Tags Posts tagged with "Smartphone"

Smartphone

Ilustrasi smartphone RAM

Anda akan sangat pusing membeli smartphone saat ini karena memiliki penjelasan spesifikasi yang detail, tetapi kemampuan performanya belum jelas. Terutama, banyak orang salah paham dengan RAM atau Random Access Memory.

Banyak orang yang bingung, sebenarnya berapa banyak RAM yang dibutuhkan smartphone kita untuk menghasilkan kinerja yang ngebut?

“Ketika kita mengerjakan banyak tugas dengan smartphone dan smartphone itu memakan banyak aplikasi, kita membutuhkan RAM yang besar supaya smartphone dapat bekerja dengan efisien,” kata Vishal Kara (Kepala Produk Piriform) seperti dikutip Digital Trends.

Kolaborasi CPU (Central Processing Unit) dan GPU (Graphics Processing Unit) akan bekerja ketika kita menginstal aplikasi dan game-game ke dalam media penyimpanan smartphone.

Lantas, apa fungsi RAM?

Smartphone membutuhkan RAM untuk multitasking. Intinya, RAM membuat smartphone Anda dapat melakukan berbagai tugas dalam satu waktu,” ujarnya.

Teorinya, semakin banyak RAM, maka smartphone Anda bisa melakukan banyak tugas dalam satu waktu.

“Kita masih bisa menerima, ketika komputer PC kita lemot dalam menginstal satu aplikasi. Berbeda dengan smartphone, kita menginginkan smartphone dapat mengerjakan banyak hal secara bersamaan,” ucapnya.

Smartphone Android pertama adalah T-Mobile G1 atau HTC Dream yang mengusung RAM 192 MB dan iPhone generasi pertama memiliki RAM 128 MB. Kapasitas RAM itu terus meroket hingga saat ini. Terbukti, OnePlus 5 memiliki RAM 8 GB.

Kebutuhan berapa banyak RAM yang smartphone kita butuhkan juga tergantung kepada berapa aplikasi yang pakai.

Menurut App Annie, rata-rata pengguna mengunduh 9 aplikasi per hari dan menggunakan 30 aplikasi berbeda dalam sebulan. Tentunya, semakin banyak aplikasi, maka smartphone Anda membutuhkan kapasitas media penyimpanan yang besar.

Tetapi harus diingat juga bahwa penggunaan RAM berpengaruh pada daya tahan baterai. “Makin banyak RAM yang Anda gunakan, smartphone Anda akan memakan daya baterai yang lebih besar,” kata John Poole (Primate Labs).

Dalam kata lain, jika Anda tidak menggunakan banyak RAM, smartphone Anda akan semakin irit dan tahan lama.

Perbedaan Galaxy Note 7 dan Galaxy FE

Samsung telah meluncurkan phablet Galaxy Note Fan Edition (FE) yang merupakan phablet rekondisi dari Galaxy Note 7. Sebelumnya, Samsung telah menarik kembali (recall) Samsung Galaxy Note 7 di seluruh dunia pada tahun lalu karena permasalahan baterai.

Phablet itu diproduksi hanya 400.000 unit di Korea Selatan. Meskipun terlihat mirip, ternyata ada perbedaan antara Galaxy Note 7 dengan Galaxy Note FE. Berikut perbedaan antara kedua phablet itu seperti dikutip BGR:

1. Baterai

Galaxy Note 7 mengusung baterai berkapasitas 3.500 mAh. Sedangkan, kapasitas baterai Galaxy Note FE hanya 3.200 mAh yang jauh lebih aman.

2. Prosesor

Galaxy Note 7 mengusung Snapdragon 820 dan Exynoss 8890. Sedangkan, Galaxy Note FE menggunakan Snapdragon 821 yang menawarkan kinerja yang lebih baik.

3. Desain

Galaxy Note 7 memiliki logo Samsung di bawah speaker atas. Sedangkan, Galaxy Note FE tidak memiliki logo Samsung tersebut, mirip Galaxy S8 dan S8+.

4. UI

Samsung Galaxy Note FE memiliki userface terbaru sehingga rasanya berbeda dengan Galaxy Note 7.

5. Bixby

Galaxy Note 7 tidak memiliki asisten virtual. Sedangkan, Galaxy Note FE mengusung Bixby seperti Galaxy S8.

Samsung Galaxy Note FE “Fan Edition” (rekondisi/refirbished) memungkinkan orang merasa nostalgia mengenai Note 7 untuk mendapatkan variasi telepon yang aman.

