Tags Posts tagged with "storage"

storage

Lenovo DX8200D

Lenovo berupaya mendorong adopsi teknologi software-defined data center dengan menghadirkan produk software-defined storage (SDS) terbarunya, Lenovo DX8200D.

Lenovo DX8200D merupakan sebuah appliance atau mesin terintegrasi yang menggabungkan platform server System x3650, perangkat lunak virtualisasi storage yang canggih, serta I/O paralel multi-core SANsymphony dari DataCore Software.

Lenovo DX8200D mengambil perangkat storage yang terisolasi dan kadang tersebar di berbagai lokasi berbeda, lalu menempatkannya di bawah satu set layanan tingkat perusahaan. Set layanan ini mengumpulkan berbagai sumber daya, mengaturnya di pusat dan secara seragam, meskipun perlengkapannya berbeda-beda dari segi manufaktur, model, ataupun generasinya.

Lenovo akan menguji DX8200D terlebih dahulu dengan DataCore untuk mengurangi risiko serta meningkatkan waktu untuk menilai. Dengan Predictive Failure Analysis dan panel diagnosis generasi selanjutnya untuk memfasilitasi layanan dengan mudah, server x3650 M5 dapat membantu mengurangi waktu downtime dan biaya yang diperlukan.

Fitur keamanan yang sudah built-in, Lenovo Trusted Platform Assurance, bertujuan untuk melindungi perangkat keras dan firmware.

“Server Lenovo yang kuat dan terpercaya digabungkan dengan I/O paralel dari DataCore telah mengubah standar performa, keefisienan biaya, dan manajemen yang mulus di antara beragam infrastruktur storage,” kata George Teixeira (President dan CEO, DataCore Software).

Keuntungan Lenovo DX8200D

Lenovo DX8200D diklaim mampu menyederhanakan proses penerapan, mengurangi biaya manajemen, selagi menyediakan dukungan dari satu titik. Penawaran SDS terbaru di portofolio Lenovo ini memungkinkan data center perusahaan tetap memanfaatkan kemampuan SAN yang sudah ada.

Skema virtualisasi storage Lenovo DX8200D.

Lenovo DX8200D dapat mengoptimalkan beragam infrastruktur storage dan perusahaan pun dapat mengganti storage lamanya dengan mudah. Melalui tampilan antarmuka terpusat, DX8200D menyediakan proteksi data, replikasi data, deduplikasi data, kompresi, dan kemampuan storage perusahaan lainnya dengan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan SAN tradisional.

Dengan Lenovo DX8200D, data center akan menghasilkan biaya kepemilikan yang lebih rendah, waktu berkurang hampir 90% dalam hal manajemen storage dan support task, berkurang hingga 75% dalam hal biaya storage, dan berkurang hingga 100% dalam hal downtime di perangkat lunak.

Dengan peningkatan kinerja hingga 10 kali lipat, data center juga dapat menyediakan lebih banyak data penting atau mission-critical.

“Sebagai pemain baru yang agresif, solusi SDS kami memungkinkan perusahaan untuk menerapkan sistemnya dengan lebih cepat sehingga mereka bisa mengurangi waktu dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengatur infrastuktur dasar,” ujar Radhika Krishnan (Executive Director dan General Manager, Software-Defined Data Center & Networking, Data Center Group, Lenovo).

“Ini sangat berbeda dari storage tradisional yang seringkali mengalami gangguan performa, ketersediaan, reliabilitas, dan fungsionalitas, sehingga membatasi kemampuan untuk meningkatkan skala dan menaikkan biaya CAPEX, listrik, pendingin, dan footprint.” pungkas Krishnan.

NAS Synology DiskStation DS1517+ cocok untuk pebisnis UKM dan startup.

Dalam bisnis skala kecil dan menengah (UKM) dan perusahaan startup, penggunaan NAS (Network Attached Storage) untuk pengelolaan dan penyimpanan data perlu dilakukan untuk mencapai keseimbangan antara biaya dan keuntungan yang didapat. Tak hanya itu, solusi ini juga bisa mendorong produktivitas kerja dan mobilitas karyawan.

Namun, karena keterbatasan modal, banyak UKM dan startup yang masih menggunakan hard drive eksternal untuk menyimpan data. Padahal, sebenarnya hard drive lebih cocok untuk penggunaan pribadi, bukan bisnis. Pasalnya, hard drive semacam ini biasanya tidak memiliki kemampuan backup otomatis, mudah terkena virus karena berbagi pakai, dan tidak dapat diakses banyak pengguna secara bersamaan.

Melihat kendala itu, Synology menghadirkan solusi NAS yang andal dalam menangani kebutuhan bisnis, tetapi juga memiliki harga terjangkau bagi UKM dan startup. Solusi itu adalah NAS Synology DS1517+ dan DS1817+ yang hadir bersama Expansion Unit DX517.

“NAS DS1517+ dan DS1817+ dari Synology menawarkan opsi penyimpanan yang lebih lengkap bagi para pelaku teknologi dan pebisnis UKM dengan kinerja luar biasa untuk tugas-tugas data yang berat,” kata Jason Fan (Product Manager, Synology Inc.) dalam keterangan pers.

