Tags Posts tagged with "notebook"

notebook

Tak dimungkiri, salah satu yang menjadi pertimbangan kalangan pelajar dan mahasiswa dalam memilih laptop adalah harga yang kompetitif. Meski demikian, kadang spesifikasi juga tak luput dari perhatian.

Di sinilah, Asus mengambil peran melalui besutan anyarnya, seri EeeBook E203. Laptop ini bahkan diklaim berukuran lebih kecil dari kertas A4 sekalipun. Bobotnya pun tergolong ringan, sekitar 1 Kg. Meski demikian, baterainya dapat bertahan lebih dari 11 jam.

Dari sisi otak pengolah sistem komputasinya, Asus menanamkan prosesor Intel N3350 berbasis Apollo Lake. CPU tersebut mampu menjalankan konten beresolusi 4K dengan kualitas visual yang lebih baik serta bekerja dengan sangat hening karena mendukung teknologi fanless design.

“Asus EeeBook E203 juga memiliki RAM sebesar 2GB atau 4GB berjenis DDR3L yang mampu menghadirkan kegesitan dalam ber-multitasking,” tutur Galip Fu (Country Marketing Manager, ASUS Indonesia). “Sementara media penyimpanan yang digunakan adalah HDD berkapasitas 500GB yang tentu saja sangat lega untuk menyimpan berbagai file penting penggunanya,” imbuh Galip.

Asus EeeBook E203 juga merupakan laptop berbasis sistem operasi Endless OS, sistem operasi teringan saat ini. Satu hal lagi yang tidak kalah istimewa adalah, pengguna bisa menekuk engsel panel layarnya hingga 180 derajat.

Seri EeeBook E203 dilengkapi beberapa port konektivitas mutakhir mulai dari 2 buah USB 3.0 dan satu USB type-C Gen 1. Port pendukung lain adalah 1 buah HDMI port, microSD slot, audio jack port, dan media komunikasi nirkabel bluetooth 4.1 serta Wi-Fi dual band 802.11 AC.

Asus membanderol laptop yang tersedia dalam tiga warna (Star Grey, Pearl White, dan Petal Pink) ini seharga Rp3,299 juta.

Setelah merilis beberapa seri Asus ZenBook dan VivoBook anyarnya beberapa waktu lalu, kali ini Asus meresmikan kehadiran tipe ultrabook premium yang sama-sama ditujukan untuk consumer. Hanya saja model yang satu ini membidik segmen eksekutif.

Adalah Asus B9440, ultrabook 14 inci dengan body 13 inci yang diklaim paling ringan dengan berat hanya 1,05Kg untuk segmen pengguna profesional ataupun eksekutif muda. Ultrabook ini mengandalkan prosesor Intel Core generasi ke-7 KabyLake yakni Core i7-7500U, yang bekerja pada kecepatan 2,7GHz dan dapat mencapai 3,5GHz dalam frekuensi Max Turbo. Sistem operasi Windows 10 Pro 64-bit hadir menopang tugas-tugas penggunanya.

Asus mendesain laptop ini dengan sangat kompak. Asus B9440 menggunakan bezel hanya setebal 5,4 milimeter yang mengelilingi layar. Saking tipisnya, laptop yang memiliki layar 14 inci ini seolah-olah justru seperti laptop 13 inci dan memberikan kesan bezelless.

Dari sisi layar, laptop beresolusi Full HD 1920×1080 ini juga menawarkan sudut pandang yang luas, hingga 178 derajat berkat teknologi IPS yang didukung. Berikut display jenis matte anti-glare yang melindungi dari cahaya silau yang kemungkinan hadir dari arah belakang, sehingga lebih nyaman di mata.

Yang tak kalah penting, Asus B9440 menggunakan struktur engsel yang unik hingga kemiringan 7o, serta true comfort keyboard yang lebih nyaman untuk pergelangan tangan dan mengurangi kelelahan saat mengetik. Keyboardnya pun tahan cipratan air dan berfitur backlit, sehingga bermanfaat pada penggunaan di tempat yang kurang cahaya.

Galip Fu (Country Marketing Manager, Asus Indonesia) menjelaskan baterai yang tertanam pada laptop ini, yakni jenis Lithium-ion Polymer dengan rating 48Wh mendukung teknologi fast charging. “Pengguna dapat mengisi baterai tersebut hingga kapasitas 50 persen hanya dalam waktu 30 menit saja,” tambah Galip.

“Dalam pengujian kami, laptop ini sanggup bertahan dua kali lipat lebih baik saat terjatuh dan dapat menerima tekanan 20 persen lebih tinggi dibanding laptop umumnya. Laptop Asus B9440 ini telah lulus dengan nilai sempurna uji militer US-MILSTD 810G,” pungkas Galip.

Dari segi keamanan, laptop Asus B9440 ini juga telah memiliki fitur fingerprint yang dapat mendeteksi sidik jari pemilik laptop sehingga tidak perlu lama-lama mengetik login dengan username dan password.

Di Indonesia, laptop ini sudah tersedia di kisaran harga Rp24.999.000.

Lenovo ThinkPad E460 merupakan varian notebook yang diperuntukkan bagi pebisnis. Secara spesifik, seri yang kami uji ini memiliki kode tambahan yaitu 20ET-A003ID. Yang berbeda pada seri ini adalah adanya fitur tambahan berupa fingerprint reader. Fitur ini berguna untuk melakukan otorisasi untuk melindungi konten notebook dari orang yang tidak berhak. Fitur ini memang biasa ditemukan pada notebook kelas bisnis yang mengedepankan keamanan.

Produk ini memiliki spesifikasi kelas menengah yang sudah cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan pebisnis. Lenovo ThinkPad E460 dipersenjatai prosesor Intel Core i5-6200U yang merupakan prosesor dual core ULV (ultra low voltage) dengan Hyper-Threading. Prosesor ini berbasis Skylake yang lebih hemat daya dibandingkan arsitektur sebelumnya, Broadwell.

