Tags Posts tagged with "Smartphone"

Smartphone

Edy Kusuma, Brand Manager PT Vivo Mobile Indonesia.

Setelah meluncurkan seri V7Plus akhir September lalu, Vivo tancap gas dengan menghadirkan Vivo V7. Bisa dibilang Vivo V7 merupakan versi murah dari Vivo V7Plus yang telah hadir lebih dulu di tanah air. Dari sisi spesifikasi, secara umum memiliki perbedaan dari sisi

Sebagai daya tarik utama, Vivo V7 hadir dengan 3 fitur unggulan yaitu desain smartphone berkonsep FullView Display, kamera depan dengan standar resolusi tertinggi 24MP, serta fitur pemindai wajah Face Access.

Konsep FullView Display yang hadir dengan desain layar penuh dan minim bezel akan membuat layar berukuran 5,7 inci tetap terasa nyaman digenggam. Dengan bodi smartphone yang dirancang lebih ramping dan lengkung, membuat Vivo V7 terasa seperti smartphone berlayar 5.2 inci.

Kamera depan beresolusi 24 MP tertinggi di dunia yang pertama kali diperkenalkan oleh Vivo pada V7+ juga siap menemani para pengguna V7. Ini akan menjadi senjata andalan bagi konsumen yang hobi selfie guna mendapatkan hasil foto yang lebih jernih, tajam, dan natural sesuai kontras dan warna aslinya. Kemampuan kamera depan Vivo V7 juga semakin lengkap dengan kamera belakang beresolusi 16MP yang mampu menghasilkan gambar Ultra HD setara 64 MP saat mengaktifkan HDR mode.

Terdapat pula fitur Face Beauty 7.0 pada kamera yang dilengkapi dengan Smart Beauty untuk pengaturan pencahayaan otomatis serta mengidentifikasi gender agar hasil foto semakin natural, serta fitur Potrait Mode terbaru yang akan diluncurkan bersamaan dengan V7 untuk hasil gambar bokeh yang fokus dan jernih.

Vivo V7 juga membenamkan fitur keamanan canggih Face Access yang memindai beberapa titik biologis wajah wajah pengguna yang telah terdaftar dalam waktu sekian detik untuk membuka smartphone. Face Access juga didukung dengan fitur Raise to Wake yang membuat pengguna semakin mudah dan nyaman mengakses smartphone tanpa perlu menekan tombol.

Dibanderol dengan harga Rp3.799.000, Vivo V7 tersedia dalam dua pilihan warna yaitu Black Matte dan Gold.

Dihadirkan khusus bagi pecinta karakter superhero besutan DC Comics, Haier Mobile meluncurkan smartphone edisi khusus dengan tema film Justice League. Menggandengan PT Datascrip sebagai distributor resmi, peluncuran ini memang sengaja berbarengan dengan momen tayangnya film layar lebar tersebut di bioskop-bioskop di tanah air.

“Hadirnya kedua smartphone ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan komunikasi bagi masyarakat Indonesia, melainkan juga sebagai collectable items untuk para penggemar DC Comics dan JUSTICE LEAGUE,” ujar Bobby Ivan – Division Manager, PT Datascrip.

Haier menggunakan smartphone seri Haier G7 dan Haier L7 yang memiliki desain yang disesuaikan dengan karakter superhero maupun film tersebut. Ada enam tipe seri G7 edisi khusus Justice League, yaitu Superman, Batman, Wonder Woman, Aquaman, Cyborg dan The Flash. Sedangkan pada seri L7, di bagian belakangnya terdapat tampilan khas bernuansa Justice League dengan warna hitam yang menegaskan kesan tangguh.

Spesifikasi sama, desain beda
Haier edisi khusus Justice League ini memiliki spesifikasi yang sama dengan versi original dari Haier G7 dan Haier L7. Bedanya, kedua smartphone tersebut memiliki desain cover yang disesuaikan dengan karakter superhero maupun film tersebut. Sejauh ini Haier memang baru meluncurkan dua seri smartphone tersebut untuk pasar Indonesia.