“DS1517+ dan DS1817+ merupakan dua NAS pertama dari Synology yang sudah mendukung M.2 SSD, dirancang untuk mengatasi masalah bottleneck kinerja dalam pekerjaan dengan beban berat dan dapat secara signifikan mengurangi latency I/O,” imbuh Jason.

Spesifikasi dan Fitur

NAS Synology DS1517+ dan DS1817+ menggunakan prosesor Intel Atom empat inti berkecepatan 2,4 GHz dengan dua opsi memori standar 2 GB dan 8 GB yang dapat ditingkatkan hingga 16 GB.

NAS Synology DS1817+.

Selain empat portal jaringan built-in 1GbE, tersedia selot PCIe yang mampu menampung 10GbE network interface card opsional, menawarkan dua portal 10GbE untuk memaksimalkan bandwidth. Jika dipasangkan dengan dual channel memory dan 10GbE network interface opsional, kecepatan transfer data real antara server dan client dapat mencapai 1,179 MB/s untuk baca dan 542 MB/s untuk tulis.

Karena dapat ditambahkan dengan kartu adapter PCIe Synology M2D17, NAS DS1517+ dan DS1817+ dapat menggunakan dual M.2 SATA SSD sebagai cache sehingga kinerjanya dapat ditingkatkan secara signifikan tanpa menggunakan drive bay yang ada di muka untuk keperluan penyimpanan.

Kedua NAS DS1517+ dan DS1817+ juga dapat dihubungkan ke unit expansion DX517 hingga dua buah sehingga pengguna dapat menambahkan hingga 10 drive bay tambahan dan meningkatkan kapasitas penyimpanan secara on-the-fly. Volume RAID dapat diperbesar tanpa perlu format ulang hard disk, memastikan proses peningkatan kapasitas bisa dilakukan tanpa risiko downtime.

DS1517+ dan DS1817+ dipercanggih dengan DiskStation Manager (DSM) 6.1, sistem manajemen operasi yang intuituf dan serbaguna dengan macam-macam fungsi, seperti: backup, pengelolaan jaringan, dan produktivitas. Hebatnya lagi, kedua NAS ini didukung garansi 3 tahun dan opsi tambahan sampai 5 tahun.

Sayangnya, Synology tidak mengungkapkan harga resmi kedua NAS ini. Sebagai gambaran, dua NAS versi sebelumnya, DS1515+ dan DS1815+, dipasarkan dengan kisaran harga masing-masing Rp15.900.000 dan Rp17.500.000.

Western Digital mengumumkan dimulainya produksi awal dari chip 3D NAND (BICS3) 512 Gigabit (Gb) tiga-bit-per-sel (X3) 64-layer di Yokkaichi, Jepang, dengan produksi massalnya yang diperkirakan pada paruh kedua tahun 2017. Paling pertama dari jenisnya, chip tersebut merupakan pencapaian terbaru dari hampir tiga dekade pada industri memori flash dari Western Digital Corp., perusahaan pemimpin industri penyimpanan data.

“Peluncuran chip 3D NAND 512Gb 64-layer yang pertama di industri ini merupakan langkah ke depan penting lainnya dari penyempurnaan teknologi 3D NAND kami, menggandakan kerapatan dari arsitektur 64-layer pertama dunia yang pernah kami perkenalkan pada Juli 2016,” ujar Dr. Siva Sivaram, Executive Vice President, memory technology, Western Digital.

“Ini merupakan tambahan yang besar dari portofolio teknologi 3D NAND kami yang meluas dengan pesat. Hal ini memposisikan kami dengan baik untuk tetap menjawab tuntutan teknologi penyimpanan data yang terus meningkat karena pertumbuhan data yang pesat dari seluruh industri retail pelanggan, mobile dan aplikasi-aplikasi data center.”

Chip 512Gb 64-layer tersebut merupakan hasil pengembangan bersama dengan Toshiba sebagai mitra teknologi dan manufaktur perusahaan ini. Western Digital telah memperkenalkan teknologi 64-layer 3D NAND pertama dunia pada Juli 2016 dan teknologi 48-layer 3D NAND pertama dunia pada tahun 2015. Pengiriman kedua produk tersebut tetap berlangsung untuk para pelanggan retail dan OEM.

Ilustrasi flash array storage NetApp.

NetApp memperkenalkan All Flash FAS (AFF) A700s array terbaru yang menyasar pasar enterprise dan menawarkan kinerja maksimal. Dengan AFF 700s, pelanggan bisa menghemat data center footprint dengan biaya energi dan pendinginan berkat extreme flash density serta efisiensi storage terdepan di industri.

“Transformasi teknologi informasi ini telah menjadi perhatian utama perusahaan besar maupun kecil dengan kebutuhan untuk menjadikan data sebagai inti dari bisnis mereka,” kata Simon Robinson (Research Vice President pada 451 Research) dalam siaran persnya.

“Solusi AFF ini memungkinkan semua pengguna dapat mengelola data pada environment yang berbeda-beda. Kini, setiap perusahaan bisa memanfaatkan solusi AFF NetApp untuk membantu mereka beradaptasi,” ujarnya.

AFF A700 adalah bagian dari seri A AFF all-flash yang terdiri dari sistem entry-level A200, sistem kelas menengah A300, dan sistem high-end A700. Sistem storage Seri A menawarkan kinerja dengan skala paling tinggi di industri dengan kemampuan manajemen data serta proteksi data terbaik di kelasnya, mulai dari flash ke disk hingga cloud.