Kapasitas memori utamanya sebesar 4 GB DDR3 yang dapat di-upgrade sampai 16 GB DDR3. Adapun grafis terintegrasinya adalah Intel HD Graphics 520. Untuk media simpan digunakan hard disk dengan kapasitas satu terabyte berkecepatan 5.400 RPM. Jika saja menggunakan jenis SSD tentu kinerjanya akan lebih gegas. Saat kami melakukan pengujian, kinerja hard disk terlihat lebih lambat saat menge-load suatu aplikasi atau saat booting. Meskipun begitu, kombinasi komponen ini membuat Lenovo ThinkPad E460 cukup mampu menjalankan sistem operasi maupun aplikasi terkini.

Yang menarik, seri ini menggunakan layar empat belas inci dengan resolusi full HD (1.920 x 1.080 pixel). Sebagai notebook pebisnis, keuntungan dari resolusi tersebut adalah kemampuannya menampilkan dokumen secara lebih luas, contohnya dokumen spreadsheet. Selain itu tentu saja, pengguna bisa pula memanfaatkannya untuk menjalankan file multimedia definisi tinggi. Konten bersangkutan akan terlihat optimal dan tajam.

Hasil uji membuktikan bahwa notebook ini mampu menjalankan berbagai aktivitas komputasi bisnis dengan baik. Hasil pengujian pun berjalan lancar tanpa hambatan. Hanya saja, daya tahan baterai terlihat kurang lama. Melalui pengujian PCMark 8 menggunakan mode Work Accelerated (Battery life), Lenovo ThinkPad E460 hanya mampu bertahan 2 jam 45 menit saja. Sepertinya penggunaan prosesor Intel Core berjenis ULV yang hemat daya tidak ditunjang oleh komponen lain. Saat menjalankan file video HD, notebook ini bisa bertahan sampai 3 jam 12 menit dengan tingkat brightness yang dimaksimalkan.

Touchpad dan Trackpoint
Notebook ini masih menggunakan desain khas seri ThinkPad. Hal tersebut bisa dilihat dari bentuk touchpad serta trackpoint berwarna merah yang berada di tengah tombol keyboard.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Konektivitas Standar
Notebook ini tidak menyertakan konektor yang lebih baru seperti DisplayPort atau USB Type-C dan hanya menyediakan USB, HDMI, dan LAN.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Fingerprint reader
Ciri khas notebook bisnis yang menyertakan dukungan fingerprint reader (untuk otorisasi menggunakan sidik jari), tentunya turut dihadirkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kemiringan Engsel
Sebagai notebook konvensional, engsel yang digunakannya mampu menopang layar sampai kemiringan 115 derajat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kompetitif
Aplikasi PCMark 8 menunjukkan performa serta daya tahan baterai yang terbilang kompetitif di kelasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hasil uji

PengujianLenovo ThinkPad E460
3DMark Pro Edition – Fire Strike561
3DMark Pro Edition – Cloud Gate4255
3DMark Pro Edition – Ice Storm34879
PCMark 8 Pro Edition - Home Accelerated2570
PCMark 8 Pro Edition - Creative Accelerated3098
PCMark 8 Pro Edition - Work Accelerated3427
SiSoft Sandra 2014 – Aggregate Arithmetic45,14 GOPS
SiSoft Sandra 2014 – Aggregate Multimedia133 MPix/s
SiSoft Sandra 2014 – Aggregate Memory9,46 GB/s
Cinebench R15 - CPU279 cb
Stalker: Call of Pripyat Benchmark (average)20,25 fps
Encoding Video (Expression Encoder 4 SP2)*19 menit 24 detik
Encoding Audio (Lame Front-End 1.8)*1 menit 39 detik
Memutar Video Full-HD (Battery Meter)**3 jam 12 menit
Mode Teks (Battery Eater 05 Pro)**2 jam 45 menit

*lebih cepat lebih baik, **lebih lama lebih baik

PLUS: Ada fitur keamanan serta fingerprint reader, touchpad dan trackpoint nyaman digunakan, speaker stereo dengan Dolby Advanced Audio v2, beberapa komponen bisa di-upgrade.

Minus: Daya tahan baterai kurang tangguh.

SpesifikasiLenovo ThinkPad E460
ProsesorIntel Core i5-6200U (dual core HT 2,3 GHz, turbo 2,8 GHz)
RAM4 GB DDR3-1600
ChipsetTerintegrasi pada prosesor
Kartu grafisIntel HD Graphics 520
Media simpanHDD 1 TB
FasilitasWi-Fi 802.11 b/g/n, Bluetooth 4.0, USB 3.0, USB2.0 (2), audio, HDMI, LAN, fingerprint reader, card reader, webcam
Layar14ʺ IPS 1.920 x 1.080 pixel (full HD)
AudioConexant CX20753/4
Sistem operasiWindows 10 Pro 64 bit
BateraiLi-Polymer 48 Wh
Dimensi/bobot33,9 x 23,9 x 2,18-2,29 cm/1,9 kg
Garansi1 tahun
Situswww.lenovo.com
Harga (mulai dari)*Rp11.499.000

Mirip dengan Asus ZenBook UX305UA yang juga kami uji di edisi ini, Acer juga mempersiapkan Aspire S 13 sebagai pesaing MacBook Air. MacBook Air memang seakan menjadi “musuh” bersama bagi para kompetitornya.

Apa saja yang ditawarkannya? Acer Aspire S 13 merupakan notebook berbasis Intel dengan desain tipis yang juga kerap disebut dengan ultrabook. Ultrabook ini memiliki ketebalan hanya 14,58 mm, lebih tipis sekitar 1,42 mm dibandingkan Asus ZenBook UX305UA.

Sebagai ultrabook kelas menengah, Acer menampilkan desain yang berbeda guna menunjukkan ciri khasnya sebagai ultrabook trendi dan elegan. Ini terlihat antara lain pada bagian cover dengan motif garis yang dibuat timbul sehingga memberi kesan berbeda. Hanya saja menurut kami, desain cover yang keren ini tidak ditunjang oleh penggunaan material yang lebih kokoh. Saat diraba, terasa cover tersebut menggunakan bahan doff. Bahkan, lapisan cover ini terlihat kurang mantap menyatu dengan sisi layar.