Haier G7 memiliki layar berukuran 5 inci yang dilengkapi dengan teknologi High Definition (HD) guna memberikan pengalaman visual menarik dan nyaman di mata. Dukung jaringan LTE dengan prosesor 64-bit quad core, smartphone ini telah membenamkan baterai berkapasitas 2200 mAh serta memori internal sebesar 16 GB yang dapat ditambah dengan menggunakan memori eksternal. Pengoperasian smartphone ini semakin optimal dengan hadirnya sistem operasi Android 6.0 Marshmallow dengan memori RAM 2 GB.

Sedangkan Haier L7 didukung dengan tampilan layar yang lebar 5.5 inci yang dilengkapi sistem operasi Android Nougat 7.1 terbaru dan memori RAM 3GB. Kehadiran prosesor 64-bit Octa-Core ARM Cortex A53, dan chipset Qualcomm Snapdragon 430 yang dibenamkan ke dalam seri ini, menunjang kemampuan maksimal dari smartphone ini agar dapat digunakan untuk aktivitas multitasking sehari-hari. Seri L7 juga sudah mendukung jaringan 4G yang didukung dengan kapasitas baterai yang besar dan fitur Super Fast Charging 3.0 sehingga waktu mengisi baterai terasa lebih singkat.

Tidak hanya itu, Haier Mobile juga menawarkan layanan purna jual yang menarik. Jika rata-rata kompetitor hanya memberikan masa garansi selama 1 tahun, maka Haier memberikan hingga 18 bulan sejak pembelian dan tidak dikenakan biaya apapun apabila ada kerusakan pabrikan. Bahkan Haier memberikan komitmen “same day service”, yaitu servis diselesaikan pada hari yang sama, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Memiliki 16 service center yang tersebar di seluruh Indonesia, Haier Mobile juga juga bekerja sama dengan Datascrip Service Center yang tersebar di 13 cabang di berbagai daerah.

Haier G7 Justice League ditawarkan dengan harga Rp1.499.000, sedangkan Haier L7 Justice League dengan harga Rp2.449.000. Keduanya bisa didapat melalui online shop, seperti Datascrip.co.id, Shopee, Blibli, Dinomarket, Elevania, Lazada, dan JD.ID.

Setelah sebelumnya merilis smartphone dengan nama yang sama, kini Asus kembali menghadirkan Asus Zenfone 3 Max. Namun jika sebelumnya memakai seri ZC550TL, versi terbaru ini menggunakan seri ZC553KL. Apa bedanya?

Ternyata banyak perbedaan yang hadir. Di antaranya ukuran dan resolusi layar, penggunaan SoC, dan kamera. Pada seri Max ini, baterai yang digunakannya ternyata sedikit lebih kecil sekitar 30 mAh dibanding ZC550TL. Selain itu, spesifikasi yang digunakan ZC553KL sedikit lebih baik.

Karena seri ini menggunggulkan kemampuan baterai, meski kapasitas baterainya sedikit lebih kecil, daya tahan baterai ZC553KL diklaim lebih tangguh. Ini dikarenakan manajemen daya yang dimiliki Snapdragon 430 yang lebih efisien dibanding SoC sebelumnya yaitu MediaTek MT6737M.

Menariknya, baterai 4.100 mAh pada ZenFone 3 Max dapat digunakan juga sebagai “power bank” untuk mengisi daya smartphone lain. Anda tinggal menghubungkan perangkat tersebut menggunakan kabel OTG yang sudah tersedia pada paketnya. Jika kapasitas baterai Zenfone 3 Max sudah mencapai tiga puluh persen, secara otomatis proses pengisian daya akan terhenti.

Guna melihat ketangguhannya, kami menguji menggunakan PCMark for Android yang mensimulasikan pengunaan aplikasi umum yang dijalankan sampai energi baterai menipis. Hasilnya, baterai mampu bertahan sampai 7 jam 44 menit. Tidak hanya itu. Kami pun mencoba menjalankan aktivitas keseharian dengan kondisi mobile data diaktifkan. Hasilnya, baterainya mampu bertahan mulai dari jam sembilan pagi sampai sore hari.