A700s memiliki beragama fitur yaitu storage enterprise tercepat. Berdasarkan Storage Performance Council SPC-1 Result, AFF A700s mencapai 2.400.059,26 SPC-1 IOPS dengan waktu respon rata-rata 0,69 milidetik.

“Ini adalah all-flash array enterprise dengan kinerja terbaik di antara penyedia storage terkemuka lainnya dan menduduki peringkat tiga terbaik secara keseluruhan dalam daftar SPC-1 Performance,” ujarnya.

Dengan All Flash FAS (AFF) A700s, Biaya Total Kepemilikan (Total Cost Ownership, TCO) berkurang konsumsi daya listrik hingga 11 kali lipat, mengurangi ruang rak 19 kali lipat dan biaya pendukung sebesar 67 persen.

Pelanggan dapat mendistribusikan lebih dari 600.000 IOPS (Input or Output Operation per Second) dan kapasitas 1 Petabyte hanya dengan empat unit rak.

Program promo server dan storage Lenovo akhir tahun ini

Program promo server dan storage Lenovo akhir tahun ini

Lenovo mengadakan promo akhir tahun bertajuk “Data Center Group End User Promo YES: YEAR END SURPRISE” yang berlangsung mulai 1 Desember – 31 Desember 2016.

Program itu memberi peluang kepada para pelaku bisnis untuk mendapatkan produk-produk teknologi termutakhir Lenovo dan membantu pengguna dalam mengembangkan karena memiliki inovasi terdepan dalam industri.

Berikut Promo Server dan Storage seperti tertulis dalam siaran persnya, Sabtu.

ThinkServer

Lenovo ThinkServer memiliki beban kerja besar untuk kelas bisnis kecil, menengah, hingga enterprise dengan bentuk tower, rack dan blade yang semuanya memiliki kualitas dan reliabilitas tinggi. Lenovo ThinkServer mampu mengakomodasi kebutuhan setiap penggunanya. Dalam program ini, pelanggan akan mendapatkan voucher belanja Rp1.000.000,00 perunit untuk pembelian server TS450, TD350 atau RD350.

Server 1 Processor

Lenovo Server 1 Processor menyasar bisnis kecil hingga enterprise untuk meningkatkan efisiensi bisnis pengguna. Lenovo memberikan voucher belanja senilai Rp1.500.000 perunit diberikan untuk pembelian System x3100 M4, x3100M5, x3250 M4, x3250 M5 atau x3250 M6.

Server 2 Processor atau lebih

Lenovo memberikan voucher belanja senilai Rp3.000.000 perunit untuk Lenovo server dengan 2 prosesor atau lebih yaitu System x3300M4, x3530 M4, x3550 M4, x3500 M4, x3500 M5, x3550 M5, x3630 M4, x3650 M4, x3650 M5, x3650 M4 BD, x3650 M4 HD, 3690 X5, x3850 X5, x3850 X6, x3950 X5, x3950 X6,x3750 M4, Blade HS23 E, HS23, x220, x222, x240, atau x240 M5.

Lenovo Windows Server ROK

Lenovo Windows Server ROK (Essentials, Foundation, Standard, Datacenter, Storage, SQL) memungkinkan pengguna meningkatkan produktivitas dan efisiensi bisnis sehingga pengguna dapat mengelola infrastruktur TI dengan baik, hemat biaya fisik dan virtual. Windows ini juga membantu Anda memberikan pengguna akses aman dari hampir semua tempat dan perangkat apapun, serta memberi para pengguna fleksibilitas untuk produktif di mana pun berada.

Khusus promo ini, Lenovo akan memberikan voucher belanja sebesar Rp1.500.000 perunit bagi produk Lenovo Windows Server ROK Essentials, Foundation, Standard, Datacenter, Storage atau SQL.

Storage

Solusi Lenovo Storage mampu meningkatkan performa, skalabilitas dan ketersediaannya. Lenovo memberikan voucher belanja sebesar Rp3.000.000 per unit diberikan untuk pembelian Lenovo Storage S2200 atau S3200.

infokomputerciostoragesummit2016-1

Perusahaan masa kini telah menyadari pentingnya memanfaatkan data demi memajukan bisnisnya. Namun ada beragam cara berbeda untuk melakukannya. Hal ini terlihat pada InfoKomputer CIO Storage Summit yang berlangsung di Jakarta beberapa waktu lalu.

Pada acara yang merupakan bagian dari InfoKomputer CIO Forum dan mengambil tema “Accelerating Data Driven Business” itu, berbagai perusahaan yang turut serta telah menggunakan data untuk menunjang bisnisnya, hanya saja caranya berbeda-beda.

Kondisi perusahaan yang tak sama sedikit banyak mempengaruhi tindakan yang dilakukan perusahaan dalam mengakselerasi pemanfaatan data tersebut. Perusahaan yang lahir di era digital ini tentu berbeda pendekatannya dengan perusahaan yang telah hadir sejak dulu. Begitu pula dengan industri yang berbeda.

GO-JEK, yang merupakan salah satu penelis bersama MatahariMall.com, Bank Mandiri, SaveMax, dan Hewlett Packard Enterprise, misalnya memiliki pengalaman tersendiri dalam memanfaatkan data yang berujung pada inovasi.

