Tags Posts tagged with "storage"

storage

Western Digital Corp mengumumkan proses akuisisi aset dari Upthere, sebuah perusahaan layanan cloud yang menyimpan dan membagikan konten penting untuk para pelanggan.

Upthere menyediakan pengalaman perangkat penyimpanan terbaik karena didesain sebagai rumah bagi seluruh foto-foto, video, dokumen dan musik milik pengguna. Aplikasi Upthere merupakan platform agnostik dan tersedia untuk perangkat iPhone, iPad dan Android, serta macOS dan Windows.

Jim Welsh (Senior Vice President and General Manager of Client Solution Western Digital) mengatakan dukungan tim dan teknologi Upthere kepada unit bisnis Client Solution Western Digital akan menyempurnakan portofolio produk konsumer perusahaan tersebut dengan berbagai penawaran baru berbasis cloud.

“Upthere sedang berusaha menyelesaikan misinya untuk mentransformasi pasar perangkat penyimpanan personal, dan kami berfokus pada penyediaan pengalaman-pengalaman yang berharga dan diperkaya terhadap data-data para konsumen,” katanya dalam siaran persnya, Sabtu.

“Tim Upthere merasa antusias untuk bergabung dengan Western Digital yang telah membina hubungan dan komitmen sejak lama untuk mempercanggih pengalaman konsumen melalui solusi-solusi berbasis cloud.

Barbara Nelson akan memimpin bisnis Cloud Services dari Western Digital. Nelson baru bergabung dengan Western Digital setelah kiprahnya di IronKey, bisnis keamanan cloud, dimana ia berperan sebagai executive vice president dan general manager.

Ia memiliki rekam jejak entrepreneur yang mumpuni, setelah pernah menjabat sebagai chief executive officer pada dua perusahaan startup, dan telah memimpin dalam pertumbuhan bisnis-bisnis yang berasal dari konsep hingga menjadi bernilai lebih dari USD$100 juta pada empat peran sebelumnya.

Ilustrasi pita magnetik IBM.

IBM mencatat prestasi menakjubkan dalam teknologi penyimpanan data.

Baru-baru ini, mereka berhasil menyimpan data sebesar 330 terabyte ke dalam satu keping cartridge seukuran telapak tangan manusia atau sekitar 201 miliar bit per inci persegi. Jika dicontohkan, 330 terabyte data itu setara dengan 330 judul buku.

Pencapaian ini sekaligus menandai pecahnya rekor dunia sebelumnya yang juga dipegang IBM dengan penyimpanan 220 terabyte data atau sekitar 123 miliar bit per inci pada tahun 2015.

Seperti dilansir The Verge, cartridge ini dikembangkan bersama oleh IBM dan Sony Storage Media Solutions. Di dalamnya, terdapat pita magnetik yang dibuat dengan metode sputtered. Apabila dibandingkan dengan pita magnetik standar yang biasa dipakai pada tape drive komersial, pita magnetik sputtered ini mampu menyimpan data dengan kepadatan lebih dari 20 kali lipat.

Melalui penelitian ini, IBM membuktikan bahwa teknologi pita magnetik masih layak digunakan untuk menyimpan data, setidaknya hingga satu dekade ke depan.

“Pita biasanya digunakan untuk pengarsipan video, pencadangan (backup) data, replika data untuk keperluan pemulihan bencana, dan retensi informasi on-premise. Tetapi, industri juga sudah bergerak untuk menyimpan data dan aplikasi di cloud,” kata Evangelos Eleftheriou (Peneliti IBM).

“Biaya untuk membuat pita sputtered memang sedikit lebih mahal ketimbang pita komersial, tetapi potensi penyimpanan data dalam kapasitas sangat besar membuatnya lebih menarik secara cost per terabyte. Hal ini membuatnya lebih praktis untuk kegunaan penyimpanan data ‘dingin’ (data yang jarang diakses. red) di cloud,” papar Evangelos.

Pencapaian perkembangan teknologi pita magnetik IBM.

 

Lalu lintas transfer data di internet telah mencapai suatu angka yang cukup mencengangkan. Meskipun sulit diukur secara pasti, diperkirakan di tahun 2015 saja, lalu lintas transfer data melalui internet mencapai sekitar 50 ribu petabyte atau 50 juta terabyte. Belum lagi sumbangan lalu lintas transfer data melalui peranti mobile yang mencapai sekitar 3.600 petabyte.

Jika angka tersebut dijumlahkan dan dibagi jumlah pengguna internet pada tahun 2015 yang mencapai 3.207 juta/sekitar 3 miliar pengguna, akan didapat rata-rata transfer data per pengguna internet per tahun. Jumlahnya yaitu sekitar 0,017 terabyte atau 17 gigabyte/pengguna per tahun.

