untuk model S dan memberikan kesan visual yang ramping serta nyaman untuk dijinjing.

Bodi IdeaPad 720S terbuat dari casing anodized aluminum premium yang menggunakan teknik sama seperti saat mengukir berlian, sehingga menghasilkan profil elegan serta ultra-tipis yang nyaman untuk dijinjing.

Sama-sama tipis, IdeaPad 520S hanya memiliki ketebalan 19.3 mm, sementara IdeaPad 320S memasukkan cover untuk memberikan sentuhan metalik yang lembut.

Line-up IdeaPad terbaru itu memiliki ulang layout keyboard, shift key terbaru, bezel yang lebih sempit untuk display layar yang optimal hingga Precision Touchpad dari Microsoft yang langsung terhubung ke Windows 10.

Semua laptop IdeaPad terbaru sudah mengusung sistem operasi Windows 10 Home terbaru yang menawarkan kinerja tangguh dan fitur-fitur yang mampu meningkatkan pengalaman pengguna.

IdeaPad 720S mengusung prosesor Intel Core i7 generasi ketujuh terbaru, Thunderbolt™ 3 port yang super cepat, dan SSD hingga 1 TB PCle serta bobot hanya 1.14 kg dan tebal 13.6 mm.

Dalam siaran persnya, Minggu, IdeaPad 720S memiliki fitur canggih seperti pemindai sidik jari yang optional untuk log-in PC yang aman dan cepat dengan Windows Hello serta display UDH.

Untuk pelanggan yang mengutamakan kenyamanan dan fungsionalitas, pelanggan bisa mempertimbangkan IdeaPad 520 dan 520S yang mengusung prosesor Gen Intel Core i7 generasi ketujuh dan grafis NVIDIA GeForce 940MX untuk produktivitas yang cepat, keyboard dengan lampu belakang serta pilihan pemindai sidik jari dan dukungan Windows Hello untuk log in yang hampir instan.

Untuk pelanggan yang mencari laptop terjangkau untuk browsing, menonton video, dan mengirim email, IdeaPad 320 dapat menjadi pertimbangan. Begitu juga saudaranya yang lebih tipis, IdeaPad 320S.

Sebagai bukti komitmen kepada para channel partner di Asia Pasifik, Lenovo mengumumkan peluncuran Program Lenovo Data Centre Partner terbaru untuk wilayah Asia Pasifik.

Dengan konsep yang seluruhnya dibangun dari nol dengan berkonsultasi kepada para channel partner, program ini bertujuan untuk membantu para channel partner Lenovo dalam memberikan solusi data center terbaik kepada pasar enterprise.

Beberapa keuntungan yang bisa diperoleh mitra antara lain voucher sertifikasi, undangan untuk mengikuti konsultasi, dan akses eksklusif langsung ke knowledge base Lenovo. Para mitra dari tingkat apa, termasuk Silver, Gold, dan Platinum, juga akan diberi penghargaan berbentuk insentif ekonomis, pelatihan, dan sumber daya khusus dari Lenovo.

Sebagai satu-satunya merek data center tanpa legacy untuk melakukan proteksi, Lenovo berada di posisi yang unik untuk membantu para mitra bisnis memenuhi kebutuhan di pasar enterprise melalui solusi data center terbaik dan ekosistem kemitraan yang terbuka.

“Kami berdedikasi 100 persen terhadap strategi ‘Channel First’ kami dan sangat fokus pada misi kami untuk memberikan nilai kepada para mitra melalui profitabilitas,” tutur Sumir Bhatia (Vice President, Data Centre Group, Lenovo Asia Pasifik).

A man uses his laptop next to Lenovo’s logos during the Mobile World Congress in Barcelona, Spain February 25, 2016. REUTERS/Albert Gea

Tatsuya Tanaka (Fujitsu Presiden) mengatakan Fujitsu sudah mencapai kesepakatan bisnis untuk mengintegrasikan divisi komputernya dengan Lenovo.

Pada Oktober lalu, Fujitsu telah melakukan pembicaaan dengan Lenovo untuk bekerjasama dalam produksi dan desain PC.

“Kami sudah memasuki tahap final untuk menciptakan sinergi antar dua perusahaan ini. Kami berharap kesepakatan bisnis ini segera tercapai,” kata Tanaka seperti dikutip Reuters.