Yang kala itu mendasari GO-JEK melakukan inovasi adalah keinginan untuk mengatasi masalah skalabilitas. Di awal meluncurkan GO-RIDE, sistem GO-JEK tidak mampu menangani banyaknya pesanan yang ada sehingga sempat down. GO-JEK pun harus melakukan inovasi. Juga dari pengalaman, terdapat beragam hal yang memancing dilakukannya inovasi, seperti untuk menambah jumlah konsumen, menambah layanan baru, maupun mengatasi kompetisi.

Ada tiga langkah yang sebaiknya diikuti dalam melakukan inovasi, yakni berdasarkan data, membuat roadmap sendiri, dan melakukan validasi. Yang unik di GO-JEK roadmap-nya hanya sampai rilis berikutnya.

“Itulah budaya yang kami miliki di GO-JEK, yakni, Anda tahu, kami hanya fokus pada rilis berikutnya, sungguh. Dan kemudian, maksimal, kemungkinan sebuah rilis sesudahnya. Kami tidak memiliki sebuah roadmap enam bulan, satu tahun,” ujar Rama Notowidigdo (Chief of Products, GO-JEK Indonesia).

Budaya Terlebih Dahulu

Meski MatahariMall.com adalah e-commerce yang lahir di era digital ini, namun ia berada di bawah Lippo Group yang hadir sejak lama dan memiliki para pemimipin dengan intuisi yang bagus. Oleh karena itu, langkah awal dalam mengakselerasi pemanfaatan data untuk memajukan bisnis adalah dengan menghadirkan budaya berdasarkan data terlebih dahulu. Namun, hal ini bukan berarti intuisi sama sekali ditinggalkan. Intusi dan data digunakan secara bersama untuk saling mendukung.

Data driven culture tersebut disuntikkan oleh MatahariMall.com secara top to bottom, dicontohkan lebih dulu oleh para pemimpin dan diharapkan akhirnya diikuti oleh seluruh pihak. Kini di MatahariMall.com tidak ada lagi kebiasaan untuk selalu mengikuti pendapat orang dengan bayaran tertinggi di ruangan ketika hendak menetapkan suatu keputusan bisnis. Hasilnya? Pertumbuhan dua digit.

“Ketika ada meeting misalnya, jadi meskipun saya sebagai CTO, saya bisa meng-enforce decision, tapi bawahan saya juga bisa challenge saya, decision saya apakah sudah benar atau tidak. Jadi pada dasarnya, setiap orang butuh data untuk mendukung pendapat mereka sendiri,” jelas Komang Arthayasa (Chief Technology Officer, MatahariMall.com).

Sementara, SaveMax fokus pada efisiensi di infrastruktur TI-nya. SaveMax mencontohkan penggunaan application portal. Dengan application portal dan bukannya aplikasi yang terpasang secara tradisional di PC desktop, bila hendak melakukan upgrade terhadap aplikasi yang digunakan, cukup dilakukan di server.

“Jadi pada end user kami, tidak akan ada lagi PC atau desktop tradisional. Semua data akan bermukim di data center. Jadi inilah startegi kami untuk meletakkan data management di perusahaan kami,” kata Dedy Iskandar (Head of IT Infrastructure, SaveMax).

Tentunya tidak hanya masalah efisiensi yang dilakukan oleh SaveMax. Wholesaler ini juga menggunakan planogram yang memanfaatkan aneka data dalam menentukan posisi berbagai produk yang ditawarkan saat dipajang di tokonya. Tujuannya tentu saja agar penjualan menjadi lebih efektif.

Konvergensi

Berbeda dengan perusahaan yang lahir di era digital semacam GO-JEK yang sudah sangat memanfaatkan aneka teknologi digital, perbankkan baru bangkit dalam dua tahun terakhir ini untuk memanfaatkan berbagai teknologi digital.

“Dalam mengejar bisnis digital atau dalam era digital saat ini ini, memang challenge-nya luar biasa. Kita jauh ketinggalan dengan financial technology,” sebut Mohammad Guntur (Senior Vice President, Enterprise Data Management Group, Bank Mandiri). Oleh karena itu, saat ini fokus Bank Mandiri pada sisi teknologi, lebih kepada kesiapan untuk mendukung bisnis digital tersebut.

Data management yang ada sekarang lebih ditujukan untuk pelaporan ke regulator dan MIS. Pada sumber data misalnya, belum mengakomodasi unstructured data seperti media sosial. Begitu pula berbagai masalah lain seperti terdapatnya aneka silo data mart dan belum menyeluruhnya data governance. Di masa depan, melalui Enterprise Data Management-nya, Bank Mandiri akan mengubah data management-nya itu agar berbagai masalah yang ada tadi bisa diatasi.

Telah digunakannya data pada berbagai perusahaan ini menunjukkan bahwa perusahaan kini sudah menyadari pentingnya data dalam strategi bisnisnya. Hewlett Packard Enterprise pun melihat bahwa perusahaan masa sekarang, seperti Bank Mandiri, mulai melakukan konvergensi terhadap data dari berbagai departemen yang dimiliki. Tujuannya untuk mendapatkan pengaruh terhadap bisnis yang lebih signifikan. Tidak lagi data departemen yang satu hanya tersedia dan dimengerti oleh departemen bersangkutan.