Itu artinya, setiap hari pengguna internet rata-rata melakukan transfer data sebesar 46,6 megabyte.

Di tahun 2016 pastilah terdapat peningkatan yang cukup signifikan mengingat penetrasi akses internet sudah jauh lebih luas.

Saat Disket Pernah Meraja

Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa betapa mudahnya proses transfer data melalui internet.

Namun, mereka yang baru beberapa tahun ini mengenal internet mungkin tak akan pernah mengerti “penderitaan” orang-orang pada saat internet baru mulai dikenal (khususnya saat hendak melakukan transfer atau distribusi data berukuran besar). “Kesusahan” orang-orang di saat itu bahkan lebih parah lagi saat penggunaan internet belum meluas seperti saat ini.

Saat internet belum tersedia atau saat sudah ada namun kecepatan aksesnya masih begitu lambat, proses transfer atau distribusi data yang disukai pengguna adalah menggunakan media disket (floppy disk).

Kapasitas disket sendiri relatif sangat terbatas. Disket yang umum beredar di pasaran maksimal hanya memiliki kapasitas 1,44 megabyte. Di zaman itu pun, angka ini tergolong kecil. Maka tidak mengherankan jika proses transfer atau distribusi sebuah dokumen bisa membutuhkan belasan disket.

Situasi sedikit membaik ketika keping CD atau DVD mulai lazim digunakan. Kapasitasnya yang mampu menampung hingga ratusan megabyte bahkan hingga gigabyte memberikan kelegaan dalam transfer data.

Namun masih ada juga sedikit kelemahan, yaitu proses baca tulis ke keping CD/DVD yang tak senyaman melakukan proses membaca dan menulis data ke disket. CD atau DVD pun tidak semuanya bisa ditulisi dan dihapus berulang kali layaknya disk. Inilah yang juga membuatnya tidak sepopuler disket.

Hingga akhirnya ditemukanlah sebuah solusi yang terbaik, bahkan setidaknya sampai saat ini, yaitu USB flash disk. USB flash disk memberikan solusi baik dari sisi kapasitas maupun kemudahan baca tulis. Bentuknya relatif kecil pula sehingga mudah dibawa ke mana saja.

Diawali Kursus Komputer

Berterima kasihlah kepada Dov Moran yang telah menemukan dan mengembangkan USB flash disk ini.

Dov Moran (lahir pada tahun 1955), adalah seorang penemu, wirausahawan, dan investor yang berasal dari Israel. Dia lahir di sebuah kota bernama Kfar Saba. Beberapa media menuliskan namanya dengan Dev Moran, kemungkinan karena adanya sedikit kesulitan dalam menerjemahkan huruf Ibrani ke huruf Latin.

Sebagai seorang penemu di bidang elektronika dan komputer, tentunya Moran memiliki latar belakang pendidikan di bidang elektronika yang memadai. Semuanya berawal ketika orang tua Moran menyadari bahwa putra mereka memiliki minat cukup tinggi terhadap hal yang berbau elektronika. Hal ini membuat kedua orang tuanya mengirim Moran untuk mengikuti kursus komputer tahunan di Universitas Tel-Aviv.

Saat itu, usia Moran baru sekitar enam belas tahun. Bahasa pemrograman yang dipelajari oleh Moran saat itu masih membutuhkan kartu-kartu yang dilubangi (punched card). Hanya dalam waktu tiga bulan saja, Moran sudah mampu menulis program buatannya sendiri.

Berhubung lahir di Israel, negara yang sering dilanda peperangan, Dov Moran juga menjalani wajib militer. Hanya saja, sedikit berbeda dengan kebanyakan pemuda Israel lainnya (yang mengikuti wajib militer terlebih dahulu baru kemudian melanjutkan studi), Dov Moran melakukan hal yang sebaliknya. Moran menempuh studinya terlebih dahulu, baru kemudian setelah lulus dia bergabung dengan Angkatan Laut Israel.

Moran menempuh pendidikan di bidang teknik elektro di Technion Institute of Technology, Kota Haifa, Israel. Tidak main-main, dia lulus sarjana dengan prestasi yang memuaskan, cum laude. Setelah itu, dia bergabung ke angkatan laut selama tujuh tahun.

Menurut pengakuannya, Moran sangat menikmati perannya sebagai perwira angkatan laut. Sangat wajar karena di angkatan laut, Moran ditempatkan pada posisi yang sesuai pendidikan dan minatnya, yaitu sebagai pemimpin di departemen teknologi, khususnya mikroprosesor.

