Tags Posts tagged with "media sosial"

media sosial

Ilustrasi Pinterest

Pengguna aktif Pinterest telah mencapai 200 juta setiap bulannya, menyusul pertumbuhannya yang pesat setiap bulannya. Bahkan, pengguna aktif bulanan Pinterest mengalahkan pengguna aktif bulanan Snapchat yang hanya 173 juta.

Namun, pengguna aktif bulanan Pinterest masih kalah dengan Twitter yang memiliki pengguna sebanyak 328 juta, Instagram sebanyak 700 juta, dan Facebook sebanyak 2 miliar.

Pinterest mengungkapkan mayoritas penggunanya berasal dari luar Amerika Serikat (AS) dan 85 persen pencarian Pinterest datang dari mobile gadget. Tak hanya itu, Pinterest juga memiliki nilai valuasi USD 12,3 milyar.

Tahun lalu, platform itu memiliki 150 juta pengguna aktif dan pengguna aktif Pinterest sudah mencapai 175 juta pada April 2017 seperti dikutip cnet.

Pinterest juga meluncurkan produk Lens yang memungkinkan pengguna mengarahkan kamera smartphone ke arah suatu ruangan dan mengidentifikasi apa saja yang terdapat dalam ruangan tersebut.

Kemudian, data-data itu akan tersinkronisasi dengan konten yang ada dalam platform sehingga memudahkan pengguna untuk mencari konten yang benar-benar cocok.

Indosat Ooredoo dan para penggiat media sosial meluncurkan gerakan #BijakBersosmed untuk mendorong dan menjaga penggunaan media sosial di Indonesia yang sehat, cerdas, aman dan bijak.

Ripy Mangkoesoebroto (Chief Human Resources Officer Indosat Ooredoo) mengatakan Indosat Ooredoo mendukung gerakan #BijakBersosmed sebagai sebuah program nyata kampanye publik penggunaan media sosial yang bijak.

“Peluncuran gerakan #BijakBersosmed merupakan awal dari upaya untuk melihat media sosial kita agar menjadi tempat untuk menyampaikan informasi yang baik dan benar, melahirkan inovasi baru, bertukar gagasan, dan menghargai perbedaan pendapat dengan cara yang santun,” katanya dalam siaran persnya.

Gerakan #BijakBersosmed sendiri lahir dari keprihatinan para pegiat sosial media yang menyadari ada sebagian kelompok memproduksi konten-konten yang dapat memecah belah persatuan, ujaran-ujaran yang tak bertanggungjawab, bahkan digunakan sebagai ladang profit bagi para produsen hoax.

Gerakan #BijakBersosmed lahir dari keprihatinan tersebut dan mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial agar dapat mengamplifikasi pesan-pesan positif.

Samuel Abrijani Pangerapan (Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informasi) mengapresiasi gerakan #BijakBersosmed, menyusul sosial media merupakan bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak muda perkotaan. Dinamika politik, ekonomi, serta sosial di Indonesia yang tinggi, bahkan penuh kompetisi, membuat atmosfer media sosial Indonesia belekangan ini menjadi riuh rendah.

“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini bukanlah kemerdekaan yang semrawut dan seenaknya tetapi harus membuat kita lebih bersyukur dan bijak dalam menggunakan kemerdekaan, ini berlaku juga dengan kebebasan berekspresi di media sosial,” ujarnya.

Enda Nasution (Koordinator Gerakan #BijakBersosmed) mengatakan Indonesia akan menghadapi tahun politik pada 2018 dan 2019 serta berbagai golongan politik akan memenangkan perhatian publik via platform-platform media sosial.

“Kita sebagai bangsa menggunakan sosial media dengan lebih bijak, akan menjadi batu ujian kita bersama,” ucapnya.

Bentuk utama dari gerakan #BijakBersosmed selain penyebaran informasi penggunaan media sosial dengan lebih bijak, didukung oleh video-video informatif dan e-book, juga berupa penyediaan ikrar #BijakBersosmed online yang dapat dilakukan dengan mengunjungi laman www.bijakbersosmed.id.

Sementara itu, Indosat Ooredoo sendiri sebagai pendukung utama gerakan #BijakBersosmed ini sendiri sebelumnya sudah memberikan perhatian terhadap berbagai upaya untuk mengedukasi dan menyosialisasikan penggunaan media sosial secara lebih bijak dan positif.

Antonny Liem dan seluruh tim SMW Jakarta 2017.

