Tags Posts tagged with "Nokia"

Nokia

Ilustrasi Nokia 9

HMD Global sebagai produsen pemegang lisensi Nokia akan meluncurkan smartphone flagship Nokia 9 sekaligus melengkapi jajaran Nokia 3, 5, 6 dan 8.

Desain dan spesifikasi Nokia 9 pun sudah beredar di dunia maya, melalui video rendering 3D bikinan Compareraja dan Onleaks.

Nokia 9 memiliki desain bezel-less yang melengkung di sisi kiri dan kanan mirip dengan perangkat Samsung Galaxy seri Edge. Nokia 9 mengusung layar AMOLED 5,5 inci dengan resolusi 1440p.

Nokia hanya mengusung port USB type-C dan tidak terlihat adanya port audio 3,5 mm. Saat ini para pabrikan smartphone perlahan menghilangkan port audio 3,5 mm dan menggantikannya dengan earphone nirkabel.

Nokia 9 juga mengusung kamera ganda yang masing-masing beresolusi 12 megapixel atau 13 megapixel. Desain kameranya pun disusun secara vertikal mirip iPhone X seperti dikutip pocket-lint.

Spesifikasinya, Nokia 9 akan mengusung chip Snpadragon 835, RAM 4 GB, storage 64/128 GB, dan sistem operasi Android 7.1.1 Nougat yang bisa di-upgrade ke Android 8 Oreo.

Kamera Virtual Reality (VR) Ozo mampu merekam video hingga 360 derajat dalam 3D stereoscopic.

Nokia akan menghentikan pengembangan kamera virtual reality (VR) Ozo karena penjualan kamera VR Ozo tidak sesuai dengan harapan. Dampaknya, Nokia juga akan memecat sebanyak 310 orang karyawannya dari divisi Nokia Technologies.

Saat ini Nokia Technologies memiliki sekitar seribu karyawan di divisi teknologinya dan 310 orang yang dipecat berarti sepertiga dari total karyawan. Karyawan yang dipecat itu adalah karyawan Nokia yang berbasis di Finlandia, Amerika Serikat, dan Inggris.

Sebagai gantinya, Nokia akan fokus mengembangkan dan memasarkan bisnis lisensi paten, infrastruktur jaringan telekomunikasi, dan alat kesehatan digital yang mencakup Withings.

“Nokia Technologies akan fokus dan melakukan investasi yang tepat untuk mengembangkan pasar kesehatan digital dan kami harus memanfaatkan kesempatan itu,” kata Gregory Lee (President, Nokia Technologies), seperti dikutip Tech Crunch.

Nokia meluncurkan kamera VR Ozo pada dua tahun lalu dan menyasar pasar premium untuk pembuatan film 360 derajat. Harganya pun terbilang mahal senilai USD60 ribu atau Rp800 jutaan dan akhirnya turun menjadi USD45 ribu atau sekitar Rp600 jutaan.

Nokia pun berkomitmen akan terus mendukung layanan purnajual kamera VR Ozo.

Nokia sempat menjadi raja pasar ponsel dunia beberapa tahun silam. Sayangnya, kelahiran tren layar sentuh dan sistem operasi Android membuat Nokia semakin tertinggal dan kenangan.

Hingga akhirnya, HMD Global sebagai perusahaan pemegang merek lisensi Nokia hadir dan menjual kembali smartphone Nokia di pasaran. HMD Global pun bertekad membawa Nokia kembali menjadi jawara penguasa smartphone global dengan mengalahkan Samsung dan Apple.

Bahkan, HMD Global percaya diri mampu mewujudukannya dalam kurun waktu tidak lebih dari 10 tahun. HMD Global sendiri telah meluncurkan Nokia 3,5 6 dan 8.

Pekka Rantala (Chief Marketing Officer HMD Global) mengatakan Nokia 8 memiliki perbedaan yang tidak dimiliki smartphone flagship lainnya seperti desain dan penanganan istimewa pada Android.

“Kami optimis tidak butuh waktu sampai 10 tahun untuk menjadi pemimpin pasar. Waktu kami jauh lebih sebentar untuk menantang Apple dan Samsung,” katanya seperti dikutip Marketing Week.