Berbeda dengan area cover, engsel antara layar dan keyboard menggunakan bahan yang lebih kokoh. Engsel ini mampu menopang layar dan bisa ditekuk sampai kemiringan sekitar 135°. Di bagian bawah engsel terdapat lubang keluaran udara panas dengan bentuk unik.

Dari sisi spesifikasi, Acer Aspire S 13 sama persis dengan Asus ZenBook UX305UA. Namun, hanya dua hal yang membedakannya, yaitu kapasitas baterai dan ketersediaan sebuah port USB 3.1 Type-C pada Acer.

Seri S 13 sendiri menegaskan ukuran layarnya yaitu 13,3 inci. Yang menarik, layarnya menggunakan resolusi full HD (1.920 x 1.080 pixel). Selain mantap untuk menangani urusan multimedia definisi tinggi, resolusi ini membuat tampilan menjadi lebih tajam. Resolusi ini juga memudahkan pengguna saat menjalankan file spreadsheet atau gambar desain berukuran besar.

Ultrabook ini dipersenjatai prosesor Intel Core i5 generasi Skylake yang memiliki kinerja tinggi, namun lebih hemat penggunaan daya dibandingkan generasi sebelumnya. Untuk menangani aktivitas multitasking, kapasitas RAM sebesar 4 GB memang masih terbilang tanggung. Namun, kapasitas ini sudah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan umum.

Media simpannya menggunakan SSD yang memiliki kinerja lebih gesit dibandingkan hard disk. Namun imbasnya, kapasitas yang disediakannya tidak sebesar hard disk. Untuk menyimpan data berukuran besar, hard disk eksternal bisa menjadi pilihan. Dalam hal konektivitas, ultrabook ini juga tidak menyediakan banyak port. Untungnya, berbagai port modern sudah terwakili oleh adanya port USB 3.0, HDMI, USB 3.1 Type-C, serta card reader.

Dengan spesifikasi yang mirip Asus ZenBook UX305UA, tidak mengherankan jika kinerja keduanya tidak jauh berbeda. Pengujian menggunakan aplikasi uji menunjukkan kinerja yang berimbang. Khusus dalam hal pengujian baterai, Asus unggul saat memutar video resolusi tinggi, sedangkan Acer unggul pada pengujian Battery life dari aplikasi PCMark.

Modern
Ultrabook ini menyertakan beberapa port modern seperti USB 3.1 Type-C, USB 3.0 Standard A, dan HDMI.

Engsel
Engsel dirancang sedemikian rupa agar terlihat lebih menarik dengan warna silver yang menampilkan tulisan Aspire S.

Backlight Keyboard
Tombol keyboard sangat nyaman digunakan. Telah disertakan pula backlight agar aktivitas mengetik tetap nyaman saat kondisi cahaya temaram.

 

Cover Bermotif
Menggunakan bahan doff, bagian cover dirancang dengan motif unik guna memberi tampilan berbeda.

 

 

 

 

 

 

Sirkulasi Udara
Lubang sebagai jalur pembuangan hawa panas ditempatkan di bagian belakang sehingga tidak mengganggu aktivitas pengguna.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hasil Pengujian

Dengan spesifikasi yang mirip, kedua notebook menghasilkan skor uji yang saling bersaing. Namun jika melihat daya tahan baterai, Asus unggul saat memutar video resolusi tinggi, sedangkan Acer unggul pada pengujian Battery life di aplikasi PCMark.

PengujianAsus ZenBook UX305UAAcer Aspire S13
3DMark Pro Edition – Fire Strike780799
3DMark Pro Edition – Cloud Gate52615374
3DMark Pro Edition – Ice Storm5451045663
PCMark 8 Pro Edition - Home Accelerated29571726
PCMark 8 Pro Edition - Creative Accelerated35291817
PCMark 8 Pro Edition - Work Accelerated39462207
SiSoft Sandra 2014 – Aggregate Arithmetic45,3 GOPS45 GOPS
SiSoft Sandra 2014 – Aggregate Multimedia132,44 Mpix/s133 Mpix/s
SiSoft Sandra 2014 – Aggregate Memory19,52 GB/s20 GB/s
Cinebench R15 - CPU286 cb233 cb
Stalker: Call of Pripyat Benchmark (average)29,9 fps37,5 fps
Encoding Video (Expression Encoder 4 SP2)*19 menit 25 detik11 menit 50 detik
Encoding Audio (Lame Front-End 1.8)*1 menit 28 detik1 menit 30 detik
Memutar Video Full-HD (Battery Meter)**6 jam 34 menit4 jam 19 menit
Mode Teks (Battery Eater 05 Pro)**5 jam 28 menit5 jam 46 menit

*lebih cepat lebih baik, **lebih lama lebih baik

PLUS: Desain trendi, bentuk tipis dan ringan, resolusi full HD, menggunakan prosesor Skylake yang hemat daya, ada port USB 3.1 Type-C, keyboard dilengkapi backlight.

Minus: Material cover kurang kokoh.

SpesifikasiAcer Aspire S13
ProsesorIntel Core i5-6200U (dual core HT 2,3 GHz, turbo 2,8 GHz)
RAM4 GB DDR3-1600
ChipsetTerintegrasi pada prosesor
Kartu grafisIntel HD Graphics 520
Media simpanSSD 256 GB SATA 6 Gbps
FasilitasBluetooth 4.0, Wi-Fi 802.11ac, USB 3.0 (2), USB 3.1 Type-C, SD card reader, audio combo, HDMI, webcam
Layar13,3ʺ IPS 1.920 x 1.080 pixel
AudioRealtek ALC255
Sistem operasiWindows 10 Home Single Language 64 bit
BateraiLithium-ion 4.030 mAh
Dimensi/bobot32,7 x 22,8 x 1,458 cm/1,42 kg
Garansi1 tahun
Situswww.acerid.com
Harga (mulai dari)*Rp12.999.000

Kabar gembira bagi para pemburu notebook tipis. Asus, vendor asal Taiwan yang memiliki pasar cukup kuat di tanah air, baru saja merilis enam varian notebook tertipisnya.

Adapun keenam notebook yang diperkenalkan Asus adalah ZenBook Pro UX550, ZenBook Flip S UX370, ZenBook 3 Deluxe UX490, VivoBook S15, VivoBook Pro N580, dan ROG GX501 Zephyrus.