Mendirikan Perusahaan Teknologi

Ketika masa baktinya berakhir, Moran berkata kepada rekan-rekannya bahwa selanjutnya dia akan mendirikan perusahaan sendiri (sebuah startup).

Jika perkataan seperti yang dikatakan Moran tersebut dinyatakan pada saat ini, barangkali tidaklah terlalu luar biasa karena banyak sekali anak muda di Israel yang ingin mendirikan startup. Namun di tahun 1980-an, hal tersebut tampak kurang lazim. Moran pun sempat diejek oleh rekan-rekannya. Bahkan, ada yang menganggapnya gila.

Namun Moran bergeming dan tetap melanjutkan rencananya untuk mendirikan start up. Memang hal tersebut tidak seketika berhasil diraihnya. Seusai “melepas” jabatannya di angkatan laut, Moran terlebih dahulu bekerja sebagai konsultan teknologi independen.

Akhirnya pada tahun 1989, cita-cita Moran untuk mendirikan perusahaan sendiri tercapai dengan berdirinya M-Systems. Sudah tentu Moran sendirilah yang bertindak sebagai pemimpin di perusahaan tersebut. Orang kepercayaan Moran di M-Systems adalah Amir Ban dan Orog Ordan.

Pada tahun 1995, M-Systems akhirnya berhasil mengembangkan dan memproduksi flash drive pertama di dunia. Flash drive tersebut diberi nama DiskOnChip. DiskOnChip ini belum bersifat praktis karena bentuknya mirip seperti IC (integrated circuit/sirkuit terintegrasi) dengan kaki yang banyak dan kecil.

Namun kemudian pada tahun 1999, M-Systems memproduksi flash drive yang jauh lebih praktis. Ini karena perangkat ini digunakan dengan cara ditancapkan pada port USB. Flash drive ini diberi merk dagang DiskOnKey yang akhirnya populer sebagai USB flash disk hingga sekarang.

Meraih Kesuksesan

M-Systems bekerja sama dengan IBM akhirnya memproduksi USB flash disk secara masal dan produk pertama mereka memiliki kapasitas sebesar delapan megabyte saja. M-Systems pun berkembang pesat dan pada akhir tahun 2006, Moran menjual M-Systems ke SanDisk dengan nilai fantastis, satu miliar dolar AS!

Padahal saat mendirikan M-Systems, Moran hanya berani bermimpi akan memiliki perusahaan senilai satu juta dolar AS. Bahkan pada sebuah sesi wawancara, ketika ditanya bagaimana caranya menumbuhkan keuangan perusahaan, Moran dengan bercanda menjawab bahwa hanya bunga atau tanaman yang bisa bertumbuh, sedangkan uang tidak bisa bertumbuh. Namun itulah ciri Moran dengan segala kerendah-hatian dan rasa humornya yang tinggi.

Hal lain yang bisa dicontoh dari Dov Moran adalah kejeliannya untuk mencari solusi terhadap berbagai masalah yang dihadapi. Penemuan USB flash disk muncul dari masalah transfer data yang juga dihadapi oleh Moran. Kecilnya kapasitas disket serta dimensinya yang cukup besar relatif membuat tidak nyaman saat dimasukkan ke kantong. Hal ini mengganggu pikirannya hingga akhirnya muncullah gagasan untuk membuat USB flash disk yang berhasil diwujudkannya.

Moran juga memberikan nasihat kepada para pemuda yang ingin mendirikan start up dengan sebuah perumpaan orang yang hendak berenang. “Sebelum melompat ke kolam”, katanya, “pastikan Anda yakin bahwa ada air di dalam kolam itu. Pastikan Anda bisa atau tahu cara berenang. Dan terakhir, Anda harus siap untuk menempuh waktu yang sangat, sangat lama dalam melintasi kolam tersebut untuk mencapai sebuah kesuksesan”.

Tetap Bekerja di Usia Senja

Pasca penjualan M-Systems ke SanDisk (yang membuatnya kaya raya), Moran sama sekali tidak berpikir untuk pensiun. “Apa itu pensiun?” katanya seolah terkejut.

“Ayah saya meninggal dua tahun lalu pada usia lebih dari sembilan puluh tahun dan sampai hari terakhir hidupnya pun dia masih bekerja di SanDisk. Itu adalah teladan yang perlu diikuti. Mungkin saya tidak bisa seperti beliau yang mampu bekerja hingga umur sembilan puluh tahun. Namun saya akan berusaha sekuat tenaga memberikan kontribusi yang terbaik,” ujarnya.