Ilustrasi Samsung Galaxy S8 Mini

Samsung akan meluncurkan smartphone Galaxy S8 Mini yang spesifikasinya lebih canggih daripada Galaxy S8 yang sudah beredar di pasar.

Laman pengujian smartphone Geekbench diketahui baru saja menemukan hasil pengujian untuk Galaxy S8 Mini yang memiliki kode SM-G9600. S8 Mini mengusung prosesor quad-core Qualcomm Snapdragon 840 atau lebih canggih daripada Galaxy S8 yang menggunakan Snapdragon 835.

Seperti diketahui, Samsung merilis Galaxy S8 dalam dua versi berbeda, yaitu versi chipset Exynos 8895 untuk pasar global dan versi Snapdragon 835 yang hanya beredar di AS dan Tiongkok.

Samsung Galaxy S8 Mini juga akan mengusung sistem operasi bawaan Android 7.1.2. Laman Pocket-Lint mengingatkan spesifikasi Galaxy S8 Mini masih sekadar rumor dan bisa saja berupa prototipe laboratorium yang bocor ke internet.

Selain itu, Samsung memang sudah meluncurkan varian smartphone Mini dalam line-up smartphone-nya. Samsung Edisi Mini pernah hadir di Galaxy S3, S4, dan S5. Setelah itu, Samsung tidak lagi menjual Samsung Galaxy versi Mini.

Hal itu disebabkan permintaan pasar lebih menyukai smartphone yang memiliki layar besar.

Jika Samsung resmi meluncurkan Galaxy S8 Mini, smartphone itu akan menantang LG Q6 di pasar. Smartphone LG Q6 baru saja diumumkan sebagai varian lebih terjangkau dari LG G6, tetapi mengusung layar FullVision yang nyaris tanpa bingkai (bezel-less).

Ilustrasi Kaspersky Battery Life

Kaspersky Lab meluncurkan aplikasi Battery Life untuk menghemat daya baterai Android dan menyelamatkan pengguna Android dari ketika baterai smartphone Anda mulai melemah di saat yang paling tidak tepat.

Menurut sebuah survei Kaspersky Lab, sebanyak 9 dari 10 pengguna merasakan panik ketika baterai smartphone dalam keadaan lemah.

“Pendekatan kami demi melindungi pengguna mencakup mengurangi risiko digital seminimal mungkin di semua lini, tidak hanya di bidang ancaman siber. Battery Life membantu pengguna untuk tetap terhubung,” kata Elena Kharchenko (Head of Consumer Product Management di Kaspersky Lab) dalam siaran persnya, Senin.

Kemudian, Kaspersky Lab menganalisa semua aplikasi pada perangkat pengguna dan mengidentifikasi aplikasi mana saja yang mengkonsumsi daya paling banyak, mengingat 96 persen aplikasi di perangkat Android berjalan di latar belakang.

Aplikasi Battery Life dapat menghentikan aplikasi “penyedot daya” dengan satu sentuhan sehingga memperpanjang masa pakai baterai dari perangkat. Battery Life juga akan memberikan pesan kepada pengguna jika ada aplikasi yang mulai menggunakan daya lebih banyak dari biasanya.

Fitur lainnya, Battery Life dapat menghitung waktu yang tersisa sebelum baterai ponsel benar-benar melemah. Informasi itu memberikan kesempatan kepada pengguna untuk segera menemukan cara untuk mengisi daya smartphone mereka.

Kaspersky Battery Life hanya membutuhkan 15 Mb dan berjalan di platform Android 4.1 – 6.0.1 dalam jumlah pilihan bahasa yang terbatas.

Meskipun saat ini smartphone atau komputer tablet berbasis Android sudah memiliki kelengkapan yang memadai, masih banyak pengguna yang mendambakan adanya TV tuner secara built-in dalam perangkatnya ini. Ini karena akan sangat menyenangkan bisa menonton siaran TV secara real-time via saluran terestrial alih-alih via koneksi Internet yang akan memakan kuota bandwidth pengguna.

Untuk memenuhi kebutuhan pengguna smartphone berbasis Android inilah, MyGica Pad Android TV Tuner DVB-T2 – PT360 dihadirkan. Seperti tercermin dalam namanya, produk ini merupakan sebuah penerima siaran TV digital yang mampu menampilkan tayangan TV di smartphone Android.