Melalui acara bertajuk The Edge of Beyond yang digelar pada Selasa (15/8) di Jakarta, Asus ingin menonjolkan kesan tipis sebagai bagian dari kemewahan. Tema “Less is the New Luxury” yang diangkat pun menyiratkan sebuah pesan akan keindahahan desain, kesempurnaan bentuk, hingga performa yang dalam diandalkan dengan desain yang lebih kompak, tipis, dan ringan.

Benjamin Yeh (Regional Director Asus South East Asia, Asus) yang hadir dalam perhelatan tersebut mengatakan, Less is the New Luxury menjadi rangkuman dari tiga gagasan utama akan perangkat notebook yang diluncurkan Asus.

“Ketiga gagasan itu, yakni notebook stylish berpadu dengan dimensi ringan, ultrabook yang memiliki bezel layar sangat tipis, semuanya dirancang dengan performa luar biasa,” tutur Benjamin.

Sementara itu, Davina Larissa (Product Marketing, Asus Indonesia) dalam presentasinya pun sempat menyinggung iklan terbaru Asus yang dibintangi Joe Taslim.

Dalam salah satu adegan terlihat Joe membuka kancing kemejanya dan menggantinya dengan kaos yang lebih simpel. “Ini menyiratkan jika notebooknotebook terbaru Asus ini mengusung konsep simpel,” kata Davina.

Asus memiliki aneka notebook untuk memenuhi berbagai kebutuhan konsumen yang beragam. Kali ini kami berkesempatan menguji salah satunya, yaitu Asus ZenBook UX305UA. Seri ini hadir dalam beberapa varian yang dibedakan berdasarkan spesifikasi yang digunakan.

Jika sebelumnya seri ini menggunakan varian prosesor Intel Core M, kini Asus juga menghadirkan perangkat yang bersenjatakan prosesor Intel Core i5. Kami mendapat kesempatan menguji seri yang menggunakan prosesor Intel Core i5 generasi Skylake.

Layaknya seri ZenBook yang mengedepankan desain elegan serta bentuk yang tipis dan ringan, UX305UA memiliki ketebalan hanya 1,6 cm dan bobot hanya 1,3 kg. Dengan dimensi dan bobot tersebut, notebook ini nyaman digunakan oleh yang sering bepergian. Memiliki desain unibody, ZenBook UX305UA tidak kalah keren dan siap menyaingi MacBook Air. Bahkan beberapa spesifikasinya mengungguli MacBook Air, seperti resolusi layar yang lebih tinggi. Layar berukuran 13,3 inci pada produk ini berjenis IPS serta dilengkapi fitur anti-glare dan sudah mendukung resolusi full HD.

Selain prosesor Intel Skylake, penggunaan RAM dengan kapasitas empat gigabyte sudah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan komputasi menengah. Guna mendukung kinerja tinggi, notebook ini menggunakan media simpan jenis SSD. Dengannya, proses loading atau booting akan menjadi lebih cepat dibandingkan HDD. Hanya saja, SSD memiliki kapasitas yang lebih kecil dibandingkan HDD. Oleh karena itu, untuk data berukuran besar memang sebaiknya Anda juga menyiapkan HDD eksternal.

Dengan spesifikasi yang digunakan, notebook ini terlihat memiliki kinerja yang setara dengan notebook sekelas. Seluruh pengujian mampu dilalui dengan baik dan lancar. Anda bisa menggunakannya untuk memenuhi berbagai kebutuhan komputasi menengah.

Karena bukan ditujukan untuk bermain game, notebook ini memang kurang ideal untuk keperluan itu. Meski demikian dengan skor yang dicapai pada pengujian S.T.A.L.K.E.R., Anda masih bisa memainkan beberapa game masa kini dengan pilihan resolusi serta detail rendah.

Sebagai penunjang, disertakan baterai yang diklaim mampu bertahan sampai dua belas jam. Untuk membuktikannya, kami menjalankan dua pengujian. Pengujian pertama dengan menjalankan film HD yang diputar secara terus menerus sampai baterai habis. Tingkat brightness pun kami atur ke kondisi maksimal. Melalui pengujian ini, baterai mampu bertahan sampai 6 jam 34 menit yang terbilang baik dibandingkan pengujian yang telah kami lakukan selama ini.

Pada pengujian kedua kami menggunakan PCMark yang akan mensimulasikan aktivitas komputasi sehari-hari. Hasilnya ternyata lebih cepat dibanding pengujian pertama (lihat tabel). Melalui pengujian ini, secara umum baterai yang ada mampu menunjang berbagai aktivitas dengan baik.

Konektivitas
Sebagai notebook premium, sayangnya Asus tidak menyertakan konektor yang lebih baru seperti DisplayPort atau USB Type-C.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tanpa Backlight
Tombol keyboard tidak menggunakan backlight sehingga agak menyulitkan saat mengetik dalam kondisi cahaya minim.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Praktis
Dengan ketebalan hanya 1,6 cm dan bobot 1,3 kg, notebook ini mudah dibawa ke mana-mana.

Daya Baterai
Pada pengujian baterai dengan aplikasi PCMark, yang mensimulasikan penggunaan aplikasi untuk berbagai kebutuhan, notebook ini mampu memberikan hasil yang terbilang baik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hasil uji

Dengan spesifikasi yang mirip, kedua notebook menghasilkan skor uji yang saling bersaing. Namun jika melihat daya tahan baterai, Asus unggul saat memutar video resolusi tinggi, sedangkan Acer unggul pada pengujian Battery life dari aplikasi PCMark.