Sederet pembicara berkelas internasional dari Facebook, Google, Mashable, LINE, dan LinkedIn dijadwalkan hadir dalam konferensi Social Media Week Jakarta 2017 yang bakal digelar pada tanggal 11 – 15 September 2017 di The Hall, Senayan City, Jakarta.

Dalam rilis persnya, panitia SMW Jakarta 2017 melansir beberapa nama pembicara kunci (keynote speaker) untuk sesi Conference, yaitu:

  • Reynold D’Silva (Head of Vertical Marketing Asia Pacific, Facebook)
  • Gwendolyn Regina (Director of Strategy and Business Development, Asia Pacific, Mashable)
  • Frank Koo (Head of Southeast Asia Talent Solutions, LinkedIn)
  • Pankaj Khushani (Head of Media Technology Solutions Southeast Asia, India & Korea, Google)
  • Henry Manampiring (Client Partner CPG, Facebook)
  • Revie Sylviana (Business Development Director, LINE Indonesia)
  • Charles Tidswell (VP Japan, Asia Pacific, Socialbakers)
  • Olivier Girard (Customer Success Director Asia Pacific, Digimind)

Facebook, LINE, dan LinkedIn akan berbagi wawasan seputar masa depan komunikasi untuk pelaku industri pemasaran, kapitalisasi media sosial untuk mengembangkan kesempatan, potensi aplikasi messaging, memaksimalkan potensi social commerce di berbagai channel media sosial, dan optimalisasi konten.

Digimind dan Socialbakers akan berbagi seputar strategi Digital Listening dan analitik. Sedangkan Mashable lebih berfokus pada pengalaman inovasi media di era digital.

“Saya sangat gembira dengan susunan pembicara utama di ajang Social Media Jakarta tahun ini. Saya yakin wawasan yang dibagikan nanti akan membantu para praktisi industri mewujudkan potensi media sosial dan teknologi digital di Indonesia,” ujar Antonny Liem (CEO, Merah Cipta Media Group) yang menjabat sebagai Chairman untuk Social Media Week Jakarta.

Sebagai ajang perhelatan media sosial terbesar di Indonesia, Social Media Week Jakarta telah menjadi platform bagi praktisi industri media sosial dan digital marketing untuk mengumpulkan dan berbagi ide, inovasi, dan wawasan terbaik untuk kemajuan industri media sosial dan digital di Indonesia.

Tema global yang diusung Social Media Week Jakarta tahun ini yaitu “Language and the Machine – The Future of Communication” yang terkait perubahan cara manusia terhubung dan berkomunikasi sebagai dampak munculnya teknologi digital.

“Dengan tema kali ini, kami ingin mengajak para peserta untuk melihat lebih jauh bagaimana tren-tren terbaru mendorong pergeseran cara manusia berkomunikasi dan bagaimana para praktisi industri dapat mengantisipasi era komunikasi berikutnya dan memanfaatkan tren-tren ini,” papar Antonny.

Posting media sosial yang Anda buat bisa menjadi cerminan diri Anda dan bagaimana perasaan Anda. Banyak pengguna yang mengunggah foto-foto di media sosial seperti Instagram untuk mencurahkan isi hati dan menunjukkan ekspresi diri.

Ternyata, foto-foto Instagram Anda bisa mencerminkan kesehatan mental. Firma penelitian EPJ Data Science mengungkapkan sebuah post di Instagram bisa memprediksi apakah seseorang sedang mengalami depresi, seperti dikutip dari The Next Web.

Riset EPJ Data Science melibatkan 166 akun Instagram dan mengumpulkan 43.950 foto. Sistem algoritma mampu menangkap pola-pola foto untuk memprediksi tingkat depresi seseorang.

Hasilnya, foto-foto di Instagram yang memiliki tone warna kebiru-biruan, gelap, dan cenderung abu-abu menggambarkan kondisi pikiran dan energi negatif.

Karena itu, jika Anda memiliki teman yang kerap membagikan foto dengan warna tone di atas, Anda harus menemaninya dan mengobrol dengannya.

Selain itu, orang yang rentan depresi tidak terlalu suka dengan foto-foto Instagram yang memiliki filter ruwet. Mereka cenderung menyukai filter “Inkwell” karena hanya berupa hitam-putih alias black and white.

Sebaliknya, pengguna yang memiliki mentalnya sehat cenderung mengombinasikan filter sehingga fotonya tampak lebih cerah atau bersinar.