“Data itu selalu ada di sana dan data tersebut akan selalu terus menerus berada di sana, tetapi bagaimana organisasi mulai untuk me-leverage, itulah yang apa sebenarnya berubah, dan Anda perlu untuk membangun semacam model cross competencies ini yang berjalan across setiap orang di dalam organisasi,” ucap Jean Paul Bovaird (Chief Technology Officer, Storage Division, South East Asia, Taiwan & Hong Kong, Hewlett Packard Enterprise).

Selain itu, perusahaan juga harus mengerti gap yang ada antara posisi perusahaan saat ini dengan posisi yang diinginkan di masa depan sebagai data driven organization, serta mengambil keputusan yang realistis dalam perjalanan mencapai tujuan tersebut.

Software ONTAP 9 terbaru dari NetApp.

Software ONTAP 9 terbaru dari NetApp.

NetApp mengumumkan software ONTAP 9, sistem flash dengan dukungan lebih luas untuk public cloud yang menyediakan fondasi modern dalam membantu pelanggan memaksimalkan nilai dari data mereka yang tersimpan di hybrid cloud.

Penawaran baru ini merupakan kunci dalam membantu pelanggan melakukan transformasi TI. Transformasi TI yang sukses mampu mengintegrasikan data silo atau data yang tersebar di berbagai sumber, mengotomatisasi proses untuk mempercepat hasil, serta menghilangkan hambatan yang dapat membatasi perkembangan TI.

Pembaruan software ONTAP 9 dari NetApp mengembangkan layanan data dari NetApp dengan enkripsi built-in untuk keamanan data yang lebih baik, dukungan untuk container NAS berperforma tinggi dengan kemampuan skalabilitas masif, serta penyediaan aplikasi enterprise yang lebih sederhana.

NetApp juga meluncurkan enam storage array terbaru yang dioptimalkan untuk flash, termasuk sistem unified all-flash system tercepat yang pernah ada dan hybrid flash array yang memiliki skalabilitas tinggi, dengan tingkat konektivitas terdepan di industri serta set-up dan kemudahan layanan yang lebih sederhana.

NetApp kini memberikan pilihan lebih banyak dengan ONTAP Cloud yang saat ini bisa mendukung public cloud Microsoft Azure, melengkapi dukungan atau support untuk public cloud AWS yang telah ada. Di samping itu, NetApp telah mengambil alih kepemimpinan melalui optimalisasi data center flash yang didukung dengan pilihan konektivitas terbaik di industri TI.

“Penyederhanaan adalah kunci untuk mendorong transformasi digital saat ini,” ujar Joel Reich (Executive Vice President, Products and Operations, NetApp). “Software ONTAP dan sistem flash terbaru dari NetApp memberikan cara bagi pelanggan untuk menjembatani arsitektur TI yang telah ada dan yang akan muncul ketika mereka membangun dan melakukan evolusi terhadap hybrid cloud mereka.”

Software dan Storage Array Baru

Fitur-fitur ONTAP 9 terbaru meliputi:

  • NetApp FlexGroup adalah container NAS dengan performa tinggi serta kemampuan skalabilitas masif yang ideal untuk aplikasi generasi terkini di industri EDA (Electronic Design Automation), High-Tech, minyak dan gas, serta media dan hiburan.
  • NetApp Volume Encription menawarkan enkripsi berbasis software yang dapat disesuaikan dengan volume secara granular dan dapat digunakan untuk data pada drive jenis apa pun seperti AFF, FAS atau ONTAP Select system, tanpa membutuhkan disk self-encrypting
  • Dukungan ONTAP Cloud untuk Microsoft Azure.
  • ONTAP Select saat ini mendukung server komoditas all-flash.
Ilustrasi flash array storage NetApp.

Ilustrasi flash array storage NetApp.

NetApp juga memperbarui portofolionya yang terbaik di industri berupa all-flash dan hybrid array menggunakan ONTAP, meliputi:

  • Sistem all-flash AFF A700 yang dirancang untuk kinerja tinggi dan fleksibilitas konfigurasi dan sistem all-flash AFF A300 yang dioptimalkan untuk konfigurasi all-flash skala menengah atau midrange.
  • Sistem hybrid flash terbaru termasuk FAS8200 untuk beban kerja enterprise dan FAS2650 serta FAS2650 dan FAS2620 yang dioptimalkan untuk bisnis skala kecil dan menengah.
  • FAS9000 terbaru untuk beban bisnis yang penting, memberikan pelanggan kemampuan untuk melakukan scale-up secara mudah hingga 14PB pada sistem serta melakukan scale-out hingga 172PB pada cluster.
  • Dukungan untuk konektivitas andal pertama di industri TI dengan Fibre Channel 32Gb dan Ethernet 40Gb, ditambah dengan koneksi SAS-3 storage 12Gb guna mengoptimalkan infrastruktur untuk flash.
  • Rancangan modular terpercaya untuk AFF A700 dan FAS9000 guna meningkatkan reliabilitas, ketersediaan, dan kemudahan service atau serviceability (RAS) dan menyederhanakan upgrade di kemudian hari.

wn-ibm

Ada masa ketika Homing Wulur bersama tim harus bekerja sampai pagi menjelang. “Biasanya itu terjadi di akhir bulan,” cerita Homing yang menjabat sebagai Head of Data Center & Data Communication di Indomobil.