Pekka sendiri telah bekerja di Nokia selama 17 tahun dan pernah menjabat CEO Rovio, perusahaan pembuat Angry Birds. “Kami diberi kesempatan sekali seumur hidup untuk membangkitkan salah satu brand consumer terbesar sepanjang masa,” ujarnya.

Pekka mengatakan banyak generasi anak muda yang tertarik membeli smarpthone Nokia. “Ini bukan masalah nostalgia. Banyak generasi Millenial yang menjadi Nokia sebagai smartphone alternatifnya,” ucapnya.

“Kami tidak bermaksud mengajari tentang sejarah karena smartphone kami memberikan hal-hal yang baru. Jadi, kami siap menjadi pemimpin pasar,” pungkasnya.

Nokia 3 dalam empat pilihan warna dan dijual dengan harga Rp1.899.000 di Indonesia.

Merek ponsel legendaris itu akhirnya datang kembali ke Indonesia. Pada hari ini (14/9), tiga smartphone Nokia berbasis Android OS–Nokia 3, Nokia 5, dan Nokia 6–resmi diluncurkan di tanah air oleh HMD Global selaku pemegang lisensi merek Nokia.

Kabar ini telah disebutkan oleh Florian Seiche (CEO, HMD Global) dalam kunjungannya pekan lalu untuk meresmikan kerja sama produksi smartphone Nokia di pabrik milik PT Sat Nusapersada di Batam. Dengan begitu, seluruh smartphone Nokia yang dijual di Indonesia sudah memenuhi standar TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) sebesar 30 persen.

“Kami sadar bahwa merek Nokia sudah mendapatkan tempat di hati masyarakat Indonesia. Nokia telah lama dikenal melalui kualitas, kesederhanaan, keandalan, dan desain yang khas. Nilai-nilai ini akan selalu menjadi inti dari setiap produk yang kami ciptakan,” ujar Mark Trundle (Country Manager for Indonesia, HMD Global).

Sasar Kelas Menengah

Pada kesempatan come back di Indonesia, HMD Global memperkenalkan tiga smartphone Nokia di kelas menengah. Ketiganya pertama kali dirilis pada ajang MWC 2017 Februari lalu.

Nokia 3 hadir dengan desain mirip seri lawas Lumia, menggunakan bodi berbahan polikarbonat dengan rangka logam. Ponsel ini mengusung layar HD 5 inci berbalut Gorilla Glass, SoC Mediatek 6737, CPU quad-core, RAM 2 GB, dan media penyimpanan 16 GB serta daya baterainya berkapasitas 2.650 mAh.

Nokia 3 mengusung kamera 8 megapixel untuk bagian depan dan belakang serta menjalankan sistem operasi Android 7.1.1 Nougat. Nokia 3 tersedia dalam empat varian warna, yaitu biru (tempered blue), hitam (matte black), putih perak (white silver), dan putih tembaga (white copper).

Sedangkan Nokia 5 mengusung bodi logam dan mempunyai sisi yang sedikit melengkung (curved edge) sehingga sangat nyaman di genggaman. Nokia 5 memiliki layar HD 5,2 inci IPS berbalut Gorilla Glass, SoC Snapdragon 430, RAM 3 GB, dan media penyimpanan internal 16 GB, serta baterai 3.200 mAh.

Nokia 5 memunyai kamera utama 13 megapixel dan kamera depannya 8 megapixel serta mengemas sistem operasi Android 7.1.1 Nougat.

Nokia resmi meluncurkan tiga smartphone Nokia 3, Nokia 5, dan Nokia 6.

Dibandingkan dengan Nokia 3 dan 5, Nokia 6 mengusung bentang layar yang lebih besar 5,5 inci dengan resolusi Full HD, SoC Snapdragon 430, RAM 3 GB, dan ruang penyimpanan 32 GB. Bodinya pun terbuat dari aluminium dan berdesain unibody.

Nokia 6 memiliki kamera utama 16 megapixel dengan fitur autofocus, wide-angle, dan dual tone flash, sedangkan kamera depannya beresolusi 8 megapixel.