Benar saja, Moran tidak berhenti atau pensiun. Dia mendirikan perusahaan lain bernama Modu. Perusahaan ini mengembangkan peranti seluler modular yang dapat disematkan ke dalam peranti yang lain. Modu berhasil mengumpulkan beberapa paten dan sebagian di antaranya dibeli oleh Google dengan nilai 4,9 juta dolar AS.

Sekarang ini, Moran memimpin sebuah perusahaan bernama Comigo yang didirikannya pada tahun 2012. Comigo mengembangkan sebuah platform televisi berbasis Android. Hal ini memberikan berbagai opsi terhadap cara kita menonton acara televisi melalui berbagai perangkat, sekaligus memberikan personalisasi dan kemampuan interaksi sosial.

Pure Storage mengumumkan kehadiran di pasar Indonesia lewat acara Pure Live di Jakarta, Kamis (20/7).

Pure Storage mengumumkan kehadiran di pasar Indonesia lewat acara Pure Live di Jakarta, Kamis (20/7). Acara ini dimanfaatkan Pure Storage untuk meluncurkan portofolio all-flash array storage terbaru serta solusi pengolahan dan analitik data guna membantu transformasi digital perusahaan di era cloud.

Salah satu produk unggulan Pure Storage yaitu NVMe DirectFlash Shelf terbaru, melanjutkan kepemimpinan sebagai NVMe all-flash array mainstream pertama di industri.

DirectFlash Shelf terbaru ini mendayagunakan software-defined DirectFlash Modules yang mendukung pengembangan FlashArray//X hingga di luar chassis yang menjadi basisnya serta mendukung ekspansi NVMe pada struktur rangka 50 Gb/S RoCE v2 NVMe/F yang terdedikasi.

Selanjutnya, ada sistem FlashBlade revolusioner dari Pure Storage yang mampu mengubah big data menjadi data yang cepat serta mampu mengurai proses-proses analitik real-time yang iteratif, mengoptimalkan teknologi AI dan machine learning (ML), serta mengerjakan proses simulasi data untuk segala ukuran dan skala data.

Pembaruan pada lini produk FlashBlade meliputi kemampuan scale up hingga ke 75 blade dan delapan petabyte sebagai satu sistem tunggal yang andal, proses data yang lebih besar dengan kecepatan jauh lebih tinggi, all-flash S3 object store ultracepat yang memaksimalkan potensi penggunaan baru di rich media, layanan kesehatan, dan analitik tingkat tinggi, serta sebuah blade 17 TB untuk melengkapi konfigurasi 8 TB dan 52 TB yang telah tersedia sebelumnya.

Tier 1 Storage, definisi baru sebuah storage

Perangkat lunak Purity//FA 5.0 untuk lini produk Pure Storage, FlashArray, hadir dengan mengusung standar baru: sebuah storage tier satu yang siap diandalkan untuk memenuhi kebutuhan dan tantangan terkini terkait workload mission-critical di era cloud.

Fitur paling istimewa yang memperkuat Purity//FA 5.0 adalah ActiveCluster, solusi active/active metro stretch cluster sejati yang memiliki level kesiagaan tinggi sekaligus terunggul, dan mampu menyediakan business continuity di seluruh data center maupun di kawasan metro.

Fitur-fitur canggih lainnya yang menjadikan Purity//FA 5.0 kian andal di antaranya adalah QoS berbasis kebijakan yang begitu esensial dalam mendukung proses konsolidasi workload multi-tier menjadi sebuah sistem FlashArray tunggal serta fitur Purity CloudSnap yang dilengkapi kapabilitas untuk memindahkan snapshot dari dan ke public cloud.

Acara Pure Live dimanfaatkan Pure Storage untuk meluncurkan portofolio all-flash array storage terbaru serta solusi pengolahan dan analitik data guna membantu transformasi digital perusahaan di era cloud.

Pure Storage juga mengumumkan peluncuran Pure1 META, platform AI yang mendukung visi self-driving storage. Pure1 META menghadirkan global predictive intelligence melalui pengumpulan dan analisis lebih dari satu triliun titik data array telemetry per hari serta mempermudah terlaksananya beragam model pengelolaan, analitik, dan dukungan layanan.

Platform tersebut menjadi perwujudan sebuah terobosan baru di kancah AI dan machine learning berskala enterprise. Untuk pertama kalinya, pelanggan bisa melakukan prediksi, baik untuk kapasitas maupun tingkat performa, lengkap dengan rekomendasi cerdas perihal penggelaran workload, interaksi, dan optimalisasi.

“Hampir 70 persen bisnis di Indonesia berhasil meraup lebih dari separuh pendapatan mereka dari layanan-layanan digital. Bisnis berbasis digital modern membutuhkan sebuah platform data yang mampu mendukung mereka dalam membangun kelas aplikasi-aplikasi baru serta mengekstrak beragam hasil analitik data terbaru secara real-time,” tutur Chua Hock Leng (Managing Director for ASEAN and Taiwan, Pure Storage).

