Tags Posts tagged with "media sosial"

media sosial

Roby Muhamad Ph.D, sosiolog bidang jejaring sosial, dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, sekaligus co-founder Yogrt.

Aplikasi media sosial berbasis lokasi, Yogrt, melalui studi terbarunya mengungkap bahwa hanya sembilan persen milenial akar rumput Indonesia yang memiliki ketertarikan terhadap isu politik. Sementara, dari sisi karakternya, meski terbuka terhadap ide atau pemikiran baru, kalangan muda ini cenderung tak mau mengambil risiko.

Lebih jauh, temuan juga memperlihatkan bahwa kebersamaan menjadi nilai utama yang dijunjung milenial akar rumput Indonesia dan bukan pencapaian diri, seperti yang kerap direkatkan pada anak-anak muda. Melibatkan sekitar 5.000 pengguna sebagai responden, “Studi Yogrt 2017: Milenial Akar Rumput Indonesia” digagas untuk memahami karakter psikografis dan minat generasi milenial khas Tanah Air sebagai sebuah pasar besar yang potensial.

“Peran krusial generasi milenial di setiap sisi kehidupan masyarakat semakin tak bisa dipungkiri, terlebih mereka akan menjadi penerus tanggung jawab generasi sebelumnya, baik bidang sosial, politik, maupun ekonomi. Belum adanya temuan memadai terhadap generasi milenial, terutama di Indonesia, mendorong Yogrt untuk memprakarsai studi ini. Didesain khusus untuk pasar Indonesia, aplikasi Yogrt melalui fitur dan aktivitasnya hadir sebagai platform solusi yang tepat untuk menjangkau kalangan muda khas Tanah Air yaitu milenial akar rumput, yang jumlahnya sangat besar dan belum tersentuh,” ujar Jason Lim, Co-founder Yogrt.

Hasil studi

Bila istilah ‘milenial’ merujuk kelompok usia 15-34 tahun yang lekat gawai dan internet, secara lebih spesifik ‘milenial akar rumput’ terkategorikan sebagai milenial berpenghasilan rumah tangga di bawah 5 juta rupiah per bulan.

Terkait minat, studi Yogrt mengemukakan hanya 7% milenial akar rumput Indonesia tertarik topik literatur atau buku. Sebaliknya, hiburan menjadi bahasan yang paling digemari dengan rincian 45% meminati musik (tertinggi), dan 30% memilih film. Yang menarik, subjek agama ternyata cukup mendapat animo milenial akar rumput Indonesia yaitu sebesar 28%.

“Meski demikian, perlu digarisbawahi, minat terhadap agama tampaknya bukan akibat dorongan ideologis, tetapi lebih karena keinginan bersosialisasi. Ini terlihat dari nilai ideologis konservatif yang berada di bawah nilai kekeluargaan/kebersamaan,” jelas Roby Muhamad Ph.D, sosiolog bidang jejaring sosial, dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, sekaligus co-founder Yogrt.

Sementara, berbicara aktivitas digital kalangan ini, milenial akar rumput Indonesia lebih dominan memanfaatkan internet sebagai sarana berinteraksi sosial (presentase aktif di media sosial dan chatting sama-sama paling tinggi, sebanyak 67%), diikuti mencari informasi/browsing (47%), serta hiburan (41% mendengarkan musik, dan 30% menonton film). Sayangnya, kegiatan berbelanja dan bertransaksi perbankan bergerak/mobile banking masih rendah (masing-masing hanya 15% dan 8%).

Keunikan milenial akar rumput Indonesia tadi, semakin kokoh memposisikan Yogrt sebagai platform media sosial yang jitu. Sebab, mereka membutuhkan sarana yang berbeda dari buatan luar negeri yang diciptakan dan dikembangkan dengan mempertimbangkan karakter psikografis para target pengguna.

Teknologi yang diterapkan di dalam aplikasi Yogrt sejalan dengan nilai dasar utama milenial akar rumput Indonesia, yakni kebersamaan. Yogrt memungkinkan adanya kemudahan dalam menemukan teman baru dan membangun komunitas dengan lebih mengedepankan kesetaraan di antara penggunanya (egaliter) dan bukan berlandas popularitas sehingga menghindarkan elitisme.