Pembicaraan rencana akuisisi itu berlangsung ketika penjualan smartphone dan tablet meningkat di pasar dan menggerus pasar komputer PC yang memimpin lebih dari satu dekade.

Dengan akuisisi itu, Lenovo sebagai pabrikan PC terbesar di dunia dapat meningkatkan nilai jualnya dan mengkonsolidasikan keuntungan pasar PC yang semakin menipis. Sebelumnya, Lenovo sukses membeli divisi PC International Business Machines Corp (IBM) pada 2005 dan jalin kerjasama patungan dengan NEC Corp pada 2011.

“Informasi detail masih kami diskusikan dan kami tidak memiliki pernyataan resmi saat ini,” kata Charlotte West (Juru Bicara Lenovo).

Ketika ditanya tentang rencana Fujitsu bergabung dengan konsorsium Toshiba Corp. Tanaka pesimis bahwa rencana itu dapat menyakinkan pemilik saham Fujitsu untuk bergabung.

“Saya tidak berpikir kami dapat memberikan alasan rasional jika bergabung dengan konsorsium tersebut,” pungkasnya.

Para produsen PC sepertinya memiliki sasaran baru dalam dua tahun terakhir, yaitu para pemain game. Hal ini dibuktikan dengan jajaran produk PC gaming anyar yang diluncurkan oleh merek-merek seperti Lenovo, Asus, Acer, HP, dan Dell.

Sebagian di antara merek-merek itu bahkan sengaja memperkenalkan lini produk baru khusus untuk segmen gaming, seperti Lenovo Legion, HP Omen, dan Acer Predator. Sedangkan Asus sudah lebih dulu memiliki lini ROG dan Dell mengandalkan lini Alienware.

Mengapa pabrikan PC global ini begitu tertarik dengan PC gaming?

Berdasarkan riset IDC, seluruh bisnis dan aktivitas global terkait PC gaming sepanjang tahun 2016 sudah bernilai US$36 miliar. Penjualan PC gaming juga menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun dan ditengarai akan menyumbang 14 persen dari total penjualan PC consumer pada tahun 2020.

Tren tersebut berlawanan dengan tren penjualan PC secara keseluruhan yang tergolong stagnan dan cenderung terus menurun. Walhasil, muncul anggapan, PC gaming bisa berperan sebagai “juru selamat” industri PC.

Di Asia Pasifik sendiri, pasar gaming dipandang sangat potensial. Salah satu alasan karena mayoritas gamer berasal dari Gen Y, yaitu mereka yang berusia di bawah 30 atau 35 tahun dan populasinya dominan di Asia. Bahkan, e-sports bakal dipertandingkan dalam kompetisi olahraga tingkat Asia sekelas Asian Games.

[BACA: Game Online Akan Jadi Cabang Olahraga Baru di Asian Games 2018 Indonesia]

Thailand adalah pasar gaming terbesar di Asia Pasifik, bahkan lebih besar ketimbang Jepang dan Australia. Sedangkan Taiwan, Indonesia, dan Malaysia masuk ke dalam 10 negara dengan investasi terbesar di dunia untuk pasar gaming.

Atas dasar itulah, Lenovo terjun ke segmen PC gaming sejak tahun lalu dan mulai serius menggarapnya tahun ini.

“Dahulu, seri gaming kami disebut Y-series. Tapi, di bulan Februari tahun ini, kami sudah mengumumkan brand Legion yang mencakup portofolio produk, komunitas, dan filosofi. Kini produk di bawah bendera Legion ada berbagai jenis: notebook, desktop, PC All-in-One, hingga aksesoris gaming,” ujar Ivan Cheung (Regional General Manager, Lenovo Central Asia Pacific) dalam wawancara dengan InfoKomputer di Jakarta, Kamis (18/5).

Menariknya, bisnis gaming dapat membawa pemasukan tambahan bagi Lenovo di luar produk PC, yakni aksesoris gaming yang kerap dibutuhkan gamer, dari headset, keyboard, mouse, sampai mousepad.

Membangun Komunitas dan Kompetisi

Lenovo juga membangun komunitas gaming Legion untuk memperoleh masukan untuk mengembangkan produk-produk masa depan yang sesuai dengan kebutuhan gamer.