Tidak hanya baterai, banyak daya tarik yang dihadirkannya. Seri ini terlihat lebih dinamis dan menarik dengan desain unibody yang memiliki finishing metal. Rasio screen to body sekitar 72% membuat layarnya terlihat lapang. Tidak ketinggalan, dukungan resolusi full HD serta desain 2.5D menjadi andalan smartphone kelas menengah ini.

Bersenjatakan SoC Snapdragon 430, smartphone ini memang menawarkan kinerja yang sudah cukup untuk menjalankan beragam aplikasi yang ada di Play Store. Dikombinasikan dengan memori utama berkapasitas tiga gigabyte, sistem berjalan lancar. Dengan user interface ZenUI, pergerakan menu cukup lancar dan ringan saat digunakan.

Dalam hal kamera, Zenfone 3 Max masih mengandalkan teknologi PixelMaster. Terdapat beberapa fitur kamera yang dapat Anda manfaatkan, mulai dari Auto, Manual, HDR Pro, Beautification, Super Resolution, Low Light, QR code, Night, Effect, Selfie, Panorama, dan Time Lapse. Sementara untuk merekam video, Anda bisa merekam video berformat full HD 1.920 x 1.080 pixel dengan 30 frame per detik. Saat merekam dengan kamera belakang, Anda diberi pilihan untuk bisa mengaktifkan image stabilizer untuk mengurangi guncangan.

Sensor Sidik Jari
Sensor sidik jari ini mampu menyimpan dan mengenali sampai lima sidik jari berbeda.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sensor Laser
Di atas sensor sidik jari terdapat modul kamera yang diapit oleh sensor laser dan dual tone LED flash.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengaturan Kamera
Kamera menggunakan UI PixelMaster 3.0 yang menyediakan pengaturan seperti Auto, Manual, HDR Pro, Beautification, Super Resolution, Low Light, QR code, Night, Effect, Selfie, Panorama, dan Time Lapse.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Selot Hibrida
Smartphone ini mendukung dua jenis kartu yaitu micro dan nano. Selain itu, selot kedua bisa digunakan bergantian dengan kartu micro-SD.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hasil Uji
Pengujian menggunakan AnTuTu serta PCMark menunjukkan kinerja yang baik untuk sebuah smartphone bersenjatakan Snapdragon 430.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hasil uji

PengujianAsus Zenfone 3 Max (ZC553KL)
AnTuTu Benchmark 6.2.042753
PCMark – Work Performance4864
3Dmark - Ice Storm9059
3Dmark - Ice Storm Extreme5570
3Dmark - Ice Storm Unlimited9498
GeekBench 4 - Single Core637
GeekBench 4 - Multi Core1797

PLUS: Desain keren, kapasitas baterai besar, ada fitur fingerprint, kamera bagus, bisa berfungsi sebagai power bank.

MINUS: Tanpa fast charging, tanpa Wi-Fi ac.

SpesifikasiAsus Zenfone 3 Max
ProsesorQualcomm MSM8937 Snapdragon 430 (octa core Cortex-A53 sampai 1,4 GHz)
RAM3 GB
Chip grafisAdreno 505
Kapasitas simpan internal32 GB
Selot SIMDual SIM (micro dan nano yang hibrida)
Jaringan selulerGSM/HSPA/LTE
Dukungan koneksiWi-Fi 802.11b/g/n, Wi-Fi Direct, hotspot, Bluetooth 4.1, GPS, A-GPS, GLONASS, BDS, radio FM, jack audio 3,5 mm, micro-USB, USB OTG
KameraBelakang: 16 MP, f/2.0, laser autofocus, dual LED flash, video 1080p /Depan: 8 MP, f/2.2, video 1080p
Layar5,5ʺ IPS LCD 1.920 x 1.080 pixel @ 401 ppi, oleophobic coating
Kapasitas bateraiLi-ion 4.100 mAh
Dimensi/bobot15,14 x 7,62 x 0,83 cm/175 gr
Sistem operasiAndroid 6.0.1 Marshmallow (ASUS ZenUI 3.0)
KelengkapanBundling Telkomsel, adapter, kabel OTG, kabel data USB, SIM ejector, buku manual, kartu garansi
Situswww.asus.com/id
Garansi1 tahun
HargaRp3.099.000

Ilustrasi WhatsApp Palsu

Tidak semua aplikasi yang beredar di toko aplikasi Google Play Store aman dari serangan malware. Bahkan, Google sedang membersihkan aplikasi WhatsApp palsu yang telah diinstal lebih dari 1 juta pengguna Android.