Chua Hock Leng menambahkan, “Melalui kesiapan infrastruktur baru yang mampu mendukung terselenggaranya proses analitik mission-critical secara real-time dan cepat, perusahaan-perusahaan di Indonesia dimungkinkan untuk dapat mempercepat terciptanya inovasi bisnis, mengakselerasi strategi time to market, serta melahirkan berbagai keputusan bisnis yang tepat sesuai dengan kebutuhan pelanggan berkat landasan analitik data yang akurat.”

Ilustrasi WD Purple 10TB

Western Digital Corporation meluncurkan hard disk terbarunya WD Purple 10 TB yang menawarkan lini hard disk berkapasitas tinggi untuk aplikasi-aplikasi pengintaian.

Menurut IHS Markit, industri teknologi membutuhkan perangkat penyimpanan kelas pengintaian untuk mendukung sistem teknologi-teknologi tersebut, menyusul tingginya permintaankebutuhan kamera resolusi 4K dan kamera jaringan beresolusi tinggi.

HDD WD Purple 10TB dapat menjalankan kinerja untuk sistem pengintaian video 24×7 dan kamera-kamera hingga 64 high-definition (HD) pada lingkungan keamanan rumahan atau UKM.

Brendan Collins (Vice President of Product Marketing) mengatakan toko retail, keamanan publik dan infrastruktur smart-city menuntut kebutuhan perangkat penyimpanan yang baru.

“Perangkat penyimpanan 10 TB terbaru mewarisi kualitas-kualitas performa tinggi, realibilitas dan ketahanan,” katanya dalam siaran persnya, Senin.

Doug Mulburn (Vice President dan Pendiri 45 Drives/Protocase Inc) mengatakan Hard disk WD Purple memberikan dua elemen penting bagi para pelanggan kami yaitu peningkatan kapasitas dan kehandalan sertanya harganya yang terjangkau.

“Kami (45 Drives) sangat gembira dengan hadirnya hard disk WD Purple 10TB terbaru ini,” ucapnya.

WD Purple 10TB menawarkan teknologi AllFrame 4K yang dapat meningkatkan dukungan streaming ATA untuk membantu mengurangi frame loss dengan teknologi manejemen kebijakan cache eksklusif serta memperbaiki keseluruhan aliran dan pemutaran data. HDD WD Purple 10TB memiliki peningkatan firmware eksklusif yang membantu perlindungan terhadap pixilation dan interupsi video pada sebuah sistem pengintaian.

Kemudian, WD Purple 10TB juga memiliki teknologi HelioSeal yang memungkinkan kapasitas penyimpanan lebih tinggi dan mengurangi konsumsi daya. WD juga membenamkan sistem Pengintaian Terukur yang dapat bernoperasi selama 24×7 dengan dukungan untuk sistem multi-bay dengan rata-rata beban kerja tahunan 180TB/ tahun dan komponen tahan karat, hard disk WD Purple 10TB siap digunakan untuk sistem pengintaian dengan kebutuhan performa dan resolusi tinggi, baik untuk skala kecil maupun besar.

Dengan hadirnya hard disk 10TB terbaru ini, lini hard disk kelas pengintaian kini tersedia dalam kapasitas mulai dari 1TB hingga 10TB, semuanya bergaransi selama tiga tahun. Harga retail untuk hard disk 10TB 3,5 inci mulai dari Rp7.700.000.

Lenovo DX8200D

Lenovo berupaya mendorong adopsi teknologi software-defined data center dengan menghadirkan produk software-defined storage (SDS) terbarunya, Lenovo DX8200D.

Lenovo DX8200D merupakan sebuah appliance atau mesin terintegrasi yang menggabungkan platform server System x3650, perangkat lunak virtualisasi storage yang canggih, serta I/O paralel multi-core SANsymphony dari DataCore Software.

Lenovo DX8200D mengambil perangkat storage yang terisolasi dan kadang tersebar di berbagai lokasi berbeda, lalu menempatkannya di bawah satu set layanan tingkat perusahaan. Set layanan ini mengumpulkan berbagai sumber daya, mengaturnya di pusat dan secara seragam, meskipun perlengkapannya berbeda-beda dari segi manufaktur, model, ataupun generasinya.

Lenovo akan menguji DX8200D terlebih dahulu dengan DataCore untuk mengurangi risiko serta meningkatkan waktu untuk menilai. Dengan Predictive Failure Analysis dan panel diagnosis generasi selanjutnya untuk memfasilitasi layanan dengan mudah, server x3650 M5 dapat membantu mengurangi waktu downtime dan biaya yang diperlukan.

