Tags Posts tagged with "sony"

sony

Ilustrasi Sony A7 R II

Sony adalah pemain lama di pasar elektronik smartphone. Sayangnya, Sony tidak bisa memanfaatkan momentum kehancuran Nokia dan BlackBerry yang kala itu menjadi penguasa pasar smartphone.

Saat ini Sony tidak berdaya menahan gempuran penjualan smartphone premium Apple dan Samsung. Di sisi entry level-nya, Sony pun tidak kuasa bersaing dengan smartphone murah buatan Tiongkok seperti Xiaomi.

Karena itu, Sony mengalihkan fokus bisnisnya dan menggarap industri kamera terutama pembuatan chip kamera yang canggih dan tangguh. Chip kamera Sony bisa digunakan untuk perangkat smartphone, video game, dan software.

Penjualan chip kamera Sony yang kuat mampu menggenjot nilai saham Sony sekitar 20 persen seperti dikutip Reuters.

Media Finansial Barron mengungkapkan Sony sudah kalah telah di pasar elektronik karena penjualan televisi, komputer pribadi (PC) dan smartphone sudah anjlok dalam beberapa tahun terakhir.

Pada Maret 2012, Sony merugi lebih dari USD9 miliar, sekitar setengah dari nilai pasar sahamnya pada saat itu. Karena itu, Sony melakukan restrukturisasi bisnis TV-nya dan menjual lini komputer Vaio pada 2014 serta mengurangi geliat penjualan di bisnis smartphone.

Strategi Bisnis itu cukup membuahkan hasil dan membuat Sony masih tetap bertahan hingga sekarang. “Saat ini bidang yang menjadi kekuatan Sony adalah game dan chip kamera,” kata Barron.

Sony telah menjual lebih dari 60 juta konsol PlayStation 4 sejak diluncurkan empat tahun lalu. Jumlah itu hampir dua kali lipat dari perkiraan penjualan unit konsol Microsoft Xbox One.

Sony juga telah meningkatkan layar TV-nya menjadi layar OLED dan 4K, menyusul perubahan tren pasar. Meskipun demikian, Sony tidak akan menghapus divisi smartphone dari perusahaannya.

Jerry Shen (Chief Executive Officer ASUS, ketiga dari kiri) berfoto bersama sejumlah stakeholder ASUS saat peluncuran secara resmi ZenFone 4 Selfie Pro, ZenFone 4 Selfie, dan ZenFone 4 Max di Indonesia beberapa waktu lalu.

ASUS belum lama ini meluncurkan secara resmi dua smartphone bertema selfie barunya di Indonesia. Kedua smartphone itu adalah ASUS ZenFone 4 Selfie Pro dan ASUS ZenFone 4 Selfie. ASUS ZenFone 4 Selfie Pro dan ASUS ZenFone 4 Selfie ini ditujukan untuk yang gemar ber-seflie maupun wefie dengan dua kamera depannya.

“Berbagi telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Kita berbagai momen, kita berbagi memori, kita berbagi kebahagian, dan kita berbagi kasih. Kita membagikan semua yang kita lihat dan rasakan dengan orang yang sebenarnya. Foto adalah pusat dari semesta kita. Kita mencintai foto,” sebut Jerry Shen (Chief Executive Officer ASUS). “Setiap dari mereka (lini ASUS ZenFone 4 – Red) didesain dari awal untuk memberikan Anda pengalaman fotografi yang paling mencengangkan,” jelas Jerry Shen lagi.

ASUS ZenFone 4 Selfie Pro (ZD552KL) menggunakan sensor Sony IMX362 yang berresolusi dua belas megapixel untuk kamera depan pertamanya. Namun dengan teknologi DuoPixel, foto yang dihasilkan kamera pertama ini mencapai 24 MP berhubung memanfaatkan kedua photodiode yang tersedia pada setiap pixel-nya. Tujuan awal photodiode ganda ini sebenarnya untuk PDAF (Phase Detection Auto Focus). Kamera depan pertama tersebut memiliki field of view 83 derajat dan bukaan diafragma F/1,8.