Tentunya, Google langsung menarik aplikasi WhatsApp palsu dari smartphone pengguna yang sudah terlanjur mengunduhnya. Google juga menghapus aplikasi WhatsApp palsu itu dan memblokir pengembang yang menyebarkan aplikasi WhatsApp palsu tersebut.

Awalnya, Google tidak menyadari keberadaan aplikasi “Update WhatsApp Messenger” karena aplikasi palsu itu menggunakan logo yang persis dengan logo WhatsApp yang asli dan memanfaatkan unicode bernama “White Space”.

Dampaknya, para pengguna yang tidak sengaja meng-install WhatsApp palsu tadi, maka smartphone Anda akan menjadi “wadah” bagi iklan yang akan ditampilkan untuk aplikasi lainnya.

Selain itu, aplikasi palsu itu juga bisa mencuri data-data penting yang tersimpan pada smartphone korbannya seperti dikutip Digital Trends.

Kejadian beredarnya aplikasi palsu itu sebelumnya memang sudah terjadi berkali-kali. Bahkan, ada 10 juta pengguna Android yang tidak sengaja mengunduh aplikasi Facebook Messenger palsu.

Insiden itu sekali lagi menandai kegagalan Google menemukan penipuan di platform mereka.

Paten Smartphone Oppo Lipat

Saat ini desain smartphone bezel-less tanpa bingkai sedang populer karena menawarkan desain yang unik dan keren. Tentunya, inovasi smartphone tidak berhenti sampai disitu.

Pabrikan smartphone sedang mengembangkan smartphone layar lipat atau fleksibel seperti Samsung, Huawei dan ZTE. Tidak mau kalah, Oppo pun sedang mengembangkan smartphone layar lipat.

Anehnya, smartphone layar lipat Oppo sekitar 25 persen – 35 persen dari layar secara keseluruhan. Hal itu memungkinkan satu kamera berfungsi sebagai kamera depan atau kamera belakang, mirip seperti Oppo N1 yang punya satu kamera putar yang bisa jadi kamera depan atau kamera belakang.

Namun, desain itu masih sebatas prototipe karena banyak perusahaan yang telah mematenkan idenya malah tidak menggunakan paten tersebut pada produk yang mereka jual seperti dikutip Phone Arena.

Selain Oppo, ZTE juga memiliki smartphone Axon M yang merupakan smartphone lipat dengan layar ganda. Jadi bukan layarnya yang bisa dilipat, melainkan menggabungkan dua layar yang dipisahkan engsel di tengahnya.

Vendor lainnya seperti Gionee juga telah meluncurkan smartphone dengan modul kamera yang mampu berputar pada seri Elife E7 Mini.

Ajang pameran tahunan Indocomtech kembali digelar. Selain menjadi ajang pameran dan penjualan perangkat komputasi mobile, Indocomtech juga menjadi ajang terbesar bagi para produsen yang bergerak di industri telekomunikasi. Tak ketinggalan, ASUS juga ikut berpartisipasi dalam ajang tahunan terakbar di tiap penghujung tahun tersebut.

“Pada Indocomtech 2017 ini, ASUS fokus pada lini produk ASUS ZenFone 4 series yang baru saja kita hadirkan resmi ke pasaran Indonesia,” sebut Galip Fu (Country Marketing Manager ASUS Indonesia).

“Selama Indocomtech 2017, pengunjung yang tertarik untuk memiliki ASUS ZenFone 4 Selfie ataupun ZenFone 4 Selfie Pro akan mendapatkan satu paket Gong Yoo gimmick box,” tambah Galip. ASUS pun menawarkan kemudahan bagi pengguna dengan menyediakan program cicilan 0% selama 6 bulan tanpa menggunakan kartu kredit.