Memiliki slogan “Di sini teman, Di sana teman”, Yogrt telah diunduh oleh sekitar 7 juta pengguna dimana didalamnya terdapat lebih dari 40 ribu komunitas bentukan. Dengan sekitar 300.000 pengguna aktif per hari, Yogrt bidik pengguna dengan rentang usia 18 sampai 30 tahun.

Yogrt sendiri adalah aplikasi media sosial dimana sesama pengguna bisa saling berbagi momen dalam bentuk teks, foto, dan video. Fitur pendukungnya terbilang lengkap mencakup Live Content, Nearby Timeline, Nearby People, Nearby Group, Games, serta chat.

Yogrt hadir sejak tahun 2014 dan mengklaim memiliki perbedaan dengan media sosial lainnya. Dalam mencari teman atau pengguna lain, Yogrt memiliki konsep kedekatan jarak. Menariknya lagi, aplikasi ini juga memberi kesempatan berinteraksi ke sesama pengguna tanpa harus saling follow akun pengguna.

Tidak hanya berinovasi dari sisi aplikasi, Yogrt juga tengah membangun sebuah sistem ekosistem yang akan mencakup layanan e-commerce dan e-payment untuk kepraktisan berbelanja dan bertransaksi daring.

“Melalui ekosistem ini, Yogrt meyakini bisa meraih pasar lebih luas, terutama milenial akar rumput Indonesia yang belum banyak terjangkau. Hasil yang kami lakukan makin menguatkan bahwa Yogrt berada di arah bisnis yang terencana. Kami optimis, target 20 juta pengguna pada 2019 akan tercapai,” ungkap Jason Lim, Co-founder Yogrt.

Dari segi aktivitas, Yogrt juga berkomitmen untuk terus mengangkat tradisi lokal. Salah satu caranya dengan mengadakan event yang berhubungan dengan budaya sosial yang ada di lingkungan sekitar.

Beberapa acara yang pernah dilakukannya seperti Yogrt Pesta’in Sekampung – halal bi halal Lebaran, #YogrtIdulAdha, Live Streaming 17-an Lima Kota, dan yang baru saja digelar akhir Oktober lalu yaitu Yogrt Layar Tancep Night sebagai bagian dari perayaan hari jadi ketiga Yogrt.

Ilustrasi reputasi media sosial

Banyak perusahaan menggunakan media sosial untuk menjalin hubungan secara terbuka dengan pelanggan dan media sosial telah menjadi bagian penting dari kegiatan pemasaran para entrepreneur, terutama yang menyasar generasi muda dan milenial.

Matoa Indonesia pun menyadari betapa pentingnya media sosial dalam melayani calon pelanggan dan memberikan respon yang tepat untuk menjawab komplain. Matoa telah membentuk sebuah tim khusus untuk layanan pelanggan yang memberikan respon di semua media sosial secara cepat dan tepat.

Berikut beberapa tips untuk membantu Anda mengatasi permasalahan dan menjaga reputasi bisnis Anda terkait krisis yang terjadi di media sosial:

Jangan Menghapus

Pelajaran dasar dalam manajemen krisis media sosial adalah menghapus komentar-komentar negatif. Meskipun Anda berkeinginan menghapus komentar atau postingan, pelanggan lain dan calon pelanggan Anda juga dapat melihat apa yang Anda lakukan.

“Menyembunyikan review atau komentar negatif hanya akan menodai reputasi Anda lebih parah lagi,” kata Matoa dalam siaran persnya, Rabu.

Hentikan update otomatis

Apabila Anda menghadapi krisis terkait layanan atau produk Anda, sebaiknya Anda menghentikan postingan mengenai promosi layanan atau produk Anda kepada pengikut atau follower. Hal itu sepintas terlihat biasa saja tetapi pelanggan Anda merasa terganggu karena mereka Anda merespon dengan cara yang tidak seharusnya dilakukan.

Waktu yang Pas

Apabila Anda melihat sebuah komentar online yang buruk tentang bisnis Anda, Anda harus merespons dengan waktu yang tepat. Jika Anda membalasnya terlalu lama, terkesan Anda jauh dari pelanggan. Sebuah jawaban singkat tentang situasi tersebut dapat membuat Anda terlihat perhatian terhadap audiens Anda.

Jujur

Media sosial mendorong perusahaan untuk transparan dengan pelanggannya. Apabila terjadi kesalahan, akui dan terbukalah kepada pelanggan akan kesalahan tersebut. Pelanggan akan menghargai sikap Anda dan mengakui bahwa Anda tidaklah sempurna.