Ketiga smartphone ini juga diunggulkan karena membenamkan sistem operasi Android yang pure atau murni buatan Google, tanpa ada modifikasi antarmuka ataupun software tambahan dari Nokia, layaknya Google Nexus.

Harga Nokia 3, 5, dan 6

Nokia 3 dijanjikan beredar di pasaran mulai awal Oktober 2017 dengan harga Rp1.899.000. Sayangnya, Nokia 5 dan Nokia 6 bakal hadir belakangan di akhir Oktober dengan harga yang belum diungkapkan. Namun, kemungkinan besar harganya berkisar di angka Rp2 – 3 jutaan.

HMD Global juga belum bisa memastikan apakah smartphone paling mutakhir mereka, Nokia 8, akan dibawa ke Indonesia.

Akhirnya, HMD Global sebagai perusahaan pemegang lisensi Nokia resmi meluncurkan smartphone flagshipnya Nokia 8 yang menawarkan spesifikasi canggih untuk menyasar pasar premium.

Kehadiran Nokia 8 menjadi pelengkap Android Nokia lainnya yang sudah lebih dulu hadir yaitu Nokia 3, 5, dan 6 seperti dikutip GSM Arena.

Nokia 8 mengusung layar IPS LCD berukuran 5,3 inci dengan resolusi QHD. Smartphone itu memiliki lapisan kaca anti-gores Gorilla Glass 5 dengan pinggiran “2,5D” yang membulat di pinggir sehingga terkesan menyatu dengan bodi Nokia 8 yang terbuat dari logam aluminium.

Nokia 8 mengusung Snapdragon 835, RAM 4/6 GB, media penyimpanan 64/128 GB, baterai 3.090 mAh dengan Quick Charge 3.0, dan sistem operasi Android 7.1 Nougat.

Tak ketinggalan Nokia 8 memiliki fitur water resistance dengan sertifikasi IP54 yang membuatnya tahan dengan cipratan air dan tidak bisa dibawa menyelam ke dalam air.

Nokia 8 menawarkan kamera ganda 13 megapixel (color+monochrome) dengan lensa Carl Zeiss f/2.0, optical image stabilizer (OIS), laser autofocus dan LED flash. Nokia 8 memiliki kamera depan dengan resolusi 13 megapixel dengan aperture f/2.0 dan phase detect autofocus untuk melacak mengunci fokus di wajah pengguna.

Kemudian, Nokia 8 juga memiliki tekologi Ozo audio yang mampu merekam spatial surround audio dari segala arah (360 derajat) sebagai pendamping video 4K. Ada juga fitur ‘bothie’ yang membuat kamera depan serta belakangnya bisa dipakai bersamaan untuk merekam foto atau video.

Nokia 8 hadir dengan empat pilihan warna yaitu Polished Blue, Tempered Blue, Steel, dan Polished Copper. HMD Global baru akan memasarkan Nokia 8 pada September dengan banderol 600 Euro atau Rp9,5 juta.

HMD Global selaku agen pemegang resmi merek Nokia akan meluncurkan Nokia 8 pada 16 Agustus 2017. Rumornya, Nokia 8 akan langsung mengusung sistem operasi Android 8.0 sekaligus menjadi smartphone non-Google pertama yang menggunakan Android O.

Informasi itu terungkap setelah situs benchmark Geekbench meluncurkan spesifikasi terbaru Nokia 8. Dalam spesifikasinya, Nokia 8 akan mengusung Android 8.0 atau Android O.

Nokia 8 akan mengusung chipset Snapdragon 835, RAM 4 GB dan baterai berukuran 3.000 mAh. Dalam pengujian Geekbench, Nokia 8 mencetak skor 1.789 pada uji single core dan 6.494 pada uji multi core.

Nokia 8 juga akan menggunakan kamera utama 13 megapixel dengan dukungan lensa Zeiss seperti dikutip Phone Arena.

Rencananya, Google baru akan meluncurkan Android O pada minggu mendatang. Biasanya, smartphone pertama yang akan mengusung sistem operasi Android 8.0 adalah smartphone Google yaitu Pixel dan Nexus.

Tahun lalu, LG V20 adalah smartphone pertama di luar Google yang memakai Android 7.0 Nougat, setelah Nexus mendapat pembaruan.