Kamera depan yang kedua menggunakan sensor Omnivision 5670 dengan resolusi lima megapixel. Kamera kedua ini memiliki field of view 120 derajat sehingga cocok untuk wefie maupun selfie dengan latar belakang lebih luas. Adapun bukaan diafragmanya adalah f/2,2.

Sementara kamera utamanya, menggunakan sensor Sony IMX351 yang berresolusi enam belas megapixel. Kamera utama ini memiliki field of view 80 derajat dan bukaan diafragma f/2,2. Kamera utama ini mendukung pula perekaman video 3.840 x 2.160 pixel @ 30 fps seperti halnya kamera depan pertama.

ASUS ZenFone 4 Selfie Pro ditenagai oleh SoC Qualcomm Snapdragon 625 yang dilengkapi memori utama 4 GB, media simpan 64 GB (dukung micro-SD sampai 2 TB), layar AMOLED 5,5 inci dengan resolusi 1.920 x 1.080 pixel, aneka sensor seperti fingerprint, baterai 3.000 mAh, dan sistem operasi Android 7 Nougat dengan ZenUI 4.0.

ZenFone 4 Selfie Pro merupakan varian tertinggi dari ketiga seri smartphone yang diluncurkan ASUS kali ini. Ia menggunakan Qualcomm Snapdragon 625 plus layar AMOLED Full HD.

Adapun ASUS ZenFone 4 Selfie (ZD553KL) menggunakan sensor Omnivision 20880 dengan resolusi dua puluh megapixel untuk kamera depan pertamanya. Kamera ini memiliki bukaan diafragma f/2,0 dan field of view 69 derajat. Kamera depan keduanya sendiri memanfaatkan sensor Omnivision 8856 berresolusi 8 MP serta memiliki bukaan diafragma f/2,4 dan field of view 120 derajat.

Sementara kamera utamanya menggunakan sensor Omnivision 16880 dengan resolusi enam belas megapixel. Untuk field of view-nya sendiri sebesar 80 derajat dengan bukaan diafragma f/2,2.

Oh ya, dukungan perekaman video varian non-Pro ini pun berbeda dengan yang Pro. Varian ini mendukung perekaman video sampai 1.920 x 1.080 pixel @ 30 fps.

Tak hanya dari sisi kamera, ASUS ZenFone 4 Selfie juga ditenagai oleh SoC berbeda. ASUS ZenFone 4 Selfie ditenagai oleh SoC Qualcomm Snapdragon 430 yang dilengkapi memori utama 4 GB, media simpan 64 GB (dukung micro-SD sampai 2 TB), layar IPS 5,5 inci dengan resolusi 1.280 x 720 pixel, berbagai sensor seperti fingerprint, baterai 3.000 mAh, dan sistem operasi Android 7 Nougat dengan ZenUI 4.0.

Selain ASUS ZenFone 4 Selfie Pro dan ASUS ZenFone 4 Selfie, ASUS juga meluncurkan secara resmi ASUS ZenFone 4 Max pada kesempatan yang sama. ASUS ZenFone 4 Max (ZC520KL) berfokus pada daya tahan baterai. Varian ini diklaim memiliki sampai 37 hari waktu standby 4G, 31 jam waktu bicara 3G, 101 jam bila digunakan memutar musik, dan 21 jam menjelajahi web via Wi-Fi.

ASUS ZenFone 4 Max ditenagai oleh SoC Qualcomm Snapdragon 425 yang dilengkapi memori utama 3 GB, media simpan 32 GB (dukung micro-SD sampai 256 GB), kamera utama pertama 13 MP (80 derajat), kamera utama kedua 5 MP (120 derajat), kamera depan 8 MP (85 derajat), dan layar IPS 5,2 inci dengan resolusi 1.280 x 720 pixel, beberapa sensor seperti fingerprint, baterai 4.100 mAh, dan sistem operasi Android 7 Nougat dengan ZenUI 4.0.

ASUS ZenFone 4 Selfie Pro ditawarkan dengan harga Rp4.999.000, ASUS ZenFone 4 Selfie dengan harga Rp3.499.000, dan ASUS ZenFone 4 Max di harga Rp2.299.000.

 

Sony meluncurkan kamera aksi terbarunya Sony RX0 yang akan menantang dominasi GoPro di pasar dalam ajang pameran teknologi IFA 2017, Berlin, Jerman.