PengujianAsus ZenBook UX305UAAcer Aspire S13
3DMark Pro Edition – Fire Strike780799
3DMark Pro Edition – Cloud Gate52615374
3DMark Pro Edition – Ice Storm5451045663
PCMark 8 Pro Edition - Home Accelerated29571726
PCMark 8 Pro Edition - Creative Accelerated35291817
PCMark 8 Pro Edition - Work Accelerated39462207
SiSoft Sandra 2014 – Aggregate Arithmetic45,3 GOPS45 GOPS
SiSoft Sandra 2014 – Aggregate Multimedia132,44 Mpix/s133 Mpix/s
SiSoft Sandra 2014 – Aggregate Memory19,52 GB/s20 GB/s
Cinebench R15 - CPU286 cb233 cb
Stalker: Call of Pripyat Benchmark (average)29,9 fps37,5 fps
Encoding Video (Expression Encoder 4 SP2)*19 menit 25 detik11 menit 50 detik
Encoding Audio (Lame Front-End 1.8)*1 menit 28 detik1 menit 30 detik
Memutar Video Full-HD (Battery Meter)**6 jam 34 menit4 jam 19 menit
Mode Teks (Battery Eater 05 Pro)**5 jam 28 menit5 jam 46 menit

*lebih cepat lebih baik, **lebih lama lebih baik

Plus: Desain elegan, bentuk tipis dan ringan, resolusi full HD, daya tahan baterai bagus, prosesor generasi baru yang hemat daya.

Minus: Keyboard tak dilengkapi backlight.

SpesifikasiAsus ZenBook UX305UA
ProsesorIntel Core i5-6200U (dual core HT 2,3 GHz, turbo 2,8 GHz)
RAM4 GB DDR3-1600
ChipsetTerintegrasi pada prosesor
Kartu grafisIntel HD Graphics 520
Media simpanSSD 256 GB SATA 6 Gbps
FasilitasBluetooth 4.0, Wi-Fi 802.11ac, USB 3.0 (2), USB 2.0, 2 in 1 card reader, audio combo, mini-HDMI, webcam
Layar13,3ʺ IPS 1.920 x 1.080 pixel
AudioConexant CX20751/2
Sistem operasiWindows 10 Home Single Language 64 bit
BateraiLithium-ion 5.600 mAh
Dimensi/bobot32,4 x 22,6 x 1,6 cm/1,3 kg
Garansi2 tahun
Situswww.asus.com/id
Harga (mulai dari)*Rp12.799.000

Acer merupakan salah satu produsen yang banyak menghadirkan varian notebook berbasis AMD. Dengan hadirnya AMD APU generasi ketujuh, Bristol Ridge, Acer langsung menghadirkan beberapa seri notebook berbasis APU tersebut. Salah satunya adalah seri Acer E5-553G-114Q.

Seri ini menggunakan AMD A12-9700P dengan CPU quad core yang mampu menangani empat proses komputasi sekaligus dalam suatu waktu. Dengan TDP lima belas watt, produk ini termasuk dalam kategori prosesor hemat daya. AMD APU seri A12-9xxx sendiri hadir dalam dua varian TDP, yaitu 35 watt dan 15 watt. Memori utamanya berkapasitas 8 GB dalam mode dual channel karena menggunakan dua keping yang masing-masing berkapasitas 4 GB. Jika ini masih dianggap kurang, pengguna bisa menambah kapasitasnya sampai 32 GB.

AMD APU (accelerated processing unit) merupakan chip yang memadukan CPU dan pengolah grafis atau GPU dalam satu kemasan. AMD A12-9700P memiliki chip grafis terintegrasi Radeon R7. Notebook ini dilengkapi pula dengan chip grafis tambahan yakni Radeon R7 M440. Dengan dukungan fitur Dual Graphics, kombinasi keduanya bisa meningkatkan kinerja saat menjalankan game (disebut dengan Radeon R8 M445DX). Namun, berbagai game 3D yang masih berbasiskan DirectX 9 tidak mendukung fitur ini.

Notebook ini menggunakan layar berukuran besar yaitu 15,6 inci. Dukungan resolusinya terbilang standar, yaitu 1.366 x 768 pixel. Tidak ada yang istimewa dari layar yang digunakan. Karena memiliki sudut pandang terbatas, layar harus diatur ke sudut yang tepat agar pengguna bisa mendapatkan tampilan yang optimal.

Selain port standar yang umumnya hadir pada notebook, Acer E5-553G-114Q ini juga menyediakan port USB 3.1 Type-C yang memungkinkan transfer data lebih cepat dibandingkan port USB 2.0 biasa. Port ini dapat digunakan secara manasuka tanpa harus memperhatikan orientasi konektor pada port USB tersebut. Selain itu, terdapat pula port USB 3.0 yang bisa digunakan sebagai “power bank” berkat fitur Power-Off USB Charging. Fitur ini berguna untuk mengisi ulang baterai smartphone tanpa perlu menyalakan notebook.

Jika melihat performanya, kami mendapati kinerja Acer E5-553G-114Q sanggup bersaing dengan Acer E5-473G-529X yang menggunakan prosesor Intel Core i5-4210U dengan RAM DDR3 4 GB. Bahkan di beberapa pengujian, notebook berbasis AMD APU ini bisa unggul (lihat Tabel). Dari hasil itu terlihat bahwa Acer E5-553G-114Q cukup mumpuni untuk menjalankan aktivitas komputasi sehari-hari.

Untuk melihat kinerja grafisnya, terutama saat bermain game, kami melihat skor frame per second dari game Battlefield 4. Menggunakan pilihan Auto detect pada resolusi yang akan digunakan, game ini secara otomatis menggunakan pilihan detail Medium. Hasilnya, aplikasi Fraps menunjukkan skor antara 40 sampai 53 fps. Tidak terlalu ideal memang. Namun, pengguna masih bisa menggunakan perangkat ini untuk memainkan berbagai game tersebut dengan cukup nyaman.

Notebook ini memang tidak menyediakan kapasitas baterai yang besar. Dengan tipe yang tidak bisa dilepas, baterainya hanya mampu bertahan selama 2 jam 40 menit saat diuji menggunakan PCMark 8 melalui pilihan mode Home accelerated. Kami juga coba menjalankan video dengan resolusi full HD secara looping sampai baterai habis. Dari uji tersebut, baterai hanya mampu bertahan sekitar 2 jam 7 menit.