Produk ini ditancapkan di port micro-USB. Menggunakan aplikasi yang disertakan, pengguna akan bisa menonton siaran TV layaknya menggunakan pesawat TV biasa. Ukuran produk ini juga mungil sehingga akan bisa dimasukkan ke dalam saku. Produk ini bisa menerima siaran TV digital baik yang berbasis DVB T maupun DVB T2. Karena berbasis digital, tayangan yang akan didapat pengguna akan jernih sehingga cukup nyaman ditonton.

Dalam paketnya, pengguna akan mendapatkan unit ini beserta antena mini, pemegang antena, konektor kabel, serta petunjuk penggunaan.

Informasi:
Harga: Rp268.000
Kontak: JakartaNotebook, (021) 5698 5511

Samsung Galaxy S8 dan S8+.

Penjualan Samsung Galaxy S8 yang sukses dan melambung tinggi di pasar sukses membuat Samsung kembali bertahta sebagai raja pasar smartphone dunia.

Pencapaian itu juga membuat Samsung mengalahkan Apple yang sebelum berada di puncak.

Berkat Galaxy S8, Samsung kembali bangkit dan mampu mengapalkan 80 juta ponsel pada kuartal pertama tahun ini seperti dikutip Anzhuo.

Hal itu berdasarkan data lembaga riset Risingsun yang berbasis di Tiongkok. Risingsun mengungkapkan pengiriman smartphone global mencapai 351 juta pada kuartal pertama tahun ini. Sedangkan, pengapalan smartphone mencapai 333 juta pada kuartal yang sama pada tahun lalu.

Di bawah Samsung, ada Apple yang mengapalkan iPhone sebanyak 51 juta unit ke seluruh dunia. Setelah itu, pabrikan smartphone asal Tiongkok yang mendominasi penjualan smartphone global.

Huawei berada di posisi ketiga dengan pengapalan 35 juta ponsel, menyusul laris manisnya penjualan Mate 9, P9 dan V9. Oppo dan Vivo berturut-turut menduduki posisi keempat dan kelima yang masing-masing mengapalkan sebanyak 26 juta dan 19 juta unit ponsel ke pasar.

Di urutan keenam, ada Xiaomi yang mampu mengirimkan 15 juta ke berbagai negara,

Oppo menghadirkan jajaran Selfie Expert dalam tiga varian yaitu F1, F1 Plus, dan F1s yang diluncurkan ke pasar secara berurutan dalam jenjang waktu beberapa bulan saja. Secara garis besar, ketiganya menyasar kelas menengah dan ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan smartphone dengan kemampuan kamera mumpuni.

Desain yang digunakannya tidak jauh berbeda dengan seri-seri sebelumnya. Namun, secara umum smartphone ini paling mirip dengan F1 Plus. Desain unibody berbahan aluminium alloy dengan dimensi yang tipis serta lapisan layar lengkung 2.5D, membuat Oppo F1s terlihat elegan. Oppo menempatkan kartu SIM dan micro-SD dalam satu kompartemen yang ditempatkan pada selot di sisi kanan yang bersebelahan dengan tombol power. Tombol volume ditempatkan di sisi kiri, dan di bagian bawah terdapat port audio, micro-USB, serta speaker stereo. Karena dibuat di tanah air, otomatis Oppo F1s sudah mendapatkan sertifikasi TKDN. Oleh karena itu, Oppo F1s sudah mendukung jaringan 4G pada kedua selot kartu nano-SIM-nya.

Oppo F1s memiliki tombol Home fisik yang juga berfungsi sebagai pemindai sidik jari. Menariknya, sensor ini tidak hanya bisa digunakan untuk membuka layar saat terkunci, tetapi juga sebagai shortcut untuk menjalankan perintah lainnya. Secara keseluruhan, ada lima perintah berbeda yang bisa dijalankannya dan pengguna bisa menentukan sendiri kelima perintah tersebut. Setiap perintah bisa dibedakan sesuai dengan jari tangan pengguna. Misalkan, jari telunjuk untuk membuka layar, ibu jari untuk melakukan panggilan telepon, dan seterusnya.

Jika bagian depan memiliki warna putih, bagian belakang Oppo F1s memiliki tiga pilihan warna yaitu gold, white, dan rose gold. Kamera utamanya sendiri ditempatkan di pojok kiri atas bersebelahan dengan lampu kilat.