Sony RX0 mengusung sensor kamera 1-inch Exmor RS CMOS 15,3 megapixel yang memiliki ISO maksimum 12.800. Sony RX0 menggunakan lensa fix Zeiss Tessar T* 24mm f/4 dan shutter speed mencapai 1/32000 yang dapat mengambil gambar 16 frames dalam satu detik.

RX0 sendiri memiliki dimensi 2,38 x 1,63 x 1,19 inci dan bobot sekitar 109 gram. Ukurannya sama dengan GoPro seri Hero seperti dikutip The Verge.

Hebatnya, Sony RX0 dapat bertahan di dalam air hingga kedalaman 10 meter dan dapat mengambil gambar di berbagai kondisi medan seperti hujan, salju, berpasir dan berdebu.

Selain itu, RX0 juga tahan terhadap guncangan hingga 2 meter dan mampu menahan beban hingga 440 pon atau sekitar 200 kilogram serta bisa jatuh dari ketinggian dua meter. Kamera aksi itu memiliki fitur slow-motion yang dapat mengambil gambar hingga 960 frame perdetik.

Selain menghasilkan foto yang luar biasa, Sony RX0 juga bisa mengambil video 1080p60 sampai 4K video. RX0 ini juga bisa membuat hasil multiple gambar secara
bersamaan dengan menggabungkan 15 kamera sekaligus.

Sony baru menjual kamera Sony RX0 pada Oktober dengan banderol 700 dolar atau sekitar Rp9,3 juta, nyaris dua kali lipat dari GoPro Hero5 Black yang dijual 399,99 dolar.

Sony meluncurkan “duet maut” smartphone terbarunya Sony Xperia XZ1 dan Sony XZ1 Compact dalam ajang pameran bergengsi IFA 2017 di Berlin, Jerman.

Kedua smartphone itu mengusung prosesor Qualcomm Snapdragon 835, RAM 4 GB, baterai 2.700 mAh, lapisan layar Gorilla Glass 5 dan sertifikasi IP68 sehingga tahan air dan debu.

Perbedaannya, Sony XZ1 menawarkan bentang layar full HD 5,2 inci dengan resolusi 1080p dan storage internal 64 GB. Sedangkan, XZ1 Compact menawarkan bentang layar 4,6 inci dengan resolusi 720p dan storage internal 32 GB.

Kedua smartphone itu mengusung kamera utama 19 megapixel yang dapat merekam gerakan super lambat video 720p di 960fps dan perekaman video 4K. Sayangnya, kamera utamanya tidak memiliki fitur OIS (optical image stabilzation).

Untuk kamera depannya, Xperia XZ1 menawarkan kamera selfie 13 megapixel sedangkan kamera depan XZ1 Compact hanya 8 megapixel seperti dikutip The Verge.

Kedua smartphone itu memiliki fitur unggulan yaitu aplikasi 3D Creator yang memungkinkan user melakukan scan 3D ke beragam obyek dan membagikannya ke media sosial atau aplikasi pesan instan. Aplikasi itu memiliki empat mode yaitu head scan, face scan, food scan dan freeform scan.

Sony menjamin kedua smartphone itu langsung mengusung sistem operasi terbaru Android Oreo.

Sony menjual Sony Xperia XZ1 senilai USD 700 atau sekitar Rp9,3 juta dan Xperia XZ1 Compact USD 600 atau sekitar Rp8 juta.

Smartphone Sony Bezel-Less

Saat ini desain smartphone yang mengusung layar tanpa bingkai alias bezel-less sedang nge-tren. Pengguna pun mulai menyukai smartphone bezel-less karena desainnya yang unik dan anti mainstream.

Beberapa vendor smartphone yang telah menjual smartphone bezel-less yaitu Samsung (Galaxy S8), LG (G6), Xiaomi (Mi Mix), dan Sharp (Aquos). Tak mau ketinggalan, Sony akan meluncurkan smartphone bezel-less pertama mereka dalam perhelatan IFA 2017 di Berlin, Jerman, akhir Agustus mendatang.