Konektivitas
Pada sisi kiri terdapat port USB type-C, USB 3.0, D-Sub 15 pin, RJ45, serta HDMI. Sementara di sisi kanan terdapat port USB 2.0 dan perangkat optical drive DVD-writer.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Numerik
Area keyboard-nya cukup luas dan lega karena dilengkapi tombol-tombol numerik. Tombol power juga ditempatkan di ujung kanan atas area keyboard.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Chip Grafis
Selain memiliki chip grafis terintegrasi yaitu Radeon R7, disertakan pula chip grafis AMD Radeon R7 M440 dengan VRAM berkapasitas 2 GB.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dual Graphics
Tidak semua game mendukung fitur Dual Graphics, terutama jika game 3D itu masih berbasiskan API DirectX 9.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Fitur Keren
Produk ini dilengkapi berbagai fitur terbaru sebagai penunjang aktivitas komputasi modern.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hasil Pengujian

Inilah perbedaan skor dari dua notebook Acer yang pernah kami uji. Terlihat bahwa AMD A12-9700P mampu bersaing dengan Intel Core i5-4210U. Chip grafis kelas entry level dari kedua kubu yang digunakan masih bisa menjalankan game DirectX dengan pengaturan low sampai medium.

PengujianAcer E5-473G-529XAcer E5-553G-114Q
3DMark Pro Edition – Fire Strike11291654
3DMark Pro Edition – Cloud Gate52585706
3DMark Pro Edition – Ice Storm4398841943
PCMark 8 Pro Edition - Home Accelerated25002373
PCMark 8 Pro Edition - Creative Accelerated28942718
PCMark 8 Pro Edition - Work Accelerated34853356
SiSoft Sandra 2014 – Aggregate Arithmetic33,75 GOPS32,2 GOPS
SiSoft Sandra 2014 – Aggregate Multimedia103,43 Mpix/s65,83 Mpix/s
SiSoft Sandra 2014 – Aggregate Memory9,42 GB/s12,21 GB/s
Cinebench R15 - CPU230 cb184 cb
Stalker: Call of Pripyat Benchmark (average)52,67 fps36,25 fps
Encoding Video (Expression Encoder 4 SP2)*24 menit 18 detik6 menit 23 detik
Encoding Audio (Lame Front-End 1.8)*1 menit 54 detik1 menit 56 detik
Memutar Video Full-HD (Battery Meter)**3 jam 11 menit2 jam 7 menit
Mode Teks (Battery Eater 05 Pro)**3 jam 30 menit2 jam 40 menit

*lebih cepat lebih baik, **lebih lama lebih baik

Plus: Chip grafis mampu menjalankan game terkini, kapasitas RAM 8 GB, ada fitur Power-Off USB charging, menggunakan USB Type-C.

Minus: Tanpa sistem operasi Windows, baterai non-removable dengan kapasitas kurang besar, layar kurang optimal.

SpesifikasiAcer E5-553G-114Q
ProsesorAMD A12-9700P (quad core 2,5 GHz, turbo 3,4 GHz)
RAM8 GB DDR4-2133
ChipsetTerintegrasi
Kartu GrafisRadeon R7 + Radeon R7 M440
HarddiskHard disk 1 TB 5.400 RPM SATA 3 Gbps
FasilitasBluetooth 4.1, Wi-Fi IEEE 802.11a/b/g/n/ac, USB 3.0 (2), USB 2.0, USB Type-C, 3 in 1 card reader, RJ-45, D-Sub 15 pin, headphone, microphone, HDMI, webcam, DVD-writer
Layar15,6” WXGA resolusi 1.366 x 768 pixel
Sistem OperasiAlinux (Windows tidak disertakan)
BateraiLithium-ion 2.800 mAh
Dimensi/bobot38,16 x 25,9 x 2,39 cm/2,23 kg
Garansi2 tahun
Situs Webwww.acerid.com
Harga kisaranRp7.499.000

Setelah menghadirkan HP Elite X2 1100 G1, HP kembali menghadirkan versi yang lebih baru melalui HP Elite X2 1012 G1. Seri ini merupakan perangkat 2 in 1 yang bisa digunakan sebagai komputer tablet atau notebook. Jika melihat bentuknya, seri ini merupakan komputer tablet yang bisa berubah fungsi menjadi notebook, alih-alih sebuah notebook dengan keyboard yang bisa dicabut agar berfungsi sebagai komputer tablet.

HP Elite X2 1012 G1 menggunakan prosesor Intel Core m5 yang irit daya. Prosesor ini memang dikhususkan bagi perangkat seperti notebook atau ultrabook dengan bobot ringan dan bentuk ramping, namun berkinerja tinggi. Guna menunjang aktivitas multitasking, HP Elite X2 1012 G1 telah dilengkapi dengan memori utama sebesar delapan gigabyte. Komputer tablet ini juga menggunakan chip grafis Intel HD Graphics 515 dengan kapasitas memori lokal sebesar satu gigabyte, yang meminjam dari memori utama. Sementara media simpannya menggunakan SSD berkapasitas 256 GB.

Karena fungsi utamanya sebagai komputer tablet, segala konektivitas perangkat ini berada di komputer tablet dan bukannya pada keyboard. Di sisi kiri, terdapat tombol power, volume, dan selot kartu SIM, sedangkan pada sisi kanan terdapat selot micro-SD, port USB Type-C, port USB 3.0, dan port audio.

Sebagai penunjang, disertakan sistem operasi Windows 10 Pro 64 bit. Asyiknya, jika Anda sedang menggunakannya sebagai komputer tablet dan memasang keyboard untuk difungsikan sebagai notebook, sistem secara otomatis akan berpindah dari versi mobile ke versi desktop.

Keyboard-nya sendiri tidak memiliki fungsi tambahan lain sehingga memiliki dimensi yang sangat tipis. Tombolnya nyaman digunakan plus tampilannya terlihat keren karena lampu di bagian bawah tiap tombol akan menyala. Hal tersebut membuatnya mudah digunakan saat kondisi gelap.

Yang agak berbeda, landasannya menggunakan bahan sleeve kulit yang menurut kami justru membuat tampilannya menjadi kurang elegan. Jika ingin menggunakannya sebagai notebook, di bagian tengah terdapat docking yang tinggal ditancapkan pada docking port yang ada di komputer tablet. Sistem pun akan langsung mengenali perangkat tersebut tanpa melakukan instalasi tambahan lainnya.