Sebagai camera-phone, Oppo F1s mengedepankan kamera depan yang memiliki resolusi 16 megapixel dibanding kamera utama yang memiliki resolusi 13 megapixel. Sebagai pendukung, aplikasi kamera menyertakan berbagai pilihan untuk menghasilkan foto dan video yang menarik serta kreatif. Di kamera depan, terdapat pilihan Time Lapse, Video, Photo, Beauty, dan Panorama, mirip dengan pilihan pada kamera utama. Namun, kamera depan memang menawarkan pilihan filter yang lebih sedikit dibandingkan dengan kamera utama.

Yang agak disayangkan adalah kamera depan tidak menyediakan lampu kilat. Sebenarnya, banyak smartphone yang tidak menyertakan lampu kilat pada kamera depannya. Namun, karena Oppo F1s ditujukan bagi penggila selfie, kami menilai ketiadaan lampu kilat membuatnya kurang lengkap. Sebagai pengganti, Oppo menyertakan fitur flash melalui aplikasi.

Kamera utamanya memiliki pilihan yang lebih lengkap. Yang paling menarik adalah pilihan Manual atau Expert Mode yang menyediakan beragam opsi seperti AWB, Exposure, ISO, Shutter, Focus, serta yang terbilang menarik adalah pilihan format RAW. Dengan aneka opsi ini, pengguna bisa mengeksplorasi kemampuan kamera dalam mengambil gambar atau video pada berbagai kondisi.

Melihat hasil yang diperoleh dari pengujian, terlihat bahwa Oppo F1s menghasilkan skor yang cukup baik. Tidak hanya itu, kami juga mencoba menjalankan beberapa game yang diwakili oleh Mortal Kombat X, UFC, dan Asphalt 8: Airborne. Hasilnya? Semua bisa dijalankan dengan lancar.

Kami melakukan pengujian daya tahan baterai menggunakan PCMark for Android dengan tingkat kecerahan layar yang diatur ke posisi maksimal. Dengan kapasitas baterai 3.075 mAh, simulasi yang dilakukan PCMark for Android menunjukkan bahwa baterainya mampu bertahan selama 6 jam 24 menit.

Selot Kartu
Hanya memiliki satu selot, dua kartu nano-SIM serta kartu micro-SD menggunakan satu kompartemen yang sama.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sensor Fingerprint
Tombol Home juga berfungsi sebagai sensor fingerprint yang bisa pula difungsikan untuk mengaktifkan lima perintah berbeda.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jaringan 4G
Kedua selot kartu nano-SIM sudah mendukung jaringan 4G LTE yang mendukung kecepatan internet sampai 150 Mbps.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

User Interface
Oppo F1s menggunakan Android 5.1 Lollipop dengan tampilan antarmuka ColorOS 3.0 yang ringan. Smartphone ini juga mengadopsi banyak fitur yang biasa ditemukan pada smartphone kelas menengah ke atas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kamera Mumpuni
Pilihan Expert Mode memungkinkan pengguna mengeksplorasi kemampuan kamera utama secara lebih luas. Sementara kamera depannya mengandalkan fitur Beautify untuk selfie.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hasil uji

PengujianOPPO F1s
AnTuTu Benchmark 6.2.141261
PCMark – Work Performance3676
3Dmark - Ice Storm8413
3Dmark - Ice Storm Extreme4970
3Dmark - Ice Storm Unlimited7537
GeekBench 4 - Single Core645
GeekBench 4 - Multi Core2515

PLUS: Desain keren, ada fitur fingerprint, tersedia Expert Mode pada kamera utama serta dukungan format RAW, resolusi kamera depan enam belas megapixel, layarnya dilapisi Gorilla Glass 4, user interface-nya ringan.

MINUS: Kamera depan tanpa flash, tidak ada fitur fast charging.