Sony akan memakai jenis layar bezel-less terbaru buatan Japan Display (JDI) di produk smartphone-nya. Selain Sony, Toshiba dan Hitachi juga telah menggunakan layar buatan JDI.

Smartphone Sony itu akan mengusung layar 6 inci dan resolusi QHD atau 2.560 x 1.400 pixel dengan aspek rasio 18:9. Uniknya, panel display JDI itu mampu dioperasikan dengan tangan basah sehingga cocok bagi ponsel anti-air seperti seri Xperia seperti dikutip Phone Arena.

Rasio tersebut menawarkan pengalaman menikmati konten lebih baik bagi pengguna yang gemar menyaksikan konten multimedia.

Sebagian besar smartphone masih menggunakan rasio aspek 16:9 standar, meski diprediksi akan berubah pada dua tahun mendatang, terutama pada unit high-end dan unggulan.

Saat ini Sony sedang mencari cara untuk menghadirkan ponsel dengan menggandeng operator di Amerika Serikat, dan mempersiapkan kampanye marketing yang baik.

Selain Sony, Sharp juga dikabarkan bakal merilis dua jenis ponsel bezel-less baru pada Juli 2017.

Kamera terbaru dari Sony, α9

Akhirnya, Sony Indonesia memperkenalkan kamera full-frame mirrorless terbarunya Sony A9 dan tiga lensa Sony G terbaru yang melengkapi jajaran lensa profesional di Indonesia.

Kamera yang mengadopsi sensor 35mm full frame itu merupakan penerus dari seri Alpha 7.

“Sony Alpha hadir dengan sensor full frame terbaru yang memungkinkan fotografer mengambil gambar dengan cepat dan tanpa suara. Ditambah 693 titik autofokus,” Kazuteru Makiyama (Presiden Direktur Sony Indonesia) dalam siaran persnya, Selasa.

Sony A9 memiliki desain bodi yang sangat mirip dengan A7 dan sensornya mampu mengambil video 4K yang merupakan hasil downsampling dari 6K. Kamera full-frame itu juga memiliki port ethernet, dua slot SD Card, dan baterai yang mampu bertahan lebih lama.

Hebatnya, Sony A9 mampu mengambil gambar di 20 fps sebanyak 241 file RAW atau 362 file JPEG sekaligus. Kemampuan Sony A9 itu mampu mengalahkan kemampuan kamera DSLR khusus untuk olahraga seperti Canon 1DX Mark II dan Nikon D5. Canon 1DX Mark II sendiri hanya mampu mengambil gambar di 14 fps.

Sony A9 juga memiliki shutter elektronik yang mampu memotret hingga 1/32000 detik dan teknologi 4D Focus, termasuk sistem AF 693 point.

Rahasia kecanggihan Sony A9 terletak pada sensor dan prosesor gambarnya. Sony A9 mengusung sensor CMOS full-frame beresolusi 24,2 megapixel dan prosesor gambar BIONZ X terbaru yang kemampuan kerjanya 20 kali lebih kencang dari kamera Sony A7. BIONZ X juga menghasilkan rentang ISO dari 100 sampai 51.200, dan dapat diperluas hingga 204.800.

Sony memastikan kehadiran Sony A9 tidak akan mematikan pasar kamera Sony A7 karena Sony A9 memiliki segmentasi pengguna yang berbeda. Jika A7 fokus ke resolusi gambar (A7R Series) dan tingkat sensitivitas sensor (A7S Series), A9 lebih fokus kepada kecepatan.

“Kamera ini tidak akan menjadi pesaing A7 karena A9 lebih mengutamakan kecepatan. Kamera (A9) ini tidak hanya untuk kalangan profesional, tetapi juga menyasar mereka yang hobi dengan fotografi,” ujarnya.

Sony baru akan menjual Sony A9 di Indonesia pada Juli-Agustus mendatang. Sayang, Sony Indonesia masih belum mau membocorkan harga kamera ini.

Sony akan meluncurkan perangkat virtual reality-nya yaitu PlayStation VR (PS VR), Oktober 2016.