“Jelaskan kepada pelanggan bahwa Anda sangat terbuka untuk menerima saran dan sadarilah bahwa mengakui kesalahan justru akan semakin memanusiakan brand Anda,” ujarnya.

Kendalikan Emosi Anda

Membiarkan kritik masuk ke dalam hati dan membalas kritik tersebut dengan jawaban emosional hanya akan memperkeruh situasi. Tunda mem-posting jawaban Anda dan luangkan waktu untuk melihat ulang jawaban Anda atau berikan kesempatan kepada orang lain untuk melihat jawabannya.

Jadi Diri Sendiri

Jangan terganggu karena kritik. Tidak ada perusahaan yang membuka diri untuk berkomunikasi dengan komunitas online dan menjalankannya tanpa cela. Apabila Anda dapat menangani pelanggan yang “marah” dengan efektif, Anda dapat memutarbalikkan kondisi yang berpotensi menimbulkan kerugian menjadi peluang.

Ilustrasi fitur sticker polling di Instagram Stories.

Instagram kembali meluncurkan fitur baru untuk memperkaya pengalaman pengguna, khususnya pengguna Instagram Stories.

Mulai sekarang, Anda dapat menambahkan polling di aplikasi Instagram untuk mengumpulkan opini dari para pengikut (followers) mengenai berbagai hal. Contohnya, menanyakan gaya rambut apa yang lebih cocok atau menu makan siang apa yang lebih menarik.

Saat ini, fitur polling itu baru tersedia di Instagram Stories dan bisa diperoleh dalam bentuk stiker yang memuat dua pilihan.

Begini cara untuk membuat polling di Instagram Stories:

  • Setelah Anda mengambil sebuah foto atau video untuk Story, pilih stiker “poll” dan letakkan stiker tersebut di tempat yang Anda inginkan. Anda dapat menuliskan kalimat pertanyaan dan membuat dua pilihan jawaban.
  • Setelah Anda membagikan polling tersebut, teman-teman dan followers Anda dapat langung memberikan suara dan melihat perolehan hasil suara secara real-time. Ketika seseorang telah memberikan suara dalam polling Anda, mereka juga dapat melihat jumlah perolehan suara yang menang saat menonton Story Anda kembali.
  • Untuk melihat hasil polling Anda sendiri, geser layar ke atas untuk melihat daftar penonton. Anda dapat melihat jumlah perolehan suara untuk masing-masing pilihan serta melihat siapa saja yang telah memberikan suara dan pilihan mana yang mereka pilih.
  • Seperti unggahan Stories lainnya, stiker polling beserta hasilnya juga akan hilang otomatis dalam 24 jam.

Pembaruan ini merupakan fitur interaktif pertama dalam Instagram Stories. Bahkan, pembaruan dalam Instagram Stories juga kini menjadi semakin kreatif dengan penambahan dua alat khusus, yaitu color picker untuk tulisan dan kuas serta alignment tool untuk tulisan dan stiker.

Namun, Instagram bukanlah aplikasi berbasis foto pertama yang menawarkan fitur polling. Sebelumnya, Snapchat telah menawarkan fitur serupa melalui kemitraan dengan aplikasi pihak ketiga, Polly. Para pengguna Snapchat dapat menyematkan polling pada foto-foto mereka dengan menambahkan add-on dari Polly.

Tiongkok sangat tegas dan galak dalam mengontrol dan mengawasi konten media sosial terutama media sosial asing, terbukti Tiongkok baru memblokir layanan aplikasi pesan WhatsApp sepenuhnya beberapa hari lalu.

Alasannya pun terbilang sepele karena Tiongkok resmi menutup akses WhatsApp sepenuhnya karena Partai Komunis Tiongkok akan menghelat Kongres Nasional ke-19 pada Oktober 2017 di Beijing. Tiongkok resah para politikus anti pemerintah menggunakan layanan enkripsi WhatsApp sebagai wadah propaganda untuk melawan pemerintah.

Tiongkok juga telah menggalakkan sistem penyaringan layanan internet bernama “Great Firewall” untuk memblokir konten radikal dan berbahaya. Tak hanya itu, Tiongkok juga menolak penggunaan Windows 10 dan penggunaan perangkat Apple di lingkungan pemerintahan.