Sayangnya, kebenaran informasi ini masih belum bisa dikonfirmasi, termasuk juga data spesifikasi pada Geekbench. Jika kabar tersebut tidak terbukti, maka kemungkinan besar Nokia 8 akan bisa diperbarui ke Android O.

Apple dan Nokia

Apple tidak ingin terus terlibat perang paten dengan Nokia. Apple lebih memilih berdamai dan rela membayar uang 2 miliar dolar AS atau sekitar Rp26,6 triliun untuk menyelesaikan perselisihan dengan Nokia terkait paten.

Informasi itu muncul berdasarkan laporan keuangan perkuartal yang diumumkan Nokia beberapa hari lalu.

“Kami mendapatkan pembayaran tunai yang sangat signifikan dari Apple, nilainya mencapai 1,7 miliar euro (sekitar Rp 26,6 triliun) sehingga memperkuat keuangan kami,” tulis pernyataan resmi Nokia seperti dikutip Phone Arena.

Nokia Technologies mencatat laba USD 674 juta pada kuartal II 2017, naik 73 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Perseteruan paten Apple dan Nokia sempat menjadi sorotan dan menjadi gugatan terbesar yang terjadi dalam satu dekade.

Apple pun telah mendapatkan lisensi eksperimen dari badan regulasi komunikasi Amerika Serikat yaitu FCC untuk menguji teknologi jaringan 5G. Izin tersebut khususnya untuk spektrum gelombang milimeter jarak pendek di frekuensi 28GHz dan 39GHz.

Ilustrasi kerjasama Nokia dan Zeiss

Pabrikan smartphone Nokia, HMD Global, menjalin kemitraan eksklusif dengan ahli optik Zeiss untuk mengembangkan kamera ganda smartphone Nokia di masa depan. Kedua perusahaan itu akan berkolaborasi pada semua aspek teknologi kamera, seperti lensa, sensor, dan software.

Jadi, semua smartphone premium Nokia di masa depan akan menggunakan lensa Zeiss. Sebelumnya, Nokia dan Zeiss juga telah telah bekerjasama dalam pengembangan kamera Nokia seri N dan Lumia.

Pada seri Lumia, Anda bisa beberapa teknologi eksperimental Zeiss dan Nokia menghasilkan Nokia 808 PureView dan Lumia 1020 yang menghasilkan gambar lossless dan sebuah kamera ponsel 41 megapixel.

Pekka Rantala (Chief Marketing Officer, HMD) mengatakan aksi korporasi Nokia dan Zeiss untuk jangka waktu yang panjang dan pengguna akan melihat inovasi menarik di masa depan.

“Video adalah ranah yang membuat kita terus berinovasi. Yang pasti, AR menawarkan satu hal yang besar dan kami akan melakukan brainstorming,” katanya seperti dikutip CNET.

“Kamera ganda adalah ide yang sangat menarik dan memberikan kemungkinan-kemungkinan baru untuk pemain seperti kami mengeksplorasi pengalaman baru,” ujarnya.

Saat ini HMD Global sedang berkonsentrasi menjual Nokia 3, 5, 6, dan 3310. “Kemitraan ini memberi kita beberapa ide tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Kami telah menyimpan beberapa ruang untuk perluasan portofolio,” kata Rantala.

Nokia 8 atau Nokia 9 dikabarkan menjadi andalan perdana dengan Zeiss yang keluar tahun ini. Dalam info bocoran, Nokia 8/9 Android dikabarkan berkamera ganda 22 MP Carl-Zeiss, layar OLED 5.5 inci dengan resolusi QHD (2560 × 1440).

Apa jadinya bila dua perusahaan dari benua berbeda, Nokia dan Xiaomi, bekerjasama? Hasilnya menarik untuk ditunggu. Namun, kerja sama mereka bukan untuk meluncurkan produk smartphone baru.

Seperti dilansir Reuters, Nokia dan Xiaomi telah menyetujui kesepakatan untuk berbagi lisensi atas hak paten milik kedua raksasa teknologi mobile asal Finlandia dan Tiongkok tersebut.