Headset virtual reality (VR) mulai menunjukan taringnya di pasar, menyusul tingginya permintaan perangkat VR tersebut. Sony mengumumkan perangkat VR PlayStation telah terjual sebanyak 1 juta unit

“Salah satu faktor yang membuat PSVR sangat laku di pasar adalah harganya yang relatif terjangkau,” kata Atsushi Morita (Presiden Sony Interactive Entertaiment) seperti dilansir BBC.

Harga PSVR memang jauh lebih murah dibanding kompetitor lainnya seperti perangkat VR Oculus Rift, dan HTC Vive. Sony membanderol PSVR senilai US$399 atau sekitar Rp5,3 juta.

Sedangkan kompetitornya, Oculus Rift dibanderol Rp6,6 juta, itu pun belum termasuk controller senilai Rp1,3 juta. HTC Vive justru lebih mahal lagi dengan harga US$799 atau sekitar Rp10,6 juta.

Andrew House (Kepala Eksekutif Global Sony) mengatakan Sony menargetkan penjualan satu juta unit PSVR hingga pertengahan April 2017. Namun, angka penjualannya sudah mencapai 915 ribu unit pada Februari 2017.

“Angka ini di luar ekspektasi eksekutif Sony,” ujarnya.

Faktor kedua, penjualan PlayStation 4 dan PlayStation 4 Pro yang laris manis juga ikut mendongkrak penjualan PSVR. Saat ini pangsa pasar PS4 jauh lebih besar ketimbang rival utamanya Xbox One.

Faktor Ketiga, Sony juga rajin mengupdate konten game terbaru yang bisa dimainkan lewat VR. Salah satu game PSVR paling laris adalah Star Trek: Bridge Crew.

Meski demikian, penguasa pangsa pasar headset VR saat ini masih diduduki oleh Samsung dengan penjualan 5 juta unit Gear VR. Sementara itu, HTC Vive tertinggal di posisi ketiga dengan 420.000 unit dan Oculus Rift dengan 243.000 unit.

Meski lebih banyak terjual, Galaxy VR dan PlayStation VR jelas memiliki segmen yang beda. Sebagai pembanding, harga Galaxy VR hanya di kisaran Rp 1,5 juta, sementara PlayStation VR banderolnya mencapai Rp 6 jutaan.

Meski begitu Sony optimis penjualan PlayStation VR masih akan terus naik. Apalagi saat ini ada sebanyak 60 juta pemilik konsol PlayStation 4, sehingga potensinya masih sangat tinggi.

President Director of Sony Indonesia – Kazuteru Makiyama

Sony Indonesia menunjuk Kazuteru Makiyama sebagai Presiden Direktur yang baru dan akan menjalankan tugasnya sebagai Presiden Direktur mulai tanggal 1 April 2017, menggantikan Kikuo Okura.

Kazuteru Makiyama telah menjadi bagian dari Sony sejak 1998. Ia memulai karir luar negerinya di bidang sales dan marketing pada 2007 di Dubai. Kemudian ia mengambil tantangan baru di Arab Saudi sebagai kepala kantor perwakilan Sony Arab Saudi pada 2011.

“Saya sangat bersemangat dan tertarik untuk dapat memimpin Sony Indonesia. Indonesia merupakan penugasan luar negeri saya yang ke-empat dan kebetulan ke-empatnya adalah Negara-negara Muslim,” katanya dalam siaran persnya, Selasa.

Pada 2014, Makiyama menjabat Managing Director Sony di Eurasia (Turki). Selama masa tugasnya, Ia harus bekerja di lingkungan bisnis Turki yang sangat menantang dan fluktuatif.

“Telah menjadi ambisi saya untuk mengenal budaya baru dan bertemu dengan orang, teman dan tim baru. Saya sangat suka bekerja dan berbincang dengan tim lokal dan rekan-rekan, serta berbagi momen baru bersama,” ujarnya.

Makiyama mengatakan SONY memiliki kejutan WOW untuk semua, termasuk kamera Alpha terbaru, Televisi OLED baru, Headphone dengan fitur Noise Cancelling, PlayStation VR, dan masih banyak lagi.

“Tanpa mengerti dan beradaptasi pada keunikan sebuah budaya, kami tidak akan bisa membidik konsumen secara tepat di tempat dan waktu yang tepat,” ucapnya.