Pada periode itu, setiap unit akan memasukkan data ke sistem ERP Indomobil dan Tim Data Center wajib menunggu sampai setiap unit selesai memasukkan data ke sistem. Masalahnya, kinerja sistem ERP menjadi sangat lambat saat periode puncak tersebut, yang memaksa Homing dan timnya harus bekerja hampir 24 jam.

Penyelidikan pun dilakukan. Akhirnya lambatnya performa data center terjadi karena adanya bottleneck di sisi storageSetelah memilah teknologi yang ada, Indomobil pun memutuskan untuk mengganti storage dari teknologi spinning disk ke all-flash IBM Storwize V7000F.

Solusi ini ternyata manjur. Kinerja sistem meningkat signifikan dan proses input data pun berjalan lancar. “Sekarang paling lambat jam 9 malam kami sudah pulang,” ungkap Homing sambil tersenyum lebar.

Mendukung Hybrid

Homing menceritakan hal tersebut saat menjadi narasumber pada acara Data Storage Solutions: The Foundation of Cognitive Business yang diselenggarakan IBM bersama dengan InfoKomputer.

Acara tersebut juga digunakan IBM untuk memperkenalkan jajaran storage all-flash terbaru berikut software pendukung yang membuat transisi perusahaan ke era all-flash storage menjadi lebih mudah.

Salah satu produk unggulan baru IBM tersebut adalah Storwize V7000F dan V5030V yang menyasar segmen mid-range dan entry level. Kehadiran produk tersebut menunjukkan flash storage bukan lagi dominasi perusahaan besar.

“Bukan saja karena harganya lebih terjangkau, namun flash storage juga memberikan value proportition yang lebih baik dibanding storage berbasis disk,” ungkap Bob Condon (Storwize and VersaStack Worldwide Sales Leader, IBM) yang hadir dalam kesempatan itu. Selain menjanjikan peningkatan performa yang signifikan, flash storage juga menawarkan density yang lebih padat serta konsumsi daya dan pendingin yang lebih rendah.

Ketika ingin beralih ke flash, perusahaan pun tidak perlu meninggalkan storage berbasis disk yang telah mereka miliki saat ini. Dengan software IBM Spectrum Virtualize, storage lawas tersebut bisa divirtualisasi dan digabungkan ke IBM flash storage membentuk hybrid storage.

Untuk menjaga performa, terdapat software analitik Easy Tier yang akan menganalisis data di hybrid storage tersebut. “Jika menemukan hot data, Easy Tier akan menyimpan data tersebut di layer flash sehingga lebih cepat saat diakses,” ungkap Bob.

Dengan kian terjangkaunya flash storage, pilihan konsumen kini makin banyak. Lalu, mana yang sebaiknya dipilih?

Menurut Benny Abrar (Country Manager, Storage Solution, IBM Indonesia), perusahaan sebaiknya memetakan terlebih dahulu kebutuhan aplikasi masing-masing. “Jika performa menjadi kebutuhan, flash storage adalah solusi terbaik,” ungkap Benny. Namun jika kapasitas masih kebutuhan utama, storage berbasis disk masih menjadi pilihan menarik.

Akan tetapi di luar faktor teknis, sisi support juga harus dipikirkan. Hal itu dikemukakan Hanny Purnomo (Senior Manager SAP Production Planning Steel Pipe Industry Indonesia/Spindo), yang juga hadir sebagai narasumber di acara tersebut.

Sebagai perusahaan yang berpusat di Surabaya, Spindo mengedepankan faktor support ini di atas hal-hal teknis. “Support itu mulai dari layanan prajual sampai purnajual,” ungkap Hanny. Karena hanya dengan support yang bagus, perusahaan bisa tenang dalam mengimplementasikan produk dan solusi yang baru.

synology-1a

Di perangkat network attached storage (NAS) kelas dua bay, pada akhir tahun 2015 silam Synology meluncurkan sejumlah varian NAS DiskStation baru. Salah satunya adalah Synology DS216. Walaupun diposisikan sebagai NAS dua bay untuk segmen perumahan, NAS ini ternyata memiliki sejumlah fitur yang menarik.

Tampilan Synology DS216 ini bisa dibilang mirip dengan beberapa NAS dua bay lain dari Synology. Tampilannya sederhana dengan ukuran yang ringkas. Anda bisa mengakses ruang untuk dua unit hard disk melalui pintu plastik yang ada di bagian depan. Pemasangan hard disk pun mudah karena NAS ini juga telah menyertakan bracket sehingga Anda bisa memasang hard disk ke dalamnya tanpa memerlukan alat tambahan.

Synology DS216 ini ditenagai oleh chip dual core Marvell Armada yang berkecepatan 1,3 GHz. Lalu untuk meladeni beragam permintaan dari jaringan serta menjalankan beragam fiturnya, NAS ini juga memiliki RAM sebesar satu gigabyte. Koneksinya menggunakan port LAN RJ45 yang mendukung gigabit. Selain itu, tersedia juga sebuah port USB 2.0 di bagian depan dan dua buah port USB 3.0 di bagian belakangnya.

Dengan dukungan hingga dua unit hard disk, Synology DS216 ini mendukung konfigurasi JBOD, RAID0, dan juga RAID1. NAS ini mendukung penggunaan hard disk berkapasitas 8 TB sehingga volume maksimal yang bisa ditampung adalah sebesar 16 TB.