Di ajang pameran yang berlangsung pada 1-5 November 2017 tersebut, pengguna yang ingin memanfaatkan cicilan 0% ini tinggal mendatangi booth ASUS, melakukan pembayaran Down Payment sebesar 20% dari harga unit lalu membayar biaya administrasi sebesar Rp200.000. “Setelah itu, pengguna bisa langsung membawa pulang ASUS ZenFone 4 Selfie ataupun ZenFone 4 Selfie Pro dan melakukan pembayaran cicilan tanpa bunga selama 6 bulan ke depan yakni Rp466.633 per bulan atau Rp666.553 per bulan,” pungkas Galip.

Untuk harga resmi ASUS ZenFone 4 Selfie dan Selfie Pro sendiri dibanderol Rp3.499.000 dan Rp4.999.000. Sedangkan ZenFone 4 Max dan Max Pro dibanderol Rp2.299.000 dan Rp2.999.000 lengkap dengan garansi resmi selama 1 tahun.

Denny Galant (Head of Product Marketing, IT & Mobile, PT. Samsung Electronics Indonesia) dan Irfan Rinaldi (Product Marketing Manager Samsung Electronic Indonesia)

Setelah sebelumnya menghadirkan seri J7 Pro, Samsung kembali memperbarui jajaran seri tersebut melalui smartphone Samsung Galaxy J7+. Bidik pengguna muda generasi milenial, fitur yang disematkannya sengaja dihadirkan untuk menunjang kebutuhan mereka yang banyak aktivitas di berbagai media sosial. Apa yang membedakannya dengan seri J7 sebelumnya?

Secara umum, perbedaan dengan Samsung Galaxy J7 Pro, diantaranya penggunaan prosesor MTK P25 serta kemampuan dan fitur kamera yang ditingkatkan. Kamera utama memiliki fitur dual lensa dan kemampuan untuk membuat efek bokeh secara instan untuk hasil foto yang lebih professional. Dual lensa tersebut masing-masing memiliki resolusi 13 MP dan 5 MP.

Sedangkan resolusi kamera depannya juga diperbesar menjadi 16 MP. Dua kamera ini pun telah memiliki pencahayaan berupa lampu kilat untuk hasil foto sempurna. Seri J7 + juga telah dibenamkan fitur Dual Messenger sehingga pengguna dapat memisahkan komunikasi profesional dan personal dalam kegiatan sosial mereka sehari-hari.

“Kehadiran Samsung Galaxy J7+ merupakan sebuah jawaban dari kebutuhan konsumen muda Indonesia yang tidak hanya dapat membantu untuk terkoneksi satu dengan lainnya, namun juga menyediakan fitur-fitur terdepan untuk bisa tetap relevan dengan gaya hidup masa kini. Dengan fitur-fitur tersebut, kami percaya bahwa Samsung Galaxy J7+ akan memperkaya pengalaman gaya hidup konsumen millennial setiap harinya,” kata De

Hadir dengan desain stylish dan bahan full metal dilengkapi Corning Gorilla Glass 3, fitur unggulan lainnya masih mirip dengan seri J7 Pro seperti fitur SignalMax yang membantu kelancaran berselancar di dunia digital, serta menonton dan mem-posting konten di media sosial.

Samsung Galaxy J7+ hadir dalam dua warna yaitu Black dan Gold dan dapat dijumpai di gerai-gerai Samsung terdekat, dengan harga Rp4.999.000.

Bersamaan dengan peluncuran Asus ZenFone 4 Selfie pada minggu lalu, Asus pun merilis ZenFone 4 Max yang memiliki kemampuan seperti powerbank.

Tidak seperti varian sebelumnya yang lebih dulu hadir yakni Asus ZenFone 4 Max Pro, varian ini ditujukan untuk pengguna yang membutuhkan smartphone dengan kemampuan baterai yang sangat baik, namun dibanderol dengan harga terjangkau.

Asus ZenFone 4 Max hadir dengan baterai berkapasitas besar, yakni baterai non removable lithiumpolymer berukuran 4.100mAh. Dengan baterai tersebut, smartphone dapat bertahan hingga 37 hari non stop saat standby di jaringan 4G, digunakan untuk voice call di jaringan 3G secara terus menerus selama 31 jam, memutar musik hingga 101 jam, ataupun 21 jam non stop menjelajah web via Wi-Fi.