Sony memiliki misi untuk melakukan segala sesuatu agar produk WOW sesuai dengan apa yang diinginkan potensial.

“Saya sangat menantikan untuk dapat bertemu dengan banyak orang dan menjalin banyak hubungan pertemanan dan kerjasama baru, pungkas kata Kazuteru Makiyama.

Ilustrasi sensor Sony IMX 390

Mobil tanpa sopir menawarkan prospek bisnis menguntungkan dan pengalaman menarik bagi industri otomotif di masa depan. Karena itu, banyak pabrikan otomotif dan teknologi yang berkolaborasi untuk mewujudkan mimpi tersebut.

Berbeda dengan mobil konvensional, mobil tanpa sopir membutuh banyak sensor-sensor canggih termasuk sensor kamera untuk memindai lingkungan sekitar, melihat rambu lalu lintas dan terpenting memastikan keselamatan pengemudinya.

Biasanya, sensor kamera standar memiliki masalah flicker (efek kedipan) karena perbedaan interval scanning sensor dan nyala lampu, seperti yang terjadi apabila sebuah kamera diarahkan ke layar televisi.

Karena itu, Sony akan membuat sebuah sensor CCD terbaru IMX390 yang menawarkan teknologi anti-flicker pada sensor kamera tersebut. Hal itu membuat mobil tanpa sopir mampu menangkap gambar rambu-rambu yang mengeluarkan cahaya lampu LED.

Sensor kamera IMX390 itu memungkinkan sebuah mobil tanpa sopir untuk bisa “melihat” sekitarnya terutama rambu-rambu lalu lintas dengan lebih akurat.

Sensor kamera IMX390 juga sudah mengadopsi teknologi HDR (high-dynamic range) untuk memperluas tangkapan rentang total kamera dan membuat mobil tanpa sopir mampu melihat jalan saat kondisi kontras tinggi.

Hal itu merupakan inovasi terbaru dari Sony karena sensor kamera mobil tanpa mobil saat ini hanya menyediakan salah satu teknologi saja, HDR atau anti-flicker. Sony IMX390 menggabungkan kedua fitur itu dalam satu sensor seperti dikutip PC World.

Rencananya, Sony akan mulai mengapalkan sensor IMX390 pada Mei 2017.

Sony A9 1

Sony meluncurkan kamera mirrorless full-frame A9 yang memiliki kemampuan menjepret foto hingga 20 frame per detik (fps) tanpa blackout (jeda berwarna hitam), mengingat kamera akan mengalami blackout atau jeda yang menampilkan frame berwarna hitam untuk memotret secara beruntun (burst).

Hal itu berkat Sony A9 mengusung teknologi baru yang mencegah blackout. Dengan kecepatan continuous shooting 20 fps, Sony A9 mampu memotret kurang lebih hingga 241 foto berformat RAW secara terus menerus atau sekitar 362 foto berformat JPEG.

Sony A9 mengusung sensor CMOS 24,2 megapixel, silent shutter tanpa distorsi, high-speed tracking dengan perhitungan hingga 60 AF/AE perdetik dan autofocus hingga 693 titik atau 93 persen dari keseluruhan frame.

Di bagian belakang, ada sebuah stik yang memudahkan fotografer untuk mempermudah memilih titik fokus ini. Sony A9 mengusung electronic viewfinder (EVF) yang memiliki resolusi 3.686-dot dengan kecepatan gambar 120 fps seperti dikutip Peta Pixel.

Sony A9

Sony pun memasang 5-axis in body stabilization pada Sony A9 untuk menstabilkan gambar ketika memotret atau merekam video. Sony A9 sanggup merekam gambar dengan resolusi 4K.

Sony A9 memiliki port ethernet untuk memindahkan data dengan cepat, dua slot SD Card untuk memasukkan memori penyimpanan dan baterai yang mampu menjempret 480 foto dalam sekali pengisian.

Sony akan menjual seri A9 pada 25 Mei 2017 dengan banderol 4.500 dollar AS atau sekitar Rp60 juta.

TERBARU

Cisco menggandeng organisasi kepolisian internasional terbesar di dunia INTERPOL untuk berbagi intelijen ancaman atau threat intelligence