“Mereka (gamer) tidak hanya melihat spesifikasi hardware-nya, tetapi ada faktor lain, misalnya warna, model, bagaimana sistem cooling/pendinginannya, dan bagaimana temperatur dan kebisingan suatu produk ketika bermain game,” kata Ivan saat memaparkan pentingnya menjalin keterikatan dengan komunitas gaming.

“Salah satunya adalah ketika mereka bermain game, CPU akan bekerja dengan kecepatan tertinggi dan mereka mungkin perlu melakukan overclock sehingga sistem pendinginan sangatlah penting. Kalau tidak, kinerjanya akan melambat atau menimbulkan kebisingan yang berlebihan,” Ivan mencontohkan.

“Mereka juga memberi masukan bahwa gamer membutuhkan layar dengan resolusi tinggi dan mouse serta mousepad khusus, di mana tombol dan kontak antara mouse serta permukaan menjadi sangat penting karena apabila terjadi delay, mereka akan terbunuh oleh musuh dalam game,” lanjutnya.

Komitmen Lenovo di industri gaming juga ditunjukkan lewat kerja sama dengan Intel untuk mengadakan turnamen game “League of Champions” di wilayah ASEAN dan menjadi sponsor produk gaming resmi di ESL (Electronic Sports League).

Kanaya Esport pemenang utama Lenovo Gaming League 2016

Di Indonesia, Lenovo menyelenggarakan kompetisi game level nasional bertajuk Lenovo Gaming League yang sudah memasuki tahun kedua.

“Bisnis PC gaming kami di Indonesia tahun lalu tumbuh 28 persen. Kami investasi di retail, komunitas, kampanye promosi, dan product experience di shopfront (etalase depan toko PC), jadi konsumen bisa langsung mencoba,” tukas Budi Janto (Country General Manager, Lenovo Indonesia).

“Kami juga rutin menggelar gathering komunitas, berbagi tips dan trik gaming, dan mulai tengah tahun ini, kami berencana branding di warnet-warnet,” tutup Budi.

Ivan Cheung (Regional General Manager, Lenovo Central Asia Pacific) dan Budi Janto (Country General Manager, Lenovo Indonesia).

Bukan rahasia lagi kalau pasar PC global terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Dari tahun ke tahun, volume pengapalan PC berdasarkat riset Gartner dan IDC menunjukkan angka yang berkurang.

Seberkas titik cerah memang diperlihatkan pada kuartal pertama tahun 2017, saat beberapa produsen PC untuk pertama kalinya mencatat kenaikan jumlah pengapalan. Namun, secara keseluruhan, tidak bisa dimungkiri bahwa kondisi stagnasi masih menghinggapi bisnis ini.

[BACA: Pasar PC Masih Stagnan, HP dan Lenovo Berebut Nomor Satu]

Akan tetapi, masih ada kabar membahagiakan yang datang dari sisi lain tren penurunan pasar PC, yaitu meningkatnya rata-rata harga PC yang terjual.

Alasannya, pergeseran kebutuhan konsumen. PC dan notebook kelas pemula dengan harga US$199 – 299 tidak lagi diminati, kalah populer dengan smartphone dan komputer tablet. Kalau perlu perangkat komputasi dengan kinerja lebih mumpuni untuk bekerja, berkreasi, dan bermain, konsumen rela membeli PC kelas menengah ke atas dengan harga US$599 sampai lebih dari US$1.000.

Pabrikan PC senang dengan fenomena ini karena pemasukan mereka terdongkrak. Selain itu, umum diketahui bahwa produk-produk flagship dengan harga tinggi bisa memberikan margin keuntungan yang lebih besar ketimbang produk entry-level. Dari sudut pandang kelangsungan bisnis, tentu saja naiknya pemasukan dan keuntungan dianggap lebih penting daripada turunnya volume penjualan.

“Saat ini masyarakat memiliki kebutuhan PC yang berbeda dengan spesifikasi lebih tinggi. Permintaan jenis PC yang inovatif dan unik, misalnya jenis 2-in-1 convertible dan detachable, juga makin meningkat. Hal ini yang masih mendorong permintaan pasar,” ujar Ivan Cheung (Regional General Manager, Lenovo Central Asia Pacific) dalam wawancara dengan InfoKomputer di Jakarta, Kamis (18/5).