Nokia disebut akan menyediakan peralatan infrastruktur jaringan dan data center bagi Xiaomi. Selain itu, kedua pihak setuju mengembangkan solusi-solusi di bidang lainnya, antara lain internet of things, augmented reality, virtual reality, dan kecerdasan buatan.

“Xiaomi adalah salah satu pabrikan smartphone terdepan di dunia dan kami senang bisa menjalin kerja sama dengan mereka,” kata Rajeev Suri (CEO, Nokia).

Sebelumnya, kerja sama seperti ini sudah dijalankan Nokia bersama Apple dan Samsung. Xiaomi menjadi pabrikan asal Tiongkok pertama yang menjalin persetujuan serupa. Walhasil, Xiaomi sekarang dapat memanfaatkan teknologi-teknologi Nokia secara bebas.

“Kerja sama dengan Nokia memungkinkan kami untuk membangun jaringan berkinerja tinggi dan berskala luas serta layanan dan perangkat lunak yang bisa diandalkan. Kami akan membuat produk dan layanan terbaik bagi penggemar Mi di seluruh dunia,” ucap Lei Jun (Chairman dan CEO, Xiaomi).

Batu Loncatan

Seperti diketahui, setelah melepas bisnis ponselnya, Nokia fokus menggarap solusi infrastruktur jaringan dan telekomunikasi. Mereka juga memunyai katalog hak paten terkait komponen dan jaringan perangkat mobile, misalnya teknologi penghemat baterai dan penguat sinyal radio.

Xiaomi sendiri juga memiliki portofolio hak paten sekitar 4.000 buah dan hampir separuhnya didaftarkan di luar Tiongkok.

Dari sisi bisnis, sekitar 90 persen pemasukan Nokia memang masih berasal dari pemasaran solusi jaringan.

Akan tetapi, di tengah menurunnya kebutuhan infrastruktur dan meningkatnya persaingan di pasar smartphone, penjualan lisensi hak paten teknologi mobile diharapkan mampu memberi sokongan yang lebih besar bagi kocek Nokia.

Nokia pun dapat menjadikan Xiaomi selaku batu loncatan untuk memperluas aliansi di Tiongkok, khususnya mengincar vendor-vendor dari Negeri Tirai Bambu itu, seperti Oppo, Vivo, dan OnePlus.

Ilustrasi perangkat Nokia Withings

Pasca membeli Withings, Nokia meluncurkan dua produk kesehatan terbaru Nokia Body dan Nokia BPM+.

Nokia Body merupakan alat pengukuran massa otot atau detak jantung yang membuat pengguna dapat mengukur berat badan. Nokia Body juga memiliki aplikasi Health Mate yang dapat tersinkronisasi Wi-Fi untuk memantau kesehatan mereka.

Sementara itu Nokia BPM+ dapat tekanan darah diastolik dan sistolik serta denyut jantung secara nirkabel. Pengguna pun dapat membagikan data medis tersebut kepada sesama pengguna atau profesional medis sehingga bisa mencegah, mengelola dan memantau dampak pengobatan tertentu.

Nokia Body dijual seharga $59,95 atau sekitar Rp799 ribu dan Nokia BPM+ senilai $129,95 atau sekitar Rp1,7 juta seperti dikutip The Verge.

Beberapa perangkat Withings lainnya juga melakukan transisi branding meliputi Go, Home, dan Thermo.

Selain itu, Nokia merombak aplikasi Feed yang mengumpulkan informasi untuk memberikan wawasan terkait aktivitas, tidur, dan tekanan darah. Aplikasi itu memiliki navigasi yang telah disempurnakan dan mempunyai beberapa program terbaru.

Sebelumnya, Nokia mengumumkan bahwa produk Withings akan berganti nama di bawah merek Nokia pada Februari lalu. Beberapa produk Withings yaitu smartwatch, wearable, dan lainnya resmi diakuisisi Nokia pada Juni 2016 dengan mahar USD191 juta.

TERBARU

Presiden Direktur CTI Group Harry SurjantoSaat ini pemerintah Indonesia sedang giat membangun infrastruktur seperti jalan-jalan tol di Indonesia termasuk juga tol laut. Namun,...