Fitur keamanan yang sudah built-in, Lenovo Trusted Platform Assurance, bertujuan untuk melindungi perangkat keras dan firmware.

“Server Lenovo yang kuat dan terpercaya digabungkan dengan I/O paralel dari DataCore telah mengubah standar performa, keefisienan biaya, dan manajemen yang mulus di antara beragam infrastruktur storage,” kata George Teixeira (President dan CEO, DataCore Software).

Keuntungan Lenovo DX8200D

Lenovo DX8200D diklaim mampu menyederhanakan proses penerapan, mengurangi biaya manajemen, selagi menyediakan dukungan dari satu titik. Penawaran SDS terbaru di portofolio Lenovo ini memungkinkan data center perusahaan tetap memanfaatkan kemampuan SAN yang sudah ada.

Skema virtualisasi storage Lenovo DX8200D.

Lenovo DX8200D dapat mengoptimalkan beragam infrastruktur storage dan perusahaan pun dapat mengganti storage lamanya dengan mudah. Melalui tampilan antarmuka terpusat, DX8200D menyediakan proteksi data, replikasi data, deduplikasi data, kompresi, dan kemampuan storage perusahaan lainnya dengan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan SAN tradisional.

Dengan Lenovo DX8200D, data center akan menghasilkan biaya kepemilikan yang lebih rendah, waktu berkurang hampir 90% dalam hal manajemen storage dan support task, berkurang hingga 75% dalam hal biaya storage, dan berkurang hingga 100% dalam hal downtime di perangkat lunak.

Dengan peningkatan kinerja hingga 10 kali lipat, data center juga dapat menyediakan lebih banyak data penting atau mission-critical.

“Sebagai pemain baru yang agresif, solusi SDS kami memungkinkan perusahaan untuk menerapkan sistemnya dengan lebih cepat sehingga mereka bisa mengurangi waktu dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengatur infrastuktur dasar,” ujar Radhika Krishnan (Executive Director dan General Manager, Software-Defined Data Center & Networking, Data Center Group, Lenovo).

“Ini sangat berbeda dari storage tradisional yang seringkali mengalami gangguan performa, ketersediaan, reliabilitas, dan fungsionalitas, sehingga membatasi kemampuan untuk meningkatkan skala dan menaikkan biaya CAPEX, listrik, pendingin, dan footprint.” pungkas Krishnan.

NAS Synology DiskStation DS1517+ cocok untuk pebisnis UKM dan startup.

Dalam bisnis skala kecil dan menengah (UKM) dan perusahaan startup, penggunaan NAS (Network Attached Storage) untuk pengelolaan dan penyimpanan data perlu dilakukan untuk mencapai keseimbangan antara biaya dan keuntungan yang didapat. Tak hanya itu, solusi ini juga bisa mendorong produktivitas kerja dan mobilitas karyawan.

Namun, karena keterbatasan modal, banyak UKM dan startup yang masih menggunakan hard drive eksternal untuk menyimpan data. Padahal, sebenarnya hard drive lebih cocok untuk penggunaan pribadi, bukan bisnis. Pasalnya, hard drive semacam ini biasanya tidak memiliki kemampuan backup otomatis, mudah terkena virus karena berbagi pakai, dan tidak dapat diakses banyak pengguna secara bersamaan.

Melihat kendala itu, Synology menghadirkan solusi NAS yang andal dalam menangani kebutuhan bisnis, tetapi juga memiliki harga terjangkau bagi UKM dan startup. Solusi itu adalah NAS Synology DS1517+ dan DS1817+ yang hadir bersama Expansion Unit DX517.

“NAS DS1517+ dan DS1817+ dari Synology menawarkan opsi penyimpanan yang lebih lengkap bagi para pelaku teknologi dan pebisnis UKM dengan kinerja luar biasa untuk tugas-tugas data yang berat,” kata Jason Fan (Product Manager, Synology Inc.) dalam keterangan pers.

“DS1517+ dan DS1817+ merupakan dua NAS pertama dari Synology yang sudah mendukung M.2 SSD, dirancang untuk mengatasi masalah bottleneck kinerja dalam pekerjaan dengan beban berat dan dapat secara signifikan mengurangi latency I/O,” imbuh Jason.

Spesifikasi dan Fitur

NAS Synology DS1517+ dan DS1817+ menggunakan prosesor Intel Atom empat inti berkecepatan 2,4 GHz dengan dua opsi memori standar 2 GB dan 8 GB yang dapat ditingkatkan hingga 16 GB.