Perangkat ini juga telah dilengkapi dengan sebuah pena digital yang sudah termasuk dalam paketnya. Pena digital ini memiliki fungsi tersendiri dengan adanya tombol fungsi pada bagian ujung serta sisinya. Agar terhubung dengan perangkat, Anda mesti melakukan pairing terlebih dahulu menggunakan koneksi Bluetooth.

Pena Digital
Pena digital yang memiliki tombol fungsi ini akan aktif setelah terhubung dengan perangkat menggunakan koneksi Bluetooth.

Docking untuk Keyboard
Komputer tablet bisa difungsikan sebagai notebook setelah dihubungkan dengan docking untuk keyboard.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Spesifikasi
Perangkat ini menggunakan prosesor Intel Core seri m yang dikhususkan bagi perangkat dengan bobot ringan dan bentuk ramping. Prosesor ini juga hemat daya, namun tetap berkinerja tinggi.

Penyangga
Komputer tablet ini memiliki penyangga yang bisa ditekuk dan menyatu dengan komputer tablet. Posisinya bisa dimiringkan sampai 118°, sedangkan posisi ideal berada di kemiringan 52°.

 

Sensor Fingerprint
Menyasar pengguna bisnis yang lebih mementingkan keamanan, terdapat fitur sensor fingerprint yang diletakkan di bagian belakang komputer tablet.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hasil uji

PengujianHP Elite x2 1100HP Elite X2 1012
3DMark Pro Edition – Fire Strike381388
3DMark Pro Edition – Cloud Gate30375920
3DMark Pro Edition – Ice Storm2605722918
PCMark 8 Pro Edition – Home Accelerated23232602
PCMark 8 Pro Edition – Creative Accelerated27362959
PCMark 8 Pro Edition – Work Accelerated32913523
SiSoft Sandra 2014 – Aggregate Arithmetic29,63 GOPS25 GOPS
SiSoft Sandra 2014 – Aggregate Multimedia59,74 MPix/s69,27 Mpix/s
SiSoft Sandra 2014 – Aggregate Memory14,75 GB/s20,63 GB/s
Cinebench R15 – CPU160 cb182 cb
S.T.A.L.K.E.R.: Call of Pripyat Benchmark (average)8,75 fps26,47 fps
Encoding video (Expression Encoder 4 SP2)*36 menit 23 detik36 menit 6 detik
Encoding audio (Lame Front-End 1.8)*1 menit 50 detik1 menit 59 detik
Memutar Video full HD (Battery Meter)**8 jam 33 menit3 jam 30 menit
PCMark – Home Accelerated (Battery life)**-3 jam 20 menit

*lebih cepat lebih baik, **lebih lama lebih baik

Plus: Tawarkan fungsi komputer tablet dan notebook, layar menggunakan lapisan Corning Gorilla Glass 3, ada USB Type-C serta selot micro-SD dan kartu SIM, ada fitur sekuriti, dilengkapi pena digital, layar dukung sepuluh titik sentuhan, resolusi full HD, keyboard dengan backlight nyaman digunakan.

Minus: Docking untuk keyboard kurang mewah, baterai kurang tahan lama.

SpesifikasiHP Elite X2 1012 G1
ProsesorIntel Core m5-6Y54 (dual core HT, 1,1 GHz, turbo 2,7 GHz)
RAM8 GB DDR3-1600
ChipsetTerintegrasi di prosesor
Kartu grafisIntel HD Graphics 515
Media simpanSSD 256 GB SATA
FasilitasBluetooth 4.2, Wi-Fi IEEE 802.11a/b/g/n/ac, USB 3.0, USB Type-C, audio combo, webcam, selot kartu SIM, selot micro-SD
Layar11,6″ 1.366 x 768 pixel
AudioBang & Olufsen dual stereo speaker
Sistem operasiWindows 10 Pro 64 bit
Baterai4-cell lithium-ion
Dimensi/bobot30,0 x 21,35 x 1,345 cm/1,2 kg
Garansi2 tahun
Situswww.hp.com, www.hpshopping.id
Harga (mulai dari)*Rp18 juta

Apple tidak bisa lagi menyandang gelar sebagai merek laptop terbaik. Tahtanya diambil alih oleh Lenovo dan gawatnya lagi, posisi Apple malah merosot jauh ke urutan kelima.

Setidaknya, itulah hasil review yang diterbitkan oleh LaptopMag dalam daftar “Best and Worst Laptops of 2017”. Daftar ini telah dirilis LaptopMag sejak tahun 2010 dan Apple selalu menduduki posisi puncak dalam empat tahun terakhir.

Namun, tidak begitu adanya tahun ini. LaptopMag menempatkan Lenovo sebagai merek laptop terbaik tahun 2017, disusul Asus, Dell, dan HP di posisi kedua sampai keempat. Ironisnya, Apple merosot empat posisi ke urutan kelima dengan akumulasi poin setara dengan Acer. Sedangkan peringkat tersisa diisi oleh MSI, Razer, dan Microsoft.

[BACA: Siap-siap! Harga PC dan Smartphone Tahun Ini Bakal Naik]

Daftar ini disusun LaptopMag berdasarkan penilaian terhadap enam kategori yang ditunjukkan setiap merek laptop, yaitu hasil uji, desain produk, dukungan/layanan pelanggan, inovasi, harga dan variasi pilihan, serta garansi. Tiap kategori memiliki bobot penilaian yang berbeda-beda, mulai 5 untuk garansi sampai 35 untuk hasil uji, dengan jumlah total 100 poin.

Hasilnya, Lenovo mengumpulkan poin terbanyak dengan 90 poin, diikuti Asus dengan 86 poin, Dell 83 poin, Asus 82 poin, sedangkan Apple dan Acer hanya 78 poin.

Daftar merek laptop terbaik 2017 versi LaptopMag.

Lenovo meraih peringkat teratas karena 58 persen hasil uji LaptopMag terhadap laptop Lenovo mendapat bintang 4 atau lebih, khususnya seri ThinkPad dan Yoga. Mereka unggul dalam daya tahan baterai, desain yang indah, fitur inovatif, dan layanan pelanggan yang membantu.