Berikut daftar aplikasi dan media sosial yang dihentikan pemerintah Tiongkok seperti dirangkum dari berbagai sumber.

Facebook

Tiongkok telah memblokir Facebook sejak 2009. Sebagai gantinya, pengguna Internet di sana memakai media sosial (medsos) Weibo.

WhatsApp

Satu lagi anak perusahaan Facebook yang menjadi korban yaitu WhatsApp. Tiongkok telah meningkatkan kemampuan firewall-nya untuk mendeteksi dan memblokir protokol NoiseSocket yang dipakai untuk berkirim pesan teks di WhatsApp. Ditambah, Tiongkok juga memblokiran pada HTTPS/TLS yang dipakai WhatsApp untuk berkirim foto atau video.

Pemblokiran WhatsApp akan membawa berkah bagi aplikasi lokal WeChat. Secara tak langsung, aplikasi tersebut kini mendapat keuntungan dari keputusan tersebut.

Instagram

Tak berakhir di Facebook dan WhatsApp, Tiongkok juga memblokir anak perusahaan Facebook lainnya Instagram. Awal masalahnya, banyak para demonstran pro-demokrasi di Hong Kong yang mengunggah foto dan video di Instagram. Foto-foto yang diunggah yaitu aksi polisi Hong Kong ketika menembakkan gas air mata dan menghalau para demonstran.

Setelah itu, pemerintah Tiongkok resmi memblokir Instagram. Padahal, Mark Zuckerberg (Pendiri dan CEO Facebook) sudah datang langsung ke Tiongkok dan menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah lokal disana.

Twitter

Sama halnya Instagram, Tiongkok juga memblokir Twitter karena para demonstran pro-demokrasi yang mengunggah cuitan demonstrasi di Twitter. Unjuk rasa pro-demokrasi Hong Kong ditandai dengan tagar #occupycentral yang sempat menjadi trending topic di 2014.

Tiongkok pun langsung memblokir Twitter dan kini masyarakat Tiongkok harus memanfaatkan medsos microblogging besutan Tiongkok, yakni Weibo.

Google

Tiongkok pun juga menyikat semua layanan Google di negaranya dari mesin pencarian Google, Gmail, YouTube, dan Google Play. Anehnya, sistem operasi Android tumbuh pesat di Tiongkok. Kini Tiongkok mengandalkan mesin pencarian sendiri yaitu Baidu yang menjadi pilihan utama pengguna Internet di Tiongkok.

Twitter akhirnya mulai mengujicoba penambahan batas karakter dalam sebuah tweet, dari 140 karakter menjadi dua kali lipatnya atau 280 karakter. Apa alasan penambahan itu?

Dalam blog resmi Twitter, Aliza Rosen (Product Manager, Twitter) menyebutkan bahwa Twitter ingin setiap orang di seluruh dunia dapat mengekspresikan diri mereka dengan mudah di Twitter.

“Oleh karena itu, kami melakukan sebuah percobaan baru: memberikan batas karakter lebih panjang (280 karakter) pada bahasa yang dipengaruhi oleh adanya batas karakter sebelumnya yang dialami oleh semua bahasa, kecuali bahasa Jepang, Cina, dan Korea,” kata Aliza.

Saat ini, memang uji coba penambahan batas karakter Twitter baru bisa dirasakan oleh sebagian kecil pengguna secara global. Twitter pun tidak menyebutkan secara resmi jadwal rilis pembaruan ini kepada seluruh pengguna.

Namun, Aliza memastikan Twitter tidak akan mengubah batas karakter menjadi lebih banyak daripada 280 karakter atau sampai tak terbatas, sebagaimana halnya media sosial lain.

“Twitter identik dengan sifatnya yang ringkas (brevity). Itulah yang menjadikan platorm ini tempat terbaik untuk melihat apa yang sedang terjadi. Ini adalah sesuatu yang tidak akan pernah kami ubah,” tukas Aliza.

Statistik Penggunaan Karakter di Twitter

Pada blog-nya, Twitter juga menyampaikan statistik menarik terkait penggunaan karakter dan kendala keterbatasan karakter pada sebuah tweet yang ternyata tidak terjadi pada semua bahasa.