Jenis unggahan foto seseorang di Instagram bisa menjadi indikator awal untuk mengidentifikasi kesehatan mental orang. Namun, diagnosis selanjutnya tetap harus melalui uji medis yang kompleks.

Twitter sedang menguji rencana layanan premium dengan biaya 99 dolar AS per bulan atau sekitar Rp1,3 juta per bulan untuk meningkatkan daya jangkauan sebuah tweet dari akun bisnis.

Layanan itu akan mempromosikan akun Anda ke timeline pengguna lain yang tidak mengikuti Anda. Jika sudah berlangganan, Anda hanya perlu menulis tweet seperti biasa. Kemudian, Twitter akan memilih tweet yang akan dipromosikan ke pengguna lain secara otomatis.

Di akhir minggu, Twitter akan mengirimkan sebuah “kartu laporan” kepada Anda yang berisikan jangkauan tambahan, pengikut, dan hubungan kepada konsumen.

Twitter mengkonfirmasi bahwa saat ini langganan sedang diuji kepada sejumlah kecil akun yang dianggap memiliki jangkauan yang cukup luas. Twitter menjanjikan layanan tersebut bisa digunakan dengan mudah, tanpa ada keharusan untuk menciptakan iklan khusus. Pengguna pun bisa memutus langganannya kapan pun ia mau.

“Kami telah mengembangkan cara untuk mengembangkan pengikut Anda. Dengan layanan ini, Anda dapat menjangkau lebih banyak orang tanpa bantuan iklan,” ucap Twitter seperti dikutip Business Insider.

Fitur layanan premium itu mungkin tidak akan terlalu berguna bagi pengguna biasa tetapi akan sangat berguna bagi para pemilik merek, perusahaan atau pengguna yang kerap mempromosikan produk dari akun pribadinya.

Dengan menggunakan layanan berbayar itu, mereka bisa mengelola kicauan atau promosinya secara otomatis. Di sisi lain, bagi Twitter, ini merupakan jalan untuk mendapatkan pemasukan baru tanpa harus mendongkrak jumlah pengguna.

Saat ini Twitter sedag mencari cara untuk meningkatkan bisnis periklanannya setelah tiga kuartal berturut-turut pendapatan iklannya menurun. Twitter mengumumkan bahwa pendapatan iklan turun 8 persen setiap tahun pada laporan pendapatan kuartal awal pada pekan ini.

Peneliti Florida State University baru saja meneliti feed Twitter untuk mengetahui perilaku dan reaksi pengguna Twitter ketika gelombang panas melanda.

“Beberapa pengguna menggunakan sosial media untuk berkomunikasi dan para peneliti bisa menggunakan informasi non-tradisional untuk meningkatkan kesehatan,” kata Chris Uejio (FSU Assistant Professor Geography) seperti dikutip USA Today.

Uejio bersama rekannya Jihoon Jung meneliti perilaku pengguna Twitter dan respon pemerintah ketika gelombang panas terjadi.

“Banyak orang ramai berkomentar di sosial media ketika gelombang panas. Misal, ‘saya tidak tahu, sampai berapa lama saya bertahan. Padahal, AC menyala terus’,” ujarnya.

“Banyak orang mendiskusikan topik ini ketika memasuki gelombang panas,” tuturnya.

Ada 3 juta orang yang mencuit cuaca panas pada November 2014 di Atlanta, Los Angeles dan New York.

“Jika banyak instansi pemerintah yang menggunakan sosial media dan berinteraksi dengan warga kala itu. Maka mereka bisa meningkatkan sistem peringatan dini gelombang panas,” pungkasnya.

Ilustrasi LinkedIn

Jejaring sosial profesional LinkedIn meluncurkan aplikasi LinkedIn Lite di Android yang menawarkan kecepatan untuk pelanggan di pasar negara berkembang.

Saat ini perusahaan milik Microsoft itu baru meluncurkan aplikasi LinkedIn Lite di India karena memiliki pengguna sebanyak 42 juta. Setelah India, LinkedIn berencana menghadirkan aplikasi itu di 60 negara dalam beberapa minggu ke depan.

Sebelumnya, LinkedIn yang saat ini memiliki 500 juta pengguna menuai kritikan bahwa aplikasinya sangat berat dan lemot untuk pelanggan yang berada di daerah lemah sinyal.

Oleh karena itu, aplikasi LinkedIn Lite didesain untuk memakan kapasitas memori sebesar hanya 1 MB dan mengurangi penggunaan data sebesar 80 persen, jika dibanding aplikasi standar LinkedIn. LinkedIn juga dapat berjalan pada jaringan telekomunikasi 2G.