“Kapasitas baterainya yang besar, yakni 4.100mAh dengan power management yang canggih dan sistem kamera ganda membuatnya siap sedia setiap kali dibutuhkan, sekaligus mengabadikan momen yang menarik yang Anda temukan,” jelas Benjamin Yeh (Regional Director ASUS South East Asia).

Agar baterainya tetap aman, ada 12 teknologi pengamanan yang disediakan. Ada pula beberapa setting optimalisasi agar baterai ZenFone 4 Max ini bisa bekerja maksimal dan memiliki daya tahan hingga 2 kali lebih baik dibandingkan dengan smartphone pada umumnya sebelum ia mulai usang.

Adanya fitur Double Battery Lifespan, smartphone bisa diisi ulang hingga 500 kali (dalam kondisi temperatur 25oC) tanpa baterai mengalami penurunan kemampuan menyimpan energi.

Tak hanya itu, kapasitas baterainya yang sangat besar, Asus ZenFone 4 Max juga bisa berfungsi sebagai powerbank untuk mengisi ulang perangkat lain. Menggunakan kabel USB On The Go (OTG) yang disediakan, smartphone dapat memasok daya 5V dengan arus hingga 1,1A untuk mengisi ulang gawai lain yang terhubung.

Berikut ini spesifikasi teknis Asus ZenFone 4 Max secara lengkap:

ModelZenFone 4 Max (ZC520KL)
Display, Resolution5.2-inch HD 1280 x 720 IPS display, Front 2.5D curved glass display, Bluelight filter for eye care, Capacitive touch with 10 points multi-touch
SoC ProcessorCPUQualcomm Snapdragon 425 64-bit Quad-core 1,4GHz Processor
GPUQualcomm Adreno 308
MemoryRAM / StorageLPDDR3 3GB / eMCP 32GB

microSD up to 256GB, Google Drive 100GB free (1 year)

Camera SystemRear

Camera 1 (main)

Resolution: 13MP

Sensor: Omnivision 13855 / 1.12μm pixel size

Aperture: f/2.0

Focal length / field of view: 26mm/80°

Rear

Camera 2 (wide-angle)

Resolution: 5MP

Sensor: Omnivision 5675 / 1.12μm pixel size

Aperture: f/2.2

Focal length / field of view: 12mm/120°

Front cameraResolution: 8MP

Sensor: Omnivision 8856 / 1.12μm pixel size

Aperture: f/2.2

Focal length / field of view: 24mm/85°

Camera featurePixelMaster 4.0 camera mode:
Auto mode with HDR Pro features / Pro mode / Beauty mode / Portrait / Super Resolution / Panorama / GIF Animation / Time Lapse / Slow Motion

SelfieMaster: Photo beautification / Video beautification / BeautyLive / Collage / Slideshow

WirelessWLAN 802.11 b/g/n, Bluetooth 4.2, Wi-Fi direct
SensorFront fingerprint sensor (0.3 seconds unlock, supports 5 fingerprints), Accelerator, E-Compass, Proximity sensor, Ambient light sensor, Indicator light
SIM card and SD slotTriple Slots: Dual SIM card + one MicroSD card

Slot 1: 2G/3G/4G Nano SIM Card, Slot 2: 2G/3G/4G Nano SIM Card

Both SIM card slots support 3G WCDMA / 4G LTE network band. But only one SIM card can connect to 4G LTE service at a time.