Berorientasi Pelanggan

Seiring pergeseran kebutuhan konsumen PC, Lenovo telah menyiapkan pendekatan yang berbeda untuk tahun fiskal 2017. “Kami ingin berubah dari pendekatan product-centric menjadi customer-centric,” kata Ivan.

Langkah perubahan ini akan diwujudkan Lenovo dalam tiga area utama yang berhubungan dengan kepuasan pelanggan.

Pertama, perbaikan servis purnajual untuk mengukur seberapa cepat komplain pelanggan bisa diatasi. Kedua, pengembangan layanan pelanggan berbasis media sosial dan aplikasi pesan instan. Ketiga, penawaran layanan dan konsultasi TI bernilai tambah (value added service), khusus bagi pelanggan UKM/enterprise, bekerjasama dengan channel partner lokal.

“Lenovo terkenal dekat dengan channel partner. Kami ingin support mereka. Kalau pelanggan UKM mau bertanya, kami siapkan tambahan resource. Inside sales juga diperbesar jumlahnya,” cetus Budi Janto (Country General Manager, Lenovo Indonesia).

Lenovo ThinkPad X1 Carbon.

Dari komposisi pasarnya, bisnis PC consumer dan commercial/bisnis di Asia Pasifik masih seimbang. Hal ini dikarenakan Asia Pasifik terdiri dari negara-negara maju dan negara-negara berkembang. Di negara maju, penjualan PC bisnis bisa lebih tinggi daripada PC consumer. Keadaan sebaliknya terjadi di negara berkembang.

Contohnya, menurut IDC, perbandingan antara pasar PC consumer dan commercial di Indonesia mencapai 75 banding 25 persen. “Tapi, kalau kita lihat dari segi revenue memang akan berbeda [komposisinya],” imbuh Budi.

Pada tahun ini, pertumbuhan bisnis PC commercial diperkirakan bakal meningkat karena banyaknya perusahaan yang menjalankan siklus pergantian PC lama ke PC baru, terkait rencana transformasi digital dan masalah keamanan yang belum lama ini menimpa sistem-sistem lawas.

Platform Lenovo X6 Server telah mencatatkan 10 benchmark termasuk dua rekor dunia SAP HANA, Java dan SPECcpu. Totalnya, platform server X6 mencatatkan 34 rekor sekaligus mempertahankan posisi X6 sebagai server nomor satu atau peraih benchmark rekor dunia sejak 2014.

Hasil benchmark itu mencerminkan misi Lenovo untuk membantu pelanggan melakukan transformasi pusat data dengan memanfaatkan konsumsi data yang meningkat dan delivery models seperti infrastruktur berbasis cloud, solusi big data, dan analitik.

“Dengan lebih dari 30 benchmark rekor dunia tahun ini, hasil tersebut merupakan bukti terbaik mengenai inovasi dan desain teknologi server X6 dari Lenovo,” kata Kamran Amini (GM, Server and Storage Business Unit, Lenovo) dalam siaran persnya, Selasa.

Lenovo X6 menyasar pelanggan yang mendambakan reliabilitas, kemampuan manajemen, skalabilitas, serta fleksibilitas untuk menjalankan sistem operasi Windows ataupun Linux.

Sementara itu Lenovo System x3950 X6 mencapai hasil rekor dunia 8 soket di sistem operasi Windows untuk benchmark aplikasi standar SAP sales and distribution (SD) (two-tier). x3950 memberikan peningkatan performa hingga 28 persen dibanding sistem Lenovo sebelumnya dan peningkatan 4 persen dibandingkan prosesor E7-8890 v4.

Lenovo System x3850 berada di posisi memimpin dalam kinerja empat prosesor untuk SPECjbb2015 Distributed Benchmark. SPECjbb 2015 adalah Java Business Benchmark dan merupakan benchmark SPEC untuk mengevaluasi kinerja server yang dijalankan di aplikasi Java.

Akhirnya, Lenovo mempertahankan peringkat teratas untuk enam benchmar tambahan di berbagai tes industri, termasuk SPECint 20065, SPECfp 20066, SPECvirt 20137,8, STAC- M3 Shasta Suite9 dan TPC-E10.