Misalnya, ketika pengguna menciptakan Tweet dalam bahasa Inggris, mereka akan dengan cepat mendekati batas 140 karakter dan harus mengedit Tweet mereka agar sesuai dengan batas tersebut. Terkadang pengguna juga harus menghapus sebuah kata yang memiliki makna penting atau pada akhirnya tidak mengirim tweet mereka sama sekali.

Tapi saat ada pengguna menulis Tweet dalam bahasa Jepang, ia tidak memiliki masalah yang sama. Saat pengguna tersebut selesai menulis tweet-nya, ia masih memiliki ruang untuk menuliskan beberapa kata atau kalimat lagi.

Ini karena dalam bahasa seperti Jepang, Korea, dan, Mandarin, pengguna dapat menyampaikan dua kali lipat jumlah informasi dalam satu karakter seperti yang bisa dalam banyak bahasa lainnya; seperti bahasa Inggris, Spanyol, Portugis, atau Prancis.

Bahkan, hanya 0,4% tweet yang dikirim dalam bahasa Jepang memiliki 140 karakter. Tapi dalam bahasa Inggris, ada 9% tweet yang menggunakan 140 karakter. Selain itu, sebagian besar tweet dalam bahasa Jepang hanya menggunakan 15 karakter, sementara kebanyakan tweet dalam bahasa Inggris memiliki 34 karakter.

Ilustrasi Pinterest

Pengguna aktif Pinterest telah mencapai 200 juta setiap bulannya, menyusul pertumbuhannya yang pesat setiap bulannya. Bahkan, pengguna aktif bulanan Pinterest mengalahkan pengguna aktif bulanan Snapchat yang hanya 173 juta.

Namun, pengguna aktif bulanan Pinterest masih kalah dengan Twitter yang memiliki pengguna sebanyak 328 juta, Instagram sebanyak 700 juta, dan Facebook sebanyak 2 miliar.

Pinterest mengungkapkan mayoritas penggunanya berasal dari luar Amerika Serikat (AS) dan 85 persen pencarian Pinterest datang dari mobile gadget. Tak hanya itu, Pinterest juga memiliki nilai valuasi USD 12,3 milyar.

Tahun lalu, platform itu memiliki 150 juta pengguna aktif dan pengguna aktif Pinterest sudah mencapai 175 juta pada April 2017 seperti dikutip cnet.

Pinterest juga meluncurkan produk Lens yang memungkinkan pengguna mengarahkan kamera smartphone ke arah suatu ruangan dan mengidentifikasi apa saja yang terdapat dalam ruangan tersebut.

Kemudian, data-data itu akan tersinkronisasi dengan konten yang ada dalam platform sehingga memudahkan pengguna untuk mencari konten yang benar-benar cocok.

Indosat Ooredoo dan para penggiat media sosial meluncurkan gerakan #BijakBersosmed untuk mendorong dan menjaga penggunaan media sosial di Indonesia yang sehat, cerdas, aman dan bijak.

Ripy Mangkoesoebroto (Chief Human Resources Officer Indosat Ooredoo) mengatakan Indosat Ooredoo mendukung gerakan #BijakBersosmed sebagai sebuah program nyata kampanye publik penggunaan media sosial yang bijak.

“Peluncuran gerakan #BijakBersosmed merupakan awal dari upaya untuk melihat media sosial kita agar menjadi tempat untuk menyampaikan informasi yang baik dan benar, melahirkan inovasi baru, bertukar gagasan, dan menghargai perbedaan pendapat dengan cara yang santun,” katanya dalam siaran persnya.

Gerakan #BijakBersosmed sendiri lahir dari keprihatinan para pegiat sosial media yang menyadari ada sebagian kelompok memproduksi konten-konten yang dapat memecah belah persatuan, ujaran-ujaran yang tak bertanggungjawab, bahkan digunakan sebagai ladang profit bagi para produsen hoax.

Gerakan #BijakBersosmed lahir dari keprihatinan tersebut dan mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial agar dapat mengamplifikasi pesan-pesan positif.

Samuel Abrijani Pangerapan (Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informasi) mengapresiasi gerakan #BijakBersosmed, menyusul sosial media merupakan bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak muda perkotaan. Dinamika politik, ekonomi, serta sosial di Indonesia yang tinggi, bahkan penuh kompetisi, membuat atmosfer media sosial Indonesia belekangan ini menjadi riuh rendah.