Slot 3: Supports up to 256GB MicroSD card

NetworkLTE Cat4: UL/DL 50/150Mbps

DC-HSPA+: UL/DL 5.76/42Mbps

FDD-LTE Band 1, 3, 5, 7, 8, 20, TD-LTE Band 40, WCDMA Band 1, 5, 8

GPSGPS, AGPS, GLONASS
OSAndroid 7.1.1 Nougat with new ASUS ZenUI 4.0
Battery4.100mAh capacity, ASUS PowerMaster technology, 2x longer battery lifespan, Power bank mode for 2x faster reverse charging (1A), Up to 37 days 4G standby, Up to 31 hours 3G talk time, Up to 101 hours music playback, Up to 21 hours Wi-Fi web browsing
Audio / MicrophoneLoud speaker, PMIC internal amplifier, Audio CODEC integrated into PMIC, Dual internal microphones with ASUS Noise Reduction Technology, FM radio
Size / Weight150.5 x 73.3 x 8.73mm / 156 grams
ColorDeepsea Black, Sunlight Gold, Rose Pink
PriceRp2.299.000

Jerry Shen (Chief Executive Officer ASUS, ketiga dari kiri) berfoto bersama sejumlah stakeholder ASUS saat peluncuran secara resmi ZenFone 4 Selfie Pro, ZenFone 4 Selfie, dan ZenFone 4 Max di Indonesia beberapa waktu lalu.

ASUS belum lama ini meluncurkan secara resmi dua smartphone bertema selfie barunya di Indonesia. Kedua smartphone itu adalah ASUS ZenFone 4 Selfie Pro dan ASUS ZenFone 4 Selfie. ASUS ZenFone 4 Selfie Pro dan ASUS ZenFone 4 Selfie ini ditujukan untuk yang gemar ber-seflie maupun wefie dengan dua kamera depannya.

“Berbagi telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Kita berbagai momen, kita berbagi memori, kita berbagi kebahagian, dan kita berbagi kasih. Kita membagikan semua yang kita lihat dan rasakan dengan orang yang sebenarnya. Foto adalah pusat dari semesta kita. Kita mencintai foto,” sebut Jerry Shen (Chief Executive Officer ASUS). “Setiap dari mereka (lini ASUS ZenFone 4 – Red) didesain dari awal untuk memberikan Anda pengalaman fotografi yang paling mencengangkan,” jelas Jerry Shen lagi.

ASUS ZenFone 4 Selfie Pro (ZD552KL) menggunakan sensor Sony IMX362 yang berresolusi dua belas megapixel untuk kamera depan pertamanya. Namun dengan teknologi DuoPixel, foto yang dihasilkan kamera pertama ini mencapai 24 MP berhubung memanfaatkan kedua photodiode yang tersedia pada setiap pixel-nya. Tujuan awal photodiode ganda ini sebenarnya untuk PDAF (Phase Detection Auto Focus). Kamera depan pertama tersebut memiliki field of view 83 derajat dan bukaan diafragma F/1,8.

Kamera depan yang kedua menggunakan sensor Omnivision 5670 dengan resolusi lima megapixel. Kamera kedua ini memiliki field of view 120 derajat sehingga cocok untuk wefie maupun selfie dengan latar belakang lebih luas. Adapun bukaan diafragmanya adalah f/2,2.

Sementara kamera utamanya, menggunakan sensor Sony IMX351 yang berresolusi enam belas megapixel. Kamera utama ini memiliki field of view 80 derajat dan bukaan diafragma f/2,2. Kamera utama ini mendukung pula perekaman video 3.840 x 2.160 pixel @ 30 fps seperti halnya kamera depan pertama.

ASUS ZenFone 4 Selfie Pro ditenagai oleh SoC Qualcomm Snapdragon 625 yang dilengkapi memori utama 4 GB, media simpan 64 GB (dukung micro-SD sampai 2 TB), layar AMOLED 5,5 inci dengan resolusi 1.920 x 1.080 pixel, aneka sensor seperti fingerprint, baterai 3.000 mAh, dan sistem operasi Android 7 Nougat dengan ZenUI 4.0.

ZenFone 4 Selfie Pro merupakan varian tertinggi dari ketiga seri smartphone yang diluncurkan ASUS kali ini. Ia menggunakan Qualcomm Snapdragon 625 plus layar AMOLED Full HD.

Adapun ASUS ZenFone 4 Selfie (ZD553KL) menggunakan sensor Omnivision 20880 dengan resolusi dua puluh megapixel untuk kamera depan pertamanya. Kamera ini memiliki bukaan diafragma f/2,0 dan field of view 69 derajat. Kamera depan keduanya sendiri memanfaatkan sensor Omnivision 8856 berresolusi 8 MP serta memiliki bukaan diafragma f/2,4 dan field of view 120 derajat.