Kinerja Lenovo di TPC-E yang mengukur dan membandingkan kinerja serta hraga berbagai On Line Transaction Processing (OLTP) dan sistem database menghasilkan hasil empat prosesor sebesar 9,068.00 tpsE (transaksi per detik E) @ $139.85 USD/tpsE, atau 30 persen lebih cepat dibanding kinerja x3850 X6.

Huawei Matebook X

Meskipun pasar komputer PC yang terus menurun tidak menyurutkan keinginan Huawei untuk masuk pasar komputer PC dan menantang pemain-pemain besar seperti Lenovo, Dell, ASUS dan HP

Pabrikan asal Tiongkok itu memperkenalkan tiga produk komputer sekaligus yaitu laptop 15.6 inci, laptop hybrid 2-in-1 dan ultrabook 13 inci yang berukuran ramping dan ringan.

Huawei pun langsung menyasar pasar premium dan bersaing dengan Lenovo, HP dan Dell yang gabungan ketiganya menguasai 50 persen pasar komputer PC. Belum lagi, Huawei harus berhadapan dengan Apple.

Secara keseluruhan, penjualan komputer PC turun 8.3 persen pada 2015 dan 3.7 persen pada 2016. Gartner pun memprediksi penjualan komputer PC tahun ini akan sama dan baru menunjukan peningkatan pada 2020.

“Huawei melihat ada peluang di lesunya pasar PC,” kata Cheng Lei (Senior Marketing Manager Huawei for the PC business) seperti dikutip Reuters.

Selain pemimpin pasar jaringan telekomunikasi, Huawei juga berada di peringkat tiga sebagai smartphone terbesar di dunia setelah Samsung dan Apple, menggantikan posisi Lenovo dua tahun lalu.

Semua produk komputer PC Huawei mengusung mikro prosesor Intel generasi ke-7, sistem operasi Windows 10 dan software indie Huawei. Huawei akan menjual produk PC nya di 12 negara yaitu Eropa, Amerika Utara, Asia dan Timur Tengah pada awal Juni.

Saat ini pabrikan komputer terbesar di dunia masih Lenovo. Disusul HP dan Dell yang masing-masing berada di posisi ke dua dan ketiga.

Huawei Matebook X

MateBook X dan E

Laptop MateBook X mengusung layar 13 inci dengan resolusi 2K dan aspek rasio 3:2 serta bezel yang tipis, hanya 4,4 mm. MateBook X itu juga mengusung prosesor core i5 atau i7, RAM 4 GB atau 8 GB, pilihan storage 256 GB atau 512 GB dan baterainya mampu bertahan 10 jam.

MateBook X juga memiliki tombol power yang menyatu dengan sensor sidik jari yang kompatibel dengan sistem keamanan Windows, yaitu Windows Hello. Laptop itu juga menawarkan dua buah port USB-C yang bisa dipakai untuk mengisi baterai dan transfer data biasa.

Huawei membundling MateBook X dengan dongle USB-C, yang berisi USB Type-A, DVI, HDMI dan sebuah port USB-C tambahan yang bisa dipakai untuk mengisi daya.

Selain Matebook X, Huawei juga memperkenalkan perangkat 2-in-1 terbaru MateBook E yang menawarkan kecepatan, desain elegen dan mobilitas terbaiknya.

Tablet terbaru Huawei itu mengusung layar 12 inci dengan resolusi 2160 x 1440 pixel dan kecerahan 400 nits. Huawei MateBook E hadir dengan bobot 640 gram tanpa keyboard, atau 1,1 kg dengan keyboard.

MateBook E mengusung prosesor Intel Core m3 atau i5 generasi ketujuh, serta RAM 4GB atau 8GB. Selain itu, perangkat itu juga hadir dengan tiga varian berbeda kapasitas dukungan SSD, yaitu 128GB, 256GB dan 512GB.

Hebatnya, Matebook E memiliki Folio Keyboard dengan engsel yang dapat disesuaikan hingga 16 derajat.

TERBARU

Mengusung jargon Selfie Expert, Oppo F1s memiliki resolusi kamera depan yang lebih besar dibanding kamera utama.