Sementara itu, Apple meraih penilaian buruk akibat model MacBook terbarunya dianggap terlalu rumit karena perlu banyak aksesoris tambahan berupa dongle untuk keperluan konektivitas.

[BACA: Apple Hilangkan 7 Teknologi Ini pada MacBook Pro 2016]

Pasalnya, Apple menghilangkan porta Lightning pada MacBook Pro terbaru dan menggantinya dengan porta USB Type-C/Thunderbolt 3 yang belum umum. Selain itu, kinerja MacBook Pro 2016 pun tergolong biasa-biasa saja dan tidak sesuai dengan harganya yang mahal.

Namun, LaptopMag tetap memuji layanan pelanggan dan perlindungan garansi Apple yang belum ada duanya.

Daftar merek laptop terbaik tahun ke tahun versi LaptopMag.

E5-473G-529X merupakan salah satu varian notebook Acer yang menyasar segmen kelas menengah. Mirip dengan notebook seri E5 lainnya, notebook ini menggunakan cover dengan material berbahan plastik bertekstur tekstil yang memberi kesan berbeda.

Notebook ini dipersenjatai oleh prosesor Intel Core i5-4210U yang merupakan generasi ke empat dengan codename Haswell. Prosesor seri U memang jamak digunakan oleh notebook yang menawarkan kinerja tinggi, namun tetap menggunakan daya yang relatif irit. Prosesor ini memiliki grafis bawaan Intel HD Graphics 4400. Selain itu, Acer menyematkan pula chip grafis tambahan dari NVIDIA yaitu GeForce 920M. Chip grafis ini memang merupakan chip kelas entry-level, namun tetap memiliki kinerja di atas Intel HD Graphics 4400.

Acer E5-473G-529X menggunakan ukuran layar yang lumayan besar yaitu 14 inci. Meski demikian, resolusinya “hanya” mencapai 1.366 x 768 pixel. Meski menggunakan IPS, layarnya memiliki sudut pandang yang kurang luas, terutama saat melihat tampilan layar dari samping serta atas. Sementara pada tampilan dari sudut pandang lurus, layar terlihat tajam. Hal ini sebenarnya cukup wajar mengingat ia bukan diperuntukkan bagi kebutuhan multimedia murni.

Untuk konektivitas, pada sisi kiri terdapat port D-Sub, LAN, HDMI, dan dua port USB 3.0. Di ujungnya terdapat kisi-kisi untuk pembuangan udara panas. Bagi yang masih butuh untuk membaca kartu memori, pada sisi depan bagian bawah disertakan card reader yang mendukung jenis kartu Secure Digital (SD). Khusus untuk port USB 3.0, ia telah mendukung fitur USB charging yang bisa melakukan pengisian baterai smartphone meski notebook dalam kondisi idle atau mati. Di sisi kanan disertakan perangkat optical drive berupa DVD-Writer dengan kecepatan baca dan tulis maksimal delapan kali.

Notebook ini menunjukkan kinerja yang baik berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan. Aplikasi uji yang digunakan berjalan lancar dengan hasil yang memuaskan. Sebagai pembanding, kinerjanya pada sebagain pengujian terpaut sedikit dengan Lenovo Ideapad 700 yang menggunakan spesifikasi lebih baru dan lebih tinggi (lihat tabel).

Tidak hanya itu, karena menggunakan chip grafis tambahan NVIDIA GeForce 920M, kami juga coba menguji kemampuannya dalam menjalankan aplikasi berbasis grafis yang diwakili beberapa game. Chip grafis ini merupakan chip entry-level, namun dengan teknologi yang ada masih mampu menjalankan beberapa game terkini, meski dengan pengaturan resolusi yang disesuaikan. Hasilnya, ia masih mampu menjalankan Battlefield 4 dengan frame rate di kisaran 24 sampai 55 fps pada pilihan resolusi medium. Hasil yang terbilang lumayan untuk sebuah chip grafis entry-level.

Sedangkan daya tahan baterainya terbilang biasa dan tidak istimewa. Berbekal empat sel Lithium ion, notebook ini sanggup bertahan sekitar 3 jam 30 menit pada pengujian menggunakan aplikasi PCMark 8 – Home Accelerated yang mensimulasikan aktivitas umum sehari-hari.

Tombol Power
Tidak terdapat tombol tambahan (shortcut) maupun numerik sehingga membuat ukurannya lebih ringkas. Menariknya, tombol Power digabung dengan tombol keyboard, seolah-olah menjadi bagian dari keyboard.

Desain Unik
Tidak hanya bagian luar, bagian dalam pun menggunakan lapisan bertekstur yang memberikan tampilan berbeda.

Optical Drive
Selain menempatkan port USB 2.0, audio, dan adapter, di sisi kanan terdapat perangkat optical drive berupa DVD-Writer yang bisa dibilang sudah agak jarang digunakan pada notebook terkini.

Desain Unibody
Dengan desain unibody, seluruh permukaan menyatu sehingga pengguna tidak bisa sembarangan jika ingin mengganti baterai atau melakukan upgrade RAM.

Chip Grafis
Untuk aplikasi yang tidak butuh kinerja grafis tinggi, Intel HD Graphics akan mengambil alih. Sementara, untuk aplikasi yang butuh kinerja grafis lebih tinggi, GeForce 920M yang akan bekerja.

Hasil uji

Jika dibandingkan dengan Lenovo Ideapad 700 yang menggunakan prosesor generasi baru serta chip grafis NVIDIA yang sedikit lebih tinggi, selisih kinerjanya pada sebagian pengujian tidak terlihat signifikan. Hal ini menandakan spesifikasi yang digunakan Acer E5 masih mampu menjalankan aplikasi terkini dengan baik.

PLUS: Desain menarik, mampu menjalankan game terkini, ada fitur power-off USB charging, keluaran speaker nyaring.

Minus: Touchpad kurang nyaman, viewing angle layar kurang luas.

TERBARU

Apple memulai penjualan perdana iPhone 8 mulai hari ini. Namun, berbeda dibandingkan dengan pendahulunya, iPhone 8 tergolong sepi pembeli. Di Australia, hanya ada kurang dari 30 orang yang mengantre di depan toko resmi Apple pagi ini.