[BACA: Tips Agar Cepat Dapat Pekerjaan dari LinkedIn]

LinkedIn Lite pun menawarkan fitur-fitur dasar LinkedIn seperti news feed, lowongan pekerjaan, profil, akses jaringan LinkedIn, pesan, notifikasi, dan pencarian tanpa memakan daya grafis yang besar.

Juru bicara LinkedIn mengungkapkan belum ada rencana untuk membuat LinkedIn Lite versi iOS. Sistem operasi Android memang merajai perangkat di pasar negara berkembang. Di India saja, perangkat yang mengguna sistem operasi Android mencapai 97 persen.

Saat ini LinkedIn fokus menggarap pasar negara berkembang untuk meningkatkan keuntungan perusahaan dan mencari peluang baru, seperti dikutip TechCrunch.

Sementara itu, pertumbuhan aplikasi Facebook Lite sangat tinggi pada tahun lalu dengan jumlah pengguna sebanyak 200 juta. Pada April, pendapatan Facebook di luar Amerika Utara dan Eropa mencapai $839 juta naik 52 persen dibanding tahun lalu.

Saat ini Facebook mengharapkan pertumbuhan serupa dari aplikasi Messenger Lite yang sudah menyebar di 100 negara.

Ilustrasi MySpace

Mungkin nama dan pamor MySpace tidak “sebeken” dulu karena sudah banyak jejaring media sosial seperti Facebook. Namun, bagi Anda yang masih memiliki akun MySpace, Anda harus mengetahui isu penting yang satu ini.

Leigh-Anne Galloway (Peneliti dan Ahli Keamanan Siber) mengungkapkan MySpace memiliki celah keamanan yang memungkinkan para peretas bisa mengaktifkan kembali akun pengguna MySpace yang lama dan mencuri data informasi pribadi.

“Anda harus segera menghapus akun MySpace Anda yang lama karena hacker dapat dengan mudah mendapatkan informasi pribadi anda,” katanya seperti dikutip IB Times.

“Saat ini Myspace mungkin sudah tidak lagi relevan karena sudah ada Facebook tetapi penerapan sistem keamanannya (MySpace) sama relevannya seperti sebelumnya,” ujarnya.

Galloway telah memberi tahu Myspace yang sekarang dimiliki oleh Time Inc tentang permasalahan tersebut. Meskipun pengguna Myspace telah berkurang drastis dalam sepuluh tahun terakhir tetapi MySpace masih memiliki sebagian besar data informasi pribadi penggunanya.

“Jika ada kemungkinan Anda masih memiliki akun di Myspace, sebaiknya Anda segera menghapus akun Anda,” kata Galloway.

MySpace pun mengambil langkah signifikan untuk memperkuat keamanan akun.

“Kami saat ini menggunakan protokol lanjutan termasuk data acak yang digunakan sebagai akses masukan tambahan ke fungsi satu arah yang ‘mengandung’ kata sandi atau frasa sandi untuk menyimpan kata sandi,” tulis MySpace dalam blognya.

“MySpace telah mengambil langkah keamanan tambahan sehubungan dengan laporan terakhir,” lanjutnya.

Tentu saja, jika Anda tidak menggunakan Myspace lagi maka pilihan yang paling masuk akal mungkin hanya untuk menyingkirkan akun Anda sepenuhnya.

Presiden Tiongkok Xi Jinping. [Foto: kremlin.ru]

Pemerintah Tiongkok memang dikenal sangat ketat dalam mengawasi dan mengatur tingkah polah warganya. Semua jenis pemberitaan media harus melalui proses sensor. Begitu pula percakapan di media sosial dan ranah online.

Tak cukup dengan memblokir akses Facebook, Twitter, dan Google di negaranya, Tiongkok baru-baru ini diketahui melakukan sensor terhadap konten-konten yang mengandung karakter komik Winnie the Pooh.

The Financial Times melaporkan bahwa Pemerintah Tiongkok telah menghapus semua post dan animasi GIF berisi Winnie the Pooh di jejaring sosial Sina Weibo dan aplikasi pesan WeChat. Apa sebabnya?

Ternyata penghapusan konten Winnie the Pooh ini berhubungan dengan meme atau gambar sindiran politik yang sempat menyebar sejak tahun 2013.

Meme Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Winnie the Pooh.