DiskStation Manager (DSM) 5.2 menjadi sistem operasi yang digunakan pada Synology DS216 ini. DSM 5.2 memiliki tampilan yang mirip dengan DSM versi sebelumnya yang digunakan pada NAS Synology lain.

Pada DSM 5.2, Anda bisa menambahkan sejumlah aplikasi eksternal untuk memberikan fungsi tambahan pada NAS ini. Melalui menu Package Center, Anda bisa melihat sejumlah aplikasi untuk beberapa hal seperti backup, multimedia, bisnis, dan lainnya yang bisa Anda gunakan.

Sebagai contoh, Anda bisa menggunakan Synology DS216 sebagai pusat kontrol kamera IP di tempat Anda dengan melakukan instalasi paket Surveillance Station. Atau Anda juga bisa menjadikan NAS ini sebagai server untuk memenuhi kebutuhan khusus. Pasalnya, Package Center juga menyediakan beberapa pilihan CMS yang mungkin bisa Anda gunakan. Dengan begitu, bukan hanya cocok untuk memenuhi kebutuhan rumahan, NAS ini juga bisa jadi cocok untuk memenuhi kebutuhan bisnis skala kecil.

Kalau Anda berminat untuk menjadikan NAS ini sebagai pusat penyimpanan beragam file multimedia Anda, Synology juga menyediakan aplikasi seperti Audio Station, Video Station, Photo Station, dan juga Media Server sehingga Anda bisa mengakses file multimedia yang tersimpan di dalamnya secara lebih nyaman. Sayangnya, tidak tersedia port HDMI. Kalau saja NAS ini memiliki port HDMI, Anda bisa menghubungkannya dengan televisi atau monitor Anda untuk menikmati konten multimedia.

Untuk menjamin data Anda di NAS ini tetap aman, Anda bisa melakukan backup ke perangkat simpan eksternal melalui USB atau ke NAS lain. Jika melalui USB, Anda hanya perlu menghubungkan media eksternal Anda dan mengkonfigurasi backup pada menu Backup & Replication. Di sana, Anda juga bisa mengatur backup secara rutin. Untuk melakukan backup ke NAS lain, Anda bisa menggunakan paket Cloud Station Client di Package Manager.

Selain media simpan eksternal, Anda pun bisa menghubungkan printer ke port USB yang ada. NAS ini juga mendukung Google Cloud Print.

RAID direkomendasikan untuk digunakan pada hard disk yang memiliki kapasitas yang sama. Namun jika Anda memiliki hard disk dengan kapasitas yang berbeda-beda, Anda bisa menggunakan konfigurasi Synology Hybrid RAID (SHR) yang bisa memaksimalkan penggunaan kapasitas walaupun ada perbedaan kapasitas antar hard disk. Tapi, Anda pun bisa tetap menggunakan konfigurasi RAID konvensional jika Anda menggunakan dua hard disk dengan kapasitas yang sama.

Walaupun diposisikan sebagai NAS untuk memenuhi keperluan di rumah, Synology DS216 ini juga menyediakan fitur iSCSI. Lalu, kinerja transfer datanya juga terbilang bagus dalam berbagai konfigurasi RAID yang dimungkinkan. Kinerja baca-tulisnya berada di kisaran angka 80-100 MB per detik. Proses backup ke media simpan eksternal pun terbilang cepat, terutama saat menggunakan USB 3.0.

Dua buah port USB 3.0 di bagian belakang bisa digunakan untuk koneksi ke media simpan maupun printer.

Dua buah port USB 3.0 di bagian belakang bisa digunakan untuk koneksi ke media simpan maupun printer.

 

Port USB 2.0 di depan berada dekat tombol backup otomatis.

Port USB 2.0 di depan berada dekat tombol backup otomatis.

 

DiskStation Manager 5.2 hadir dengan tampilan yang serupa dengan versi sebelumnya dan tetap mudah dipakai.

DiskStation Manager 5.2 hadir dengan tampilan yang serupa dengan versi sebelumnya dan tetap mudah dipakai.

 

Tambahkan fungsi tambahan untuk NAS ini dengan melakukan instalasi aplikasi dari Package Manager.

Tambahkan fungsi tambahan untuk NAS ini dengan melakukan instalasi aplikasi dari Package Manager.

 

NAS ini memiliki kinerja yang sangat baik dan memadai untuk memenuhi kebutuhan di rumah bahkan bisnis skala kecil.

NAS ini memiliki kinerja yang sangat baik dan memadai untuk memenuhi kebutuhan di rumah bahkan bisnis skala kecil.

Plus: Kinerja cepat, konfigurasi mudah dan cepat, ada iSCSI, mendukung banyak aplikasi tambahan, dimensi ringkas, harga cukup terjangkau

Minus: Tanpa port HDMI

SpesifikasiSynology DS216
Antarmuka Hard diskSATA 6 Gb/s
Jumlah Hard disk2
Ukuran Hard disk3,5 inci
Port1 x USB 2.0, 2 x USB 3.0, 1 x LAN 1 Gbps
Mode storageJBOD, RAID 0, RAID 1
Bobot1,3 kg (tidak termasuk hard disk)
Garansi1 tahun
Situs Webwww.synology.com
Harga (kisaran)Rp5.800.000
KontakIntegra Global Solusi, (021) 56944121

samsung-1

Makin banyaknya produsen yang meluncurkan SSD kelas entry-level membuat konsumen memiliki pilihan yang makin banyak. Hal tersebut juga membuat Samsung yang selama ini bermain di kelas menengah dan kelas atas (melalui lini 850 Evo dan 850 Pro) juga ikut menghadirkan varian SSD yang dikhususkan untuk kelas entry-level.