“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini bukanlah kemerdekaan yang semrawut dan seenaknya tetapi harus membuat kita lebih bersyukur dan bijak dalam menggunakan kemerdekaan, ini berlaku juga dengan kebebasan berekspresi di media sosial,” ujarnya.

Enda Nasution (Koordinator Gerakan #BijakBersosmed) mengatakan Indonesia akan menghadapi tahun politik pada 2018 dan 2019 serta berbagai golongan politik akan memenangkan perhatian publik via platform-platform media sosial.

“Kita sebagai bangsa menggunakan sosial media dengan lebih bijak, akan menjadi batu ujian kita bersama,” ucapnya.

Bentuk utama dari gerakan #BijakBersosmed selain penyebaran informasi penggunaan media sosial dengan lebih bijak, didukung oleh video-video informatif dan e-book, juga berupa penyediaan ikrar #BijakBersosmed online yang dapat dilakukan dengan mengunjungi laman www.bijakbersosmed.id.

Sementara itu, Indosat Ooredoo sendiri sebagai pendukung utama gerakan #BijakBersosmed ini sendiri sebelumnya sudah memberikan perhatian terhadap berbagai upaya untuk mengedukasi dan menyosialisasikan penggunaan media sosial secara lebih bijak dan positif.

Antonny Liem dan seluruh tim SMW Jakarta 2017.

Sederet pembicara berkelas internasional dari Facebook, Google, Mashable, LINE, dan LinkedIn dijadwalkan hadir dalam konferensi Social Media Week Jakarta 2017 yang bakal digelar pada tanggal 11 – 15 September 2017 di The Hall, Senayan City, Jakarta.

Dalam rilis persnya, panitia SMW Jakarta 2017 melansir beberapa nama pembicara kunci (keynote speaker) untuk sesi Conference, yaitu:

  • Reynold D’Silva (Head of Vertical Marketing Asia Pacific, Facebook)
  • Gwendolyn Regina (Director of Strategy and Business Development, Asia Pacific, Mashable)
  • Frank Koo (Head of Southeast Asia Talent Solutions, LinkedIn)
  • Pankaj Khushani (Head of Media Technology Solutions Southeast Asia, India & Korea, Google)
  • Henry Manampiring (Client Partner CPG, Facebook)
  • Revie Sylviana (Business Development Director, LINE Indonesia)
  • Charles Tidswell (VP Japan, Asia Pacific, Socialbakers)
  • Olivier Girard (Customer Success Director Asia Pacific, Digimind)

Facebook, LINE, dan LinkedIn akan berbagi wawasan seputar masa depan komunikasi untuk pelaku industri pemasaran, kapitalisasi media sosial untuk mengembangkan kesempatan, potensi aplikasi messaging, memaksimalkan potensi social commerce di berbagai channel media sosial, dan optimalisasi konten.

Digimind dan Socialbakers akan berbagi seputar strategi Digital Listening dan analitik. Sedangkan Mashable lebih berfokus pada pengalaman inovasi media di era digital.

“Saya sangat gembira dengan susunan pembicara utama di ajang Social Media Jakarta tahun ini. Saya yakin wawasan yang dibagikan nanti akan membantu para praktisi industri mewujudkan potensi media sosial dan teknologi digital di Indonesia,” ujar Antonny Liem (CEO, Merah Cipta Media Group) yang menjabat sebagai Chairman untuk Social Media Week Jakarta.

Sebagai ajang perhelatan media sosial terbesar di Indonesia, Social Media Week Jakarta telah menjadi platform bagi praktisi industri media sosial dan digital marketing untuk mengumpulkan dan berbagi ide, inovasi, dan wawasan terbaik untuk kemajuan industri media sosial dan digital di Indonesia.

Tema global yang diusung Social Media Week Jakarta tahun ini yaitu “Language and the Machine – The Future of Communication” yang terkait perubahan cara manusia terhubung dan berkomunikasi sebagai dampak munculnya teknologi digital.

“Dengan tema kali ini, kami ingin mengajak para peserta untuk melihat lebih jauh bagaimana tren-tren terbaru mendorong pergeseran cara manusia berkomunikasi dan bagaimana para praktisi industri dapat mengantisipasi era komunikasi berikutnya dan memanfaatkan tren-tren ini,” papar Antonny.

TERBARU

Cisco menggandeng organisasi kepolisian internasional terbesar di dunia INTERPOL untuk berbagi intelijen ancaman atau threat intelligence