Ketika itu, sejumlah warga Tiongkok membandingkan foto Xi Jinping (Presiden Tiongkok) yang sedang berjalan bersama Barack Obama (Presiden AS saat itu) dengan gambar karakter Winnie the Pooh dan Tigger. Kemudian, pada tahun 2014, muncul meme lainnya yang viral di media sosial berisi foto Xi Jinping dan Shinzo Abe (Perdana Menteri Jepang) bersebelahan dengan gambar karakter Winnie the Pooh dan Eeyore.

Terakhir, pada tahun 2015, foto Xi Jinping yang sedang berdiri di atas mobil atap terbuka disandingkan dengan gambar karakter Winnie the Pooh yang sedang mengendarai mobil mainan. Menurut Global Risk Insights, gambar itu dinobatkan sebagai gambar yang paling banyak disensor di Tiongkok di tahun 2015.

Rupanya banyak warga Tiongkok yang mengasosiasikan Presiden Xi dengan karakter Winnie the Pooh, bahkan menggunakan nama karakter beruang ciptaan A.A. Milne itu sebagai nama samaran Xi saat membicarakan isu-isu politik di media sosial.

Meme Xi Jinping dan Winnie the Pooh.

Untuk memberangus aksi dan kritik politik itu, Pemerintah Tiongkok berupaya menghapus semua konten bermuatan Winnie the Pooh. Akibatnya, jika pengguna Sina Weibo mencoba mengetikkan karakter “Winnie the Pooh” dalam aksara Tiongkok, akan muncul peringatan “Konten ini ilegal”.

Jeremy Luedi (Analyst, Global Risk Insights) menyebut langkah Pemerintah Tiongkok ini membingungkan.

Di satu sisi, mereka tidak ingin Presiden Xi diibaratkan dengan Winnie the Pooh, karakter komik yang sebenarnya berkesan lucu, bersahabat, dan disukai anak-anak. “Namun, di sisi lain, Pemerintah aktif mengampanyekan pencitraan positif tentang Xi Jinping, termasuk menjulukinya ‘Xi Dada’ atau ‘Paman Xi’ dalam Bahasa Tiongkok,” kata Luedi kepada News.com.au.

youtube.com

Lebih dari 2 miliar orang di seluruh dunia menggunakan Facebook setiap bulan sebagai tempat untuk saling terhubung dan berbagi pikiran, ide, canda tawa dengan kerabat.

Dalam rangka perayaan Hari Emoji Sedunia, Facebook dan Messenger membagikan data baru yang menunjukkan emoji apa yang paling banyak dibagikan oleh orang-orang di seluruh dunia.

Lebih dari 60 juta emoji digunakan di Facebook setiap hari dan lebih dari 5 miliar emoji digunakan di Messenger setiap hari.

Emoji yang paling banyak digunakan di Facebook oleh para pengguna Indonesia selama 30 hari terakhir adalah emoji tertawa terbahak-bahak (Rolling on the Floor Laughing/ROFL). Emoji yang paling banyak digunakan di Messenger oleh para pengguna Indonesia adalah emoji tertawa (Laugh).

Sebagian besar wilayah di dunia dipenuhi dengan kegembiraan dan canda tawa karena emoji yang paling banyak digunakan di Facebook secara global selama 30 hari terakhir adalah Face With Tears of Joy, diikuti oleh Smiling Face With Heart-Shaped Eyes dan Face Throwing a Kiss.

Emoji yang paling banyak digunakan di Messenger selama 30 hari terakhir adalah Face With Tears of Joy, diikuti dengan Face Throwing a Kiss dan Smiling Face With Heart-Shaped Eyes.

Saking tenarnya penggunaan emoji sampai-sampai dibuatkan sebuah film khusus berjudul “The Emoji Movie” yang akan mulai beredar pada tanggal 28 Juli 2017 nanti di Kanada dan Amerika Serikat.

Sayangnya, film tersebut, menurut data release date yang dikeluarkan imdb.com, belum diketahui kapan akan beredar di Indonesia. Di kawasan Asia Pasifik, The Emoji Movie baru akan “mampir” di Singapura (8 Agustus), Filipina (9 Agustus), Australia (14 September), dan Selandia Baru (21 September).

Menyambut kehadiran film tersebut, Messenger telah menambahkan 16 stiker baru ke dalam aplikasi dari karakter emoji favorit Anda. Untuk mengakses stiker emoji, Anda dapat mengunjungi tautan ini: http://bit.ly/EmojMovieStickers.