Di kelas entry-level, Samsung memperkenalkan lini barunya yang disebut 750 Evo. SSD Samsung 750 Evo ini bisa dibilang merupakan varian lebih terjangkau dari SSD 850 Evo. Terdapat sejumlah perbedaan dari sisi teknologi yang digunakan.

Samsung selama ini dikenal menggunakan teknologinya yang disebut 3D V-NAND pada lini SSD 850 Evo. Samsung 750 Evo menggunakan teknologi planar 2D dengan chip NAND enam belas nanometer. Teknologi ini sebelumnya juga telah digunakan pada SSD Samsung 840 Evo yang merupakan pendahulu dari 850 Evo.

Selain menggunakan teknologi chip NAND planar 2D yang berbeda dengan 3D V-NAND, Samsung 750 Evo ini menggunakan controller yang serupa dengan varian 850 Evo, yaitu Samsung MGX. Secara teoritis, Samsung mengklaim bahwa SSD ini mampu menghasilkan kecepatan baca hingga 550 megabyte per detik, dan kecepatan tulis hingga 520 megabyte per detik yang kira-kira setara dengan mayoritas SSD yang ada di pasaran saat ini.

Dari sisi dimensi, SSD Samsung 750 Evo ini masuk dalam kategori ramping. SSD ini memiliki ketebalan tujuh milimeter yang berarti SSD ini bisa digunakan  di sebagian besar notebook dan ultrabook yang ada di pasaran saat ini. Paket SSD ini pun terbilang sangat sederhana. Selain unit SSD, Anda hanya akan mendapatkan lembaran manual dan garansi. Tak ada kabel, adaptor, atau bracket yang disediakan apabila Anda ingin menggunakannya di komputer desktop.

Untuk membantu Anda memantau kondisi SSD ini, Samsung menyediakan aplikasi Samsung SSD Magician. Di aplikasi Samsung SSD Magician, Anda bisa memantau kondisi SSD, mengetes kinerjanya, melakukan pembaruan firmware, dan beberapa pengaturan lainnya. Termasuk juga mengenkripsi SSD Anda untuk mendapatkan keamanan. SSD ini juga mendukung tiga metode enkripsi yaitu Class 0, BitLocker, dan TCG Opal.

Di aplikasi tersebut Anda juga bisa mengaktifkan fitur Rapid Mode. Rapid Mode adalah fitur khusus Samsung yang ditujukan untuk meningkatkan kecepatan baca dan tulis ke SSD. Fitur ini memanfaatkan RAM komputer Anda yang sedang idle untuk dijadikan cache buffer sebelum data ditulis sepenuhnya ke SSD.

Samsung 750 Evo ini memiliki rating batas penulisan sebesar 35 TB TBW (total bytes written). Batas tersebut tercatat lebih rendah dibandingkan 850 Evo yang sebesar 75 TB TBW untuk kapasitas 120 GB. Namun hal tersebut tampaknya tidak menjadi persoalan selama Anda tidak melakukan aktivitas penulisan data berukuran besar secara terus-menerus.

Saat kami coba, SSD ini memang memiliki kecepatan baca tulis yang terbilang sangat baik. Kecepatan bacanya rata-rata berada di kisaran 446 megabyte per detik dengan kecepatan puncak mencapai 540 megabyte per detik. Kecepatan tulisnya rata-rata sebesar 272 megabyte per detik dan maksimal bisa mencapai 520 megabyte per detik. Kinerjanya dalam kondisi Rapid Mode aktif akan lebih cepat lagi.

Samsung 750 Evo ini hadir dengan spesifikasi yang sedikit lebih sederhana, namun tetap menawarkan kinerja yang kencang.

Samsung 750 Evo ini hadir dengan spesifikasi yang sedikit lebih sederhana, namun tetap menawarkan kinerja yang kencang.

 

Aplikasi Samsung SSD Magician membantu pengguna memantau kondisi SSD ini.

Aplikasi Samsung SSD Magician membantu pengguna memantau kondisi SSD ini.

Hasil uji

RobocopySamsung 750 Evo 120 GB
Read (MB/s)446,73
Write (MB/s)272,96
CrystalDiskMarkReadWrite
Sequential (MB/s)540,633520,067
512K (MB/s)444,300360,500
4K (MB/s)37,91089,613
4K QD32 (MB/s)402,300218,500

Plus: Kinerja cepat, harga terjangkau

Minus: Tak tersedia dalam kapasitas besar

SpesifikasiSamsung 750 Evo 120 GB
AntarmukaSATA 6 Gbps
Kapasitas120 GB
Garansi3 tahun
Situs webwww.samsung.com
Harga (kisaran)Rp680.000

TERBARU

Samsung menggenjot produksi layar OLED tahun ini sekaligus menguatkan rumor bahwa Samsung memproduksi layar iPhone 8.