SpesifikasiOPPO F1s
ProsesorMediaTek MT6750 (quad core Cortex-A53 1,5 GHz & quad core Cortex-A53 1 GHz)
RAM3 GB
Chip grafisMali-T860 MP2
Kapasitas simpan internal32 GB
Selot SIMDual SIM (nano)
Jaringan selulerGSM/HSPA/LTE
Dukungan koneksiWi-Fi 802.11 a/b/g/n, Wi-Fi Direct, hotspot, Bluetooth 4.0, GPS, A-GPS, jack audio 3,5 mm, micro-USB, USB-OTG
KameraBelakang: 13 MP, dual LED flash, video 1080p/Depan: 16 MP, screen flash, video 1080p
LayarIPS LCD 5,5 inci 1.280 x 720 pixel @ 267 ppi, Corning Gorilla Glass 4
Kapasitas bateraiLi-ion 3.075 mAh
Dimensi/bobot15,45 x 7,6 x 0,74 cm/160 gr
Sistem operasiAndroid 5.1 Lollipop (ColorOS v3.0)
Situswww.oppo.com
Garansi1 tahun
HargaRp3.799.000

Smartphone kini bukan saja merupakan alat komunikasi, melainkan juga merupakan perangkat hiburan, alat kerja, bahkan alat permainan. Nah untuk membantu para pengguna smartphone dan komputer tablet menikmati permainan dalam perangkatnya secara maksimal, produk ini pun dihadirkan.

Merupakan sebuah gamepad berbasis Bluetooth, produk ini akan bisa dipasangkan dengan aneka smartphone atau komputer tablet via koneksi Bluetooth. Perangkat ini memiliki joystick dan empat buah tombol layaknya gamepad pada umumnya.

Produk ini mengunggulkan kemampuan pengoperasian dengan satu tangan sehingga sangat cocok dipakai saat pengguna memakai cardboard virtual reality seperti Google Cardboard atau VR Box. Selain bisa dipakai untuk memainkan aneka game, produk ini juga bisa dipakai sebagai mouse pada komputer dan laptop, serta sebagai pengontrol media saat memutar musik.

Produk ini sendiri memiliki dimensi 118 x 33 x 42 mm sehingga bisa dikemas dengan mudah dan dibawa ke mana saja tanpa merepotkan penggunanya. Produk ini juga ditenagai oleh dua buah baterai AAA baik yang bisa diisi ulang maupun yang bukan sehingga mudah diganti saat diperlukan.

Informasi:
Harga: Rp27.900
Kontak: JakartaNotebook, (021) 5698 5511

Audience members use virtual reality headsets to experience a series of travel, work and play situations as Brian Krzanich, Intel chief executive officers, speaks at a company news conference on Wednesday, Jan. 4, 2017, in Las Vegas. Intel Corporation presents new technology at the 2017 International Consumer Electronics Show. The event runs from Jan. 5 to Jan. 8, 2017, in Las Vegas. (CREDIT: Walden Kirsch/Intel Corporation)

Perusahaan riset IDC memprediksi pertumbuhan perangkat virtual reality (VR) akan mencapai tiga kali lipat pada tahun ini karena pabrikan elektronik agresif meluncurkan produk dan layanan terbaru berbasis VR.

Pada kuartal pertama tahun ini, perusahaan elektronik mengirimkan perangkat Tracker berbasis VR dan Augmented Reality (AR) sebanyak 2.3 juta dengan dominasi headset VR sebanyak 98 persen.

Banyak produk-produk VR di pasar membuat pertumbuhan perangkat itu sangat cepat dan pelanggan memiliki banyak pilihan dan sadar akan potensi pasar perangkat headset VR tersebut.

Tentunya, pertumbuhan industri VR memiliki tantangan tersendiri. Karena itu, industri harus mengedukasi pelanggan terhadap potensi headset VR.

“Pasar headset VR masih muda dan pelanggan mulai tertarik dengan perangkat VR,” kata Jitesh Ubrani (Senior Research Analyst IDC’s Mobile Device Trackers) seperti dikutip IT Pro.

“Tantangan terbesar industri VR adalah miskinnya konten VR yang tersedia di pasar,” ujarnya.

Headset VR yang paling laris pada kuartal pertama tahun adalah Samsung Gear VR yang berkolaborasi dengan Oculus, disusul Sony dengan Playstation VR, HTC’s Vive dan Facebook Oculus Rift.

Meskipun pengiriman perangkat headset AR naik 77 persen setiap tahunnya, pasar headset AR masih kecil jika dibanding VR. IDC melihat teknologi AR masih baru dan pengguna lebih memilih menggunakan smartphone untuk merasakan konten-konten AR.

“Pasar AR masih sangat baru. Kami mengharapkan pelanggan merasakan kesan pertama AR melalui kamera dan layar perangkat mobile mereka seperti smartphone dan tablet,” kata Tom Mainelli (Vice President of Devices and AR/VR at IDC).

Kabar gembira untuk para pehobi dan pencinta konten live streaming. Pasalnya vendor smartphone asal Taiwan, Asus baru saja menelurkan seri terbarunya yang mengunggulkan fitur live streaming.