NAS Synology DS1817+.

Selain empat portal jaringan built-in 1GbE, tersedia selot PCIe yang mampu menampung 10GbE network interface card opsional, menawarkan dua portal 10GbE untuk memaksimalkan bandwidth. Jika dipasangkan dengan dual channel memory dan 10GbE network interface opsional, kecepatan transfer data real antara server dan client dapat mencapai 1,179 MB/s untuk baca dan 542 MB/s untuk tulis.

Karena dapat ditambahkan dengan kartu adapter PCIe Synology M2D17, NAS DS1517+ dan DS1817+ dapat menggunakan dual M.2 SATA SSD sebagai cache sehingga kinerjanya dapat ditingkatkan secara signifikan tanpa menggunakan drive bay yang ada di muka untuk keperluan penyimpanan.

Kedua NAS DS1517+ dan DS1817+ juga dapat dihubungkan ke unit expansion DX517 hingga dua buah sehingga pengguna dapat menambahkan hingga 10 drive bay tambahan dan meningkatkan kapasitas penyimpanan secara on-the-fly. Volume RAID dapat diperbesar tanpa perlu format ulang hard disk, memastikan proses peningkatan kapasitas bisa dilakukan tanpa risiko downtime.

DS1517+ dan DS1817+ dipercanggih dengan DiskStation Manager (DSM) 6.1, sistem manajemen operasi yang intuituf dan serbaguna dengan macam-macam fungsi, seperti: backup, pengelolaan jaringan, dan produktivitas. Hebatnya lagi, kedua NAS ini didukung garansi 3 tahun dan opsi tambahan sampai 5 tahun.

Sayangnya, Synology tidak mengungkapkan harga resmi kedua NAS ini. Sebagai gambaran, dua NAS versi sebelumnya, DS1515+ dan DS1815+, dipasarkan dengan kisaran harga masing-masing Rp15.900.000 dan Rp17.500.000.

Western Digital mengumumkan dimulainya produksi awal dari chip 3D NAND (BICS3) 512 Gigabit (Gb) tiga-bit-per-sel (X3) 64-layer di Yokkaichi, Jepang, dengan produksi massalnya yang diperkirakan pada paruh kedua tahun 2017. Paling pertama dari jenisnya, chip tersebut merupakan pencapaian terbaru dari hampir tiga dekade pada industri memori flash dari Western Digital Corp., perusahaan pemimpin industri penyimpanan data.

“Peluncuran chip 3D NAND 512Gb 64-layer yang pertama di industri ini merupakan langkah ke depan penting lainnya dari penyempurnaan teknologi 3D NAND kami, menggandakan kerapatan dari arsitektur 64-layer pertama dunia yang pernah kami perkenalkan pada Juli 2016,” ujar Dr. Siva Sivaram, Executive Vice President, memory technology, Western Digital.

“Ini merupakan tambahan yang besar dari portofolio teknologi 3D NAND kami yang meluas dengan pesat. Hal ini memposisikan kami dengan baik untuk tetap menjawab tuntutan teknologi penyimpanan data yang terus meningkat karena pertumbuhan data yang pesat dari seluruh industri retail pelanggan, mobile dan aplikasi-aplikasi data center.”

Chip 512Gb 64-layer tersebut merupakan hasil pengembangan bersama dengan Toshiba sebagai mitra teknologi dan manufaktur perusahaan ini. Western Digital telah memperkenalkan teknologi 64-layer 3D NAND pertama dunia pada Juli 2016 dan teknologi 48-layer 3D NAND pertama dunia pada tahun 2015. Pengiriman kedua produk tersebut tetap berlangsung untuk para pelanggan retail dan OEM.

Ilustrasi flash array storage NetApp.

NetApp memperkenalkan All Flash FAS (AFF) A700s array terbaru yang menyasar pasar enterprise dan menawarkan kinerja maksimal. Dengan AFF 700s, pelanggan bisa menghemat data center footprint dengan biaya energi dan pendinginan berkat extreme flash density serta efisiensi storage terdepan di industri.

“Transformasi teknologi informasi ini telah menjadi perhatian utama perusahaan besar maupun kecil dengan kebutuhan untuk menjadikan data sebagai inti dari bisnis mereka,” kata Simon Robinson (Research Vice President pada 451 Research) dalam siaran persnya.

“Solusi AFF ini memungkinkan semua pengguna dapat mengelola data pada environment yang berbeda-beda. Kini, setiap perusahaan bisa memanfaatkan solusi AFF NetApp untuk membantu mereka beradaptasi,” ujarnya.