Sementara kamera utamanya menggunakan sensor Omnivision 16880 dengan resolusi enam belas megapixel. Untuk field of view-nya sendiri sebesar 80 derajat dengan bukaan diafragma f/2,2.

Oh ya, dukungan perekaman video varian non-Pro ini pun berbeda dengan yang Pro. Varian ini mendukung perekaman video sampai 1.920 x 1.080 pixel @ 30 fps.

Tak hanya dari sisi kamera, ASUS ZenFone 4 Selfie juga ditenagai oleh SoC berbeda. ASUS ZenFone 4 Selfie ditenagai oleh SoC Qualcomm Snapdragon 430 yang dilengkapi memori utama 4 GB, media simpan 64 GB (dukung micro-SD sampai 2 TB), layar IPS 5,5 inci dengan resolusi 1.280 x 720 pixel, berbagai sensor seperti fingerprint, baterai 3.000 mAh, dan sistem operasi Android 7 Nougat dengan ZenUI 4.0.

Selain ASUS ZenFone 4 Selfie Pro dan ASUS ZenFone 4 Selfie, ASUS juga meluncurkan secara resmi ASUS ZenFone 4 Max pada kesempatan yang sama. ASUS ZenFone 4 Max (ZC520KL) berfokus pada daya tahan baterai. Varian ini diklaim memiliki sampai 37 hari waktu standby 4G, 31 jam waktu bicara 3G, 101 jam bila digunakan memutar musik, dan 21 jam menjelajahi web via Wi-Fi.

ASUS ZenFone 4 Max ditenagai oleh SoC Qualcomm Snapdragon 425 yang dilengkapi memori utama 3 GB, media simpan 32 GB (dukung micro-SD sampai 256 GB), kamera utama pertama 13 MP (80 derajat), kamera utama kedua 5 MP (120 derajat), kamera depan 8 MP (85 derajat), dan layar IPS 5,2 inci dengan resolusi 1.280 x 720 pixel, beberapa sensor seperti fingerprint, baterai 4.100 mAh, dan sistem operasi Android 7 Nougat dengan ZenUI 4.0.

ASUS ZenFone 4 Selfie Pro ditawarkan dengan harga Rp4.999.000, ASUS ZenFone 4 Selfie dengan harga Rp3.499.000, dan ASUS ZenFone 4 Max di harga Rp2.299.000.

 

Seiring kian maraknya penggunaan kamera, khususnya kamera smartphone, aktivitas memotret kini banyak dilakukan. Kegiatan memotret ini tentunya membutuhkan berbagai perkakas, mulai dari tongsis, lensa tambahan, sampai mikrofon sensitif yang dipasang di smartphone. Lalu bagaimana jika kita ingin merekam sebuah objek dengan cara menggeser kamera secara halus layaknya sutradara?

Untuk keperluan itulah perangkat ini hadir. Yelangu Dolly sebenarnya bisa dikatakan merupakan sebuah tripod. Hanya saja, alih-alih menggunakan tiang penyangga, produk ini menggunakan roda. Dengan menggunakan tiga roda, produk ini akan membuat kamera atau smartphone yang dipasang di atasnya bergerak mengikuti objek atau peristiwa yang direkam.

Produk ini bisa dipakai untuk iPhone, smartphone, dan kamera digital (misalnya DSLR). Ini karena bagian atasnya dilengkapi dengan wadah pemegang smartphone/kamera digital layaknya tongsis. Jika dipakai untuk kamera SLR, pengguna tinggal memasangnya pada mount yang tersedia. Untuk menggerakkan Yelangu Dolly, terdapat sebuah motor listrik kecil bertenaga satu baterai CR2. Posisi rodanya juga fleksibel sehingga bisa diatur untuk merekam dengan lintasan tertentu.

Informasi:
Harga: Rp647.200
Kontak: Jakartanotebook, (021) 5698 5511

TERBARU

Cisco menggandeng organisasi kepolisian internasional terbesar di dunia INTERPOL untuk berbagi intelijen ancaman atau threat intelligence