Hal ini dimungkinkan karena ZenFone Live ZB501KL mengusung fitur BeautyLive. Teknologi ini bekerjanya layaknya fitur beautification pada wajah saat hendak melakukan swafoto atau selfie. Jika biasanya fitur beautification akan membuat wajah pengguna tampak cerah saat foto, maka di ZenFone Live, fitur tersebut juga akan bekerja di sepanjang video atau live streaming berlangsung.

Bersamaan dengan peluncuran ZenFone Live, Asus juga memperkenalkan dua brand ambassador terbarunya, yakni Sheryl Sheinafia dan Tatjana Saphira.

“Siapapun itu, apakah dia selebritis atau bukan, terkenal atau tidak, bahkan berparas menarik atau biasa saja, semua bisa mem-framing dirinya dengan sebuah benda kecil bernama smartphone, kemudian berbagai kisah secara real time melalui live streaming,” ucap Galip Fu (Country Marketing Manager, ASUS Indonesia).

Galip menyebutkan, fitur BeautyLive ini tidak hanya sekedar membuat paras semakin menarik, namun juga memudahkan pembuat konten untuk melakukan streaming hanya dengan sekali klik. Cara kerja fitur ini yaitu dengan mengombinasikan algoritma software yang pintar dan akselerasi hardware untuk secara otomatis memuluskan kulit dan menghapus noda. Selanjutnya fitur ini akan mengintegrasikan hasilnya dengan Facebook, Instagram, YouTube, dan hampir 30 layanan live-streaming populer lainnya.

“Intinya, dengan ZenFone Live, pengguna dapat mengatur dan menyiarkan penampilan sempurna mereka sepanjang sesi live-streaming kepada seluruh pemirsa mereka,” seru Galip.

Asus ZenFone Live membekal kamera belakang 13MP dengan aperture f/2.0 serta five-prism lens. Sama seperti jajaran smartphone Asus ZenFone lainnya, ZenFone Live juga menggunakan teknologi low-light yang tersedia pada ASUS PixelMaster Camera. Teknologi low-light tersebut mampu meningkatkan sensitivitas cahaya, mereduksi noise dan meningkatkan kontras warna hingga 400 persen.

Untuk melengkapi modus pemotretan, Asus ZenFone Live juga memiliki 12 mode yang dapat dipilih. Selain real-time Beautification, yang merupakan fitur andalan ZenFone Live, tersedia pula modus Low Light untuk memotret di tempat redup, Super Resolution untuk menangkap foto resolusi lebih tinggi, dan modus-modus lainnya.

Panel display smartphone ini memiliki bentang layar 5 inci dan memiliki resolusi HD (1280 x 720) serta punya bezel yang tipis yakni 2,36mm. Screen to body ratio-nya atau luas keseluruhan permukaan layar yang terpakai mencapai 75 persen. Artinya, pengguna akan dibuat nyaman dengan luas layarnya yang cukup besar. Bagian pinggirnya dilengkapi dengan fitur 2,5D sehingga berbentuk agak melengkung. Tampilan ini menimbulkan kesan yang premium pada perangkat tersebut.

Untuk jeroannya, ASUS menyematkan prosesor Qualcomm Snapdragon quad core berkecepatan 1,4GHz. Komponen kartu grafis pada SoC (System on Chip) Adreno 305. Untuk memori penyimpanan internal tersedia opsi sebesar 16GB dan 32GB. Sementara RAM-nya tersedia sebesar 2GB. Zenfone Live memiliki baterai sebesar 2.650mAh. Baterainya sendiri dapat bertahan hingga 471 jam untuk waktu talk time.

Selain itu, demi mendukung aktivitas live-streaming secara mulus, Asus ZenFone Live juga mendukung konektivitas data 4G LTE kepada kedua slot SIM yang disediakan. Namun hanya satu kartu SIM yang dapat aktif di jaringan 4G di satu waktu. Agar optimal, tambah Galip, akses Internet yang perlu didapat oleh pengguna saat melakukan live streaming dengan BeautyLive adalah di atas 1,5Mbps. Asus membanderol ZenFone Live seharga Rp1.799.000.

TERBARU

Melalui Ajang RSA Conference 2017 Asia Pacific & Japan, Super Micro Computer ikut ambil bagian sekaligus memperkenalkan beberapa produk terbarunya.