AFF A700 adalah bagian dari seri A AFF all-flash yang terdiri dari sistem entry-level A200, sistem kelas menengah A300, dan sistem high-end A700. Sistem storage Seri A menawarkan kinerja dengan skala paling tinggi di industri dengan kemampuan manajemen data serta proteksi data terbaik di kelasnya, mulai dari flash ke disk hingga cloud.

A700s memiliki beragama fitur yaitu storage enterprise tercepat. Berdasarkan Storage Performance Council SPC-1 Result, AFF A700s mencapai 2.400.059,26 SPC-1 IOPS dengan waktu respon rata-rata 0,69 milidetik.

“Ini adalah all-flash array enterprise dengan kinerja terbaik di antara penyedia storage terkemuka lainnya dan menduduki peringkat tiga terbaik secara keseluruhan dalam daftar SPC-1 Performance,” ujarnya.

Dengan All Flash FAS (AFF) A700s, Biaya Total Kepemilikan (Total Cost Ownership, TCO) berkurang konsumsi daya listrik hingga 11 kali lipat, mengurangi ruang rak 19 kali lipat dan biaya pendukung sebesar 67 persen.

Pelanggan dapat mendistribusikan lebih dari 600.000 IOPS (Input or Output Operation per Second) dan kapasitas 1 Petabyte hanya dengan empat unit rak.

Program promo server dan storage Lenovo akhir tahun ini

Program promo server dan storage Lenovo akhir tahun ini

Lenovo mengadakan promo akhir tahun bertajuk “Data Center Group End User Promo YES: YEAR END SURPRISE” yang berlangsung mulai 1 Desember – 31 Desember 2016.

Program itu memberi peluang kepada para pelaku bisnis untuk mendapatkan produk-produk teknologi termutakhir Lenovo dan membantu pengguna dalam mengembangkan karena memiliki inovasi terdepan dalam industri.

Berikut Promo Server dan Storage seperti tertulis dalam siaran persnya, Sabtu.

ThinkServer

Lenovo ThinkServer memiliki beban kerja besar untuk kelas bisnis kecil, menengah, hingga enterprise dengan bentuk tower, rack dan blade yang semuanya memiliki kualitas dan reliabilitas tinggi. Lenovo ThinkServer mampu mengakomodasi kebutuhan setiap penggunanya. Dalam program ini, pelanggan akan mendapatkan voucher belanja Rp1.000.000,00 perunit untuk pembelian server TS450, TD350 atau RD350.

Server 1 Processor

Lenovo Server 1 Processor menyasar bisnis kecil hingga enterprise untuk meningkatkan efisiensi bisnis pengguna. Lenovo memberikan voucher belanja senilai Rp1.500.000 perunit diberikan untuk pembelian System x3100 M4, x3100M5, x3250 M4, x3250 M5 atau x3250 M6.

Server 2 Processor atau lebih

Lenovo memberikan voucher belanja senilai Rp3.000.000 perunit untuk Lenovo server dengan 2 prosesor atau lebih yaitu System x3300M4, x3530 M4, x3550 M4, x3500 M4, x3500 M5, x3550 M5, x3630 M4, x3650 M4, x3650 M5, x3650 M4 BD, x3650 M4 HD, 3690 X5, x3850 X5, x3850 X6, x3950 X5, x3950 X6,x3750 M4, Blade HS23 E, HS23, x220, x222, x240, atau x240 M5.

Lenovo Windows Server ROK

Lenovo Windows Server ROK (Essentials, Foundation, Standard, Datacenter, Storage, SQL) memungkinkan pengguna meningkatkan produktivitas dan efisiensi bisnis sehingga pengguna dapat mengelola infrastruktur TI dengan baik, hemat biaya fisik dan virtual. Windows ini juga membantu Anda memberikan pengguna akses aman dari hampir semua tempat dan perangkat apapun, serta memberi para pengguna fleksibilitas untuk produktif di mana pun berada.

Khusus promo ini, Lenovo akan memberikan voucher belanja sebesar Rp1.500.000 perunit bagi produk Lenovo Windows Server ROK Essentials, Foundation, Standard, Datacenter, Storage atau SQL.

Storage

Solusi Lenovo Storage mampu meningkatkan performa, skalabilitas dan ketersediaannya. Lenovo memberikan voucher belanja sebesar Rp3.000.000 per unit diberikan untuk pembelian Lenovo Storage S2200 atau S3200.

TERBARU

Apple memulai penjualan perdana iPhone 8 mulai hari ini. Namun, berbeda dibandingkan dengan pendahulunya, iPhone 8 tergolong sepi pembeli. Di Australia, hanya ada kurang dari 30 orang yang mengantre di depan toko resmi Apple pagi ini.